27.9 C
Bogor
Thursday, June 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 14

Ini Penjelasan Dandenpom Bogor Soal Laka Anggota TNI di Cileungsi

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Komandan Denpom III/1 Bogor, Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan mobil dinas TNI dengan pengendara sepeda motor di Jalan Raya Cileungsi–Jonggol, yang viral di Media Sosial (Medsos) belum lama ini.

Letkol Cpm Anggi mengatakan, bahwa mobil dinas TNI yang terlibat kecelakaan tersebut dikemudikan oleh anggota Yonpomad.

​”Ya, benar ada kejadian laka lantas di Cileungsi yang melibatkan anggota Yonpomad. Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” katanya kepada Wartawan, Selasa (19/05/2026).

​Anggi menerangkan, peristiwa di Jalan Raya Cileungsi–Jonggol tersebut bermula saat mobil dinas Yonpomad melaju dari arah Jonggol menuju Cibubur. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, seorang pengendara sepeda motor yang melaju searah menyalip mobil dinas tersebut dari sebelah kiri.

​”Saat menyalip mobil dinas Yonpomad, di depan pemotor tersebut ada truk. Akibatnya, pemotor itu terjatuh ke sebelah kanan. Pengemudi mobil dinas kaget lalu membanting setir ke kanan. Nahas, dari arah berlawanan ada sepeda motor lain sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ungkapnya.

​Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto menambahkan, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Permata Jonggol, sesaat setelah kecelakaan terjadi.

​”Makanya, setelah terjadi tabrakan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Permata. Alhamdulillah, kondisi korban sekarang sudah sadar,” jelasnya.

Anggi mengungkapkan, bahwa kedua belah pihak kini telah bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Pengemudi mobil dinas yang menabrak juga telah bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

​”Pihak keluarga menyatakan mereka mau menyelesaikan secara kekeluargaan, dan pengemudi yang menabrak tadi pun sudah bertanggung jawab,” ungkapnya.

​Sebelumnya, peristiwa kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan kendaraan jenis Maung milik oknum TNI dan pengendara sepeda motor di Jalan Raya Cileungsi–Jonggol sempat viral di media sosial.

​Dalam video berdurasi 30 detik yang diunggah di Facebook pada Senin (18/5/2026), terlihat dua orang berseragam loreng dibantu warga setempat tengah mengevakuasi korban yang tergeletak.

Akun bernama @Junaedi Jun yang mengunggah video amatir tersebut menyebutkan bahwa kejadian berlangsung di wilayah Setu Tunggilis, Kecamatan Cileungsi.

​”Kejadian di Tunggilis jam 09.05 WIB, innalillahi,” tulisnya dalam unggahan tersebut. n Noverando H

Caption; Tangkapan layar video viral di Medsos terkait kecelakaan lalu lintas di Cileungsi, yang melibatkan

RSUD R. Moh. Noh Nur Berbagi Tips Seputar Mata Merah dan Penggunaan Obat Tetes Mata

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Keluhan mata merah masih sering dianggap sebagai gangguan ringan oleh masyarakat sehingga tidak sedikit yang langsung menggunakan obat tetes mata tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu. Padahal, mata merah atau hiperemia konjungtiva dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari iritasi ringan, alergi, infeksi virus dan bakteri, sindrom mata kering, hingga penyakit yang lebih serius seperti keratitis, uveitis, maupun glaukoma akut yang berisiko mengganggu penglihatan secara permanen apabila tidak ditangani dengan tepat. Sebagai bentuk peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang melalui dr. Diniar Syabillania memberikan penyuluhan mengenai pentingnya penanganan mata merah secara tepat pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam edukasi tersebut dijelaskan bahwa penggunaan obat tetes mata secara sembarangan, terutama yang mengandung steroid tanpa pengawasan tenaga medis, dapat menimbulkan dampak serius. Steroid pada mata diketahui dapat meningkatkan tekanan intraokular, memperburuk infeksi virus maupun jamur, memperlambat proses penyembuhan luka pada kornea, hingga meningkatkan risiko terjadinya glaukoma dan katarak apabila digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, penggunaan antibiotik tetes mata tanpa indikasi yang tepat juga dapat memicu resistensi bakteri dan menyebabkan pengobatan menjadi kurang efektif.

“Setiap mata merah memiliki penyebab yang berbeda sehingga penanganannya pun tidak bisa disamaratakan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui sumber keluhan secara pasti. Penggunaan obat tetes mata tanpa diagnosis yang jelas justru dapat memperburuk kondisi mata dan meningkatkan risiko komplikasi,” jelas dr. Diniar Syabillania.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya pada mata merah yang memerlukan pemeriksaan segera ke fasilitas kesehatan, seperti nyeri hebat pada mata, penglihatan kabur atau menurun mendadak, sensitif terhadap cahaya berlebihan, keluarnya sekret berwarna kuning atau hijau, riwayat trauma mata, paparan bahan kimia, hingga keluhan yang disertai mual dan sakit kepala berat. Gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi kegawatdaruratan mata yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan penglihatan permanen.

Selain edukasi mengenai bahaya penggunaan obat tetes mata tanpa indikasi, masyarakat juga diimbau menerapkan langkah penanganan awal yang aman apabila mengalami mata merah ringan akibat iritasi atau kelelahan, seperti mengurangi paparan layar gadget dalam waktu lama, menghindari kebiasaan mengucek mata, menjaga kebersihan tangan, melakukan kompres dingin, serta menghentikan sementara penggunaan lensa kontak. Namun demikian, masyarakat tetap dianjurkan untuk tidak melakukan pengobatan mandiri berkepanjangan tanpa pemeriksaan tenaga kesehatan.

Melalui edukasi kesehatan ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap masyarakat semakin memahami bahwa mata merah bukan kondisi yang selalu ringan dan memerlukan penanganan berdasarkan penyebabnya. Pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi, mempertahankan fungsi penglihatan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata.

(yev/cc)

Trase Baru Batutulis Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir Oktober

0

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat resmi memulai pembangunan fisik trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, yang ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Proyek strategis ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus menata kawasan heritage Batutulis menjadi destinasi wisata baru, aman, dan terintegrasi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pembangunan dimulai setelah proses serah terima pekerjaan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kepada kontraktor pelaksana, PT Promix Prima Karya, Rabu (13/5/2026).

“Alhamdulillah Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan proses lelang konstruksi. Kini pembangunan fisik trase baru Jalan Saleh Danasasmita resmi dimulai,” ujar Dedie Rachim.

Proses tahapan menuju pembangunan ini diawali dengan pembebasan lahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang selanjutnya dilaksanakan proses lelang pekerjaan oleh Pemprov Jawa Barat. Setelah menunggu kurang lebih satu tahun, lahan seluas kurang lebih 4.900 meter persegi ini mulai dikerjakan dengan target pengerjaan selama 163 hari kalender hingga akhir Oktober 2026.

“Total anggaran adalah Rp21,2 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. Kemudian item pekerjaan terdiri dari pembangunan konstruksi, termasuk juga penguatan tebing dan jalur pedestrian,” ucap Dedie Rachim.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Jawa Barat yang sudah melaksanakan proses pelelangan. Di luar pengerjaan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, juga dilaksanakan pekerjaan tambahan untuk membuat Leuweung Batutulis serta area taman di eks jalan lama yang tidak lagi digunakan. Sehingga nantinya lokasi tersebut menjadi satu area antara jalan, leuweung, dan taman.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, berharap ke depan kawasan ini menjadi satu kesatuan sehingga dapat menjadi destinasi baru.

“Pekerjaan ini meliputi pembangunan jalan, taman di Leuweung Batutulis, serta pedestrian di Sumur Tujuh. Semoga pekerjaan ini bisa menjadi destinasi baru bagi Kota Bogor, khususnya kawasan heritage di Kota Bogor,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengucapkan syukur atas seluruh proses yang telah selesai dilaksanakan hingga dimulainya pembangunan jalan baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita.

“Alhamdulillah pekerjaan di kawasan ini tidak hanya konstruksi jalan, tetapi juga ada pedestrian, taman di area trase baru, dan Leuweung Batutulis. Jadi pembangunan ini nantinya menjadi satu kawasan yang terintegrasi. Mudah-mudahan ini akan menjadi salah satu destinasi wisata baru, khususnya di kawasan Batutulis atau kawasan yang menjadi heritage Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.

Pembangunan jalan ini akan dilaksanakan sepanjang 300 meter serta mencakup beberapa item terkait Leuweung Batutulis, pedestrian, dan fasilitas lainnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memastikan pengerjaan konstruksi segera berjalan dengan mobilisasi alat berat yang dimulai pada pertengahan Mei 2026. Ia juga menegaskan adanya pelibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan.

Pemkot Bogor sudah melakukan komunikasi dengan Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR). Pemprov akan melakukan loading alat berat mulai Jumat (15/5). Selain itu, akan ada 15 hingga 20 warga lokal yang dilibatkan dalam pengerjaan.

“Tadi pihak ketiganya dari provinsi kita telepon, mulai besok melakukan loading barang, penurunan alat berat. Itu tentu warga masyarakat harus terinformasikan dan tersosialisasikan. Kedua, informasi dari Pak Kadis DBMPR Provinsi kemarin juga sempat memberikan mandat langsung kepada saya untuk merekrut tenaga kerja lokal, 15 sampai 20 oranglah secukupnya,” ujar Jenal Mutaqin saat meninjau Jalan Saleh Danasasmita, Bogor Selatan, Kamis (14/5).

Meski begitu, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa pekerja yang dilibatkan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Mereka bisa menjadi pekerja kasar, kernet, atau tenaga lainnya. Karena itu, RW, lurah, dan camat ditugaskan untuk mendata warga yang akan dipekerjakan.

“Aparat wilayah harus memastikan yang bersangkutan memang siap produktif dan bekerja untuk melakukan aktivitas,” katanya.

Jenal Mutaqin juga menjelaskan, kontraktor pemenang lelang proyek pembangunan trase baru tersebut memastikan pekerjaan rampung pada Oktober mendatang dan sudah bisa digunakan.

“Besok hanya loading alat berat. Tadi saya telepon, informasinya seperti itu. Sambil kita pantau nanti. Pak Camat, Bu Lurah, insyaallah tiap hari bersama LPM juga nanti akan terus memantau, seperti apa progres dan sosialisasi ke masyarakat,” tegasnya.

Jalan Saleh Danasasmita memang menjadi akses vital bagi masyarakat. Salah satunya untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat pada November mendatang.

“Hotel Green Forest yang merupakan salah satu venue kegiatan perlombaan Porprov. Kebetulan Bogor jadi tuan rumah dan salah satu venue-nya ada di Pamoyanan, di Hotel Green Forest,” katanya.

Rupiah Anjlok, Eksportir Dapat Penyeimbang Tekanan Biaya

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Dewan Pengurus Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK Apindo) Kabupaten Bogor memberikan tanggapan realistis terkait dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap sektor dunia usaha. Meski di satu sisi dinilai menguntungkan sektor orientasi ekspor, kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa fluktuasi mata uang ini tidak serta-merta mendatangkan lonjakan keuntungan (booming profit) bagi para pengusaha.
​Ketua DPK Apindo Kabupaten Bogor, Rizal SAH., mengungkapkan bahwa dampak pelemahan rupiah sangat bergantung pada karakteristik dan struktur bisnis masing-masing perusahaan. Bagi industri yang masuk dalam kategori net importir—terutama yang ketergantungan terhadap bahan baku, mesin, atau komponen impornya masih tinggi—situasi ini menjadi tekanan berat.
​”Pelemahan rupiah tentu memberi tekanan bagi pengusaha yang net importir. Biaya produksi dipastikan naik dan margin keuntungan berpotensi tertekan,” ujar Rizalsah dalam keterangan tertulisnya.
​Ia menambahkan, pengusaha net importir kini dihadapkan pada dilema yang sulit. Sebagian kenaikan biaya produksi mau tidak mau harus diteruskan ke harga jual produk. “Namun langkah itu tidak selalu mudah, karena pengusaha juga harus menjaga daya beli pasar yang saat ini sedang menantang,” jelasnya.
​Dampak Bagi Sektor Eksportir
​Di sisi lain, Rizalsah tidak menampik bahwa bagi perusahaan net eksportir, pelemahan mata uang garuda ini di atas kertas memberikan keuntungan tersendiri. Pendapatan dalam denominasi dolar AS akan bernilai lebih besar saat dikonversi ke dalam mata uang rupiah.
​Kendati demikian, Rizal SAH. meluruskan persepsi publik bahwa seluruh eksportir otomatis meraup untung besar. Sektor yang relatif diuntungkan biasanya adalah industri berbasis ekspor yang memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) atau kandungan lokal yang tinggi. Ia mencontohkan sektor komoditas, perkebunan, perikanan, furnitur, alas kaki, tekstil dan garmen tertentu, serta manufaktur ekspor.
​”Tetapi tidak semua eksportir otomatis mengalami booming profit. Hal itu sangat tergantung pada struktur biaya masing-masing perusahaan, porsi bahan baku impor yang digunakan, kepemilikan utang valuta asing (valas), serta kondisi permintaan pasar ekspor itu sendiri,” tegasnya.
​Kondisi Riil Perusahaan Regional
​Sebagai gambaran nyata di wilayah Kabupaten Bogor, Riza SAH. mencontohkan kondisi yang dialami oleh perusahaannya sendiri, di mana porsi pasar ekspor bergerak di angka sekitar 50 persen.
​Meskipun pelemahan rupiah diakui membantu mendongkrak pendapatan dari lini ekspor, situasi tersebut tidak lantas membuat kinerja keuangan perusahaan melonjak drastis tanpa hambatan. Tekanan dari pos-pos pengeluaran lain tetap membayangi operasional industri.
​”Bagi perusahaan kami yang sekitar 50 persen ekspor, pelemahan rupiah memang membantu dari sisi pendapatan ekspor. Namun, kami tidak menyebutnya sebagai booming profit,” kata Rizal SAH.
​Menurutnya, keuntungan dari selisih kurs tersebut habis terserap untuk menutupi kenaikan pos biaya lainnya yang ikut merangkak naik akibat efek domino ekonomi global.
​”Kami tetap menghadapi tekanan dari biaya bahan baku, biaya logistik, energi, serta dinamika kondisi pasar. Jadi, (pelemahan rupiah) ini lebih tepat disebut sebagai penyeimbang sebagian terhadap tekanan biaya, bukan lonjakan keuntungan otomatis,” pungkasnya.n Herry Setiawan

Terkait Hak Informasi, Pemdes Cimayang Dilaporkan ke Komnas HAM

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa (Pemdes) Cimayang secara resmi dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) oleh seorang warga bernama Muamar Hidayatullah.

Laporani dilakukan Muamar melalui kuasa hukumnya, Geri Permana. Pengaduan tersebut lantaran Pemdes Cimayang masih belum juga memberikan hak atas informasi kepada warganya.

Menurut Geri, perilaku Pemdes Cimayang yang hingga saat ini belum melaksanakan Putusan Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat sebagaimana telah dikuatkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung lewat Penetapan Eksekusi yang ditetapkan pada tanggal 2 Februari 2026.

“Jadi patut diduga sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia berupa hak atas informasi yang masuk dalam klasifikasi hak mengembangkan diri,” ucap Geri dalam keterangan tertulis kepada Jurnal Bogor, Senin (18/5/2026).

Ia mengatakan, hak memperoleh informasi merupakan hak setiap orang untuk mengembangkan pribadinya dan lingkungan sosialnya sebagaimana telah dijamin dalam Pasal 28F UUD 1945 dan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Dengan adanya aturan itu, sudah seharusnya Pemdes Cimayang memenuhi hak atas informasi yang dimiliki oleh setiap orang—apalagi dalam meminta informasi tersebut telah dilakukan sesuai tata cara yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik beserta peraturan turunannya,” kata Geri.

Di samping itu, lanjyt dia, tindakan Pemdes Cimayang yang hingga saat ini masih belum juga melaksanakan Putusan dan Penetapan Eksekusi dari PTUN Bandung patut diduga sebagai bentuk perilaku yang menghina Pengadilan (Contempt of Court) sebagai pelaku kekuasaan kehakiman di Indonesia serta bisa merusak prinsip negara hukum.

Untuk diketahui, laporan ini berawal dari permohonan informasi terkait sejumlah dokumen yang memuat informasi penerimaan dan pertanggungjawaban Dana Desa yang dikelola oleh Pemdes Cimayang selama empat tahun terakhir yang diajukan pada tanggal 12 Agustus 2024. Namun karena Pemdes Cimayang tak kunjung memberikan tanggapan, Muamar pun akhirnya menempuh upaya penyelesaian sengketa informasi di Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat dan ke PTUN Bandung hingga terbit perintah eksekusi.

Selain itu, sebelumnya Muamar juga telah melaporkan Pemdes Cimayang kepada Ombudsman Republik Indonesia atas tindakan yang diduga telah melampaui wewenang sebagai bentuk tindakan Maladministrasi. Padahal terdapat larangan bagi pejabat pemerintahan atau badan publik untuk tidak bertindak melampaui wewenang sebagaimana telah diatur dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. (Arie Surbakti)

DPRD Optimistis Bupati dan Gubernur Beri Solusi Terbaik Soal Polemik Tambang

0

Cibinong | Jurnal Bogor

DPRD Kabupaten Bogor terus mencermati dinamika yang terjadi pasca penutupan sementara operasional tambang di Wilayah Bogor Barat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Wakil Rakyat optimistis Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi atau KDM bisa memberi solusi terbaik bagi semua pihak.

“Pasti ada jalan tengah yang menjawab kepentingan semua, baik pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Kami di DPRD mendukung penuh langkah-langkah Pak Bupati dan Pak Gubernur dalam menyelesaikan polemik ini (penutupan tambang),” ucap Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Irvan Maulana kepada Jurnal Bogor, Senin (18/5/2026).

Adapun terkait wacana menempuh jalur hukum, politikus Partai Gerindra ini mengatakan, langkah tersebut merupakan hak konstitusi setiap warga negara. Namun, ia menilai, gugatan hukum membutuhkan proses panjang dan tidak menjamin menjadi solusi untuk menormalisasi operasional tambang.

“Itu langkah pamungkas, dan belum diperlukan. Kebijakan Pak Gubernur ini juga untuk kepentingan yang lebih besar. Supaya perusahaan tambang, terutama yang resmi berizin mentaati semua persyaratan. Pengelolaan tambang harus dilakukan dengan benar dan tidak menimbulkan dampak negatif,” kata Ketua Komisi I yang biasa disapa Ipeck ini.

Ipeck juga memaklumi upaya Pemkab Bogor yang mendorong pembukaan kembali operasional aktivitas tambang di wilayah Kecamatan Cigudeg, Rumpin dan Parung Panjang. Apalagi, lanjutnya, penutupan tambang ini berdampak besar terhadap kehidupan ribuan masyarakat di tiga kecamatan wilayah Bogor Barat.

“Tak hanya itu ada efek domino terhadap proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Sebab, kebutuhan material menjadi terbatas,” ujarnya.

Ketua Komisi I menegaskan, solusi terbaik terkait tambang ini tetap harus selaras dengan kebijakan Gubernur Jabar dan sesuai hasil kajian bersama dari Pemkab Bogor, Pemprov Jabar dan sejumlah Perguruan tinggi.

“Tentunya hanya perusahaan tambang legal dengan perizinan lengkap dan memenuhi kualifikasi yang bisa kembali beroperasi,” pungkas Ipeck.

Untuk diketahui, Pemkab Bogor berupaya mendorong pembukaan kembali operasional tambang di wilayah Kecamatan Cigudeg, Rumpin dan Parung Panjang untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat terdampak.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan diskusi, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa dari ratusan tambang di wilayah Bogor yang ditutup sementara oleh Pemprov Jabar, tercatat hanya ada 34 perusahaan yang mengantongi izin operasional.

“Dari 34 perusahaan itu, yang memenuhi persyaratan hanya 10 perusahaan. Kemudian dari 10 perusahaan itu hanya ada 7 yang benar-benar memenuhi kualifikasi dan persyaratan untuk beroperasi,” kata Rudy Susmanto di hadapan sejumlah awak media, pegiat budaya, dan aktivis Bogor di Cibinong Minggu (10/5/2026) lalu. n-Arie Surbakti

Koperasi Pangan Digas! DKPP Siapkan Mesin Baru Pengendali Harga dan Pemasok MBG

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai tancap gas membangun kekuatan pangan dari akar rumput. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor resmi meluncurkan program pembentukan Koperasi Ketahanan Pangan yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi pangan sekaligus penopang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peluncuran program itu berlangsung di D’Kramba Fish Farm, Kecamatan Bogor Barat, Senin (18/5), dan dihadiri unsur pemerintah, akademisi, pegiat koperasi hingga perwakilan Kementerian Keuangan RI.

Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, menegaskan koperasi tersebut tidak sekadar dibentuk sebagai formalitas, melainkan disiapkan menjadi sistem pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Potensi perikanan, peternakan dan pertanian di Bogor Barat akan dijadikan fondasi utama pengembangan koperasi.

“Ini bukan koperasi biasa. Kami ingin membangun ekosistem pangan yang kuat, mulai dari produksi hingga pengolahan hasilnya. Potensi lele, pertanian dan peternakan di Bogor Barat sangat besar dan harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Dody.

Menurutnya, sektor pangan menjadi isu paling krusial karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penguatan ketahanan pangan tidak bisa lagi dilakukan setengah-setengah.

“Kalau sandang dan papan masih bisa ditunda, pangan tidak bisa. Maka ketahanan pangan harus dibangun serius dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ketua Dekopinda Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat, menyambut positif langkah DKPP tersebut. Ia menilai konsep ketahanan pangan berbasis koperasi menjadi peluang besar untuk menghubungkan potensi produksi di hulu dengan pasar dan industri kuliner di hilir.

Sementara itu, Tenaga Ahli Regulasi dan Risiko Keuangan Kementerian Keuangan RI, Arie Budiman, yang hadir mewakili Menteri Keuangan RI, menegaskan pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap penguatan koperasi dan UMKM, khususnya generasi muda entrepreneur.

Arie menilai koperasi harus diarahkan menjadi koperasi produktif agar benar-benar mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya bergerak di sektor simpan pinjam.

“Pesan Menteri Keuangan jelas, pertumbuhan ekonomi harus menyentuh UMKM dan pembangunan daerah. Entrepreneur muda dan koperasi produsen harus menjadi kekuatan baru ekonomi rakyat,” pungkas Arie.

** Fredy Kristianto

RSUD R Moh Noh Nur Perkenalkan Low Back Pain dan Cara Penanganannya di Panti Werda De Liang Village

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam memperingati Hari Jadi Bogor ke-544 sekaligus Hari Lanjut Usia Nasional, RSUD R. Moh. Noh. Nur telah melaksanakan kegiatan kunjungan dan edukasi kesehatan bertema “Kenali Low Back Pain dan Cara Penanganannya” di Panti Werda De Liang Village, Leuwiliang. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang serta mencegah keluhan nyeri punggung bawah yang sering muncul akibat faktor usia dan aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan (CKG) bagi para peserta, dilanjutkan dengan senam jantung sehat bersama untuk meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan tubuh para lansia. Setelah itu kegiatan dibuka melalui sambutan dari Ketua Tim Pelayanan dan Pengembang Medik RSUD R. Moh. Noh. Nur, dr. Lydia Meilani Puspa Dewi, yang menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia melalui kegiatan promotif dan preventif secara rutin. Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Panti Werda De Liang Village, Nur Azizah Putri, yang mengapresiasi kehadiran tim RSUD R. Moh. Noh. Nur serta berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi para penghuni panti.

Kegiatan kemudian dipandu oleh pembawa acara dan tercatat sebanyak 35 peserta hadir mengikuti rangkaian acara, dengan rekapitulasi hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 25 peserta yang mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan.

Materi edukasi kesehatan disampaikan oleh dr. Eka Pranata, Sp.N., FINS selaku Dokter Spesialis Saraf RSUD R. Moh. Noh. Nur mengenai low back pain dan cara penanganannya. Dalam penyampaiannya, dr. Eka menjelaskan perbedaan antara saraf kejepit dan low back pain, serta beberapa penyebab low back pain seperti kebiasaan kurang bergerak sejak usia muda, melemahnya otot dan tulang pinggang, terlalu lama duduk, radang sendi akibat pengikisan sendi, hingga riwayat cedera. Beliau juga menjelaskan bahwa otot yang jarang digunakan untuk bergerak akan mengalami pengecilan sehingga aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kekuatan tubuh.

“Sebagian besar keluhan low back pain dapat dicegah dengan menjaga aktivitas tubuh tetap bergerak, rutin melakukan peregangan ringan, dan menghindari posisi duduk terlalu lama. Hidup sehat dan mandiri dimulai dari tubuh yang tetap aktif bergerak,” ujar dr. Eka Pranata, Sp.N., FINS.

Dalam sesi tanya jawab, peserta juga aktif berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan seperti keram kaki pada malam hari, vertigo, hingga nyeri tangan pada penderita stroke. dr. Eka memberikan edukasi langsung kepada peserta mengenai pentingnya latihan fisik bertahap, pemeriksaan kesehatan, serta menjaga pola aktivitas sehari-hari agar tubuh tetap bugar dan sehat di usia lanjut.

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Nurzen Ardiansyah, A.Md.Ft selaku Kepala Ruangan Rehabilitasi Medik RSUD R. Moh. Noh. Nur. Pada sesi tersebut peserta diajak mempraktikkan latihan gerakan ringan untuk membantu melemaskan otot pinggang dan paha guna mengurangi nyeri punggung bawah. Gerakan yang diberikan bertujuan untuk membantu lansia tetap aktif serta meningkatkan fleksibilitas tubuh.

“Latihan ringan yang dilakukan secara rutin memiliki manfaat besar untuk membantu mengurangi nyeri dan menjaga kekuatan otot penyangga tubuh. Aktivitas sederhana seperti peregangan dan berjalan kaki sangat baik dilakukan setiap hari,” jelas Nurzen Ardiansyah, A.Md.Ft.

Direktur RSUD R. Moh. Noh. Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS., juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif rumah sakit dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya para lansia. Beliau juga mengaku senang dapat bertemu langsung dan berbagi kebahagiaan bersama oppa dan omma di Panti Werda De Liang Village.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, agar kualitas hidup tetap terjaga,” ungkap dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize dan foto bersama seluruh peserta serta tim RSUD R. Moh. Noh. Nur. Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan tubuh, khususnya kesehatan tulang belakang, sehingga para lansia dapat tetap aktif dan sehat dikemudian harinya.

(yev/cc)

Cerita Kadis PUPR Ada Kasur dan Sofa di Sungai

0

Oleh: Asep Saepudin Sayyev

Jurnal Bogor – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Rr. Juniarti Estiningsih menaruh perhatian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai. Pada moment mengunjungi kegiatan normalisasi Sungai Ciluar di Perumahan Hollywood Residence Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (17/5/2026), dia wanti-wanti agar warga tidak membuang sampah ke sungai.

Warga perumahan ini memang tidak membuang sampah ke sungai karena sudah ada angkutan sampah secara rutin, namun yang dia maksud adalah menghimbau dan mengingatkan bahwa dampak membuang sampah ke sungai itu luar biasa bisa membuat banjir karena air sungai yang seharusnya mengalir normal terhalang sampah.

Sebagian sungai di Kota Bogor diakuinya banyak dipenuhi sampah plastik. Bahkan yang mencengangkan dan tak habis pikir, masih ada warga yang tega membuang kasur hingga sofa ke sungai, termasuk membuang kasur hingga selimut ke selokan atau drainase. Akibatnya air selokan gak bisa mengalir dan mampet hingga akhirnya air meluap ke jalan.

Kadis PUPR ini menceritakan ada solusi jika warga kesulitan membuang barang-barang seperti kasur atau sofa. Warga bisa menghubungi RT masing-masing dan pihak kelurahan untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup atau ke Dinas PUPR pun bisa untuk dilakukan pengangkutan.

Masalahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai itu tergolong masih rendah jika masih ditemukan sampah di aliran sungai. Hal ini memang perlu edukasi yang terus menerus khususnya terhadap warga yang tinggal di bantaran kali.

***

Kompetensi SDM RSUD R. Moh. Noh Nur Ditingkatkan Melalui Pelatihan BTCLS Bersertifikat Kemenkes

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan profesional terus diperkuat melalui penyelenggaraan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang bekerja sama dengan Pro Emergency dan telah terakreditasi A oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata rumah sakit dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan tenaga kesehatan, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan medis dan trauma. Pelatihan dilaksanakan secara blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka, sehingga peserta mendapatkan pemahaman teori sekaligus praktik lapangan secara komprehensif. (13 Mei 2026).

Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., melalui Surat Perintah Tugas resmi, menugaskan tenaga kesehatan untuk mengikuti kegiatan BTCLS sebagai bagian dari penguatan kompetensi sumber daya manusia rumah sakit. Pelatihan Gelombang 1 dilaksanakan pada 11–16 Mei 2026, dan Pelatihan Gelombang 2 dilaksanakan pada 18–23 Mei 2026, dengan sesi online melalui Zoom Meeting dan sesi offline di Aula Hasanudin serta Aula Soekarno Hatta RSUD R. Moh. Noh Nur.

Pelatihan BTCLS ini diikuti oleh tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang dipersiapkan untuk memiliki kemampuan dalam
Bantuan Hidup Dasar (BHD), penanganan pasien gawat darurat, triage pasien, penatalaksanaan gangguan jalan napas dan pernapasan, penanganan trauma kepala, spinal, thorax, abdomen, muskuloskeletal, dan luka bakar, Penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular hingga evakuasi dan transportasi pasien.

Selain meningkatkan keterampilan klinis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya RSUD R. Moh. Noh Nur dalam membangun budaya pelayanan yang responsif, sigap, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan tenaga kesehatan yang terlatih dan tersertifikasi, rumah sakit berharap mampu memberikan pelayanan emergensi yang semakin optimal kepada masyarakat.

Pelatihan BTCLS yang terselenggara bersama Pro Emergency ini juga menunjukkan keseriusan rumah sakit dalam menghadirkan pendidikan dan pengembangan SDM kesehatan yang berstandar nasional. Fasilitas pelatihan yang lengkap, materi berbasis praktik, serta dukungan instruktur profesional menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Bogor Barat.

Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh Nur terus menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit yang tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga pada peningkatan mutu, profesionalisme, dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(yev/cc)