Remaja dan Kesehatan Mental

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebagai remaja yang hidup di zaman milenial kita dituntut oleh lingkungan untuk menemukan bagaimana jati diri kita, banyak tuntutan dari keluarga, teman dan lingkungan sekitar yang tujuannya memberikan masukan namun tidak lain untuk memojokkan.

Dalam proses pendewasaan tentunya banyak sekali hal yang dilewati, banyak juga perilaku orang dewasa yang memaksakan kehendak kepada remaja, menuntutnya untuk selalu bisa, membandingkan dengan orang lain disekitarnya, dan selalu merasa jalan yang mereka pilih adalah jalan terbaik untuk di pilih.

Kegagalan dalam menyesuaikan jati diri bagi remaja dapat menyebabkan kesehatan mental bagi remaja itu sendiri, Ketika dirinya sudah menentukan akan seperti apa jalan hidupnya namun ada saja orang dewasa yang merasa bahwa jalan yang dipilih adalah salah. Kesehatan mental remaja juga dapat di sebabkan okeh keadaan rumah yang tidak baik, hubungan ayah dan ibu yang kurang harmonis, perendungan dalam pertemanan dan prestasi yang selalu dijadikan sebagai standar seseorang anak berprestasi.

Dalam hal tersebut perlunya dampingan orang tua dan lingkungan sekitar agar selalu mengawasi pertumbuhan remaja, bukan berarti membiarkan dirinya untuk memilih jalan sesuka hatinya, jika jalan yang dipilih salah sebagai orang tua memiliki hak untuk menegur dan memberi gtahunya Cuma tidak dengan hal keras dan paksaan.

Tidak hanya dukungan oleh orang tua, lingkungan pertemanan dan sekitar juga menjadi pemicu untuk menjaga kestabilan bagi remaja, maka pilihlah teman yang sesuai.

**Salsabila Thifal [MG/UIK-Jb]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here