24.1 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1589

Desa Sukasirna Tetap Jalankan Program Pembangunan

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Meski sedang mengalami Pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, tetap melaksanakan program-program pembangunan melalui Dana Desa Tahap 1. Pandemi Covid-19 jangan sampai menghambat program pembangunan desa yang sudah direncanakan terutama insfrastuktur yang sudah lama diidam-idamkan warganya.

Iwan Setiawan

“Anggaran Dana Desa Tahap 1 ini kita alokasikan untuk pembangunan jalan lingkungan di 4 titik, dan sesuai instruksi Presiden, yang langsung diatur oleh Bupati dan Kementrian Desa agar 30% dari anggaran Dana Desa tersebut dialokasikan untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang berdampak Covid-19, dengan kriteria yang sudah diatur oleh Kementrian Desa,” kata Kepala Desa Iwan Setiawan.

Dirinya berharap agar masyarakat sabar karena anggaran pembangunan  yang sudah diprogramkan harus dipangkas dan dialihkan untuk bantuan Covid-19, yang terpenting adalah pangan warga terpenuhi terlebih dahulu.

“Untuk insfrastruktur masih bisa kita anggarkan di anggaran tahun 2021, jadi saya berharap kepada masyarakat untuk bersabar dalam situasi seperti ini dan saya ucapkan terima kasih kepada para relawan Covid-19, seluruh staf Desa Sukasirna, Babinsa, Babinmas dan semua yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 ini, sehingga anggaran Dana Desa Tahap 1 bisa terealisasi sesuai prosedur dan harapan,” pungkasnya.

** Nay Nurain

Anak 1,5 Tahun di Sukajaya Tergilas Truk Tambang

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

YM anak berusia 1,5 tahun tergilas ban belakang sebuah truk tambang di Jalan Papangungan, RT  01, RW 012, Desa Bunar, Kecamatan Sukajaya pada Senin (8/6) sekitar pukul 14. 30 WIB. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung membantu korban. Beruntung korban selamat, hanya mengalami luka di bagian kaki dan langsung di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang.

Camat Cigudeg, Acep Sajidin mengatakan, awalnya sang anak tengah bermain dengan kakaknya di dalam rumah.  Tiba- tiba korban YM  ke luar rumah dan langsung berlari ke jalan raya. “Dengan cepat truk tambang yang tengah melintas menabrak YM ,” kata Camat Cigudeg Acep Sajidin saat dikonfirmasi, kemarin.

Terpisah, Kanit Lantas Polsek Cigudeg, Iptu Nurhidayat membenarkan ada anak yang tergilas truk. Awalnya mobil truk tronton dari arah Leuwiliang menuju Cigudeg. Tepat di Jalan Papangungan, tiba-tiba ada sang anak yang melintas ke jalan.  Dengan cepat  kaki sebelah kiri sang anak tergilas ban. “Korban  laki-laki berusia 1,5 tahun selamat dan langsung dibawa ke RSUD Leuwiliang, untuk kecelakaan tersebut kini ditangani unit Laka Polsek Dramaga,” kata Nur.

** Cepi Kurniawan

Bocah yang Mandi di Sungai Temukan Jasad Bayi

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Empat bocah asal Kampung Cangkurawok, Rt 01, RW 04, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga yang mandi di Sungai Ciapus, malah menemukan jasad bayi, Minggu (8/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Penemuan jasad bayi  laki- laki dengan kondisi badan rusak akibat terbawa hanyut langsung dilaporkan ke ketua RT setempat.

Terhitung, dalam sebulan di Kecamatan Dramaga, sudah ada dua bayi yang dibuang oleh orang tua yang tak bertanggung jawab. Pertama di Desa Purwasari dan sekarang ini di Desa Babakan. Kepala Desa Babakan, Sehu Syam mengungkapkan awalnya bayi laki- laki dengan kondisi sudah mengambang di bebatuan tersebut mirip boneka.

Setelah dihampiri, ternyata jasad bayi dengan kondisi sudah membusuk. Adanya penemuan jasad bayi tersebut lantas dilaporkan ketua RT, lalu ke desa dan Polsek Dramaga. “Awalnya di kira boneka, ternyata jasad bayi.  Jasad  bayi yang diketemukan di Sungai Ciapus sudah dilaporkan ke Polsek Dramaga,” ujarnya, Senin (8/6).

Sedangkan sambung Kades, aliran sungai Ciapus melewati Desa Ciherang, Kelurahan Margajaya, Kelurahan Balubang Jaya, Kota Bogor, dan Desa Babakan. “Kemungkinan kondisi bayi yang sudah rusak tersebut akibat terseret derasnya aliran sungai Ciapus,” katanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Dramaga Ipda Ano Junaedi membenarkan adanya pemenemuan jasad bayi di dalam kantong plastik oleh warga di bantaran Sungai Ciapus. “Hingga kini belum diketahui siapa yang membuang jasad bayi tersebut. Bayi tersebut kondisinya sudah busuk akibat terbawa hanyut,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pengunjung Kedai Kopi Daong Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Setelah ditetapkannya PSBB Proporsional Parsial di Kabupaten Bogor pada 5 Juni, Kedai Kopi Daong yang berlokasi di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, sudah mulai ramai dikunjungi para pengunjung, baik dari Bogor maupun luar wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok.

Di lokasi pintu masuk Kedai Kopi Daong, para pengunjung terlebih dulu dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas yang merupakan security setempat. Usai di cek suhu badan, pengunjung pun masuk kedalam bilik pemeriksaan serta dilakukan penyemprotan.

Sementara, Direktur Kedai Kopi Daong, Eko M. Restoe Boemi mengatakan, selama pandemi Virus Corona, kedai yang dikelolanya itu tutup total. Hal itu untuk memutus mata rantai Covid-19 tersebut.  “Nah kami baru buka lagi setelah pemerintah menetapkan PSBB Proporsional Parsial yang memperbolehkan tempat usaha kembali beroperasi,” ujarnya kepada wartawan.

Meski Kedai Kopi Daong sudah kembali dibuka, lanjut Eko, sesuai arahan dari pemerintah agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, pihaknya langsung menerapkan protokol itu. “Kami sediakan ruang pemeriksaan pengunjung sambil dilakukan penyemprotan. Tapi sebelum masuk kedai, oleh petugas terlebih dulu pengunjung di cek suhu badan,” paparnya.

Selain itu, pengelola Kedai Kopi Daong pun tidak hanya mementingkan keuntungan bisnisnya semata. Itu dibuktikan dengan diterapkannya physical distansing atau menjaga jarak para pengunjung.  “Setiap satu tabel atau meja, itu hanya boleh ditempati dua orang pengunjung. Para pengunjung juga diwajibkan memakai masker serta disiapkan handsanitezer,” jelas Eko.

Eko berharap, kondisi pandemi corona segera berakhir dan keadaannya seperti semula, sehingga segala jenis usaha yang mendongkrak perekonomian mulai buka dan beroperasi kembali. Eko mengaku pernah pihaknya menutup kedai secara spontanitas, itu terjadi karena jumlah meja yang disediakan sudah penuh tetapi masih banyak para pengunjung datang.

 “Karena takut menyalahi aturan, kami batasi para pengunjung. Kalau meja sudah penuh pengunjung, kami tahan dulu agar jangan masuk kedalam kedai dulu, menunggu giliran,” imbuhnya.

Sementara, Yulianti pengunjung Kedai Kopi Daong asal Jakarta mengapresiasi pengelola kedai. Sebab, di lokasi kedai sejumlah alat protokol kesehatan disiapkan. “Begitu kami mau masuk, oleh petugas langsung dilakukan pengecekan suhu badan dan dilanjutkan masuk kedalam bilik pemeriksaan. Setelah itu kami diminta mencuci tangan menggunakan handsanitezer dan diwajibkan setiap pengunjung memakai masker,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Cegah Terputusnya Jalur Penghubung, Pemdes Kalongliud Bangun TPT

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Paska longsor yang terjadi pada Januari lalu, Pemerintah Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung membangun Tembok Penahan Tebing (TPT) yang tergerus air akibat luapan Sungai Cikaniki  di jalur jembatan gantung yang jadi salah satu akses alternatif penghubung dengan Desa Batutulis.

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurzaman mengatakan, dibangunnya TPT tersebut merupakan aspirasi masyarakat guna mencegah gerusan tebing semakin melebar.” Pengerjaan TPT tersebut bersumber anggaran dari sisa BLT Dana Desa Tahap 2 tahun 2020,” kata Jani, kemarin.

Ia mengatakan, anggaran Dana Desa di tahun 2020  sebesar 35% dialokasikan untuk kegiatan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa,  sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Desa Nomo 6 dan Surat Edaran Bupati Bogor. ” Tak hanya itu kami anggarkan juga untuk beberapa pembangunan yang berskala kecil terutama yang sifatnya urgent,” imbuhnya.

Menurut dia, pembangunan ini masuk kriteria darurat penanganan paska bencana banjir  dengan dibangunnya TPT diatas bentangan kali Cikaniki yang di atasnya berdiri satu bangunan jembatan gantung sepanjang 65 meter.” ini tanahnya habis terkikis kalau lama dibiarkan kami khawatir kondisinya bertambah parah,” kata dia.

Menurut Jani, apabila tahun ini TPT  tidak segera dilaksanakan, kemungkinan akses jalan penghubung  akan terputus padahal jalan ini salah satu akses vital bagi warga di dua desa. “Sewaktu waktu Jembatan  ini bisa roboh  karena tebing mengalami erosi sehingga kondisinya semakin parah akibat gerusan air,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Wakil Menteri Berikan Motivasi Terhadap Kelompok Tani

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Kedatangan Wakil Menteri Desa/PDTT, Budi Ari Setiadi ke Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Terlebih kehadirannya itu untuk memberi semangat dan motivasi, khususnya bagi para kelompok tani warga Cijeruk. “Kedatangan Pak Wakil Menteri Desa/PDTT ke Desa Cijeruk pada kegiatan panen perdana cengkeh ini sangat beralasan, yakni ingin memberikan semangat kepada para kolompok tani ditengah menuju new normal,” kata Camat Cijeruk, Hadijana, Senin (8/6).

Ia menerangkan, panen perdana cengkeh tersebut merupakan hasil bentuk kerja sama antara kelompok tani warga Cijeruk dengan koperasi KP-M90 FTUI dimana untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat wilayah terutama untuk petani. “Salah satunya adalah cengkeh ini, dan  kurang lebih yang sudah ditanami cengkeh itu berada diatas lahan sekitar 25 hektar dari rencana 50 hektar yang dipersiapkan. Bahkan, jika memungkinkan lahannya bisa diperluas lagi,” ucapnya.

Hadijana berharap, kedepan para kelompok tani bisa mengembangkan tidak hanya dari menjual cengkeh basah atau kering saja, namun juga nantinya bisa mengolah sendiri hasilnya. “Mudah-mudahan untuk pengolahannya dapat bantuan dari teman – teman alumni FTUI ini dengan dibuatkan mesin penggilingan. Supaya nanti nilai jualnya bisa lebih tinggi dan kesejahteraan petani kedepannya bisa lebih bagus lagi pula,” harapnya.

Senada dikatakan Kepala Desa Cijeruk, Asep Saepul Rohman. Dirinya menilai bahwa tujuan Wakil Menyeri Desa/PDTT ke Cijeruk untuk memantau panen raya perdana cengkeh dengan tetap mengikuti protokol Covid-19. “Alhamdulillah, Pak Budi sebagai Wakil Menteri Desa/PDTT bisa datang kesini menghadiri panen raya perdana cengkeh. Saya merasa bangga serta terbantu karena bisa menyampaikan keluh kesah warga secara langsung demi satu harapan yaitu  kemajuan desa kami sendiri,” akunya.

Wilayah Desa Cijeruk, kata Asep, memiliki potensi dari berbagai bidang, diantaranya  berasal dari sektor pertanian, perkebunan dan Desa Wisata yang dapat dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). “Itulah diantara potensi yang ada di desa kami, adapun untuk pengembangan Desa Wisata melalui Bumdes memang belum berjalan. Karena Bumdesnya belum ada akibat terkendala Covid-19, tapi untuk strukturalnya sudah ada dan berjalan,” terang Asep.

** Deny

Desa Sukagalih Bagikan Beras Bupati

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Masih dalam upaya penanganan Covid-19 kepada masysyarakat, Pemkab Bogor terus mendistribusikan beras bulog kepada para penerima bantuan yang ada di masing masing desa. Jumlah penerima bantuan tersebut cukup bervariatif. Ada yang melebihi 500 penerima, namun ada juga yang  sedikit jumlah para penerimanya.

Yang terpantau, pada Senin (8/6), desa di wilayah Kecamatan Megamendung mendistribusikan beras bulog itu ke Desa Sukagalih sebanyak 185 penerima dan warga mesti mendatangi kantor desa setempat. Masing masing penerima mendapatkan dua karung beras yang satu karungnya berisikan 15 kilogram. Total jumlah yang diterima oleh warga sebanyak 30 kilogram.

“Sebanyak 185 warga Sukagalih menerima bantuan beras dari bupati. Dan mudah-mudahan bantuan itu bermanfaat bagi mereka. Bantuan ini merupakan bantuan penanganan kepada masyarakat ditengah pandemik Covid 19,” ungkap staf Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Fajar.

Sementara itu, pantauan di tempat lain, di Kecamatan Cisarua, warga yang sudah menerima beras bantuan lebih dulu, mereka mengaku untuk mengkonsumsinya harus dicampur dengan beras yang dibeli dari warung. Ini dilakukan, supaya beras pembagian itu rasa dan aromanya menjadi wangi. “Ada sedikit tidak sedap, untuk itu beras tersebut kami oplos dengan beras yang dibeli dari warung,” tutur Sopiah.

** Dadang S

Camat Bogor Selatan Apresiasi Budidaya Ikan Alam Bebas di Desa Nagrog

Bogor | Jurnal Inspirasi
Camat Bogor Selatan Hidayatulloh mengunjungi pembudidayaan ikan alam bebas yang berada di sepanjang 200 meter aliran irigasi di Kampung Nagrog RT2/RW9 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor yang dikelola secara swadaya oleh warga masyarakat sekitar.

Camat Uloh sapaan akrabnya mengatakan, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga di wilayahnya dalam melakukan pembudidayaan ikan dengan memanfaatkan saluran irigasi sepanjang 200 meter tersebut.

“Saya sangat apresiasi sekali dengan keberadaan lokasi pembudidayaan ikan yang memanfaatkan saluran irigasi ini. Dengan cara swadaya warga semangat bergotong royong untuk membersihkan saluran air ini, yang awalnya tak terawat saat ini sudah sangat bersih dan terjaga dari sampah warga,” ujarnya.

Sambung Camat, upaya budidaya ikan ini merupakan salahsatu kegiatan yang sangat bermanfaat baik bagi anggota dan seluruh warganya. Hasil dari pengembangbiakan jenis ikan air tawar ini dapat di jual sehingga membantu dalam perekonomian warganya.

“Hasilnya nanti ini akan sangat bermanfaat sekali, ikan nila ini dapat dijual sehingga dapat membantu perekonomian warga saya, kedepan kita akan coba bantu dalam bentuk pemberian pakan ikan dan terus mendorong warga agar terus melakukan hal yang positif dan bermanfaat,” sambungnya.

Sementara itu, Sujaya Ketua Budidaya Ikan Alam Bebas, mengatakan awal dari terwujudnya budidaya ikan ini dari kepeduliannya terhadap lingkungan yang sering kali terjadi luapan air yang bersumber dari hulu irigasi atau sungai kecil tersebut karena tersumbat oleh tumpukan sampah.

“Awalnya sering terjadi luapan air di aliran ini, terbesit untuk membersihkan salurannya mulai dari hulu dimana titik penumpukan sampah berada, dan kemudian saya bersepakat untuk mendirikan perkumpulan warga untuk menjadikan saluran itu bermanfaat yaitu dengan dijadikannya kolam ikan alami, dengan cara memberikan iuran Rp10.000 setiap minggunya,” kata Jaya kepada media.

Dana yang terkumpul secara swadaya ini berlangsung selama kurang lebih 2 tahun, dan untuk untuk pengerjaan saluran air yang tersumbat tersebut dilakukan secara gotong royong dengan mengadakan kegiatan kerja bakti.

“Alhamdulillah selama 2 tahun kita mencoba mengumpulkan iuran dari sebanyak 24 anggota yang ikut dalam program ini. Setiap minggu kita lakukan penarikan iurannya setelah pelaksaan pengajian rutin. Saya dan para anggota berharap program ini dapat membantu perekonomian warga dan manfaatnya dapat dirasakan semua,” tukasnya.

Handy Mehonk

Terapkan Standar Protokol Kesehatan, Alfamart Metland Dibuka Camat Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Protokol kesehatan yang sudah diterapkan dalam penanganan Coronavirus Disease atau Covid-19, toko Alfamart Metland dibuka Camat Cileungsi Zaenal Ashari, akhir pekan kemarin.

Zaenal Ashari mengatakan, pihaknya memperbolehkan toko Alfamart yang berlokasi di wilayahnya melakukan aktivitasnya kembali karena semua prosedur kesahatan dalam penanganan Corana sudah ditempuh oleh pihak Alfamart. Mulai dari sterilisasi toko dengan cara penyemprotan desinfektan, pekerja lama melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab test. Sedangkan untuk pekerja baru yang saat ini berjumlah 7 orang juga sudah melakukan pemeriksaan rapid test di Puskemas
Cileungsi dengan hasil non reaktif.

“Makanya kami mempersilakan toko tersebut untuk beroperasi kembali sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Corporate Communication Alfamart Bogor, Irvan Ganevan menambahkan, sesuai keterangan dari
Nur Rachman General Manager Corporate Communication Alfamart bahwa salah satu karyawan di toko Alfamart Metland Cileungsi sudah
dirawat selama beberapa hari di RS Mary Cileungsi. Gejala awal demam berdarah, namun karena trombosit yang tidak kembali ke jumlah normal, dilakukan rapid tes Covid-19 sebanyak 3 kali. Tes ke-4 dengan metode swab PCR dilakukan oleh laboratorium klinik RS Pertamina Jaya, Jakarta Pusat tertanggal 3 Juni 2020 dengan hasil tidak terdeteksi.

Dia menjelaskan, dengan begitu pihaknya memastikan sudah melakukan imbauan yang dikeluarkan pemerintah selama pandemi Covid-19 ini. Termasuk menerapkan physical distancing, konsumen dan karyawan wajib menggunakan masker dan antrean berjarak di dalam toko, dan menyediakan sarana untuk cuci tangan.

“Maka perusahaan bertanggung jawab terhadap seluruh proses penyembuhan karyawan, sebagai garda terdepan dalam melayani konsumen. Virus Corona menjadi salah satu resiko yang harus dihadapi dan tidak menyurutkan semangat kami dalam melayani Indonesia,” tutup Ganevan.

** Nay Nur’ain

Penumpang KRL Membludak

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi 
Penumpang beberapa stasiun KRL pada Senin (8/6) pagi ini membludak. Terlihat antrean yang cukup panjang. Antrean tampak terjadi di Stasiun Bogor, Tigaraksa, Bojong Gede, hingga Citayam.

Berdasarkan beberapa foto yang diunggah di akun instagram @jktinfo, terlihat memang antrean penumpang di beberapa stasiun cukup padat. Bahkan, ada beberapa stasiun antre hingga di luar stasiun. “Senin (8/6) Pantauan di sejumlah stasiun kereta pada pagi hari ini,” tulis akun @jktinfo.

Untuk diketahui, Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi sepanjang Juni ini. Pada periode ini, sejumlah kegiatan perkonomian diizinkan kembali beroperasi.

Pada hari ini beberapa sektor ekonomi sudah diizinkan untuk melakukan kegiatan. Seperti perkantoran, pertokoan, perindustrian ataupun pergudangan.

Asep Saepudin Sayyev |*