Psikolog klinis Tara de Thouars, BA MPsi mengungkapkan pentingnya me time bagi perempuan yang menjalani multiperan. Dengan me time, perempuan akan memiliki waktu untuk diri sendiri agar bisa merasa lebih rileks, bebas dari tuntutan, hingga merasa kembali berenergi dan segar. “Kalau bisa disempatkan waktu untuk melakukan me time,” ujar Tara dikutip dari RMOL, Selasa (22/9).
Tara mengatakan apa yang dilakukan Nana saat me time memang terbukti secara ilmiah dapat membantu seseorang untuk kembali bersemangat. Saat seseorang merasa kewalahan atau berpikir terlalu banyak misalnya, otak akan mengeluarkan hormon stres.
Hormon ini dapat membuat tubuh menjadi tegang, khususnya di bagian kepala dan leher. Pijatan yang tepat di sekitar belakang leher dan kulit kepala dapat memberikan efek relaksasi. Studi dalam The Journal of Physical Therapy Science pada 2016 juga menunjukkan bahwa pijatan di kepala mampu mengurangi hormon stres hingga 40 persen.
“Teknik pijatan yang tepat akan mengurangi beban berlebih yang berada di leher atau kepala ketika seseorang terlalu lelah menjalankan beberapa kegiatan sekaligus,” tambah Tara.
Mencium wewangian juga dapat membantu seseorang merasa lebih baik. Wewangian yang menenangkan seperti aromaterapi dapat membangunkan indera penciuman dan membuat suasana hati terasa lebih baik. “Kalau mencium sesuatu yang enak membuat mood kita jauh lebih positif,” tukas Tara.
Tara menambahkan, seseorang yang merasa stres seringkali tidak mau melakukan apa-apa, termasuk merawat diri. Padahal, self-care atau merawat diri juga dapat membantu mengembalikan suasana hati atau mood menjadi lebih baik.
Merawat diri akan memunculkan perasaan yang positif sehingga dapat membuat suasana hati menjadi baik. Selain itu, merawat diri juga baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum. “Memperhatikan dan merawat tubuh kita itu salah satu cara untuk mengembalikan mood kita,” jelas Tara.
Di masa pandemi Covid-19, banyak ibu yang juga harus dihadapkan dengan berbagai tugas di rumah. Misalnya, bekerja dari rumah sebagai seorang karyawan, mengurus rumah, sekaligus mendampingi anak-anak mereka bersekolah dari rumah. “Ini memang challenging,” ungkap psikolog klinis dari Jakarta Eye Center Ine Indriani MPsi saat dihubungi Republika.
Banyaknya tugas yang harus dilakukan dalam satu waktu dapat membuat ibu merasa sangat kewalahan. Kondisi ini dapat memicu ibu mudah marah. “Dan akhirnya anak yang sering kena marah,” tambah Ine.
Di tengah banyaknya peran ini, ibu juga perlu memiliki kemampuan untuk meregulasi emosi dengan baik. Hal yang pertama bisa dilakukan adalah berbagi cerita dan saran dengan ibu lainnya yang juga berada di posisi serupa.
Ketika merasa emosi, coba untuk berpindah ruangan terlebih dahulu dan melakukan latihan pernapasan. Caranya adalah dengan menarik dan membuang napas yang dalam sebanyak lima sampai enam kali. Ine mengatakan cara ini dapat menjadi pertolongan pertama untuk meregulasi emosi.
Ine juga mengingatkan para ibu untuk tidak melupakan me time. Para ibu yang harus bergulat dengan berbagai peran di tengah pandemi ini tetap memerlukan me time agar bisa merasa lebih baik. “Jangan lupa untuk ibunya me time,” ujar Ine.
Yang tak kalah penting, tambah Ine, adalah bekerja sama dan berbagi tugas dengan orang-orang yang ada di rumah bila memungkinkan. Salah satunya adalah berbagi tugas dengan suami yang mungkin juga melakukan bekerja dari rumah. “(Bekerja sama) bagaimana supaya berbagi tugas sama suami,” jelas Ine.
Saat pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, berada di rumah saja adalah pilihan yang terbaik. Bagaimana jika Anda ingin /me-time/? Tenang, ini pun sebenarnya dapat dilakukan di rumah saja. Terpenting adalah memilih waktu yang pas ketika pekerjaan di rumah sudah lumayan terkendali dan pekerjaan kantor terbilang tuntas. Jadi, pikiran Anda bisa sepenuhnya terfokus untuk menyenangkan diri sendiri. Apa saja ide menarik untuk me-time walau di rumah saja, berikut di antaranya:
Menonton film favorit
Pilihlah film-film yang sudah lama Anda tunda untuk menontonya. Bila tidak ada, cobalah untuk berselancar mencari film menarik yang saat ini banyak digandrungi. Drama Korea bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.
Mencoba resep baru
Coba cari resep masakan yang simpel dan mudah dibuat. Bila sekali saja berhasil melakukan ini, dijamin Anda pasti akan ketagihan untuk mencoba resep yang lain.
Merawat diri
Tidak perlu pergi ke salon untuk merawat diri. Cobalah untuk mencari ide menarik perawatan diri –dari ujung kaki hingga ujung rambut- yang dapat dilakukan di rumah. Bahan-bahan atau produk perawatan yang dibutuhkan bisa dicari di aneka toko daring dengan harga terjangkau. Biasanya merawat diri di rumah jauh lebih ekonomis dibandingkan harus berlama-lama di salon.
Berlatih menulis
Anda diam-diam sebenarnya gemar menulis namun jarang punya waktu untuk melakukan ini. Nah, inilah saatnya yang tepat untuk menggali bakat terpendam Anda yang lain. Cobalah untuk mencari inspirasi tulisan terlebih dahulu dan buatlah kerangka tulisan. Bila tekun berlatih dan mencoba, menjadi penulis andal sepertinya bukan lagi sekadar impian.
Melukis
Bila Anda merasa tidak jago melukis namun sebenarnya menyukai dunia ini, tidak ada salahnya mencoba. Langkah pertama, belilah peralatan melukis yang sederhana dan harganya terjangkau. Ketika goresan pertama hingga lukisan perdana Anda tuntas, siapkan kanvas berikut untuk menjadi wadah inspirasi brilian Anda.
Universitas Siber Asia (Unsia) atau Asia Cyber University sebagai perguruan tinggi siber pertama di Indonesia diresmikan Wakil Presiden (Wapres) Prof Dr (HC) KH Ma’ruf Amin. Pendirian Unsia ini sebelumnya dicetuskan Dr Drs El Amy Bermawi Putera, MA yang juga Rektor Universitas Nasional (Unas).
Unsia dipimpin rektor Prof Jang Youn Cho, Ph.D, CPA berasal dari Korea Selatan. Prof Youn Cho merupakan rektor asing pertama di Indonesia. Ia mempunyai pengalaman dalam memimpin perguruan tinggi online bereputasi global.
“Selamat kepada YMIK atas berdirinya Unsia sebagai perguruan tinggi yang mengusung pembelajaran penuh secara online. Semoga peresmian ini dapat memberikan akses pendidikan tinggi yang merata dan terjangkau serta mendorong pembangunan SDM (sumber daya manusia) unggul di Indonesia,” kata Ma’ruf Amin dalam sambutan yang dilakukan secara virtual dikutip dari RMOL, Selasa (22/9).
Unsia memiliki lima program studi, yakni Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, dan Informatika. Memiliki kampus di Menara Unas 2 di Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan. Unsia merupakan adik dari Unas, perguruan tinggi swasta tertua di Jakarta dan tertua kedua di Indonesia.
Kampus utama Unas di Jalan Sawo Manila, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Unas didirikan pada 15 Oktober 1949. Unas dan Unsia berada di bawah Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) didirikan tokoh-tokoh nasional, seperti Prof Dr Mr Sutan Takdir Alisjahbana, Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, dan lain-lain
Wapres mengakui, Unsia telah disiapkan dan diluncurkan pada tahun 2019 oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof Drs H Mohamad Nasir, Ak, M.Sc, PhD. Kini Mohamad Nasir sebagai staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia. Selanjutnya Unsia mendapatkan izin operasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nabiel Anwar Makarim, BA, MBA, pada Agustus 2020.
“Karena itu, saya menghargai upaya YMIK yang tetap berkomitmen untuk memulai operasionalisasi Universitas Siber Asia ini meskipun dunia tengah dilanda pandemi Covid- 19,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.
Turut menyaksikan peresmian beroperasinya Unsia, baik secara langsung maupun online, antara lain Menteri Pendidian dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, BA, MBA; mantan Menristek Dikti Prof Drs H Mohamad Nasir, Ak, MSc, PhD; Sekjen Kemendikbud Prof Ainun Na’im, PhD, MBA; Dirjen PendidikanTinggi Kemendikbud Prof Ir Nizam, MSc, DIC, Ph.D; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Prof Dr Agus Setyo Budi, MSc; Duta Besar Korea untuk ASEAN Sung Nam Lee, Menteri Kedutaan Besar Korea di Indonesia Lee Sang Ho.
Selain itu, Top Manajemen Hyundai Motors sekaligus Presiden Dagang Korea Lee Kang Hyun, Presiden Asosiasi Indonesia Korea Park Jaehan, serta Presiden Bank Shinhan Indonesia Hwang. Hadir pula tuan rumah Ketua Pengurus YMIK Dr Drs Ramlan Siregar, MSi; Rektor Unas Dr Drs El Amry Bermawi Putera, MA; dan Rektor Unsia Jang Youn Cho, Ph.D, CPA, serta pejabat rektorat dan dekanat Unas, Sekolah Pascasarjana Unas maupun rektorat Unsia.
Universitas Suber Asia, lanjut Wapres, didirikan untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang seluas-luasnya dan terjangkau kepada masyarakat. Hal ini tentu akan memberikan dampak yang positif bagi pengembangan pendidikan di indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan kondisi sosial ekonomi yang beragam, pendidikan melalui sistem pembelajaran daring atau e-learning dapat menjadi sebuah pilihan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi.
Dikemukakan, kehadiran Unsia menjadi penting mengingat angka partisipasi kasar (apk) perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2019, menurut BPS masih sekitar 30,28 peren. Artinya dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 19–23 tahun, masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi hanya sekitar 30 persen.
Sedangkan menurut angka survei angkatan kerja nasional (sakernas) BPS pada Februari 2020, angkatan kerja Indonesia yang berjumlah 137,91 juta, hanya 14,2 juta lulusan perguruan tinggi. Atau hanya 10,3 persen yang berkesempatan menikmati pendidikan tinggi.
“Dengan adanya Universitas Siber Asia ini saya berharap angka-angka tersebut akan terus meningkat, sehingga masyarakat yang dapat menikmati pendidikan tinggi akan terus bertambah sejalan dengan upaya pemerintah menempatkan pembangunan SDM (sumber daya manusia) unggul sebagai prioritas nasional,” kata guru besar ilmu ekonomi syariah itu.
Wapres yakin, SDM unggul merupakan kunci untuk memenangkan persaingan global. Sistem pembelajaran daring atau e-learning memungkinkan masyarakat untuk belajar kapan saja (anytime), di mana saja (anywhere) dengan biaya lebih terjangkau dan waktu belajar pun lebih fleksibel.
Diungkapkan, meskipun sistem e-learning dapat menjadi alternatif sistem pembelajaran, tetapi saat ini baru sekitar 20 dari 4.771 perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan pembelajaran daring atau e-learning. Ia mengharapkan semakin banyak lembaga pendidikan yang membuka sistim pembelajaran daring e-learning. Sekaligus akan semakin banyak kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Sistem pembelajaran online yang dilaksanakan oleh Unviersitas Siber Asia secara tidak langsung meningkatkan penguasaan skill teknologi dan informasi bagi mahasiswanya. Hal ini sangat diperlukan karena penguasaan teknologi dan informasi menjadi syarat mutlak dalam upaya meningkatkan daya saing dan kualitas SDM,” kata Ma’ruf Amin.
Diakuinya, pembelajaran secara daring memiliki tantangan tersendiri, karena itu diperlukan kreatifitas yang tinggi. Baik bagi pengajar maupun mahasiswanya. Para dosen harus keluar dari gaya konvensional dan lebih inovatif dalam menyiapkan materi dan mekanisme pembelajaran serta memanfaatkan seluruh potensi teknologi yang ada untuk membantu pelaksanaan pembelajaran.
Di sisi lain, lanjutnya, para mahasiswa juga dituntut lebih mandiri. Mereka harus dapat memanfaatkan seluruh sumber pengetahuan untuk melengkapi proses pembelajaran jarak jauh ini. “Saya berharap Mister Jang Youn Cho dapat berbagi pengalamannya untuk memimpin Unsia menjadi sebuah perguruan tinggi online yang berprestasi, dan membanggakan,” papar Ma’ruf Amin.
Wapres optimistis dengan pengalaman yang dimilikinya Prof Jang Youn Cho, Unsia dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya di Indonsia. Sehingga mampu meningkatkan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia serta mendorong daya saing di tingkat internasional.
Ma’ruf berpesan, Unsia dalam pelaksanaan metode e-learning jangan sampai terjadi moral harzard. Artinya menggampangkan metode pembelajaran secara daring. Tidak boleh ada alasan terhadap kualitas, baik kualitas pembelajaran maupun pengujian. Mahasiswa harus tetap bisa diuji dengan standar yang sama, dengan pembelajaran konvensional. Sehingga kualitas pembelajaran dan lulusan program studi ini tetap dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Saya juga berpesan kepada Unsia agar membekali pendidikan karakter kebangsaan bagi para mahasiswanya. Sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta Tanah Air; menempatkan kepentingan masyarakat sebagai yang utama tanpa memandang SARA (suku, agama, ras, antargolongan).”
Wapres menjelaskan, pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur telekomunikasi yang memadai dan menjangkau seleuruh wilayah indonesia. Tujuannya agar tidak ada hambatan bagi masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi secara daring.
“Masyarakat di daerah seperti terpencil juga harus mendapatkan akses internet agar dapat berpartisipasi dalam pembelajaran e-learning yang semakin berkembang saat ini,” ujarnya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim turut menyambut gembira lahirnya Unsia sebagai perguruan tinggi yang sepenuhnya daring. Ia pun menyampaikan harapannya kepada Unsia agar dapat melahirkan lulusan yang kompeten.
“Saya berharap Unsia menjadi penyelenggara pendidikan jarak jauh yang berkualitas. Tidak hanya membangun hard skills, tapi juga soft skills mahasiswanya. Itulah tantangan dari pembelajaran yang sepenuhnya daring. Yaitu, bagaimana mencetak sarjana yang kompeten dan unggul secara holistik,’’ ungkap Nadiem dalam sambutannya secara daring.
Nadiem juga mengapresiasi komitmen Unsia untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan mendorong agar Unsia dapat mengirimkan mahasiswa dan dosen ke luar kampus sebanyak banyaknya.
“Hadirkan sebanyak mungkin praktisi ke dalam kampus. Ini sangat penting, agar lulusan Unsia betul-betul siap kerja. Tidak hanya menguasai teori, tapi juga bisa berkontribusi. Yang terpenting, agar lulusan Unsia merdeka dalam berpikir. Selalu belajar sepanjang hayat. Itulah inti dari Merdeka Belajar,” tutur Nadiem.
Rektor Unsia Prof Jang Youn Cho mengakui merupakan suatu kehormatan baginya diberikan kepercayaan memimpin perguruan tinggi siber pertama di Indonesia. Ia menghabiskan waktu sekitar 17 tahun di Amerika Serikat. Menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Texas dan Florida, dan menjadi Profesor di Universitas Nebraska-Lincoln.
Selama di Amerika, lanjut Youn Cho, ia belajar banyak tentang nilai rasionalitas, profesionalisme dan standar global. “Saya kembali ke Korea pada tahun 1997, saat krisis keuangan di Asia. Saya mengabdikan diri selama 20 tahun sebagai guru besar, dekan sekolah bisnis, dan Rektor Operasional di Universitas Cyber Hankuk.”
Cho merasakan nilai terpenting dari Korea, yaitu semangat dan kecepatan, yang membuat negara kecil itu menjadi salah satu negara terdepan di Asia. Tiga tahun lalu, ia memutuskan untuk datang ke Indonesia.
Ia diminta oleh Rektor Unas El Amry Bermawi Putera dan Ketua Pengurus YMIK Ramlan Siregar untuk berkontribusi pada pendidikan tinggi dengan memberikan pendidikan berkualitas tinggi di Indonesia. Sebab, masih banyak pemuda pemudi yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Dengan menerapkan sistem dan standar mutu universitas di Korea dan Amerika, saya berharap Asian Cyber University dapat memberikan kesempatan bagi anak muda yang ingin belajar tanpa terhalang oleh jarak, waktu, dan kondisi ekonomi. Sekaligus dapat mengembangkan kerja sama negara-negara ASEAN lainnya dalam waktu dekat,” ungkap Prof Youn Cho.
Ketua Pengurus YMIK Ramlan Siregar mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Mar’ruf Amin atas nama negara dan pemerintah Indonesia yang berkenan meresmikan Unsia sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia berbasis online.
Ramlam Siregar mengungkapkan, Unsia menerima izin dari Mendikbud dengan Nomor 757/M/2020 pada 24 Agustus 2020 lalu. Didirikan selain menjawab tantangan zaman di era revolusi industri 4.0, juga mengusung semangat untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia agar usia produktif yang melanjutkan pendidian ke jenjang perguruan tinggi dapat meningkat dan sejajar. Tidak hanya dengan negara tetangga saja, namun dengan negara-negara maju lainnya.
Pendidikan berbasis online selaras dengan kebijakan pemerintah dan pengejawantahan janji kampanye pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan SDM. Hadirnya Unsia akan dapat memberikan layanan pendidikan tinggi dalam skala yang sangat luas bagi seluruh bangsa Indonesia secara efisien dan efektif, berkualitas dan dengan biaya terjangkau
Ia mengharapkan, Unsia akan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya di Indonesia namun juga merambah di tingkat Asia, guna meningkatkan mutu dan daya saing di tingkat Internasional serta membuka peluang kerjasama dengan perusahaan multinasional, yang untuk pertama kali kami rintis dengan Korea Selatan.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan pengundian nomor urut untuk pasangan calon (paslon) kepala daerah akan dilaksanakan pada 23 September. Paslon tersebut yang akan berkompetisi di Pilkada Serentak 2020. Sedangkan penetapan paslon dilakukan pada 24 September secara serentak di 270 daerah.
Untuk mengikuti tahapan ini, para peserta diharuskan sudah melakukan swab Covid-19. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran virus. Apalagi saat pendaftaran pasangan calon sebelumnya, ada pasangan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pada tahapan itu, Komisioner KPU Ilham Saputra meminta semua kandidat dan tim inti melakukan tes swab.
“Kita harus pastikan bahwa mereka sudah negatif Covid-19 terlebih dahulu sebelum kemudian mereka hadir dalam pengundian nomor urut,” kata Ilham dikutip dari Viva, Selasa (22/9).
Hal tersebut penting agar penularan virus corona dalam tahapan ini bisa diantisipasi. Pihaknya tidak ingin, tahapan ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Selain itu, untuk menghindari kerumunan massa, KPU akan memastikan para pasangan calon saat pengundian nomor urut tidak membawa pendukung dan mengumpulkan massa.
“Sebelum melakukan pengundian pasangan calon, kami akan memanggil tim dari masing masing pasangan calon, agar tidak melakukan pengerahan massa untuk menghindari kerumunan,” jelasnya.
Untuk memastikan itu semua terlaksana, KPU Pusat akan menyurati semua KPU daerah. Mulai tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota di 270 daerah yang melaksanakan pilkada serentak 2020.
PT Aqua Golden Mississippi – Mekarsari menghentikan sementara proses produksi karena lokasi pabrik produksi air minum Aqua di Kampung Cibuntu, Desa Pesawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diterjang banjir bandang.
“Ya, malam ini telah terjadi banjir lokal di sekitar pabrik PT Aqua Golden Mississippi – Mekarsari akibat hujan deras di daerah setempat,” kata CSR Coordinator Aqua Plant Ciherang, Heri Yunarso, Senin (21/9) malam, membenarkan bahwa lokasi pabrik di Sukabumi terendam banjir.
Dalam video yang viral di media sosial, terekam area pabrik dipenuhi air sungai berwarna coklat. Terlihat juga kemasan air galon yang hanyut terbawa arus. Atas musibah tersebut, perusahaan memutuskan akan menghentikan proses produksi sementara. Selain itu, pihaknya telah menerapkan protokol keselamatan dan keamanan mengikuti standar yang berlaku.
“Saat ini seluruh karyawan dalam kondisi aman. Pabrik menghentikan operasi sementara untuk alasan keamanan dan keselamatan. Keselamatan karyawan dan keamanan pangan dari produk adalah prioritas utama kami,” ujarnya.
Banjir bandang yang menerjang Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9) petang, membuat tiga orang warga dilaporkan hilang dan mengakibatkan tujuh mobil dan 12 rumah hanyut terbawa air, serta 391 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Musibah itu menimpa Kampung Cibuntu, Desa Pesawahan, Cicurug, dan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga orang yang hilang. Saat ini, petugas tengah konsentrasi mencari korban. Banjir bandang mengakibatkan sekitar tujuh kendaraan hanyut. Di antaranya ada yang terbawa arus hingga sekitar 10 meter, kemudian menimpa rumah warga.
Banjir kali ini cukup parah melanda wilayah setempat. Berdasarkan keterangan warga, baru kali ini terjadi banjir sedahsyat ini. Banjir terjadi lantaran Sungai Citatih yang berada di wilayah tersebut meluap. Kemarin, hujan melanda daerah tersebut dari sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, hujan masih turun mengguyur wilayah itu.
Pagi ini, cuaca di kampung yang berada di kaki Gunung Salak itu tampak mendung dan berkabut tebal.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi, sejak Senin sore, 21 September 2020, berdampak pada banjir bandang di lima desa. Kelima desa tersebut berada di Kecamatan Cicurug. Banjir bandang itu merusak rumah warga.
Banjir bandang di Cicurug tersebut akibat luapan dari Sungai Cicatih, yang berada di Desa Pasawahan. Desa-desa yang diterjang banjir bandang yakni Cisaat, Bangbayang, Mekar Sari dan Kelurahan Cicurug. Dalam video amatir yang direkam warga, air tidak hanya merusak akses jalan dan rumah, tetapi juga kendaraan warga ikut terbawa arus.
Gara-gara menghindari gundukan pasir yang ditaruh di tengah Jalan Raya Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor karena adanya proyek jalan. Pengendara motor dan angkutan umum mengalami kecelakaan pada Senin malam (21/9/2020. Angkutan umum yang mengarah dari Leuwiliang Jasinga terguling sementara pengedara motor terpental.
Saat dikonfirmasi Anggota Satuan Unit Lalulintas Polsek Cigudeg Bripka Rici membenarkan kejadian laka lantas tersebut. “Tidak ada korban cuman kendaraan saja, kejadian tadi sekitar jam 21.00 WIB malam,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Bripka Rici menjelaskan, bahwa kronologi kejadian kecelakaan tersebut disebabkan oleh gundukan pasir.
“Awalnya pengedara motor bernama Toni (64) terjatuh karena gundukan pasir kemudian ditolong sama pengendara motor yang lain, gak lama lalu kemudian angkot yang dikendarai Muyadi (42) nabrak pasir juga angkot terbalik pengedara luka luka,”kata Bripka Rici.
Ia melanjutkan keduanya kini sudah dilarikan ke Puskesmas Cigudeg untuk dilakukan pengobatan. Sementara untuk kendaraan kedua korban dibawa ke Mapolsek Cigudeg. “Karena keduanya alami luka luka dan dilarikan ke Puskesmas terdekat,”katanya.
Ia menghimbau kepada para pengguna jalan yang melintasi jalan raya Cigudeg harus berhati-hati. “Apalagi saat kondisi jalan licin dan di jalur sini ada tumpukan pasir harap berhati-hati,”pungkasnya.
Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Mu’alla bin Manhsur, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal, telah menceritakan kepada kami Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Tidak akan terjadi hari kiamat hingga bangsa Romawi turun ke medan perang di suatu tempat bernama A’maq atau Dabiq, sehingga ada sekelompok pasukan dari Madinah yang keluar menghadapi mereka. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi ketika itu. Dan tatkala mereka berhadapan, pasukan Romawi berkata: “Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang menawan kami !”. Kaum muslimin menjawab: “Tidak, demi Allah, kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami”. Maka terjadilah peperangan antara mereka. Lalu ada sepertiga yang kalah dimana Allah tidak akan mengampuni dosa mereka untuk selamanya, dan sepertiga lagi terbunuh sebagai sebaik-baik para syuhada di sisi Allah, dan sepertiga lagi Allah memberikan kemenangan kepada mereka. Mereka tidak akan ditimpa sebuah fitnah untuk selamanya, lalu selanjutnya mereka menaklukkan Kostantinopel. Dan ketika mereka sedang membagi-bagi harta rampasan perang dan tengah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun, tiba-tiba setan meneriaki mereka: “Sesungguhnya Al Masih telah muncul di tengah-tengah keluarga kalian”. Merekapun berhamburan keluar, dan ternyata itu hanyalah kebohongan belaka. Ketika mereka mendatangi Syam, ia muncul. Dan ketika mereka sedang mempersiapkan peperangan dan sedang merapikan barisan, tiba-tiba datanglah waktu shalat, dan turunlah Nabi Isa bin Maryam, lalu ia mengimami mereka. Dan apabila musuh Allah (Dajjal) melihatnya, niscaya ia akan meleleh sebagaimana garam yang mencair di dalam air, meskipun seandainya saja ia membiarkannya nantinya ia juga akan meleleh lalu binasa akan tetapi Allah menginginkan ia membunuhnya dengan tangannya, lalu memperlihatkan kepada mereka darahnya yang berada di ujung tombaknya.
Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) seKabupaten Lampung Timur dan Tulang Bawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung bersemangat mengumpulkan dan menginput data pada aplikasi, setelah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Aplikasi Laporan Program Utama Kementerian Pertanian (Kementan).
Kegiatan yang digelar belum lama ini di dua lokasi terpisah begitu ditunggu penyuluh untuk dapat secara optimal menginput data pada aplikasi. Hal itu salah satunya diungkapkan Adin Salamah Koordinator penyuluh BPP Jabung Lamtim. “ Setelah bimtek, belajar langsung kami bersemangat untuk melaporkan data dan informasi mengenai kegiatan program utama Kementan, sesuai waktu yang ditentukan setiap minggunya, “ ujar Adin Salamah, Senin (21/9).
Terkait pengumpulan data, Ia mengaku melibatkan petani di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan penyuluh swadaya. Hal serupa dilakukan BPP Kostratani Purbolinggo Lamtim. Sri Sutari Koordinator penyuluh menuturkan agar optimal menyampaikan data pihaknya terus berkoordinasi dengan para petani dan gapoktan, berkolaborasi juga dengan pamong desa (RT/RW). Dalam hal menginput data disampaikan Sri sampai saat ini tak menghadapi kendala berarti selain gangguan jaringan yang terkadang muncul.
Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Yusral tahir menjelaskan selain mengenalkan aplikasi yang digunakan sebagai sarana pelaporan dari Kostratani Ke Agriculture War Room (AWR), pada bimtek ini koordinator penyuluh dan admin dilatih menginput data.
“ Data yang harus dilaporkan penyuluh setiap minggu adalah komoditas utama, data luas tanam dan panen, juga produktivitas, dan lainnya. Data tersebut akan dimonitor langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo setiap Jum’at, “ ujar Yusral. Untuk itu kata Yusral Tahir penyuluh di Lamtim dan Tubaba diminta aktif memaksimalkan peran BPP. Terutama peran untuk memperkuat pelaporan data dan informasi dengan pengiriman melalui aplikasi pelaporan program utama Kementan yang harus dilaporkan setiap minggu. Data tersebut bisa di-entry melalui komputer maupun HP.
“ PPMKP terus melakukan pengawalan pelaporan itu dengan cara memonitor data tersebut dari AOR dan akan terdeteksi dari BPP mana saja data dikirim, “ Kata Yusral tahir.
Bimbingan teknis dilakukan PPMKP berkolaborasi dengan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan ) Lampung. Seperti diketahui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menuturkan ada sekitar 6000 BPP yang akan ditransformasikan menjadi Kostratani. Transformasi dilakukan secara bertahap hingga tahun 2021.
Peningkatan status BPP menjadi kostratani sangat didukung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Perhatian penuh Mentan kepada penyuluh dalam program Kostratani adalah untuk memberdayakan dan mengoptimalkan peran penyuluh dalam pencapaian target swasembada pangan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya meluncurkan wifi publik gratis pada 50 titik pada tahap pertama di wilayah Kota Hujan dengan tujuan mempermudah siswa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi Covid-19.
Akhmad Saeful Bakhri (tengah belakang) bersama guru dan anak sekolah SD.
Program ini diluncurkan untuk memudahkan dan mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat wabah Covid-19. Ke depan rencananya akan dipasang wifi Publik ini akan dipasang di 797 RW se-Kota Bogor.
Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa tantangan terbesar yang sedang dihadapi adalah menyelamatkan anak-anak dari bahaya Covid-19 lewat penerapan PJJ. “Kesehatannya, pendidikannya, keluarganya, itu harus lebih diperhatikan. Sehingga kami berkolaborasi untuk menjawab persoalan-persoalan itu,” ujar Bima Arya, Senin (21/9).
Menurut dia, ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan terkait dengan materi pembelajaran lewat konten-konten yang inovatif.
“Karena dukungan teman-teman dewan ini bisa terwujud. Jadi persoalan akses ini kita coba pecahkan dengan memasang 797 titik akses wifi di seluruh Kota Bogor per RW dengan data yang disinkronkan di Dinas Pendidikan, data di Bagian Pemerintahan dan data dari teman-teman dewan,” jelasnya.
Bima menyebut program tersebut dengan paket three in one (3 in 1). “Dan yang juga spesial ada kolaborasi antara Pusat Riset Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar untuk menyusun pedoman dan konten pembelajarannya. Jadi, bukan hanya disiapkan koneksinya saja, tapi kontennya juga kita bantu. Mereka kolaborasi, ini ada pedomannya, silahkan bagaimana cara PJJ ini harus maksimal,” ujar Bima.
Bima Arya juga meminta aparatur wilayah untuk membantu memantau jalannya PJJ di titik-titik yang sudah disediakan jaringan wifi agar tidak terjadi kerumunan saat pelajar mengakses wifi secara bersamaan.
“Ini basisnya RW. Yang jadi PR ke depan, kita harus pastikan di titik-titik itu semuanya berjalan dengan protokol kesehatan. Anak-anak ini bisa berkumpul di satu titik dengan protokol kesehatan dan dipandu oleh orangtuanya. Jadi bukan memindahkan kerumunan, tapi aksesnya. Dinas Kominfo juga nanti akan pantau terkait dengan stabilitas koneksinya,” tandas Bima.
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Anggota Komisi IV DPRD, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mengatakan, dengan adanya pedoman PJJ, berarti pemerintah telah menyiapkan new normal di sektor pendidikan.
“Dalam pedoman PJJ, akan ada evaluasi capaian pembelajaran selama belajar online dan PAT yang slama ini blm pernah dibahas. Apreasi untuk Pemkot dengan adanya pedoman itu akan ada skema pembelajaran ajaran baru. Yang bisa dipertanggung jawabkan ke publik. Atas hasil evaluasi pola pembelajaran dan pencapaian tatanan pelaksanaan pendidikan siswa selama pendemi dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Menurutnya, pemkot jangan fokus menyiapkan new normal di sektor pnedidikan. Tetapi juga mengevaluasi capaian pmbelajaran selama belajar online. “Tidak ada dgn adanya pedoman PJJ kita bisa tahu bagaimana peniliaan akhir tahun dan penilaian akhir semester nantinya,” katanya.
Ia berharap, pemkot nantinya bisa mempublish ke masyarakat hasil evaluasi capaian pembelajaran sebelum ada pedoman dan pasca model online learning yang dilaksanakan di seluruh tingkatan pendidikan. “Karena masyarakat, khususnya orangtua siswa perlu mengetahui, apa saja yanf sudah dilakukan dan seperti apa hasilnya? Apakah sudah merata sebarannya di seluruh jenjang sekolah di wilayah Kota Bogor dan diperbatasan setelah pemasangan wifi publik,” ungkapnya.
Menurut ASB, pemasangan wifi publik harus dikontrol agar mengetahui apakah seluruh murid memiliki perangkat untuk belajar online.
“Karena hal itu sebagai cara mengukur tingkat keberhasilan program pedomana PJJ dan wifi publik. Hal ini penting dilakukan, agar standar pencapaian hasil pmbelajaran dapat dipertanggungjawabkan. Pemkot pun, harus memastikan semua guru paham dengan metode PJJ dan memiliki kemampuan teknologi dan mampu mnyelenggarakan pembelajaran online seperti dalam pedoman PJJ,” tuturnya.
ASB pun mengingatkan, agar Pemkot lebih berhati-hati karena 1/3 jumlah penduduk kota adalah anak- anak. Atas dasar itu, evaluasi pencapaian pembelajaran di seluruh tingkatan pendidikan selama masa pendemi dan pasca harus jelas tolak ukurnya. ” Bagaimana mekanisme penilaian akhir tahun ajaran dan seperti apa penilaian akhir semester, hal itu perlu disosialisasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Dani Rahadian menuturkan, untuk akses internet telah mendapatkan penanganan atas kolaborasi pemkot Bogor bersama penyedia layanan telekomunikasi. Namun, untuk ketersediaan gadget, Disdik Kota Bogor saat ini tengah mendata jumlah siswa yang tidak memiliki gadget atau kurang mampu. Tercatat, ada 2.010 siswa SD dan 1.232 siswa SMP (jumlah: 3.242 siswa) yang tidak memiliki smartphone,” pungkasnya.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan dana pinjaman dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk daerah sebesar Rp10 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.
Diketahui, pinjaman untuk daerah ini dimaksudkan untuk membantu daerah-daerah yang terdampak pandemi Covid-19 serta mendukung kelanjutan program PEN ke daerah terdampak. Salah satunya adalah Kota Bogor yang mengajukan pinjaman sebesar Rp 2,05 triliun.
Diketahui, Kota Bogor mengajukan pinjaman tersebut untuk membangun Komplek Perkantoran Walikota di kawasan Danau Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur dan revitalisasi area GOR Pajajaran.
Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa Pemkot Bogor masih melakukan kajian komprehensif untuk kebutuhan dan peruntukannya.
“Setelah selesai kajian tersebut maka kita konsultasikan dengan DPRD dan sinkronkan dengan arah Pemerintah Pusat dalam pembangunan infrastruktur PEN pasca pandemi Covid-19,” ujar Dedie kepada wartawan, Senin (21/9).
Menurut dia, kajian internal pemkot nantinya akan menjadi dasar agar dapat menjadi dasar memutuskan kebijakan teknis. “Jadi tim internal berasal dari Bappeda, BKPSDM, Dinas PUPR, Disperumkim dan BKAD,” katanya.
Dedie menargetkan bahwa kajian tersebut dapat rampung pada tahun ini. “Ya, kalau saya sih berharap dapat secepatnya selesai,” harapnya.
Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor, Edy Darmawansyah mengatakan, hingga kini rencana tersebut sama sekali belum dibahas di DPRD. “Sah-sah saja kalau ada rencana itu (pinjaman PEN). Tapi kan belum ada pembicaraan ke arah sana,” tegasnya.
Edy menyatakan, pemkot mestinya mengetahui bahwa DPRD memiliki kewajiban untuk mengetahui dan menyetujui penggunaan dan anggaran yang masuk ke kas daerah. Sehingga, wajib hukumnya pinjaman senilai Rp2,05 triliun itu harus masuk ke dalam APBD.
“Contoh kalau pemerintah bangun gedung pemerintah kan harus masuk APBD. Kecuali investasi. Bila tak masuk APBD ya nggak bisa dicairkan pinjaman itu,” katanya.
Iapun mengaku heran kepada pemkot lantaran belum ada pembahasan dengan dewan, tapi sudah mengajukan pinjaman. “Secara pribadi saya nggam setuju. Pertanyaannya apakah seurgent itu memindahkan pusat pemerintahan? Apakah ini masalah yang harus diselesaikan segera saat pandemi seperti saat ini,” ungkapnya.
Edy menegaskan bahwa proses menggolkan pinjaman tersebut masih panjang lantaran harus terlebih dahulu dibuatkan perda. “Ingat dewan itu punya fungsi budjeting,” tegasnya.
Terpisah, Staf Khusus Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo menjelaskan bahea anggaran PEN ke daerah senilai Rp 10 triliun di tahun 2021 masih belum final pembahasannya. Dengan demikian, ada kemungkinan anggaran tersebut bisa ditambah atau dikurangi.
“Untuk dana pinjaman ke daerah tahun 2021 belum bisa dijawab karena angkanya masih bergerak dan belum final pembahasannya dengan DPR,” kata Yustinus seperti dilansir Kontan.
Sebagai informasi per 13 September 2020 ada delapan daerah yang telah mengusulkan jumlah pinjaman yang diantaranya seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Probolinggo, Sulawesi Utara dan Kota Bogor.
Kemenkeu merinci, di tahun 2020 DKI Jakarta telah mengajukan pinjaman sebesar Rp 3,26 triliun dan di tahun 2021 sebesar Rp 9,42 triliun. Total usulan pinjamannya mencapai Rp 12,69 triliun. Kedua, Provinsi Jawa Barat yang telah mengajukan pinjaman sekitar Rp 1,81 triliun di tahun 2020 dan Rp 2,09 triliun untuk di tahun 2021. Sehingga total usulan pinjaman mencapai Rp 3,91 triliun.
Ketiga, Provinsi Banten telah mengajukan pinjaman sekitar Rp 856,27 miliar di tahun 2020 dan Rp 4,13 triliun untuk tahun 2021. Sehingga total pinjaman yang diajukan sekitar Rp 4,99 triliun. Keempat, Provinsi Gorontalo mengajukan pinjaman sebesar Rp 1,54 triliun untuk tahun 2020 dan 2021.
Kelima, Provinsi Sulawesi Selatan yang mengajukan pinjaman PEN sebesar Rp 1,95 triliun untuk tahun 2020 dan Rp 1 triliun di tahun 2021. Total usulan pinjaman mencapai Rp 2,95 triliun.
Kemudian yang keenam adalah Provinsi Sulawesi Utara yang mengajukan pinjaman sekitar Rp 988,66 miliar tahun 2020 dan Rp 37,34 miliar di tahun 2021. Sehingga total pinjamannya mencapai Rp 1,02 triliun. Ketujuh, Kota Bogor yang juga mengajukan pinjaman PEN sebesar Rp 2,05 triliun. Sedangkan yang kedelapan adalah Kota Probolinggo dengan total usulan pinjaman PEN sebesar Rp 138,58 miliar.