32.1 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1651

KNPI Salurkan Bantuan APD untuk Petugas Medis

0

Tajurhalang | Jurnal Inspirasi

Perang melawan penyebaran Covid -19 di Kabupaten Bogor mulai digencarkan semua elemen masyarakat, diantaranya para pemuda yang tergabung dalam wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

KNPI bagian dari elemen masyarakat tidak akan tinggal diam atau berpangku tangan, apalagi saat wabah Covid -19 menyerang, kita akan berupaya semampunya membantu utamanya petugas medis dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD),” kata Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Fikri Ikhasani, kepada Jurnal Inspirasi, Selasa (31/03).

Fikri mengatakan, pencegahan penyebarab Covid -19 bukanlah tugas pemerintah semata, tapi butuh dukungan semua pihak, caranya dengan mentaati imbauan yang dikeluarkan pemerintah, semisalnya tak perlu keluar rumah, jika tidak ada yang mendesak atau tidak terlalu penting.

“Itu langkah nyata, agar Covid -19 tidak menyebar kemana-mana. Nah, kalau KNPI, caranya dengan membagikan APD kepada para petugas medis yang menjadi garda terdepan dalam mencegah dan menangani pasein Covid -19,” ujarnya.

APD dari donasi KNPI, kata Fikri, Selasa kemarin mulai disalurkan kepada petugas medis yang berdinas di Puskesmas, diantaranya di Kecamatan Tajurhalang. “Walaupun bantuan APD dari pemerintah sudah ada, namun kami tetap akan membantu untuk cadangan, sekaligus sebagai langkah antisipasi, jika ada lonjakan pasien yang diduga terpapar Covid -19,” katanya.

sekretaris DPD KNPI Suhandi menambahkan, aksi nyata organisasi kepemudaan membagikan APD dan cairan pencuci tangan kepada petugas medis di Puskesmas tidak akan berhenti, tapi akan berlanjut sampai tidak ada lagi kasus Covid -19 di Kabupaten Bogor.

KNPI yang sudah membentuk gugus tugas pencegahan Covid -19 menerima donasi APD baik dari perorangan atau pun korporasi/lembaga. Amanah itu akan kita sampaikan kepada petugas medis di semua Puskesmas dan rumah sakit rujukan penanganan Covid -19,” terangnya.
Suhandi mengatakan, KNPI sudah mengintruksikan kepada para pengurus kecamatan membantu aparatur pemerintah di wilayah mensosialisasikan cara atau teknis pencegahan penyebaran Covid -19.

“Sosialisasi menggunakan bahasa sederhana yang dimengerti masyarakat umum, karena tak semua masyarakat itu ngerti dengan istilah physical distancing dan sosial distancing,” tutupnya.

Mochamad Yusuf


Jumlah Positif Corona Capai 21 Orang

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi corona di Kota Bogor semakin hari makin mengkhawatirkan. Pasalnya, berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Hujan pada Selasa (31/3/2020), jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 21 orang.

Plt Kepala Dinkes, dr. Sri Nowo Retno mengatakan, dari 21 orang yang positif corona, 17 orang di antaranya kini masih diawasi oleh pihak rumah sakit. “Kalau untuk yang meninggal dunia empat orang,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 54 orang, dengan rincian 13 meninggal dunia, enam orang dinyatakan sehat. Sedangkan sisanya 35 dalam tahap pengawasan.

“Untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) mencapai 672 orang, 251 dinyatakan sehat. Sementara 421 masih dalam pemantauan,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Komisi IV Dorong Pergeseran Anggaran Rp5 Miliar untuk Tangani Corona

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Komisi IV DPRD Kota Bogor mendukung pergeseran anggaran yang tidak terserap selama masa karantina mandiri senilai Rp5 miliar pada program-program tertentu yang dinilai tidak penting.Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan berdasarkan rapat Badan Musyawarah (Bamus).

“Hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) tadi, kami setuju untuk menggeser anggaran tersebut dan komisi IV ditunjuk untuk melakukan pengawasan terhadao kebijakan pemkot dlm menanggulangi masalah covid 19 ini,” ujar Ence kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).

Dalam waktu dekat ini, Komisi IV akan memanggil dan meminta data kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, masyarakat mana saja yang sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi.

Hal itu agar bantuan yang akan disalurkan dari pergeseran anggaran dewan ini tidak tumpang tindih dan tepat sasaran. “Kami juga akan mengawasi hal itu (pencairan). Jangan sampai karena banyak bantuan jadi tidak tepat sasaran dan terjadi kebocoran,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berencana untuk mengalokasi ang­garan bantuan Rp5 triliun untuk 1 juta warga miskin di Jabar. Anggaran baru tersebut diambil dari beragam penghematan dan persegeran sejumlah anggaran di APBD 2020.

Angka Rp5 triliun jika di­bagi untuk 1 juta warga miskin baru, jatuhnya hanya Rp500 ribu dalam bentuk sepertiga tunai dan sisanya sembako. Karena itu, pihaknya juga memerintahkan agar kepala daerah di Jabar me­nambah besaran bantuan tersebut.

“Di atas Rp500 ribu itu 27 kabupaten/kota itu ha­rus bisa memberikan tamba­han, sesuai dengan kemam­puan, harusnya yang diterima warga bisa lebih dari Rp500 ribu,” tukasnya.

Fredy Kristianto

Pekerja PJU Benahi Lampu Jalan di Tengah Panik Corona

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi.

Meski di tengah masa tanggap darurat wabah Corona atau Covid-19, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor melalui Unit Pelaksana Teknis Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berkantor di wilayah  Jasinga tetap rutin melakukan pemeliharaan atau pembenahan lampu jalan yang tidak menyala maupun yang sudah kondisi rusak

“Kami  tetap bekerja normal untuk melakukan pemeliharaan atau pembenahan lampu jalan akibat korsleting maupun yang telah rusak,” Hanya saja setelah ada imbauan Bupati Bogor “Social distancing” biasanya sehari bekerja dua tim ini dibikin jadi satu tim.” kata Kepala UPT Perhubungan Dedi Heryadi, saat dihubungi wartawan.

Ia menjelaskan, hari ini beberapa titik pembenahan dan pemeliharaan yang dilakukan di antaranya perbaikan PJU di Jalan Ace Tabrani, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung” Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya pada penerangan lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan Pemerintah untuk melakukan pembatasan kerja bagi Aparatur Sipil Negera (ASN), bukan jadi masalah,” Anjuran pemerintah kami ikuti, tetapi  pelayanan kaitan masalah dengan penerangan kami laksanakan. Musababnya, kalau adanya kerusakan PJU itu tidak bisa dikerjakan dirumah,” terangya.

Lanjut Dedy mengatakan, selain menanggapi pengaduan masyarakat kami dan para petugas lapangan tetap bekerja meski dalam kondisi belum normal.” Mereka juga sama ingin merasakan apa yang menjadi imbauan pemerintah,” pungkasnya.

Arip Ekon

Komisi III Dukung Rencana Pemindahan Kantor OPD Pemkot

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dukungan terhadap rencana pemindahan kantor sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari kawasan Balaikota Bogor, rupanya mendapat dukungan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Adityawarman.

Menurut dia, pemkot dapat memanfaatkan aset-aset pemerintah yang tidak terawat.
“selama ini ada beberapa aset pemerintah, ada juga aset pemerintah pusat yang mungkin bisa digunakan,” ucap Adit kepada wartawan, baru-baru ini.

Politisi PKS itu menyatakan, sudah beredar kabar adanya dinas yang akan menempati gedung Freshmart di Jalan Padjadjaran. Iapun menyinggung, OPD yang memiliki kantor di area balai Kota Bogor. Dia menjelaskan, kantor Sekretariat Daerah (Setda) saja memiliki empat lantai. Belum lagi, ditambah beben pegawai dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostandi) dan Bappeda Kota Bogor.

Sementara mengenai lahan parkir yang tak lagi mencukupi lantaran luas Balai Kota secara keseluruhan hanya 2,673 meterpersegi. Ia mendorong agar pemindahan kantor dinas dapat segera dilakukan. Demikian, pekerjaan dinas terkait dapat lebih maksimal.

Sebelumnya, Pemkot Bogor menargetkan bakal memindahkan empat kantor organisasi perangkat daerah (OPD), tiga di antaranya yang berada di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor.

Terpisah, Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Atep Budiman menjelaskan, pemindahan kantor OPD ditargetkan tahun ini selesai, karena tidak ada kegiatan fisik, hanya melakukan perapihan gedung perkantoranya. “Untuk sebatas cat dan merapihkan kita sudah siap,” katanya.

Keempat OPD tersebut, kata dia, Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostandi), Kantor Inspektorat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan BPKAD. Atep menuturkan, BPKAD akan dipindahkan ke gedung Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) Kota Bogor di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal. BPKAD direncanakan akan menempati dua lantai di gedung setinggi lima lantai tersebut.

Sementara untuk Kantor Dinas Kominfostandi, sambung Atep, akan digeser ke BPKAD yang berada di samping Gedung Setda, dan Gedung Inspektorat bakal menempati gedung Fish Mart yang kini tercatat milik Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan, yang berada di Jalan pajajaran, Kecamatan Bogor Timur. Namun, gedung tersebut masih memerlukan renovasi.

Kemudian ada juga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, akan menempati gedung Kominfostandi.

Fredy Kristianto

Ini Kata Ketua Dewan Soal Rencana ‘Relokasi’ OPD Pemkot Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memindahkan beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari kawasan Balaikota. Hal itupun rupanya mendapat dukungan DPRD, dengan syarat pemindahan itu dapat menunjang kinerja dinas tersebut.

“Ya, yang terpenting bisa menunjang kinerja mereka untuk lebih baik dikemudian hari,” ujar Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, kepada wartawan, baru-baru ini.

Atang mengatakan, selama dapat menunjang kinerja ASN dirinya tam mempermasalahkan hanya saja, berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tahun 2020 tidak ada anggaran untuk memindahkan kantor dinas.

Kata dia, perbaikan gedung sejumlah kantor dinas dan kecamatan. Itupun, biaya yang dikeluarkan dari APBD tidaklah besar.

“Anggaran perbaikan beberapa kantor, seperti kantor kecamatan, kemudian kantor dinas seperti Bappeda,” jelas Atang.

Menurut dia, rencana pemindahan kantor dinas secepatnya dapat terealisasi. Sebab, dia menilai, pemindahan maupun perbaikan dipastikan tidak menelan anggaran besar dibanding membuat kantor baru.

“Jadi jngka panjangnya pemkot harus berfikir bagimana nanti bisa membuat sebuah pusat perkantoran, untuk semua dinas,” katanya.

Pemkot Bogor setidaknya memiliki 33 organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk kecamatan. Namun, lokasi kantor tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kota Bogor. Padahal pusat pemerintahan atau Balai Kota Bogor berada di Bogor Tengah.

Ia berharap pemkot untuk menyiapkan lahan agar dapat menjadi pusat perkantoran. Sehingga, pelayanan bagai masyarakat dapat lebih terpusat di satu titik.

“Tapi sekali lagi harus kita arahkan semua sumberdaya kita, baik itu human maupun capital resources kita untuk fokus menagani corona,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Kota Bogor Terapkan Pembatasan Sosial Skala Besar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) bersama unsur Forkopimda akan segera menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Kota Bogor. Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim langsung menginstruksikan para Camat dan Lurah se-Kota Bogor agar segera membentuk Rukun Warga (RW) Siaga Corona.

“Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Kota Bogor akan melaksanakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB), adapun implementasinya berupa pengelolaan area pencegahan penyebaran Covid-19 dan memberdayakan potensi masyarakat dengan membentuk RW Siaga Corona,” ujar Dedie bersama unsur Forkopimda saat memberikan arahan kepada para Lurah di Rumah Dinas Walikota Bogor, Selasa (31/3/2020).

Adapun, Dedie melanjutkan, para Lurah dengan didampingi Camat di masing-masing wilayah agar menyiapkan sejumlah langkah teknis, antara lain melaksanakan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 bersama Pengurus RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, Pengurus LPM dan seluruh potensi masyarakat yang ada di wilayahnya.

“Para Lurah dan Camat diharapkan bisa membatasi pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayahnya masing-masing. Wilayah masing-masing agar menggiatkan kembali Siskamling dan membentuk RW Peduli Corona yang ditandai dengan spanduk,” katanya.

Kemudian, masih kata Dedie, para Lurah agar melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat terdampak serta membuat daftar diluar Database Kemiskinan Kota Bogor atau diluar penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah selanjutnya, unsur pimpinan di wilayah perlu segera menyiapkan ketersediaan bahan pokok, bahan bakar dan air minum bagi warga dengan mengkalkulasi seluruh resiko dan solusi apabila diterapkan pembatasan dalam jangka waktu tertentu.

“Para Lurah dan Camat juga diminta untuk memberdayakan seluruh potensi masyarakat dengan menerapkan prinsip gotong royong, solidaritas antar warga, peduli sesama, peduli tetangga dan tolong menolong. Selanjutnya wilayah perlu tegas dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga agar kegiatan sosial dan keagamaan yang menimbulkan kerumunan massa yang sehingga berdampak terhadap penularan Covid-19 di Kota Bogor,” ungkapnya.

Selain itu, Dedie melanjutkan, masyarakat perlu diberikan informasi yang utuh terkait instruksi Presiden agar melakukan aktivitas belajar, bekerja dan beribadah dari rumah masing-masing.
Sedangkan arahan yang terakhir, agar para Lurah dan Camat bisa memberikan contoh warganya untuk lebih peka terhadap kebersihan lingkungan, serta masyarakat diharapkan menjalankan social distancing, mengenakan masker, dan rajin mencuci tangan.

Sementara pembatasan sosial skala besar ini, diprediksi akan berlangsung hingga 23 Mei 2020 mendatang. Dengan demikian, dia memohon bantuan dan kerja sama dari para aparatur di wilayah beserta seluruh masyarakat untuk dapat proaktif serta disiplin dalam melaksanakan langkah-langkah tersebut.

“Kita semua harus kompak, jika ingin sama-sama merayakan lebaran. Hari ini, sampai menjelang puasa kita berjuang dari rumah masing-masing untuk menahan diri, sabar, ikhlas dan tawakal secara berjamaah. Jika semua kompak, Insya Allah puasa dan lebaran bisa kita laksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.

elain Dedie, pada kesempatan itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Bambang Sutrisna, Kasdim 0606 Kota Bogor Letkol Inf Didi Suwandi, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat turut memberikan arahan kepada para Lurah agar terus bersinergi dengan TNI dan Polri di wilayah.

Sebelum memberikan arahan kepada para Lurah, pada pagi tadi, Kombes Pol Hendri Fiuser beserta unsur Forkopimda lainnya telah melaksanakan apel gabungan dalam rangka pelaksanaan penyemprotan cairan desinfektan di sejumlah titik di jalan utama Kota Bogor dengan menerjunkan unit kendaraan taktis milik Polresta Bogor Kota.

Dalam pertemuan kali ini, Pemkot Bogor baru mengumpulkan sejumlah Lurah yang berada di tiga wilayah kecamatan, antara lain Bogor Tengah, Bogor Selatan dan Bogor Timur. Sementara para Lurah dan Camat di tiga kecamatan lainnya akan segera dikumpulkan dalam waktu dekat ini.

Fredy Kristianto

2 Hari Hanyut, Gilang Ditemukan Tewas di Ciliwung

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Usai melakukan pencarian selama dua hari, usaha yang dilakukan oleh tim SAR gabungan BPBD Kota dan Kabupaten Bogor, Damkar, Basarnas, Tagana, relawan SAKTI dan berbagai relawan lain akhirnya membuahkan hasil.

Gilang, bocah berusia 11 tahun asal Kampung Babakan Asem RT 02/RW 04, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, berhasil ditemukan di Sungai Ciliwung, tepatnya di sekitar area Kebun Raya dalam keadaan tidak bernyawa pada Selasa (31/3/2020) sekira pukul 10.00 WIB.

“Gilang dengan radius kurang lebih 2 KM dari titik lokasi kejadian,” ucap Danru BPBD Kota Bogor, Maruli Sinambela kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).

Menurut Maruli, sebelumnya para petugas sempat mengalami kesulitan untuk menemukan korban lantaran derasnya arus sungai. Namun, mereka terus berusaha akhirnya korban bisa ditemukan.

“Korban ditemukan sudah tersangkut batu dan pohon tumbang dipinggir sungai saat kami menyisir masuk ke dalam Kebun Raya,” katanya.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Bogor, Priyatna Syamsah mengimbau kepada warga untuk tetap menjaga anaknya untuk tidak bermain di area sungai, mengingat saat ini sedang masa libur sekolah.

“Sesuai edaran Walikota Bogor, bahwa orang tua agar menjaga anaknya untuk tidak main diluar rumah, kan disuruhnya juga belajar di rumah,” katanya.

Fredy Kristianto

Ini Permintaan Wawalkot Dedie Kepada Gugus Tugas Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil Walikota (Wawalkot) Bogor, Dedie A. Rachim berharap penyelenggaraan percepatan penanganan wabah penyakit Covid-19 dapat dilakukan secara intensif, total, terpadu, terarah dan semua pihak berkoordinasi serta bersinergi melalui Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Dedie menjelaskan, Gugus tugas yang dibentuk ini sebagai sarana komunikasi untuk memberikan solusi dalam penanganan wabah penyakit Covid-19 di Kota Bogor secara lintas sektoral agar semua pihak dapat memastikan bahwa tidak ada hambatan dan kendala dalam pencegahan maupun penanganan wabah penyakit Covid-19 di masyarakat Kota Bogor.

Beberapa caranya melalui penyemprotan desinfektan, pembatasan kegiatan dan mematuhi protokol yang telah disampaikan pemerintah sebagaimana karantina wilayah.

Sebagai penguatan gugus tugas yang menangani wabah covid -19 yang berlokasi di Rumah Dinas Wali Kota Bogor sebagai pusat Crisis Center Kota Bogor, atas nama Pemkot Bogor Dedie mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan sumbangan Alat Pelindung Diri (APD) dan desinfektan untuk lebih mengintensifkan tugas yang diemban oleh tim kesehatan, BPBD, dan Crisis Center Kota Bogor.

“Terima kasih juga atas kepedulian para Pimpinan jasa usaha di Kota Bogor yang mematuhi instruksi untuk pembatasan jam operasional,” ujar Dedie.

Dia juga berharap agar Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat Covid-19 di Kota Bogor yang ditetapkan mulai 20 Maret sampai dengan 29 Mei 2020 dimaksudkan agar dapat memutus mata rantai wabah penyakit ini melalui pembatasan kegiatan berkumpul, mengurangi pusat kerumunan dan lebih banyak tinggal di rumah.

Fredy Kristianto

Perangi Covid-19, CV Cikal Utama Sumbang 5 Unit Wastafel Portable

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi virus Corona di Indonesia, khususnya di Kota Bogor terus menunjukkan peningkatan yang siginifikan. 

Sejumlah kalangan pun ramai-ramai menggalang kepedulian untuk melawan virus mematikan tersebut.

Direktur Utama CV Cikal Utama Andriansyah Daslim misalnya. Ia ikut menyumbang untuk membantu melawan penyebaran virus Corona yang semakin menjadi-jadi. 

Andry menyumbangkan perlengkapan medis ke posko Crisis Center Kota Bogor, yang ada di rumah dinas Walikota Bogor di Jalan Pajajaran, berupa hand sanitizer sebanyak 180 botol. 

Kemudian, masker ada 850 pcs dan cairan disinfektan sebanyak 40 liter. 

“Yang kita sumbangkan di Crisis Center ini bisa digunakan untuk kebutuhan tim gugus tugas Covid-19 maupun tim medis di rumah sakit yang merupakan garda terdepan dalam penanganan wabah Corona ini,” ungkap Andry, Selasa (31/3).

Tak hanya bantuan ke Crisis Center, sambung Andry, CV Cikal Utama juga menyumbangkan lima unit wastafel portable ke Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Hal ini tentu sebagai ikhtiar semuanya dalam menekan penyebaran virus dengan cara mencuci tangan sesering mungkin. 

“Jadi, wastafel portable ini bisa disimpan di tempat yang strategis dan sesuai kebutuhan. Yang jelas, di lokasi yang bisa dialiri air milik Perumda Tirta Pakuan,” beber dia. 

Andry menambahkan, jika ingin membantu para tenaga medis atau gugus tugas untuk menanggulangi Covid-19 di Kota Bogor, maka warga harus tetap tinggal di rumah. Selain itu, warga juga ikut terus melakukan pencegahan dengan cara hidup bersih. 

“Mudah-mudahan, wabah ini bisa segera hilang dan teratasi, sehingga kita semua bisa melakukan aktifitas seperti biasa lagi,” harapnya.

Fredy Kristianto