31.5 C
Bogor
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1577

Gubernur tak Izinkan Sekolah Dibuka

0

Bandung | Jurnal Inspirasi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan belum dapat membuka aktivitas sekolah, meskipun wabah virus Corona atau Covid-19 di Jabar mulai melandai dengan angka penularan atau reproduksi di bawah 1. Gubernur Ridwan Kamil mengatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berencana membuka kembali sekolah di zona hijau.

Namun di Jawa Barat belum ada satu pun daerah dari 27 kota dan kabupaten yang berstatus zona hijau. Karena itu, sekolah di Jabar belum ada yang dibuka. “Pak Nadiem Makarim (Mendikbud) sudah mengumumkan kalau sekolah boleh dibuka di zona hijau. Nah perhari ini (Selasa 16/6/2020), 27 kota dan kabupaten di Jabar belum ada (zona hijau),” kata Kang Emil ini seusai rapat koordinasi Covid-19 di Mapolda Jabar, Selasa (16/6).

Kang Emil mengemukakan saat ini, baru 17 Kabupaten/Kota yang masuk kategori zona biru. “Saya berdoa mudah-mudahan dalam evaluasi dua mingguan, kita (Provinsi Jabar) naik ke hijau dari 17 yang sudah biru. Nah kami juga akan memberikan rapor kepada gugus tugas (pusat),” ujar Kang Emil.

Pembukaan sekolah di Jabar, tutur Gubernur, kebijakannya harus berbasis kesiapan kota/kabupaten berdasarkan zona tadi. Sebab, hal ini berpengaruh terhadap kurikulum belajar siswa. “Kalau sekolah kebijakannya harus satu kota dan kabupaten karena dalam satu kota dan kabupaten kurikulumnya sama dan fasilitasnya sama. Jadi kalau ada satu sekolah yang buka di kecamatan lain enggak, itu nanti akan terjadi kejomplangan (ketimpangan) kualitas pendidikan,” tutur Gubernur.

Kang Emil mengungkapkan, sektor pendidikan di Jabar yang diperbolehkan saat ini, baru pesantren. Sebab, karakteristik pesantren dan sekolah umum berbeda. “Kok pesantren bisa? Kalau pesantren itu rata-rata dimiliki oleh pribadi. Kurikulumnya juga tidak sama. Ya, dalam satu kecamatan ada yang tema kurikulumnya A. Kemudian pesantren lainnya kurikulum B. Maka, kalau yang satu duluan dan yang lain belakangan, nggak ada masalah,” ungkap Kang Emil.

Sementara, kata mantan Wali Kota Bandung ini, sekolah umum, seperti SD, SMP dan SMA itu gerakannya harus satu irama karena dimiliki oleh negara dan kurikulumnya diatur oleh negara. “Sehingga, kalau ada yang bertanya kenapa pesantren boleh, karena tadi, kurikulum beda, start dan finis beda, maka boleh dibuka duluan dengan catatan kesehatan di zona hijau dan biru dan protokol kesehatan,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan jadwal tahun ajaran 2020/2021 tidak akan berubah, yaitu akan dimulai pada Juli mendatang. Nadiem mengatakan, pola pembelajaran pendidikan anak usia dini, dasar dan menengah, yaitu peserta didik yang berada di zona kuning, oranye dan merah, tetap melakukan pembelajaran dari rumah.

Nadiem mengatakan ada 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye ,dan merah. Sedangkan sisanya 6 persen peserta didik yang berada di zona hijau diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Sebesar 94 persen dari peserta didik kita tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka jadi masih belajar dari rumah. Yang 6 persen yang di zona hijau itulah yang kami memperbolehkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol yang sangat ketat,” ujar Nadiem dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Kemendikbud, Senin (15/6).

“Jadi saya ulangi lagi bahwa untuk saat ini karena hanya 6 persen dari populasi peserta didik kita yang di zona hijau merekalah yang kita berikan persilakan untuk pemerintah daerah mengambil keputusan melakukan sekolah dengan tatap muka, sisanya 94 persen tidak diperkenankan, dilarang, karena mereka masih ada risiko penyebaran COVID,” tandas dia.

Asep Saepudin Sayyev |*

Penghuni Gedung Dewan Negatif Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Kedua kalinya Sekretariat Dewan (Setwan) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melakukan rapid test bagi para legislator dan para PNS, Selasa (16/6). Sekretaris Dewan (Sekwan) Boris Darureasman mengatakan bahwa dalam kegiatan rapid test tersebut diikuti 30 anggota dewan dan 10 PNS dan hasilnya semua negatif. “Karena hasil rapid-tes ini hanya 15 menit bisa diketahui, alhamdulilah hasilnya non reaktif semua,” ujar Boris kepada wartawan.

Boris mengatakan, inisiatif untuk melakukan rapid-test berangkat dari tugas pokok dan fungsi dewan sebagai pengawasan. Karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, misalnya dalam pembagian bantuan dan sebagainya.

Menurut Boris, diikutsertakannya PNS untuk rapid test, karena dalam setiap kegiatan dewan selalu ada keterlibatan PNS untuk pendampingan dengan tugas sebagai notulensi dan sebagainya. Boris menjelaskan, kegiatan rapid-test tersebit tidak akan ditindak lanjuti dengan sweb-tes, karena hasilnya non reaktif semua. “Info dari Dinas Kesehatan tidak akan ada sweb karena hasil rapid hasilnya non reaktif semua, kecuali ada yang reaktif,” ungkapnya.

Boris berharap, meski banyak melakukan kegiatan ditengah pandemi Covid-19, semua Anggota legislator maupun PNS tetap dalam keadaan sehat. “Ya, mudah-mudahan semua tetap sehat, supaya bisa menjanakan pungsinya dalam pengawasan dan legislasi untuk temen-temen dewan dan kami pun sebagai PNS yang mempunyai tugas memfasilitasi tri fungsi dari DPRD sama-sama sehat, supaya dalam menjalankan tugas bisa nyaman dan optimal,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

AHY Luncurkan Layanan KTA Gratis

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Pelayanan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat Gratis di Kantor DPP Partai Demokrat, Jl. Wisma Proklamasi no. 41, Jakarta Pusat, Selasa (16/6) siang. Program ini diinisiasi Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Partai Demokrat. Satu lagi program terobosan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketum AHY.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim, hari ini, tanggal 16 Juni 2020 pukul 12.45 WIB, saya secara resmi mengoperasionalkan Kantor Pelayanan KTA Partai Demokrat,” kata AHY dalam keterangan yang diterima Jurnal Bogor dari Ossy Dermawan, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat.

Secara simbolis AHY menggunting pita tanda dimulainya pelayanan pembuatan KTA gratis tersebut. “Semangat dari pelayanan ini adalah untuk membesarkan Partai Demokrat. Selain itu kita juga ingin mempertahankan kader kita yang setia dan berkerja keras untuk Partai Demokrat karena kita memiliki perjuangan dan tujuan bersama,” tambahnya.

AHY didampingi istri, Annisa Pohan kemudian meninjau fasilitas kantor pelayanan ini. Sembari meninjau fasilitas, AHY juga sempat membantu proses pembuatan KTA kader baru atas nama Jimmy Paskario Sianipar. “Mengapa Bang Jimmy ingin gabung Partai Demokrat?” tanya AHY. “Kalau secara kepartaian, saya sudah kenal Partai Demokrat sejak lama, partai yang menganut nilai nasionalis dan religius. Dan dengan kehadiran Bapak Ketum, saya merasa Bapak juga telah membawa warna baru terhadap Partai ini menjadi lebih muda dan dinamis,” terang Jimmy.

“Selamat bergabung di Partai Demokrat, semoga Pak Jimmy dapat membawa kebaikan untuk kita semua,” kata AHY menyerahkan KTA baru untuk Jimmy.

Kepala BPOKK Herman Khaeron menjelaskan kemudahan dalam pembuatan KTA baru secara gratis tersebut. “Jadi ke depan, peserta yang ingin daftar dapat mengakses secara mudah. Kita menerapkan sistem elektronik smartphone yang bisa diakses dan di print-out oleh siapapun dan kapanpun, karena berbasis aplikasi,” terang Herman.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyerahkan KTA baru kepada lima perwakilan anggota Partai Demokrat. Perwakilan penerima KTA baru tersebut adalah, Siti Nur Azizah, Wasekjen PD yang juga calon Wali kota Tangsel; Laksamana Pertama M. Faisal, calon Bupati Rejang Lebong, Bengkulu; Andi Meryam, Wabup petahana Kolaka Timur, dan Cabup Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara; AKBP Lismidianto, Cabup Kaur, Bengkulu, dan Devita Prihartini, Deputi Pembinaan Komunitas-BPJK

Dalam testimoninya, Siti Nur Azizah mengungkapkan rasa bangganya bergabung dalam Partai Demokrat. “Saya merasa bangga dan terhormat menjadi keluarga besar Partai Demokrat. Tentu saya melihat Partai Demokrat itu sebagai partai yang besar, bukan besar secara keanggotaan saja tapi juga besar spiritnya,” ujar Siti Nur Azizah.

Yang juga menarik bagi Siti, Partai Demokrat memberikan peluang luas bagi generasi muda dalam melimpahkan kreatifitasnya untuk memajukan Indonesia. Selain itu Siti juga mengapresiasi para tokoh-tokoh Partai Demokrat yang telah menumbuhkan nilai dan semangat nasionalis dan religius diiringi dengan komitmen kebangsaan, dan Pancasila untuk Indonesia. “Tentu kita juga senang punya Ketua yang muda dan memiliki semangat. Indonesia membutuhkan pemimpin seperti ini,” tambah Siti. 

Sementara Devita Prihartini menyampaikan keyakinannya terhadap AHY untuk membawa negara ini ke arah yang lebih baik. “Saya meyakini Ketum kita ini adalah pemimpin masa depan Indonesia,” tutur Devita. “Selain itu, saya alhamdulillah cukup mengenal baik Ibu Ketum tercinta, Ibu Annisa dan seluruh kader Partai Demokrat yang menganggap saya seperti keluarga. Di situ saya merasa sangat nyaman dan bangga bekerja untuk Partai Demokrat,” lanjutnya.

Mendengarkan testimoni para perwakilan penerima KTA baru, AHY merasa terharu. AHY juga mensyukuri kebersamaan yang selama ini dibangun oleh Partai Demokrat dengan tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat. AHY berharap pelayanan KTA ini, dapat menjadi kekuatan mesin partai untuk terus menyebarkan nilai-nilai yang dianut Partai Demokrat secara luas. “Kita berharap dengan adanya pelayanan ini, mereka punya identitas yang bisa dibanggakan, dan pada akhirnya itu semua akan berarti jika mereka punya dedikasi tinggi untuk Partai kita,” tutur AHY.

Di bawah naungan dan pengawasan Kepala BPOKK, Herman Khaeron beserta jajarannya, pendaftaran KTA ini dapat diakses menggunakan perangkat komputer maupun gadget. Pendaftaran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun yang kemudian diverifikasi dan diintegrasi dalam sebuah sistem. Para peminat dapat mengunjungi www.sahabatdemokrat.id untuk melakukan pendaftaran secara online dan tidak dipungut biaya apapun.

ASS |**

Omset Kos-kosan di Dramaga Menurun

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi
Nasib pemilik kos-kosan di wilayah Dramaga tepatnya di lingkungan Kampus IPB University sepi omset alias menurun. Kondisi ini diakibatkan dampak covid-19 yang belum ada kejelasan dibuka kembali perkuliahan secara reguler. Meskipun, Pemerintah akan membuka semua kampus tapi dengan sistem pembelajaran daring.

“Pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir membuat para pemilik kos sepi tak ada penghuninya. Karena, para mahasiswa pulang kampung ke tempat asalnya dan proses belajar secara online,” kata salah satu pegawai kos Puri Garnenia  Dio (52) kepada wartawan kemarin.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini tentunya tidak ada pemasukan sama sekali bahkan perawatan tetap dilakukan setiap bulannya. Meskipun, mahasiswa pasti kembali tapi belum jelas kapan waktunya. “Bukan pemilik kos saja yang terdampak, usaha laundry dan isi ulang air galon di area kampus pun sepi pengunjung,” jelasnya.

Ia juga mengaku, area kampus IPB sangat banyak kos dan semuanya terasa dampaknya. Bahkan, beberapa pemilik harus keluarkan anggaran sendiri untuk perawatan setiap kamarnya. “Rata-rata perbulannya ada yang 500 ribu per bulan, sampai 1 juta, tapi saat ini pemasukan tidak ada sama sekali, kita berharap Covid-19 cepat berangsur membaik,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

BBPP Batu Wujudkan SDM yang Handal

0

Malang | Jurnal Inspirasi
Keraguan selalu muncul ketika memutuskan terjun mengawali usaha, ragu dengan kemampuan yang miliki. Wajar saja kalau muncul beberapa pertanyaan. Apakah saya bisa menjalankan usaha di bidang peternakan? Apakah usaha peternakan akan menguntungkan? termasuk juga  modal yang tentu saja menjadi pertimbangan.

Keraguan seperti itulah yang sering muncul dibenak para pemula, termasuk pemuda berkepala pelontos,  Muhamad Munir dari Desa Gunungsari, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu, Malang. Menyikapi kegamangan generasi milenial, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberi ruang gerak yang cukup leluasa kepada generasi milenial untuk ikut berkiprah disektor pertanian.

Mentan SYL selalu menumbuhkan dan memiliki keyakinan bahwa anak muda sekarang makin banyak yang mau terjun di bidang pertanian. Mereka bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian.

Sebagai pengejawantahan dari kebijakan kementan, Kepala Badan PPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi, menyikapi bahwa dalam masa Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm seperti ternak, susu, telur, sayuran segar, buah-buahan,  kacang-kacangan yang merupakan penyedia vitamin dan protein.

Para petani peternak tak perlu khawatir dengan proses distribusinya. Pasalnya para pengusaha tani akan memanfaatkan  teknologi saat ini untuk pendistribusian bahan baku mentah maupun olahan dari hasil pertanian. Petani /peternak dapat menggandeng tokoh masyarakat dalam promosi dan memasok bahan pangan segar ke masyarakat sekitar melalui e-commerce, sehingga dapat memperpendek rantai pasok,” tandas Dedi.

Kebijakan Kementan yang berorientasi pada petani/peternak seperti ini tentu saja memberi angin segar kepada laki-laki yang telah dikarunia 2 orang anak ini, yang telah mampu menyatukan para petani dalam satu wadah. Kelompok Tani Mugomulyo dan telah memiliki sapi sebanyak 400 ekor dengan produksi susu lebih dari 3000 liter/hari.

Munir, melanjutkan pada awalnya dia hanya memiliki 2 ekor sapi itupun pemberian dari orang tuanya, dan diwilayahnya ketika itu hanya kumpulan dari petani musiman, Alhamdullilah telah diberi kesempatan mengikuti kegiatan pelatihan di BBPP Batu yang berkaitan dengan tata kelola sapi.

Munir yang memang sejak kecil sudah memiliki talenta bisnis lalu diasah melalui pola pembinaan dan pendampingan. Hasilnya sudah dapat dipastikan pria kelahiran tahun 1970 mampu memberi warna dan angin segar bagi petani/peternak yang ada disekitarnya bahkan mampu mengubah dari petani musiman menjadi petani yang mandiri dan berdaya saing.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Dr. Wasis.Sarjono, S.Pt, M.Si. di sela sela kesibukannya mengatakan pada dasarnya setiap orang memiliki peluang yang sama untuk dapat menjadi seorang pelaku usaha, yang menjadi masalah adalah takut memulai, sehingga rasa takut tersebut  menjadi pembatas untuk meraih kesuksesannya. Hanya sedikit orang yang berani mengasah bakat dan minat, oleh karena itu sangatlah wajar bila ada yang telah berhasil menjadi pengusaha sukses dan sebagian lainnya lagi masih ada yang belum berani memulai menjalankan usaha di sektor peternakan.

Tentu menjadi tugas kita untuk dapat menciptakan SDM yang memiliki mental pemberani untuk mengalahkan ketakutan-ketakutan serta tekad yang kuat untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di dalam diri masing-masing generasi milenial.

** T2S|Wawan.H

KONI Minta PESTI Dulang Emas

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
WAKIL Ketua I KONI Kabupaten Bogor Bidang Organisasi, Joy Pendhita meminta calon pengurus PESTI Kabupaten Bogor harus benar-benar  menyiapkan atlet dan pelatihnya guna menghadapi Porda Jabar 2022 mendatang. Saat ini, PESTI Kabupaten Bogor memang baru melakukan audiensi dengan KONI Kabupaten Bogor dan belum memberikan draft susunan kepengurusannya.

“Calon para pengurus PESTI sudah datang ke KONI.  Kami hanya menekankan bahwa semua cabor baru yang akan ambil bagian di Porda Jabar 2022 mendatang harus bisa mendulang emas. Targetnya harus jelas dan realistis,”  beber Joy Pendhita.

Jika targetnya meragukan, kata dia, kemungkinan KONI Kabupaten Bogor tidak akan memberangkatkannya ke Porda. Begitupula, sambung Joy, dengan cabor-cabor yang ada  di KONI, jika ke Porda tidak ada kans untuk mendulang emas, mungkin KONI  akan melakukan evaluasi soal keberangkatannya ke Porda Jabar 2022.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor,  Junaidi Samsudin secara tegas mengatakan, PESTI Kabupaten Bogor harus bisa mendulang medali emas di Porda Jabar 2022 mendatang. Disamping itu, kata Junsam, ia tidak mau kepengurusan PESTI ini ada yang tumpang tindih atau masuk juga dalam kepengurusan PELTI Kabupaten Bogor.

”Semua pengurus inti dalam satu cabor tertentu harus fokus pada cabornya masing-masing. Hal ini juga berlaku bagi cabor cabor yang baru, semua pengurusnya harus fokus pada pencapaian target medali di Porda Jabar 2022 mendatang,” tegas  Junsam.

** Asep Syahmid

Piala Dunia U-20 Harus Berdampak Ekonomis

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
PERHELATAN Piala Dunia U-20 yang akan digelar tahun 2021 di Indonesia harus punya dampak nilai ekonomis kepada semua daerah  yang akan jadi host dari pesta akbar sepakbola tersebut. Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor sebagai host utama dari event World Cup U -20 tahun 2021 akan jadi ajang promosi Kabupaten Bogor di mata dunia.     

Wakil Bupati Bogor, H  Iwan Setiawan, SE bertekad momentum Piala Dunia U 20 tahun 2021  harus punya dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bogor. “Piala Dunia U 20 ini akan jadi sejarah tersendiri bagi Kabupaten Bogor terutama Stadion Pakansari yang akan semakin mendunia di kalangan pecinta si kulit bundar,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Untuk itu, kata Iwan, semua elemen masyarakat, SKPD, para  pelaku usaha dan organisasi keolahragaan yang ada di Kabupaten Bogor  harus all out untuk mensuksekan pelaksanaan event World Cup U 20.

“Ajang sepakbola dunia ini bisa memperkenalkan semua potensi wisata, usaha kreatif dan juga potensi lainnya yang ada di Kabupaten Bogor untuk di promosikan ke kancah dunia,” bebernya.

Lebih lanjut, kata Iwan, Pemkab Bogor saat ini sudah melakukan tahapan tahapan pelaksanaan yang ada kaitannya dengan Piala  Dunia U -20 tahun 2021. Dilain tempat, Kadispora Kabupaten Bogor, Bambang Setiawan menegakan, semua tahapan yang berkaitan dengan pelaksanaan Piala Dunia U 20 tahun 2021 di  Kabupaten Bogor  sudah dilakukan dengan alur yang terprogram.

“Saat ini rehabilitasi pembangunan Stadion Mini Cibinong dan Stadion Pakansari sudah masuk ke fase perenncanaan . Mudah mudahan pelaksanaan pembangunannya bisa digelar Juli atau Agustus ,” jelas Bambang.

Ia juga setuju dengan apa harapan Piala Dunia U 20 harus berdampak ekonomis bagi masyarakat di  Kabupaten Bogor. “Akan banyak dampak positifnya dari perhelatan Piala Dunia U 20 jika digelar di Stadion Pakansari. Ini momentum emas bagi Kabupaten Bogor untuk promosi di kancah dunia,” pungkasnya.

** Asep Syahmid

Antisipasi Tertutupnya Badan Jalan, UPT PUPR Cigudeg Evakuasi Material Longsoran

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi
Para petugas lapangan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) PUPR mengevakuasi material tanah akibat bencana tebing longsor yang bisa menutup badan jalan di Jalan Ace Tabrani, tepatnya ditanjakan Urug yang berbatasan antara Desa Batutulis dengan  Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung.

Kepala UPT PUPR  wilayah V Cigudeg, Punti Minesa menyebutkan, tebingan yang sering terjadi longsor bisa mengganggu kenyaman warga pengguna jalan. “Material longsororan cukup banyak  dikhawatirkan bisa menutup jalan.  Evakuasi material tersebut agar dapat dilalui pengguna jalan secara normal dari kedua arah,” ujar Punti kepada Jurnal Bogor, melalui sambungan teleponnya, kemarin.

Menurut Punti,  tebingan tersebut sering terjadi longsor, meski hanya skala kecil, musababnya kalau lama dibiarkan  kemungkinan bisa menutup badan jalan sehingga bisa mengganggu penggendara.

Meskipun kata dia, sebagian besar material longsor sudah berhasil disingkirkan termasuk batu berukuran besar, namun tetap mengimbau warga untuk ekstra hati-hati saat melintas di jalan itu. “Potensi longsor susulan masih bisa terjadi. Alasannya, tanah di atas masih labil,” tukasnya.

Sementara salah satu warga dari  pemilik bengkel motor yang lokasinya berdekatan dengan tebingan di lokasi tanjakan Urug, mengaku was-was karena kondisi tebingan tersebut seringkali longsor meski kecil. “Was was sih ada, karena jaraknya begitu dekat dengan tebingan,” ucapnya.

** Arip Ekon

Soal Covid-19, HMI MPO Cabang Bogor Pertanyakan Anggaran Pemkab dan Kinerja DPRD

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Di tengah wabah pandemi Covid-19 yang sudah hampir 3 bulan menghantui seluruh masyarakat Indonesia, ternyata menimbulkan sejumlah polemik yang membuntutinya. Selain dari segi kesehatan, wabah pandemi yang pertama kali terjadi di Negeri Tirai Bambu ini pun berimbas hampir ke selurus aspek kehidupan. Mulai dari aspek ekonomi, sosial, politik, sampai dengan hukum tak luput dari efek pandemi yang cukup membuat riskan pemerintah pusat maupun daerah dalam menangani situasi seperti sekarang ini.

Minimnya anggaran membuat pemerintah harus mengalihkan dana ini dan itu untuk penanganan Covid-19, tak terkecuali di Kabupaten Bogor. Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terpadat se Indonesia, memaksa kabupaten yang dipimpin oleh Ade Yasin ini memangkas APBD 2020 hampir 400 miliar untuk penanganan Covid-19 ini.

“Namun, di sisi lain serapan anggaran yang kurang begitu transparan dan juga kualitas bantuan yang kurang begitu memuaskan, membuat sejumlah kalangan mempertanyakan serapan anggaran sebesar lari ke mana saja dan seperti apa fakta di lapangan,”kata Ketua HMI MPO  Wildan Nugraha Cabang Bogor saat dikonfirmasi kemarin.

Ia  menilai Pemkab Bogor terkesan hanya menggugurkan kewajiban dan tidak melihat sejauh mana anggaran terserap sampai dengan diterima oleh masyarakat. “Sampai saat ini kami masih mengkaji terkait dengan penanganan Covid-19 ini terutama di Kabupaten Bogor, yang sejak awal terendus aroma yang kurang sedap dalam menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD itu,” ucapnya.

Wildan juga menambahkan timnya yang terdiri dari Pengurus HMI MPO Cabang Bogor sedang bergerak mengumpulkan data di lapangan untuk disinkronkan dengan data yang disampaikan Pemda. “Kami, sedang bergerak untuk mengumpulkan data, mengambil sampel dari beberpa kecamatan untuk kemudian menemukan titik terang siapa yang bermain dengan anggaran ini,” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Eksternal HMI MPO Cabang Bogor Badru Tamam menyoroti kinerja DPRD Kabupaten Bogor yang seakan tutup mata atas alokasi anggaran Covid-19 ini. Komeng sapaan akrabnya mempertanyakan terkait dengan pembentukan Pansus yang sampai hari ini seakan luput dari perhatian.

“Kita menyayangkan kinerja DPRD yang terkesan lambat dalam mengambil kebijakan. Hal ini terlihat dari tidak terbentuknya Pansus sampai detik ini, padahal urgensinya saya rasa sudah cukup untuk dijadikan pijakan terbentuknya Pansus. Dengan anggaran yang cukup menguras APBD sangat dipertanyakan integritas para anggota DPRD jika dalam waktu dekat masih tidak terbentuk Pansus,” tegasnya.

** Cepi Kurniawan

Batas Desa di Ciampea Belum Jelas

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi
Masih tidak jelasnya perbatasan antar desa di Kecamatan Ciampea, Selasa siang (16/5) Camat, Kapolsek dan Koramil  Ciampea serta Kepala Desa (Kades) Cihideung Udik, Cihideung Ilir serta Kades Bojong Jengkol melihat masing-masing wilayah perbatasan yang saat ini masih bersengkarut.

“Kami melakukan survei ke beberapa titik perbatasan desa yang hari ini masih perlu ditertibkan secara batas ke wilayah, yakni Perbatasan Desa Cihideung Ilir dan Cihideung Udik lalu Perbatasan Cihideung Udik dengan Bojong Jengkol,”kata Camat Ciampea, Chaerudin Felani, Selasa (16/5).

Dari hasil survei teryata ada 4 titik batas yang perlu dibereskan baik itu secara letak geografis pertanahan dan administrasi kependudukan. Karena tadi saat survei perbatasannya itu ada rumah warga yang halamannya masuk Desa Cihideung Udik tapi depannya masuk Desa Cihideung Ilir.

“Ada juga yang disebabkan oleh perumahan adanya perumahan mempengaruhi batas wilayah seperti Desa Cihideung Udik dan Bojong Jengkol itu batas wilayah berubah karena adanya beberapa perumahan,”kata Camat.

Selanjutnya pihaknya pun setelah rapat dengan kepala desa terkait menyempakati akan dilakukan pemasangan patok pebatas di 4 titik yang telah disepakati.

** Cepi Kurniawan