28.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 14

Cegah Pencemaran, Bank Sampah Barokah Dorong Warga Kumpulkan Minyak Jelantah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bank Sampah Barokah Bogor kembali menggulirkan program ekonomi sirkular bagi masyarakat. Melalui program tersebut, minyak jelantah yang selama ini menjadi limbah rumah tangga dan limbah usaha kuliner kini dapat ditukarkan dengan uang tunai disertai bonus cashback.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis pada Kamis (16/7/2026), Bank Sampah Barokah memberikan bonus cashback sebesar Rp200.000 bagi setiap penyetor yang berhasil mengumpulkan 100 Kg minyak jelantah. Selain bonus, minyak jelantah juga tetap dibayar tunai sesuai ketentuan yang berlaku.

Program ini berlangsung selama satu minggu, yakni mulai 16 hingga 22 Juli 2026. Masyarakat dapat menghubungi Bank Sampah Barokah melalui nomor WhatsApp 0888-0900-2226, termasuk untuk informasi lebih lanjut terkait mekanisme penimbangan, penjemputan, dan pembayaran.

Pengelola  Bank Sampah Barokah, Darga menyatakan, program ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola limbah, khususnya minyak jelantah.

Minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari tanah dan sumber air. Sementara itu, jika dikumpulkan, limbah tersebut memiliki nilai ekonomi karena dapat diolah menjadi biodiesel, sabun, dan produk turunan lainnya.

“Dengan adanya insentif tunai dan bonus, kami berharap semakin banyak warga, pelaku UMKM kuliner, RT/RW, hingga institusi pendidikan yang ikut serta mengumpulkan jelantah. Ini bagian dari upaya kita bersama menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Darga  .

Program ini terbuka untuk umum di wilayah Kota Bogor dan sekitarnya. Masyarakat cukup mengumpulkan minyak jelantah, kemudian menghubungi petugas Bank Sampah Barokah untuk proses selanjutnya. Pembayaran dilakukan secara tunai pada saat penyerahan.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bogor dalam mendorong pengurangan sampah dari sumbernya dan penguatan kelembagaan bank sampah sebagai mitra pengelolaan lingkungan.

Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah meningkat, sekaligus tercipta nilai tambah ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

(Wawan Hermawanto)

Sinyal Keras Bagi PETI , Antam Gelar Patroli Gabungan

0

‎Nanggung l Jurnal Bogor – ‎Kesekian kalinya perusahaan PT Antam tbk, UBPE Pongkor lingkup Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan patroli gabungan guna menertibkan aktivitas para Penambang Tanpa Izin ( PETI).

‎Patroli gabungan bersama Polri dan TNI aksi tegas pun digelar di jantung tambang emas Pongkor untuk menertibkan aktivitas PETI (Penambang Tanpa Izin) yang kian meresahkan. Rabu (15/07/2026),

‎Operasi ini menjadi sinyal keras bahwa negara tidak akan memberi ruang bagi penambangan ilegal di wilayah IUP PT Antam Pongkor.

‎Dalam sambutannya, Kapolsek Nanggung AKP Ano Junaedi menegaskan, patroli kali ini bukan sekadar simbol. “Hari ini kita bergerak dengan tindakan yang jelas, sasaran tegas, dan penegasan nyata,” paparnya

‎Dari pihak perusahaan, Agustinus Toko Susentio alias Koko menekankan bahwa operasi gabungan melibatkan Polri, TNI, Denpom, TNGHS, Satpol PP, Linmas, hingga aparat kecamatan. “Kami mengamankan keselamatan dan keamanan dari ancaman PETI yang melanggar aturan. Operasi ini diharapkan memberi efek nyata,” tegasnya.

‎Langkah ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku penambangan ilegal. Selain merusak lingkungan, aktivitas PETI juga mengancam keselamatan warga dan mengganggu stabilitas kawasan tambang.

‎Sebagai informasi tambahan Patroli gabungan. Dilokasi gunung Cibutak, Pasir Jawa, Cibendel (Muara Kapur). Sejumlah petugas di lokasi membawa sejumlah peralatan. Linggis, Cangkul, Palu, Garpu, untuk menindak tegas lokasi-lokasi sareng para penambang PETI.

Tak hanya itu sejumlah sampah pelastik, botol-botol bekas air minum, ribuan karung bekas yang diduga tempat lokasi para penampang PETI ditemukan cukup banyak di temukan di lokasi. Selain itu aliran sungai yang mengalir ke Sungai Cikaniki diduga kuat berasal dari hulu wilayah lokasi tersebut. Arip Ekon

Tren Baru! Bros Rajutan Kawat Warna-warni Jadi Favorit Anak Muda dan Ibu-ibu Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Dunia fashion lokal Bogor lagi diramaikan aksesoris baru. Bros rajutan kawat warna-warni kini jadi buruan anak muda dan ibu-ibu. Bentuknya kecil, harganya terjangkau, tapi efek “nampol” ke penampilan langsung kerasa.

Dari satu genggaman tangan, terlihat 10 bros dengan desain melingkar. Ada warna kuning, biru, hijau, pink, ungu, hitam dan silver. Bagian tengahnya pakai manik-manik motif “galaksi” yang bikin tiap bros punya karakter beda. Dijamin tidak ada yang kembar persis.

Awalnya banyak yang bikin buat koleksi pribadi. Lama-lama malah jadi usaha. Modalnya simpel: kawat, manik-manik, tang, dan peniti. Tapi hasilnya bisa dipakai buat mempercantik jilbab, kebaya, baju kerja hingga tas.

“Yang dicari orang sekarang tuh unik. Pabrikan semua sama. Kalau handmade kan feel-nya beda, ada ceritanya,” kata Rida Septi Mariasalah, pengrajin bros, Rabu (15/7/2026).

Harga jualnya pun bersahabat. Mulai Rp15.000 – Rp35.000 per pcs tergantung bahan dan kerumitan. Dengan modal di bawah Rp500 ribu, pengrajin sudah bisa memproduksi puluhan pcs dalam seminggu.

Banyak pilihan warna Tinggal pilih sesuai mood dan baju. Makanya ibu-ibu suka borong buat ganti-ganti. Bisa buat acara formal, kondangan, ngantor, sampai daily. Anak muda juga suka buat aksen di outfit OOTD.

Bahkan cocok jadi souvenir karena warnanya beragam dan bros ini mulai dipesan buat souvenir MPLS, arisan, wisuda dan pernikahan.

Sementara pemasaran paling kencang lewat WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Foto produk di atas telapak tangan dengan background natural jadi jurus jitu biar feed makin estetik.

Produk kreatif seperti bros rajutan kawat dinilai mampu menggerakkan ekonomi rumah tangga dan melestarikan kerajinan tangan.

Bros ini contoh UMKM naik kelas. Desainnya kekinian, bahannya lokal, dan bisa menyerap tenaga kerja,

Di tengah gempuran produk import, bros rajutan kawat membuktikan karya tangan anak Bogor masih punya tempat. Kecil bentuknya, tapi besar dampaknya buat ekonomi kreatif.

Buat kamu yang mau tampil beda tanpa menguras kantong, bros warna-warni ini bisa jadi pilihan. Satu bros, seribu gaya.

(Wawan Hermawanto)

Poktan Harapan Jaya Bangun Irigasi Secara Swakelola Melalui P3-TGAI

0

Nanggung l Jurnal Bogor ‎
Saluran irigasi dibangun Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya di Desa Hambaro, Nanggung, Kabupaten Bogor melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) untuk meningkatkan percepatan laju air menuju area pertanian persawahan  Blok Ciparahu dan Blok Daud.

‎‎Pembangunan saluran irigasi tersier secara berkelanjutan berbasis swakelola itu kini tengah berlangsung pengerjaannya.‎

‎”Pembangunan saluran irigasi,  tak hanya memperlancar jalannya air menuju pertanian juga mendukung keterlibatan  tenaga lokal  di lingkungan,  otomatis ekonomi pun berjalan,” kata Ketua Poktan Harapan Jaya Opik Julpikor kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/7/2026).‎

‎‎Melalui swakelola, program P3-TGAI yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum selain meningkatkan swasembada pangan, juga para  petani pun bisa mengkaryakan dan terlibat aktif  dalam melakukan perbaikan  saluran irigasi yang menjadi dasar kebutuhan mereka.‎

‎”Jadi tidak hanya fokus di pertanian, irigasi pun bisa diperbaiki dan dibangun oleh petani itu sendiri,” papar Opik.‎

‎‎Program tersebut kata dia untuk memperlancar aliran air ke sawah sekaligus memberikan tambahan upah harian bagi masyarakat atau petani.

** Arip Ekon

MPLS SDN Cadas Leueur Dihantui Kekhawatiran, KBM Dipastikan Gunakan Terpal

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SDN Cadas Leueur, Nanggung, Kabupaten Bogor, sejumlah murid dan guru dihantui kekhawatiran. Pasalnya,  sudah menjadi pemandangan setiap harinya seperti material genteng hingga plafon berjatuhan akibat gedung sekolah yang nyaris ambruk.‎

“Kami dan para guru setiap harinya merasa was-was aja, gak tenang hingga ketakutan, gedung SDN Cadas Leueur sewaktu-waktu bisa ambruk,” kata Kepala Sekolah SDN Cadas Leueur Juhaeriyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/7/2026).‎

‎Ketakutannya itu khawatir seperti terjadi di SDN Nangela dan Ciketug. Dinas terkait yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor diakuinya sudah tahu perihal kondisi bangunan SDN Cadas Leueur yang sudah tak layak.

“Sebelumnya sudah kami usulkan. ‎Kami anggap gedung SDN Cadas Leueur membahayakan karena kerusakannya  sangat berat. ‎Harusnya 2026 ini gedung SDN Cadas Leueur jadi prioritas pembangunan, karena jelas sudah tak layak,” jelasnya.‎

‎Sekarang ini karena ruang kelas tak layak, dari 270 peserta didik setelah MPLS ini  satu ruang belajar terpaksa dihuni  40 hingga 58 murid. ‎Dari 6 lokal, 3 ruang yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sedangkan 3 lokal  lagi sudah sudah lama tak berfungsi karena rusak berat.‎

‎”Kami tak mau berdosa melihat kondisi bangunan sekolah ini, khawatir ambruk dan menimpa murid kami. ‎Kita tidak pernah tau akan terjadi seperti  apa, antisipasi itu harus dilakukan karena khawatir ambruk seperti SDN Nangela dan Ciketug,” tandasnya.‎

‎”Maka itu kami berencana akan melangsungkan belajar mengajar diluar sekolah  menggunakan terpal,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Bogor Circle Connect Kolaborasi dengan Hotel Sahira Hadirkan Sunset Picnic

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bogor Circle Connect (BCC) berkolaborasi dengan Sahira Butik Hotel menggelar kegiatan Sunset Picnic: Healing, Sunset & Picnic Club di Sahira Butik Hotel, Paledang, Kota Bogor, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama lima jam ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan. Mengusung konsep piknik di ruang terbuka, peserta menikmati berbagai aktivitas seperti permainan, DIY (Do It Yourself), makan bersama, pertunjukan musik DJ, hingga penampilan kembang api.

Dengan dekorasi yang menarik dari Musimpicnik.co. Bogor Circle Connect merupakan komunitas yang mewadahi masyarakat Kota Bogor untuk membangun pertemanan, memperluas relasi, serta mengikuti berbagai kegiatan positif.

“Kami percaya healing itu nggak harus mahal dan jauh. Cukup duduk bareng, lihat sunset, makan bareng, itu sudah cukup bikin hati tenang,” ujar Giri, Admin BCC.

Menurut Nadia, Founder Bogor Circle Connect, kegiatan ini bertujuan menghadirkan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk saling mengenal dan membangun relasi baru.

“Kami ingin anak muda Bogor memiliki ruang untuk bertemu orang baru, memperluas relasi, serta menikmati waktu bersama tanpa tekanan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menghadirkan pengalaman yang positif bagi semua peserta,” kata Nadia.

Salah satu peserta, Ades, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.

“Ini pertama kali saya ikut piknik komunitas. Seru banget, orang-orangnya ramah. Apalagi saat matahari terbenam, pemandangannya cantik banget,” ujarnya.

Bogor Circle Connect berencana kembali menghadirkan berbagai kegiatan komunitas dengan konsep berbeda pada kesempatan berikutnya.

Kegiatan ini juga didukung sejumlah pelaku UMKM lokal, di antaranya Es Kopi Indonesia, Lush & Glow, Kujang Bakery, Dapur Cokelat, Pulut Nyonya Tan, serta beberapa mitra lainnya sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung ekonomi kreatif di Kota Bogor.

Informasi kegiatan selanjutnya dapat diikuti melalui akun Instagram dan Threads @bogorcircleconnect.

(Wawan Hermawanto)

MPLS 2026 Beda! Training Bareng Kang Fajar Bikin Siswa “Go… Melangkah Pasti Lanjutkan Semangatmu”

0

Bogor | Jurnal Bogor
Stop MPLS yang gitu-gitu aja! Tahun Ajaran Baru 2026/2027 datang dengan energi baru.

Trainer Matic resmi meluncurkan Training MPLS 2026 Bersama Kang Fajar, program motivasi yang dijamin bikin siswa baru langsung semangat, pede dan siap jadi versi terbaik dirinya di sekolah.

Dengan tagline keren “Go…MPLS: Melangkah Pasti Lanjutkan Semangatmu”, training ini bukan cuma perkenalan gedung sekolah doang. Tapi ini tentang upgrade mental.

Bukan Ceramah, Tapi “Digetarkan” Semangatnya. Lupain MPLS yang isinya duduk, dengerin, ngantuk😴. Di Training MPLS 2026 bareng Kang Fajar, suasananya beda banget.

Dari foto kegiatan yang dirilis Trainer Matic, keliatan banget vibes-nya: ratusan siswa pakai seragam batik duduk rapi, mata fokus, tangan semangat. Kang Fajar di depan dengan baju biru dan peci, orasi dengan gaya energik yang langsung nyentuh.

“Kami siap membersamai sekolah dalam memberikan Motivasi Belajar Mengajar di Tahun Ajaran Baru. Itu janji Trainer Matic. Dan mereka ngebuktiin,” ungkap kang Fajar, Rabu(15/07/2026)

Siswa diajak ketawa, diajak gerak, diajak mikir: “Gue sekolah buat apa sih? Mimpi gue apa?”. Ada  3 Alasan kenapa sekolah wajib ikut training ini:

1.  Anti Malas-Malasan. Materi dibedah tuntas. Cara ngalahin rasa malas, manajemen waktu belajar, sampai trik fokus di kelas. Cocok banget buat gen Z yang gampang distraksi.

2.  Mental Juara Sejak Hari Pertama: Kang Fajar nancepin mindset “Melangkah Pasti”. Gagal itu biasa. Yang luar biasa adalah terus bangkit. Siswa diajarkan berani bermimpi besar dan punya adab ke guru & teman.

3.  MPLS Paling Diingat: Bayangin, hari pertama sekolah udah disambut motivasi yang nampol. Dijamin siswa gak akan lupa dan langsung punya bonding sama sekolah.

Siapa Itu Kang Fajar?
Dia bukan motivator yang ceramah di atas mimbar doang. Kang Fajar dikenal dekat dengan dunia anak sekolah. Bahasanya membumi, jokes-nya nyambung, pesannya nusuk. Makanya tiap dia tampil, ruangan selalu hidup.

Trainer Matic sendiri sudah dipercaya banyak sekolah untuk mengawal semangat belajar siswa di tahun ajaran baru.

Daftarin Sekolahmu
Kuota untuk MPLS 2026 terbatas. Biar sekolah kamu gak kehabisan jadwal, langsung hubungi: 0857-1818-7313. Karena tahun ajaran baru bukan cuma soal buku baru dan seragam baru. Tapi soal semangat baru. Go…MPLS!. Saatnya siswa melangkah pasti, dan melanjutkan semangatnya sampai lulus nanti.

(Wawan Hermawanto)

Keripik Bawang Si Emak Produk UMKM Kota Bogor Renyah dan Gurih

0

Cilendek | Jurnal Bogor
USAHA camilan tradisional di Kota Bogor kian beragam dengan hadirnya “Keripik Bawang Si Emak” yang didirikan tahun 2025 di kawasan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat. Usaha kuliner rumahan yang diinisiasi oleh Vinda Hangresna, seo rang wanita berusia 53 tahun, sukses menyulap resep keluarga menjadi peluang bisnis menjanjikan.

Mengusung cita rasa yang autentik, produk ini kini mulai menjadi buru an baru para pencinta camilan di Kota Hujan. Meski memulai usaha di usia 53 tahun, semangat Vinda dalam menja ga kualitas rasa tidak kalah dengan perajin kuliner muda. Berawal dari dapur rumahnya di Cilendek Timur, ia fokus mempertahankan teknik pem buatan tradisional untuk memastikan kerenyahan keripik miliknya.

“Saya ingin membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk produktif dan mandiri. Ide membuat Keripik Bawang Si Emak ini muncul karena saya ingin menghidupkan kembali camilan jadul yang sehat dan disukai semua generasi,” ujarnya.

Saat ini, Keripik Bawang Si Emak berfokus pada dua varian rasa ung gulan yang paling diminati masyarakat, yaitu original dan pedas. Keduanya dibuat menggu nakan bumbu dapur alami tanpa bahan pengawet buatan dan sudah dibandrol sertifikat halal. Varian original, menawarkan rasa gurih bawang yang kuat dan asin yang pas, dibanderol dengan harga Rp10.000 per bungkus. Lalu varian pedas memadukan sensasi pedas cabai asli yang menggugah selera, dijual dengan harga ekonomis Rp11.000 per bungkus.

“Kunci kelezatan keripik kami ada pada bahan baku yang segar. Kami tidak memakai perasa kimia. Untuk varian pedas, kami memakai cabai asli, dan varian original meng gunakan bawang pilihan yang melimpah. Kami sengaja menjual dengan harga terjangkau agar semua orang bisa menikmati cami lan berkualitas setiap hari,” jelasnya.

Kehadiran usaha milik Vinda ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan Cilendek Timur. “Alhamdulillah, usaha kecil kecilan ini tidak hanya menyibukkan saya di rumah, tapi juga bisa mem bantu menambah penghasilan kelu arga. Ke depannya, saya berharap Kripik Bawang Si Emak bisa menem bus toko oleh-oleh besar di seluruh Kota Bogor,” tandasnya dengan penuh optimisme. Dedi Ruswandi

Dewan Kritik Rencana Tambah Anggaran Batutulis

0

Bogor | Jurnal Bogor

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menambah anggaran untuk pembebasan enam bidang lahan di kawasan trase jalan baru Batutulis menuai sorotan dari DPRD Kota Bogor. Usulan tersebut dinilai mencerminkan perencanaan proyek yang belum disusun secara menyeluruh sejak awal.

Wakil Ketua IDPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy, mengatakan kebutuhan pembebasan lahan seharusnya telah dipetakan secara komprehensif sebelum proyek dimulai. Menurutnya, pengajuan tambahan anggaran di tengah proses pembangunan menunjukkan adanya kelemahan dalam tahap perencanaan.

“Kalau dilihat dari perencanaannya memang kurang matang. Sampai harus membeli lahan lagi di tengah jalan. Seharusnya seluruh kebutuhan sudah dihitung dan diajukan sejak awal, bukan dilakukan bertahap seperti ini,” ujar Rusli.

Ia menegaskan, proyek-proyek strategis di Kota Bogor harus disiapkan dengan perencanaan yang lebih matang agar tidak memunculkan kebutuhan anggaran tambahan maupun persoalan sosial di kemudian hari.

Rusli berharap kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga setiap kebutuhan proyek dapat dihitung secara menyeluruh sejak tahap perencanaan.

“Ke depan ini harus menjadi evaluasi. Seluruh kebutuhan anggaran harus dijelaskan dari awal sehingga tidak muncul lagi pengajuan tambahan di tengah pelaksanaan proyek,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Bogor mengungkapkan masih terdapat enam bidang lahan yang perlu dibebaskan untuk mendukung pembangunan trase jalan baru Batutulis. Dari jumlah tersebut, dua bidang menjadi prioritas karena berada tepat di area yang berhimpitan dengan jalur proyek, khususnya di bagian ujung jalan keluar.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) telah rampung disusun. Tahapan berikutnya adalah penyediaan anggaran setelah proses penilaian harga lahan (appraisal) selesai.

“DPPT sudah selesai. Yang akan dibebaskan sekitar enam bidang, tetapi untuk tahun ini kami prioritaskan dua bidang terlebih dahulu karena lokasinya langsung bersinggungan dengan trase,” kata Juniarti.

PUPR berencana mengusulkan anggaran pembebasan dua bidang lahan tersebut melalui APBD Perubahan 2026. Namun, sebagai langkah antisipasi apabila usulan tidak dapat terealisasi pada tahun ini, kebutuhan anggaran juga akan dimasukkan dalam APBD murni 2027.

“Insyaallah kami usulkan di APBD Perubahan. Tetapi tetap kami siapkan juga di APBD 2027 sebagai cadangan apabila terjadi pergeseran anggaran. Sementara empat bidang lainnya direncanakan dibebaskan pada 2027,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Polsek Nanggung Salurkan Air Bersih 

0


Nanggung l Jurnal Bogor – ‎Ratusan warga rela mengantre dan menunggu dari sejak pagi demi  mendapatkan pasokan air bersih yang diinisiasi dari Mapolsek Nanggung -Polres Bogor serta berkolaborasi Koramil 2117 Nanggung  dengan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang  bertepatan pada HUT Bayangkara ke -81, Selasa (14/6/2026)

‎Bhakti sosial dilakukan, lantaran sudah hampir dua pekan sumur-sumur di rumah warga menyusut hingga mengering dampak kemarau yang berkepanjangan.

‎Pantauan  Jurnal  Bogor   sejumlah warga diwilayah Desa Kalongliud dan Hambaro lingkup Kecamatan Nanggung mengumpulkan ember atau jerigen untuk mendapatkan jatah air bersih.

‎Program kemanusiaan, diketahui  11 ribu  liter air bersih disalurkan bagi warga di dua desa.” kata Kapolsek Nanggung AKP Ano Junaedi kepada Jurnal Bogor

‎Hasil observasi lapangan akibat kemarau, maka itu dua unit  armada tangki bermuatan masing masing 5.500 liter diterjunkan untuk pendistribusian air yang telah  ditunggu  warga di Desa Kalongliud- Hambaro  sejak pukul 08.00 WIB pagi.

‎Penyaluran tersebut, seperti di RW 03 di Desa Kalongliud sekitar 500 ribu Kepala Keluarga (KK) mulai kesulitan untuk mendapatkan sumber air bersih.

‎Belum lagi pendistribusian air di Desa Hambaro, tentu semua harus ter-cover.

‎Ini bagian Polri untuk melayani masyarakat, karena di musim kemarau ini masyarakat sangat membutuhkan layanan pasokan air bersih.” papar Kapolsek

‎Komarudin, salah satu warga, menuturkan sumur-sumur di lingkungannya kerap mengering setiap musim kemarau tiba.

‎”Setiap tahun musim kemarau, maka itu bantuan air bersih yang dikirim untuk meringankan kebutuhan masyarakat tentunya sangat terbantu.” tukasnya Rahman. Arip Ekon