Bogor | Jurnal Bogor
Dunia fashion lokal Bogor lagi diramaikan aksesoris baru. Bros rajutan kawat warna-warni kini jadi buruan anak muda dan ibu-ibu. Bentuknya kecil, harganya terjangkau, tapi efek “nampol” ke penampilan langsung kerasa.
Dari satu genggaman tangan, terlihat 10 bros dengan desain melingkar. Ada warna kuning, biru, hijau, pink, ungu, hitam dan silver. Bagian tengahnya pakai manik-manik motif “galaksi” yang bikin tiap bros punya karakter beda. Dijamin tidak ada yang kembar persis.

Awalnya banyak yang bikin buat koleksi pribadi. Lama-lama malah jadi usaha. Modalnya simpel: kawat, manik-manik, tang, dan peniti. Tapi hasilnya bisa dipakai buat mempercantik jilbab, kebaya, baju kerja hingga tas.
“Yang dicari orang sekarang tuh unik. Pabrikan semua sama. Kalau handmade kan feel-nya beda, ada ceritanya,” kata Rida Septi Mariasalah, pengrajin bros, Rabu (15/7/2026).
Harga jualnya pun bersahabat. Mulai Rp15.000 – Rp35.000 per pcs tergantung bahan dan kerumitan. Dengan modal di bawah Rp500 ribu, pengrajin sudah bisa memproduksi puluhan pcs dalam seminggu.
Banyak pilihan warna Tinggal pilih sesuai mood dan baju. Makanya ibu-ibu suka borong buat ganti-ganti. Bisa buat acara formal, kondangan, ngantor, sampai daily. Anak muda juga suka buat aksen di outfit OOTD.
Bahkan cocok jadi souvenir karena warnanya beragam dan bros ini mulai dipesan buat souvenir MPLS, arisan, wisuda dan pernikahan.
Sementara pemasaran paling kencang lewat WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Foto produk di atas telapak tangan dengan background natural jadi jurus jitu biar feed makin estetik.
Produk kreatif seperti bros rajutan kawat dinilai mampu menggerakkan ekonomi rumah tangga dan melestarikan kerajinan tangan.
Bros ini contoh UMKM naik kelas. Desainnya kekinian, bahannya lokal, dan bisa menyerap tenaga kerja,
Di tengah gempuran produk import, bros rajutan kawat membuktikan karya tangan anak Bogor masih punya tempat. Kecil bentuknya, tapi besar dampaknya buat ekonomi kreatif.
Buat kamu yang mau tampil beda tanpa menguras kantong, bros warna-warni ini bisa jadi pilihan. Satu bros, seribu gaya.
(Wawan Hermawanto)


