33.8 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1227

Acang Bangun Drainase dan Akses ke PSU Diberi Penerangan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Acang, pria yang berasal dari Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri tersebut, belum lama ini memberikan akses jalan masuk menuju Prasasarana Sarana dan Utilitas (PSU) milik Pemerintah Kabupaten Bogor yang akan segera dibangun gedung Sekolah SMPN 40 Gunung Putri dan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) dan bangunan lainnya yang semula tidak memiliki akses masuk.

Tak berhenti disitu, pria yang memiliki nama lengkap Acang Suryana itu juga memperbaiki akses jalan masuk sepanjang 700 meter dengan dibangun gorong – gorong atau drainase agar saluran air dari jalan utama GBHN menuju PSU tidak tersendat dan mengakibatkan air meluap ke ruas jalan.

“Saya membangun jalan dan drinase menuju PSU ini semata mata demi kepentingan masyarakat. Selain itu demi mendukung program Pemerintah Kabupaten Bogor agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” kata Acang Suryana,  Kamis (24/6/21).

Selain membangun akses jalan masuk PSU, Acang yang berkiprah sebagai pengusaha tersebut juga memberikan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar tidak terjadi tindakan kriminal dimalam hari karena minimnya lampu penerangan.

“kalau jalan sudah bagus kan gak enak kalau gelap jadi rawan nantinya. Makannya, selain jalan saya rapikan, penerangan juga saya pasang. Semua ini demi kepentingan masyarakat juga,” paparnya.

Dia yang banyak dikenal khalayak umum dengan kontroversinya memperjuangkan tanah hak milik yang diklaim oleh salah satu perusahaan besar itu berpesan agar setiap pengusaha yang ada di Kabupaten Bogor, khususnya di Bogor Timur agar peduli dan senantiasa mendukung setiap program pemerintah demi kepentingan masyarakat.

“Dengan cara kita mendukung program pemerintah, sudah pasti segala urusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Remaja dan Kesehatan Mental

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebagai remaja yang hidup di zaman milenial kita dituntut oleh lingkungan untuk menemukan bagaimana jati diri kita, banyak tuntutan dari keluarga, teman dan lingkungan sekitar yang tujuannya memberikan masukan namun tidak lain untuk memojokkan.

Dalam proses pendewasaan tentunya banyak sekali hal yang dilewati, banyak juga perilaku orang dewasa yang memaksakan kehendak kepada remaja, menuntutnya untuk selalu bisa, membandingkan dengan orang lain disekitarnya, dan selalu merasa jalan yang mereka pilih adalah jalan terbaik untuk di pilih.

Kegagalan dalam menyesuaikan jati diri bagi remaja dapat menyebabkan kesehatan mental bagi remaja itu sendiri, Ketika dirinya sudah menentukan akan seperti apa jalan hidupnya namun ada saja orang dewasa yang merasa bahwa jalan yang dipilih adalah salah. Kesehatan mental remaja juga dapat di sebabkan okeh keadaan rumah yang tidak baik, hubungan ayah dan ibu yang kurang harmonis, perendungan dalam pertemanan dan prestasi yang selalu dijadikan sebagai standar seseorang anak berprestasi.

Dalam hal tersebut perlunya dampingan orang tua dan lingkungan sekitar agar selalu mengawasi pertumbuhan remaja, bukan berarti membiarkan dirinya untuk memilih jalan sesuka hatinya, jika jalan yang dipilih salah sebagai orang tua memiliki hak untuk menegur dan memberi gtahunya Cuma tidak dengan hal keras dan paksaan.

Tidak hanya dukungan oleh orang tua, lingkungan pertemanan dan sekitar juga menjadi pemicu untuk menjaga kestabilan bagi remaja, maka pilihlah teman yang sesuai.

**Salsabila Thifal [MG/UIK-Jb]

Clothing Brand, Bisnis Simple Nan Menguntungkan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi  

Dewasa ini kita sering menemukan banyaknya brand pakaian yang terkadang kita sendiri belum pernah mendengar atau melihat tentang brand tersebut. Bisnis clothing brand belakangan ini memang banyak diminati. Clothing Brand sendiri sering diasosiasikan atau dilibatkan dengan bisnis anak muda. Keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis ini lebih dari sekedar lumayan.

Sama halnya dengan Clothing dengan brand Part Of Human. Kalian dapat menjumpainya di Kp.pabuaran, Cibadak Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. “Menurut saya, clothing brand ini cukup meyakinkan. Selain itu, ini merupakan suatu bisnis yang cukup simple,” ungkap pemilik clothing brand, Fajrin kepada Jurnal Bogor, Kamis (24/6).

Fajrin juga menjelaskan bahwa dizaman sekarang, semakin banyak yang memperhatikan fashion mereka. Clothing Brand ini sudah berdiri sejak tahun 2019 yang lalu. Mereka banyak menjual atau mendistributorkan barang yang berkaitan dengan fashion lainnya. Seperti berani hat, topi, t-shirt, dan hoodie. “Menurut saya saat ini brand local juga banyak diminati oleh masyarakat. Selain harganya yang lebih ramah dikantong, produk lokal juga sudah menyaingi serta tidak kalah menarik dengan brand luar,” jelasnya.

Untuk tahun ini, mereka sedang fokus terhadap pembuatan t-shirt atau kaos. “Memang lebih banyak ke t-shirt, karena memang lebih banyak diminati. Karena biasanya pun yang memesan, kebanyakan datang dari kalangan pelajar, mahasiswa, anak – anak muda lah intinya,” terangnya. Untuk harga sendiri, dimulai dari harga termurah senilai Rp80.000, sampai dengan termahalnya Rp200.000.

“Menurut saya sendiri, yang menarik dari brand kita terdapat di bagian designnya. Kita membuat design yang limited, yang jarang dari setiap designnya. Kita menyediakan stcoknya juga terbatas. Jadi lebih terlihat wah, dan ga banyak orang yang pakai. Yang pasti, soal kualitas dari bahan pun bagus,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Tak Kuat Menanjak, Truk Pakan Ternak Masuk Jurang di Rumpin

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Sebuah truk bermuatan  pakan ternak ayam pada Kamis (24/6/2021) siang masuk jurang sedalam 15 meter di Jalan Raya Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Menurut warga sekitar, Udin (56) bahwa truk bernomor polisi A 8997 NM itu tidak kuat menanjak. Bahkan, sang sopir yang belum diketahui identitasnya itu  sempat minta bantuan warga untuk mengganjal ban kendaraan menggunakan balok.

“Sempat ditahan dengan menggunakan balok tapi tidak kuat. Akhirnya mundur terlalu kanan hingga terjatuh,” kata Udin kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Udin menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja sopir mangalami luka ringan di bagian tangan kanan. Kendaraan tersebut, masuk kedalam jurang sekitar 15 meter dari badan jalan. Rencananya dari informasi yang didapat, pakan ternak itu akan dikirim ke wilayah Desa Leuwibatu,  Rumpin.

Pantuan di lokasi, kendaraan truk masih berada di jurang dan belum dievakuasi karena sulitnya medan area tersebut.

Sementara Kanit Lantas Polsek Rumpin Ipda Muhklis menyebit kecelakaan tersebut tunggal dan tidak ada korban jiwa.

** Cepi Kurniawan

Covid Mengganas, Untuk Antispasi Gugus Tugas Nanggung Sediakan Rumah Isoman

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Gugus Tugas Kecamatan Nanggung bersama desa menyediakan tempat isolasi untuk pasien Covid-19 untuk mengntisipasi lonjakan Covid di wilayah Kecamatan Nanggung. Meksipun belum ada pasien yang mengisi tempat isolasi tersebut, gugus tugas sudah menyiapkan dengan segala perlengkapan mulai dari tempat tidur dan beberapa perlengkapan lainya.

Camat Nanggung, Ae  Saefulloh  mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19 yang saat ini terus meningkat di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Meksipun saat ini wilayah Nanggung masih di berada di zona hijau, namun untuk antisipasi tentu harus disiapkan lebih awal.

“Untuk tingkat kecamatan wilayah zona hijau Nanggung, namun di dua desa baru baru ini ada yang terpapar mereka yang bekerja di luar daerah,” katanya.

Ia pun terus mengimbau kepada kepala desa dan RT RW untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan di setiap warga. “Dan juga diimbau kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Rencana Pengeboran Panas Bumi Star Energy Disebut Dewan tak Ada Tembusan

0

Pamijhan | Jurnal Inspirasi

Bergulirnya rencana pengeboran panas bumi atau drilling yang akan dilakukan oleh PT Star Energy Geothermal Salak (SEGS)  LTD, terus menuai  kritikan dan kecemasan dari sebagian masyarakat yang wilayah akan dijadikan sasaran pengeboran tersebut.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat di Pamijahan, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi II, Usep Saefullah mengaku prihatin. Seharusnya kata dia PT Star Energy Geothermal Salak LTD profesional mengenai hal tersebut.

Menurutnya, kinerjanya juga jangan ‘kaleng-kaleng’ dan  kajian sosialisasi harusnya juga dilakukan terlebih dahulu secara transfaran kepada masyarakat. “Kajian-kajian mesti dilakukan dan berikan pemahaman dari kajian itu kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya sebagai anggota DPRD menolak dan turut prihatin terhadap sikap perusahaan seperti itu. Dengan dampak yang dirasakan oleh warga sekitar, apalagi desa terdekat seperti Desa Purwabakti tentu dirasakan akibat pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan, sehingga sosialisasi itu penting.

“Oleh karena itu kami tegas secara pribadi kami menolak sama dengan masyarakat, sementara kita punya sikap yang lebih tau yang dirasakan adalah memang penduduk sekitarnya empat desa termasuk Kecamatan Pamijahan secara keseluruhan,” tegas dia.

Bahkan sampai saat ini adanya rencana tersebut seharusnya Sekertaris Daerah Pemkab menyampaikan hal tersebut kepada legislatif dan tidak menimbun permasalahan tersebut karena ini menjadi persoalan penting.

“Oleh karena itu Sekda juga tidak pernah menyampaikan ke Dewan, gak pernah menyampaikan ke kecamatan yang jelas kami belum merasa juga disosialisasikan. Amdalnya pertimbangan-pertimbangan yang lainnya kepada masyarakat,” jelas dia.

Lanjut dia, ibarat kata, pihaknya dianggap tidak mengerti terkait hal ini sehingga Sekda terkesan arogan.

“Mendengarkan dulu di masyarakat sekitar, barulah misalnya mengijinkan, tidak lantas seolah-olah turun ke bawah sekali-kali betapa gelisah, betapa khawatirnya masyarakat ditengah-tengah pengeboran itu,” beber dia.

Tambah dia, tidak ada pengeboran pun memang kondisi alam Gunung Salak dan sekitarnya sedang tidak baik-baik, apa lagi di tambah dengan pengeboran yang mencakup empat titik.

Sementara itu dari pihak PT SEGS Nasrul mengatakan untuk pengeboran 5 sumur ini dengan rincian 4 buah sumur berada di wilayah Sukabumi dan 1 sumur di Pamijahan. “Hal itu juga sudah kami sampaikan saat pemaparan di Pamijahan dan Garehong,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Hasil Musdes, Pembangunan Jaling Masih Mendominasi di Desa Ciderum

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Pengajuan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan (jaling) masih mendominasi di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor di tahun 2022 mendatang. Hal itu diketahui saat BPD Desa Ciderum melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) untuk pembangunan anggaran tahun 2022, di kantor Desa Ciderum, Kamis (24/6).

Meski dalam Musdes tersebut diwakili Sekretaris Desa Ciderum dan dihadiri Kasi Pemerintahan Kecamatan Caringin, semua wilayah mengajukan pembangunan infrastruktur jaling. Kamal Kelana, Ketua RW 02 Desa Ciderum mengatakan, setiap tahun saat pelaksanaan Musdes, pengajuan untuk pembangunan Jalan masih menjadi skala prioritas wilayahnya. “Pengaspalan jaling masih terus saya ajukan di tiap tahun,” ujarnya.

Di pelaksanaan Musdes ini, lanjutnya, untuk wilayah RW 02 mengajukan beberapa titik pembangunan jaling terutama jalan yang terintegrasi antar RT.  “Saya mengajukan pembangunan jaling di RT 02 mulai dari Gang KUD sampai lapang voli di Gangg Menteng,” ungkap Kamal.

Kamal berharap agar pengajuan pembangunan di wilayahnya untuk tahun depan, direalisasikan pemerintah desa dengan mengawal hingga di tingkat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), baik tingkat desa maupun kecamatan.

 “Saya juga berharap pengajuan pembangunan gedung Posyandu dan pembelian alat pendukung kesehatan, seperti timbangan di tahun 2022 terealisasi. Karena selama ini untuk kegiatan Posyandu masih di rumah kader,” papar Dede Boris, Ketua RW 09 Desa Ciderum.

Sekdes Ciderum, Samsi Rizal menegaskan, Pemdes Ciderum akan mengusulkan semua pengajuan yang disampaikan masyarakat melalui para RW dan Kadus di wilayah masing-masing.

 “Tapi kami juga akan melihat skala prioritas di setiap wilayah. Dan setiap tahun pengajuan pembangunan infrastruktur masih mendominasi, walaupun ada juga anggaran untuk penanganan Covid-19,” imbuhnya.

Ketua BPD Desa Ciderum, Ujang Hasbullah menegaskan, usai Musdes ini semua pengajuan masyarakat untuk pembangunan tahun depan diserahkan kepada pihak Pemdes. “Alhamdulillah semua perwakilan masyarakat di Desa Ciderum, menyampaikan semua pengajuan untuk pembangunan di wilayahnya,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Wisata Bukit Stevia di Kiarasari Resmi Dibuka

0

Sukajaya l Jurnal Inspirasi

Kepala Desa Kiarasari Ahyar Suryadi meresmikan pembukaan wisata baru Bukit Stevia yang berlokasi di Kampung Cilongok Gunung Leutik, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Desa Kiarasari juga telah melakukan penghijauan di area wisata baru tersebut.

“Ini upaya menjaga wilayah hutan tetap asri, 200 pohon kayu kami tanam. Bagaimana caranya untuk menghidupkan lingkungan  dalam menjaga keasriannya dalam menjaga ekosistem alam bermacama jenis pohon kami tanam di lingkungan ini,” ujar Ahyar Suryadi disela peresmian dibukanya wisata Bukit Stevia, Kamis (24/6).

Ahyar menjelaskan, wilayah yang dikelolanya dimanfaatkan sektor wisatanya dan hasilnya nanti untuk lingkungan di wilayah Desa Kiarasari.

Sementara Ketua Desa Wisata Rojak mengatakan, setelah identifikasi untuk Desa Wisata pihaknya menemukan bukit yang mana menjadi titik pandang Desa Kiarasari. “Kebetulan di Gunung Leutik ada satu bukit yang menarik untuk menjadi tempat titik pandangnya Kiarasari,” ungkapnya.

Menurutnya, dibukanya wisata Bukit Stevia itu hasil swadaya murni warga Kampung Cilongok Gunung Leutik di lingkungan RW 06 yang mana kegiatan kelompok Pokdarwus ini telah dikukuhkan. “Pembukaan sampai hari ini kurang lebih tiga bulan. Kesadaran warga disini cukup tinggi dalam menjaga budaya gotong royong,” ujarnya.

Sementara mengenai fasilitas wisata kata dia masih dalam tahap proses swadaya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Progresnya adalah bagaimana kedepan menjadi wisata yang ramah dan produktif tentunya mengutamakan prinsip-prinsip pembangun yang berkelanjutan.

“Stevia salah satu destinasi yang berada diatas bukit, meski ditengah moderinisasi kami harap bagaimana masyarakat sadar untuk menjaga lingkungan. Dorongan Pemdes maupun Pemkab Bogor untuk mendukung partisipatif swadaya di masyarakat,”  pungkasnya.

** Arip Ekon

Daman Huri: Tidak Main-main dengan Pelaku Pencemaran Lingkungan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri menyatakan tidak akan main-main dengan pelaku pencemaran lingkungan seperti dugaan yang dilakukan PT Sinar Banten Indonesia (SBI) di wilayahnya. Kades sendiri pada Rabu (23/6) telah mendapat surat pemberitahuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk kembali melakukan pengambilan sampel di lokasi pembuangan limbah PT SBI.

“Saya tidak main – main dengan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT SBI, namun saya juga meminta agar DLH mendukung ketegasan saya terhadap pelaku – pelaku pencemar lingkungan, jangan kami pihak pemdes sudah keras dan tegas tapi petinggi – petingginya justru lemah dan main mata,” ungkap A Heri, Kamis (24/6).

Pada penjelasannya kepada DLH yang diwakili oleh Kasie Pemulihan, Daman Huri memberikan ultimatum bahwa dirinya sebagai kepala desa tidak akan main – main untuk melanjutkan pelaporan jika ada permainan dari instansi manapun.

Dia menambahkan, jika kasus pencemaran yang dilakukan PT SBI ini didiamkan dan tidak ada proses hukum, nantinya akan ada kasus -kasus lain yang sama. Akan menjadi percuma adanya DLH juga jika penindakannya tidak tegas.

“Saya harapkan DLH bekerja sesuai kolidor sesuai dengan hasil lab yang dikeluarkan, satu hal yang harus diingat, pemdes masih memiliki sampel jadi ketika nanti ada sesuatu dari hasil lab yang dikeluarkan oleh DLH maka kami akan melakukan lab tandingan,” tegasnya.

Dia menegaskan, owner PT SBI sudah mengakui dihadapannya bahwa limbah yang dibuangnya itu adalah limbah B3. “Jadi jika nanti hasil lab menyatakan non B3 kami pastikan akan kami tindak siapapun yang bermain dalam kasus pencemaran limbah yang dilakukan PT SBI ini,” tandasnya.

“Hasil pengambilan sampel yang pertama saja kami Pemdes belum diberitahukan, ini mau mengambil sampel ke-2, kan jadi pertanyaan warga, ada apa denganmu, ” jelasnya.

Daman Huri mengatakan, DLH sudah memilih Desa Gunung Putri menjadi pilot project Kampung Ramah Lingkungan, oleh karena itu dia meminta agar DLH juga mendukung untuk memberikan efek jera kepada pencemar lingkungan. “Kan ada sanksi administrasi dan sanksi hukumnya. Kami harap DLH segera memberikan hasil pengambilan sampel pertama yang sudah keluar untuk kami umumkan kepada masyarakat,” pungkasnya.

** Red/TM

Sedang Isoman, Pasien Covid Asal Bogor Utara Meninggal Dunia

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, meninggal dunia saat tengah isolasi mandiri di kediamannya pada Selasa (22/6).

Lurah Ciluar, Deny Ardiansyah mengatakan bahwa sebelum meninggal dunia laki-laki berusia 65 tahun itu telah sepekan menjalani isolasi mandiri. Diketahui, kondisi pasien memburuk karena memiliki penyakit bawaan dan akhirnya meninggal dunia.

Mulanya, kata dia, laki-laki berinisial B dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 setelah menjalani tes antigen mandiri pada 17 Juni 2021. Sebab, sehari sebelumnya mengalami demam serta sakit tenggorokan. “Kemudian beliau melaksanakan tes mandiri,” ujar Deny kepada wartawan, Kamis (24/6).

Kata dia, puskesmas sempat menyarankan pasien untuk dilakukan perawatan. Namun, pasien menolak dan lebih memilih isolasi mandiri di rumah. “Beliau tidak ingin dibawa ke RS karena gejalanya juga tidak terlalu parah dan beliau juga minum obat rutin,” ungkapnya.

Namun, beberapa hari kemudian, kondisi kesehatan pasien terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia. “Beliau punya komorbid, faringitis akut dan gangguan ginjal,” ungkapnya.

Kata dia, pasien sudah dimakamkan sesuai protokol kesehatan oleh petugas tempat pemakaman umum (TPU) Kayu Manis khusus jenazah pasien positif pada Rabu (23/6).

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, pasien sebelumnya sempat bepergian Kota Malang dan Solo selama delapan hari. “Selama di Solo dan Malang hanya berkunjung ke rumah keluarga. Di Malang selama 2 hari dan di Solo 6 hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra mengatakan, pihak keluarga yang kontak erat dengan pasien dalam pengawasan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

“Rabu (23/6) sempat diinfokan oleh kelurahan dan puskesmas. Kemaren saya bantu komunikasikan ke pemakaman dan RSUD untuk peti mayat,” tukasnya.

** Fredy Kristianto