26.8 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1268

Lahan BIRR Baru 75 Persen, Pemkot Siapkan Pembebasan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Proyek Jalan Bogor Inner Ring Road (BIRR) terus dimatangkan, termasuk mempersiapkan pembebasan lahan untuk merealisasikan jalan sepanjang 7,1 kilometer itu, yang menghubungkan Tajur dengan Mulyaharja.

Diketahui, saat ini baru terdapat 75 persen lahan yang tersedia dari empat pengembang perumahan di sekitaran proyek tersebut.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, dengan tersedianya 75 persen lahan dari total kebutuhan, otomatis Pemkot Bogor mesti melaksanakan pembebasan lahan sebanyak 25 persen.

“Setelah ini, kami akan menetapkan trase jalan yang akan dibangun. Sehingga lahan yang diproyeksikan untuk dibebaskan, tidak bisa diperjual belikan pihak ketiga,” ujar Dedie kepada wartawan, Minggu (28/3).

Menurut dia, lahan yang akan dibebaskan sebagian besar merupakan milik perorangan. Terdekat, kata Dedie, yang menjadi tugas besar Pemkot Bogor adalah membuat Detail Engineering Design (DED) dan pembebasan lahan, yang diperkirakan dimulai 2022 nanti.

“Bakal ada tiga trase di sepanjang jalan itu. Dalam waktu dekat yang akan kita akan buat DED. Sebab, kita akan bangun juga enam jembatan di jalur itu,” katanya.

Dedie menyatakan bahwa pemkot juga akan merelokasi salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan Pamoyanan, Bogor Selatan. Ia memastikan pemakaman yang dipindah hanya yang dikelola secara umum alias TPU dan bukan pemakaman warga.

Ia menyebut sudah ada tempat relokasi baru, yang diperkirakan ada di wilayah Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan.

Dedie mengaku sulit berharap bisa merealisasikan pekerjaan itu jika dialokasikan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor. Melihat kebutuhan yang tinggi, namun kemampuan APBD yang terbatas.

“Sulit kalau di APBD. Solusinya bisa nyicil. Kalau kita butuh, ada juga pembiayaan pusat. Tapi persoalannya, proyek ini harus dikaitkan dengan rencana nasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi pernah menyebut pemkot tengah memasuki tahap review DED untuk proyek BIRR.

“Kami sedang mereview DED. Bila memungkinkan tahun depan akan kita usulkan untuk pembebasan lahan, kita lihat dulu dari anggaran cukup atau tidak,” bebernya.

Kata dia, untuk pembangunan tahap pertama akan mencakup satu trase dari Wangun sampai perumahan deTour, sepanjang 700 meter.

Lebih lanjut, kata Chusnul, agar bisa merealisasikan itu, pemkot sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat sebesar Rp700 miliar. “Kami akan ajukan ke pusat sekitar Rp700 miliar, itu untuk tahap awal fisik dan pembebasan lahannya,” tuukasnya.

** Fredy Kristianto

Wacana RSUD Rancamaya Dikritik

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe A baru di kawasan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, mendapat respon berbeda dari legislator.

Akhmad Saeful Bakhri

Anggota Komisi IV DPRD, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) menilai sebelum wacana itu digelontorkan ke publik, seharusnya terlebih dulu ada kajian mengenai kebutuhan RS di ‘Kota Hujan’, tentunya mesti melalui konsultasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Yang jadi pertanyaan, kenapa harus di Rancamaya? Katanya pembangun RS untuk pemerataan pelayanan kesehatan warga. Justru bila di Rancamaya, malah semakin menjauhkan layanan dari masyarakat Kota Bogor. Mengapa tak manfaatkan lahan Kayumanis,” ujar ASB kepada wartawan, Minggu (28/3).

Politisi PPP ini menegaskan bahwa pembangunan RSUD baru di Rancamaya jangan sampai bertujuan untuk keuntungan semata. “Lagian di daerah sana kan dekat dengan RSUD Ciawi. Saya melihat di Kota Bogor RS cukup banyak, dan rasionya masih mencukupi. Saat ini pun ada beberapa RS yang tengah berproses sebagai rumah sakit baru” ungkapnya.

ASB menyarankan, apabila pemerintah ingin membuat RS, lebih baik membangun rumah sakit khusus, misalnya untuk kanker atau lainnya. “Lebih baik buat kajian. Jangan berwacana dulu. Sekarang ada nggak SDM-nya, anggarannya?,” katanya.

Sementara, sambung dia, apabila Komisi IV melaksanakan rapat dengar pendapat dengan RSUD, mereka selalu mengeluh kekurangan SDM dan kelimpungan dalam membayar gaji karyawan.

“Mesti diingat,  kajian itu nantinya bukan dilakukan oleh RSUD tapi oleh Dinkes. Andaikan pemkot berencana membangun atau mendirikan RSUD lagi, itu bukan cabang RSUD yang ada, agar jelas dulu kerangka berpikirnya,” jelas ASB.

Lebih lanjut, ASB mengaku heran mengapa wacana pendirian RSUD baru justru dicuatkan direksi RSUD Kota Bogor, bukan oleh Dinkes. “Lebih baik fokus saja menambah fasilitas yang ada di RSUD,” ucapnya.

Kata ASB, bila ingin meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, justru pemerintah memperbaiki fasilitas di tiap puskesmas. “Saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah peningkatan taraf hidup melalui pemulihan ekonomi kreatif serta pembangunan mental spiritual,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidur mengatakan bahwa saat ini masyarakat harus didekatkan dengan pelayanan kesehatan. Sehingga diperlukan kehadiran rumah sakit baru, walaupun ini dalam sebatas wacana. Namun, mesti disikapi secara serius.

“Untuk membangun RSUD tipe A baru, ada beberapa syarat. Yakni, kapasitas tempat tidur harus diatas 250 unit tempat tidur. Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan,” ujar Ilham.

Kata dia, RSUD Kota Bogor sudah bisa menjadi rumah sakit tipe A dengan total kapasitas tempat tidur sebanyak 395 tempat tidur. Namun, masih ada beberapa visi-visi RSUD yang belum terpenuhi, sebelum benar mendapat predikat tipe A.

“Jadi rumah sakit tipe A itu ada rumah sakit tipe A untuk umum, ada rumah sakit tipe A pendidikan. Nah, kayaknya kita ini masuk ke rumah sakit tipe A umum,” jelas Ilham.

Ilham menuturkan bahwa dipilihnya Rancamaya lantaran di kawasan itu, pemkot memiliki 9 hektar lahan kosong. Sedangkan RSUD saat ini hanya berdiri di atas lahan seluas 3 hektar. “Ada lahan kosong 9 hektar, jadi bisa dibangun lebih bagus lagi,” katanya.

Kata Ilham, saat ini sedang mematangkan perencanaan dan kebijakan. Setelah rampung akan masuk ke dalam proses Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED) hingga Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Kami tinggal masukkan dalam sisi kebijakan. Masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, red) dan rencana berikutnya. Nanti kan ada Dinas Kesehatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah itu untuk kebijakan. Kalau kita hanya operasional dan mengelola,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Geber Proyek, PT SEG Gandeng BRI

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT. Sejahtera Eka Graha (SEG) selaku pengembang Bogor Heritage dan Ecopark menjalin kesepakatan berdama KPA/KPR dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Diketahui, penandatangan kerjasama ini merupakan langkah lanjutan PT. SEG dalam pengembangan proyek yang sedang berjalan saat ini di kawasan Danau Bogor Raya, yakni Bogor Heritage Ecopark. Nantinya, Kredit Pemilikan Rumah dan Apartemen BRI akan menjadi fasilitas bagi konsumen saat membeli properti di Bogor Heritage Ecopark.

Melalui keterangan tertulisnya, Direktur Operasional PT. SEG, Wahyu Kurniawan mengatakan, Apartemen Bogor Heritage Ecopark sangat cocok untuk para anak muda yang belum berkeluarga atau baru menikah, namun memiliki penghasilan yang cukup untuk diinvestasikan.

Atas dasar itu, tipe unit yang tersedia lebih banyak tipe studio dibandingkan dengan tipe 2 kamar. “Dengan adanya KPA/KPR dari BRI diharapkan mendorong potensi pembeli untuk merealisasikan pembelian properti di Bogor Heritage Ecopark,” ujar Wahyu Kurniawan.

Vice President BRI, Taufik Anwar menjelaskan, awalnya program kredit diperuntukan khusus untuk pekerja BRI. Sebab saat ini, pegawai internal BRI mencapai hampir 130.000 orang.

Kata dia, seiring perkembangan waktu, BRI terus meningkatkan layanan dengan semangat berinovasi. Pertumbuhan kredit konsumer BRI masih menjadi yang tertinggi di Era pandemi. “BRI berani memberikan kredit rumah dengan waktu yang panjang untuk para nasabah BRI, yang penting punya rumah,” katanya.

Ia mengatakan, BRI siap mensupport Bogor Heritage Ecopark perihal pembiayaan kredit rumah dan apartemen yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT. SEG.

“BRI melihat ada peluang yang sangat besar dalam Kerjasama yang terjalin, terlebih lokasi proyek Bogor Heritage Ecopark terletak di lokasi yang sangat strategis di tengah Kota Bogor dan akan dilengkapi Transit Oriented Development,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Botim Jarang Disentuh Satpol PP Kabupaten Bogor, THM Makin Menjamur

0

Cileungsi | Jurnal Inspirasi

Sebagai daerah yang menginginkan dimekarkan, Bogor Timur (Botim) memang menyimpan banyak potensi. Selain banyak perusahaan dan tempat pariwisata yang saat ini mulai dikenal, di sejumlah wilayahnya kini mulai menjamur tempat hiburan malam (THM) yang disinyalir menyajikan minuman keras dan pemandu lagu (PL).

Namun, karena tidak tegasnya penegak Perda dalam menuntaskan penyakit masyatakat tersebut, keberadaan THM kini seolah menjadi hal yang wajar dan terkesan aman. Selain karaoke, di beberapa wilayah banyak menjamur massage yang menyediakan jasa ‘plus-plus’.

Dari tujuh kecamatan yang masuk ke wilayah Botim, sebagian besar THM berada di beberapa daerah saja yakni, Kecamatan Gunung putri, Cileungsi, Klapanunggal dan Jonggol. Seiring dengan bertumbuhnya THM tidak dibarengi dengan pengawasan Satpol PP Kecamatan maupun Satpol PP Kabupaten Bogor.

Menurut salah satu penikmat hiburan malam, Andri (37), untuk THM di Botim memang terbilang aman. Biasanya dia mencari hiburan di daerah Metland, Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kota Wisata dan Wanaherang Kecamatan Gunungputri dan Klapanunggal.

“Kalau disini (Botim, red) THM jarang ada razia jadi kita nyaman banget gak takut digerebek Satpol PP,” katanya Minggu (28/03).

** Nay Nur’ain

Tak Terima Disebut Oknum, Katar Kabupaten Bogor Bakal Somasi TKSK Kemang

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Karang Taruna (Katar) Kabupaten Bogor akan melayangkan somasi ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kemang terkait pernyataannya ada oknum Karang Taruna Kemang yang jadi penyuplai Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT. “Akan dikirim somasi atau memang ada kita dorong ke aparat hukum kalau terindikasi ada pelanggaran kaitan dengan suplaier di Program BPNT itu,” kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor Irvan Drajat, Minggu (28/3).

Dia memperkarakan karena statemen TKSK Kemang  itu terhadap Sekretaris  Karang Taruna Kemang Agit karena sudah menyebut-nyebut nama lembaga dan dia pun menyesalkan apa yang disampaikan oleh pegiat sosial di Kecamatan  Kemang itu.

“Menurut saya sangat ceroboh dalam membuat statment tanpa dasar hukum dan acuan dan jelas. Oknum itu ketika seorang pengurus melakukan perbuatan negatif. Sementara saudara Agit ini usaha atau bisnis karena memang salah satu fungsi dari Karang Taruna dalam membina pemuda di Kabupaten Bogor bukan hanya pada program-program rekreatif, edukatif tapi juga ekonomi produktif agar para pemuda di Kabupaten Bogor bisa menjadi pengusaha-pengusaha ke depannya,” kata Irvan.

Terkait  kasus ini pihaknya akan membantu Sekretaris  Karang Taruna Kemang Agit dengan menugaskan bagian Hukum Karang Taruna/ LBH Karang Taruna untuk mengkaji statemen TKSK Kemang.

Sebelumnya kisruh BPNT  baru-baru ini setelah pekerja sosial TKSK menyebut bantuan sosial BPNT itu disuplai oleh oknum Karang Taruna. Sekretaris  Karang Taruna Kecamatan Kemang pun geram dan tersinggung bahkan ia sangat menyesalkan apa yamg disampaikan oleh TKSK Kemang yang menyebutnya suplaier agen yang berbadan hukum sebagai oknum Karang Taruna.

“Saya berusaha sebagai pribadi tidak membawa lembaga di mana saya ada, walaupun kebetulan saya pengurus / sekretaris Karang Taruna Kecanatan Kemang, dan kebetulan saya juga tinggal di Kecamatan Kemang, tujuan saya  memberdayakan para pemuda, dalam struktur direksi pun yang juga sebagai pengurus Karang Taruna hanya saya, tidak ada unsur Karang Taruna lain di struktur direksi,” tegas Agit.

Agit menjelaskan menurutnya jika mengacu pada pedoman umum (pedum) bahwa aktivis organisasi seperti Karang Taruna tidak masuk sebagai salah satu profesi atau lembaga yang dilarang untuk menjadi suplaier di BPNT ini. “Saya sebagai pribadi yang memiliki perusahaan berbadan hukum (PT)  tidak mengatas namakan lembaga, karena saya bukan pendamping/ TKSK, bukan TNI/ Polri, bukan Kades/ aparat desa, bukan ASN apalagi Direktur BUMN atau BUMD,” bebernya.

Perlu diketahui sambung Agit, bahwa di Kecamatan Kemang kurang lebih dari 3.000 KPM  biasanya paling hanya bisa suplai 25  persen saja. “Jadi saya pikir jangan sampai gajah di pelupuk mata tidak terlihat sementara semut di seberang lautan dilihat,”ujarnya.

Sementara itu Ketua TKSK Kecamatan Kemang Lukman tidak menampik statemennya yang telah menyebut oknum, tapi tidak menyebut nama dan lembaga. “Memang iya saya sebut oknum karena saya tidak mungkin menyebut lembaga atau nama orang langsung jadi saya sebut bahwa penyalur BPNT dilakukan oleh  oknum dan saya tidak menyebut nama,” kata Lukman.

Ia pun mengaku telah meminta maaf jika memang dalam statemennya di salah satu media  melukai rekan-rekan Karang Taruna, namun ia tidak bermaksud untuk menjelek -jelekan nama lembaga. “Saya secara pribadi sudah minta maaf, tapi jika memang dari pihak Karanng Taruna ingin melakukan somasi terhadap saya saya akan terima” katanya.

Namun demikian ia berharap pengurus Karang Taruna bisa menerima permohonan maaf dan menyelesaikan masalah ini dengan duduk bersama. “Dan saya minta kepada pihak Karang Taruna yang menjadi penyalur untuk tetap melaksanakan program pemerintah ini jangan sampai tertunda,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Perangkat Desa se-Kecamatan Nanggung Dibina Tingkatkan Kemampuan

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Sejumlah pelayan publik yang berasal dari perangkat desa se- Kecamatan Nanggung digembleng untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas sesuai tupoksinya, baru baru ini. Pembinaan kali ini dilakukan terhadap perangkat Desa Nanggung.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Nanggung Ivan Crisdiana mengatakan, pembinaan ini juga menyangkut etika perangkat desa. “Jangan sampai ketika ada permasalahan, langsung menuangkan atau menceritakannya di media sosial. Secara formil, pemerintahan desa itu legal, disitu ada Kades, Sekdes dan bisa dimusyawarahkan ketika ada suatu permasalahan apapun,” ucap Ivan kepada wartawan, kemarin.

Ivan menyebutkan, hampir keseluruhan perangkat desa di wilayah Kecamatan Nanggung sudah dilakukan pembinaan agar perangkat desa  bisa lebih memahami dalam menjalankan hak dan kewajibannya.

“Dengan digelarnya kegiatan ini, kami harap desa bisa tambah maju, masyarakatnya bisa sejahtera.  Dasar kita sebagai perangkat desa harus bisa mengayomi, jangan merasa nyaman di zona yang lama,” pungkasnya.

Sebagai kepanjang  tanganan pemerintah desa kata dia, tentu berperan penting dalam pembangunan sehingga kualitas aparaturnya perlu ditingkatkan. “Maka yang terpentig adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa,” paparnya.

Sementara, Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik mengatakan, pembinaan bagi seluruh perangkat desa tersebut sekaligus mengevaluasi dan peningkatan kapasitas perangkat desa.” Pembinaan ini penting, agar perangkat desa bisa selaras sesuai kemampuannya,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pandeglang Sambut Gembira Panen Perdana Padi Gogo di Lahan PATB

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Kepala Dinas Pertanian Pandeglang, Budi Suherman Januardi melakukan panen perdana padi gogo di wilayah Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Banten bersama petani yang tergabung dalam kelompok tani Sri Mukti Desa Banjarmasin. “Ini pertama kali manen di wilayah PATB kecamatan Carita. Padi ditanam dibawah pohon tegakan, sebagian besar pohon kelapa, sebagai tanaman sela,“ ucap Budi, Jumat (26/03/2021).

Budi mengatakan Ia dan petani menyambut gembira panen karena ini merupakan panen padi gogo yang pertama kali dilakukan di wilayah PATB Kecamatan Carita. Menurutnya meski ini adalah panen perdana, tetapi sudah menunjukan hasil yang bagus. Produktivitas mencapai 3,5 ton/ha dengan varietas Inpari 42.

“Hal – hal yang baik disambut baik juga oleh petani, lahan – lahan menjadi produktif, kedepan akan dijadikan program prioritas, lahan – lahan produktif akan dioptimalkan,“ ujarnya.

Lokasi PATB di Kabupaten Pandeglang kata Budi ada di 12 kecamatan seluas 4,500 hektar. Ia melanjutkan dengan panen ini ketersediaan pangan untuk kebutuhan keluarga berlanjut. Usaha padi gogo merupakan budaya leluhur diwilayah Pandeglang. Sebagian warga menggantungkan pemenuhan kebutuhan berasnya dari menanam padi ladang.

Sementara itu Eli Safitri Penyuluh Kecamatan Carita menuturkan poktan Sri Mukti yang Ia dampingi siap bertanam kembali setelah panen. Namun untuk menghalau hama padi pertanaman akan diselang dengan menanam jagung.

“Petani akan kembali menanam setelah menanam jagung. Ini sebagai cara untuk menghalau hama terutama hama wereng,“ terangnya.

Eli menjelaskan sebagian petani padi gogo di Desa Banjarmasin merupakan petani baru. Sebelumnya mereka bekerja sebagai kuli bangunan. Sebagian lagi adalah petani padi sawah yang baru bertanam padi gogo. Kata Eli petani mengaku tak banyak kesulitan menanam padi gogo.

“Sebagian petani baru, sebagian ada yang sudah berpengalaman menanam padi sawah tapi baru bertanam padi gogo, katanya padi gogo hanya berat di penyiangan aja,“ jelasnya.

Panen disambut antusias karena mereka menganggap ini adalah bekal untuk Ramadhan yang akan segera dijelang. Sebagaimana diketahui Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan produktivitas. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pertanian saat ini dituntut untuk meningkatkan produktivitas guna menjaga ketahanan pangan nasional.

“Pertanian bisa dilakukan di berbagai media lahan, seperti lahan kering, rawa, hingga pekarangan, “ kata Mentan.

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengajak semua petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian untuk menanam, sehingga tidak ada lahan pertanian yang menganggur untuk memperkuat ketersediaan pangan.

** Eli S – Pandeglang/Regi PPMKP

Sambut Ramadhan, Dravon Trail Adventure Ngetrail di Jasinga

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dalam menyambut Ramadhan banyak orang yang bersuka ria. Dravon Trail Adventure misalnya, komunitas yang dibuat sejak 2016 ini melakukan kegiatan ngetrail di salah satu kawasan Jasinga-Cigudeg, Kabupaten Bogor, Sabtu (27/03/21)

“Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan kita ngadain kumpul kopdar,” ujar Dedi (31) dari Dravon Trail Adventure.

Menurutnya, kawasan Jasinga-Cigudeg  saat ini memiliki jalur adrenalin yang banyak dipakai oleh para komunitas pengguna motor trail, salah satunya adalah Dravon Trail Adventure.

Dengan berbagai trek bebatuan yang besar, tebing yang tinggi, pohon-pohon besar hingga tanah berlumpur yang memicu adrenalin para pecinta tantangan seperti komunitas ini.

Puluhan anggota di komunitas ini juga terdapat remaja hingga dewasa yang sama-sama memiliki hobi risiko tinggi. Skill dan kehati-hatian tentu harus dimiliki oleh para rider.

** Livia [MG/UIK-Jb]

Harmoni Konser Virtual Kolaborasi PSM Uika dan PSM Pakuan, Sukses Digelar di Tengah Pandemi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir membuat para seniman musik melakukan adaptasi kegiatan dengan melakukan peralihan konser musik ke dalam media virtual untuk mempersembahkan karya-karyanya agar  produktivitas dan  kreativitas para pekerja seni tidak mati begitu saja.

Hal itu yang mendukung PSM Gita Astama UIKA dan PSM Gita Simfoni Pakuan, menggelar Kolaborasi Konser Virtual, dengan bertajuk “EILIDH Shining Like Stars” melalui siaran langsung di kanal Youtube PSM Gita Simfoni Pakuan, Sabtu malam (27/03).

Triana Savitri, Ketua PSM Gita Simfoni Pakuan, memberikan ulasan mengenai tema yang diambil pada kolaborasi konser virtual kali ini mengambil dari bahasa Skotlandia, asal kata Eilidh yang artinya berkilauan.

“Kita mewakili suara seluruh PSM di Indonesia, yang ingin terus memberikan karya di tengah masa pandemi yang terjadi sampai saat ini, dengan tema tersebut kita mengibaratkan bahwa langit gelap itu adalah pandemi dan kita adalah bintang yang akan terus bersinar dengan karya-karya yang kita persembahkan, bersinar dengan konser pada Sabtu malam  ini,” ujarnya.

“Dalam kondisi apapun, semoga setiap PSM bisa beradaptasi dan menyiasati strategi untuk tetap berkarya dan menjadikan konser virtual ini sebagai pengalaman baru serta berharga, sehingga sebuah pandemi yang memang tidak bisa kita prediksi waktunya bukanlah penghalang untuk terus melahirkan prestasi. Jadikan diri kita semua selayaknya bintang yang bersinar di tengah gelapnya malam,” lanjutnya.

Meskipun seluruh proses yang dijalankan secara online, dan ada banyaknya hambatan penyampaian pesan antar satu tim dengan tim lainnya. Mulai dari proses penyeleksian kualitas video, editor  audio, serta pelatih yang harus melakukan pengarahan dan evaluasi secara daring. Namun mereka terus menumbuhkan rasa optimis dengan saling bekerja sama secara totalitas untuk menyukseskan gelaran konser virtual tersebut.

Konser virtual kolaborasi antar PSM UIKA & PSM Gita Simfoni Pakuan ini juga melibatkan Yoga Pranata dan Fitri Intendia selaku music directors serta 70 penyanyi gabungan dari dua kampus di kota Bogor tersebut. membawakan 8 lagu di dalamnya, yaitu Stars, Unttuku , Lullaby, I loved You, Swear It Again, True Colors, Just The Way You Are/ Just A Dream, Manusia kuat.

Dengan adanya kolaborasi konser virtual ini juga menjadi ajang silaturahmi antar PSM UIKA & PSM PAKUAN dalam mempersembahkan karya terbaiknya, sehingga mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak yang menyaksikan gelaran konser virtual tersebut, Maka dari itu ketua umum PSM UIKA dan PSM PAKUAN memiliki harapan besar ke depannya untuk terus meningkatkan kualitas struktur organisasi dan mencetak para penyanyi Paduan Suara Mahasiswa.

Nur Frita, Ketua Umum PSM Gita Astama, menyampaikan, “Karena ini bertepatan juga dengan pergantian kepengurusan maka saya menaruh harapan kepada para penanggung jawab selanjtnya dalam struktur keorganisasian PSM Gita Astama, untuk kembali menekankan  lagi komitmennya dalam membangun sinergi antar anggota agar tercipta harmonitas dan  melahirkan prestasi-prestasi PSM UIKA kedepannya agar menjadi lebih baik, dan yang paling penting kunci yang harus digenggam untuk semua pengurus adalah tekun, karna dengan ketekunan itulah yang akan memajukan nama baik PSM beserta kampus yang menyokongnya ”.

Mereka juga memiliki harapan dalam jangka pendek ini, ingin menggelar konser internal yang khusus dipersembahkan kepada kampus masing-masing, sebagai upaya untuk mengikat tali silaturahmi dengan angkatan baru 2020 yang langsung beradaptasi secara daring.

** Hesti Yuniar [MG/UIK-Jb]

Ketua Fraksi Gerindra Jabar Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

0

Bandung | Jurnal Inspirasi

Sejumlah pihak tentu prihatin dengan adanya aksi bom bunuh diri,  termasuk Ketua Fraksi Gerindra Provinsi Jawa Barat, H Ricky Kurniawan yang mengutuk aksi bom bunuh diri di Gerbang pintu masuk Gedung Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) pagi.

“Kami mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di depan gedung Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan kejadian ini harus diusut tuntas demi kestabilan serta keamanan negara,” kata Ricky dalam keterangan persnya.

Ricky menjelaskan, aksi terorisme tersebut akan menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat. Lalu, Ia juga mengatakan, aksi teror merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak dibenarkan oleh agama apapun.

“Maka, apapun bentuk pembenaran dan landasan dari aksi teror itu tidak bisa dibenarkan dan tentunya kita wajib perangi itu,” tuturnya.

Selain itu, Ricky mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan selalu bisa menjaga persatuan di Republik Indonesia ini.

“Apalagi, sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Ini merupakan pengingat sekaligus seruan bagi kita semua selaku warga Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk selalu waspada, merapatkan barisan, dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap bersatu menjaga keharmonisan berbangsa, beragama dan bernegara di tanah air Indonesia yg kita cintai ini,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan