26.3 C
Bogor
Saturday, August 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1288

Jokowi Hanya Lantik Nadiem, Bahlil dan Tri Handoko

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo tak banyak menyita perhatian publik. Teka-teki menteri baru yang masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju terjawab sudah.

Dalam pengambilan sumpah jabatan, Rabu (28/4), Presiden Joko Widodo hanya menyumpah tiga menteri, dua di antaranya nama lama di Kementerian/Lembaga pemerintahan Jokowi-Maruf.

Mereka adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim (sebelumnya Mendukbud); Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia (sebelumnya Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM); dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko (sebelumnya Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pengambilan sumpah jabatan tersebut dilakukan di Istana Negara, Jakarta dengan dihadiri juga oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Maruf Amin.

Dengan perubahan nomenklatur jadi Kementerian Investasi maka ditargetkan investasi yang masuk ke Indonesia tahun ini sebesar Rp900 triliun. Untuk mencapai realisasi target Presiden Joko Widodo yang sangat tinggi tersebut, Bahlil menyatakan akan memperkuat kerja sama dengan sovereign wealth fund (SWF) milik Indonesia, yaitu Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

“Hubungannya kita nanti begitu dana masuk kita akan bicara dengan mereka, mereka akan investasi di bidang-bidang apa saja nanti kita akan bantu di situ,” kata dia saat konferensi pers, Rabu (28/4).

Bahlil menekankan, dengan berubahnya nomenklatur BKPM menjadi Kementerian Investasi, maka wewenang untuk membuat regulasi dan menghubungkan regulasi antara kementerian lembaga sudah dimiliki. Sehingga bisa memudahkan kerja sama dengan INA.

“Kita perlancar mereka mana kala mereka mau masuk di pertambagan, infrastruktur, atau akusisi infrastruktur di situ kita bantu. Apalagi bicara foreign direct investment pasti akan ada urusannya dengan Kementerian Investasi,” tuturnya.

Di sisi lain, Bahlil menekankan, dengan perubahan nomenklatur ini tidak akan ada perbedaan dalam rencana kerja sama Kementerian Investasi dengan INA ke depannya. Sebab, kedua institusi negara ini memiliki target yang sama dengan fungsi yang sedikit berbeda.

“SWF ini kan lembaga, ini LPI jadi dia mengelola, semacam ini lembaga keuangan, lembaga investasi yang keuangan non bank sebetulnya. Dia mengelola uang saja tapi perizinan di BKPM saja, jadi dia tidak lebih dari lembaga keuangan non bank,” tuturnya.

Bahlil optimis akan bisa mencapai target ini meskipun angka yang dicanangkan lebih tinggi dari target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yang digagas oleh Kementerian PPN/Bappenas sebesar Rp856 triliun.

Bahlil berharap langkah pemerintah yang tengah gencar mengimplementasikan Undang-undang Cipta Kerja, khususnya dalam hal kemudahan berusaha, bisa disambut baik oleh para pengusaha atau calon investor asing dan domestik untuk investasi di Tanah Air.

** ass

KPK Geledah Ruang Kerja Azis Syamsuddin

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu ruangan di Gedung DPR. Ruangan yang digeledah tersebut milik Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin. Penggledahan ini berkaitan dengan penyidikan perkara kasus suap penghentian penyelidikan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial yang menjerat penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Penyidik KPK itu ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. 

“Penggeladahan dilakukan tentu dalam rangka pengumpulan bukti-bukti terkait perkara dimaksud,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (28/4).

Tak hanya di DPR, tim penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di rumah dinas Azis Syamsudin yang berada di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/4). Pertemuan Stepanus dan Syahrial untuk mula kongkalikong itu sendiri diketahui berawal di rumah dinas Azis, dan difasilitasi pimpinan DPR itu juga.

 Tim penyidik KPK tiba di rumah Azis sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka datang menggunakan 5 mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, sekitar 13 menit, dua mobil penyidik KPK juga kembali menyusul datang.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Habiburokhman, yang mendampingi penggeledahan petugas KPK itu mengatakan terkait kasus suap. “Saya sih enggak secara lugas disampaikan tapi sudah terdahulu disampaikan Kabagset [Kepala Bagian Sekretariat MKD] tadi terkait Pak Azis Syamsuddin yang lagi ramai ini,” kata sosok yang akrab disapa Habib kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu (28/4) malam.

Kasus yang tengah ramai diperbincangkan yang menyeret nama Azis saat ini ialah dugaan keterlibatan Waketum Partai Golkar itu dalam kasus yang melibatkan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Azis diduga memperkenalkan Stepanus dengan Syahrial atas dugaan korupsi pemerintah kota Tanjung Balai. Pertemuan itu pada pokoknya meminta KPK tak menaikkan status Syahrial ke tahap penyidikan. Stepanus meminta uang Rp1,5 miliar yang lantas disetujui oleh Syahrial agar kasus dugaan korupsi lelang jabatan yang diduga menjeratnya dapat dihentikan.

Lebih lanjut, Habib mengaku tidak mengetahui secara detail barang atau dokumen apa saja yang sudah disita penyidik KPK dari ruang kerja Azis di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia pun meminta hal tersebut ditanyakan ke KPK secara langsung. “Nanti tolong tanya ke teman KPK lah, saya enggak ada kewenangan menjawabnya,” tutur Habib.

** ass

Masyarakat Mandailing Protes Kemendikbud

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Protes terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diutarakan masyarakat Mandailing Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas (KMMPI). Mereka mengapresiasi usaha dan ikhtiar pemerintah lewat Kemendikbud dalam membentangkan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bentuk Kamus Sejarah.

Namun, apabila bentangan sejarah tersebut diduga hendak menghilangkan jejak tokoh bangsa yang mempunyai kontribusi besar dalam kelangsungan Republik, maka Kamus Sejarah tersebut adalah narasi sesat dan menyesatkan bagi memori masa kini dan masa depan.

Demikian masyarakat Mandailing menyikapi Kamus Sejarah jilid I dan II terbitan Kemendikbud, Selasa malam (27/4). Rilis disebarkan KMMPI lewat tiga jurubicaranya, Syahrir Nasution (deklarator KMMPI), Imsar Muda Nasution (sejarawan Mandailing), dan Ali Sati Nasution (jurnalis senior).

KMMPI menyampaikan, masyarakat Mandailing asal Sumatera Utara memiliki tokoh-tokoh penting yang juga telah berperan penting dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia, dan beberapa namanya belum disebutkan secara proporsional di dalam Kamus Sejarah tersebut, seperti SM Amin Nasution, seorang tokoh Sumpah Pemuda 1928, pernah menjadi Gubernur Sumatera Utara dan Riau, dan sekarang sudah diangkat jadi Pahlawan Nasional.

Lalu, Zulkifli Lubis yang dikenal sebagai Bapak Intelijen karena dianggap sebagai peletak dasar berdirinya Badan Intelijen di Indonesia. Dan, Jenderal Besar Doktor Haji Abdul Haris Nasution, tokoh pengaman Pancasila, penyelamat bangsa dari berbagai macam pemberontakan pada masa awal bangsa ini didirikan. Tokoh penting dalam peristiwa Bandung Lautan Api ketika sekutu masuk ke Indonesia, serta tokoh penting dalam peletak dasar perang gerilya.

Jenderal Nasution merupakan KASAD yang terlama di Indonesia. Dia pendiri Divisi Siliwangi, Panglima Pulau Jawa dan salah satu pencipta perang gerilya kaliber dunia. Dia berperan untuk memberantas pemberontakan PKI di Madiun, RMS, DI/TII di berbagai daerah, PRRI/Permesta dan G30S.

Sebagai Ketua MPRS, Jenderal Nasution pernah melantik Presiden Soeharto dan mempunyai peran dalam melarang ideologi Komunis di Indonesia. “Itulah sebabnya kenapa rumah pribadinya dijadikan museum,” ujar jurubicara KMMPI dalam rilis mereka.

Menurut KMMPI, jika kriteria pemilihan tokoh sejarah dalam buku Kamus Sejarah Indonesia adalah mereka yang berperan historis dalam pembentukan negara (jilid 1) dan pembangunan negara (jilid 2), sesungguhnya masih banyak tokoh asal Mandailing yang layak dimasukkan ke dalam buku tersebut. KMMPI siap serahkan datanya ke Kemendikbud.

Dengan demikian, KMMPI menyayangkan tidak dimasukkannya nama-nama tokoh asal Mandailing ke dalam kamus sejarah yang diterbitkan Kemendikbud. “Dan karena itu, dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan agar Kemendikbud untuk meminta maaf, menarik segera buku tersebut dari peredaran, serta merevisi buku tersebut sesuai porsi yang seadil-adilnya bagi para pejuang dan tokoh bangsa,” demikian penutup rilis tersebut.

Awal mulai terbit, kalangan Nahdliyin sudah memprotes keras Kamus Sejarah Indonesia terbitkan Kemendikbud. Buku kamus itu dinilai menyeleneh karena menghilangkan tokoh pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari. Mereka tersinggung dan meminta Kemendikbud merevisinya.

** ass

MT AL-Ikhbar PWI Bukber Bersama Anak Yatim

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Memasuki hari ke-16 di bulan Ramadhan, Majlis Taklim (MT) Al-Ikhbar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor menggelar Buka Bersama (Bukber), sekaligus santunan anak yatim. Acara diadakan di sekretariat PWI Kabupaten Bogor, Gedung Pusdai, Jalan Bersih, No 1 Kelurahan Tengah, Cibinong Kabupaten Bogor, Rabu (28/4/21).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo, jajaran pengurus MT Al-Ikhbar, Dewan Penasehat (Wanhat) PWI Kabupaten Bogor H. Danang Donoroso. Tampak hadir juga Warsono selaku donatur, kemudian Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Sukur Hermanto dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, Farda Sanberra.

Dalam sambutannya ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo menyampaikan rasa terimakasihnya atas kerjasama yang baik dari MT Al-Ikhbar dengan Kadin Kabupaten Bogor dan para donatur sehingga acara Bukber dan santunan anak yatim terlaksana dengan baik.

“Terimakasih saya ucapkan kepada para donatur, diantaranya pak Warsono, ketua Kadin Kabupaten Bogor serta jajarannya. Saya ucapkan terimakasih juga atas kehadiran dan suport dari pak Dandim serta ketua Wanhat PWI Kabupaten Bogor, begitu juga kepada semua donatur yaitu para Hamba Allah yang telah menyisihkan sebagian rejekinya untuk anak yatim yang kita santuni hari ini. Hanya Allah lah yang membalas kebaikan saudara semua,” ucapnya.

Ketua Wanhat PWI Kabupaten Bogor, H. Danang Donoroso dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh MT Al-Ikhbar. “Saya bangga dengan kegiatan ini. Semoga bukber sekaligus menyantuni anak yatim dapat terus dilakukan, khususnya di bulan Ramadhan seperti ini sangatlah besar pahalanya untuk kita semua yang mau berbagi dan peduli,” ujarnya.

Warsono, salah satu donatur santunan anak yatim yang diadakan oleh MT Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor mengaku bahagia bisa berbagi terhadap sesama. “Memiliki kebahagiaan tersendiri apabila kita mampu berbagi apalagi kepada saudara-saudara kita khususnya anak yatim. Semoga di bulan yang suci ini kita semua diberikan ampunan, dan PWI Kabupaten Bogor tetap menjadi wadah para penyampai berita yang selalu dicintai masyarakat,” ucapnya.

Hal senada, disampaikan ketua Kadin kabupaten Bogor Farda Sanberra, dirinya bersyukur dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang masih bisa berbagi terhadap sesama. “Saya sangat dekat dengan rekan-rekan wartawan di PWI. Maka ketika ada ajakan untuk bukber dan santunan anak yatim, saya bersama jajaran Kadin langsung merespon,” ungkapnya.

“Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi semua saudara kita yaitu para anak yatim. Mari kita saling mendoakan agar terus saling bersinergi dan kedepan bisa berbagi,” kata Farda menambahkan.

Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Sukur Hermanto saat memberikan sambutan mengatakan jika apa yang dilakukan MT Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor ini sesuatu yang luar biasa. “Ini luar biasa. Semoga semua amal kebaikan kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, apalagi ini di bulan suci Ramadhan, Allah akan membalaskan yang terbaik untuk kita hambanya,” ungkapnya.

Diakhir acara tampak para anak yatim yang berjumlah 72 orang, diberikan santunan berupa uang dan bingkisan dari para donatur. Setelah adzan Magrib berkumandang, semua yang hadir menggelar makan bersama alias Bukber.

** Nay Nur’ain

800 Lebih Petasan Disita, Polsek Cileungsi Giatkan KRYD

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Penjual petasan marak di bulan suci Ramadhan. Polsek Cileungsi pun menggalakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), Rabu (28/04/2021). Bahkan Polsek Cileungsi mengamankan lebih dari 800 buah petasan dalam jangka waktu tiga hari lalu.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Andri Alam Wijaya menjelaskan, Polsek Cileungsi terus melaksanakan KRYD untuk mengatasi maraknya penjual petasan di bulan suci Ramadan ini. “Sejak hari Senin (26/04) lalu hingga hari Rabu ini, Polsek Cileungsi sedikitnya sudah menyita 880 petasan dengan berbagai macam jenis,” jelasnya melalui pesan singkat.

Lebih lanjut, dengan membawa personil sedikitnya 9 orang anggota kepolisian, Andri memaparkan jenis petasan yang disita oleh Polsek Cileungsi. “Dari 880 petasan, terbagi menjadi 3 jenis, mulai dari petasan korek sejumlah 800 buah, merecon 50 buah, lalu petasan air mancur sebanyak 30 buah, dari 2 penjual Petasan di Cileungsi,” paparnya.

Dalam rangka menertibkan para pedagang ini, Kapolsek Cileungsi memberikan tindakan tegas dengan menyita dan memusnahkan semua petasan. “Untuk menindak tegas para oknum penjual dan memberi contoh juga kepada para pedagang lainnya, kami lakukan penyitaan dan pemusnahan petasan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, di lokasi berbeda, Yanto salah satu pengendara yang sedang melintas pun memberikan tanggapannya terkait maraknya penjual petasan tersebut. Menurutnya tindakan yang dilakukan pihak kepolisian sudah tepat. “Para oknum penjual petasan ini harus ditindak tegas, karena sasaran pembelinya adalah anak-anak,” ujarnya.

Petasan ini, lanjut Yanto, bisa membahayakan banyak orang, baik anak-anak yang memainkannya maupun pengendara motor. “Yang pertama kita gak tau kecelakaan apa yang bisa menimpa anak-anak saat bermain petasan, lalu yang kedua bahaya yang ditimbulkan pada orang lain, sebagaimana kita tahu, sering kali anak-anak bermain petasan di jalan umum, kita tidak tahu dampak apa yang timbul kepada pengendara motor saat petasan itu meledak, bisa saja dia kaget lalu terjatuh, pokoknya banyak resikonya ketimbang untungnya,” jelasnya.

** Nay Nur’ain

Pemdes dan Camat Leuwisadeng Swadaya Bangun Rumah Warga yang Ludes Terbakar

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Belum lama ini, warga Kampung Pasirwangun RT 01 RW 10 Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng telah mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan satu rumah milik Dedi. Musibah kebakaran terjadi pada Sabtu (10/04)  lalu.

Dengan kejadian tersebut, Pemerintahan Desa (Pemdes) dan Camat Leuwisadeng beserta warga sekitar, bahu membahu membangun kembali rumah milik Dedi yang dihuni oleh 5 jiwa itu.

Kepala Desa Wangunjaya Hanapi mengatakan, rumah yang semula terbuat dari kayu dan bilik dengan ukuran 3,5 kali 4 meter, kini dibangun dengan ukuran lebih besar. “Berkat gotong royong, saat ini rumah Dedi menjadi 7,5 × 6 meter dengan menggunakan bahan material seperti pasir, hebel, asbes. Sekarang rumah Dedi sudah bisa ditempati,” jelas Kades.

Menurutnya, upaya membangun rumah atas hasil swadaya dengan Camat Leuwisadeng dibantu dengan melibatkan masyarakat  untuk kembali mendirikan rumah pak Dedi yang sebelumnya telah rata dengan tanah karena hangus terbakar. “Semua yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian, apa lagi korban kebakaran itu, warga yang tidak mampu,” tukasnya.

Sementara itu,  Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana menyatakan, empati warga Desa Wangunjaya terhadap warga yang terkena musibah terbilang cukup tinggi. “Pihak desa dan kecamatan selain mendorong tentu saja kita bantu juga. Alhamdulillah, rasa kepedulian warga masih sangat bagus, ” ucapnya. “Kepala Desa yang baru, saat ini tengah mendukung dalam meningkatkan semangat bergotong royong di tengah masyarakat,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Terkait Pengalihan BST di Desa Cicadas, Achmad Fathoni: Hati-hati Dalam Menyikapi Bantuan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Terkait pengalihan Bantuan Sosial (BST) yang terjadi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, yang diduga mengalir ke Karang Taruna Desa Cicadas, disorot anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni. Dia akan mengecek kebenarannya.

“Dalam hal ini saya ingatkan 3 hal untuk semuanya dalam mengelola BST. Pertama saya ingatkan semua pihak harap berhati-hati dalam menyikapi bantuan pemerintah pastikan bantuan sampai kepada yang berhak. Kedua kalaupun ada kebijakan pengalihan mestinya harus sesuai prosedur dan ketiga harap Camat Gunung Putri bisa mensupervisi hal ini,” ujar politisi PKS ini kepada Jurnal Bogor melalui WhatsApp, Rabu (28/04).

Menurutnya, dari hasil pembicaraan dengan Kepala Desa Cicadas Dian Hermawan, kades menjelaskan bahwa hampir 90% warga masyarakat menerima BST dari Kemensos ini dan sesuai hasil Musdes diberikan untuk penerima KPM tahap 3 berbeda dengan KPM tahap 4.

“Katanya (Dian Hermawan), yang mempunyai KTP Cicadas diberikan sesuai data yang diajukan oleh ketua lingkungan, mulai dari Karang Taruna, ormas, OKP wartawan, jadi totalnya 11.858 KPM BST,” jelas Achmad Fathoni.

Namun, dalam hal ini tetap harus sesuai dengan prosedur dalam langkah pengalihan tersebut. Kelayakan penerima pengalihan dana BST juga jangan sampai niat baik berakhir dengan petaka karena menabrak aturan yang sudah ditetapkan.

Bantuan Kemensos di Desa Cicadas terakhir kali dikeluarkan untuk 2 bulan sehingga masing-masing KPM mendapatkan 600 ribu rupiah.

** Nay Nur’ain

Tumpukan Sampah di Pasar Ciampea Dibiarkan DLH Berserakan

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Tumpukan sampah yang berserakan hingga ke jalan di Pasar Ciampea Lama, Kecamatan Ciampea, Rabu sore (28/4/2021), selain menimbulkan bau busuk karena sudah lama tidak diangkut, sampah tersebut juga ketika ada aktivitas pasar sering menjadi penyebab Kemacetan Parah.

Hal itu membuat banyak pihak prihatin dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor pun dituding cuek terhadap keberadaan sampah yang sudah menggunung  itu. Seperti diungkapkan Ketua Karang Taruna Desa Ciampea Haidy Arsyad yang mendesak agar dinas terkait untuk serius menangani sampah-sampah yang ada di pasar sampai berserakan ke tengah jalan.

“Liat itu sampah di Pasar Ciampea Lama padahal pedagang membayar retribusi tapi sampah dibiarkan menumpuk hingga berhari-hari bahkan sampai berserakan ke jalan,” katanya.

Sementara menurut salah seorang pedagang, Anto, sampah tersebut memang kerap menumpuk bahkan jika telat diangkut sampai ke tengah jalan. “Kalau saya bayar 500 ribu rupiah untuk restribusi tahun itu sering telat angkut sampahnya, gak tahu kendalanya apa,” ujarnya.

Sementara itu Kepala UPT DLH Wilayah Ciomas, Atang saat dikonfirmasi perihal tumpukan sampah karena volume sampah terus bertambah, sementara jadwal penarikan cuma 2 kali dalam seminggu. “Sampah (yang ada) bukan saja dari pasar tapi (dating) dari luar juga buang disitu,” jelas Atang.

** Cepi Kurniawan

Dikunjungi Menko Polhukam, Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Pamerkan Jahe Merah

0

Gunung Sindur | Jurnal Inspirasi

Pameran produk unggulan narapidana bertajuk “One Day, One Prison’s Product” diikuti Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dengan produk Jahe Merah di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Senin (26/4/2021). Pameran ini merupakan rangkaian acara menuju 57 tahun pemasyarakatan

Stand pameran Jahe Merah Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, mendapatkan kehormatan dikunjungi langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfudz MD, didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard, dan Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto.

Mahfudz MD, mengaku bangga dengan pameran produk narapidana. Ini bisa menjadi embrio bagi penggiat-penggiat industri kreatif hasil binaan dari Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.

Selain itu, juga pameran diharapkan memberi kebermanfaatan, serta menjadi modal berharga bagi para warga binaan di masa mendatang. “Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pemasyarakatan yang terlibat dalam upaya peningkatan pemberdayaan narapidana sehingga mampu mendorong penciptaan dan pengembangan kegiatan ekonomi baru,” ujar Menko Polhukam.

Saat ini, Lapas sudah bertransformasi menjadi institusi yang mampu menyiapkan masyarakat yang tangguh, berketerampilan dan memiliki produktivitas yang siap berkompetisi dalam persaingan global.

Menkopolhukam menyatakan sikap mendukung sepenuhnya kegiatan One Day, One Prison’s Product tersebut.

** Cepi Kurniawan

TNI AU Bagikan Sayuran Gratis ke Warga dan Pengguna Jalan

0

Kemang | Jurnal Bogor

Secara patungan anggota satuan TNI AU Lanud Atang Sendjaja membeli sayuran dari pedagang dekat komplek Lanud untuk dibagikan ke warga dan pengguna jalan yang melintas saat Ramadhan 1442 Hijriah dengan tema “Berbagi itu Indah dan Berbagi itu Bertambah”.

Sayuran yang dibagikan mulai dari kangkung, wortel dan tahu tempe, serta ikan ke penggunaan jalan dapat ambil seperlunya tanpa harus membayar sepeser pun. Seperti diungkapkan Kepala Penerangan Lanud Atang Sendjaja Letkol Sus Arobi Rahakbauw bahwa para pengguna jalan raya yang melintas berhenti dan mengambil seperlunya secara gratis.

“Sementara warga yang kebanyakan ibu-ibu, datang dan mengambil sayuran itu,” ujar Kepala Penerangan Lanud Atang Sendjaja Letkol Sus Arobi, kepada Jurnal Bogor baru-baru ini.

Sambung Arobi kegiatan itu merupakan inisiasi secara spontan anggota bujangan di Mes Garuda di bawah pimpinan Komandan Satuan Polisi Militer, Letkol Pom Dadan Triana. Sehingga spontanitas itu pun disambut baik oleh Komandan Lanud ATS sehingga rencana awalnya dilakukan dua kali dalam seminggu, kini berbagi sayuran tersebut dilakukan setiap hari setiap pukul 13.30 WIB.

“Kita belanja mulai dari jam dua pagi berbagai jenis sayuran, kita patungan hingga banyak yang menjadi donatur,” jelas Letkol Sus Arobi.

Menurutnya, setiap memasuki bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok cenderung naik. Sementara daya beli masyarakat berkurang imbas pandemi Covid-19. Untuk itu, melalui kegiatan tersebut, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk berempati bersama dalam melewati masa krisis saat ini.

“Ini bisa menjadi contoh dan menular bagi semua satuan lain di Lanud Atang Sandjaya, kita berbagi di tengah kondisi pandemi Covid-19,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan