28.1 C
Bogor
Friday, August 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1271

Ini Catatan KPK Bagi Pemkot Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili Satuan Tugas (Satgas) Bidang Pencegahan pada Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II menyambangi kantor Walikota Bogor pada Rabu (19/5).

Kedatangan komisi antirasuah itu bertujuan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk meningkatkan jumlah aset daerah yang bersertifikat dan menaikkan penerimaan pajak daerah.

Kepala Satgas Bidang Pencegahan Direktorat Korsup Wilayah II KPK Dwi Aprilia Linda menyampaikan hasil evaluasi KPK atas pelaksanaan tata kelola pemerintahan Pemkot Bogor per Desember 2020 yang menunjukkan capaian pada dua area intervensi yang masih relatif rendah, yakni manajemen aset daerah dan optimalisasi pajak daerah.

“Capaian skor MCP (Monitoring Centre for Prevention) Pemerintah Kota Bogor untuk area manajemen aset daerah adalah 56,95 persen. Lalu, skor MCP untuk area optimalisasi pajak daerah adalah 50,57 persen,” ujar Linda.

Mengenai manajemen aset daerah, Linda menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dikumpulkan KPK per April 2021, total tanah yang dikuasai Pemkot Bogor adalah sebanyak 3.861 bidang. Terdiri atas tanah jalan sebanyak 2.549 bidang dan tanah non-jalan sebanyak 1.312 bidang. Dari total bidang tanah itu, yang telah bersertifikat baru 653 bidang.

Kemudian, untuk lahan Prasana, Sarana, dan Utilitas (PSU) atau fasilitas umum dan sosial, kata Linda, data Pemkot Bogor per April 2021 mencatat total terdapat 390 perumahan. Sebanyak 36 perumahan sudah melakukan serah terima PSU dari pengembang perumahan kepada Pemkot Bogor.

Dalam proses pendampingan, KPK mendapati ada tiga kendala dalam proses penyerahan PSU sebagaimana disampaikan Pemkot Bogor kepada KPK, yaitu pertama, kondisi PSU di dalam perumahan masih banyak yang belum memenuhi kelayakan, terutama jalan dan saluran.

Kedua, banyak perumahan yang sudah terjual 100 persen dan sudah memenuhi syarat untuk serah terima, tetapi keberadaan pengembang perumahan sudah tak terlacak. Ketiga, pengembang perumahan sudah tidak sanggup melakukan perbaikan atas PSU.

Terkait optimalisasi pajak daerah, penerimaan pajak daerah Pemkot Bogor pada tahun 2020 adalah Rp509 Miliar. Sedangkan, penerimaan pajak daerah Pemkot Bogor per Maret 2021 tercatat sebesar Rp172,6 miliar.

Selain itu, KPK juga menerima laporan terkait sejumlah kendala yang ditemui Pemkot Bogor dalam penagihan piutang pajak. Antara lain, adalah belum diakomodirnya pembayaran cicilan piutang pajak daerah dalam aplikasi pajak daerah, belum adanya aturan penagihan secara paksa, belum adanya juru sita pajak daerah, kenaikan NJOP PBB memengaruhi kepatuhan pembayaran, serta data obyek pajak PBB yang dikuasai oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan memiliki piutang PBB dan diminta untuk dihapuskan piutangnya.

Merespon situasi yang dihadapi, KPK mendorong Pemkot Bogor untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah melalui sejumlah cara, yaitu perluasan kanal pembayaran pajak daerah, melaksanakan perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mengenai optimalisasi pemungutan pajak pusat dan pajak daerah, pengawasan dan pemeriksaan pajak daerah, pemasangan alat rekam transaksi elektronik (tapping box), penilaian non-standar terhadap obyek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2), penerbitan e-sppt PBB P2, dan validasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) online.

Selain area intervensi manajemen aset daerah dan optimalisasi pajak daerah, ungkap Linda, ada lima lagi tolok ukur capaian perbaikan tata kelola pemerintahan dari Pemkot Bogor, yakni perencanaan dan penganggaran Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan capaian 88,5 persen, Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) 75,15 persen, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) 75,75 persen, peningkatan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) 88,26 persen, dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) 91,7 persen

Ketujuh area intervensi tersebut termuat dalam aplikasi MCP yang dikelola oleh KPK. Berdasarkan data KPK per 31 Desember 2020, skor MCP rata-rata Pemkot Bogor pada tahun 2020 adalah 76 persen. Skor ini menempatkan Pemkot Bogor di peringkat 8 (delapan) dari seluruh pemda di Provinsi Jawa Barat. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan skor MCP rata-rata Pemkot Bogor di tahun 2019 yang mencapai 87 persen.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan terkejut dengan peringkat dan capaian MCP Pemkot Bogor di tahun 2020. Karenanya, dia menetapkan target rangking MCP Pemkot Bogor di tahun 2021 harus masuk 3 (tiga) besar.

“Pengelolaan aset akan menjadi prioritas, antara lain melalui sertifikasi, validasi data aset, rekonsiliasi dengan seluruh OPD dan penelusuran aset-aset bermasalah,” tegas Bima.

Di akhir pertemuan, Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor Erry Juliani Pasoreh mengutarakan bahwa salah satu penyebab masih relatif rendahnya upaya pengelolaan dan sertifikasi aset Pemkot Bogor adalah masih kurangnya rasa memiliki aset di lingkungan pemda terkait. Untuk itu, Erry mengajak untuk meningkatkan kesadaran kepemilikan aset daerah dan kerja sama yang baik antara pihaknya dengan Pemkot Bogor.

Hadir dalam Rapat Monev, selain Walikota Bogor, adalah Wakil Walikota, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor.

** Fredy Kristanto

Kades Diminta Hati-hati Dalam Penggunaan Bantuan Samisade

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Penggunaan anggaran bantuan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang dalam waktu dekat ini akan turun, menjadi salah satu pembahasan saat rapat mingguan yang dilaksanakan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ciawi, Rabu (19/5).

Camat Ciawi, Adi Henryana menghimbau agar desa yang mendapatkan bantuan Samisade, lebih berhati-hati dalam melaksanakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut.

“Ada berapa hal yang saya tekankan kepada kepala desa (Kades) yang tahun ini mendapat bantuan Samisade. Hati-hati dalam penggunaan anggaran itu,” ungkapnya kepada wartawan, usai rapat mingguan di aula Kecamatan Ciawi.

Camat pun meminta, agar desa lebih mempersiapkan diri saat bantuan di tahun anggaran 2021 turun, sehingga terhindar dari hal yang tidak di inginkan.

“Di tahun 2021 ini, bukan hanya program Samisade saja yang akan diterima desa. Tapi ada juga bantuan provinsi (Banprov) Jawa Barat (Jabar) maupun Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu),” jelasnya.

Untuk desa di Kecamatan Ciawi yang mendapatkan bantuan Samisade, lanjut Adi, berjumlah empat desa, yakni Desa Banjarsari, Citapen, Telukpinang dan Bojong Murni.

“Sisanya sembilan desa lagi masih dalam proses usulan di perubahan anggaran 2021 sekarang,” paparnya.

Adi berharap, dalam penyerapan semua anggaran bantuan ke 13 desa yang ada di Kecamatan Ciawi, tidak terjadi permasalahan apapun. Dan penyerapan anggaran dilakukan sesuai dengan perencanaan awal yang di ajukan desa masing-masing.

“Saya harapkan baik Samisade ataupun bantuan anggaran lainnya, berjalan dengan lancar serta tidak ada penyimpangan apapun,” tegas mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) tersebut.

Sementara, Kades Banjarsari, Misbah mengungkapkan, untuk anggaran bantuan Samisade, dialokasikan kepada pembukaan akses jalan tembus antar desa.

“Penyerapan anggaran Samisade di desa kami, dialokasikan untuk membuka akses jalan baru. Rencananya jalan itu tembus ke desa lain yang ada di Kecamatan Megamendung,” tukasnya.

Selain para Kades, hadir dalam rapat mingguan itu para kepala UPT, MUI, KUA serta unsur Muspika Ciawi lainnya.

** Dede Suhendar

Respon Gercep Perbaiki Jalan Rusak Diapresiasi Warga

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi
Sejumlah ruas jalan yang rusak di IV wilayah, mulai dari Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi dan Caringin, terus dilakukan perbaikan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II. Hal itu untuk memberikan kenyamanan para pengendara dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat melintas di ruas jalan Kabupaten Bogor.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Rizki Akbar mengatakan, perbaikan ruas jalan rusak sudah menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini UPT kepanjangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.

“Makanya setiap tahun ada anggaran pemeliharaan. Anggaran itu untuk kegiatan seperti sekarang, memperbaiki jalan atau jembatan yang kondisinya rusak,” katanya kepada Jurnal Bogor, usai memantau kegiatan perbaikan di ruas Jalan Cisarua-Batulayang-Ciburial STA 5÷500, Rabu (19/5).

Rizki Akbar atau yang akrab disapa Bombom mengungkapkan, untuk pelaksanaan pemeliharaan, para petugas di UPT sudah menjadualkan titik ruas jalan yang akan diperbaiki dan dilakukan secara Gerak Cepat (Gercep).

“Biasanya ruas jalan yang kondisi rusaknya kategori berat, paling dulu di perbaiki,” ungkapnya.

Selain faktor kerusakan, lanjutnya, mobilitas kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut, menjadi pertimbangan juga untuk di prioritaskan dilakukan perbaikan.

“Seperti jalan alternatif yang mobilitas nya rame, kami dahulukan perbaikannya,” jelas Bombom.

Adapun perbaikan yang sudah dilakukan, yakni ruas Jalan Cikereteg-Pancawati di Kecamatan Caringin, pengaspalan ulang Jembatan Cisadane di ruas Jalan Caringin-Cibadak, dan titik ruas jalan lainnya di Kecamatan Ciawi serta Megamendung.

“Giliran sekarang di Kecamatan Cisarua,” papar pejabat yang juga pengurus cabang olahraga Golf di Kabupaten Bogor tersebut.

Dalam pelaksanaan pemeliharaan, sambung Bombom, bukan hanya memperbaiki ruas jalan saja. Tetapi, jembatan yang kondisi alas atau aspal nya rusak, menjadi tanggungjawab UPT.

“Sekarang saja Jembatan Ciliwung yang ada di ruas Jalan Cisarua-Batulayang-Ciburial, masuk program pemeliharaan,” ujarnya.

Bombom menghimbau agar masyarakat ikut membantu menjaga dan memelihara kondisi jalan agar tidak cepat rusak, seperti melarang adanya masyarakat yang mencuci kendaraan di jalan maupun membuat tanggul atau polisi tidur dengan diameter besar dan tinggi.

“Kalau kondisi jalan bagus dan tidak berlubang, tentunya masyarakat juga yang nyaman saat berkendara,” imbuhnya.

Sementara, Dirman, warga Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, mengapresiasi kinerja UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II yang langsung merespon keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak.

“Kerja Gercep saya lihat sudah dilakukan pihak UPT. Alhamdulillah, sekarang kondisi jalan dan jembatan di wilayah saya tidak lagi rusak maupun berlubang,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Genting Properti Garap Proyek Internasional di Sentul City

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT Sentul City Tbk sebagai pelopor kota mandiri di Sentul Selatan, hari ini mengumumkan telah selesainya transaksi jual beli lahan dengan PT Genting Properti Nusantara dan PT Genting Properti Cemerlang yang merupakan anak perusahaan dari Genting Property Sdn Bhd (“Genting Property”), salah satu developer ternama di Malaysia.

Akuisisi lahan asri sebesar 9.4 hektar di jantung Commercial Business District (CBD) Sentul City ini merupakan proyek perdana Genting Property di Jabodetabek yang sejalan dengan rencana expansi internasionalnya. Proyek ini akan menyajikan elemen-elemen cantik dan kontemporer sesuai selera warga Jabodetabek yang berjiwa muda dengan gaya hidup modern dan kebetuhan rekreasi premium.

Proyek bertema lifestyle ini akan menjadi ajang gaul yang mengasyikkan bagi warga Sentul City, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung domestik dan internasional. Dengan lokasi strategis yang dapat dicapai dalam 40 menit dari Jakarta, lifestyle centre ini akan meningkatkan daya tarik Sentul City sebagai Eco City yang memadukan alam dengan gaya hidup modern.

“Investasi Genting ini adalah bukti kepercayaan investor mancanegara pada peluang bisnis di Sentul City yang dapat menjadi katalis pengembangan wilayah Jabodetabek melalui pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, ” ujar Basaria Panjaitan, Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk dalam keterangan persnya Selasa (18/5).

“Kami sangat hargai kepercayaan Genting akan prospek jangka panjang Sentul City dan sektor properti di Indonesia. Kami bangga telah menjadi bagian dari strategi expansi internasional Genting,” tambah Basaria.

Transaksi dengan Genting ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Sentul City.

“Lifestyle centre ini adalah komponen utama dari masterplan terpadu Sentul City dan akan mendukung fasilitas-fasilitas menarik lainnya yang sekarang telah hidup dan berkembang di township kami, seperti IKEA dan Aeon Mall yang baru dibuka,” kata Tjetje Muljanto, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk.

”Transaksi ini juga memberi peluang emas bagi perseroan untuk merealisasikan nilai lahan tersebut dan meningkatkan kinerja keuangan perseroan,” terangnya.

Sentul City terus menerapkan pengembangan wilayah perkotaan hijau yang inovatif dan berkesinambungan dengan memberikan kenyamanan bagi penghuni dan pengunjung untuk “live, play, work”. Dibangunnya lifestyle centre ini akan meningkatkan daya tarik Sentul City sebagai tujuan utama hunian, pariwisata, dan investasi di wilayah Jabodetabek yang mendukung siklus pertembuhan ekonomi untuk wilayah Sentul Selatan dan sekitarnya.

** Fredy Kristianto |*

Bupati dan Kapolres Tinjau Korban Bencana Longsor Cigudeg

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Bupati bersama Kapolres Bogor pada Rabu pagi (19/5/2021) kunjungi korban banjir bandang di Kampung Kadaung Hilir, Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang terjadi pada Senin (17/5/2021) malam lalu, yang menyebabkan sebagian rumah warga mengalami rusak berat.

Menurut Bupati Bogor, Ade Yasin usai tinjauannya mengatakan banjir bandang tersebut selain intensitas hujan yang tinggi, juga karena adanya tanggul di Kali Cidangder jebol.

“Tadi kita tinjau sampai ke sungai teryata ada tanggul yang jebol, karena debit air yang tinggi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi,” kata Bupati Bogor Ade Yasin, kepada wartawan.

Bupati juga menambahkan rumah warga yang rusak itu mereka yang berada di pinggir sungai, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

“Rata rata mereka rumahnya yang rusak itu mereka yang berada di pinggir sungai. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,”katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Ade Yasin mengatakan pasca banjir bandang ini permasalahan tidak hanya perbaikan rumah warga yang rusak, namun perbaikan tanggul yang jebol dan juga pengerukan sungai.

“Pengerukan sungai harus dilakukan agar tidak terjadi kejadian serupa karena bisa dilihat masalah utamanya pendangkalan sungai,” katanya.

Lebuh lanjut Bupati juga mengatakan untuk peristiwa banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cigudeg tidak hanya di Rengas Jajar, namun ada beberapa desa lain yang juga terkena banjir bandang.

“Ada tiga desa yang terdampak banjir bandang, Desa Rengas Jajar, Tegal Lega, Batu Jajar, dengan 300 KK yang terdampak,” katanya.

Sementara itu dari pantauan, rumah warga di kampung tersebut sebagian ada yang runtuh serta seluruh perabotan rumah tidak dapat digunakan lagi.

Warga, Ijah mengatakan bahwa peristiwa banjir bandang disebabkan oleh hujan yang turun sejak sore hingga malam hari.

“Pertamanya saya juga tidak tahu karena sedang menonton tv. Tiba-tiba ada pemberitahuan melalui pengeras suara dari masjid yang mengimbau agar warga meninggalkan rumah. Tidak lama, air sudah sepinggang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ijah memaparkan bahwa banjir bandang yang terjadi merupakan kiriman dari hulu.

“Kalau hujan sebenarnya sih tidak terlalu besar. Ini kiriman dari hulu dan pada akhirnya warga sini ikut terdampak luapan air (banjir bandang),” tegasnya.

Sementara itu, usai pengumuman yang berasal dari masjid, seluruh pemuda langsung berjibaku membantu evakuasi warga.

“Pemuda langsung bergerak membantu evakuasi. Tidak lama, rumah warga yang di tepi kali sudah hancur dihantam banjir,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Bupati: Banjir Bandang karena Pendangkalan Sungai

0

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor menyebut banjir yang terjadi di tiga desa di Kecamatan Cigudeg, masalah utamanya karena adanya pendangkalan kali dan jebolnya tanggul sungai.

Bupati juga mengatakan akan melakukan pendataan ke para kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Cigudeg akan adanya dugaan tambang ilegal yang menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai.

“Kita akan tanyakan ke kepala desa mana saja tambang ilegal, dan minta ke Kapolsek untuk melakukan penindakan,” kata Bupati Bogor.

Sementara Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan pihak akan memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu, dan jika memang terbukti banjir bandang itu disebabkan karena adanya aktivitas tambang Ilegal dan liar tentu akan dilakukan penindakan tegas.

“Dilakukan penyelidikan dulu, kalau memang hasil penyelidikan tentu dari kami akan tindakan tegas,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati dan Kapolres Bogor saat melakukan tinjauan ke lokasi bencana di Kampung Kedaung Ilir, Desa Rengas Jajar juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk korban yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (17/5/2021) lalu.

** Cepi Kurniawan

Cegah Kerumunan, Tempat Wisata dan TPU Sempat Ditutup

0

Di masa pandemi, munculnya kerumunan harus dihindari untuk menekan potensi penularan covid-19. Dengan alasan itulah Pemerintah Kota Bogor pada libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H lalu, menutup 17 tempat wisata untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Demikian pula dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU).


Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan dua alasan penutupan belasan tempat wisata tersebut. Pertama, dalam rangka menyelaraskan dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta. “Di Jakarta tempat wisata tutup, maka Kota Bogor tutup. Kami tidak ingin tempat wisata membludak,” kata Bima saat meninjau arus kendaraan di Pos Penyekatan Tol Bogor, Minggu (16/5/2021).


Alasan kedua, berdasarkan memantauan sejak Minggu pagi, para pengunjung terus berdatangan ke berbagai titik lokasi wisata dengan sistem buka-tutup. Hanya saja, volume pengunjung terus bertambah sehingga melebihi kapasitas. “Tadi pagi masih buka tutup. tetapi ketika menjelang siang, melebihi kapasitas. Arus pengunjung terus masuk, maka diputuskan kami tutup,” katanya.


Terkait dengan fenomena itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memerintahkan jajarannya untuk memonitor salah satu objek wisata kolam renang di Kecamatan Bogor Selatan. Pemantauan dilakukan sekitar Jam 11.30 WIB, dengan jumlah pengunjung sampai jam 10.00 Wib berjumlah 2.977 orang. “Kapasitas The Jungle Waterpark sekitar 8.000 pengunjung,” katanya. Akhirnya pada pukul 10.00 WIB, The Jungle Waterpark ditutup. Pengunjung diimbau tidak berkerumun dan sebagian mereka meninggalkan lokasi.


Sementara itu, di Kebun Raya Bogor (KRB), yang menjadi salah satu tujuan wisata selama masa libur lebaran, sejumlah pengunjung telah berkumpul di pada Minggu pagi (16/5/2021). Hari itu dilaporkan, jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 9000 orang, jumlah yang nyaris mendekati kapasitas maksimalnya. Meski begitu, dinilai tidak terjadi kepadatan yang mengkhawatirkan.


Didampingi Kepala Satpol PP Agustiansyah dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Atep Budiman, hari Minggu itu Wali Kota Bogor, Bima Arya memantau Kebun Raya dengan berkeliling areal tersebut. “Hari ini terlihat lebih padat dari kemarin, makanya kami lakukan antisipasi untuk perketat pengawasan,” ungkapnya.


Di pihak lain, pengelola KRB pun telah menyebar timnya untuk memecah kerumunan di dalam areal yang cukup luas. Mereka telah mengantisipasi lonjakan pengunjung di libur lebaran.


Sebelumnya pemantauan juga dilakukan Wali Kota Bogor, pada Rabu (12/5/2021) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blender, Kebon Pedes. Kedatangannya untuk memastikan kebijakan peniadaan ziarah kubur untuk pengunjung, berlaku di seluruh pemakaman di Kota Bogor, dari 12 hingga 16 Mei 2021.


Kebijakan tersebut diputuskan berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan para kepala daerah di Jabodetabek guna mengantisipasi penyebaran covid-19. “Ini merupakan kesepakatan bersama dalam rangka penanganan covid-19. Kita tidak ingin terjadi gelombang kedua dan tidak ingin Indonesia seperti India yang terkena tsunami covid-19. Saya meyakini ini tidak mudah tapi ini adalah ikhtiar maksimal kita agar tidak terjadi kerumunan warga,” kata Bima Arya usai meninjau TPU Blender.


Menurut Bima, penumpukan warga yang terjadi di tempat pemakaman umum untuk ziarah dari tahun ke tahun sulit dikendalikan. Di samping itu ia juga memahami, penutupan TPU berdampak secara ekonomis pada warga sekitar yang selalu mengais rezeki tahunan.


Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor menyerahkan bantuan berupa sembako, khususnya bagi para pekerja di kawasan TPU. “Untuk para ibu yang menjadi penjual bunga dan ikut terdampak, kami akan koordinasikan guna meringankan sedikit beban mereka. Di area TPU Blender, kurang lebih ada 25 penjual bunga yang merupakan warga asli sekitar pemakaman. “Mudah-mudahan ini rezeki yang tertunda, karena setelah hari Minggu makam akan dibuka secara bertahap dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.


Kepada peziarah yang kedapatan di area pemakaman pada Idul Fitri, petugas melakukan penanganan secara persuasif. Pada dasarnya, penanganan yang dilakukan adalah untuk mencegah agar tidak terjadi kerumunan. Di Kota Bogor ada 8 TPU dan TPU Blender menjadi salah satu yang selalu ramai dikunjungi di samping TPU Dreded.


“Kami bertindak sesuai arahan Bapak Wali Kota, mengedepankan langkah persuasif dan tidak ada sanksi. Kami menyampaikan dan menghimbau warga untuk sementara waktu untuk berziarah. Pengaturan dan pengawasan tetap kami laksanakan ketika nanti selesai batas waktu penutupan sementara TPU,” jelas Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syah.


Di TPU Blender, ada 12 akses masuk dan untuk setiap akses masuk disiagakan 2 personel Satpol PP dan diperkuat personel tambahan. Hal serupa diterapkan di TPU lain. Itulah ikhtiar yang seyogianya didukung semua pihak, karena demi kepentingan bersama. **

Cigudeg Diterjang Banjir Bandang

0

400 Jiwa Terdampak

Cigudeg | Jurnal Inspirasi

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Senin sore (17/5/2021) mengakibatkan terjadinya banjir bandang di aliran sungai Rahong, Kampung Pasir Ipis, Desa Tegal Lega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kejadian banjir bandang terjadi Selasa malam pukul 19.00 Wib.

Pasca banjir bandang dari pantauan Selasa (18/5/2021), sejumlah rumah warga tampak hancur dan rusak berat, dan warga pun banyak yang kehilangan harta bendanya dan hewan peliharaan akibat terbawa banjir bandang.

Menurut korban banjir bandang, Wiwi saat kejadian ia bersama anak dan suaminya sedang nonton tv, hujan saat itu memang sudah terjadi sejak sore hari.

Namun usai Magrib ada suara gemuruh air, saat itu belum seberapa, tapi selang beberapa menit tiba-tiba suara gemuruh makin kencang dan warga lain berteriak bahwa ada banjir bandang.

“Suami saya tidak pikir panjang lagi langsung mengajak saya dan anak saya untuk menyelamatkan diri dan air itu langsung menghantam rumah termasuk rumah saya,” kata Wiwi.

Wiwi mengatakan pasca banjir bandang itu harta benda miliknya tidak terselamatkan termasuk pakaian.

“Ini saya hanya cuci pakaian yang masih ada bercampur lumpur saya cuci karena harta benda terendam banjir bandang,” kata Wiwi.

Warga Lain, Ali mengatakan banjir bandang begitu cepat karena air langsung datang tiba-tiba besar.

“Air langsung besar saya pun langsung berteriak awas bajir bandang, warga langsung berhamburan keluar,” katanya.

Lanjut Ali ada satu keluarga yang alami luka luka karena telat menyelamatkan diri.

“Beruntung hanya luka luka saya satu keluarga kebetulan rumahnya dekat pinggir kali,” ujarnya.

Sementara menurut Staf Desa Tegal Lega, Roby, rumah yang rusak berat itu ada 7 rumah dan 1 musolah hancur.

“Sementara untuk yang terdampak ada 45 rumah dan 400 jiwa terdampak di 4 R, RT 01,05, 03 , 04 RW 09 sama 10,” ujarnya.

Untuk sementara saat ini warga korban banjir bandang tinggal di rumah sanak keluarganya yang selamat dari terjangan banjir bandang. Dalam peristiwa banjir bandang itu juga tidak hanya rumah warga yang rusak, namun hewan peliharaan warga seperti kambing ,kerbau dan ayam juga hilang diterjang banjir bandang.

** Cepi Kurniawan

Masih Suasana Lebaran, Petani Pandeglang Antusias Panen di Demfarm IP400

0


Pandeglang | Jurna Inspirasi

Keceriaan suasana lebaran masih terasa. Namun petani di kelompok tani Harapan Mulya desa Sukarame kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Banten sudah turun kesawah. Mereka memanen padi di lahan demfarm pola tanam padi dengan indeks pertanaman 400 (IP400) seluas 25 ha, Senin (17/05/2021).

Dipanen tepat di umur 90 hari setelah tanam, panen MT I ini disambut antusias petani. Ketua poktan Harapan Mulya Murtajaya menyampaikan varietas Padjajaran yang ditanam pada kegiatan IP 400 meningkat produktivitasnya dari 5 ton/ha menjadi 7 ton/ha.

“Kami petani antusias menyambut panen, karena terjadi peningkatan produksi dari lima ton per hektar menjadi tujuh ton per hektar, “ ungkapnya.

Turut hadir dalam panen tersebut perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Iping Saripin Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Sofiyah Kepala Seksi Produksi Tanaman Serealia, koordinator penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Carita Engkus Kusmana, petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Asmara D Wijaya dan penyuluh lapangan Eli Safitri dan Agus Saeful.

Engkus Kusmana menuturkan kegiatan IP400 di wilayah kecamatan Carita berjalan aman, lancar dan tujuan utamanya meningkatkan produktivitas tercapai.

“Panen terlaksana, tak terlepas dari peran, dukungan dan motivasi pemkab Pandeglang, Distan provinsi Banten dan kabupaten Pandeglang, juga Kementerian Pertanian pada kegiatan IP400 ini, “ ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengutarakan, demfarm IP400 di Kabupaten Pandeglang mencapai luas 50 hektar terbagi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Carita dan Sukaresmi.
Idealnya IP400 dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, bukan daerah endemis hama dan pada hamparan sawah yang cukup seragam. Jika dilakukan di lahan kering tadah hujan pengairan dapat diterapkan melalui penggunaan pompa dari sumber air terdekat.
“ Keberhasilan mengembangkan IP 400 ada di air, mekanisasi dan penggunaan benih umur genjah dan super genjah dengan persemaian di luar (sistem culik, dapog, tray), “ ucapnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus menggalakan pola tanam IP400 disejumlah daerah di Indonesia. Hal ini dilakukan guna menjamin ketersediaan beras nasional secara berdaulat.
“ Kan sudah jelas bahwa perintah Tuhan saja mengatakan seorang pemimpin dititipkan agar tidak ada rakyatnya yang kelaparan. Karena itu pertanian menjadi solusi, sebab pertanian tidak mengenal virus dan krisis akibat pandemi Covid-19. Dan yang penting perut 270 juta jiwa terisi dengan baik,” katanya.

Mengenai produktivitas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan SDM pertanian, inovasi teknologi dan sarana prasarana menjadi hal utama pengungkit produktivitas. Namun kata Dedi sehebat apapun inovasi teknologi jika tidak diimplementasikan tidak akan memberikan kontribusi apapun.

“Dalam implementasi inovasi teknologi ini yang paling sulit adalah rekayasa sosialnya bagaimana mengubah perilaku petani dan mindset petani agar dia itu mau, dan mampu serta merasa terpanggil untuk mengimplementasikan teknologi tersebut, “ ungkapnya.

** Eli Safitri/Regi/ PPMKP

Kawanan Monyet Berkeliaran di Kampus IPB

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Sudah lama tidak digunakan kegiatan belajar mengajar, kampus IPB University di Desa Babakan, Dramaga Kabupaten Bogor sejak adanya pandemi hampir 2 tahun ini disambangi kawanan monyet.

Sebuah video yang direkam oleh petugas di Kampus IPB University, tampak terlihat kawanan monyet datang dan berkeliaran di area gedung departemen biologi IPB University.

Salah seorang security kampus IPB University Cipto Wardoyo membenarkan adanya kawanan monyet yang mendatangi gedung departemen biologi.

“Senin siang pukul 14.00 sampai pukul 16.00 wib (17/5/2021) kawanan monyet itu datang dari arah danau belakang kampus kurang lebih ada 11 ekor kawanan monyet ada yang besar dan juga ada yang anakannya,” kata Cipto Wardoyo, Selasa (18/5/2021).

Cipto melanjutkan, kawan monyet itu sudah hampir sepekan ini datang ke ke area gedung bahkan masuk ke ruangan dari lantai atas hingga turun ke bawah.

“Sudah ada 4 hari ini biasanya datangnya siang sampai sore mereka hanya cari makan tidak ganggu,” katanya.

Cipto mengatakan selama dia bekerja di kampus IPB University sudah 4 tahun, baru kali ini melihat kawanan monyet, kemungkinan kata dia karena sudah lama tidak ada aktivitas di kampus sehingga kawanan monyet itu berani turun.

“Baru kali ini, saya selama bekerja 4 tahun liat kawanan monyet datang, dan bukan hanya di gedung ini saja, mereka datang di gedung lain juga, mungkin untuk cari makan,” ujarnya.

Sementara itu menurut Sekretaris eksekutif Pusat Studi Satwa Primatan (PSSP), IPB University Entang Iskandar, masuknya monyet ekor panjang liar ke dalam kampus IPB University Dramaga, karena dua faktor.

“Pertama, saat ini masih diberlakukan perkuliahan online. Jadi hanya sedikit aktivitas yang ada di kampus,” katanya.

Sambungnya dengan demikian, monyet merasa leluasa, tidak keluar dari kampus IPB. Kemudian yang kedua, sumber makanan mereka yang sudah semakin berkurang. Mereka melihat rimbunnya pohon di IPB dan mencari makan alami.

“Kami sudah menyediakan beberapa kandang. Baik di kampus IPB maupun di perumahan dosen. Kami tempatkan di daerah yang menjadi daerah jelajah mereka,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan