32.1 C
Bogor
Sunday, April 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1634

Video Conference dengan Gubernur, PSBB Siap Dijalankan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota Bogor akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Rabu, 15 April  2020 mulai jam 00.00 WIB. Kepastian itu disampaikan Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim usai mengikuti rapat koordinasi melalui saluran video conference bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan sejumlah kepala daerah lainnya, Minggu (12/4).

“Dari sisi kesiapan, Pemkot Bogor pada prinsipnya siap apabila dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2020. Beberapa hari ke depan tentu kami akan lakukan konsolidasi dengan sejumlah stakeholder, seperti PHRI, KADIN, IWAPI, HIPMI dan lain sebagainya untuk memastikan semua hal terkait penerapan PSBB ini dapat dilaksanakan di Kota Bogor,” ungkap Dedie.

Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan lintas sektoral bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menerima masukan agar persiapan penerapan semakin mantap.

“Ada Perwali dan dua Surat Keputusan (SK) yang masih harus kami kerjakan, yang pertama SK penetapan penerima bantuan sosial atau jaringan pengaman sosial dan SK terkait PSBB itu sendiri,” terangnya.

Dalam Perwali yang sedang disiapkan, kata Dedie, nantinya akan ada sejumlah titik pintu masuk atau keluar Kota Bogor yang akan dilakukan checkpoint, termasuk juga beberapa poin penting atau titik kumpulan masa yang selama ini memang menjadi perhatian di Kota Bogor seperti Stasiun Bogor dan Terminal Baranangsiang.

“Nanti akan kita lakukan juga langkah-langkah persamaan dengan daerah lain. Nanti akan dibantu oleh Polresta Bogor kemudian juga oleh TNI untuk pengamanannya di samping itu juga kami akan lakukan rapat besok bersama PT KCI terkait rencana pembatasan jumlah trip commuter line dari 400 trip per hari mungkin akan dikurangi sebanyak 50 persen dan dari jumlah itu akan dikurangi jumlah kapasitas penumpangnya sebanyak 50 persen,” jelasnya.   

Ia berharap dengan langkah menekan laju mobilitas warga dari Bogor ke Jakarta demikian juga sebaliknya akan tercapai, pandemi Covid-19 dapat segera berlalu.

Sementara, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Pemkot Bogor, kata Dedie, tercatat ada sekitar 71.111 kepala keluarga dan 69.248 jumlah rumah tangga. “Yang tercover oleh APBN dan kartu sembako ada sekitar 63.000 sekian. Dan sisa yang belum tercover ada 8.046 yang kami harapkan dapat dibantu dari alokasi anggaran provinsi,” kata Dedie kepada Gubernur.

Kemudian, lanjut Dedie, untuk yang non DTKS dari hasil verifikasi yang masih dilakukan sampai dengan saat ini ada 43.531. “Sementara kuota provinsi dari hasil pembahasan hanya sekitar 31.285. Sehingga sisanya kami akan upayakan dari anggaran Kota Bogor yang jumlahnya sekitar 12.246 orang. Kemudian untuk data pra kerja artinya mereka yang terdampak pekerjaannya atau usahanya serta PHK jumlahnya ada sekitar 46 ribu, yang masih kami akan koordinasikan dengan Menakertrans untuk bagaimana teknis pengalokasian data untuk kartu pra kerja,” jelasnya.

7 Pintu Bantuan Sosial

Gubernur Jabar Ridwan Kamil PSBB di Jawa Barat akan dilakukan di 5 wilayah, yakni Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Depok. PSBB tersebut akan diberlakukan selama 14 hari dan setelahnya akan dievaluasi, apakah intensitasnya dikurangi atau waktunya ditambah. “Tergantung hasil evaluasi nanti setelah empat belas hari apakah intensitasnya akan ditambah atau dikurangi,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Emil menjelaskan bagi warga di 5 wilayah itu yang terdampak oleh wabah covid-19 secara ekonomi, akan dibantu pemerintah melalui 7 pintu, baik yang berasal dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Kota yang bersangkutan.

“Jadi jangan khawatir warga yang terdampak secara ekonomi, akan kita bantu, baik mereka yang sebelumnya sudah mendapat bantuan PKH, maupun non PKH. Saya akan memastikan tidak akan ada warga yang kesusahan akibat covid ini, khususnya akibat pemberlakuan PSBB.” tegas Kang Emil.

Untuk melakukan pendataan mereka yang akan mendapat bantuan, Kang Emil minta kepada seluruh RW di lima wilayah itu untuk menjadi RW siaga. Siaga mendata, siaga segera melaporkan dan mendata tamu pendatang dan juga siaga menyalurkan bantuan.

Fredy Kristianto

BTT Rp 191 Miliar untuk Covid-19

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Belanja Tak Terduga (BTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp 191 miliar dialokasikan penanganan virus Corona (Covid-19) seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas di wilayah Bumi Tegar Beriman.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina Mars mengatakan, BTT ratusan miliaran rupiah itu dikhususkan penanganan wabah virus Corona.

“Penanganan Covid-19 yang BTT itu pasti untuk 4 RSUD yakni Ciawi, Cileungsi, Cibinong dan Leuwiliang. Anggaran tersebut untuk Alat Pelindung Diri (APD) dan penambahan ruang isolasi,” ujar Mike kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Mantan Dirut RSUD Cileungsi ini menerangkan, penambahan ruang isolasi telah dilakukan di RSUD yang ada di wilayah Bumi Tegar Beriman. “RSUD Cibinong ruang isolasi dari 36 sekarang 71 dan Ciawi 60. Leuwiliang dan Cileungsi juga bertambah karena semua RSUD dari Bupati sudah memberikan suatu kebijakan harus bisa menanggulangi Covid-19,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengimbau para RSUD untuk tetap menjalankan mekanisme dalam pembelian APD yang bersumber dari anggaran APBD.

“Ini merupakan wabah yang memang harus cepat tertangani. Untuk melakukan pembelian APD yang pastinya dalam jumlah banyak itu harus tetap berkonsultasi dengan  LKPP atau ULP. Jangan sampai ada aturan yang ditabrak agar tidak terjadi persoalan dimasa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan, anggaran BTT tidak hanya diperuntukan RSUD saja tapi juga puskesmas dan membangun Rumah Sakit darurat Covid-19.”Puskesmas juga dikucurkan anggaran BTT untuk pembelian APD terkait tracking kasus Covid-19. Bukan hanya itu, anggaran itu juga untuk pembangunan Rumah Sakit darurat Corona yang sedang disiapkan di wilayah Kemang,” paparnya.

Noverando H

Elly Rachmat Yasin Perangi Covid-19

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Guna meringankan dampak sosial ekonomi dan penyebaran wabah virus corona (Covid-19), anggota DPR RI Elly Rachmat Yasin membagikan masker dan bahan makan pokok.

Elly mengatakan, dampak wabah virus yang mematikan itu sudah dirasakan oleh masyarakat luas tak terkecuali di wilayah Kabupaten Bogor.

“Untuk memerangi virus tersebut saya bagikan masker dan nasi kotak kepada warga yang tidak mampu seperti pedagang gerobak keliling, ojek online, supir truk dan angkot,” ujar Elly usai membagikan nasi kotak dan masker di wilayah Dramaga, kemarin.

Perempuan yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor ini menerangkan, kegiatan sosial yang dilakukan pihaknya tersebut akan dilakukan secara rutin.

“Bukan cuma masker dan nasi kotal, saya juga bagikan paket sembako kepada warga Kabupaten Bogor yang tidak mampu. Kegiatan ini insyaallah akan dilakukan setiap Jumat sampai Hari Raya Idul Fitri nanti. Mudah-mudahan wabah yang sangat menakutkan ini cepat berlalu,” kata Elly.

Wakil rakyat dari Fraksi PPP ini menambahkan, anggota DPR RI dari partai berlambang Ka’bah juga telah melakukan pergerakan nyata atas adanya wabah virus itu.

“Fraksi sudah sepakat untuk gaji anggota DPR dari PPP dialokasikan sebesar 50 persen untuk kegiatan memerangi Covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut anggota Komisi VI DPR RI ini memaparkan pihaknya juga telah melakukan rapat dengan sejumlah menteri untuk penanganan Covid-19.

“Saya sudah ada rapat dengar pendapat dengan para menteri untuk realokasi dan refokus anggaran. Artinya seperti Diklat, pembelian kendaraan atau pembangunan gedung bisa dialihkan untuk Covid-19. Bukan hanya itu kementrian juga selalu berbuat seperti Kementrian perindustrian memberikan stimulus kepada industri kecil,” paparnya.

Noverando H

Satu Warga Desa Gunung Putri Positif Covid-19

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Seorang warga RT 03/RW 10, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri positif terkena wabah Covid-19. Dalam edaran pemberitahuan yang disebar oleh ketua RT 03/RW 01 M. Ali Mabrur mengajak warganya untuk senantiasa menjaga kesehatan dan saling bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan keluarga korban selama melakukan karantina mandiri di rumah terhitung 8 April kemarin.

Kades Gunung Putri Damanhuri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa salah satu warganya positif Covid-19 yang juga merupakan perawat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, namun keluarga korban negatif maka dilakukan karantina mandiri di rumah untuk keluarga korban.

“Satu warga kami memang dikabarkan positif Covid-19, dia (inisial B ) berusia sekitar 35 tahun merupakan perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, alhamdulilahnya keluarga korban setelah dilakukan cek ternyata negatif, hanya saja untuk mengantisipasi maka keluarga korban disarankan untuk melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari kedepan,” jelas Damanhuri, Minggu (12/4).

Dia menjelaskan, selama karantina mandiri berlangsung Kades meminta warga untuk saling bergotong-royong memenuhi kebutuhan pangan keluarga korban agar saat menjalani karantina keluarga tidak keluar rumah untuk membeli kebutuhan  pangan. “Saat ini kami sedang berpikir keras agar warga yang berdampak akibat covid-19 ini bisa terbantu kebutuhan pangannya, oleh karena itu kami harapkan kepada CSR yang ada di Desa Gunung Putri agar memberikan perhatiannya kepada warga sekitar,karena perhatian dari pengusaha belum ada. Insya Allah minggu depan pihak desa akan melakukan door to door ke perusahaan agar ikut berpartisipasi meringankan beban warga,” katanya.

Ia melanjutkan,warga yang berdampak akibat pandemi Covid-19 ini sangat banyak,dan mereka sudah mulai mengeluh kebanyakan adalah warga yang menggantungkan hidupnya sebagai pedagang di sekolah-sekolah dan buruh harian lepas. “Yang sedang kami pikirkan karena saat ini sudah tidak memiliki penghasilan mengingat bantuan yang dikucurkan baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemda belum mengkafer warga yang memang berdampak. Oleh karena itu besar harapan saya agar CSR turut serta ikut berpartisipasi.”

“Saya imbau agar masyarakat jangan panik sekalipun di lingkungan kita saat ini sudah ada yang terpapar virus Corona,tetap biasakan hidup bersih dan lakukan sosial distancing, serta hindari tempat-tempat keramaian. Begitupun untuk warga yang memang bekerja di DKI Jakarta agar secara berkala untuk memeriksakan kesehatannya,dan apabila terpapar segera ke rumah sakit, begitipun kepada masyarakat agar tidak mengasingkan atau menjauhi keluarga yang terpapar Covid-19, tapi kita harus membantu dan meringankan bebannya,” pungkasnya.

Nay Nur’ain

Warga Berpenghasilan Rendah Terpuruk, Saatnya Pengusaha Peduli ke Warga Miskin

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Sudah satu bulan pemerintah melarang warga beraktivitas untuk mencegah penularan Covid-19. Kini waktu larangan itupun diperpanjang dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah disahkan oleh Kemenkes atas permintaan Gubernur Jabar. Hal ini menjadikan terpuruknya ekonomi masyarakat yang berpenghasilan harian atau rakyat yang hidup digaris kemiskinan.

Hasil penelusuran di beberapa desa, bagi masyarakat yang hidupnya tidak mempu, mereka mencoba bertahan hidup dengan bahan kebutuhan hidup dari penghasilan kebun seperti singkong atau ubi. “Memang kami juga takut tertular oleh virus Corona itu, tetapi kami harus memberi makan kepada anak dan istri. Kami tidak punya tabungan. Adanya aturan berupa larangan tidak boleh keluar memang cukup berat. Namun harus gimana lagi kita harus taati aturan tersebut supaya tidak terkena virus Corona,” tutur Yana (55), warga Cisarua.

Dikatakan warga lainnya, Muksin (45), warga yang berpropesi kerja buruh bangunan itu tidak bisa berdiam diri di rumah. Dua anaknya yang masih kecil membutuhkan asupan gizi yang cukup, ditengah pandemi Corona ini, ia tetap nekat mencari pekerjaan di lingkungannya. “Sebenarnya saya ingin diam di rumah sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah. Namun, kebutuhan hidup tidak bisa dihentikan. Saya butuh biaya untuk menghidupi keluarga. Seharus, para pengusaha yang ada di wilayah Puncak saatnya peduli kepada warga yang berekonomi lemah karena bantuan dari pemerintah hingga saat ini belum turun,” katanya.

Pantauan di dua kecamatan, Cisarua dan Megamemdung, aktivitas masyarakat di luar memang terlihat adanya penurunan. Susaana sepi kini terus menyelimuti setiap menjelang malam. Untuk menghindari terjadinya pencurian, warga kini mengaktifkan kembali ronda malam. Warga juga melakukan penyekatan di setiap gang. Ini dilakukan agar orang dari luar atau pendatang tidak masuk bebas untuk mencegah terhadap penularan covid 19.

Dadang Supriatna

Rumah Retak, Warga Keluhkan Proyek Dobel Track KA Bogor-Sukabumi

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Proyek pembangunan jalur rel kereta ganda atau dobel track Sukabumi-Bogor yang saat ini sedang tahap pengerjaan, dikeluhkan warga Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sebab, akibat adanya proyek dobel track, rumah warga mengalami retak bahkan sampai ambruk.

H. Syamsul Huda, warga Kampung Maseng RT 02/08 mengeluhkan kondisi rumah yang ditempati keluarganya itu, mengalami retak akibat getaran alat berat yang sedang melakukan cut and fill proyek dobel track tersebut. “Tidak hanya retak saja, sebagian bangunan juga ada yang ambruk,” ungkapnya kepada wartawan.

Ia mengaku sudah melaporkan kepada pihak pelaksana proyek pemerintah itu. Namun, jawaban dari pelaksana proyek terkait adanya bangunan rumah warga yang ambruk dan retak itu, tidak digubris sama sekali. “Malah kata pelaksana, tidak ada untuk ganti rugi kerusakan rumah warga,” kata Syamsul Huda menirukan ucapan pelaksana.

Selain menuntut ganti rugi atas kerusakan rumah, Syamsul Huda pun merasa tidak dihargai sebagai warga yang juga korban dari proyek Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian. Syamsul Huda mengungkapkan, harusnya sebelum ada pengerjaan baik pelaksana ataupun dari PT KA, mengajak musyawarah terlebih dulu dengan warga yang akan terkena dampak.  “Jangankan minta izin lingkungan, mengajak kami saja sebagai warga musyawarah saja tidak pernah,” paparnya.

Persoalan lain yang membuat warga tiga rumah di Kampung Maseng RT 02/08 resah, yakni akses jalan utama mereka beraktivitas. Karena, jalan yang setiap hari warga lalui, sudah ditutup pelaksana proyek. “Kami bingung harus bagaimana, jalan saja sudah ditutup tanpa ada sosialisasi kepada warga,” tutur Syamsul Huda.

Syamsul Huda berharap agar pemerintah pusat atau daerah termasuk PT KA, memperhatikan keberadaan warga yang semenjak adanya proyek dobel track mengalami kerugian materil maupun moril. “Kami bukan mau menghalangi program pemerintah, tapi pemerintah juga harus memperhatikan warga dan bertanggung jawab atas segala kerugian yang dialami,” tukasnya.

Sementara, di lokasi cut and fill proyek pembangunan dobel track di Kampung Maseng, tidak ada satupun pekerja yang mau memberikan keterangan terkait keluhan warga tersebut.

Dede Suhendar

Kades se-Kecamatan Cariu Kompak Larang Penagih Utang Masuk

0

Cariu | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa se-Kecamatan Cariu sepakat melarang bank keliling alias ‘Bank Emok’ dan penagih utang lainnya masuk ke wilayah mereka dalam kondisi maraknya wabah virus Corona (Covid-19) ini.

Kepala Desa Cariu yang juga Ketua Paguyuban Kades se-Kecamatan Cariu Suriyadi saat ditemui belum lama ini  mengatakan, sekarang bank keliling dan sejenisnya tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di desa.

“Kita tidak mengizinkan pihak bank keliling berkedok koperasi tersebut melakukan aktifitasnya menawarkan pinjaman,” katanya.

Pemdes kata dia sudah membuat selebaran ke warga  untuk menolak beroperasinya bank keliling.

”Hasil penelusuran, bank keliling yang melakukan aktivitas simpan pinjam tersebut memberlakukan sistem bunga sebesar 20-25 persen untuk satu bulan masa pinjaman,” katanya.

Kemudian dia menambahkan, jika bank keliling masih beroperaai apalagi saat sekarang merebaknya Covid-19, pihak desa siap melaporkannya ke pihak berwajib.

Nay Nur’ain

Anggota DPRD Serahkan Bantuan Percepatan Penanganan Covid-19

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor H Beben Suhendar, SH,MH menyerahkan bantuan tenda screening ke RS Hermina Cileungsi. Bantuan yang diserahkan itu sebagai upaya percepatan pencegahan penanganan virus Corona (Covid-  19). H Beben mengatakan, bantuan dari anggota legislatif tersebut guna meringankan beban dari RS Hermina Cileungsi dalam penanganan Covid-19.

“Bantuan tenda screening  tentu tak seberapa, tapi insya Allah dapat membantu rumah sakit dan pemerintah dan tenaga medis dalam pencegahan pendemi Covid-19,” kata Beben.

Menurutnya, dampak virus Corona yang telah menyebar di Kabupaten Bogor mesti menjadi perhatian serius seluruh stakeholder. Perhatian bukan dilihat dari bantuan,  namun dengan mensosialisasikan pencegahan Covid-19 dengan pola hidup bersih.

“Kami tentunya sejalan dengan upaya pencegahan Covid-19 yang dijalankan pemerintah, tapi pemerintah saja tidak cukup. Butuh peran semua pihak,” tutur Beben.

Sementara BD Duma, perwakilan dari RS Hermina Cileungsi mengatakan, bantuan tenda screening dari  anggota DPRD tersebut diakuinya akan digunakan untuk menutupi kekurangan  di RS Hermina.

“Ucapan terima kasih  kepada seluruh anggota DPRD, karena telah mengambil peran dalam pencegahan pandemi Covid-19,” ujar Duma.

Nay Nur’ain

Soal Relaksasi Pajak, Begini Respon PHRI

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merelaksasi pajak restoran, hotel, hiburan dan parkir akibat pandemi Covid-19 melalui Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 20 tahun 2020, mendapat respon positif dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay.

Menurutnya, penundaan pajak tentunya sangat membantu para pelaku usaha di tengah pandemi Corona. “Ini sangat meringankan kami. Sebab, selama pandemi ini kami kehilangan pemasukan yang cukup besar, sebab ada pembatasan,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/4/2020).

Kata dia, penundaan pembayaran pajak, tentunya memudahkan pengusaha untuk mengatur pergerakan cash flow. Sehingga dapat berkonsentrasi terhadap karyawan yang dirumahkan. “Karena prioritas kita mengutamakan karyawan dahulu,” ungkap Yuno.

Ia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir, agar roda perekonomian kembali stabil. “Kebijakan pemerintah kami dukung. Kalaupun putusan pusat memberikan efek berat. PHRI berharap dapat memberi lokal tratment bagi pengusaha lokal,” tukasnya.

Fredy Kristianto

Bentuk Kepedulian, Komunitas Gowes Papacam Berbagi Masker

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi  

Sebuah bentuk kepedulian dilakukan komunitas gowes Panorama Pangrango Camp (Papacam) Megamendung untuk menggalakkan penggunaan masker di tengah merebaknya penularan virus corona. Dikemas dengan kegiatan gowes bersama, mereka membagikan ratusan masker kepada tukang parkir, tukang ojek, dan masyarakat lainnya, akhir pekan kemarin.

Ketua Gowes Papacam, Erlan Dicky mengatakan, pemberian bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di tengah situasi pandemi virus Covid-19 ini. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran dari pemerintah terkait pencegahan Covid-19 dengan rajin mencuci tangan pakai sabun. “Wajib memakai masker, hindari kontak langsung dengan orang lain yang mengalami gejala flu serta jaga jarak atau sosial distancing,” kata Erlan Dicky.

Komunitas Gowes Papacam sendiri memberikan ratusan masker. Titik pertama adalah membagikan masker kepada tukang parkir di Megamendung, tukang ojek di Cibogo, sopir angkutan umum, dan ibu-ibu di Kampung Muara. Melalui gowes bareng itu, Erlan menyebutkan mendapat banyak hal positif. Salah satunya bisa bersilaturahmi langsung dengan warga. Tapi, khusus di kegiatan kali ini disisipkan juga sosialisasi mengenai antisipasi dan kesiapsiagaan mewabahnya Virus Corona (Covid-19), serta anjuran memakai masker.

“Saya rasa gowes ini kegiatan positif. Kita bisa menjalin silaturahmi dengan warga sekaligus sosialisasi berkaitan dengan persoalan Virus Corona. Untuk itu diimbau agar mereka tetap waspada dengan menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat dengan asupan makanan yang bergizi. Jangan lupa juga, memakai masker jika keluar rumah,” jelas Erlan Dicky.

Komunitas Gowes Papacam juga berpesan kepada warga agar tidak perlu juga untuk merasa khawatir atau takut yang berlebihan. Meski begitu agar selalu berhati-hati dalam setiap melakukan aktivitasnya terutama saat di luar ruang. Olahraga pun, tambah Erlan Dicky jangan lupa untuk dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Erlan Dicky menuturkan, kegiatan gowes yang digagas Papacam sangat tepat mengingat kejadian wabah virus corona sudah mencapai Kabupaten Bogor. “Kita harus waspada, dan mengantisipasi baik dari segi kebersihan lingkungan, diri sendiri dan membiasakan untuk berolahraga. Jadi kegiatan goees ini sangat tepat untuk kita dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona termasuk meningkatkan imunitas tubuh kita,” pungkasnya.  

Aasep Syahmid