Tinjau PT Fresh Ontime Seafood, Achmad Fathoni: Baunya Seperti Bangkai

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni menepati janjinya menemui warga yang terdampak bau limbah dari perusahaan Fresh Ontime Seafood, Rabu (16/6). Pada kesempatan tersebut Achmad Fathoni mendengarkan semua keluhan-keluhan warga perihal bau yang disebabkan perusahaan ini seperti bangkai.

“Sesuai janji saya, alhamdulillah saya bisa menemui perwakilan warga RT 16 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dan mendengar langsung keluhan mereka,” paparnya, Kamis (17/6).

Bau yang tercium sekarang, Lanjut Achmad Fathoni, menurut pengakuan salah satu warga, bau yang disebabkan perusahaan ini belum seberapa. “Saya buktikan sendiri bau menyengatnya, persis bau bangkai yang sudah membusuk berhari-hari. Kata warga, Ini belum seberapa dan kami merasakannya hampir setiap hari, setiap waktu,” ungkap politisi PKS ini.

Ternyata, saat kunjungannya ke warga Desa Kembang Kuning, Achmad Fathoni menemukan hal lain selain bau yang tak sedap dari perusahaan Fresh Ontime Seafood. “Dan ternyata bukan cuma bau. Mereka juga membuang limbah cair dan kadang campur dengan sampah sisa olahan ikan, udang dan lain-lain ke selokan langsung,” ungkap DPRD Kabupaten Bogor ini.

Usai melakukan kunjungan, Achmad Fathoni meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan juga aparat lainnya untuk sama-sama bertindak tegas terhadap perusahaan tersebut. “Sekali lagi, saya sudah menyaksikan dan merasakannya secara langsung, jadi saya minta DLH segera tindak tegas ini. Aparat lainnya juga harus suport,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Kembang Kuning Muhammad Sudin mengatakan, warga menuntut agar perusahaan tersebut tidak lagi menimbulkan bau yang mengganggu penciuman dan kesehatan warga, apalagi sudah hampir 15 tahun perusahaan tersebut berdiri, namun tidak pernah ada kontribusinya kepada warga, baik dalam bentuk dana maupun sembako akibat bau yang ditimbulkannya.

“Warga menuntut kerohiman dari perusahaan yang seolah cuek, kemarin diadakan musyawarah di balai desa tapi pihak perusahaan malah mengutus kepala security harusnya mengutus pihak kantor yang bisa mengambil keputusan,” jelas M Sudin, saat dimintai keterangan via telpon.

Lanjutnya, pertemuan tersebut belum membuahkan hasil. Artinya keinginan warga ke pihak perusahaan agar memperhatikan kesehatan warga dan memberikan kerohiman untuk bau yang dihasilkan dari produksi belum bisa diwujudkan oleh pihak perusahaan.

“Selanjutnya kami menunggu pihak perusahaan untuk musyawarah berikutnya. Pengolahan limbahnya saja dia (PT Fresh On Time Seafood ) gak punya padahal udah lama berproduksi, akhirnya warga kami yang menikmati baunya, dan mereka yang menikmati hasilnya, oleh karena itu kami minta dinas terkait untuk menindak tegas perusahaan tersebut,” tandas Kades geram.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here