26.3 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1287

Dikecam Sekdinsos, Inspektorat Akhirnya Periksa Kades Cicadas

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, yang juga mengalir juga kepada 18 Kelompok Kerja Karang Taruna (Katar) Desa Cicadas sebesar Rp 300.000 direspon Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Supriadi.

Dia menegaskan, peralihan BST atau pemerataan yang dilakukan pihak desa dengan memotong bantuan sebesar Rp 300.000 itu tidak diperbolehkan dengan alasan apapun. Hal itu berkaitan dengan tidak adanya pedoman dan aturan terkait pendistribusian BST tersebut.

“Dengan alasan apapun peralihan BST tidak dibenarkan. Apalagi ada pemotongan sebesar Rp 300.000, karena tidak ada didalam aturan dan pedoman yang memperbolehkan peralihan seperti itu,” jelasnya Kamis (29/4).

Supriyadi menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan monitoring terkait adanya peralihan tersebut. “Terkait banyaknya permasalahan peralihan BST tersebut, kami sedang melakukan monitoring ke wilayah untuk mengumpulkan data-data,” pungkasnya.

Terpisah, Temsy dari Inspektorat Pemkab Bogor mengatakan sudah memeriksa Kepala Desa Cicadas terkait dugaan pemotongan BST.  “Sejauh ini sedang dalam penyelidikan terkait pemotongan BST tersebut,” singkat Temsy.

Sementara mengenai adanya dana yang mengalir kepada 18 Kelompok Kerja Karang Taruna Desa Cicadas sebesar Rp 300.000 diakui Sekretaris 1 Katar Cicadas, Herlambang Panji. Menurutnya, anggota Katar yang mendapatkan BST tersebut memang betul adanya. Namun bukan sebagai katarnya, tetapi sebagai warga masyarakat Desa Cicadas.

“Mengenai Katarnya, hanya teknis untuk memudahkan pendataan. Dengan tetap menyertakan dokumen KK sebagai bukti identitas warga Desa Cicadas. Cukup seperti itu, sesuai dengan fakta di lapangan,” katanya, Kamis (29/4).

Dia menambahkan, peralihan BST yang dilakukan pihak Pemdes Cicadas itu untuk warga yang membutuhkan dan tidak mampu karena terdampak Covid 19.

“Peralihan BST itu untuk yang terdampak Covid-19, begitu menurut Bapak Presiden. Karena jumlahnya yang terbatas, maka diprioritaskan untuk saudara yang lebih membutuhkan. Sekarang sudah tahap ke-4, alhamdulillah dimaksimalkan agar merata, dan dimaksimalkan semua lapisan masyarakat bisa dapat,” dalihnya.

** Nay Nur’ain

Picu Kemacetan, Galian Tanah di Kadumanggu Seolah Dilindungi

0

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Tumpukan mobil dump truck yang terparkir di sepanjang Jalan Leuwijambe, Babakan Madang telah memicu kemacetan. Warga sekitar mengatakan, semenjak galian tanah ini dibuka lagi, sering macet karena mobil dumpt truck antre sampai ke badan jalan untuk menunggu giliran.

“Saya juga heran padahal dulu sempat di police line sama Pol PP dan Muspika Babakan Madang tapi cuma hitungan jam police line tersebut dibuka kembali, dan seolah seperti sudah saling komunikasi keesokan harinya masuk kembali mobil dump truck,” kata warga berinisial H, Kamis (29/04).

Menurutnya, padahal posisi galian yang tak berizin ini persis berhadap – hadapan dengan Puslabfor Mabes Polri yang pastinya ada polisi lalu lalang dan melihat kesemrautan kondisi didepannya.

“Ya walaupun bukan ranahnya tapi kan sebagai sesama pihak kepolisian bisa saling komunikasi apalagi warga disini demo di lokasi galian dan sempat terjadi insiden mobil siaga yang dirusak karena malang di depan pintu masuk galian, berartikan sudah sangat prihatin kondisinya,” pungkas H.

Masih menurutnya, keheranan dia mengapa penggali disini seperti kebal hukum dan Muspika seolah diam, padahal punya kewenangan untuk memberhentikan mengingat sudah ada unsur pidananya karena membuka police line dari Satpol PP tanpa izin. “Sudah ada unsur pidananya tapi kok seolah didiamkan, oleh pihak yang berwenang,” kata H geleng-geleng kepala.

** Nay Nur’ain

Asep Wahyu Kenang Masa Kecil Saat Ramadhan di Sukabumi dan Bogor

0

Di Sukabumi Ngabuburit di Taman, di Bogor Main Lodong

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Bulan suci Ramadhan menyimpan cerita tersendiri bagi setiap individu yang menjalankannya, tak terkecuali bagi anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya. Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat itu memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Selain melakukan kewajiban puasa, Asep memiliki kisah menarik saat menjalani Ramadhan ketika usianya masih kecil. Ketika masa kecil, Asep tinggal di 2 kota, yakni Sukabumi dan Bogor. Saat berada di Sukabumi, Asep memanfaatkan waktu ngabuburit dengan cara membawa buku bacaan yang dimilikinya ke halaman salah satu masjid di Kota Santri.

“Saat menjalani puasa ketika di Sukabumi, ngabuburitnya itu ke alun-alun Masjid Agung, Kota Sukabumi. Kegiatan yang dilakukannya menyewakan buku-buku bacaan atau komik anak,” ujarnya.

“Jadi, kita bawa buku bacaan dan tikar dari rumah lalu kita menggelarnya di taman berumput alun-alun Masjid Agung, Kota Sukabumi,” tambahnya.

Sementara itu, ketika menjalani ngabuburit di Kota Bogor yang menjadi kebanggaannya, Asep memilih untuk menunggu waktu berbuka puasa dengan cara memainkan permainan tradisional. Dalam memainkan permainan tradisional tersebut, Asep pun tidak sekedar ikut-ikutan. Dia, memiliki kriteria khusus yang dianggap memiliki nilai estetika.

“Saat menjalani puasanya di Bogor, saya main “bebeludugan” (bedil lodong) berbahan minyak tanah adalah hal yang tak pernah kita tinggalkan permainannya saat jelang berbuka atau setelah tarawih,” jelasnya.

“Warna yang lebih hijau muda dan ada pola garis-garis di kulit bambu andong itu yang menurut saya bebeludugannya menjadi terlihat jauh lebih elegan dan menawan,” sambungnya.

Tidak hanya itu, Asep juga memilih lodong dengan bahan bambu berbeda dan ukurannya kecil agar tidak terlalu berbahaya. “Entah kenapa saya lebih suka memilih bebeledugan yang menggunakan bahan dari awi (bambu) andong ketimbang dari bambu bitung yang ukurannya jauh lebih besar. Mungkin karena ukurannya yang lebih kecil, suara yang dikeluarkannya pun tak begitu keras menggelegar,” tegasnya.

Selain itu, Asep mengaku setiap kali bermain lodong, maka bagian alis mata terdampak oleh permainan tersebut. “Satu hal lain yang pasti tak akan dillupakan karena keseringan main bebeludugan adalah bulu mata kita yang hilang atau setidaknya menjadi pendek dan “keriting”,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Menilik Proses Pembuatan Jahe Merah Gunung Sindur yang Dibuat Napi

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Teryata menjadi narapidana di dalam lapas bukan berarti tidak bisa berekspresi. Dengan bimbingan petugas Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, warga binaan bisa mengolah tanaman jahe menjadi jahe seduh  untuk dikonsumsi bahkan dipasarkan hingga meraup omset hingga belasan juta rupiah.

Untuk mengetahui bagaimana cara proses pembuatannya, pada Kamis (29/4/2021), diperlihatkan bagaimana  cara mengolah jahe merah yang diberi nama “Jahe Merah Gunung Sindur” buatan warga binaan Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur Kabupaten Bogor.

Jahe merah Gunung Sindur sendiri dibuat di dalam Lapas Gunung Sindur oleh 5 orang warga binaan. Tahap pertama, 5 orang warga binaan lapas Gunung Sindur memastikan kedua tangannya harus steril dan saat pandemic Covid-19 ini diwajibkan memakai masker.

Lalu mempersiapkan peralatan dan bahan agar memudahkan proses kerja. Timbang jahe  yang akan digunakan sesuai dengan takaran dan bersihkan jahe dari kotoran dan buang bagian yang tidak dapat dikonsumsi. Parut Jahe menggunakan mesin parut. Dilanjutkan dengan menyaring jahe yang telah diparut dengan menggunakan mesin spinner, agar air jahe dengan ampas terpisah  dengan sempurna.

Endapkan air jahe yang telah disaring selama satu jam agar hasil lebih sempurna. Rebus air jahe yang telah diendapkan dengan api sedang, campurkan dengan kayu manis secukupnya. Ditempat terpisah, rebus rempah rempah lain yang digunakan dengan air bersih secukupnya.

Setelah air jahe mendidih, campurkan rempah rempah dan gula pasir. Lalu aduk air jahe sesekali hingga mendidih hingga mengeluarkan busa dan gula tercampur sempurna. Ketika busa mulai turun dari air jahe dan mulai berubah menjadi tepung matikan api terus lalu aduk dengan cepat hingga menjadi tepung secara sempurna.

Selanjutnya lakukan pengayakan bubuk jahe dan hancurkan gumpalan gumpalan yang masih terlihat. Proses ini dilakukan saat bubuk jahe masih panas. Dinginkan bubuk jahe di susu ruangan setelah bubuk jahe dingin, bubuk jahe itu bisa dikemas.

Menurut Kasubsi  Bunker dan Pengolahan hasil kerja Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Epan Arisandi, proses pembuatan jahe merah  Gunung Sindur dari awal hingga proses pengemasan membutuhkan waktu hampir 2 jam dengan sekali produksi mampu menghasilkan 80 pcs jahe merah yang siap dipasarkan.

Dia juga mengatakan untuk di Lapas Gunung Sindur selain jahe merah ada juga jahe kacang hijau dan itu membutuhkan waktu lebih lama cara pembuatannya. “Untuk jahe merah 2 jam dan jahe merah kacang hijau itu 4 jam, kenapa lebih lama karena proses untuk memasak kacang hijau itu membutuhkan waktu lagi,” katanya.

Jahe merah dan jahe kacang hijau buatan warga Binaan Lapas Gunung Sindur sendiri bahan bakunya di ambil dari lahan pertanian yang ada di Lapas Gunung Sindur. Dengan memanfaatkan lahan kosong  seluas 2000 M2 yang ada di lapa,s sejumlah warga binaan menanam jahe merah tersebut.

“Kita juga selain memanen dari yang ditanam para warga binaan, ada juga bahan baku beli dari petani luar karena keterbatasan lahan jadi terpaksa beli diluar,” kata Epan.

Produk jahe merah Gunung Sindur ini dikemas dengan ukuran 200 gram dijual dengan harga Rp 12 ribu, sedangkan untuk jahe merah kacang hijau itu ditoples dengan ukuran 350 gram itu dijual Rp 25 ribu.

Untuk pemasaran pemasaran jahe merah Gunung Sindur, dijual di lapas lapas baik yang ada di Bogor atau pun luar Bogor, tidak hanya itu masyarakat pun yang menginginkan produk jahe merah Gunung Sindur bisa memesannya langsung ke lapas.

Omset penjualan jahe merah Gunung Sindur setiap bulannya mampu meraup untung sebesar Rp 18 juta dari penjualan 1.500 pcs jahe merah dan jahe merah kacang hijau. “Keuntungan hasil penjualan jahe merah itu untuk pendapatan negara bukan pajak, premi warga binaan dan untuk penunjang kegiatan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pemcam Dramaga Ikuti Peringatan Nuzurul Quran Secara Virtual

0

Hafidz dan Marbot Dapat Bantuan Bupati

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kabupaten Bogor memperingati turunnya Al Quran untuk pertama kalinya diterima Nabi Muhammad SAW, Kamis (29/4/2021). Meskipun masih pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan semangat Pemkab untuk memperingati Nuzurul Quran yang digelar setiap 17 Ramadhan yang diikuti 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor dan SKPD yang diikuti secara virtual di masing-masing kecamatan dan SKPD.

Salah satunya Kecamatan Dramaga. Sejumlah kades dan Muspika sejak pukul 16 .00 Wib  sampai menjelang buka puasa mengikuti acara tersebut. Sejumlah Muspika dan Kades selain mendengarkan pemaparan Bupati Bogor Ade Yasin tentang Nuzurul Qur’an dan juga soal bantuan  Pemkab Bogor untuk para hafidz Quran  dan marbot di masing-masing kecamatan.

Camat Dramaga, Ivan Pramudia mengatakan, untuk di Kecamatan Dramaga ada 10 hafidz yang mendapatkan bantuan dari Bupati Bogor berupa uang saku selama 9 bulan sebesar Rp 500 ribu. Sedangkan untuk marbot ada 20 orang yang mendapatkan di 10 desa yang ada di Kecamatan Dramaga

“Kalau hafidz satu desa satu bantuan nilainya 500 ribu, sedangkan untuk marbot itu bantuan sembako dan itu selama 9 bulan juga,” ujarnya.

Camat Dramaga, berharap bantuan Bupati itu bisa bermanfaat untuk para hafidz Quran dan para marbot yang setiap hari mengurus masjid yang ada di  Kecamatan Dramaga.

** Cepi Kurniawan

AEON MALL Sentul City Berbagi Kebahagian Bersama Puluhan Anak Yatim

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Meski masih dalam suasana pandemi bulan suci Ramadan pada tahun ini, hal itu tidak menyurutkan semangat untuk menjalin kebersamaan, kebahagian dalam berlomba meraih kemenangan. Seperti yang dilakukan AEON MALL Sentul City, belum lama ini menggelar acara santunan bersama 30 anak yatim dari panti asuhan Yayasan Al-Mujahidin, Rabu (28/4/2021).

“Kegiatan santunan ini salahsatu rangkaian program yang bertajuk “AEON MALL BERBAGI”. Kami mengundang kurang lebih sebanyak 30 anak yatim dari Panti Asuhan Yayasan Al-Mujahidin Sentul. Sebelum penyerahan santunan kami mengadakan buka puasa bersama dan tausiah yang berlangsung di AEON Hall lantai 2,” ujar General Manager Operation Mall, Bayu Tunggul Aji yang mewakili AEON MALL kepada media.

Selain buka puasa bersama, kebahagian lain mengajak anak-anak untuk bermain di fasilitas permainan anak juga diberikan pihaknya. AEON MALL mengajak anak-anak tersebut yang dibagi menjadi dua kategori usia, untuk usia anak dibawah enam tahun diajak ke arena bermain Playtopia dan diatas 7 tahun dilokasi Amazon.

Bayu menambahkan, setelah melaksanakan shalat magrib berjamaah dan puas bermain serta berbuka bareng, AEON MALL Sentul City menyerahkan bantuan uang tunai dari PT Aeon Mall Indonesia melalui dana CSR sebesar lima juta rupiah kepada perwakilan Panti Asuhan Yayasan Al-Mujahidin. “Santunan itu kami berikan secara simbolis kepada pihak yayasan,” ungkapnya.

“Kalau di kantor pusat itu programnya adalah tanam pohon dan lain sebagainya. Karena kita inside, jadi kita lebih kepada masyarakat sekitar seperti yang sudah dilakukan ini. Ini merupakan awal dari sekian program yang akan digelar AEON MALL. Kedepannya, pada Mei mendatang kami juga akan melakukan program lain untuk memanjakan pengunjung yang sudah berbelanja di AEON MALL Sentul City,” pungkasnya. 

** Handy Mehonk

? HADITS HARI INI

0


29 April 2021
17 Ramadhan 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ الْعَبْدِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ وَسُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ أَنَّهُمَا سَمِعَا النُّعْمَانَ بْنَ أَبِي عَيَّاشٍ الزُّرَقِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur dan Abdurrahman bin Bisyr Al Abdi keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij dari Yahya bin Sa’id dan Suhail bin Abu Shalih bahwa keduanya mendengar An Nu’man bin Abu Abbas Az Zuraqi menceritakan dari Abu Sa’id Al Khudri radliallahu ‘anhu, ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.

HR Muslim No. 1949.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Urgensi Nuzulul Quran, Islam Jadi Sempurna

0

Nuzulul Quran merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam Islam karena ada kejadian turunnya Alquran dan keutamaan malam tersebut. Nuzulul Quran sendiri adalah peristiwa turunnya Alquran untuk pertama kalinya di dunia. Nuzulul Quran diperingati setiap 17 Ramadhan. Pada tahun 1442 Hijriyah tahun ini, Nuzulul Quran diperingati pada Kamis, 29 April 2021.

Nuzulul Quran adalah proses turunnya ayat Alquran dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk umat manusia. Ada dua tahapan proses diturunkannya Alquran yaitu pertama, Alquran diturunkan dari Lauh Mahfuz ke langit dunia dalam kitab yang utuh. Pada tahap ini, Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar. Lalu kedua, Alquran diturunkan secara bertahap melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah.

Alquran diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah adalah surat Al-Alaq ayat 1-5 saat berada di Gua Hira pada tahun 610 M. Saat itu Nabi Muhammad sedang menyepi untuk menenangkan hati. Pada saat wahyu pertama ini turun, Rasulullah tidak bisa membaca. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca melalui surat Al-Alaq.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,” firman Allah dalam surat Al-Alaq ayat 1-5, ayat Alquran yang pertama kali diturunkan.

Surat Al-Alaq ayat 1-5 juga menjadi penanda diangkatnya Muhammad sebagai nabi dan rasul. Setelah ayat ini, Alquran turun secara bertahap. Total, Alquran turun selama kurang lebih 23 tahun. Setiap ayat diturunkan menyesuaikan dengan problematika sosial, krisis moral, keagamaan, kisah-kisah para Nabi terdahulu hingga hikmah yang terjadi di masa nabi.

Ayat terakhir yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah adalah surat Al-Maidah ayat 3. Ayat ini turun sesudah waktu Ashar pada hari Jumat di Padang Arafah saat musim haji terakhir.

Setelah ayat ini turun, Rasulullah pergi dari Makkah ke Madinah untuk mengumpulkan para sahabat. Rasulullah memberikan kabar bahagia bahwa agama Islam telah sempurna dengan turunnya Alquran.

Ketika para sahabat mendengarnya, mereka pun bergembira seraya berkata, “Agama kita telah sempurna. Agama kita telah sempurna.”

Peristiwa dan sejarah turunnya Alquran itu kini diperingati sebagai malam Nuzulul Quran. Malam Nuzulul Quran adalah malam yang penuh keberkahan. Allah SWT akan melipat gandakan pahala umat Islam yang beribadah di malam ini.

Pada malam turunnya Alquran, para malaikat juga turun ke bumi untuk memberikan doa kepada setiap orang yang beribadah. Untuk mendapatkan keutamaan ini, umat Islam dapat memperbanyak ibadah dengan beri’tikaf di masjid, tadarus Alquran, memperbanyak zikir, memperbanyak sedekah, shalat tarawih dan witir hingga tahajud serta memperbaiki sikap dan perbuatan.

** ass

Sabu 1 Triliun Masuk RI

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Narkoba jenis sabu seberat 2,5 ton dari jaringan internasional yang ditaksir Rp 1 trilun lebih yang akan masuk Indonesia digagalkan tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan serta Direktorat Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi seluruh anggota Polri maupun instansi terkait yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia tersebut. Sigit mengatakan Polri menangkap 18 orang tersangka dalam kasus penyelundupan narkoba 2,5 ton sabu di tiga lokasi yakni parkiran Ali Kopi Aceh Besar, Lorong Kemakmuran Aceh, lalu Daan Mogot Jakarta.

Menurut dia, satu orang tersangka merupakan warga negara asing asal Nigeria dan 17 orang itu WNI. “Peran dari tersangka itu tujuh orang sebagai jaringan pengendali, delapan orang transporter, dan tiga orang pemesan. Dari 8 tersangka, 1 orang kita lakukan tindakan tegas terukur,” ujarnya dalam keterangan pers di Mabes Polri, Rabu (28/4).

Kemudian, Sigit mengatakan enam orang tersangka di antaranya sebagai terpidana narkoba yang mengendalikan jaringan narkoba internasional dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Ada tersangka atas inisial KNK, AW, AG, H, NI dan AL yang merupakan terpidana di Lapas dengan hukuman 10 tahun dan hukuman mati. Namun, mereka masih menjadi pengendali jaringan narkoba internasional,” jelas dia.

Sedangkan, Sigit mengatakan pelaku membungkus narkoba dengan berbagai macam paket mulai dibungkus plastik transpran hingga tupperware dan totalnya 2,5 ton sabu siap edar. “Dari total barang bukti apabila diuangkan maka kurang lebih bernilai 500 kg kali 2,5 ton kurang lebih bernilai Rp1,2 triliun. Lalu, kita bisa selamatkan masyarakat dari potensi bahaya narkoba kurang lebih 10,1 juta jiwa,” katanya.

Sementara Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan Direktorat Jenderal Bea Cukai akan terus sinergi dalam melakukan penanganan dan pengawasan serta menjaga rakyat Indonesia dari tindakan ilegal narkoba. “Sesuai Instruksi Presiden, Kemenkeu dalam hal ini Ditjen Bea Cukai diberi amanat bersama dengan Polri dan BNN menjadi leading sector dalam pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gerak narkoba. Ini dalam rangka kita semuanya menciptakan Indonesia bebas narkoba,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (28/4).

Oleh karena itu, Sri Mulyani berharap kedepan operasi-operasi akan terus dikembangkan seluruh intelijen, data intelejen, dan langkah-langkah profesional, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh institusi.

“Kita berupaya agar Indonesia bisa bangkit kembali dalam menghadapi pandemi COVID-19, dan kita tidak ingin karena situasi pandemi ini kemudian dimanfaatlan oleh pihak termasuk jaringan penyelundupan narkoba untuk melakukan aktivitas ilegalnya,” tandasnya.

Sri Mulyani juga mengatakan, jumlah tersebut sangat besar sehingga keberhasilan penggagalan yang berasal dari jaringan internasional sangat diapresiasi olehnya. “Ini adalah sebuah ancaman yang sangat nyata,” ujarnya.

Sri Mulyani mencatat per April 2021 Kemenkeu bersama Polri dan BNN telah mengungkapkan 422 kasus upaya penyelundupan narkoba dengan berat bruto 1,9 ton. “Pada tahun terakhir jumlah kasus maupun dari jumlah narkotika semakin meningkat. Hal ini mengingatkan untuk terus semakin waspada,” ucapnya.

** ass

Amnesty: Densus 88 Langgar HAM

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Penangkapan eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman dipersoalkan Amnesty International Indonesia yang menilai Densus 88 Antiteror Polri telah melanggar Hak Asasi Manusia. Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid mengatakan, polisi terkesan melakukan penangkapan yang sewenang-wenang dan mempertontonkan secara gamblang tindakan aparat yang tidak menghargai nilai-nilai HAM ketika menjemputnya dengan paksa.

“Menyeret dengan kasar, tidak memperbolehkannya memakai alas kaki, menutup matanya dengan kain hitam merupakan perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat. Itu melanggar asas praduga tak bersalah,” kata Usman Hamid dalam keterangannya, Rabu (28/4).

Dia menyebut tuduhan terorisme yang ditujukan kepada Munarman tidak menjadi pembenaran bagi polisi untuk melanggar hak asasi manusia. “Munarman terlihat tidak membahayakan petugas dan tidak terlihat adanya urgensi aparat untuk melakukan tindakan paksa tersebut. Hak-hak Munarman harus dihormati apa pun tuduhan kejahatannya,” ujarnya.

Usman menjelaskan, dalam pasal 28 ayat (3) dari Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme jelas menyatakan bahwa pelaksanaan penangkapan orang yang diduga melakukan Tindak Pidana Terorisme harus dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip HAM. “Ini berpotensi membawa erosi lebih jauh atas perlakuan negara yang kurang menghormati hukum dalam memperlakukan warganya secara adil,” ucap Usman.

Dia meminta Polri mengevaluasi kinerja Densus dalam peristiwa ini, setiap penangkapan harus menghormati nilai-nilai hak asasi manusia. “Belum lagi jika mengingat situasi kedaruratan pandemi Covid-19. Penegak hukum harus lebih sensitif, mempertimbangkan prokes dan hak atas kesehatan dari orang yang hendak ditangkap atau ditahan, termasuk menyediakan masker kepada yang menutupi mulut dan hidung, bukan justru membiarkannya terbuka dan menutup matanya dengan kain hitam,” tuturnya.

Sementara anggota Tim Advokasi dan Aktivis (Taktis) Hariadi Nasution mengatakan, berdasarkan pasal 54, 55, dan 56 KUHP seharusnya Munarman bisa langsung mendapatkan bantuan hukum. Alih-alih mendapatkannya, tim kuasa hukum, kata dia, hingga kini masih sulit menemui Munarman. “Terlebih ancaman pidana terhadap klien kami lebih dari 5 tahun. Sehingga, klien kami wajib mendapat bantuan hukum,” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (28/4).

Tak sampai di sana, tuduhan terkait terorisme pada Munarman juga disebut tak mendasar. Itu mengingat Munarman dan FPI disebutnya jelas telah mengatakan tindakan ISIS tidak sesuai keyakinan mereka.

Bahkan, Munarman disebut Hariadi dalam berbagai kesempatan telah mengajak masyarakat untuk menghindari ajakan atau situs-situs terkait. Khususnya, yang mengarahkan pada tindakan ekstremisme. “Terkait temuan di gedung eks DPP FPI oleh kepolisian adalah detergen dan pembersih toilet untuk kerja bakti masjid dan mushala,” kata dia menambahkan.

Sementara, temuan di kediaman Munarman, menurut dia, hanya buku-buku intelektual koleksi pribadi. Dengan alasan itu, menurut Heriadi, setiap proses penegakan hukum terhadap Munarman harus menjunjung tinggi HAM dan asas hukum.

Menyoal penyeretan paksa Munarman dan penutupan wajahnya saat digelandang ke Polda Metro Jaya, diklaim Hariadi menyalahi UU dan prinsip hukum serta hak asasi manusia. Utamanya, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 28 Ayat 3 UU No 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.

Sedangkan eks pengacara FPI Aziz Yanuar menyorot barang bukti yang disita Densus 88 Antiteror di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terkait penangkapan Munarman adalah cairan pembersih kamar mandi dan toilet. Barang bukti tersebut sebelumnya disebut merupakan bahan peledak.

Dari informasi yang diperolehnya, cairan pembersih itu digunakan saat ada kegiatan bersih-bersih masjid. “Itu pembersih WC. Dulu ada program bersih-bersih masjid di sekitar lingkungan. Itu pembersih wc infonya,” kata Aziz, Selasa (27/4).

Diketahui, pihak kepolisian mengamankan cairan yang yang diduga bahan peledak dari Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut, bahan itu juga disebutkan mirip dengan barang bukti terduga teroris Condet dan Bekasi. Terduga teroris itu sebelumnya dimankan Densus 88 Antiteror Polri pada akhir Maret 2021 lalu.

“Ini merupakan aseton yang digunakan untuk bahan peledak yang mirip dengan yang ditemukan di Condet, dan Bekasi,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Ahmad Ramadhan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/4) malam.

Selain itu, barang bukti lain yang diamankan yakni serbuk mengandung nitrat tinggi. Kemudian dokumen serta atribut FPI. “Apa yang ditemukan dari hasil penggeledahan tadi akan dilakukan penelitian dan pemeriksaan oleh Puslabfor,” katanya. Munarman sebelumnya ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di rumahnya di Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, pukul 15.30 WIB.

Sementara Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Adamsyah Wahab atau kerap disapa Don Adam, juga tak percaya Munarman ditangkap karena kasus teroris. Dia mengaku mendapatkan kesaksian dari temannya soal Munarman. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa temannya yang beragama Kristen bernama Roy Pakpahan tersebut mengaku bahwa Munarman adalah orang yang membantu izin pembangunan suatu gereja.

“I Stand with Maman. Teroris pala lu.. gereja hkpb di cinere tempat bapak sy beribadah, awalnya tdk bs berdiri. Org takut beribadah. Maman bilang klu mmg srt ijin sdh ada dan lkp ya bangun sj. Klu ada yg ganggu kabarin gW, kata Maman. Skrg gereja hkbp cinere, salah satu rumah ibadah terbesar di cinere,” ujar pesan Whatsapp Grup yang diunggah oleh Don Adam.

Melihat pengakuan dari temannya yang beragama Kristen tersebut, Don Adam lantas menilai bahwa framing terhadap Munarman, bahwa dirinya terlibat dalam tindakan terorisme, adalah tudingan yang sangat jahat.

“Sahabat saya Roy Pakpahan (Kristen) memberikan kesaksian di WAG yg saya dan @KetumProDEMnew ikuti. Framing terhadap Munarman jahat banget!” tuturnya, sebagaimana dikutip dari cuitan di akun Twitter pribadinya @DonAdam68.

Tak cukup sampai di situ, aktivis Pro Demokrasi itu juga mengungkapkan sikapnya yang tetap mendukung Munarman. “I Stand With Munarman. #bebaskantahananpolitik,” kata Don Adam mengakhiri cuitannya.

** ass