28.1 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1236

Cegah Stunting dan Anemia Ibu Hamil, Desa Cibatok 1 Gelar Program 1000 HKP

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Cibatok 1 melalui Tim Penggerak PKK melaksanakan kegiatan Internalisasi Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HKP) yang diselenggarakan Balai Penyuluhan KB  Kecamatan Cibungbulang di Aula Kantor Desa Cibatok 1.

Kegiatan itu dihadiri para ibu hamil dan ibu yang sudah memiliki anak dibawah 2 tahun dengan penyuluh bidan desa Yaitu Bidan Neng Siti. Menurut Ketua TP PKK Desa Cibatok 1 Yanti Haryati,  kegiatan itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan gizi ibu dan anak, menurunkan anak pendek (stunting), dan anemia pada ibu.

“Dan juga menurunkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan juga sebagai upaya sosialisasi terhadap ibu – ibu agar memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga 6 bulan,” kata Yanti Haryanti, kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Sementara upaya desa selanjutnya sambung Yanti Haryati, pihaknya bersama Kepala Desa akan terus melakukan sosialisasi pencegahan stunting dan kesehatan terhadap ibu hamil. “Dengan upaya sosialisasi dan juga memberikan susu, makanan bergizi terhadap ibu hamil dan anak dibawah dua tahun. Dan juga terus mengimbau agar masyarakat terus  rutin ke posyandu,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pedagang Sedih, Bangli di Kemang Akan Dibongkar Besok

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Bangunan liar atau bangli dan para Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang Jalan  Raya Salabenda dan Jalan Raya Lanud Atang Sendjaja, Kemang yang berdiri diatas lahan negara akan dibongkar, Jumat (18/6). Mereka pun hanya bisa pasrah.

Salah seorang pedagang nasi, Maryati di area tersebut mengaku sedih. Dia sudah mengetahui adanya pembongkaran dan sudah menerima surat edaran. Namun ia pun hanya bisa pasrah, pasalnya ia mencari nafkah hanya dari jualan nasi  dan kini harus sudah dikosongkan.

“Sedih, tapi hanya bisa pasrah mau apalagi surat edaran sudah ada, saya sadar ini tanah negara, tapi saya sebagai rakyat kecil gak bisa berbuat apa-apa,” tutur Maryati, Kamis (17/6/2021).

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Kemang Yazidil Bustomi mengatakan, dari hasil pendataan Mako Satpol PP Kabupaten Bogor area yang akan dibongkar ada 152 titik. Adapun teknis dan mekanisme selanjutnya akan dilaksanakan oleh Sat Pol PP Kabupaten yang bekerjasama dengan Kodim, Polres, Lanud ATS, DPKPP, DPUPR, Agraria dan Tata Ruang/BPN, DPSDA Provinsi Jabar, SKPD terkait, Forkopimcam Kemang, dan desa terkait. Proses pembongkaran ini berdasarkan wewenang Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Iya bangunan tersebut berdiri di lahan milik negara. Setelah melaksanakan sosialisasi dan himbauan kepada pemilik bangunan, Satpol Kabupaten Bogor memberikan surat pemberitahuan kepada pemilik pembangunan,” ujar Tomi, sapaan akrabnya.

Masih kata Tomi, hasil rapat dengan Kasat Pol PP Kab Bogor bersama Kodim, Polres, Lanud ATS, DPKPP, DPUPR, Agraria dan Tata Ruang/BPN, DPSDA Provinsi Jabar, SKPD terkait, Forkopimcam Kemang, dan desa terkait, salah satu hasilnya bahwa pembongkaran akan dilaksanakan pada Jumat,  18 Juni 2021 dengan melakukan tahapan-tahapan dan mekanisme yang berlaku.

“Pihak kecamatan bersama pihak desa terkait sejak jauh-jauh hari sudah melakukan himbuan dan sosialiasi di lapangan terkait wacana pembongkaran dan para pemilik maupun pengontrak tersebut masing-masing telah membuat surat penyataan atas konsekuensi mereka,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Camat Jonggol Ajak Warga Divaksin Covid-19 di RS Permata

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Camat Jonggol  Andri Rahman mengajak warga Jonggol untuk mengikuti kegiatan vaksinasi massal di RS Permata Jonggol guna memutus mata rantai Covid – 19 yang sampai saat ini masih terus meningkat. Menurut Andri Rahman pelaksanaan vaksinasi massal ini sasarannya adalah pelaku ekonomi, lansia, pra Lansia, tenaga pendidik, tenaga kesehatan yang kemarin belum sempat divaksin karena ada gangguan kesehatan dan masyarakat umum dengan ketentuan usia diatas 18 tahun.

“Kegiatan vaksinasi massal ini juga untuk mendukung kuota vaksinasi di Kabupaten Bogor yang harus mencapai 10 ribu penerima vaksinasi,” jelas Andri, Kamis (17/06).

Menurutnya, selama kegiatan vaksinasi berlangsung juga dilaksanakan telekonfren yang langsung disaksikan oleh orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo bersama Direktur RS Permata Jonggol  yang didampingi oleh Camat Jonggol, Kepala Desa Sukamanah dan Kepala Desa Singajaya.

“Saya sangat apresiasi sekali antusias masyarakat yang semakin hari makin tinggi tingkat kesadarannya untuk menjaga kesehatan, hal tersebut dibuktikan dengan RS Permata Jonggol yang mendapat kuota sebanyak 759 peserta vaksin,” pungkas Andri.

Senada disampaikan Wisnu (20), warga Jonggol. Dia mengikuti vaksinasi massal karena bekerja di lapangan yang pasti sering berinteraksi dengan orang banyak sehingga dibutuhkan perlindungan antibodi agar dirinya tidak terpapar Covid ataupun membawa virus Covid.

“Kesadaran sendiri ingin divaksin, namun setelah divaksin tetap aja kita harus menjaga protokol kesehatan agar tidak terpapar. Ya semoga Covid cepat usai supaya kita bisa hidup normal seperti biasa tanpa ada rasa ketakutan terpapar Covid jika berinteraksi dengan orang lain,” cetus Wisnu.

** Nay Nur’ain

Presiden Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Stadion Pakansari

0

Agustus, Kabupaten Bogor Diharapkan Miliki Kekebalan Komunal

Cibinong l Jurnal Inspirasi

Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi Covid-19 bagi sekitar 5.000 masyarakat di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (17/6). Secara keseluruhan, sasaran vaksinasi di Kabupaten Bogor serentak sebanyak 10.000 orang yang tersebar di sejumlah tempat.

“Hari ini saya bersama dengan Gubernur Jawa Barat dan Ibu Bupati Kabupaten Bogor melihat langsung vaksinasi yang diadakan di Kabupaten Bogor. Sebanyak 10.000 hari ini, baik yang berada di Stadion Pakansari dan beberapa rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Presiden.

Sasaran vaksinasi ditujukan untuk berbagai kalangan masyarakat, mulai dari kaum lanjut usia (lansia), pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, pegawai pemerintah, pelayan publik, difabel, pelaku transportasi, hingga masyarakat rentan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berbincang melalui konferensi video dengan perwakilan dari tiga rumah sakit dan tiga Puskesmas yang mengadakan vaksinasi. Mereka adalah RS Permata Jonggol, RS EMC Sentul, RS Bina Husada, Puskesmas Cimandala, Puskesmas Citeureup, dan Puskesmas Karadenan.

Sebanyak 200 peserta melakukan vaksinasi di RS Permata Jonggol, 200 peserta di RS EMC Sentul, 300 peserta di RS Bina Husada, 300 peserta di Puskesmas Cimandala, 400 peserta di Puskesmas Citeureup, dan 300 peserta di Puskesmas Karadenan.

“Saya kira terus dilanjutkan karena kita membutuhkan percepatan vaksinasi ini dalam rangka mencapai kekebalan komunal (herd immunity) yang kita harapkan penyebaran Covid ini bisa kita hambat,” jelas Presiden.

Joko Widodo juga berharap agar semua pihak dapat terus bekerja keras untuk mempercepat program vaksinasi. Dengan vaksinasi ini, Presiden menargetkan Kabupaten Bogor dapat mencapai kekebalan komunal pada Agustus.

“Kita harapkan tetap bekerja keras mempercepat program vaksinasi ini. Secepat-cepatnya target vaksinasi ini paling tidak di Kabupaten Bogor, bulan Agustus sudah tercapai kekebalan komunal,” tandas Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin.

** Arip Ekon

Bendungan Cibongas yang Jebol, Diperbaiki dengan Anggaran DAK Tahun Ini

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Bendungan Cibongas yang terletak di Kampung Babakanliud, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, yang  jebol pada Januari 2020 lalu dijadwalkan akan dilakukan perbaikan pada awal Juli 2021. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V melalui pengawas pengairan Asep Fudin saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, pembangunan bendungan Cibongas tersebut sudah masuk ke program kegiatan di tahun 2021.

Perbaikan bendungan kali Cibongas masuk pada anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBD Kabupaten Bogor yang direncakan pada awal Juli pengerjaannya sudah dilaksanakan. “Setelah bulan Juni ini, sepertinya kita sudah ekstra di lapangan untuk perbaikan bendungan tersebut,” ujar Asep Fudin kepada Jurnal Bogor, Kamis (17/6).

Pengerjaan reguler kata dia berupa rehab berat dan dalam waktu dekat ini akan segera dimulai. Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman menuturkan, setelah jebolnya bendungan kali Cibongas pasokan air untuk mengairi pesawahan sering tersendat dan petani kerap mengalami gagal panen.

“Akibat jebolnya bendungan, sawah seluas 45 hektare yang meliputi Kalongliud dengan Desa Hambaro saat ini tak bisa dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Pembagian BPUM di BRI Cibungbulang Timbulkan Polemik

0

Cemplang | Jurnal Inspirasi

Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang pembagian dilakukan di BRI Cabang Cibungbulang, Desa Cemplang Kabupaten Bogor berpolemik. Selain soal dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, lokasi pembagian BPUM itu juga sering menimbulkan kerumunan warga.

Terkait hal itu pihak Pemerintah Desa Cemplang membantah soal adanya pungutan liar yang melibatkan pegawai Desa Cemplang. Menurut Sekdes Cemplang Diki pihaknya tidak tahu menahu  soal adanya pungutan dalam program penyaluran di wilayah tersebut.

“Saya gak tahu dan desa juga gak ada kader, jadi kalau adanya informasi adanya pungutan itu tidak benar yang  dilakukan  pihak Desa Cemplang lakukan pungli bantuan tersebut,” tegas Diki.

Bahkan Diki menjelaskan untuk lokasi penyaluran bantuan BPUM yang berada di Desa Cemplang itu tidak hanya desa-desa yang ada di Kecamatan Cibungbulang saja, namun beberapa kecamatan juga pembagianya dilakukan di BRI Cabang Cemplang.

“Karena buka hanya Kecamatan Cibungbulang, ada kecamatan lain seperti Pamijahan dan Ciampea kadang masuk ke sini, dulu itu pembagiannya di kantor  BRI karena penuh akhirnya BRI sewa di lahan pool bus, namun dengan adanya informasi pungli, akhirnya ditutup dulu dan sekarang kembali ke depan Kantor BRI,” katanya.

Terikat protocol kesehatan, pihak Desa Cemplang juga dalam pengamanan memang tidak dilibatkan oleh pihak BRI, karena sambung Diki, pihak BRI sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri. “Linmas kami juga tidak dilibatkan jadi untuk pengamanan itu udah ada dari Polsek dan Koramil, kalau terjadi penumpukan warga kami hanya mengimbau itu juga tidak standby di lokasi,” katanya.

Sementara Kepala Cabang BRI Cemplang Luky juga membantah adanya pungli yang dilakukan pihak BRI. Sedangkan terkait sewa lahan itu hanya seperlunya saja ketika bantuan itu disalurkan. “Sewa lahan itu seperlunya saja setiap setiap UMKM cair saja,  terkait adanya pungli dari internal itu tidak ada kecuali dari eksternal saya gak tahu,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Sadulur Bikers Bantu Ponpes yang Ludes Terbakar

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Komunitas sepeda motor yang tergabung dalam Sadulur Bikers menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar dengan membantu merenovasi Pondok Pesantren Mubtadi’in di Kampung Bolang, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang hangus terbakar, baru baru ini.

Salah satu penggagas Sedulur Bikers Aldian mengatakan, kebakaran yang menimpa Pesantren Mubtadi’in membuat komunitas yang tergabung di Sadulur Bikers pun ikut berduka. Mereka pun berinisiatif menyisihkan uang kas mereka untuk memberikan bantuan kepada  korban bencana kebakaran dengan tajuk ‘Peduli Terhadap Lingkungan Sekitar’.

“Alhamdulillah dari hasil kesepakatan bersama. Aksi sosial  Sadulur Bikers kita turun ke lokasi langsung,” ujar Aldian.

Dia menambahkan, aksi sosial ini terselenggara berkat dukungan dari klub atau komunitas  yang berada di sekitar Jabodetabek. “Bantuan yang kami serahkan, sejumlah uang tunai sebesar 1.600.000 dan kebutuhan bahan bangunan seperti 15 sak semen. Walaupun tidak seberapa tetapi setidaknya kita bisa membantu mengurangi  beban yang sedang dilanda musibah kebakaran “ ungkapnya.

Aldi berharap meski biasanya  masyarakat mengatakan klub motor arogan, tetapi komunitas yang tergabung di Sadulur Bikers membuktikan bahwa keberadaannya peduli dengan keadaan masyarakat sekitar.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan sehingga dengan kegiatan ini diharapkan nilai-nilai kemanusiaan dapat selalu tertanam pada diri seluruh bikers,” pungkasnya.

** Arip Ekon

700 Lebih Warga Ikut Partisipasi Vaksinasi Massal di RS Permata Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Vaksinasi massal serentak di Kabupaten Bogor dilakukan di berbagai instansi kesehatan, mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit (RS) daerah hingga RS swasta. Salah satu RS swasta yang mengadakan vaksinasi massal Covid-19 adalah RS Permata Jonggol.

Sri Handayani, Direktur Utama (Dirut) RS Jonggol menjelaskan, setidaknya tidak kurang dari 700 peserta ikut dalam kegiatan vaksinasi massal ini. “Total peserta kegiatan vaksinasi massal ini, ada 759 orang, dan proses vaksin ini kita lakukan dari jam 7 pagi hingga selesai,” jelasnya, Kamis (17/6).

Menurut Sri, vaksinasi massal yang dilakukan saat ini adalah instruksi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Namun dari banyaknya peserta, sejauh ini ada satu yang gagal divaksin karena persyaratan kesehatannya yang kurang.

Vaksinasi ini adalah salah satu ikhtiar terbebas Covid-19, namun Sri juga mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan 5 M. Terkait banyaknya peserta vaksinasi massal ini, RS Permata Jonggol memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) untuk menghindari terjadinya cluster penyebaran Covid-19.

 “Kami berupaya untuk menghindari kerumunan, mulai dari membagi per jam hingga membuat tenda tambahan dan menambah kursi,” tuturnya.

Tentu saja dalam hal pelaksanaan vaksinasi massal ini, intansi pemerintahan yang ada di Kecamatan Jonggol pun turut andil serta untuk kelancaran acara, selain vaksinasi masal ini  RS Permata Jonggol pun sudah mengadakan kegiatan vaksinasi sebanyak 4 kali, yakni vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia , vaksinasi gotong -royong untuk perusahaan – perusahaan dan kali ini juga dilakukan vaksinasi massal.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan bantuan dari Pak Camat, Polsek Jonggol dan banyak lagi tokoh masyarakat luar biasa, kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik,” jelasnya.

Kristian Yacob, Manajer HRD RS Permata Jonggol juga turut menambahkan, RS Permata Jonggol ini sudah bekerja sama dengan Biofarma, sehingga keberhasilan setiap kegiatan vaksinasi yang diadakan RS ini kemungkinan besar berjalan baik.

“Selain itu, kecamatan di sekitar Jonggol seperti Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Citeureup dengan cara memberikan kemudahan pendaftaran vaksinasi massal ini melalui pendataan di RT atau RW-nya. Walaupun begitu kita tidak menutup warga desa lain untuk turut serta dalam vaksin ini. Terbukti dari banyak beberapa warga desa lain, hingga ada juga yang dari Kecamatan Cileungsi,” jelasnya.

** Nay Nur’ain

Tinjau PT Fresh Ontime Seafood, Achmad Fathoni: Baunya Seperti Bangkai

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni menepati janjinya menemui warga yang terdampak bau limbah dari perusahaan Fresh Ontime Seafood, Rabu (16/6). Pada kesempatan tersebut Achmad Fathoni mendengarkan semua keluhan-keluhan warga perihal bau yang disebabkan perusahaan ini seperti bangkai.

“Sesuai janji saya, alhamdulillah saya bisa menemui perwakilan warga RT 16 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dan mendengar langsung keluhan mereka,” paparnya, Kamis (17/6).

Bau yang tercium sekarang, Lanjut Achmad Fathoni, menurut pengakuan salah satu warga, bau yang disebabkan perusahaan ini belum seberapa. “Saya buktikan sendiri bau menyengatnya, persis bau bangkai yang sudah membusuk berhari-hari. Kata warga, Ini belum seberapa dan kami merasakannya hampir setiap hari, setiap waktu,” ungkap politisi PKS ini.

Ternyata, saat kunjungannya ke warga Desa Kembang Kuning, Achmad Fathoni menemukan hal lain selain bau yang tak sedap dari perusahaan Fresh Ontime Seafood. “Dan ternyata bukan cuma bau. Mereka juga membuang limbah cair dan kadang campur dengan sampah sisa olahan ikan, udang dan lain-lain ke selokan langsung,” ungkap DPRD Kabupaten Bogor ini.

Usai melakukan kunjungan, Achmad Fathoni meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan juga aparat lainnya untuk sama-sama bertindak tegas terhadap perusahaan tersebut. “Sekali lagi, saya sudah menyaksikan dan merasakannya secara langsung, jadi saya minta DLH segera tindak tegas ini. Aparat lainnya juga harus suport,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Kembang Kuning Muhammad Sudin mengatakan, warga menuntut agar perusahaan tersebut tidak lagi menimbulkan bau yang mengganggu penciuman dan kesehatan warga, apalagi sudah hampir 15 tahun perusahaan tersebut berdiri, namun tidak pernah ada kontribusinya kepada warga, baik dalam bentuk dana maupun sembako akibat bau yang ditimbulkannya.

“Warga menuntut kerohiman dari perusahaan yang seolah cuek, kemarin diadakan musyawarah di balai desa tapi pihak perusahaan malah mengutus kepala security harusnya mengutus pihak kantor yang bisa mengambil keputusan,” jelas M Sudin, saat dimintai keterangan via telpon.

Lanjutnya, pertemuan tersebut belum membuahkan hasil. Artinya keinginan warga ke pihak perusahaan agar memperhatikan kesehatan warga dan memberikan kerohiman untuk bau yang dihasilkan dari produksi belum bisa diwujudkan oleh pihak perusahaan.

“Selanjutnya kami menunggu pihak perusahaan untuk musyawarah berikutnya. Pengolahan limbahnya saja dia (PT Fresh On Time Seafood ) gak punya padahal udah lama berproduksi, akhirnya warga kami yang menikmati baunya, dan mereka yang menikmati hasilnya, oleh karena itu kami minta dinas terkait untuk menindak tegas perusahaan tersebut,” tandas Kades geram.

** Nay Nur’ain

Akses PSU Tlajung Udik Dibuka

0

Acang Dukung Program Pemkab Bogor

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Setelah ditutup, pemilik lahan akhirnya membuka akses masuk menuju Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) yang akan dibangun 7 gedung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, pihaknya telah duduk bareng dengan pemilik lahan akses masuk PSU tersebut.

“Alhamdullilah, akirnya sudah ada kesepakatan walaupun baru secara lisan dengan pemilik lahan menuju PSU di Tlajung Udik itu untuk akses masuk,” ujar Eko kepada Jurnal Bogor, Rabu (16/6).

Ia menambahkan, pemerintah daerah berencana melakukan pembangunan infrastruktur jalan menuju lokasi PSU tersebut. “Pemkab akan melakukan pengaspalan jalan akses menuju lokasi yang akan dibangun sekolah dan GOM pada tahun ini di Tlajung Udik itu,” katanya.

Sementara itu kuasa pemilik lahan akses masuk PSU di Tlajung Udik, Acang Suryana memaparkan, pihaknya mendukung program pemerintah untuk kemaslahatan umat. “Insya Allah saya akan mendukung untuk pembangunan sekolah, GOM dan sejumlah gedung pemerintah untuk masyarakat khususnya Gunung Putri. Maka dari itu, saya buka akses jalan yang sempat dipagar oleh pemilik lahannya,” papar Acang.

** Noverando H