Nanggung l Jurnal Bogor
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SDN Cadas Leueur, Nanggung, Kabupaten Bogor, sejumlah murid dan guru dihantui kekhawatiran. Pasalnya, sudah menjadi pemandangan setiap harinya seperti material genteng hingga plafon berjatuhan akibat gedung sekolah yang nyaris ambruk.
“Kami dan para guru setiap harinya merasa was-was aja, gak tenang hingga ketakutan, gedung SDN Cadas Leueur sewaktu-waktu bisa ambruk,” kata Kepala Sekolah SDN Cadas Leueur Juhaeriyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/7/2026).

Ketakutannya itu khawatir seperti terjadi di SDN Nangela dan Ciketug. Dinas terkait yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor diakuinya sudah tahu perihal kondisi bangunan SDN Cadas Leueur yang sudah tak layak.
“Sebelumnya sudah kami usulkan. Kami anggap gedung SDN Cadas Leueur membahayakan karena kerusakannya sangat berat. Harusnya 2026 ini gedung SDN Cadas Leueur jadi prioritas pembangunan, karena jelas sudah tak layak,” jelasnya.
Sekarang ini karena ruang kelas tak layak, dari 270 peserta didik setelah MPLS ini satu ruang belajar terpaksa dihuni 40 hingga 58 murid. Dari 6 lokal, 3 ruang yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sedangkan 3 lokal lagi sudah sudah lama tak berfungsi karena rusak berat.
”Kami tak mau berdosa melihat kondisi bangunan sekolah ini, khawatir ambruk dan menimpa murid kami. Kita tidak pernah tau akan terjadi seperti apa, antisipasi itu harus dilakukan karena khawatir ambruk seperti SDN Nangela dan Ciketug,” tandasnya.
”Maka itu kami berencana akan melangsungkan belajar mengajar diluar sekolah menggunakan terpal,” pungkasnya.
(Arip Ekon)


