34.6 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 15

Komnas HAM Desak Aktivitas PT PMC di Sukajaya Dihentikan Sementara

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Sengkarut persoalan tanah di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kembali memanas. Konflik agraria tersebut semakin menjadi perhatian menyusul bentrokan antara warga dan massa yang mengawal aktivitas alat berat pada Kamis (6/8/2026).

Sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok tani bersama Aliansi Sukajaya Melawan menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi yang terjadi di wilayah tersebut. Pernyataan itu dibacakan oleh Abdul Haris Semendawai, Komisioner Komnas HAM RI dari Subkomisi Mediasi, setelah melakukan peninjauan lokasi serta berdialog dengan warga.

Dalam pernyataan sikap bersama Kanwil Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat dan Aliansi Sukajaya Melawan, mereka menyoroti kondisi yang disebut sebagai kedaruratan ruang hidup serta meningkatnya ketegangan di tengah masyarakat.

“Mendesak penghentian sementara atau status quo aktivitas PT PMC atas objek sengketa demi mencegah perluasan konflik dan menjamin keselamatan jiwa warga di lapangan sampai terjalinnya mediasi di antara kedua belah pihak,” demikian salah satu poin pernyataan sikap tersebut, Jumat (78/2026).

Selain meminta penghentian sementara aktivitas di atas objek sengketa, mereka juga mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk memfasilitasi proses mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah konflik semakin meluas sekaligus mencari penyelesaian atas persoalan agraria yang telah berlangsung di Desa Sukajaya.

Dalam pernyataan tersebut, pihak yang menyampaikan sikap juga mengutuk segala bentuk kekerasan dan intimidasi yang disebut terjadi dalam konflik tersebut.

Mereka menilai tindakan kekerasan dan intimidasi dapat mencederai hak atas rasa aman warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Abdul Haris mengatakan, pernyataan sikap tersebut disampaikan setelah pihaknya meninjau langsung lokasi dan mendengarkan berbagai masukan dari warga mengenai kondisi yang terjadi.

“Setelah kita meninjau lokasi dan berdialog serta mendengarkan berbagai masukan dan apa yang terjadi hari ini, kami bersama-sama untuk menyatakan sikap,” ujarnya.

Konflik agraria di Desa Sukajaya kini menjadi perhatian karena melibatkan persoalan penguasaan dan pemanfaatan lahan serta berujung pada ketegangan antara warga dengan pihak yang berkaitan dengan aktivitas PT PMC.

Untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan, penyelesaian melalui dialog dan mediasi dinilai menjadi langkah penting. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga diharapkan dapat memastikan keamanan warga serta menjaga agar seluruh proses penyelesaian sengketa berjalan sesuai ketentuan hukum. Yudi

Kemasan Premium Bolen Tembus Pasar Kado Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Tren jajanan bolen kembali menggeliat  di Kota Bogor. Kali ini yang jadi sorotan adalah “Balen”, merek bolen dengan kemasan premium Classic Puff Pastry with Sweet Banana & Cheese.

Produk bolen dikemas dalam box warna coklat kraft dengan desain ilustrasi bolen dan jendela plastik. Di bagian atas box tertera logo Halal Indonesia serta label “HANDMADE – PREMIUM QUALITY”. Isinya terdiri dari 4-5 pcs bolen dengan isian pisang dan keju yang terlihat lumer.

“Kami sengaja bikin kemasannya beda. Biar bisa sekalian buat oleh-oleh dan hantaran. Targetnya bukan cuma dijual kiloan, tapi juga buat kado,” ujar salah satu pelaku UMKM produsen bolen, Lia di GG Kosasih Cikaret, Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Varian best sellernya adalah pisang keju. Perpaduan pisang manis, keju gurih, dan kulit pastry yang garing berlapis jadi alasan kenapa produk ini cepat habis. Harga per box dibanderol mulai Rp35.000 – Rp45.000 tergantung varian.

Pemilik mengaku omzet naik 2 kali lipat sejak menggunakan kemasan premium dan promosi lewat media sosial. Pesanan terbanyak datang dari kantor, arisan, dan pembeli yang cari oleh-oleh khas Bogor.

“Ke depan kami mau tambah varian rasa dan perluas pemasaran online. Harapannya bolen Bogor bisa bersaing dengan produk dari kota lain,” tambahnya.

Dengan kualitas handmade dan standar halal, “Balen” membuktikan jajanan tradisional masih bisa naik kelas dan jadi pilihan camilan kekinian masyarakat.

(Wawan Hermawanto)

Jaga Silaturahmi, ILUNI 95 SMA Rimba Madya Gelar Pengajian Rutin

0

Bogor | Jurnal Bogor
Ikatan Alumni SMA Rimba Madya angkatan 1995 atau ILUNI 95 kembali menggelar pengajian rutin yang dirangkai dengan silaturahmi di Pasirkuda, Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini untuk mempererat persahabatan antarsesama alumni setelah 30 tahun lulus.

Acara yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan ini dihadiri puluhan alumni. Para peserta duduk bersama di atas karpet, berdiskusi dan bertukar cerita masa sekolah sambil menikmati camilan.

Salah satu pengurus ILUNI 95 Dayat menyampaikan, pengajian rutin ini tidak hanya menjadi wadah meningkatkan keimanan, tetapi juga menjaga komunikasi antar alumni agar tetap solid.

“Kami ingin kegiatan ini terus berjalan rutin. Selain silaturahmi, kami juga berencana mengadakan kegiatan sosial yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dan almamater,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

ILUNI 95 SMA Rimba Madya berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tetap. Ke depan, mereka berharap dapat memperluas kegiatan dengan melibatkan lebih banyak alumni dan menggelar bakti sosial di lingkungan sekitar.

Dengan semangat kebersamaan, para alumni optimis ILUNI 95 bisa menjadi wadah yang positif dan memberi dampak baik bagi anggota maupun masyarakat.

(Wawan Hermawanto)

Abah Edo: Ekspedisi Bogor Biru di Pangradin, Demokrat Beri Contoh Kepedulian

0

Jasinga | Jurnal Bogor
Kepala Desa Pangradin Deni Setiabudi alias Abah Edo merespons positif kegiatan Ekspedisi Bogor Biru #5 DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor di Desa Pangradin, Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8/2026). Pihak desa mengaku terbantu dan bisa memberi contoh membangun kesadaran masyarakat.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Pembersihan kali memotivasi masyarakat, kepedulian, kesadaran masyarakat. Sampah memang tidak boleh dibuang ke kali,” jelasnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor UPT Jasinga membantu mengangkut sampah dari sungai

Apalagi dari Pemerintah Kabupaten Bogor juga memiliki program untuk menjaga lingkungan sehingga nanti bisa berkolaborasi. “Insya Allah ke depan bebas sampah. Ya, satu langkah awal positif, dan memang masyarakat kami masih minim kesadaran hingga sampah dibuang ke kali atau ke pinggir jalan. Partai Demokrat menginisiasi dan ini upaya bagus ada kepedulian,” jelas Abah Edo.

“Tadi juga ada penanaman pohon, dan disini masih banyak lahan kosong. Juga pengobatan gratis juga membantu, warga hampir 200 lebih datang, progam ini sangat positif. Merasakan manfaat dari Partai Demokrat,” tandasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita ingin agar lingkungan bersih, edukasi kesadaran masyarakat tidak membuang sampah ke sungai perlu dilakukan.

“Yang terpenting adalah kesadaran masyarakat. Jangan sampai pagi kita bersihkan sore harinya dipenuhi sampah lagi. Kalau belum bisa menjaga lingkungan minimal tidak buang sampah ke sungai atau ke tempat yang tidak semestinya,” kata

Dia juga memastikan pada kegiatan dalam rangkan HUT Partai Demokrat ke-25 melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, pihaknya akan membangun tempat pembuangan sampah (TPS) agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

“Tadi kita dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor UPT Jasinga. Nanti akan kami komunikasikan dengan kades, harus ada pembungan sampah disini. Kita usahakan mudah-mudahan di bulan Oktober atau November buat TPS,” jelas Kang Dechan, panggilan akrabnya.

Dia juga memberikan bantuan pembuatan sumur bor karena kemarau panjang membuat banyak masyarakat susah mendapatkan air bersih. “Tadi kami bantu buat pengeboran air, bantuan ke posyandu, kader PKK dan untuk kegiatan Agustusan juga,” jelasnya.

(yev/cc)

Tinjau Korban Terduga Keracunan MBG, Rudy Susmanto Jamin Seluruh Biaya Pengobatan Gratis

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto mendatangi Puskesmas Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (7/8) dini hari, untuk memastikan kondisi warga yang diduga mengalami keracunan makanan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam memastikan seluruh warga mendapatkan penanganan medis secara optimal.

Rudy Susmanto mengungkapkan, dirinya langsung menuju Puskesmas Dramaga setelah menerima informasi mengenai adanya sejumlah warga yang diduga mengalami keracunan di wilayah Kecamatan Dramaga. Di lokasi, ia meninjau langsung kondisi para pasien sekaligus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan terkait penanganan yang sedang dilakukan.

Bupati Bogor menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor bertanggung jawab penuh terhadap pelayanan kesehatan bagi seluruh warga yang terdampak. Karena itu, seluruh biaya pengobatan bagi warga yang diduga mengalami keracunan dipastikan ditanggung oleh Pemkab Bogor. 

Pemkab Bogor juga terus memantau perkembangan kondisi seluruh pasien dan memastikan setiap warga yang menjalani perawatan memperoleh layanan kesehatan terbaik hingga dinyatakan pulih.

“Untuk pengobatan bagi yang terduga keracunan, semua ditanggung oleh Pemkab Bogor. Tentunya kami berikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tegas Rudy.

Selain memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal, Pemkab Bogor juga bergerak cepat melakukan langkah-langkah investigasi guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 29 orang diduga mengalami keracunan makanan, terdiri dari 25 orang pasien lama dan 4 orang pasien baru yang masuk sejak pukul 07.30 WIB. Sebanyak 9 orang direncanakan dapat pulang pada pagi hari setelah kondisi kesehatan membaik. Sementara seluruh pasien tetap dalam pemantauan tenaga medis.

Berdasarkan hasil pemantauan tenaga kesehatan, sebagian besar pasien menunjukkan perkembangan yang baik. Mayoritas dalam kondisi membaik. Seluruh pasien terus dipantau oleh tenaga medis hingga dinyatakan pulih. (*) Dedi

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman: HUT RI Momen Mensyukuri Kemerdekaan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
‎‎Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor dijadikan sarana memperkuat persatuan dan menumbuhkan semangat gotong royong. ‎Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman upaya tersebut untuk mewujudkan cita -cita pembangunan bangsa.

‎‎”Cita-cita pembangunan menjadi bagian dari kewajiban kita selaku generasi penerus,” kata Jani Nurjaman kepada Jurnal Bogor, Kamis (6/8/2026).

‎‎Jani Nurjaman yang merupakan Ketua APDESI Kecamatan Nanggung ini terlihat aktif dan tengah mempersiapkan beragam kegiatan dalam menyemarakkan HUT KRI ke- 81. Peringatan menjadi bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan yang berjuang melawan penjajah sehingga Agustusan menjadi refleksi diri.

Dia berupaya mengedukasi masyarakat terutama kalangan remaja agar tumbuh kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Pemerintah Desa Kalongliud pun pada HUT RI kali ini membuat rangkaian kegiatan dengan terlebih dahulu dibuka acara doa bersama dan pada 17 Agustus 2026 digelar upacara bendera.

‎‎Dengan keterlibatan pasukan pengibar bendera (Paskibra) dari kalangan pelajar tingkat SMP di Desa Kalongliud, juga menjadi bagian untuk memupuk semangat nasionalisme sejak dini.

** Arip Ekon


‎.

Limbahnya Membahayakan dan Cemari Lingkungan, Pengolahan Aki Bekas Diprotes Warga

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor
‎‎Pengolahan aki bekas di Kampung Cipakel di Desa Leuweungkolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor diprotes dan meresahkan warga karena keberadaan limbahnya dinilai membahayakan dan mencemari lingkungan.‎

‎‎Komponen berbahaya dalam komposisi aki kendaraan seperti timbal yang merupakan logam berat beracun yang merusak saraf, darah, dan otak dan asam sulfat yang merupakan cairan sangat korosif yang bisa membakar kulit serta merusak mata.‎

‎Hal ini tentunya sangat meresahkan warga sekitar, bahkan tempat pengolahaan aki bekas tersebut tersebut tidak memiliki pengolahaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan membuang limbahnya ke saluran irigasi.‎

‎‎Kepala Desa Leuweungkolot, Suwardi membenarkan adanya pengolahan aki bekas yang beberapa waktu lalu meresahkan warga sekitar.‎

‎”Oh aki bekas ya, itu yang di Kampung Cipakel kan kemarin sudah ditindaklanjuti  sama Satpol PP Kecamatan ya kemarin,” ujarnya, Kamis (06/08).‎

‎Menurutnya, atas adanya laporan dari warga sekitar, pihak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Cibungbulang telah melakukan penindakan dan peneguran terhadap pemilik usaha tersebut.‎

‎”Perkiraan sudah hampir setahun kayaknya beroperasinya dan kemarin sudah diinstruksikan sama kecamatan sama Kapolsek itu sudah pada turun ke lokasi,” jelasnya.‎

‎Ia mengatakan sejauh ini pihak pengelola sudah melayangkan izin lingkungan, namun pihak desa belum bisa memastikan apakah telah mengantongi ijin dari dinas terkait.‎

‎”Iya itu masih punya warga yang menetap disitu masih ada kerabat dengan Pak RT, kalau izin lingkungan sudah ada dan izin sebagian warga juga sudah ada,” tukasnya.

** Arip Ekon

SDN Sukamaju 08 Rusak, Plafon Harus Ditopang Pakai Bambu

0

Nanggung l Jurnal Bogor ‎
‎Gedung sekolah di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor masih saja dibiarkan rusak meskipun setiap tahunnya seringkali  diusulkan untuk perbaikan. ‎Kali ini, kondisi  gedung SDN Sukamaju 08  di Desa Kalongliud, Nanggung telah lapuk dan plafon terpaksa harus ditopang menggunakan batang  bambu. Hal ini dilakukan bukan tanpa sebab, karena pihak sekolah mengkhawatirkan gedung sekolah yang menahan beban berat itu sewaktu- waktu bisa saja ambruk.‎

‎‎Kondisi bangunan sekolah seperti ini merupakan potret buram fasilitas pendidikan yang membahayakan keselamatan siswa dan guru. Pihak sekolah mengakui kondisi bangunan lapuk membuat mereka tidak tenang, apalagi ketika hujan turun sehingga sejumlah murid pun disarankan untuk pulang ke rumah masing- masing.‎

‎”Keadaannya was-was aja. Ada kekhawatiran  bangunan sekolah itu seketika terjadi ambruk,” kata Kepala Sekolah SDN Sukamaju 08 Tintin kepada  Jurnal Bogor, Kamis (6/8/2026).‎

‎”Mending kalau ambruknya  malam hari. Kebayang gak coba, kalau di jam belajar terus  bangunan itu ambruk mengakibatkan banyaknya korban,” ungkapnya lagi.‎‎

‎Tintin yang sudah tiga tahun menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Sukamaju 08 mengaku, seringkali mengajukan perbaikan  sekolahnya yang sekian hari kondisinya sangat memperihatinkan itu.‎

‎”Sering diajukan pembangunan hingga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. ‎ Bahkan tahun lalu, diusulkan juga  ke anggota Dewan tetapi sudah bulan Agustus ini kabar baik untuk pembangunan gedung sampai hari belum ada realisasinya,” jelasnya.‎

‎Terpisah, Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengaku, gedung SDN Sukamaju 08 yang berada di wilayahya memang termasuk skala prioritas pembangunan melalui usulan di Musrenbang yang digelar di desanya.‎

‎”Dari tahun 2024 -2025 diusulan itu masuk skala prioritas namun sampai hari ini sekolah SDN Sukamaju 08 masih belum ada perbaikan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Gelar Pelatihan, Kementan Bekali Pejabat Pengawas Jadi Pemimpin Adaptif dan Inovatif

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) kembali menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XI Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur sipil negara dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Aparatur yang kompeten, adaptif, dan memiliki jiwa kepemimpinan menjadi kunci dalam mendukung transformasi birokrasi yang berdampak.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa pengembangan kompetensi kepemimpinan merupakan investasi strategis bagi organisasi dalam menghadapi dinamika perubahan dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

“Pejabat pengawas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan dengan implementasi di lapangan. Karena itu, kompetensi kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif menjadi modal penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujar Idha.

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XI secara resmi dibuka pada Senin, (03/08/2026) di BBPMKP secara daring dan diikuti peserta yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hak Asasi Manusia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Transmigrasi, Sekretariat Jenderal MPR RI, Badan Pangan Nasional, BPOM, Basarnas, LKPP, PPATK, Pemerintah Kabupaten Grobogan, serta Pemerintah Kabupaten Sintang.

Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas bukan sekadar memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi ASN, tetapi menjadi proses pembentukan karakter kepemimpinan yang mampu menerjemahkan kebijakan strategis menjadi aksi nyata di lingkungan kerja.

Sukim Supandi

“Pemimpin saat ini dituntut tidak hanya mampu mengelola pekerjaan, tetapi juga membangun kolaborasi, menggerakkan tim, mengambil keputusan secara tepat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Sukim.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan menjalani berbagai tahapan pembelajaran melalui pembelajaran mandiri, e-learning, Pembangunan Komitmen Bersama, pembelajaran klasikal, studi lapangan serta implementasi aksi perubahan untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan.

Selain meningkatkan kapasitas individu, peserta juga didorong menghasilkan aksi perubahan yang realistis, implementatif, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XI, BBPMKP berharap lahir para pemimpin pengawas yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu menjadi motor penggerak perubahan dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

(Restu/BBPMKP)

Adira Expo Merdeka Tawarkan Bunga 1,76 Persen

0

Bogor | Jurnal Bogor

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menggelar Adira Expo di Alun-alun Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada 8-16 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Adira Expo Merdeka Raih Untungnya: Rayakan Kemerdekaan, Raih Promo Spesial untuk Berbagai Kebutuhan”.

Pameran yang akan dilaksanakan di Alun Alun Leuwilianh tersebut rencananya menghadirkan berbagai solusi pembiayaan sekaligus promo menarik untuk masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Head of Regional SSD Jabotabek 1 Adira Finance, Adhika Baluh Sempana, mengatakan Adira Expo merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan pembiayaan yang semakin mudah diakses sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurutnya, Adira Expo tidak hanya menawarkan produk pembiayaan, tetapi juga menjadi ruang konsultasi agar masyarakat dapat menemukan solusi finansial yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Melalui Adira Expo, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar penawaran pembiayaan. Kami ingin menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi, menemukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhannya, sekaligus menikmati berbagai keuntungan dalam satu tempat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Sebagai one stop financial solution, Adira Expo menghadirkan berbagai pilihan pembiayaan, mulai dari mobil baru dan bekas, sepeda motor, hingga pembiayaan multiguna melalui SolusiDana. Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan tim Adira Finance serta mengenal layanan digital melalui aplikasi adiraku dan program loyalitas adirapoin.

Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia, Adira Finance menghadirkan sejumlah promo selama penyelenggaraan Adira Expo. Di antaranya bunga pembiayaan mobil baru mulai dari 1,76 persen per tahun, cashback hingga Rp500 ribu bagi pelanggan terpilih, cashback adirapoin hingga Rp1 juta, layanan approval di tempat, serta berbagai program potongan tenor dan angsuran untuk pembiayaan sepeda motor merek Honda, Yamaha, Piaggio, dan Kawasaki.

Bagi masyarakat yang membutuhkan dana tunai, layanan SolusiDana juga tersedia dengan proses persetujuan sekitar 30 menit, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tak hanya itu, Adira Finance juga kembali menghadirkan program HARCILNAS (Harinya Cicilan Lunas) sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan. Melalui program ini, pelanggan dengan kontrak aktif dapat menukarkan 500 adirapoin melalui aplikasi adiraku untuk memperoleh satu kupon undian.

Sebanyak 36 pemenang akan memperoleh pelunasan seluruh sisa cicilan, sementara 360 pemenang lainnya berkesempatan mendapatkan hadiah berupa pelunasan satu kali angsuran.

Adira Expo juga menghadirkan ekosistem keuangan MUFG yang melibatkan Adira Finance, Bank Danamon, Zurich Asuransi Indonesia, dan Home Credit Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keuangan, mulai dari pembiayaan kendaraan, pembiayaan multiguna, layanan perbankan, hingga perlindungan asuransi dalam satu lokasi.

Adhika berharap kehadiran Adira Expo dapat membantu masyarakat mewujudkan berbagai rencana sekaligus memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan untuk memulai langkah baru.

“Kami mengundang masyarakat untuk datang, berkonsultasi, serta memanfaatkan berbagai solusi pembiayaan dan promo menarik yang kami hadirkan. Kami berharap setiap pengunjung dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dalam mewujudkan berbagai rencananya,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Adira Finance Cabang Leuwiliang, Arief Rusdhianprihatna, mengatakan Adira Expo menghadirkan berbagai merek kendaraan roda dua maupun roda empat yang bekerja sama dengan Adira Finance.

“Di acara ini banyak produk yang kami hadirkan, mulai dari Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, Benelli, Piaggio atau Vespa, Polytron hingga berbagai merek mobil. Seluruh dealer rekanan kami ikut berpartisipasi dalam pameran ini,” ujar Arief.

Ia menjelaskan, salah satu penawaran unggulan yang diberikan adalah bunga pembiayaan mulai 1,76 persen, termasuk untuk produk pembiayaan dana tunai.

“Bagi masyarakat yang mengajukan pembiayaan dana tunai selama Adira Expo dapat menikmati bunga mulai dari 1,76 persen. Ini merupakan pricing yang cukup spesial,” katanya.

Selain itu, Adira Finance juga memberikan potongan angsuran satu bulan untuk pembiayaan motor Honda dengan tenor 23, 29, dan 35 bulan. Konsumen juga akan memperoleh tambahan potongan angsuran sebesar Rp15 ribu per bulan untuk tipe kendaraan tertentu.

Sementara bagi pembelian sepeda motor Yamaha, tersedia program angsuran ringan atau potongan angsuran hingga lima bulan untuk tipe dan ketentuan tertentu.

“Khusus pembiayaan motor Piaggio atau Vespa, kami menghadirkan bunga nol persen atau potongan tenor angsuran hingga tiga bulan untuk tenor 32 bulan. Program bunga nol persen juga tersedia untuk tipe tertentu motor Kawasaki,” jelasnya.

Tak hanya itu, Adira Finance juga menyiapkan cashback sebesar Rp500 ribu bagi pelanggan baru, serta cashback Adira Poin hingga Rp1 juta sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pembiayaan, Adira Finance menyiagakan tim analis di lokasi pameran sehingga proses pengajuan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami juga menyiapkan analis di lokasi agar proses pengajuan pembiayaan bisa lebih cepat sehingga lebih banyak konsumen yang dapat segera memperoleh persetujuan,” ujarnya.

Arief menambahkan, setiap konsumen yang melakukan transaksi selama Adira Expo juga berkesempatan mengikuti program Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas) yang memberikan peluang memperoleh potongan hingga pelunasan cicilan.

“Melalui berbagai promo ini, kami berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan solusi pembiayaan sesuai kebutuhannya sekaligus menikmati berbagai keuntungan yang hanya tersedia selama Adira Expo Merdeka Raih Untung,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto