30 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1300

Tanyakan Uang Kerohiman, Puluhan Warga Geruduk Kantor Desa Nambo

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Puluhan warga mendatangi kantor Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor beredar di video, Rabu (21/04/2021). Mereka menanyakan kejelasan uang kerohiman yang didapat dari PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

Kepala Desa (Kades) Nambo, Nanang menjelaskan, kedatangan puluhan warga secara serentak ke Kantor Desa untuk menanyakan uang kerohiman pasca kejadian bocornya bau limbah perusahaan B3. “Benar warga datang ke kantor untuk menanyakan terkait kompensasi dari PPLI sebesar 310 juta,” jelas Nanang saat ditemui di kantornya.

Menurutnya, pihak perusahaan menyerahkan uang kerohiman tersebut kepada lingkungan untuk dikelola seperti apa baiknya. “Pihak perusahaan menyerahkan pada lingkungan, kemudian melalui musyawarah lingkungan bersama perangkat desa, akhirnya didapat kesepakatan untuk pembelian sarana umum, seperti kendaraan, fogging, tabung oksigen, alat kesehatan lah, karena ada manfaatnya untuk masyarakat,” jelas Nanang.

Dengan uang sebesar 310 juta, lanjut Nanang, Pemerintah Desa merasa kebingungan untuk pembagian uang kerohiman tersebut. Dengan jumlah penduduk Desa Nambo yang sampai puluhan ribu. “Kami khawatir jika dibagikan takut-takut salah membagikan nanti salah lagi,” tandasnya.

“Saya bertanggung jawab selaku Kades menghadapi masyarakat untuk memberikan penjelasan secara detail, intinya hal itu hanya miskomunikasi, dan pembelian alat itu untuk umum bukan untuk kelompok, jadi siapa saja yang ingin memanfaatkannya, silakan saja kita serahkan ke warga,” ujarnya.

Menurut Nanang, sebelum disepakatinya pembelian alat kesehatan, ada pula beberapa kelompok yang mengajukan alat lain seperti mesin jahit, tapi pihak desa mempertimbangkan dan manfaatnya.

“Alat kesehatan yang dimaksud berupa mobil untuk dijadikan mobil siaga, fogging juga oksigen, semua alat itu sudah dibelanjakan oleh Desa Nambo. Sudah dibeli, secepatnya nanti akan dilakukan penyerahan sekaligus publikasinya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Polsek Ciampea Antisipasi ‘Perang Sarung’

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Kepolisian Sektor Ciampea, Resort Bogor menyatakan memantau aksi tawuran remaja atau saat Ramadhan yang dikenal ‘perang sarung’. Pihaknya pun terus melaksanakan pencegahan dengan melaksanakan patroli saat malam hari maupun siang hari. “Untuk menjaga kambtimbas wilayah anggota terus melakukan patroli,” ujar Kapolsek Ciampea, Komisaris Polisi (Kompol) Beben, Selasa (20/4).

Aparat Polsek juga kata dia terus melaksanakan operasi keselamatan di sejumlah titik Jalan Raya Ciampea. Operasi itu dilakukan guna menyadarkan pengguna jalan untuk tertib berlalulintas dan juga upaya pencegahan Covid 19 karena saat ini masih ada masyarakat yang tidak menggunakan masker, padahal masih pandemic.

Kapolsek Ciampea, Komisaris Polisi (Kompol) Beben mengatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan sesuai instruksi pimpinan guna menyadarkan masyarakat untuk tertib berlalulintas. Selain itu juga, kata Kapolsek, agar masyarakat atau pengguna jalan  tetap sadar memakai masker, mengingat meksipun sudah melandai sebaran Covid 19, namun pandemi yang masih terus ada tentunya harus terus dilaksanakan antisipasi dengan disiplin menjaga protokol kesehatan.

“Dalam operasi itu, selain melakukan pemeriksaan surat surat kendaraan bermotor, masyarakat atau pengguna jalan diingatkan untuk memantuhi rambu lalu lintas dan juga dilakukan sosialisasi agar terus menjaga Prokes untuk mencegah Covid 19, salah satunya dengan tetap memakai masker,” kata Beben.

Beben berharap dengan operasi keselamatan itu masyarakat sadar bahwa  betapa pentingnya disiplin diri tentang berlalu lintas dan juga memakai masker.

** Cepi Kurniawan

Proyek P3TGAI DI Cilimus Bantu Pasokan Air Petani di Dua Desa

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Petani di dua desa, yakni Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi dan Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, bersyukur dengan adanya pembangunan saluran air Daerah Irigasi (DI) Cilimus dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Proyek yang merupakan realisasi Padat Karya Tunai (PKT) melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dilaksanakan Balai Besar atau Balai Wilayah Sungai Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air itu, untuk mengaliri puluhan hektar area sawah di Desa Cileungsi dan Desa Ciderum.

Asordili, warga Desa Cileungsi mengaku terbantu dengan adanya proyek pembangunan saluran irigasi yang ada di wilayahnya tersebut. “Lahan sawah saya tidak akan lagi kekurangan pasokan air. Karena saluran irigasinya sedang diperbaiki,” akunya kepada wartawan.

Menurutnya, selama ini untuk mengaliri area sawah miliknya, sering kesulitan air. Lantaran, tersumbatnya saluran irigasi di DI Cilimus sebagai hulu dari pengairan semua lahan sawah warga yang ada di Kampung Ciherang Gede, Desa Cileungsi maupun warga Desa Ciderum.

 “Jadi bukan saja saya yang merasa terbantu, petani atau warga Desa Ciderum pun merasa terbantu setelah adanya pembangunan saluran irigasi yang dikerjakan Kelompok Putera Pangrango Ciherang,” papar Asordili.

H. Ujang, petani di Desa Ciderum pun mengapresiasi adanya proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Cileungsi tersebut.  “Irigasi yang sekarang sedang dibangun, manfaatnya bukan hanya dinikmati petani atau warga Desa Cileungsi saja. Saya pun merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Ia berharap, setelah adanya pembangunan irigasi, area sawah yang sebelumnya sulit mendapatkan pasokan air, bisa teratasi dan tidak lagi ada petani yang gagal panen.  “Mudah-mudahan panen yang akan datang, hasil padi di sawah saya lebih meningkat lagi,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Putera Pangrango Ciherang, sebagai pelaksana kegiatan P3TGAI DI Cilimus, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Entis Sutisna menjelaskan, proyek yang dilaksanakan pihaknya merupakan program dari Balai Besar atau Balai Wilayah Sungai  (Ditjen) Sumber Daya Air.

“Inikan program PKT, jadi untuk pekerjanya juga warga setempat dan melibatkan para petani. Target saya pengerjaan selesai secepatnya agar bisa langsung dinikmati wargaw,” ujarnya.

Tujuan dari proyek P3TGAI, lanjut Entis, agar warga terutama petani yang memiliki lahan sawah di dua desa, tidak kesulitan mendapatkan pasokan air. “Makanya saya bangun irigasi ini, karena manfaatnya sangat dirasakan para petani. Bukan hanya petani di Desa Cileungsi saja, tapi juga petani Desa Ciderum,” jelasnya.

Adapun terkait untuk pelaksanaan pengerjaan, lanjutnya, sudah ditentukan oleh Balai Besar. Sehingga, dalam melaksanakan pembangunannya merujuk kepada juklak dan juknis yang sudah ditentukan. “Harapan saya, adanya pembangunan saluran irigasi ini, bisa meningkatkan perekonomian warga atau petani. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 saat ini, warga sangat kesulitan ekonomi,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Tahun Ini, Jalan Penghubung Rumpin ke Tangerang Diperbaiki

0

Rumpin l Jurnal Inspirasi

Ruas jalan Cicangkal – Cilegok, penghubung Kabupaten Bogor ke Tangerang di Kecamatan Rumpin akan segera diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Bogor tahun ini. UPT Infrastruktur Jalan Umum dan Jembatan Kelas A Wilayah V memastikan, jalan tersebut akan dibetonisasi di tahun 2021.

“Dari hasil peninjauan langsung Kepala DPUPR, mudah-mudahan tahun ini Jalan Cicangkal -Cilegok akan dibangun, maka terjawab sudah permohonan masyarakat,” Kepala UPT Infrastruktur Jalan Umum dan Jembatan Kelas A Wilayah V, Eko Sulistianto kepada wartawan, kemarin.

Dari hasil peninjauan ke lokasi jalan tersebut, Eko menjelaskan, akan dibetonisasi sepanjang 1 kilometer dengan lebar 5 meter. Anggarannya sendiri, sambungnya, akan menghabiskan sekitar Rp 5 miliar.

Menurutnya, kondisi jalan penghubung antara Desa Sukamulya, Kabupaten Bogor dengan Desa Dangdang, Kabupaten Tanggerang itu rusak akibat beberapa faktor. Selain karena faktor cuaca, ruas jalan tersebut juga sering dilalui kendaraan volume tinggi sehingga memperparah kondisi jalan tersebut.

Sebelumnya, warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor mendesak Dinas PUPR Kabupaten Bogor untuk segera membangun ruas jalan Cicangkal-Cilegok.

Pasalnya, jalan yang merupakan jalur utama penghubung antara Desa Sukamulya, Kabupaten Bogor dengan Desa Dangdang, Kabupaten Tanggerang itu kondisinya rusak parah. Desakan itu diiringi dengan melayangkan surat pernyataan warga melalui Forum Masyarakat Desa (FMD) Sukamulya.

Menurut Koordinator FMD Sukamulya, Junaedi Adhi Putra, berbagai upaya telah ditempuh warga mulai dari berkirim surat sampai audiensi dengan pihak kecamatan dan DPUPR Kabupaten Bogor.

Junaedi bersama warga lainnya merasa miris melihat kondisi jalan tersebut. Padahal jalan itu dinilai sangat penting bagi warga terutama untuk mobilitas ekonomi. Oleh sebab itu, pihaknya mendesak agar Pemkab Bogor segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut.

Pihaknya juga mendesak DPUPR menyelesaikan hambatan sesuai dengan kewenangan dan peraturan yang ada dan tidak terintervensi dengan pihak yang tidak menginginkan pembangunan jalan tersebut.

“Kami warga Desa Sukamulya siap mengawal jalannya pembangunan tersebut bahkan turun ke lokasi jika diperlukan agar pembangunan berjalan dengan baik,” tukasnya.

** Arip Ekon

Kades Petir Imbau Warga Waspada

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Sering terjadinya bencana angin kencang disertai hujan deras di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kepala Desa (Kades) Petir, Sukardi mengimbau masyarakatnya untuk selalu waspada, apalagi sejak awal April 2021 hujan sering terjadi di wilayah Desa Petir.

Sukardi mengatakan, Desa Petir memang sering terjadi angin kencang yang disertai hujan lebat bahkan sambaran petir. Selama ia menjadi kepala desa, hampir 1 satu tahun 4 bulan hujan deras yang disertai angin kencang bahkan hujan es sudah 2 kali terjadi di desanya.

“Sudah dua kali terjadi selama saya menjadi kepala desa di sini. Pertama itu pada bulan Juli 2020 angin kencang merusak 160 rumah warga di empat RW, yaitu RW 01, RW 04, RW 05 dan RW 06 mengalami rusak sedang dan ringan,” kata Sukardi.

Sementara itu untuk kejadian yang kedua Sukardi mengatakan itu terjadi pada April 2021 yang juga merusak 28 rumah warga di 3 RW yakni RW 7, RW 8 dan RW 9. “Bahkan setiap sore di sini selalu terun hujan kadang bukan hanya hujan saya angin kencang dan petir selalu terjadi,” ujarnya.

Untuk rumah yang rusak terkena angin kencang oleh pihak desa, kata Sukardi data-data dari kejadian yang pertama sampai yang kedua sudah di serahkan ke BPBD Kabupaten Bogor. “Namun sepertinya tidak semua bantuan perbaikan rumah direalisasikan semua,”tukasnya.

Sukardi mengimbau kepada masyarakat Desa Petir untuk selalu waspada ketika dihadapkan dengan cuaca ekstrem, mengingat petir termasuk desa yang rawan bencana baik itu angin kencang, dan longsor.

“Intinya kita selalu waspada ketika turun hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Darman Dukung Pembenahan Aset Pemkab Bogor

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi
Masuk sebagai orang nomor satu di kantor Perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, Darman langsung memilih kebijakan strategis, baik di internal maupun eksternal kantor BPN. Untuk kebijakan eksternal, pria berkacamata ini bahkan langsung tancap gas melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait pembenahan aset plat merah.

Salah satunya adalah melakukan sertipikasi aset khususnya aset-aset yang dianggap produktif untuk mendukung kebijakan Pemkab Bogor yaitu Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU).

“Kalau BPN perwakilan Bogor Timur jelas menjadi representatif dari kepentingan BPN Cibinong, salah satunya melakukan kerjasama strategis dengan Pemkab Bogor dalam mengamankan aset melalui sertipikasi. Dan saya pikir ini penting karena aset aset itu potensial untuk bisa memberdayakan ekonomi masyarakat luas karena diatas lahannya akan di bangun fasilitas umum seperti pasar Hewan dan terminal Jonggol terus di Cilengsi akan di bangun Pasar. Selain kita juga fokus untuk mensertipikasi PSU milik Pemkab Bogor yang ada di atas lahan PT Ferry Sounneville,” jelas Darman saat ditemui di ruangannya, Rabu (21/4).

“Kami juga memastikan tanah PSU yang akan dijadikan lokasi defenitif Kantor Pertanahan Bogor timur,” sambungnya.

Menurutnya, proses sertipikasi aset Pemkab Bogor ini cukup menyita waktu selain pekerjaan reguler yang setiap hari menumpuk di mejanya. Disisi lain, Darman yang juga masih aktif sebagai Kasie Hubungan Hukum Pertanahan (HHP) di BPN Kabupaten Bekasi itupun mengatakan, kerja ikhlas dan peduli kepada masyarakat khususnya pemohon adalah kunci yang diterapkan selama ini.

“Sebab kalau ikhlas berarti saya tidak pernah berharap dengan apa yang sudah saya kerjakan, dan kalau saya peduli dengan masyarakat terutama pemohon yang datang ke kantor saya itu akan membuat saya semakin pinter sekaligus paham dengan keadaan kantor saya. Kenapa, ya karena dengan peduli berarti saya banyak mendengar apa saja dari pemohon termasuk kalau ada keluhan,” jelasnya.

Tak heran kalau sedang di Kantor Darman sering keliling kantor khusus untuk menemui pegawainya. Selain itu dia juga selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan pemohon untuk berdialog hingga mendengar keluhan.

“Saya terbiasa mendengar dan menyelesaikan keluhan, jadi otak saya tidak sempat memikirkan apa yang harus saya dapat dalam pekerjaan,“ ujar Darman.

Pria yang tengah menempuh pendidikan S3 ini pun menyebut, wilayah Bogor Timur termasuk kawasan strategis yang punya nilai penting untuk perputaran ekonomi. Dengan begitu butuh pengelolaan yang benar dan strategis juga agar kedepan bisa tumbuh menjadi pusat perekonomian yang lebih maju.

“Sebagai PNS yang bertugas di BPN saya akan memberi kontribusi maksimal untuk bisa mendukung kebijakan kebijakan pemerintah melalui pembenahan di bidang pertanahan, ini komitmen penting yang terus saya terapkan di kantor agar efeknya bisa berpengaruh kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

** Noverando H

Yang Merugi di Bulan Ramadhan

0

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sungguh celaka seorang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan itu berakhir dalam keadaan Allah Subhanahu wa Taala belum mengampuni dosa-dosanya. (HR. Tirmidzi).

Hadits ini menggambarkan perilaku umat Islam. Berjumpa dengan Ramadhan bagi orang-orang yang beriman adalah sebuah kebahagiaan yang tiada terkira. Mereka akan mempersiapkan lahir batinnya untuk bisa menunaikan rangkaian ibadah di bulan suci.

Sebaliknya, pasti ada pula orang-orang yang mengangggap bulan Ramadhan biasa-biasa saja, dan sungguh betapa meruginya orang yang semacam ini. Di bulan Ramadhan Allah berikan kepadanya nikmat yang besar, namun dia malah menjadi manusia yang celaka dalam nikmat besar yang Allah berikan kepadanya.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu, Rasulullah adalah manusia paling dermawan dalam kebaikan, dan beliau paling dermawan pada bulan Ramadhan. Malaikat Jibril menemui beliau setiap malam di bulan Ramadhan hingga Ramadhan berakhir.

Lalu siapa saja golongan yang merugi di bulan Ramadhan ini? Abdul Aziz As-Sadhan dalam bukunya Puasa Tapi Keliru, menjelaskan ada 5 golongan manusia yang puasanya tidak membuahkan hasil selama di bulan suci Ramadhan. Mereka adalah yang menganggap biasa bulan Ramadhan.

Orang yang menganggap biasa bulan Ramadhan, tak ada yang berbeda seperti bulan-bulan lainnya, hingga Ramadhan berlalu, tentu sebuah kerugian yang besar. Ia sama sekali tidak menganggap istimewa puasa dan merasakan manfaat bulan suci Ramadhan.

Juga tidak bersegera melakukan kebaikan, padahal di bulan suci inilah segala pahala dilipat gandakan. Orang yang menganggap biasa bulan Ramadhan, ibarat orang melewatkan ghanimah (harta rampasan perang) yang tak ternilai harganya.

Yang tiba-tiba berubah alim hanya pada bulan Ramadhan. Imam Ahmad mengatakan, Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja. Tentu sangat terpuji, dari semua berperilaku tidak baik menjadi baik, dari tak berjilbab kemudian berhijab, dari yang tak pernah shalat kemudian rajin shalat, baik yang wajib maupun sunnah. Namun, sangat disayangkan, ketika Ramadhan usai, golongan manusia seperti itu kembali berbuat maksiat kepada Allah, melepas hijabnya, tak lagi ke masjid, bahkan meninggalkan shalat. Karena itu, berusahalah untuk tetap istiqamah dalam beramal dan kebaikan.

Sebatas menahan lapar dan dahaga. Golongan ini adalah orang yang menahan perut dari makan dan minum saja. Ia tidak merasa bersalah dan berdosa ketika melakukan kemunkaran, menggunjing, menyebar fitnah, menghina, sebuah perilaku yang biasa dilakukan di luar Ramadhan. Akhirnya, saat Ramadhan tiba, kebiasaan buruk itu tak juga berubah, sehingga Ramadhan tak membawa pengaruh bagi kehidupannya sehari-hari.

Tidak memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan
Mereka yang tidur pada siang hari di bulan Ramadhan serta begadang dan melakukan hal yang sia-sia pada malam harinya, adalah golongan yang merugi. Seharusnya, Ramadhah disibukkan dengan amal ibadah, seperti shalat berjamaah, tadarus dan tadabur Al Quran, berzikir, berinfaq dan sedekah, dan kebaikan lainnya.

Golongan manusia terakhir adalah yang tetap melakukan maksiat di bulan Ramadhan. Padahal selama bulan Ramadhan terdapat banyak amal yang jika dikerjakan akan menyebabkan ampunan Allah Subhanahu wa Taala. Semisal amal berupa puasa.
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan: Siapa yang berpuasa dengan motivasi yang benar karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah Subhanahu wa Taala, Allah ampuni dosa-dosanya yang lewat.

Demikian juga qiyam Ramadhan, Rasulullah mengatakan: Siapa yang shalat tarawih di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Taala, Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Kuasa Hukum AHY: ”Di Bulan Puasa, Gerombolan Moeldoko dan Jhoni Allen Bohong Lagi!”

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pasca ditolaknya pengesahan hasil KLB Partai Demokrat oleh Kemenkumham 31 Maret yang lalu, para pendukung Moeldoko dikatakan kembali melakukan kebohongan. Hal ini disampaikan oleh Mehbob, Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat (Ketua Umum AHY) setelah sidang pertama gugatan Kubu KLB PD Deli Serdang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, (20/4).

“Semakin memalukan, dibulan Puasa gerombolan Moeldoko dan Jhoni Allen bohong lagi. Mereka memasukan Gugatan ke Pengadilan, mengatasnamakan para Ketua DPC yang faktanya tidak pernah memberikan kuasa untuk menggugat DPP Partai Demokrat Kepemimpinan AHY,” ujar Mehbob.

Mehbob menjelaskan bahwa pada Gugatan No.213/Pdt.Sus-Parpol/2021/PN.Jkt.Pst, tgl.5 April 2021 dimana para Penggugat yang diantaranya terdiri dari Jefri Prananda (Ketua DPC Konawe Barat), Laode Abdul Gamal (Ketua DPC Muna Barat) dan Muliadin Salemba (Ketua DPC Buton Utara), Menggugat keabsahan AD/ART Hasil Kongres Partai Demokrat 2020. Yang menjadi permasalahan kemudian adalah 3 Penggugat tersebut merasa dicatut namanya oleh pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum mereka.

“Kalau mau bicara materi gugatan, Insya Allah semua dapat Kami patahkan. Namun, dengan temuan ini Kami mohon agar Majelis Hakim untuk menolak Gugatan mereka karena kuasa hukum Para Penggugat diduga telah menggunakan Surat Kuasa Palsu. Kami juga meminta pihak Kepolisian untuk mengungkap ‘Dalang’ Surat Kuasa Palsu yang diberikan kepada 9 Pengacara gerombolan ini. Tentang dugaan tindak pidana oleh pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum, para Korban telah membuat Laporan Polisi pada Hari Minggu tanggal 18 April 2021 di Polda Metro Jaya,’’ pungkas Mehbob.

9 nama pengacara penggugat yang mengaku sebagai penerima kuasa dari 3 Ketua DPC tersebut adalah, Makarius Nggiri, Antonius E. Rasi Wangge, Yustian Dewi Widiastuti, Rusdiansyah, Wahyudin, Gregorius D. Djoka, Ilham Patahillah, Vahmi Wibisono dan Ahmad Rifai Suftyadi.

**gp/rls

? HADITS HARI INI

0


21 April 2021
09 Ramadhan 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ وَأَبِي بَكْرٍ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِي رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ حُلْمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab, telah menceritakan kepada kami Yunus dari Ibnu Sihab dari Urwah dan Abu Bakar, Aisyah radliallahu ‘anha berkata:

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapati masuknya waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan Beliau junub, lalu Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dan shaum.

HR Bukhari No. 1795.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alkes RS Lapangan Masih Nunggak

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Rumah Sakit Lapangan resmi ditutup, dengan demikian tempat tersebut tak lagi dapat menampung pasien positif Covid-19. Namun, masih ada kewajiban untuk melunasi pembelian beberapa alat kesehatan (alkes).

Wali Kota Bima Arya pun tak membantah mengenai adanya permasalahan tersebut. “Masih ada, beberapa kewajiban yang akan diselesaikan secara bertahap,” ujarnya di RS Lapangan, Senin (19/4).

Saat ini, Inspektorat sedang melakukan review terhadap pembelian alkes di RS Lapangan. Namun, sambungnya, alkes masih akan tetap berada di RS Lapangan. Hal itu dilakukan, agar bila suatu saat ada lonjakan kasus Covid-19, RS Lapangam dapat diaktifkan lagi.

“Nakes masih tetap, alat juga, semuanya siaga. Bisa diaktivasi lagi bila ada kebutuhan mendesak. Memang ada juga yang habis kontrak, beberapa kembali ke RSUD Kota Bogor, tapi ada juga yang standby disini,” katanya.

Bima Arya mengatakan bahwa penghentian operasional RS Lapangan yang telah beroperasi selama tiga bulan sudah sesuai kontrak yang berakhir pada Minggu (18/4).

“Hari ini (kemarin, red) RS Lapangan dinonaktifkan lantaran kebutuhan sudah tak ada lagi,” ujar Bima.

Menurut dia, mulanya RS Lapangam didirikan lantaran kebutuhan terhadap angla keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) yang tinggi. Sementara saat ini kondisinya sudah terkendali.

“Sekarang jauh dibawah angka yang ditentukan WHO, semua tercukupi di faskes yang ada dan rujukan RS,” jelasnya.

Kendati demikian, RS Lapangan masih memungkinkan untuk dioperasionalkan kembali ketika ada kebutuhan mendesak. “Mudah-mudahan tidak ada lagi, aman dan terkendali. Kami akan terus koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Bima.

Ia menegaskan bahwa nantinya BNPB akan melaksanakan evaluasi serta asesment RS Lapangan. Inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Setelah itu baru disampaikan ke BNPB. Kemudian BNPB akan melaksanakan kajian,” imbuhnya.

Bima berharap agar Pemkot Bogor melakukan antisipasi lonjakan kasus positif Covid-19. Ia menuturkan bahwa saat ini jumlah kasus terus melandai, dengan jumlah penambahan rata-rata 30 kasus per hari.

Atas dasar itu, pada saat Ramadhan harus tetap dijaga agar tak terjadi lonjakan, dan meneruskan tren positif Covid-19.

“RS Lapangan sangat efektif. Selama operasional, total pasien yang telah dirawat sebanyak 346 dirawat, 298 pasien dinyatakan sehat sisanya dirujuk dan kondisinya terus membaik,” bebernya.

Sementara untuk 222 nakes dengan rincian 10 dokter umum, delapan dokter spesialis, 52 perawat 52, 12 supir, delapan satpam, 30 orang di manajemen, dan 102 nin nakes. “Mereka akan dikembalikan ke tempat tugas. Kalau karyawan kontrak otomatis berakhir,” katanya.

Sebagai informasi, pengadaan alkes untuk RS Lapangan menelan biaya Rp3 miliar dari total dana bantuan BNPB yang mencapai Rp16 miliar.

** Fredy Kristianto