Sungai Ciliwung dan Cisadane sesungguhnya merupakan anugerah bagi warga Kota Bogor. Keduanya bisa menjadi salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sayangnya, masih ada sebagian masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tersebut yang mencemarinya. Pencemaran ini jelas menjadi ancaman bagi ketersediaan bahan baku air bersih saat ini dan di masa mendatang.
Dalam rangka mengubah sikap perilaku yang merugikan itulah, USAID Indonesia menyelenggarakan program Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS) di Kota Bogor. Sudah 5 tahun USAID IUWASH PLUS memberi dukungan dalam bentuk “software” atau non infrastruktur kepada Pemerintah Kota Bogor.
“Kami melakukan pendampingan di sektor layanan air bersih, layanan sanitasi yang aman dan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelas Wouter Sahanaya, Regional Manager dan Tim IUWASH PLUS Jawa Barat, DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang. Juga memfasilitasi Pemerintah Kota Bogor dalam pembentukan kebijakan-kebijakan terkait sanitasi, air dan pengarusutamaan gender dalam setiap kegiatan dan pembentukan perjanjian kerjasama lintas regional di bidang konservasi air. Di sektor layanan air bersih, program ini antara lain membantu PDAM Tirta Pakuan memasang 3 alat sensor pengukur tekanan air di jaringan pipa.
Jadi pencemaran Ciliwung akibat limbah cair, hanyalah salah satu isyu yang ditangani di sektor sanitasi pada program ini. Penanganan sektor sanitasi, diarahkan untuk mengubah sikap perilaku masyarakat untuk tidak lagi menjadikan sungai sebagai ‘septic tank besar’ atau ‘kakus mengalir’. Menurut Wouter, sebagian masyarakat di lima kelurahan memang masih mencemari Ciliwung. “Mereka berkontribusi besar dalam pencemaran sungai Ciliwung dengan perilaku buang air sembarangan (BABs) secara tertutup,”katanya.
Dengan maksud mengubah perilaku masyarakat itulah, tim bekerjasama dengan Dinas PUPR Kota Bogor melakukan pendekatan ke masyarakat dengan membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Partisipatif di 5 kelurahan. Tim melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk memetakan kebutuhan dan membuat rencana kerja masyarakat terkait sanitasi dan pola hidup bersih. “Hasil semua itu disampaikan kepada para pemangku kepentingan untuk mendapat dukungan anggaran dari pemerintah, swasta atau lembaga keuangan mikro dan pengusaha sanitasi,” lanjut Wouter.
Menjelang berakhirnya program IUWASH PLUS di Kota Bogor pada Oktober mendatang, tercatat adanya perbaikan sektor pengelolaan sanitasi yang membantu mengurangi tekanan pencemaran pada Ciliwung. Di Kelurahan Tanah Sareal dan Kelurahan Babakan Pasar telah terbangun masing-masing 30 septic tank individu. Sedangkan di Kelurahan Sempur jumlahnya mencapai 125 unit. Semuanya dibangun dari APBD Kota Bogor. “Khusus di Kelurahan Sempur, 8 rumah tangga mendapat kredit ringan dari lembaga keuangan mikro BAIK, untuk membangun septic tank individu,” tambah Wouter.
Catatan lain diperoleh dari monitoring yang dilakukan terhadap 4.762 KK di 5 kelurahan yang tergolong sebagai zona hotspot atau wilayah perkotaan yang padat penduduk. Pada cacatan itu diketahui, masih ada 21 rumah tangga yang melakukan BABs terbuka dan 1.993 rumah tangga melakukan BAB sembarangan secara tertutup. Artinya mereka masih mengalirkan kotoran tinja ke saluran air atau sungai.
Selain itu terdapat 10 rumah tangga numpang akses sanitasi belum layak dan 1987 memiliki akses ke sanitasi belum layak. Berikutnya tercatat 2 rumah tangga numpang akses ke sanitasi layak dan 592 rumah tangga mengakases sanitasi layak, seperti memiliki septic tank sendiri, septic tank komunal ataupun yang dikelola IPAL. Sedangkan mereka yang sudah memiliki akses sanitasi aman, jumlahnya baru mencapai 187 rumah tangga.
Pengelolaan sanitasi limbah dimestik (penyaluran tinja) yang aman dan kedap memang tidak hanya penting bagi masyarakat yang tinggal di tepian sungai. Melainkan juga perlu menjadi perhatian masyarakat yang tinggal di lokasi lain seperti di perumahan. Setiap rumah idealnya telah menggunakan jenis septic tank yang aman, kedap untuk menjaga kelestarian dan mutu air tanah yang dikonsumsi. Limbahnya disedot secara berkala 2 sampai 3 tahun sekali oleh UPTD Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
Terkait dengan itu Pemerintah Kota Bogor telah membangun IPAL komunal. Dalam hal ini maka IUWASH PLUS membantu pengelolaan dan perawatan IPAL. Saat ini tercatat ada 2.802 rumah tangga yang mendapat manfaat penyambungan ke IPAL. Termasuk diantaranya adalah 739 rumah tangga yang semula BABs, kini mempunyai sanitasi yang layak.
Langkah lanjut yang dilakukan IUWASH PLUS adalah melakukan sosialisasi tentang Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Saat ini tercatat relatif sudah banyak rumah mengakses LLTT, termasuk 1093 rumah tangga yang mengakses IPAL. Dalam waktu dekat IUWASH PLUS akan me-launching Layanan Lumpur Tinja Terjadwal. Sebab menurut Wouter, sudah waktunya program LLTT dilaksanakan di Kota Bogor. “Semua perangkat pendukung sudah ada seperti armada sedot yang memadai, SDM yang handal, pengaturan SPALD dan Management Information System yang baik untuk melaksanakan LLTT,” jelasnya.
Diharapkan paska launching nanti, semakin banyak masyarakat Kota Bogor yang mendaftar untuk memperoleh LLTT. Semakin banyak rumah yang memiliki septic tank aman dan kedap serta terjadwal penyedotan lumpur tinjanya, berarti semakin luas lahan yang air tanahnya lestari dan tidak tercemar. Kondisi itu bermanfaat bagi ketersediaan bahan baku air bersih di masa depan, yang akan dibutuhkan dan dinikmati oleh anak dan cucu kita semua.
Istilah Budaya, Kebudayaan dan Definisi Budaya Keamanan Pangan
Penulis: Bangun Raharjo
Program Studi Ilmu Teknologi Pangan SEKOLAH PASCA SARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Istilah Budaya atau Kultur menjadi trend yang menarik untuk diadopsi dalam sistem manajemen di organisasi, sebut saja Budaya Keselamatan Kerja (Safety Culture) untuk organisasi yang mengkampanyekan keselamatan pekerjanya dalam organisasi. Secara umum Kultur juga ditampilkan menjadi Nilai atau Value dari Organisasi yang kemudian dikampanyekan secara masif baik secara visual maupun sistematis melalui training dan praktik melalui aktivitas sehari-hari di semua lini dan fungsi organisasi.
Begitu juga di Industri Pangan , budaya atau kebudayaan tidak hanya muncul pada tingkatan Nilai-Nilai Organisasi secara umum atau universal, seperti Kepercayaan, Keterbukaan, Kedekatan, Kepemimpinan, Inklusivitas, Inovasi dan lain-lain dimana hal ini bisa dikembangkan oleh organisasi sesuai dengan believe atau keyakinan yang ingin ditanamkan oleh Pemimpin Organisasi atau Pemilik dari Perusahaan, tapi saat ini istilah kebudayaan di Industri Pangan semakin spesifik terhadap Main Needs atau Kebutuhan Utama dari industri pangan yaitu budaya yang perlu dibangun untuk mendukung terciptanya produk pangan yang aman dan berkualitas untuk konsumen.
Jika mengacu kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah Budaya sebagai kata benda memiliki arti, pikiran, akal budi, sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang atau dalam arti ragam cakapannya adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar dirubah. Sedangkan dalam KBBI pula, Kebudayaan secara definisi antropologinya diterangkan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
Jika melihat istilah budaya dan kebudayaan di KBBI di atas, maka titik tekan pada konsep budaya atau kebudayaan adalah unsur manusia dan perilakunya dalam suatu lingkungan. Maka istilah Kebudayaan Keamanan Pangan di Industri Pangan bisa didekatkan sebagai nilai yang diciptakan oleh manusia atau seluruh bagian organisasi baik pemimpin atau pemilik sampai karyawan yang kemudian menjadikannya sebagai pedoman tingkah laku dalam menerapkan atau mengimplementasikan program atau sistem keamanan pangan di dalam organisasi sehingga memberikan produk pangan yang aman dan berkualitas untuk konsumen. Sebagai referensi pembanding untuk istilah Budaya Keamanan Pangan, Global Food Safety Initiative (GFSI) sebagai organisasi swasta yang didirikan dan dikelola oleh asosiasi perdagangan internasional, yang mempertahankan skema untuk mengukur standar keamanan pangan bagi produsen serta standar jaminan pertanian, sudah mengenalkan skema dan istilah Kebudayaan Keamanan Pangan melalui dokumen A Culture Food Safety : A Position Paper from The Global Food Safety Initiative (GFSI) V1.0 yang dirilis pada tahun 2018. Menurut GFSI, Budaya Keamanan Pangan adalah nilai-nilai, keyakinan dan norma yang diyakini bersama, yang mempengaruhi pola piker dan perilaku terhadap Keamanan Pangan di dalam dan di seluruh organisasi.
Trend atau Kecenderungan Implementasi Kebudayaan Pangan di Industri Pangan Saat Ini
Kurang lebih dalam 1 dekade terakhir istilah Kebudayaan Keamanan Pangan mulai dikenalkan pada organisasi industri pangan internasional (multinational companies), dengan menggunakan istilah internal masing-masing seperti Fo-Qual (Focus on Quality ) yang dikenalkan mulai pada tahun 2013 di Danone Eary Life Nutrition (Produk Makanan Bayi), Intergrated Lean Six Sigma di Mondelez sejak tahun 2014 dimana Quality Management Pillar-nya juga menekankan Kebudayaan Keamanan Pangan dengan ditunjuknya Quality Champion / Ambassador di masing-masing fungsi, The Coca-Cola Company (TCCC) yang memulai tahun 2019 membuat program Food Safety and QSE Culture pada seluruh Coke System (Company Owned Facilities dan Bottling Partners), YUM Group yang mulai mengevaluasi Budaya Keamanan Pangan pada checklist Audit terhadap suppliernya di 2020, dan terakhir di perusahaan waralaba internasional seperti McDonald yang pada tahun 2019 memperbaharui Global Food Safety Strategy -nya dimana salah satu prinsipnya adalah dengan mengembangkan Kebudayaan Food Safety dari Farm to Fork atau dari Hulu (disiapkan di lahan Pertanian) sampai ke Hilir (dikonsumsi di Rumah)
Dari sudut pandang Organisasi Dunia yang memimpin penetapan dan pengendalian Standar Internasional untuk bidang keamanan dan kualitas pangan seperti Codex Alimentarius juga mulai memasukan urgensi Food Safety Culture dalam perubahan (amandement) dari General Principles of Food Hygiene CXC 1 – 1969 yang diperbaharui pada akhir tahun 2020. Dalam dokumen tersebut, disebutkan beberapa elemen penting dalam menumbuhkan Food Safety Culture yang positif dalam suatu organisasi industri pangan adalah sebagai berikut :
Komitmen Manajemen dan seluruh karyawan untuk penanganan dan produksi pangan yang baik dan aman
Pemimpin membuat arahan yang tepat dan melibatkan semua karyawan dalam praktikpraktik kemanan pangan
Kesadaran pentingnya Food Hygiene oleh semua pihak dalam organisasi
Komunikasi yang terbuka dan jelas di antara karyawan di dalam organisasi , termasuk penyimpangan dan ekspektasi yang ada
Ketersedian Sumber Daya untuk memastikan Sistem Food Hygiene terimplementasi
Dari 2 referensi internasional mengenai Kebudayaan Keamanan Pangan yaitu versi GFSI dan Codex, maka jelas penekanannya adalah kembali ke sumber daya manusianya, nilai- nilai atau norma yang akan di buat dan seluruh alat yang mungkin dipakai untuk mendesain, mengkomunikasikan, menjalankan dan mengevaluasi kebudayaan pangan agar terus dijalankan secara sadar dan berkelanjutan dalam rangka membuat produk pangan yang aman dan berkualitas kepada konsumen.
Apakah ada kontradiksi Food Safety Culture dengan Industri 4.0 di Industri Pangan?
Jika melihat definisi bebas atau umum untuk revolusi industri mulai dari Industri 1.0 sampai dengan Industri 4.0, dimana akhirnya di revolusi industri 4.0 kita mulai mengenal system autonomy, big data analytics dan komunikasi antar machine to machine, maka kita akan menemukan beberapa perbedaan antara arah perubahan Food Safety Culture yang sudah dibahas sebelumnya dengan arah perubahan revolusi industri 4.0. Beberapa perbandingan yang bisa disajikan secara umum adalah :
Area Perbandingan
Food Safety Culture
Revolusi Industri 4.0
Fokus Perubahan
Cenderung Konvensional : Pendekatan Proseduris dan Administratif dari Food Safety & Quality Manajemen System (QFSMS) yang dilengkapi dengan “Budaya Keamanan Pangan” yang menekankan nilai, norma petunjuk dan keyakinan manusia di dalam memproduksi produk pangan
Cenderung Modern dan Futuristik : Pendekatan Mekanikal- Manual Konvensional dari produk fisik secara masif menjadi automisasi dan digitalized- connected dengan internet system dengan skala akses informasi yang lebih besar (big data)
Aktor Utama Perubahan
“Pikiran dan Hati” Manusia secara individu dan organisasi
“Ciptaan” manusia yang berupa teknologi, baik hard tech. (peralatan / mesin) atau soft tech. (informasi, internet, cloud)
Investasi untuk Perubahan
Rendah untuk teknologi dan equipment, Tinggi untuk menumbuhkan mindset dan praktik budaya keamanan pangan (Company value, Policy, Training, Coaching, Campaign, OJT, Rewarding dan Recognition)
Tinggi untuk teknologi dan equipment, Rendah untuk investasi hard skill dan soft skill sumber daya manusia
Lead Time Perubahan dan faktor yang mempegaruhinya
Cenderung Lama, karena yang disentuh adalah logika dan rasa manusia, bukan teknologi atau alat. Tapi seberapa cepat dan lamanya juga tergantung komitmen dan investasi Pemimpin dan seluruh bagian organisasi untuk investasi komitmen dan perhatian dalam berubah
Cenderung Cepat, karena yang diset up adalah Teknologi, informasi dan peralatan, jika Adapun terkait knowledge manusia untuk beradaptasi dengan industri 4.0, ini bisa dikejar cepat. Tapi seberapa cepat penerapan teknologi industri 4.0 juga tergantung sebarapa besar investasi yang ditanamkan.
Dampak Perubahan terhadap Main Goals Industri Pangan (Pangan yang Aman dan berkualitas untuk konsumen)
Cenderung Bertahan Lama terhadap kepuasan konsumen karena yang ditekankan adalah nilai-nilai budaya yang akan melekat kuat di manusia yang menjalankan organisasi untuk memenuhi “kebutuhan” utama / ultimate goal konsumen, yaitu produk yang aman dan berkualitas.
Cenderung bisa berubah cepat tergantung seberapa cepat perubahan teknologi dan ekspektasi “tambahan” / “keinginan baru” dari seluruh customer dan konsumen. Kemajuan dan aplikasi teknologi akan dilihat dengan compatibility-nya terhadap proses industri pangan dan karakter bahan atau produk pangan
Dari perbandingan di atas sekilas terkesan terdapat beberapa area yang kontraproduktif antara perubahan yang dibawa oleh penerapan Food Safety Culture dan Revolusi Industri 4.0 di Industri Pangan, akan tetapi sebagai Praktisi atau Profesional di Industri Pangan langkah yang tepat adalah bukan sekedar menyajikan data perbedaan atau malah memperuncing perbedaan , justru yang diharapkan adalah memadukan 2 perbedaan ini menjadi Kekuatan Baru (Emerging Strength) dalam penerapan Sistem Keamanan Pangan di Industri Pangan . Hal ini senada dengan apa yang diteliti oleh Yiannas pada tahun 2008 yang dirangkum di dalam bukunya Food Safety Culture : Creating a Behavior-based Food Safety Management System, di mana ada 4 faktor keberhasilan yang penting dan diperlukan untuk membuat lompatan signifikan dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan menjadi Kebudayaan Keamanan Pangan (Food Safety Culture) yaitu sebagai berikut :
Kreativitas dan Inovasi : Definisi sederhana dari sebuah inovasi adalah tindakan memperkenalkan sesuatu yang baru. Dari perspektif keamanan pangan, suatu inovasi bisa menjadi praktik keamanan pangan yang meningkat atau baru, menjadi produk keamanan pangan yang baru atau menjadi produksi pangan dengan teknologi baru. Intinya adalah bahwa kreativitas dan inovasi mengarah pada perubahan dan perubahan dapat menyebabkan pengurangan yang lebih besar dalam risiko yang ditularkan melalui makanan penyakit. Sederhananya, tidak mungkin memajukan keamanan pangan tanpa perubahan
Kepemimpinan : . Manajemen keamanan pangan berfokus pada administrasi prosedur yang ditetapkan dalam manajemen risiko yang ditetapkan sistem; Kepemimpinan keamanan pangan berfokus pada penciptaan yang baru dan ditingkatkan strategi, model, dan proses pengurangan risiko. Dengan kata lain, manajer keamanan pangan menangani perencanaan, mengarahkan, dan mengawasi rincian spesifik dari sistem. Pemimpin keamanan pangan, sebaliknya, melihat perlunya perbaikan, menciptakan visi yang menarik untuk perubahan, dan menginspirasi inovasi, semuanya menyebabkan penurunan yang lebih besar pada penyakit yang ditularkan melalui makanan
Penelitian yang berkelanjutan : Organisasi perlu menjadi Organisasi pembelajar yang berkelanjutan dan lebih banyak penelitian diperlukan untuk menjawab beberapa pertanyaan keamanan pangan di zaman sekarang. Di era perubahan yang cepat ini, faktafakta ilmiah baru ditemukan di sebuah tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai seorang profesional keamanan pangan, apakah Organisasi akan bertahan lama prinsip yang telah dibantah oleh sains terbaru? Dengan kata lain “Masalahnya bukanlah bagaimana memasukkan pikiran-pikiran baru yang inovatif ke dalam pikiran kita, tetapi bagaimana cara mengeluarkan yang lama. Setiap pikiran adalah ruangan yang dipenuhi dengan furnitur kuno. kita harus mendapatkan furnitur lama dari apa yang Kita ketahui, pikirkan, dan yakini sebelum sesuatu yang baru bisa masuk. ” Selain itu, Organisasi harus lebih baik dalam mengambil penelitian di luar “laboratorium” perusahaan dan menghubungkannya dengan masalah di dunia nyata (dengan cara yang efektif, andal, dan efisien). Organisasi juga butuh untuk belajar dari disiplin ilmu lain seperti kedokteran, teknologi informasi, dan bidang bioteknologi dan lain-lain. Karena bisa jadi solusi keamanan pangan masa depan bahkan mungkin tidak datang dari dalam bidang pangan keamanan saja, tapi bisa dari aspek yang lain
Kolaborasi yang lebih baik : Perlu .selalu diingat bagaimana proses mendapatkan makanan from farm to the fork, sistem pangan, menjadi semakin kompleks dan saling bergantung pada banyak bisnis dan individu. Saat ini, lebih dari sebelumnya, keamanan pangan benar-benar menjadi tanggung jawab bersama (Shared Responsibility). Regulator, akademisi, konsumen, dan profesional / praktisi industri harus menyadari bahwa semua dapat berbuat lebih banyak untuk memajukan keamanan pangan bekerja sama daripada bekerja sendiri.
Pada akhirnya, Sumber Daya Akal dan Rasa Manusia dalam menciptakan budaya keamanan pangan serta Kemajuan Teknologi dan Informasi dalam menyediakan tools dan perangkat sistem yang lebih baik, bisa saling mendukung satu sama lain untuk mengisi area-area kosong yang tidak bisa dipenuhi oleh keduanya secara terpisah. Karena hakikatnya Teknologi juga merupakan ciptaan dari akal dan rasa manusia untuk membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik.
Bentuk Keterkaitan (Relevansi) Penerapan Kebudayaan Pangan yang berbasis Teknologi Industri 4.0
Dari literasi, referensi dan perbandingan yang sudah secara jelas disampaikan sebelumnya, tantangan berikutnya adalah mencari bentuk kolaborasi yang baik antara Kebudayaan Keamanan Pangan dan Teknologi yang disediakan oleh Revolusi Industri 4.0. Berikut adalah contoh-contoh aplikasi teknologi dalam penerapan kebudayaan pangan dari beberapa praktik di industri pangan :
Contoh Aplikasi dan Kolaborasi Teknologi dalam Penerapan Kebudayaan Pangan
No
Program
Deskripsi
Tools / Perangkat Teknologi
Relevansi Food Safety Culture
1
Process Capability Index untuk Critical Process Parameter (CP dan CCP)
Digunakan untuk mengukur hubungan kinerja antara proses aktual dengan batas spesifikasi yang diharapkan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan produktivitas
SPC (Statistical Process Control)
Kinerja yang konsisten baik dan memenuhi spesifikasi atau ekspektasi organisasi adalah bagian dari budaya keamanan pangan
2
Supplier Risk Assessment and Reporting
Digunakan untuk mengukur risiko existing supplier secara periodik baik supply maupun kualitas
Tableu, Power BI, Share Point
Proaktif dan Tranparan terhadap kinerja supplier serta mendahulukan Improvement Opportunity dan recognition untuk supplier menjadi nilai yang kita endorse ke supplier
3
Food Risk Predictive Analytics
Digunakan untuk mengukur emerging risk atau risiko baru yang akan muncul dengan perkembangan bisnis atau lingkungan industri ke depan
BCP (Business Contingency Plan), Share Point
Salah satu karakter organisasi yang matang dan proaktif adalah memiliki visi dan antisipasi jauh ke depan untuk peluang dan risiko yang muncul di masa depan
4
Environmental Monitoring Program (EMP)
Digunakan untuk mengukur hasil verifikasi GMP program di lingkungan industri pangan baik peralatan, bangunan dan manusia secara perioduk
Simple Excel Report, Power BI, Share Point
Dengan mengukur kualitas lingkungan berarti secara langsung mengukur hasil implementasi GMP program yang ada. GMP adalah pre-requisites program untuk QFSMS
5
Quality and Food Safety by Design
Digunakan saat New Product Development dengan mengukur semua risk end to end dari design produk, marketing insight, technical risk (QFS), supply chain, dan market acceptability
Project Worksheet, Share Point
Salah satu karakter organisasi yang matang dan proaktif adalah memiliki visi dan antisipasi jauh ke depan untuk peluang dan risiko yang muncul di masa depan. Termasuk salah satunya produk yang akan dikembangkan harus dipersiapkan secara matang khususnya dari sisi aspek Keamanan pangan dan kualitasnya
6
CIP Optimization
Digunakan saat menghendaki improvement di CIP Lines untuk meningkatkan efektifitas cleaning maupun dalam hal produktivitas
IntelliCIP, CIP Interlock System
Mengukur performance CIP secara proactive dan realtime menjadi bagian konsistensi untuk menjadikan Sanitasi sebagai pre-requisite program untuk QFSMS
7
Integrated Barcoding System
Digunakan untuk mistake proof system (end to end) mulai dari penerimaan material bahan baku, penangan bahan baku di proses (penimbangan, pemasukan dan produk jadi), sampai produk dispatch di WH barang jadi
SAP, Themis
Menjamin tidak adanya Human Error adalah dengan menghadirkan Mistake-Proof System yang dikoneksikan dengan Proses Manufacturing yang ada, salah satunya adalah barcode scanning di setiap awal proses.
8
Smart Maintenance
Digunakan untuk memprediksi performance alat dengan bantuan sensor dan komputasi sehingga tahu kapan diperluan maintenance secara proaktif.
SAP, Predictive Maintenance with Smart Sensors
Mengukur performance Alat Produksi dan Utility secara proactive dan realtime menjadi bagian konsistensi untuk menjadikan Preventive Maintenance sebagai pre-requisite program untuk QFSMS
9
On Line Pest Control Management
Digunakan oleh modern Pest Control Contractor untyuk menyajikan report dan trend analysis yang lebih real time dan accessible via online (Paperless)
Software / Application by 3rd party Pest Control Contractor
Proaktif dan Tranparan terhadap status Pest Control Program serta mendahulukan Improvement Opportunity dan recognition menjadi nilai yang kita endorse ke vendor dan user (organisasi)
10
Allergen Validation
Digunakan saat melakukan Allergen Validaton baik saat akan melakukan NPD (New Product Development), Validasi HACCP ataupun saat validasi cleaning
Simple Excel Report, Share Point
Menjamin tidak adanya “health concern” risk dari allergen di keseluruhan proses (end to end) adalah ciri dari organisasi yang proaktif terhadap keamanan konsumen sejak dini.
11
Real Time Quality In-Process Monitoring
Digunakan oleh production stakeholders seperti QA / QC Process dan Bagian Produksi (Operator, Spv dan Mgr) untuk mendapatkan informasi realtime dari proses yang berjalan, data bsia dianalisis dari Cpk dan trend, dan paperless
Interlock Recording System from Machine or Measuring Device to Computer. Connected to Notebook / Tablet
Proaktif, Realtime dan Tranparan terhadap status proses dan kualitas product in-proses menunjukan komitmen organisasi untuk mengawal kualitas di sepanjang waktu dan proses produksi. Komunikasi monitoring dan penanganan Non Conformities (NC) juga semakin efektif dan efisien.
12
GMP Audit Scanner
Digunakan oleh Internal Auditor atau bagian audit (QA / QC) saat melakukan GMP Audit dengan menggunakan applikasi yang bisa diinstal di Hand Phone atau Tablet khusus, sehingga proses pencatatan dan risk assessment semua terecatat real time, terhubung dengan data base / central document dan paperless
Software / Application for GMP Audit or Scan. Connected to Notebook / Tablet
GMP Audit atau Scan adalah Proaktif Program yang dilakukan oleh internal organisasi untuk memastikan GMP Program berjalan dengan baik, dengan dikemas secara digital akan memudahkan setiap orang untuk berpartisipasi dalam audit karena lebih mudah, friendly user, connected dan paperless
13
People Development Matrix (On Line)
Digunakan untuk memetakan kompetensi, job description, people developmentdan goals / objectives dari seroang karyawan di organisasi (individu)
Workday, Hiris, Training Need Analysis
Salah satu ciri dari organisasi yang memiliki budaya keamanan pangan yang kuat, semua yang terkait input dan contributor agar seseorang memiliki knowledge dan awareness yang baik tentang keamanan pangan adalah orang tersebut bisa dianalisa, dikembangkan dan dievaluasi dengan baik.
14
Food Safety Culture Campaign Media
Digunakan untuk mengkampanyekan program-program Food Safety Culture secara audio – visual di seluruh bagian fasilitas perusahaan maupun di alat komunikasi karyawan
Banner (Physical, Electronic), Media Social (WA Group, Facebook, etc), Screen Saver, ComputerBackground, Advertising
Salah satu cara untuk menanamkan tag line atau doktrin yang ingin dipahami oleh semua bagian organisasi adalah dengan kampanye yang massif dan konsisten. Semua jenis media audio visual dan program kampanye yang ada di organsiasi menjadi bagian utama untuk mengkatalis food safety culture di organisasi terutama di awal-awal penerapan food safety culture
Dari contoh-contoh kolaborasi teknologi dan relevansinya dengan penerapan kebudayaan pangan di atas, bisa disimpulkan bahwa Kebudayaan Keamanan Pangan dan Teknologi tidak bisa didikotomikan atau di kotak-kotakan sebagai sesuatu yang kontraproduktif atau berlawanan, justru inovasi ke depan harus bisa menjawab kebutuhan dan keinginan industri pangan dalam menerapkan Kebudayaan Keamanan Panagan yang Modern dan senantiasa bisa menyesuaikan dinamika perkembangan teknologi dan informasi. Sengan kalimat penutup sederhana, Industri Pangan masih memerlukan nilai dan idealisme yang kuat dalam menyediakan produk yang aman dan berkualitas untuk konsumen dengan cara mengadopsi kemajuan teknologi yang akan memudahkan mencapai tujuan tersebut untuk tetap bisa kompetitif di pasar. **
Pasca libur Idulfitri 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, bagi warga yang pindah domisili diwajibkan mengurus identitas kependudukan, berupa e-KTP dan Kartu Keluarga. “Guna tertib administrasi kependudukan,” terang Adie Kurniawan, Kepala Sekai Pindah Datang dan Pendataan Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor, Kamis (20/05/2021)
Dia menerangkan, untuk membuat e-KTP dengan syarat berusia 17 tahun yang juga tertera pada perubahan Kartu Keluarga. Cara kepengurusannya membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) untuk melakukan perekaman e-KTP.
“Jika dari daerah lain, membawa Surat keterangan pindah dari kota asal, yakni Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Jika dari luar negeri membawa surat keterangan pindah dari luar negeri, dan surat ini harus diterbitkan oleh instansi pelaksana bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri karena pindah,” terangnya.
Kemudian, kata Adi menerangkan, di Kantor Kecamatan atau di Kantor Dinas Dukcapil akan dilakukan perekaman dan sidik jari. Selanjutnya, membutuhkan proses penunggalan di Dirjen Dukcapil, sedangkan untuk pencetakan e-KTP menunggu penunggalan.
“Bisa tanya ke bagian identitas mengenai berapa lama menunggu e-KTP dicetak setelah penunggalan. Pada dasarnya, setiap Anda datang untuk membuat e-KTP atau dokumen lainnya akan mendapatkan arahan dari petugas di sana,” imbuhnya.
Terkait warga yang berasal dari daerah lain, warga yang pindah alamat dari daerah lain ke Kabupaten Bogor diwajibkan mengurus identitas kependudukan sesuai Perpres 96 Tahun 2018.
Persyaratan untuk mengurus identitas kependudukan berupa e-KTP dan Kartu Keluarga yakni membawa SKPWNI dari daerah asal. “Jika, yang bersangkutan tidak bisa kembali ke daerah asal karena sesuatu hal, bisa kita mohonkan dispensasi pindah,” jelasnya.
Dirinya juga menjelaskan harus melengkapi surat permohonan dan pernyataan dilengkapi e-KTP dan KK serta foto yang bersangkutan untuk memperoleh dispensasi pindah tersebut.
“Nanti kita buatkan surat ke daerah asal untuk dimohonkan SKPWNI. Ini sesuai Perpres No 96 Tahun 2018 tentang persayratan dan tata cara penduduk, pada pasal 17, untuk penerbitan e-KTP bagi warga yang pindah,” tambahnya.
Dia menambahkan, yang bersangkutan tidak perlu meminta surat pengantar dari RT dan RW maupun Desa dan Kecamatan. “Karena SKPWNI kuncinya untuk bisa pindah ke daerah tujuan,” tutupnya.
Untuk diketahui, setiap WNI hanya wajib memiliki 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) saja seumur hidupnya meskipun berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Dilarang keras memiliki NIK ganda atau bisa dikatakan duplicate atau pemalsuan identitas kependudukan, seperti NIK, e-KTP, Kartu Keluarga, akta lahir, dan bentuk identitas pencatatan sipil lainnya, berupa fotokopi maupun lembar asli tapi palsu (aspal).
Berdasarkan Pasal 97 Undang Undang Nomor 24 Tahun 2013 yang mengatakan bahwa setiap penduduk yang dengan sengaja mendaftarkan diri sebagai kepala keluarga atau anggota keluarga lebih dari satu KK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) atau untuk memiliki KTP lebih dari satu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (6) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.25.000.000.
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB akan menggelar sidang majelis umum guna membahas konflik yang terjadi antara zionis Israel yang melakukan tindak kekerasan pada sepekan terakhir ini terhadap Palestina dimana 219 meninggal dunia dan melukai ribuan warga. Sidang pleno ke-67 ini rencananya akan digelar Kamis, 20 Mei 2021.
Pada siding majelis umum ini nantinya akan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi yang saat ini dalam perjalanan dari Jakarta. Adapun sidang majelis umum PBB ini akan digelar di kantor pusat PBB di New York, Amerika Serikat. Di mana Indonesia sebelumnya telah mengutuk keras aksi militer Israel yang telah menyebabkan korban jiwa di Palestina.
Tak hanya itu, dukungan untuk mengakhiri konflik dan kebrutalan dari militer Israel terhadap Palestina juga disuarakan oleh Ketua Dewan Keamanan PBB saat ini yaitu China.
Pemerintah China bahkan kembali mendesak Israel untuk segera mengakhiri serangan militer dan pertempuran. China sangat mengecam kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga sipil di Palestina.
“Kami sekali lagi mendesak semua pihak, terutama Israel, untuk menghentikan serangan militer, pertempuran, dan melakukan dialog politik sesegera mungkin,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, di Beijing, Selasa 18 Mei 2021.
Sebagai Ketua DK-PBB, China telah mengeluarkan empat usulan terkait konflik Palestina-Israel seusai rapat pada Minggu, 16 Mei 2021 lalu.
pertama, gencatan senjata dan penghentian kekerasan menjadi prioritas utama. China mengutuk keras aksi kekerasan terhadap warga sipil dan sekali lagi mendesak kedua belah pihak segera menghentikan tindakan militer dan permusuhan serta menghentikan berbagai langkah yang dapat memperburuk situasi, termasuk serangan udara, serangan darat, dan peluncuran roket.
Kedua, bantuan kemanusiaan merupakan kebutuhan yang mendesak. China mendesak Israel agar bersungguh-sungguh memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian internasional, mencabut semua blokade dan pengepungan Gaza sesegera mungkin, menjamin keamanan dan hak-hak warga sipil di wilayah Palestina yang diduduki, dan memberikan akses bantuan kemanusiaan.
Komunitas internasional harus memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina dan PBB harus melakukan langkah-langkah koordinatif untuk menghindari bencana kemanusiaan yang lebih serius.
Ketiga, dukungan internasional merupakan hal yang wajib. DK PBB harus mengambil tindakan tegas terhadap konflik Palestina-Israel dan turut mendinginkan situasi sejak dini.
Keempat, China mendukung kedua belah pihak melanjutkan pembicaraan damai secepat mungkin untuk mendirikan negara Palestina merdeka yang menikmati kedaulatan penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota berdasarkan kesepakatan perbatasan pada 1967.
China mendesak Palestina dan Israel mewujudkan kehidupan yang harmonis di antara negara-negara Arab dan Yahudi demi terciptanya perdamaian abadi di Timur Tengah.
Pengurus Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI) Bogor menyambangi kediaman Ketua Dewan Pelindung OPGI Brigjen TNI S.H.Setya Budhi di kawasan Cibubur, Rabu (19/05/21). Pertemuan dalam rangka halal bihalal selepas Idul Fitri disambut Budhi penuh keakraban.
“Kami sangat senang kedatangan pengurus OPGI dan boleh kapan saja datang,” ucapnya.
Ketua DPD OPGI Bogor Aries Sunan menilai, dukungan dari Ketua Dewan Pelindung sangat diperlukan dalam mengembangkan eksistensi organisasi. Dimana dalam waktu dekat ini, OPGI Bogor akan segera menjalankan programnya. “Pelatihan dan three in one akan segera dijalankan,” jelas Aries.
Sekretaris DPD OPGI Bogor Lutfi Tri Pamuji juga menjelaskan, pasca Lebaran ini ada sejumlah agenda yang siap dijalankan dan semua pengurus diharapkan bahu-membahu merealisasikan program setelah pengurus definitif dilantik pada 10 April 2021 lalu. “Kita perlu Gercep (gerak cepat) dan ada sejumlah peluang dan tantangan di depan mata,” jelasnya.
Pada acara halal bihalal dengan Ketua Dewan Pelindung tersebut, juga pengurus melihat lokasi yang rencananya akan dijadikan workshop atau tempat pelatihan calon pekerja. Tempat tersebut berada di kawasan Cikeas Udik, Gunung Putri.
Seperti diketahui, OPGI berupaya menekan jumlah pengangguran, terutama akibat dampak pandemi Covid-19 selama ini. Bahkan OPGI memiliki upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam rangka memenuhi kebutuhan sektor industri saat ini, khususnya di bidang garmen.
Direktur Utama Perumda TIrta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan memimpin apel kesiapan petugas piket siaga Idul Fitri 1442 H di lapangan upacara kantor Tirta Pakuan, Rabu (12/5/2021). Rino ingin memastikan kesiapan seluruh personil dan sarana pendukung untuk menantisipasi gangguan pelayanan selama libur lebaran 2021.
Apel dihadiri Direktur Umum Rivelino Rizky, Direktur Teknik Ardani Yusuf, para manager, asisten manager dan petugas piket siaga lebaran 2021. Tahun ini Tirta Pakuan mengerahkan 220 petugas dari 13 subdepartemen yang bekerja selama libur nasional Hari Raya Idulf Fitri 1442 H pada 12-14 Mei 2021. Lima armada tangki air juga disiapkan di pool kantor pelayanan Jl Pandu Raya untuk membantu kebutuhan air bersih saat terjadi gangguan pengaliran.
“Hari ini saya ingin memastikan seluruh koridor pelayanan sudah benar-benar siap menghadapi libur lebaran. Dari mulai Produksi, dicek kondisi air baku seperti apa, bahan kimia seperti apa. Dipastikan itu semua benar-benar aman. Teman-teman ada di sana. Begitu juga di bagian Distribusi, begitu ada laporan kebocoran, responsif. Semua tim suporting membantu semua ikhtiar kita,”ujar Rino.
Larangan mudik akibat wabah Covid 19 jadi perhatian serius Tirta Pakuan, karena hampir seluruh warga Kota Bogor akan tinggal di kediamannya masing-masing. Pola pemakaian air diprediksi berubah karena akan lebih banyak orang yang menggunakan air di rumah.
“Karena ada larangan mudik tahun ini, orang akan lebih banyak tinggal di rumahnya masing-masing. Untuk mandi, mencuci tangan, cuci piring, dan sebagainya. Nah saya ingin memastikan teman-teman yang bertugas itu responsif. Sudah tugas kita bekerja saat orang-orang sedang liburan. Mudah-mudahan ini menjadi ladang ibadah bagi kita semua,”ucap Dirut.
Rino berjanji seluruh unsur pimpinan akan memberikan dukungan moril kepada para petugas yang siaga 24 jam menjaga pasokan air. “Insya Allah dalam tiga hari ini, kami akan berkeliling. Bersama-sama memastikan teman-teman bekerja tanpa masalah. Insya Allah semuanya diberi kesehatan dan kelancaran agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,” kata Rino.
Rino mengimbau pelanggan agar segera menghubungi petugas Cal Center 24 Jam di nomor 0251-8324111 dan WA 0811118212 jika pasokan air bersihnya terganggu. Usai apel, Rino berkeliling menginspeksi kendaraan operasional dan armada tangki, serta beramah tamah dengan petugas.
Perbaikan pipa bocor ACP 21 di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor tuntas pada Rabu malam (19/5/2021).
Petugas langsung fokus memulihkan sistem pengaliran zona 1 setelah membuka pasokan air dari Sumber Air Tangkil. Proses recovery jaringan ini diupayakan cepat dan efektif agar pasokan air ke pelanggan bisa normal kembali.
Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf melalui Manager NRW & Transmisi Distribusi Nasrul Zahar mengatakan, proses pemulihan jaringan ini membutuhkan waktu 4-7 hari hingga pasokan kembali pulih.
“Ada pertanyaan dari masyarakat, apakah saat proses pemulihan pasokan air benar-benar mati? Tidak. Karena pasokan air dari Mata Air Tangkil sudah kami buka ketika perbaikan pipa selesai,” ujar Nasrul.
“Tapi air yang ada di dalam pipa itu terhadang udara yang masuk saat proses perbaikan. Nah udara ini yang harus kita buang pelan-pelan,” tambahnya.
Nasrul mengungkapkan, proses pemulihan jaringan di zona 1 berbeda dengan zona-zona lain. Kontur tanah di zona lain cenderung datar sehingga lebih mudah penanganannya.
“Kalau zona 1 itu (kontur tanahnya) berbukit-bukit. Turun naik. Banyak punggungan. Ini agak menyulitkan. Prosesnya bisa 4-7 hari,” jelas dia.
Selama pemulihan, air tetap mengalir ke rumah pelanggan, namun belum benar-benar normal. Untuk itu, Nasrul mengimbau pelanggan untuk segera menampung air saat masuk ke rumah.
“Tidak benar-benar mati, air tetap sampai ke rumah dalam sehari. Tapi belum normal. Kadang mengecil, ada lagi, mati lagi, terus begitu hingga benar-benar pulih,” kata Nasrul.
Tirta Pakuan akan berupaya maksimal mempercepat proses normalisasi. Tirta Pakuan juga akan mengoptimalkan Reservoir Rancamaya dan pompa Intan Pakuan untuk meminimalisir gangguan.
Perusahaan juga telah menyiagakan armada tangki yang siaga di titik-titik terdampak gangguan. Masyarakat bisa menghubungi Call Center 0251-8324111 atau akun media sosial Tirta Pakuan untuk pemesanan tangki gratis.
Kerap kali ditutup, galian C yang berada di Desa Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor masih beroperasi hingga saat ini. Melalui rekaman video, Iman, salah satu pengguna jalan melakukan komplain sebab diduga masih adanya aktivitas galian C di Desa Kadumanggu.
Dalam video berdurasi sekitar 40 detik tersebut, Iman mengucapkan hingga pukul 21.30 WIB masih banyak truk-truk galian tersebut beroperasi. “Mana katanya sudah ditutup, tapi sampe tanggal 19 Mei jam setengah sepuluh malem truk-truk ini masih keluar-masuk aja,” ucapnya, Rabu malam (19/05/2021).
Lebih lanjut, Iman yang membuat unggahan video ini, saat dihubungi mengaku riskan akan kondisi jalan yang dikotori oleh aktivitas galian. “Masalahnya truk-truk tersebut meninggalkan jejak berupa tumpahan tanah yang membuat jalan kotor dan licin disaat hujan,” singkatnya.
Senada dengan Iman, Nurdin warga Kecamatan Babakan Madang pun memengatakan kotornya jalan yang disebabkan oleh truk-truk muatan tersebut. “Saya engga terlalu banyak ngerti tentang galian, cuma saja yang sangat saya sayangkan adalah bercak-bercak tanah yang berserakan mengotori jalan, sehingga membuat jalan menjadi licin dikala hujan,” tukasnya.
Sekedar diketahui, efek gejolak dari pada keberadaan galian tersebut pernah merusak Mobil Siaga Kadumanggu, hingga menetapkan 1 tersangka yang kemudian dibebaskan kembali.
Bogor | Jurnal Inspirasi Aksi militer yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina menuai banyak kecaman dari berbagai belahan dunia termasuk di Kota Bogor, Jawa Barat. Puluhan Kader PKB Kota Bogor didampingi Dewi Fatimah selaku Ketua DPC PKB Kota Bogor, Heri Firdaus selaku Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat dan Lusiana Nursiyyadah selaku Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PKB melakukan aksi solidaritas di depan Tugu Kujang pada Rabu (19/05/2021)
Aksi Solidaritas Palestina ini dilakukan dengan tujuan memberikan dukungan moral dan semangat kepada warga Palestina. Beberapa spanduk berisi tulisan kecaman kepada Israel terlihat menghiasi aksi sore itu. Yang menarik, DPC PKB Kota Bogor juga mengajak para milenial turut andil dalam aksi ini. Para Milenial PKB terlihat antusias dalam menyuarakan hak-hak penuh bagi warga Palestina.
Dewi Fatimah, selaku Ketua DPC PKB Kota Bogor mengecam keras tindakan represif Militer Israel kepada Negara Palestina. Ia juga beranggapan bahwa penyerangan yang dilakukan Militer Israel kepada warga Palestina merupakan kejahatan kemanusiaan yang sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Besar harapan Dewi agar konflik antar dua negera ini terselesaikan.
Aksi ini juga menegaskan sikap PKB Kota Bogor untuk komitmen mendukung perjuangan kemerdekaan penuh bangsa palestina. Karena bagaimanapun kemerdekaan itu hak bagi segenap bangsa sesuai dengan pembukaan UUD 1945. Besar harapan kami pemerintah Indonesia berperan aktif dan lebih keras lagi untuk mendesak PBB mengambil sikap yang tegas terhadap persoalan di Palestina.
Wali Kota Bogor Bima Arya menghadiri kegiatan Doa Bersama untuk Palestina yang digelar di Taman Ekspresi, Sempur, Bogor Tengah, Rabu (19/5). Menurutnya, kekejaman Israel adalah di luar batas kemanusiaan dan Kota Bogor mendorong dan mendukung agar Pemerintah Republik Indonesia terus melanjutkan peran aktif di kancah Internasional untuk menghentikan agresi Israel dan mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Kegiatan ini diikuti juga oleh Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Ketua Rabithah Alawiyah Jawa Barat Habib Hasan Al Attas, Pimpinan MUI, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pimpinan Partai Politik, ormas Islam, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Pimpinan Pondok Pesantren, Pengurus Dewan Masjid Indonesia dan para Ulama dan Habaib se-Kota Bogor.
Seluruh elemen yang hadir sepakat bahwa kebiadaban Israel terhadap warga Palestina tidak bisa ditolerir. Dan meminta segala bentuk penjajahan di atas muka bumi ini dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
“Sampai saat ini 219 meninggal, 63 diantaranya anak-anak dan 1.500 luka-luka akibat agresi Israel di Palestina. Tapi tentunya ini bukan hanya sekedar angka. Ini adalah tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah,” ungkap Bima.
Atas dasar itu, kata Bima, berbagai elemen masyarakat Kota Bogor berkumpul di Taman Ekspresi ini sebagai bentuk ekspresi warga mengecam agresi Israel terhadap Palestina.
“Insya Allah hari ini kita sama-sama berkumpul untuk menyampaikan suara hati kita, mendoakan saudara-saudara kita di sana. Ada beberapa hal secara pribadi ingin saya sampaikan di forum kali ini dan Insya Allah kita kuatkan bersama-sama. Yang pertama, kita satu hati sepakat untuk mengutuk agresi dari Israel ke Palestina. Ini adalah kebiadaban melawan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir,” ujar Bima.
Yang kedua, lanjutnya, Kota Bogor mendukung Pemerintah Republik Indonesia agar melanjutkan ikhtiar bangsa Indonesia dari masa ke masa untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui konsep solusi dua negara yang diperjuangkan oleh banyak sekali negara-negara Islam di dunia sejak 1937.
“Kita mendorong, kita mendukung Pemerintah RI untuk memaksimalkan semua forum internasional dan regional. Apakah di konferensi negara-negara Islam atau OKI, apakah itu di dewan keamanan PBB yang semestinya mengeluarkan resolusi yang tegas untuk menghentikan agresi Israel itu. Kita mendorong dan kita mendukung pemerintah RI untuk tegas mengartikulasikan perjuangan two state nation agar Palestina segera diberikan kemerdekaan,” tandasnya.
“Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi usaha kita, mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemudahan kepada setiap ikhtiar kita. Dan mudah-mudahan Allah SWT menempatkan pada tempat yang paling mulia di surga Allah SWT kepada setiap mujahid yang berjuang di Jalur Gaza, yang berjuang di tanah Palestina. Terima kasih atas keikhlasannya melangkahkan kaki ke sini untuk perjuangan kemanusiaan kita, keislaman kita dan kebersamaan kita semua,” tambah Bima.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh Israel merupakan kejahatan kenegaraan maupun kemanusiaan. “Kita mengambil suatu sikap bahwa apa yang dilakukan Israel merupakan bentuk kejahatan kenegaraan, maupun kejahatan kemanusiaan dan kita mengutuk semua bentuk tersebut,” ujar Atang.
Ia menambahkan, doa bersama ini bagian dari bentuk tanggung jawab kita sebagai seorang warga negara yang masih memiliki rasa kemanusiaan dan sekaligus ingin menegakkan konstitusi kita yaitu menghapuskan segala bentuk penjajahan di atas muka bumi ini.
“Mudah-mudahan doa bersama ini bisa diijabah oleh Allah SWT. Alhamdulillah dengan inisiasi Pak Walikota kita menjalankan doa bersama dengan para ulama, para habaib, para kyai. Kita berharap bahwa pemerintah kita bisa meneruskan perjuangan para founding fathers kita untuk kemudian bersama-sama membela semua bangsa di dunia ini untuk mendapatkan kemerdekaannya, terutama bangsa Palestina. Mudah-mudahan semua bentuk diplomasi yang dilakukan bisa berbuah kemerdekan bagi bangsa Palestina,” terang Atang.
Sementara itu, Ketua Rabithah Alawiyah Jawa Barat Habib Hasan Al Attas mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan para tokoh dalam doa bersama tersebut. “Kita sepakat semua atas nama umat Islam, tidak ada empat dimanapun, semua bentuk penjajahan harus dibumihanguskan. Karena ini adalah kebiadaban yang luar biasa. Kita berbicara kemanusiaan,” kata Habib Hasan.
“Ini hal yang luar biasa. Kita berkumpul di sini untuk mendoakan warga Palestina, yang mana saat ini mereka tidak ada ketenangan. Walaupun jauh dari mata kita, tapi hati kita harus lebih dekat kepada mereka, umat muslim di Palestina. Mari kita bersama mendoakan untuk mereka. Mudah-mudahan dengan aminnya kita, malaikat juga akan mengaminkan juga Insya Allah,” pungkasnya.