28.1 C
Bogor
Friday, August 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1269

Astagfirullah, Duit Bansos ‘Dibengkong’

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Warga RW 04, Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, dibuat geram. Pasalnya, Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600 ribu untuk dua termin ‘dibengkong’ Rp50 ribu per penerima oleh oknum pengurus lingkungan.

Alhasil, sejumlah warga pun melayangkan protes dengan membuat surat pernyataan terkait pemotongan bansos tersebut.

Salah seorang warga RT 01 Hayat (58) mengatakan bahwa pemotongan bansos di wilayahnya berlangsung selama pandemi Covid-19. Kata dia, warga tidak ikhlas jika bantuan dari pemerintah pusat ini dipotong oleh oknum pengurus lingkungan.

“Kita inginnya engga ada pemotongan, tentu tidak ikhlas,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (21/5).

Hayat mengaku tak mengetahui alasan pemotongan bansos tersebut. “Nggak ada alasan, minta gitu saja. Dari awal sudah wanti-wanti kalau sudah cair,” katanya.

Hayat mengaku bahwa yang menerima uang sebesar Rp50 ribu adalah oknum pengurus lingkungan. Namun, kata dia, setelah permasalahan terdengar oleh pemerintah dana tersebut dikembalikan. “Sudah dikembalikan, dikasihin ke istri saya setelah salat Jum’at. Banyak disini yang dimintain,” ucapnya.

Warga lainnya, Dudi Iskandar (47) mengaku bahwa warga sadar untuk memberi, namun tidak perlu diberi standar nominal. “Kalau keikhlasan kan tidak dipatok seberapanya. Nggak perlu dipatok lah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pemuda Tarikolot Bersatu, Sanusi menjelaskan bahwa awal mula permasalahan itu mencuat ketika ada seorang warga yang menelpon kepadanya.

“Kemarin malam tuh saya mendapat telepon dari warga RT 01 menginformasikan bahwa di wilayah itu ada pemotongan bansos oleh pengurus wilayah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ajo, pihaknya menggelar musyarawah dengan warga RT 01 dan RT 03 soal permasalahan tersebut.

“Keinginan warga untuk kedepannya karena kondisi sedang sulit, jangan adalagi pemotongan bantuan dari pemerintah. Warga ingin ada pergantian pengurus RW, karena sangat sering,” katanya.

Menanggapi hal itu, Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendalaman terkait adanya aduan tersebut. Apakah melibatkan oknum ASN atau tidak.

“Apapun bentuk bantuan dari pemerintah tidak boleh ada pemotongan. Kalau ada yang memotong mengatasnamakan pemerintah segera laporkan dan bakal kami sampaikan ke pimpinan untuk disanksi,” kata dia.

Marse menegaskan, apabila pemotongan dilakukan oleh oknum warga, maka kecamatan akan melaporkannya kepada polisi lantaran hal tersebut sudah masuk ke dalam ranah pidana. Namun hingga kini, sambung dia, pihaknya belum menerima aduan tertulis dsri warga perihal kejadian tersebut.

“Yang pasti saat ini kami sedang lakukan pendalaman, mudah-mudahan dapat terkuak fakta dan didapatkan bukti-bukti. Apakah pemotongan itu benar-benar ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta kepada warga yang dirugikan untuk melaporkan ke polisi. “Nggak boleh potong-potong bansos. Masih aja berani main-main. Warga bikin laporan ke Polresta saja,” tegasnya.

** Fredy Kristianto

Bank Kota Bogor Dikunjungi Komisi II DPRD Kabupaten Pandeglang

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Komisi II DPRD Kabupaten Pandeglang melakukan kunjungan kerja ke Perumda BPR Bank Kota Bogor. Mereka melakukan sharing tentang strategi BPR bertahan dimasa pandemi dan suport pemerintah daerah. Pertemuan tersebut dihadiri kurang lebih sekitar 20 orang di Perumda BPR Bank Kota Bogor.

B2P3 Jabar Usul ke Pemprov Lagu Indonesia Raya Diputar di Setiap Tempat Usaha

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3) MPW Jawa Barat mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jabar agar lagu Indonesia Raya diputar di setiap tempat usaha. Upaya ini untuk meningkatkan semangat nasionalisme, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu untuk menanamkan jiwa kebangsaan, sehingga akan lahir kesadaran rasa kecintaan akan bangsa dan negara dengan semangat membangunkan jiwa patriot untuk Indonesia. “Kami mendukung lagu Indonesia Raya dinyanyikan di setiap tempat usaha di Jawa barat,” ujar Ketua Umum B2P3 Jabar Stenly Ngelo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/05/21).

Gagasan dukungan menyanyikan lagu Indonesia Raya ini setelah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X telah menerbitkan surat edaran agar lagu Indonesia Raya diputar di ruang publik.

“Sangat bangga dengan ide dan keputusan Gubernur DIY, kami B2P3 Jabar mengusulkan ke Pemerintah  Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Barat, alangkah baiknya mencontoh hal yang baik ini. Menanamkan rasa nasionalisme,” ungkap Stenly.

Pemprov DIY sendiri pertama kali memperdengarkan Indonesia Raya ke ruang publik pada 20 Mei 2021 dan Surat Edaran bernomor 29/SE/V/2021/ tentang memperdengarkan lagu Indonesia Raya telah disebarluaskan ke Bupati/Walikota se-DIY, pimpinan perwakilan instansi pemerintah pusat, instansi pemerintahan di lingkup Pemda DIY, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan perusahaan swasta.

**ass

Dewan Minta Pemkot Sertifikasi Aset Pasar Tekum

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Catatan dan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait permasalahan aset di Kota Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto meminta agar pihak Pemkot Bogor segera melakukan sertifikasi dan mencatat seluruh aset-aset Pemkot Bogor kedalam neraca aset.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah-jumlah dan data-data aset di Kota Bogor. Berkaitan dengan permasalahan aset tersebut, DPRD Kota Bogor juga meminta agar Pemkot Bogor segera melakukan sertifikasi aset lahan atas Pasar Teknik Umum (Pasar Induk Kemang).

“Pengelolaan atas Pasar Tekum sudah diambil alih dilakukan Pemkot Bogor. Namun, jangan sampai disitu, kaitan persoalan aset lahan Tekum itu juga harus jelas. Aset itu harus segera di sertifikasi dan tercatat masuk kedalam neraca aset Pemkot Bogor. Saya kira itu pekerjaan utama yang harus diselesaikan oleh Pemkot Bogor, jangan sampai satu masalah selesai, kemudian muncul masalah lain. Maka jangan setengah-setengah, semua hal harus di selesaikan sehingga tidak menimbulkan pekerjaan lanjutan nantinya atau timbul masalah baru,” jelas Atang.

Politisi PKS ini mengapresiasi langkah tegas Pemkot Bogor dalam mengambil alih Tekum. Pemkot harus menegakan kewibawaan untuk menjaga aset yang ada, sekaligus untuk memastikan bahwa semua proses yang tidak sesuai dengan perjanjian itu bisa di tegakan.

“Kita berharap dengan adanya pengambil alihan pasar Tekum sesuai perjanjian yang telah berakhir. Kita berharap Perumda PPJ yang diberikan tugas untuk mengelola bisa mengoptimalkan pengelolaannya. Memberikan pelayanan terbaik kepada para pedagang, sekaligus bisa meningkatkan kembali transaksi perekonomian di pasar Tekum, dan bisa meningkatkan PAD bagi Kota Bogor,” jelasnya.

Terkait mulai dilakukannya pemungutan di Tekum oleh pihak Perumda PPJ, Atang mengingatkan agar dasar hukum pengambilan potensi pendapatan di Tekum dilaksanakan sesuai peraturan. “Saya kira harus dilihat lagi laporan dan serah terimanya. Yqng paling penting adalah menyelesaikan dan menertibkan dulu proses administrasi dan kekurangan yang ada, kemudian berbicara pengelolaan dari sisi hak dan kewajiban yang harus diberikan oleh pedagang,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Raih WTP, DPRD Tetap Tingkatkan Fungsi Pengawasan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Turut hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto dalam penyerahan Opini WTP ke lima kali secara berturut-turut di kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kamis (20/5). Hal ini sesuai dengan UU no 15 tahun 2004 bahwa hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah diserahkan kepada DPRD dan pimpinan entitas di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Atang mengucapkan terimakasih kepada BPK RI atas hasil penilaian dan kerja kerasnya dalam menghadirkan laporan hasil pemeriksaan di tengah pandemi. “Terima kasih kepada BPK yang telah bekerja keras penuh dedikasi, meskipun di tengah pandemi tetap menjalankan pemeriksaan dengan maksimal. Alhamdulillah, opini WTP akan sangat berarti bagi semangat kinerja ke depan. Arahan dan masukan serta catatan rekomendasi yang diberikan juga sangat penting dan berguna bagi perbaikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)”, jelas Atang.

“Seperti yang disampaikan oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat Bapak Agus Khatib, bahwa opini WTP ini tidak menjamin tidak adanya peluang fraud atau tidak adanya peluang penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Maka, Pemkot dan DPRD tetap harus meningkatkan kinerja dan menjalankan terus prinsip Good Corporate Governance (GCG),” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Atang juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Bogor. Sebab, menurutnya opini BPK ini menjadi gambaran bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Kota Bogor sudah baik, meski tengah berada ditengah pandemi Covid-19. “Selamat kepada Walikota dan jajaran atas pencapaian opini WTP yang kelima kali berturut-turut. Ini adalah catatan yang menggembirakan sebagai bagian ikhtiar menghadirkan pemerintahan yang akuntabel, terlebih di tengah pandemi yang situasinya tidak mudah,” kata Atang.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hal ini juga merupakan hasil dari bentuk kolaborasi eksekutif dan legislatif, dimana DPRD telah menjalankan fungsi pengawasan yang baik dan optimal. Sehingga kedepannya, ia memastikan bahwa DPRD akan terus meningkatkan fungsi pengawasan secara optimal agar tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Kendati demikian, Atang mengungkapkan masih terdapat beberapa catatan dan rekomendasi berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI yang harus segera diselesaikan oleh Pemkot Bogor. “Pemerintah mesti tancap gas menyelesaikan dan menindaklanjuti catatan dan rekomendasi BPK tanpa harus menunggu 60 hari sebagaimana diatur didalam perundang-undangan”, tegas Atang.

Agar opini WTP bisa dipertahankan kembali tahun depan, Pemkot Bogor perlu secara menyeluruh mereview LHP BPK dalam 3 tahun terakhir. “Catatan rekomendasi LHP dari 3 tahun terakhir perlu dijadikan landasan perbaikan di tahun 2021 agar tetap terus WTP, khususnya terkait dengan penataan, penertiban, dan pengelolaan aset,” pungkasnya.

** Fredy Kristanto

PMBS Bakal Gali Informasi Soal Proyek Gedung MDG’S Mangkrak

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi
Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS), akan menggali informasi terkait mangkrak nya proyek pembangunan Gedung MDG’S di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi yang berasal dari dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat (Jabar) tahun 2020. Hal itu ditegaskan Ketua Umum (Ketum) PMBS, M. Muhsin, usai melakukan audiens dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) RSUD Ciawi, Kamis (20/5).

M. Muhsin menjelaskan, menggali informasi dari berbagai sumber perlu dilakukan PMBS. Itu untuk menyamakan informasi yang diutarakan perwakilan RSUD Ciawi dengan pernyataan pihak-pihak lain.

“Saat audiens, PPK RSUD Ciawi menerangkan prihal mangkraknya pembangunan Gedung MDG’S,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, berdasarkan keterangan PPK, ada beberapa faktor yang menyebabkan mangkraknya proyek Banprov Jabar dengan anggaran mencapai 34 miliar lebih tersebut, salah satunya tidak turun nya dana bantuan dari pemerintah pusat melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Ini kan aneh, kalau belum pasti dana PEN itu cair, kenapa harus ada lelang hingga dilakukan pengerjaan,” jelas M. Muhsin.

Selain itu, lanjutnya, yang membuat heran, pihak RSUD Ciawi sebagai instansi penerima bantuan, tidak melakukan pengawasan saat proyek pembangunan Gedung MDG’S dilanjutkan dengan biaya dari Banprov Jabar.

“Ini kan menurut saya aneh, pelaksana pemenang proyek pembangunan Gedung MDG’S malah di putus kontrak dan dibayar sesuai progres pengerjaan,” paparnya.

Sedangkan, kata M. Muhsin, kondisi serupa juga terjadi di proyek pembangunan Gedung Gizi yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Bogor sebesar kurang lebih 35 miliar.

“Proyek tersebut juga sudah lewat batas waktu kontrak, tapi kenapa tetap di lanjutkan. Kalau memang alasannya, pelaksana proyek Gedung MDG’S terkena sanksi akibat waktu di kontrak habis, harusnya proyek pembangunan Gedung Gizi juga sama di kenakan sanksi,” tegasnya.

Untuk itu, sambung M. Muhsin, PMBS akan menggali informasi kepada pihak-pihak terkait, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sumber lainnya yang memang berkompeten di bidang jasa konstruksi.

“Biar permasalahan yang terjadi di dua proyek di RSUD Ciawi terang benderang. Apalagi anggaran yang dikeluarkan pemerintah itu nilainya mencapai puluhan miliar,” ujarnya.

M. Muhsin mengungkapkan, ikut campur nya PMBS di permasalahan kedua proyek itu, semata-mata hanya ingin aset yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor, tidak rusak akibat terjadi ketidak beresan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Bentuk perhatian kami di PMBS terhadap aset yang ada di selatan. Makanya, kami akan mengungkap sampai tuntas apa yang sebenarnya terjadi,” imbuhnya.

Sementara, PPK dua proyek RSUD Ciawi, Irawan menjelaskan, mangkrak nya proyek pembangunan Gedung MDG’S, disebabkan tidak turun nya bantuan PEN dan di putusnya kontrak karena pelaksana tidak tepat waktu.

“Batas waktu sesuai kontrak sudah habis dan kami putus kontrak nya. Kami bayar pelaksana pembangunan Gedung MDG’S sesuai dengan progres pengerjaan yakni senilai 7 miliar,” katanya dihadapan PMBS.

Terkait persoalan terlambat nya pengerjaan di proyek Gedung Gizi, Irawan menegaskan lebih kepada teknis maupun pengiriman bahan-bahan material.

“Ada yang harus di revisi, terutama dari gambar. Bukan itu saja, saat proyek mulai di kerjakan, terkendala pengiriman bahan material, pabrik nya tutup karena Covid-19,” tukasnya yang didampingi Kabag TU RSUD Ciawi, Mardani.

** Dede Suhendar

Tirta Pakuan Full Team Percepatan Normalisasi

0

Armada Tangki Terus Ditambah

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perumda Tirta Pakuan terus mempercepat proses pemulihan jaringan di zona 1 setelah perbaikan pipa bocor ACP 21″ di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi Kecamatan Caringin, Rabu (19/5/2021).

Tirta Pakuan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki, sebagai ikhtar mempercepat pemulihan layanan.

Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan, Perumda Tirta Pakuan, Sonny Hendarwan menjelaskan, normalisasi pipa untuk pelanggan di zona 1 sedang dipercepat.

“Kami sampaikan permohonan maaf kepada pelanggan zona 1, yang saat ini mengalami gangguan pelayanan air bersih Tirta Pakuan. Dipahami benar apa yang dirasakan dan dialami bapak ibu yang sangat membutuhkan pasokan air bersih, kami sedang berupaya mempercepat proses normalisasi pengaliran, pasca perbaikan pipa bocor 21 inch di daerah Caringin.”

Semua tim langsung turun ke lapangan untuk mengupayakan percepatan perbaikan. Banyak pertanyaan yang sampai pada kami, kapan air bisa ngalir lagi, terus katanya perbaikan pipanya sudah selesai kemarin, kok sampai sekarang belum ngalir,. Nah, perlu diketahui, bahwa sistem pelayanan teknis air bersih berbeda dengan listrik. Kalau listrik ketika perbaikan selesai, dalam hitungan menit semua rumah sudah bisa nyala, berbeda dengan air bersih, ketika pekerjaan perbaikan selesai, air tidak langsung bisa mengalir ke rumah, harus membuka pasokan air dari sumber atau reservoir, mengisi pipa yang kosong, buang udara yang terjebak di dalam pipa dan sebagainya, dan bisa berjam-jam atau berhari-hari,” papar Sonny.

Khusus untuk zona 1, masih kata Sonny, situasinya jauh lebih sulit, karena kontur tanah yang berbukit-bukit, sehingga teman-teman harus berjibaku dengan medan yang cukup berat. Petugas harus berkeliling 24 jam dari satu titik ke titik lain, hingga air benar-benar mengalir ke rumah pelanggan.

“Apakah selama proses normalisasi air benar-benar mati. Tentu tidak. air tetap ada ke rumah pelanggan, hanya belum normal, nyala beberapa jam, mati lagi beberapa jam, begitu terus hingga pasokan benar-benar kembali pulih kami menyediakan tangki air gratis untuk membantu kebutuhkan air bersih pelanggan zona 1 secara gratis.”

Sejak kemarin sore kami bahkan telah berkoordinasi dengan perumda lain untuk peminjaman beberapa tangki air, harapannya pasokan ke pelanggan akan lebih maksimal. Saat ini total armada tangki ada 6 tangki besar dan 1 tangki kecil semuanya melayani lokasi-lokasi yang terdampak seperti Kampung Cimanengah, Kertamaya, Dekeng, BNR Cipaku, Royal Tajur, Teras Hijau, Perum Unitex, Muarasari, Genteng. Silakan pelanggan menghubungi call center kami di nomor 0251-8324111 untuk pemesanan tangki atau hubungi ke akun instagram perumda Tirta Pakuan,” pesan dia.

Sedangkan, Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira menambahkan, jika proses perbaikan ini telah dimulai sejak minggu lalu, dan kondisi bocor yang telah terjadi sejak lama mengakibatkan pelayanan di zona 1 sudah lama kurang optimal.

“Untuk itu kita perbaiki segera. Proses perbaikan fisik telah selesai saat ini sedang proses pemulihan sedang berlangsung. Kami turunkan armada mobil tangki sebanyak 6 unit dan akan terus ditambah. Petugas lapangan di turunkan full tim untuk percepatan pemulihan. Kita ikhtiar terbaik yang bisa kita lakukan,” ungkap Rino.

Terpisah Dirtek Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf menambah, jika recovery zona 1 cukup lama, bisa empat sampai tujuh hari baru bisa normal kembali pengalirannya. Pengalaman beberapa tahun lalu saat pipa di jalur Bocimi bocor, saat itu recovery cukup lama. Saat ini pihaknya memiliki resevoir Rancamaya, setelah dicek tadi cukup penuh levelnya ketinggian airnya. Ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan air Sementara bagi pelanggan zona 1.

“Untuk penutupan aliran air dilakukan pukul 08.00 WIB, mudah-mudahan ini segera selesai tertangani. Bisa dibuka cepat kembali hingga recovery tidak terlalu lama. Untuk pipa besar stok masih ada yang lama, pada saat bulan Ramadan aksesoris sudah siap semua. Tinggal diperhitungkan waktu pengerjaan saja,” tandasnya.

Ardani menekankan, untuk bocor besar tercatat ada 14 titik yang sudah terselesaikan sisanya bocor kecil. Ini juga perlu kerjasama sub departemen kebocoran dan sub departemen pengaliran yang harus bersinergi artinya penutupan dan pembukaan harus dikomunikasikan.

“Ya, mudah-mudahan cepat teralirkan kembali untuk zona 1. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat,” pungkasnya.

** ass/rls

Terima BLT DD, Ratusan Warga Desa Cimande Hilir Tersenyum

0

Caringin | Jurnal Inspirasi
Ratusan warga Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tersenyum bahagia usai keluar dari kantor desa, Kamis (20/5) siang. Sebab, disaat kondisi ekonomi sedang sulit, warga merasa terbantu setelah menerima uang sebesar Rp.300.000.

Majudin, warga Kampung Tenggek RT 02/02 Desa Cimande Hilir mangaku bersyukur mendapatkan kembali bantuan dari pemerintah. Dimana, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan hidup.

“Alhamdulillah uang bantuan ini saya akan belikan beras dan kebutuhan keluarga lainnya,” akunya usai menerima bantuan.

Majudin mengatakan, di tahun ini dirinya sudah dua kali mendapat bantuan uang tunai dengan jumlah yang diterima sebesar Rp.300.000. “Bantuan yang saya terima utuh tanpa ada potongan apapun,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan uang tunai yang diterimanya, terus ada setiap bulan diberikan Pemerintah Desa (Pemdes) Cimande Hilir. Alasannya, karena bantuan tersebut sangat dinantikan untuk membantu perekonomian keluarganya.

“Saya hanya kerja serabutan dan tidak punya penghasilan tetap. Makanya bantuan ini sangat saya harapkan,” imbuh Majudin.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Cimande Hilir, Mulyadi mengatakan, bantuan yang saat ini diterima sebanyak 185 keluarga penerima manfaat (KPM), untuk tahap satu bulan ke dua di tahun 2021.

“Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) ini, diterima KPM setiap bulannya 300 ribu. Dan itu diberikan langsung kepada warga penerima, tidak bisa di wakilkan,” jelasnya.

Sekdes yang akrab dipanggil Damuy itu menghimbau, agar warga yang menerima BLT DD dapat memanfaatkan uang tersebut sebaik-baiknya. “Gunakanlah untuk keperluan rumah tangga dan hal positif lainnya,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Hendropriyono Rupanya Jadi Perancang Islamophobia di Indonesia

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana mengatakan bahwa jati diri Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mulai nampak secara perlahan. Menurut Panca, Hendropriyono lah yang telah merancang islamofobia belakangan ini sehingga membuat kohesi sosial retak.

“Jenderal tua sisa orba ini lama-lama kebuka juga jati dirinya, yang merancang Islamophobia belakangan ini. Yang membuat kohesi sosial kita retak. Iya nggak sih?” kata Panca melalui akun Twitter @panca66, Kamis (20/5).

Panca mengatakan hal itu sebagai respons terhadap pernyataan Hendropriyono bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu mengurusi masalah Palestina dan Israel.

Menurut mantan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) itu, masyarakat lebih baik mengurusi negara sendiri yang kini juga menghadapi berbagai masalah.

“Palestina dan Israel bukan urusan kita (Indonesia), melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi. Urusan Indonesia adalah nasib kita dan hari depan anak cucu kita,” kata Hendropriyono pada Selasa, 18 Maret 2021, dilansir dari Berita Satu.

Namun ia melemparkan sorotan yakni bahwa Indonesia tengah diserang oleh ideologi khilafah. Hendropriyono menyampaikan itu di depan sesama anggota Kerukunan Keluarga (KEKAL) Akmil 1967.

“Untuk nasib bangsa kita, saya mohon KEKAL Akmil 1967 tidak diam saja, tapi mikir, ngomong dan berbuat sebisanya. Negara kita sedang diserang oleh pemikiran ideologi khilafah,” katanya.

Hendropriyono lantas mengajak masyarakat Indonesia untuk merapatkan barisan dan membela bangsa sendiri.

“Ironis sekali orang yang mengritik saya membela Pancasila, demi membela negeri sendiri, tapi dia menggebu-gebu membela Palestina,” ungkapnya.

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) itu menuturkan bahwa ia tidak mau Indonesia menjadi hancur akibat propaganda kaum yang ingin menghancurkan NKRI dengan mengatasnamakan agama.

Menurutnya, para penganut ideologi-ideologi asing itu adalah orang yang terbawa arus sampai lupa diri dan lupa pula soal masa depan anak dan cucu mereka.

Hendropriyono lantas mengajak masyarakat untuk melawan narasi orang-orang yang menyebarkan ideologi khilafah dan ideologi lainnya.

“Lawan. Jangan takut. Jangan juga diam saja. Karena diam berarti melakukan pembiaran. Dan, itu adalah kejahatan juga. Disebut sebagai crime of omission, yakni kejahatan karena membiarkan orang melawan negara, bangsa kita sendiri,” tegasnya.

Sementara pernyataan mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang menyebut masalah Palestina bukan urusan Indonesia ternyata sampai ke telinga Brigade al-Qassam. Melalui akun twitternya, Brigade al-Qassam mengutip pernyataan mantan Presiden Soekarno dan Soeharto yang menyatakan bahwa masalah Palestina adalah urusan Indonesia.

“Bung Karno dan Bung Harto begitu jelas, tegas dan begitu sering kemerdekaan Palestina adalah urusan kita,” bunyi terjemahan tweet Brigade al-Qassam di akun Twiiternya , Rabu (19/5/2021). Tidak hanya itu, Brigade al-Qassam juga mengutip bunyi alinea pertama dari Undang-undang Dasar 1945.

“Saudara Hendropriyono. Dalam UUD 1945 terlihat jelas bahwa kemerdekaan sebenarnya adalah hak semua bangsa, sehingga dunia harus didekolonisasi karena tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan,” demikian tweet dari Brigade al-Qassam.

Meski begitu, akun Twitter Brigade al-Qassem ini tidak dapat diketahui apakah benar milik kelompok tersebut atau bukan karena tidak ada tanda centang biru sebagai bukti jika akun tersebut telah terverifikasi. Brigade al-Qassam atau Brigade Izzuddin al-Qassam adalah sayap militer kelompok Hamas yang dibentuk pada tahun 1991. Namanya diambil dari seorang pendakwah Palestina Izz Ad Din Al Qassam.

** ass/gelora

Pemimpin Hamas Surati Jokowi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta mobilisasi dukungan Indonesia ke negara Islam dan internasional terhadap Palestina.

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (20/5/2021), surat itu disampaikan ke Jokowi pada Selasa (18/5) lalu. Dalam suratnya, militan Palestina itu menuliskan perihal agresi Israel ke Palestina yang terus meningkat.

“Kami meminta Anda untuk segera bertindak dan memobilisasi dukungan Arab, Islam, dan internasional, dan untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk mewajibkan pendudukan Israel segera menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza,” kata Haniyeh dalam suratnya.

Haniyeh juga meminta Jokowi menyerukan diakhirinya kekerasan di Yerusalem dan penduduknya. Termasuk soal pengusiran paksa dan diskriminasi rasial terhadap warga Palestina.

“Termasuk skema Yudaisasi, permukiman, pengusiran paksa dan diskriminasi rasial, dan mencabut semua keputusan yang menargetkan pintu gerbang dan lingkungannya, terutama lingkungan Sheikh Jarrah,” lanjutnya.

Haniyeh juga meminta Jokowi memobilisasi dukungan internasional untuk mendesak Israel agar ‘menjauhkan tangannya’ dari Masjid Al-Aqsa, dan untuk menghentikan kekerasan terhadap jemaah dan mengizinkan mereka untuk menjalankan ibadah dengan bebas.

“Semoga Tuhan memberkati dan mengaruniakan kesuksesan, dan untuk kemajuan Indonesia lebih lanjut,” kata Haniyeh.

Diketahui, karier Ismail Haniyeh dimulai saat ia menjadi sekretaris pribadi pendiri Hamas, Syekh Ahmed Yassin. Dikutip dari laman ensiklopedia Britannica, Ismail Haniyeh, yang juga dieja Ismail Haniya dan Ismāʿīl Haniyyah, lahir pada 1962 di Kamp pengungsi Al-Shāṭiʾ, Jalur Gaza.

Haniyeh ditangkap oleh otoritas Israel pada 1988 dan dipenjara selama enam bulan karena partisipasinya dalam intifada pertama (pemberontakan melawan pendudukan Israel).

Dia dikenal sebagai politikus Palestina dan pemimpin Hamas yang menjabat perdana menteri Otoritas Palestina (PA) pada 2006-2007, setelah Hamas memenangi mayoritas kursi dalam pemilihan legislatif Palestina 2006.

Setelah pertempuran antarfaksi dengan saingannya, Fatah menyebabkan pembubaran pemerintah dan pembentukan pemerintahan otonom yang dipimpin Hamas di Jalur Gaza, Haniyeh menjabat pemimpin pemerintahan de facto di Jalur Gaza (2007-2014). Pada 2017, dia terpilih untuk menggantikan Khaled Meshaal sebagai kepala biro politik Hamas.

Namun, sebelum dikenal sebagai pemimpin Hamas, Haniyeh merupakan sekretaris pribadi pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin. Haniyeh dianggap sebagai orang kepercayaan pemimpin spiritual Hamas itu. Keduanya pernah menjadi sasaran upaya pembunuhan yang gagal oleh Israel pada 2003, meskipun Yassin dibunuh hanya beberapa bulan kemudian.

Saat konflik Israel dan Palestina memanas, ia pun menggalang dukungan dari negara-negara muslim. Misalnya, Haniyeh baru saja bertemu Menlu Qatar untuk memastikan dukungan dari negara tersebut.

Sementara itu, juru bicara Presiden Fajdroel Rachman belum menanggapi pertanyaan Anadolu Agency terkait surat tersebut. Sebelumnya pada 10 Mei, Haniyeh juga pernah mengirimkan surat ke Jokowi. Haniyeh saat itu mencari dukungan dan menyerukan umat Islam untuk berdiri bersama melawan agresi Israel di akhir bulan suci Ramadhan.

Untuk diketahui, setidaknya 227 warga Palestina telah tewas, termasuk 64 anak-anak dan 38 wanita. Sebanyak 1.620 warga juga dilaporkan terluka dalam serangan Israel ke Palestina sejak 10 Mei.

** ass/gelora