Cilendek | Jurnal Bogor
USAHA camilan tradisional di Kota Bogor kian beragam dengan hadirnya “Keripik Bawang Si Emak” yang didirikan tahun 2025 di kawasan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat. Usaha kuliner rumahan yang diinisiasi oleh Vinda Hangresna, seo rang wanita berusia 53 tahun, sukses menyulap resep keluarga menjadi peluang bisnis menjanjikan.
Mengusung cita rasa yang autentik, produk ini kini mulai menjadi buru an baru para pencinta camilan di Kota Hujan. Meski memulai usaha di usia 53 tahun, semangat Vinda dalam menja ga kualitas rasa tidak kalah dengan perajin kuliner muda. Berawal dari dapur rumahnya di Cilendek Timur, ia fokus mempertahankan teknik pem buatan tradisional untuk memastikan kerenyahan keripik miliknya.
“Saya ingin membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk produktif dan mandiri. Ide membuat Keripik Bawang Si Emak ini muncul karena saya ingin menghidupkan kembali camilan jadul yang sehat dan disukai semua generasi,” ujarnya.
Saat ini, Keripik Bawang Si Emak berfokus pada dua varian rasa ung gulan yang paling diminati masyarakat, yaitu original dan pedas. Keduanya dibuat menggu nakan bumbu dapur alami tanpa bahan pengawet buatan dan sudah dibandrol sertifikat halal. Varian original, menawarkan rasa gurih bawang yang kuat dan asin yang pas, dibanderol dengan harga Rp10.000 per bungkus. Lalu varian pedas memadukan sensasi pedas cabai asli yang menggugah selera, dijual dengan harga ekonomis Rp11.000 per bungkus.
“Kunci kelezatan keripik kami ada pada bahan baku yang segar. Kami tidak memakai perasa kimia. Untuk varian pedas, kami memakai cabai asli, dan varian original meng gunakan bawang pilihan yang melimpah. Kami sengaja menjual dengan harga terjangkau agar semua orang bisa menikmati cami lan berkualitas setiap hari,” jelasnya.
Kehadiran usaha milik Vinda ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan Cilendek Timur. “Alhamdulillah, usaha kecil kecilan ini tidak hanya menyibukkan saya di rumah, tapi juga bisa mem bantu menambah penghasilan kelu arga. Ke depannya, saya berharap Kripik Bawang Si Emak bisa menem bus toko oleh-oleh besar di seluruh Kota Bogor,” tandasnya dengan penuh optimisme. Dedi Ruswandi


