28.7 C
Bogor
Thursday, June 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 15

RSUD R Moh Noh Nur Perkenalkan Low Back Pain dan Cara Penanganannya di Panti Werda De Liang Village

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam memperingati Hari Jadi Bogor ke-544 sekaligus Hari Lanjut Usia Nasional, RSUD R. Moh. Noh. Nur telah melaksanakan kegiatan kunjungan dan edukasi kesehatan bertema “Kenali Low Back Pain dan Cara Penanganannya” di Panti Werda De Liang Village, Leuwiliang. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang serta mencegah keluhan nyeri punggung bawah yang sering muncul akibat faktor usia dan aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan (CKG) bagi para peserta, dilanjutkan dengan senam jantung sehat bersama untuk meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan tubuh para lansia. Setelah itu kegiatan dibuka melalui sambutan dari Ketua Tim Pelayanan dan Pengembang Medik RSUD R. Moh. Noh. Nur, dr. Lydia Meilani Puspa Dewi, yang menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia melalui kegiatan promotif dan preventif secara rutin. Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Panti Werda De Liang Village, Nur Azizah Putri, yang mengapresiasi kehadiran tim RSUD R. Moh. Noh. Nur serta berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi para penghuni panti.

Kegiatan kemudian dipandu oleh pembawa acara dan tercatat sebanyak 35 peserta hadir mengikuti rangkaian acara, dengan rekapitulasi hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 25 peserta yang mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan.

Materi edukasi kesehatan disampaikan oleh dr. Eka Pranata, Sp.N., FINS selaku Dokter Spesialis Saraf RSUD R. Moh. Noh. Nur mengenai low back pain dan cara penanganannya. Dalam penyampaiannya, dr. Eka menjelaskan perbedaan antara saraf kejepit dan low back pain, serta beberapa penyebab low back pain seperti kebiasaan kurang bergerak sejak usia muda, melemahnya otot dan tulang pinggang, terlalu lama duduk, radang sendi akibat pengikisan sendi, hingga riwayat cedera. Beliau juga menjelaskan bahwa otot yang jarang digunakan untuk bergerak akan mengalami pengecilan sehingga aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kekuatan tubuh.

“Sebagian besar keluhan low back pain dapat dicegah dengan menjaga aktivitas tubuh tetap bergerak, rutin melakukan peregangan ringan, dan menghindari posisi duduk terlalu lama. Hidup sehat dan mandiri dimulai dari tubuh yang tetap aktif bergerak,” ujar dr. Eka Pranata, Sp.N., FINS.

Dalam sesi tanya jawab, peserta juga aktif berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan seperti keram kaki pada malam hari, vertigo, hingga nyeri tangan pada penderita stroke. dr. Eka memberikan edukasi langsung kepada peserta mengenai pentingnya latihan fisik bertahap, pemeriksaan kesehatan, serta menjaga pola aktivitas sehari-hari agar tubuh tetap bugar dan sehat di usia lanjut.

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Nurzen Ardiansyah, A.Md.Ft selaku Kepala Ruangan Rehabilitasi Medik RSUD R. Moh. Noh. Nur. Pada sesi tersebut peserta diajak mempraktikkan latihan gerakan ringan untuk membantu melemaskan otot pinggang dan paha guna mengurangi nyeri punggung bawah. Gerakan yang diberikan bertujuan untuk membantu lansia tetap aktif serta meningkatkan fleksibilitas tubuh.

“Latihan ringan yang dilakukan secara rutin memiliki manfaat besar untuk membantu mengurangi nyeri dan menjaga kekuatan otot penyangga tubuh. Aktivitas sederhana seperti peregangan dan berjalan kaki sangat baik dilakukan setiap hari,” jelas Nurzen Ardiansyah, A.Md.Ft.

Direktur RSUD R. Moh. Noh. Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS., juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif rumah sakit dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya para lansia. Beliau juga mengaku senang dapat bertemu langsung dan berbagi kebahagiaan bersama oppa dan omma di Panti Werda De Liang Village.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, agar kualitas hidup tetap terjaga,” ungkap dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize dan foto bersama seluruh peserta serta tim RSUD R. Moh. Noh. Nur. Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan tubuh, khususnya kesehatan tulang belakang, sehingga para lansia dapat tetap aktif dan sehat dikemudian harinya.

(yev/cc)

Cerita Kadis PUPR Ada Kasur dan Sofa di Sungai

0

Oleh: Asep Saepudin Sayyev

Jurnal Bogor – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Rr. Juniarti Estiningsih menaruh perhatian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai. Pada moment mengunjungi kegiatan normalisasi Sungai Ciluar di Perumahan Hollywood Residence Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (17/5/2026), dia wanti-wanti agar warga tidak membuang sampah ke sungai.

Warga perumahan ini memang tidak membuang sampah ke sungai karena sudah ada angkutan sampah secara rutin, namun yang dia maksud adalah menghimbau dan mengingatkan bahwa dampak membuang sampah ke sungai itu luar biasa bisa membuat banjir karena air sungai yang seharusnya mengalir normal terhalang sampah.

Sebagian sungai di Kota Bogor diakuinya banyak dipenuhi sampah plastik. Bahkan yang mencengangkan dan tak habis pikir, masih ada warga yang tega membuang kasur hingga sofa ke sungai, termasuk membuang kasur hingga selimut ke selokan atau drainase. Akibatnya air selokan gak bisa mengalir dan mampet hingga akhirnya air meluap ke jalan.

Kadis PUPR ini menceritakan ada solusi jika warga kesulitan membuang barang-barang seperti kasur atau sofa. Warga bisa menghubungi RT masing-masing dan pihak kelurahan untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup atau ke Dinas PUPR pun bisa untuk dilakukan pengangkutan.

Masalahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai itu tergolong masih rendah jika masih ditemukan sampah di aliran sungai. Hal ini memang perlu edukasi yang terus menerus khususnya terhadap warga yang tinggal di bantaran kali.

***

Kompetensi SDM RSUD R. Moh. Noh Nur Ditingkatkan Melalui Pelatihan BTCLS Bersertifikat Kemenkes

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan profesional terus diperkuat melalui penyelenggaraan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang bekerja sama dengan Pro Emergency dan telah terakreditasi A oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata rumah sakit dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan tenaga kesehatan, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan medis dan trauma. Pelatihan dilaksanakan secara blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka, sehingga peserta mendapatkan pemahaman teori sekaligus praktik lapangan secara komprehensif. (13 Mei 2026).

Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., melalui Surat Perintah Tugas resmi, menugaskan tenaga kesehatan untuk mengikuti kegiatan BTCLS sebagai bagian dari penguatan kompetensi sumber daya manusia rumah sakit. Pelatihan Gelombang 1 dilaksanakan pada 11–16 Mei 2026, dan Pelatihan Gelombang 2 dilaksanakan pada 18–23 Mei 2026, dengan sesi online melalui Zoom Meeting dan sesi offline di Aula Hasanudin serta Aula Soekarno Hatta RSUD R. Moh. Noh Nur.

Pelatihan BTCLS ini diikuti oleh tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang dipersiapkan untuk memiliki kemampuan dalam
Bantuan Hidup Dasar (BHD), penanganan pasien gawat darurat, triage pasien, penatalaksanaan gangguan jalan napas dan pernapasan, penanganan trauma kepala, spinal, thorax, abdomen, muskuloskeletal, dan luka bakar, Penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular hingga evakuasi dan transportasi pasien.

Selain meningkatkan keterampilan klinis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya RSUD R. Moh. Noh Nur dalam membangun budaya pelayanan yang responsif, sigap, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan tenaga kesehatan yang terlatih dan tersertifikasi, rumah sakit berharap mampu memberikan pelayanan emergensi yang semakin optimal kepada masyarakat.

Pelatihan BTCLS yang terselenggara bersama Pro Emergency ini juga menunjukkan keseriusan rumah sakit dalam menghadirkan pendidikan dan pengembangan SDM kesehatan yang berstandar nasional. Fasilitas pelatihan yang lengkap, materi berbasis praktik, serta dukungan instruktur profesional menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Bogor Barat.

Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh Nur terus menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit yang tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga pada peningkatan mutu, profesionalisme, dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(yev/cc)

KDM Bisa Digugat ke PTUN

0

Bogor | Jurnal Bogor
Polemik penutupan sementara tambang di Bogor Barat memunculkan wacana hukum tentang peluang menggugat kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

“Langkah hukum ini bisa menjadi jawaban bagi warga Rumpin, Cigudeg, dan Parungpanjang, yang menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mencabut moratorium aktivitas tambang yang diberlakukan sejak September 2025 lalu,” kata Praktisi Hukum, Suhendar, S.H, M.M kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ia mengatakan, bagi individu atau kelompok masyarakat yang merasa dirugikan dari kebijakan Gubernur KDM, dapat menguji Keabsahan Surat Gubernur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena merupakan administrasi negara dan kebijakan ini memiliki celah hukum untuk diuji.

Adapun kebijakan penghentian sementara tersebut tertuang dalam Surat Nomor 7920/ES.09/PEREK tertanggal 25 September 2025. Meski bertujuan untuk penataan, fakta di lapangan menunjukkan adanya stagnasi ekonomi yang masif, mulai dari pengusaha tambang berizin hingga rantai pasok material konstruksi nasional.

“Yang pertama adalah Surat Gubernur sebagai Objek Sengketa Tata Usaha Negara (PTUN),” ucap Suhendra.

Menurut Suhendar, berdasarkan Pasal 1 angka 9 UU No. 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebuah surat keputusan dapat menjadi objek gugatan jika memenuhi unsur:

  • Konkret: Surat tersebut secara nyata menghentikan aktivitas tambang di lokasi tertentu (Rumpin, Cigudeg, Parungpanjang);
  • Individual: Ditujukan secara spesifik kepada para pemegang IUP di wilayah tersebut;
  • Final: Surat tersebut sudah memiliki kekuatan hukum yang wajib dilaksanakan sejak tanggal ditetapkan, sehingga menimbulkan akibat hukum.

Kemudian yang kedua, lanjut Suhendar, Pelanggaran Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Gugatan di PTUN dapat didasarkan pada dugaan pelanggaran AAUPB, khususnya:

  • Asas Kepastian Hukum: Para penambang yang telah memiliki izin resmi (legal) merasa haknya dirampas tanpa adanya pelanggaran spesifik yang mereka lakukan secara personal;
  • Asas Kemanfaatan dan Proporsionalitas: Penutupan menyeluruh (gebyah-uyah) yang juga memukul pengusaha berizin dan memutus rantai ekonomi (pekerja bongkar muat, UMKM, hingga industri semen) dianggap tidak proporsional dibandingkan tujuan penataan yang ingin dicapai.

“Yang ketiga adanya Kerugian Riil dan Potensial. Hal ini karena tindakan pemerintah yang menimbulkan kerugian bagi warga atau kelompok tertentu memberikan legal standing (hak gugat) bagi pihak terdampak, ” jelasnya.

Ia menambahkan, perusahaan yang telah menanamkan investasi besar dan memiliki legalitas lengkap berada dalam posisi hukum yang kuat untuk menuntut pembatalan surat tersebut, atau setidaknya meminta pengecualian bagi mereka yang patuh aturan.

“Kebijakan pemerintah dalam melakukan penataan wilayah memang diatur oleh Undang-Undang, namun tidak boleh menabrak hak-hak perdata yang telah diberikan melalui izin resmi sebelumnya,” Suhendar menegaskan.

Dia menceritakan, secara hukum langkah Gugatan PTUN adalah jalur konstitusional yang paling tepat. Pengadilan akan menguji apakah Surat Nomor 7920/ES.09/PEREK tersebut memiliki dasar hukum yang kuat (wewenang), apakah prosedurnya sudah benar, dan apakah substansinya tidak melanggar hak-hak publik dan pelaku usaha yang telah legal.

“Jika ditemukan adanya penyalahgunaan wewenang (detournement de pouvoir) atau tindakan sewenang-wenang (willekeur), maka PTUN berwenang membatalkan surat tersebut,” pungkasnya. n- Asep Sayyev

Manfaatkan Lahan Jadi Produktif, Warga Batutulis Tanam Tanaman Apotek Hidup

0

‎‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Warga dilingkungan RW 04 di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor memanfaatkan lahan menjadi lebih produktif dengan ditanami bermacam tanaman apotek hidup.‎

‎Penanaman bermacam  jenis tanaman obat herbal tersebut agar ada pelestarian sekaligus penghijauan di area Lapangan Pemersatu Batutulis.‎

‎‎”Saat ini yang ditanam seperti jahe merah, kunyit, kencur, daun sirih dan daun pandan,” kata salah satu penggiat lingkungan, Guntur Kepada Jurnal Bogor, Senin (18/5/2026).‎

‎Penataan lahan dengan ditanami bermacam tanaman  obat dengan menggunakan  media tanam polybag itu memanfaatkan bantuan pupuk kompos dari PT Antam.‎

‎”Pelestarian tanaman obat ini, menjadi sarana pengetahuan dan ruang edukasi bagi anak- anak,” paparnya.‎‎

‎Ditengah padatnya penduduk, area lapangan menjadi media penghijauan dan sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak sekolah.‎

‎Tak hanya aktivitas olahraga, nantinya sejumlah murid di sekolah PAUD pun  bisa dikenalkan sejak dini keberadaan bermacam tanaman apotek hidup.‎

‎”Budidaya tanaman obat selain bermanfaat, tentunyan untuk pelestarian dalam menjaga kekayaan alam Indonesia,” tukasnya.

** Arip Ekon

PTPN Periksa Patok Batas Tanah

0

Megamendung | Jurnal Bogor
PTPN 1 Regional II yang berkedudukan di Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini tengah menerjunkan para petugas lapangannya. Mereka yang didampingi satu anggota TNI dari Koramil Cisarua itu untuk melakukan pemeriksaan patok sebagai batas tanah antara tanah HGU dengan tanah adat milik warga, dan batas dengan pihak Perhutani juga TNGP.

Ditemui di Kampung Arca Domas, Desa Sukaresmi, Megamendung, Wanda, petugas dari PTPN mengatakan, kegiatan pemeriksaan tapal batas tersebut merupakan tugas rutin yang selalu dilakukan oleh pihak perkebunan. Hal ini konsisten dilakukannya untuk mencegah terjadinya penyerobotan terhadap batas tanah HGU.

“Sudah tiga hari kita melakukan pemeriksaan patok patok tanah HGU. Patok yang kita periksa adalah patok yang dipasang di perbatasan dengan tanah pihak lain. Seperti perbatasan dengan tanah adat, TNGP, dan Perhutani. Jika patok yang lama hilang, ini kita pasang lagi dengan yang baru, ” ujar Wanda.

Selama melakukan pemeriksaan patok patok tersebut, para petugas PTPN tidak mendapat hambatan dari pihak lain.

“Sudah tiga hari kita melaksanakan tugas ini, dan kita juga dikawal anggota Babinsa dari Koramil Cisarua, juga security dari perkebunan. Hingga saat ini, aktivitas kita berjalan kondusif, ” pungkas Wanda.

** Dadang Supriatna

Minim PJU Hingga Rawan Begal, Warga Ciaruteun Ilir Desak Pemkab Bogor Segera  Pasang PJU

0

‎‎Cibungbulang l Jurnal Bogor
‎‎Warga di lingkup Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor kembali mempertanyakan  Pemkab Bogor yang tak kunjung memasang  Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan lapangan tembak di Kampung Bubulak, Ciaruteun Ilir yang rawan kejahatan begal.‎

‎‎Kepala Dusun 04 Desa Ciaruteun Ilir Wahyudin menyatakan, rencana Pemkab Bogor melalui Dishub akan memasang  PJU hingga kini  belum juga ada realisasinya.‎

‎”Sudah diusulkan sebelumnya, kami bersama para ketua RT lainnya telah mengusulkan untuk segera adanya pemasangan PJU tersebut namun saat ini belum juga ada tanda-tanda kapan PJU itu akan dipasang. ‎30 PJU kami usulkan, namun sudah dipertengahan di bulan Mei 2026 ini, PJU pun tak kunjung dibangun,” kata Wahyudin kepada Jurnal Bogor.‎

Dia mengaku sempat menanyakan ke Dishub terkait progres pengajuan pemasangan PJU, namun sejauh ini infonya masih proses  pengajuan. “‎Kami tanyakan, kata pihak Dishub masih pengajuan,” kata dia.

‎‎Menurutnya, kondisi ini  darurat karena kondisi gelap gulita di jalanan tersebut pengguna jalan kerap khawatir terjadinya  kejahatan kawanan begal.

‎‎”Mengingat minimnya penerangan. Kami minta Pemkab Bogor segera adanya kejelasan untuk rencana pemasangan PJU,” tandas Wahyudin.

** Arip Ekon

Semarak “Teras Active Fun Roller Skate”: Padukan Keseruan Olahraga, Edukasi Nutrisi Anak, hingga Workshop Parenting Membentuk Mental Juara

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menghadirkan kegiatan akhir pekan yang berbobot dan komprehensif bagi keluarga, Teras Junior berkolaborasi dengan Bogor Roller Skate (BROS) Academy dan Penerbit Erlangga sukses menggelar acara “Teras Active Fun Roller Skate” pada Sabtu (16/5) di area eksklusif Teras by Plataran, Summarecon Bogor.

Tidak sekadar ajang rekreasi, acara ini juga membekali para orang tua dengan ilmu parenting yang mendalam serta edukasi nutrisi esensial bagi anak.

Berlangsung secara Invitation Only, acara dimulai sejak pagi hari dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk meluncur bebas dan menikmati serunya bermain sepatu roda. Untuk menambah kemeriahan, pihak penyelenggara juga memanjakan anak-anak dengan berbagai aktivitas interaktif, seperti Coloring Competition, Donut Decoration, hingga fasilitas Kids Corner yang aman dan nyaman.

Memahami tingginya kebutuhan fisik anak-anak yang aktif berolahraga, acara ini turut menghadirkan sesi pemaparan edukatif dari Seku. Sebagai sorotan, Seku diperkenalkan sebagai produk susu whey protein pertama di Indonesia yang diformulasikan secara khusus untuk anak-anak dan remaja berusia 4 hingga 17 tahun.

Terkait hal ini, Anis Fuad, S.Pd, Owner Seku sekaligus Sport Science Consultant, memberikan pandangannya mengenai pentingnya asupan gizi pendamping bagi atlet muda.

“Kami merancang Seku untuk menjawab kebutuhan nutrisi spesifik anak-anak dan remaja yang memiliki aktivitas fisik tinggi. Asupan protein yang tepat sangat krusial tidak hanya untuk pemulihan otot setelah berolahraga, tetapi juga untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara keseluruhan agar dapat terus bergerak aktif dan meraih prestasi maksimal,” jelas Anis Fuad.

Sementara anak-anak asyik beraktivitas, para orang tua diajak menyelami sesi Workshop Parenting yang sangat inspiratif bersama narasumber ahli, Vidya Dwina Paramita (@vidyadparamita). Sesi yang didukung oleh Rimba Kenari dan Filosofi Montessori Indonesia ini mengangkat tema “Parenting VOC vs Parenting Kekinian: Yang mana yang membawa anak kita bermental juara?” untuk mengupas formulasi pola asuh terbaik dalam mencetak generasi yang tangguh.

Pemilihan lokasi acara di Teras by Plataran Summarecon Bogor terbukti sangat mendukung jalannya seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak massa dan aktivitas fisik ini.

“Teras by Plataran hadir sebagai family-friendly restaurant yang nyaman untuk keluarga maupun berbagai acara spesial. Khususnya Teras by Plataran Summarecon Bogor, dengan konsep stand alone venue, sangat cocok digunakan untuk event olahraga, gathering, hingga community event dengan suasana yang luas, eksklusif, dan nyaman,” ujar Izzati Zahrina Rizqi, Marketing Communication Teras by Plataran.

Senada dengan visi tersebut, Wino Bharata selaku Ketua Umum Bogor Roller Skate (BROS) Academy turut menegaskan komitmen akademi dalam memfasilitasi minat dan bakat anak-anak.

“Kami dengan bangga mendukung perkembangan olahraga sepatu roda di Bogor sebagai bagian dari komitmen kami dalam memajukan gaya hidup aktif, sportivitas, dan prestasi generasi muda. Semoga dengan adanya support dari pihak-pihak terkait dan sponsor dapat melahirkan lebih banyak atlet di Kota Bogor yang berprestasi dan komunitas yang solid,” pungkas Wino Bharata.

Kesuksesan event yang memadukan olahraga, edukasi nutrisi, dan ilmu pola asuh ini tentunya terwujud berkat sinergi dari berbagai pihak. Penyelenggara menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor, yakni: Arunika Flower Bar, Diamond (PT. Sukanda Djaya), Lotus Biscoff, Evian Natural Spring Water, Peek A Bee, dan Seku.

Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan ekosistem keluarga yang sehat, aktif, dan bermental juara dapat terus terbangun dan menginspirasi masyarakat luas.

(Wawan Hermawanto)

Hadirkan Edukasi Anak Usia Dini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Gandeng GAA dan INAKO

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang bersama Yayasan Galeri Aksara ABI (GAA) dan PT INAKO menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Sehat, Cerdas, Ceria” di KB Tarbiyatul Falah Karyasari. Kegiatan ini diikuti 69 anak usia dini sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sejak usia anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, Senin (11/5/2026).

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan berbagai aktivitas edukatif seperti demo sikat gigi bersama dokter gigi, senam ceria, media bermain edukasi, hingga lomba mewarnai interaktif. Tim PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang juga melakukan pemeriksaan tumbuh kembang melalui pengukuran tinggi dan berat badan anak sebagai bagian dari deteksi dini kesehatan anak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh anak terpantau dalam kondisi sehat dan tidak memerlukan pemantauan gizi khusus. Meski demikian, tim kesehatan tetap membuka layanan konsultasi apabila dibutuhkan oleh orang tua maupun pihak sekolah.

Selain edukasi kesehatan, anak-anak juga dikenalkan pada konsep jajanan sehat tinggi serat melalui produk jelly dan agar-agar dari PT INAKO sebagai alternatif camilan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Kepala Sekolah KB Tarbiyatul Falah, Endeh Badar Sa’adah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak.

Ketua Yayasan GAA, Maya Nurindrasari, S.Pd, mengatakan bahwa edukasi kesehatan anak perlu dikemas secara kreatif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S. yang diwakili drg. Try Septian Mustika Saragih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

PIC Program PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Utami, berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat terus berjalan sehingga manfaat edukasi kesehatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Perwakilan PT INAKO, Andreas Dimas Styawan, S.T., menyampaikan bahwa pihaknya senang dapat berkontribusi dalam mengenalkan camilan sehat tinggi serat yang disukai anak-anak melalui kegiatan edukatif bersama.

Kegiatan ini menjadi bagian awal dari program “GAA Goes to School” yang direncanakan menyasar sejumlah PAUD dan KB lainnya di wilayah Leuwiliang sepanjang tahun 2026. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi nyata antara fasilitas kesehatan, komunitas pendidikan, dan dunia usaha dalam mendukung terciptanya generasi anak yang sehat, cerdas, dan ceria.

(yev/cc)

HJB ke-544, RSUD R. Moh. Noh Nur Dukung Cek Kesehatan Gratis, KIR, dan Uji Emisi

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor bersama UPT Puskesmas Leuwiliang dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor berkolaborasi menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan KIR, dan uji emisi kendaraan di Terminal Leuwiliang mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan mendukung keselamatan lalu lintas melalui kondisi pengemudi dan kendaraan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Kabupaten Bogor, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan kesehatan langsung bagi masyarakat dan pengemudi agar tetap sehat saat beraktivitas.

Kepala UPT Puskesmas Leuwiliang, dr. James G.H Tambun, menyampaikan bahwa kesehatan pengemudi sangat penting untuk mendukung keselamatan di jalan raya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dra. Lutfi Sahara, menyampaikan bahwa kegiatan dalam rangka memperingati HJB ke-544 ini menjadi bentuk kolaborasi antara RSUD R. Moh. Noh Nur, UPT Puskesmas Leuwiliang, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor agar kendaraan maupun para sopir berada dalam kondisi sehat dan layak saat beroperasi di lalu lintas. Ia berharap masyarakat pengguna kendaraan semakin peduli terhadap kesehatan diri dan kondisi kendaraan demi keselamatan bersama di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya tercatat sebanyak 50 kendaraan mengikuti uji KIR dan 30 kendaraan menjalani uji emisi. Selain itu, sebanyak 63 pengunjung mengikuti layanan Cek Kesehatan Gratis dengan rincian 16 pemeriksaan kolesterol dan 63 pemeriksaan GDS (Gula Darah Sewaktu).

Setelah mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan pengemudi atau pemilik kendaraan serta pengecekan kendaraan, para peserta juga menerima bantuan sembako dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara RSUD R. Moh. Noh Nur, UPT Puskesmas Leuwiliang, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dalam peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan pengemudi, keselamatan berlalu lintas, serta kepedulian terhadap kondisi kendaraan demi terciptanya lingkungan transportasi yang aman dan sehat.

(yev/cc)