30 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1492

Razia Gabungan Cegat Pengendara tak Bermasker

0

Kemang  | Jurnal Inspirasi

Pemerintah terus mengimbau masyarakat taat menggunakan masker guna menekan penyebaran Covid-19. Pada Rabu (23/9) jajaran TNI/Polri dan Satpol PP, merazia pengendara yang tidak menggunakan masker, di Jalan Raya Atang Sandjaja, Kelurahan ATS, Kecamatan Kemang.

Danramil 2115/ Kemang, Kapt Inf, Tatang Taryono mengatakan, sweeping gabungan TNI/Polri dan Satpol PP kali ini bukanlah memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Petugas TNI/Polri memeriksa kelengkapan masker saat berkendara baik roda dua maupun roda empat di sejumlah ruas Jalan Raya Atang Sandjaja.

“Hari ini razia gabungan difokuskan di Jalan Raya Atang Sandjaja, yang bertugas hari ini Anggota Koramil 2115 /Kemang, TNI AU Lanud Atang Sanjaja, Polsek Kemang, bersama Satpol PP Kecamatan Kemang, sengaja mengedukasi langsung masyarakat. Anggota di lapangan memberikan edukasi masker dapat menekan penularan Covid-19, nyatanya masih banyak masyarakat yang belum sadar. Hari ini kita turun langsung, mengedukasi dan merazia masker kepada yang tidak menggunakan saat berkendara,” ujarnya di lokasi.

Masih kata Danramil, TNI dan Polri bersama Satpol PP Kecamatan Kemang, bekerja sama ikut turun ke jalan untuk merazia pengendaraan yang tidak memakai masker, bila ditemui ada pelanggar akan di beri sanksi ( hukuman) ringan peringatan dengan sanksi sosial, seperti, menyanyikan lagu kebangsaan dan membaca Pancasila, baik yang roda dua maupun roda empat mengatakan bahwa ini demi menjaga kesehatan masyarakat dan pihaknya ingin turut serta membantu pemerintah menanggulangi penyebaran virus Covid-19

“Ayo, kita dukung pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan menggunakan masker adalah salah satu caranya menjaga virus virus pada saat berkendaraan atau berjalan. Saya beserta Kapolsek dan Camat Kemang tidak bosan mengimbau masyarakat, khususnya warga kecamatan Kemang tetap menjalankan protokol kesehatan. Dengan demikian, penularan virus Corona dapat ditekan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Hujan Lebat dan Es Guyur Kemang

0

Kemamg  | Jurnal Inspirasi

Hujan lebat dan angin kencang yang disertai butiran es terjadi di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (23/10). Sejumlah warga membenarkan telah terjadinya fenomena alam itu di wilayahnya yang berlangsung sekitar 40 menit. Es yang jatuh dari langit berbentuk butiran seukuran kelereng kecil.

“Tadi hujannya tiba-tiba turun dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan butiran es seukuran kelereng kecil, saya kaget dan angin kencang terdengar menggemuruh, saya masuk kedalam dan berkumpul dengan keluarga sembari berdoa supaya tidak terjadi apa-apa,” ujar Anto, warga Desa Kemang kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Di tempat terpisah, Andi Sukatma, warga Desa Parakan Jaya menuturkan, awalnya langit terlihat gelap dari arah Kota Bogor mengarah ke wilayah Kabupaten Bogor, sekitar pukul 17.05 WIB, hujan deras mengguyur wilayah Kemang, saat hujan deras mengguyur selain disertai butiran es, juga diikuti kilatan petir dan gemuruh serta angin kencang.

“Saya sempat kaget juga ada hujan es, begitu juga para tetangga karena belum pernah terjadi di kampung kami, alhamdulillah tidak ada musibah di wilayah kami,” tutur Andi.

Ajid (34), warga lainnya di Kampung Pabuaran,  Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, awalnya mengira bagian genting rumahnya ada yang bocor karena tiba-tiba diguyur hujan deras. Dirinya mengira genting bocor karena mendengar terus-terusan ada suara benda jatuh di atas genting. Setelah mengecek keluar rumah ternyata hujan es,” kata Ajid.

Ajid  menambahkan, awalnya cuaca cerah dan terasa panas, lalu tiba-tiba langit gelap. Tidak berlangsung lama, hujan mengguyur dengan deras disertai petir dan angin kencang.” Ada sekitar 40 menit hujannya deras, aliran listrik juga mati,” ujar Ajid.

** Cepi Kurniawan

Sekelompok Orang ‘Serang’ Bengkel Suherma

0

Rancabungur | Jurnal Inspirasi

Sejumlah orang tak dikenal melakukan aksi pengrusakan mobil yang berada di sebuah bengkel perbaikan mobil milik Suherma (49) yang berada di jalan Cagak, Desa Rancabungur, Selasa (22/9) malam. Akibatnya beberapa mobil rusak di bagian kaca akibat diserang sejumlah orang pada.

Menurut keterangan Roni (38), teman dari pemilik bengkel, peristiwa pengrusakan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Sekelompok orang datang tiba – tiba ke bengkel mobil milik Suherma dan memecahkan kaca beberapa unit mobil yang ada di bengkel tersebut.

“Bahkan para pelaku melakukan penganiayaan kepada kawan saya (Suherma-red). Hari ini, kami akan buat laporan polisi ke Polsek Rancabungur,” kata Roni, kemarin.

Ia mengatakan  penyerang yang datang menuduh pemilik bengkel telah merolet (aksi slalom/drift) atau memutar mobil secara mendadak saat melaju di jalan raya Cagak. “Infonya salah seorang pelaku penyerang, ada di lokasi jalan tersebut dan sepertinya merasa tersinggung. Padahal kawan saya tidak melakukan hal itu, dan mobil tersebut bukan mobil dia,” kata Roni.

Penuturan serupa disampaikan seorang warga lainnya, yang enggan namanya ditulis. Menurutnya, para pelaku pengrusakan mobil di bengkel, menduga mobil warna pink yang merolet di jalan tersebut adalah milik Suherma. “Karena warnanya sama – sama pink. Padahal mobil yang merolet tersebut bukan milik Suherma. Jadi mereka salah paham,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan perusakan mobil dan penganiayaan terhadap pemilik bengkel mobil di wilayah hukum yang dipimpinnya, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Rancabungur Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tatang hanya memberikan jawaban singkat. “Kasusnya sedang ditangani oleh Reskrim Polsek Rancabungur,” kata dia.

** Cepi Kurniawan

Kapolsek Nanggung Datangi Rumah Reyot di Cimanganten

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Kapolsek Nanggung Iptu Dedi Hermawan bersama jajarannya mendatangi rumah warga yang keadaan rumahnya sangat mengkhawatirkan dan nyaris roboh yang sewaktu-waktu bisa membahayakan penghuninya.

Kedatangan aparat itu untuk memberikan bantuan berupa paket sembako yang diberikan langsung kepada pemilik rumah, Hernih (37), warga Kampung Cimanganten RT 02 RW 11, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung.

“Semoga pemberian ini dapat bermanfaat dan meringankan beban hidup bagi keluarga Bu Hernih. Bantuan yang kita berikan beberapa macam dalam bentuk sembako, meski tidak seberapa mudah mudahan bisa  bermanfaat,” kata Kapolsek Nanggung Iptu Dedi Hernawan kepada wartawan Rabu (23/9).

Ia mengatakan, pemberian bantuannya memang tidak seberapa, tetapi diakuinya, menjabat sebagai Kapolsek di Nanggung ini terbilang masih baru. “Jadi  utamanya adalah silaturahmi sambil sosialisasi sambil memperkenalkan diri terhadap masyarakat. Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, diimbau semua masyarakat untuk terus mengikuti protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara Hernih (37)  menghaturkan terimakasih atas kedatangan orang nomor satu di wilayah hukum Nanggung yang telah menyambangi rumahnya. “Kami tidak mengira bakal kedatangan Pak Kapolsek Nanggung dengan memberikan bantuan sembako. Kami hanya berucap terimakasih semoga kebaikannya dibalas Allah SWT,” ungkapnya.

** Arip Ekon

Dukung TMMD, Kodim 0621/Kabupaten Bogor Terjunkan Ratusan Prajurit

0

Tenjo l Jurnal Inspirasi

Komando Distrik Militer (Kodim) 0621/Kabupaten Bogor menggelar kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 tahun 2020 di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini akan berlangsung selama sebulan dari 22 September hingga 21 Oktober 2020.

Pembukaan TMMD ini dilakukan oleh Bupati Bogor Ade Yasin bersama Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letnan Kolonel (Inf) Sukur Hermanto  berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, kemarin.

Letnan Kolonel (Inf) Sukur Hermanto mengatakan kegiatan TMMD ke-109 di Kabupaten Bogor akan dipusatkan di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo. “Kami akan melakukan pembangunan jalan sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 4 meter dari Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, ke ruas jalan kabupaten di Rewod, Lebak Kanibah Kecamatan Parung Panjang,” kata Sukur.

Dalam menyukseskan operasi TMMD kali ini, jajarannya mengerahkan 150 personel Kodim 0621 ditambah masyarakat sekitar sebanyak 150 orang. ”Ada 300 orang yang akan membangun ruas jalan tersebut,” papar Sukur.

Menurutnya, membuka akses jalan program TMMD merupakan salah satu upaya membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan. “Dalam kondisi bangsa yang saat ini penuh dengan tantangan, maka semangat solidaritas, persatuan dan kesatuan menjadi modal utama kita untuk menghadapi segala tantangan,”ujarnya.

Sementara Dan SSK TMMD Kodim 0621/Kabuputen Bogor Kapten Inf, Agus Purnama Yusup saat memberikan pengarahan, yang bertempat di halaman SDN 04 Kampung Cinyurup Desa Ciomas Kecamatan Tenjo, ada 110 prajurit gabungan dari Yonif 315/Grd, Yonif R-300/Bjw, Lanud ATS serta Dis/Jan/Balak Korem 061/Sk telah siap mendukung pelaksanaan TMMD ke 109 TA. 2020 Kodim 0621/Kab. Bogor.

“Pagi ini sebelum melaksanakan tugas, seluruh prajurit sudah mendapatkan arahan dari beberapa Perwira Kodim 0621/Kab. Bogor. Kami telah memberikan arahan dan penekanan kepada ratusan prajurit sebelum terjun ke lapangan,”terangnya.

Selain itu Kapten Inf, Agus Purnama Yusup yang juga saat ini menjabat dan bertugas sebagai Danramil 2119/Parung Panjang menyampaikan, bahwa TMMD adalah tugas mulia dimana TNI dan rakyat akan bersatu padu dalam wadah kemanunggalan yang erat secara bersama sama membangun fasilitas publik seperti  pembukaan dan pengerasan jalan, rehab masjid dan rehab rumah.

Prajurit harus dapat secara maksimal bekerja bahu membahu agar sasaran TMMD dapat tercapai dengan optimal dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Kampung Cinyurup pada khususnya.

Selain itu Kapten Agus juga menekankan untuk tetap menjaga kode etik keprajuritan, jangan sampai melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dapat merusak citra TNI yang telah terbangun dengan baik sampai saat ini. “Besar harapan target pembukaan akses jalan sejauh 2.560 m ini dan sasaran lainnya dapat tercapai dengan baik tidak lepas dari dukungan Prajurit dilapangan yang bersinergi dengan masyarakat Kampung Cinyurup Desa Ciomas.

** Arip Ekon

Tergerus Air, Jembatan Penghubung Antar Kampung di Pangkaljaya Ambruk

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Akibat gerusan air, jembatan yang menghubungkan Kampung Ciketug dengan Pangkalan di Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung ambruk. Warga Pangkalan yang hendak menuju kampung lain harus memutar lebih jauh dengan melintas ke wilayah  RW 12 sepanjang 1 kilometer.

Aktivitas warga terganggu karena jembatan tersebut digunakan kegiatan sehari-hari.” Sebelum diliburkan anak-anak sekolah biasa menggunakan jembatan ini. Termasuk para santri yang hendak ke Pondok Pesantren  bisa melintas di jalur ini,” kata pemilik Pondok Pesantren Nurul Falah, KH. Husen Mamur kepada wartawan, kemarin.

“Sebanyak 80 santri melintas menggunakan jembatan ini,” terang Husen. “Ambruknya jembatan tersebut karena arus kali Ciketug sangat kencang, sehingga pondasi pada tiang jembatan terkikis dan  porak poranda,” ujarnya lagi, sembari menunjukkan pondasi yang dimaksud.

“Biasanya sejumlah santri termasuk warga yang mengantar anak ke sekolah ya lewat jembatan ini,” sebutnya. Sebelumnya kondisi jembatan yang melintas di atas bentangan kali Ciketug memang sudah mengkhawatirkan. “Padahal usianya  tidak begitu tua sekitar 8 tahun, pondasi jembatan tersebut juga sudah mengalami abrasi,” ucap Kepala Desa Pangkaljaya, Taupik Sumarna.

Hal itu semakin parah ketika hujan turun sangat deras dan arus air kali Ciketug semakin kuat. Panjang jembatan dibangun secara permanen sepanjang 10 meter dan lebar 2 meter. Tak tahu pasti kapan jembatan tersebut dibangun. Namun menurut Taupik, sejak dirinya belum menjabat Kades Jembatan itu sudah ada.

Topik menerangkan, untuk perencanaan dibangun kembali jembatan tersebut, pihaknya mempersilakan warganya untuk diusulkan di Musrenbang yang akan digelar Kamis (24/9).” Jembatan Ciketug bakal dibangun dengan menggunakan Dana Desa pada tahun anggaran 2021 mendatang, “tutupnya.

** Arip Ekon

Rumah Reyot di Cimanganten, Dewan: Ini Masalah Sosial PT Antam Harus Bertanggung Jawab

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Adanya salah satu rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan hingga bisa membahayakan bagi penghuninya yang terletak Kampung Cimanganten RT 02 RW 11, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, ditanggapi anggota DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana. Dia meminta PT. Antam Pongkor bertanggung jawab dalam menangani masalah sosial lingkungan.

Ruhiyat Sujana

Menurutnya, ironis jika masih ada rumah warga dengan keadaan rusak parah yang jaraknya sangat berdekatan dengan perusahaan BUMN yang memproduksi tambang emas. ” Ini masalahnya soal tanggung jawab sosial lingkungan, karena mereka juga punya hak yang sama harus mendapatkan perhatian dari perusahaan,” tegas Ruhiyat melalui selulernya kepada Jurnal Bogor, Rabu (23/9).

Wakil rakyat dari Partai Demokrat ini secara lantang mengatakan, pihak perusahaan dalam pengalokasian progran CSR tentu harus berdasarkan kajian secara matang.” Dan kami juga mempertanyakan berapa besarannya anggaran untuk reklamasi,” beber Ruhiyat.

Sebelumnya dikatakan,  RT 02 RW 11 Ahmad mengaku di daerahnya  tidak semua warga Kampung Cimanganten  memiliki rumah gedong, karena warganya masih hidup dibawah garis kemiskinan. “Warga yang menempati rumah tidak layak huni masih banyak,” kata dia.

Selain rumah Herni, kata Ahmad, rumah Utay, Yanto, Nadi, Acang, Komi dan rumah Apit, kini kondisinya sama tidak layak huni. Namun rumah Herni keadaannya paling parah. “Kalau diitung itung di wilayah RW 11, masih ada belasan rumah kondisi serupa tidak layak huni. Hal ini semua sudah diajukan, dan kami serahkan sama pemerintah desa,” tuturnya.

Staf Desa Bantarkaret  Mamur mengaku data base rumah tidak layak huni di wilayahnya terbilang masih tinggi, sebanyak 200 Rutilahu yang belum dilakukan perbaikan. Termasuk Kampung Cimanganten saat ini belum tersentuh perbaikan Rutilahu. 10 kuota untuk rehabilitasi Rutilahu dari Pemda 2020  termasuk 2 unit bangunan rumah dari PT. Antam kita bangun diwilayah kampung lain, dan sekarang pengerjaannya sudah rampung,” terang Makmur.

“Karena data base Rutilahu di Bantarkaret masih cukup banyak, hal ini untuk memperingan Pemerintah Desa mudah-mudahan dari PT Antam maupun Pemkab Bogor ada penambahan kuota untuk perbaikan  Rutilahu,” tandasnya.

Karena mendesak beberapa waktu lalu, warga kampung Bantarkaret dan Kampung Babakan berswadaya membangun rumah warga yang kondisinya rusak berat.” Sangat berharap ada penambahan jumlah kuota Rutilahu dari perusahaan PT Antam Pongkor,” harap Kepala Desa Bantarkaret, H Hotib.

Sebelumnya, Jurnal Bogor mengkonfirmasi Humas Antam, namun belum merespon hingga berita ini diturunkan.

** Arip Ekon

Duh, Indonesia Resesi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Indonesia dipastikan masuk ke lubang resesi menyusul negara lainnya. Hal ini terlihat dari ramalan perekonomian Indonesia yang akan masuk ke zona negatif pada kuartal III-2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meramal, untuk kuartal III ini, perekonomian Indonesia akan berada di kisaran minus 2,9% hingga minus 1%. Artinya perekonomian Nasional terkontraksi dua kuartal berturut-turut setelah pada kuartal II terkontraksi 5,32%.

Sedangkan untuk sepanjang tahun atau full year perekonomian juga diprediksi akan tetap minus 1,7% hingga minus 0,6%. Hal ini lantaran kontraksi akibat pandemi Covid-19 masih akan berlanjut di semester II tahun ini.

Ini artinya, negatif territory kemungkinan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih berlangsung untuk kuartal IV yang kita upayakan bisa dekat 0 atau positif,” ujarnya melalui konferensi pers virtual, dikutip dari CNBC, Rabu (23/9).

Dari outlook Kemenketerian Keuangan, hampir semua sektor penopang pertumbuhan ekonomi di tahun ini mengalami kontraksi. Hanya konsumsi pemerintah yang tumbuh positif karena berbagai bantuan yang diberikan pada masa pandemi Covid-19 ini.

Berikut Outlook komponen pembentuk PDB 2020:

Konsumsi Rumah Tangga: -2,1% hingga – 1%
Konsumsi Pemerintah: 0,6% hingga 4,8%
Investasi: -5,6% hingga -4,4%
Ekspor: -9% hingga -5,5%
Impor: -17,2% hingga -11,7%


Berikut Outlook Komponen pembentuk PDB Kuartal III-2020:

Konsumsi Rumah Tangga: -3% hingga -1,5%
Konsumsi Pemerintah: 9,8% hingga 17%
Investasi: -8,5% sampai -6,6%
Ekspor: -13,9% sampai -8,7%
Impor: -26,8% sampai -16%.

**ass

Benarkah WFH Berpotensi Percepat Kepikunan?

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Sudah lebih dari enam bulan sebagian besar masyarakat Indonesia melakukan berbagai aktivitas di rumah seperti kerja dari rumah (WFH), belajar dari rumah, dan lainnya, karena imbas dari pembatasan dan pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda. Gaya hidup selama pandemi ini diyakini bisa menjadi salah satu faktor risiko yang mempercepat kepikunan atau demensia.

Ketua Studi Neurobehavior Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dr Astuti menerangkan, terus-menerus berada di rumah bisa membentuk pola hidup tidak sehat karena terlalu lama duduk, rebahan, minim aktivitas fisik, banyak makan camilan tidak sehat dan lainnya.  Gaya hidup tidak sehat itu menjadi faktor pemicu berbagai penyakit seperti hipertensi, strok, diabetes dan lainnya. Penyakit-penyakit tersebut merupakan faktor risiko yang bisa menimbulkan kepikunan.

“Hipertensi, diabetes, dislipidemia, pasca cedera kepala, pendidikan rendah, dan depresi itu bisa menjadi faktor risiko penyakit demensia Alzheimer. Tapi itu termasuk faktor risiko yang bisa dimodifikasi, artinya bisa dicegah,” kata dr Astuti dalam sebuah diskusi tentang demensia dikutip dari RMOL, Rabu (23/9).

Kendati demikian, menurut dr Astuti, perlu ada studi lanjutan yang khusus mengkaji bagaimana keterkaitan gaya hidup tidak sehat selama pandemi Covid-19 dengan risiko kepikunan. Namun yang pasti, penyakit seperti diabetes, strok, maupun hipertensi tidak lagi menjadi penyakit orang tua, namun juga anak muda.

“Sekarang itu banyak yang hipertensi usianya muda-muda, strok juga muda, cedera kepala juga banyak yang muda, diabetes juga. Ini tidak luput dari pengaruh gaya hidup, apalagi masa hidup selama pandemi duduk terus, stres nambah,” kata dia.

Demensia adalah sindrom gangguan penurunan fungsi otak yang memengaruhi fungsi kognitif, emosi dan perilaku aktivitas sehari-hari. Saat ini, di dunia, lebih dari 50 juta orang mengalami demensia. Dr Astuti menyebut, demensia alzheimer atau kepikunan adalah jenis demensia yang terbanyak, sekitar 60-70 persen.

Pikun cenderung dianggap biasa dialami oleh lansia sehingga demensia Alzheimer kerap tidak terdeteksi. Padahal, gejalanya dapat dialami sejak usia muda. Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kepikunan ialah merokok, kecanduan alkohol, memiliki riwayat demensia, hingga pertambahan usia.

**ass

Sexual Consent Dinilai Bisa Terabas Norma Agama dan Budaya Indonesia

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Presentasi yang disampaikan oleh Puska Gender UI kepada mahasiswa baru Universitas Indonesia dalam Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKBM) 2020 mendapat banyak sorotan. Pendekatan Sexual Consent dalam materi presentasi “Peduli, Hindari, dan Cegah Tindak Kekerasan Sexual” berpolemik karena paradigm Sexual Consent bisa menerabas norma agama dan budaya Indonesia.

Kritik perihal Sexual Consent pun diungkapkan Mantan Direktur Kemahasiswaan UI, Kamarudin.  Dia mengaku telah menyaksikan langsung bahwa ada materi itu yang dimuat di akun YouTube resmi milik Direktorat Kemahasiswaan UI. “Menurut saya pendekatan sexual consent (persetujuan para pihak dalam melakukan aktivitas seksual) dalam materi tentang kekerasan seksual itu kontroversial. Apalagi yang disampaikan berasal dari rancangan undang-undang yang belum resmi jadi undang-undang,” ujar Kamarudin dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (22/9).

Menurut Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia ini, banyak koleganya para dosen UI yang juga tidak setuju dengan materi tersebut dan mendukung pihak Direktorat Kemahasiswaan menarik materi tersebut dari akun YouTube. “Banyak teman-teman dosen UI yang tidak setuju dengan materi tersebut,” ujarnya.

Menurut Kamarudin, seharusnya pemateri tidak hanya membingkai materi pencegahan kekerasan sexual dengan pendekatan sexual consent tetapi seharusnya menggunakan pendekatan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, norma-norma agama dan budaya Indonesia. 

Paradigma Sexual Consent, sambung dia, adalah paradigma feminisme liberal barat yang justru memberikan justifikasi untuk menerabas batas-batas norma di Indonesia sebagai bangsa yang menghormati norma agama dan budaya ketimuran.

“Jadi dengan pendekatan sexual consent, tidak penting hukum halal-haram dalam agama, tidak penting melanggar hukum atau tidak, tidak penting apakah itu pantas atau tidak pantas, yang paling penting adalah kedua belah pihak setuju atau consent untuk melakukan aktivitas sex. Ini tentu bahaya,” tegas dia.

Seharusnya, lanjut Kamaruddin, pendidikan seks itu mengajarkan mana yang boleh dan tidak boleh dalam bingkai norma hukum dan agama. Bukan sekadar consent atau persetujuan dua pihak yang menimbulkan sikap permisif terhadap perilaku seks bebas. “Materi pencegahan kekerasan seksual harus komprehensif tidak boleh parsial,” katanya.

Menurut Kamarudin, materi seperti ini  tidak ada ketika dirinya diamanahkan sebagai Direktur Kemahasiswaan UI. “Mungkin Direktur Kemahasiswaan UI saat ini punya misi khusus sehingga materi ini diwajibkan ada untuk mahasiswa baru,” ujarnya.

Kamarudin menyarankan, agar ke depannya pihak Direktorat Kemahasiswaan dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan materi kepada mahasiswa baru sehingga tidak membuat mahasiswa dan orang tua siswa terkejut dan khawatir dengan materi yang disampaikan oleh pemateri. “Saya bersyukur Direktorat Kemahasiswaan UI sudah menariknya. Artinya mereka menyadari ini sebuah kesalahan yang seharusnya tidak dilanjutkan.” ujarnya.

Ke depan, Kamarudin mengatakan, sebaiknya Direktorat Kemahasiswaan UI harus lebih hati-hati dan selektif memilih materi yang disampaikan kepada mahasiswa baru.  “Agar tidak membuat kontroversi dan kekhawatiran terhadap mahasiswa baru dan orang tua,” katanya.

Sebelumnya politikus PKS Al Muzzammil Yusuf mengkritik dengan menyebut kampus UI memberikan edukasi seks bebas kepada para mahasiswa baru. Muzzammil dalam akun Instagram-nya. Dalam video berdurasi 3 menit 14 detik itu, Muzzammil mulanya mengomentari soal pakta integritas yang wajib ditandatangani mahasiswa baru UI tahun 2020. Dia menyebut, pakta integritas tersebut tidak sesuai dengan hak asasi manusia, bertentangan dengan pasal HAM dan dapat mengekang potensi mahasiswa mulai dari potensi akademik hingga organisasi.

Muzzammil kemudian menyampaikan dirinya mendengar sejumlah keluhan dari beberapa orang tua. Keluhan itu terkait adanya pendidikan consensual sex saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Dia juga menyertakan link yang menjadi rujukannya tersebut.

“Saya dengar keluhan dari orang tua murid nanti saya berikan link-nya di sini. Adanya pendidikan consensual sex, seks dengan persetujuan dengan mahasiswa/mahasiswi. Seks yang dianggap tanpa kekerasan yaitu consensual sex dengan persetujuan, dengan kesadaran, dianggap itu seks yang sehat, yang sah dengan konsep consensual sex barat, maka itu bukan kekerasan. Saya kira ini sangat tidak patut untuk dikembangkan diajarkan kepada mahasiswa kita di mana pun di Indonesia ini,” kata Muzzammil dalam rekaman video tersebut.

Namun pihak Universitas Indonesia membantah  materi Sex Consent atau persetujuan seksual dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020 tak mengarah kesitu. UI menegaskan materi itu adalah penggalan dari rangkaian perkuliahan pencegahan kekerasan seksual..

“Kami sudah menyampaikan bahwa informasi yang banyak beredar saat ini dari sepenggal slide yang berjudul sexual consent dalam konteks kekerasan seksual. Jadi pada saat diberikan kepada Maba (mahasiswa baru) jadi slide tersebut adalah satu dari serangkaian, atau banyak slide yang berhubungan dengan banyak tema cegah kekerasan seksual,” kata Kepala Biro Humas dan KIP UI, Amelita Lusia, Selasa (22/9).

Amelita mengatakan materi tersebut guna memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru bagaimana melindungi diri dari kekerasan seksual. Namun, materi tersebut ramai diperbincangkan karena hanya memenggal sebagian dari materi. “Jadi tujuannya itu sebetulnya mata kuliah tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada para mahasiswa baru untuk dapat memproteksi diri mereka. Tapi ternyata ini menimbulkan interpretasi dan asumsi yang berbeda-beda, kalau melihat dari salah satu slide atau slide yang terlepas begitu saja dari rangkaian yang tadi sudah saya sebutkan,” katanya.

Sebelum masuk pada perkuliahan itu, Amelita mengatakan dosen yang bersangkutan, telah lebih dulu menjelaskan tujuan perkuliahan. Apabila ada di antara mahasiswa yang keberatan mengikuti kelas, Amelita menyebut yang mahasiswa baru itu akan diberikan pendampingan. “Sebelum mereka masuk ke materi perkuliahan tersebut itu ada pernyataan dari dosen yang menyampaikan dia akan memberikan penjelasan tujuan perkuliahan untuk apa. Kemudian disampaikan ‘jika anda merasa kurang nyaman mengikuti perkuliahan ini bisa stop dulu, bisa mendapatkan konseling’ jadi ada persyaratan yang sudah disebutkan di awal. Kemudian masuk ke dalam penjelasan-penjelasan tentang apa yang harus kita lakukan untuk mengenali apa yang dimaksud sebagai kekerasan tersebut,” sebut Amelita.

“Masalah ini di UI kan memang ada beberapa pengaduan, nah kita ingin memahami persoal ini. Apa sih kekerasan seksual. Jadi ketika dia masuk ke topik yang memang topik ini memang sensitif, ketika masuk ke topik yang sensitif ada before, kemudian penjelasannya, setelahnya itu satu rangkaian yang diberikan dari materi ini,” tuturnya.

**ass