33.5 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1221

Samisade di Desa Sadengkolot Dihentikan Sementara

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mulai bergulir. Ada yang yang sesuai perencanaan dan ada juga yang sebaliknya. Temuan tak sesuai perencanaan itu terjadi di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor sehingga proyek pembangunan dihentikan sementara.

Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana menemukan beberapa titik program Samisade yang  diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam kegiatan pembangunan program Samisade di Desa Sadengkolot. Menurut Rudi Mulyana saat meninjau ke lokasi, pihaknya telah memiliki temuan yang akan manjadi bahan evaluasi untuk Kapala Desa. “Setelah ke lapangan memang ada pembatas antara batu lama dan batu baru, seharusnya (pondasi-red) digali biar ada dasarnya, temuan-temuan ini menjadi bahan evaluasi dan mungkin kalo ada yang tidak sesuai kita akan meminta ke pihak TPK untuk membuat sesuatu dengan RAB-nya,” bebernya.

Lanjut Rudy, ini masih tahapan awal sehingga masih bisa diubah, intinya masukan-masukan ini akan di evaluasi oleh tim kecamatan sehingga tim kecamatan bisa mengarahkan kepada TPK dan Kades untuk memperbaiki.

“Ya itu konsekuensi menurut persi kades dan TPK untuk memudahkan akses jalan, ya kalo itu rusak harus diperbaiki lagi, terlepas biaya yang membengkak itu harus ditanggung oleh kades yang bersangkutan, itu konsekuensinya, kalo memang akan dilalui oleh alat berat dan mobilisasinya,” tegasnya.

Dengan hal tersebut Rudy mengatakan, Kepala Desa pun sudah menyanggupi kalau terjadi kerusakan. Rudy menyampaikan, bahwa hal ini salah satu pembelajaran penting bagi kepala desa jangan macam-macam dengan program Samisade.

“Ini jadi pembelajaran bagi kita semua karena Ibu Bupati dari awal sudah bilang harus hati-hati dalam pelaksanaan ini, sangat disayangkan prosesnya sudah panjang, sebetulnya itu tinggal menjalankan, khusus bagi kades dan TPK merancang dengan perencanaan yang ada sehingga menjadi contoh dalam hal ini untuk seluruh Kades,” tukasnya.

Hingga sampai saat ini, Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat masih bungkam, bahkan saat kunjungan monitoring yang dilakukan Camat Leuwisadeng pun, Kepala Desa tidak mendampingi Camat.

** Cepi Kurniawan

Permintaan Tabung Oksigen Meningkat 2 Kali Lipat

0

Tajur Halang | Jurnal Inspirasi

Kasus Covid 19 terus meningkat dan banyak pasien Covid yang dirawat di sejumlah rumah sakit membuat pasokan tabung oksigen banyak diperlukan oleh Rumah Sakit untuk Pasien Covid 19. Hal itu membuat pasokan oksigen untuk rumah sakit pun meningkat 2 kali lipat.

Seperti yang terjadi di station pengisian oksigen PT Mandiri Abadi Gasindo, di Jalan Perum Pura, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor. Setiap hari disana permintaan tabung oksigen dari sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten dan Kota Bogor bahkan Depok dan Jakarta meningkat tajam setelah kasus Covid 19 melonjak beberapa minggu terkahir ini.

Diungkapkan SPV Filling Station Atriyanto, semenjak kasus Covid-19 meningkat permintaan tabung oksigen meningkat. Menurut dia, biasanya hanya melakukan isi ulang 200 tabung per hari, namun kali ini naik 2 kali lipat mencapai 500 sampai 600 tabung ukuran besar. “Bahkan 2 hari yang lalu sempat langka karena telat pengirim oksigen dari pusat sehingga 2 hari sempat kosong disini,” katanya.

Atriyanto mengaku isi ulang oksigen meningkat karena jumlah pasien Covid di setiap Rumah Sakit terus meningkat. Apalagi kata dia yang melakukan isi ulang di perusahaan itu banyak rumah sakit, baik di Bogor, Depok maupun Jakarta. “Banyak juga yang melakukan isi ulang di depo ini, RSUD Kota Bogor, Cibinong, Leuwiliang, Medica Dramaga, RS Syifa, RSUD Cileungsi, RS di Pamulang dan Jakarta sehingga permintaan terus ada tiap hari,” katanya.

Belum lagi sambung dia, industri yang juga mengantre, namun karena prioritas untuk Rumah Sakit karena ada pembatasan untuk industri. “Kalau Untuk industri kita batasi dulu karena permintaan untuk Rumah Sakit cukup banyak,” katanya.

Sementara salah satu konsumen industri dengan adanya kasus Covid-19 dirinya juga ikut terdampak, Suparno mengaku baru hari ini mendapat pasokan tabung oksigen dari depo pengisian oksigen di daerah Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. “Baru tadi pagi dapat isi ulang kemarin dua hari kosong dan hari ini sekali dapat juga dibatasi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Satgas Covid-19 Desa Ciderum Bagikan Ratusan Masker

0

Caringin | Jurnal Inspirasi
Satuan tugas (Satgas) Covid-19 Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, membagikan masker kepada pengunjung Pasar Cikereteg dan pengguna jalan, Rabu (30/6). Pembagian masker yang dilakukan Satgas Covid-19 itu, bagian dari pelaksanaan PPKM Mikro dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Dalam sekejap ratusan masker habis dibagikan Satgas Covid-19 yang terdiri dari jajaran pemerintah desa, Babinmas, Babinsa serta Satpol PP Kecamatan Caringin kepada pengunjung pasar dan pengguna jalan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ciderum, Samsi Rizal mengatakan, pembagian masker ini sebagai tindak lanjut Satgas Covid-19 dalam menjalankan PPKM Mikro. “Setiap pengunjung pasar dan pengguna jalan yang tidak memakai masker, kami berikan,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, Desa Ciderum yang memiliki pasar rakyat milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kabupaten Bogor, rawan akan penyebaran Virus Corona. Sehingga, Satgas Covid-19 memperketat aktivitas saat keluar rumah, yakni dengan menggunakan masker.

“Masih banyak sih warga yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker saat keluar rumah,” aku Rizal panggilan akrab Sekdes Ciderum.

Saat penerapan PPKM Mikro di depan pintu keluar Pasar Cikereteg, lanjut Rizal, Satgas Covid-19 Desa Ciderum hanya memberikan masker terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan.

“Sambil kita beri masukan agar terus menggunakan masker saat keluar rumah dan menjaga jarak serta mencuci tangan,” paparnya.

Rizal menghimbau agar para RW dan RT yang ada di Desa Ciderum, pro aktif melakukan sosialisasi kepada warga terkait penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, sambungnya, pelaksanaan PPKM Mikro harus betul-betul dijalankan para pengurus wilayah agar masyarakat nya terhindar dari penyebaran virus tersebut.

“Kalau di wilayahnya ada yang terindikasi terkena covid, segera laporkan ke Satgas Covid-19 tingkat desa untuk dilanjutkan ke kecamatan,” tegas Rizal.

Sementara, Ketua RW 02, Kamal Kelana mengapresiasi langkah gerak cepat petugas Covid-19 Desa Ciderum dalam mencegah penyebaran Virus Corona dengan cara membatasi aktivitas warga. “Alhamdulillah semua wilayah di Desa Ciderum juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Satgas Covid Kota Bogor Sekat Jalur SSA

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Tingginya angka penularan Covid-19 lantaran tingginya mobilitas warga, membuat Satgas Covid-19 Kota Bogor menyekat Jalur Sistem Satu Arah (SSA).

Penutupan berlangsung hingga sepekan kedepan, sejak pukul 21.00-24.00 WIB.

Kepada wartawan, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa kebijakan itu diambil lantaran melonjaknya kasus covid, sekaligus mengurangi pembatasan mobilitas setengah dari lingkar SSA.

“Mulai ruas dari arah Jalan Kapten Muslihat sudah dialihkan semua, dan termasuk Jalan Sudirman,” kata Kapolresta.

Ia berharap, penyekatan ini membuat masyarakat tetap di rumah apabila tidak ada kondisi yang emergency.

“Kami mengatur terkait dengan pembatasan penumpang kendaraan angkutan umum itu hanya 50 persen, akan diperketat. Besok mulai berlaku pembatasan untuk di SSA, Jalan Pajajaran dan Sudirman,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan bahwa kondisi ‘Kota Hujan’ sudah darurat, sehingga masyarakar sebaiknya di rumah saja apabila tidak ada keperluan mendesak.

“Mulai malam ini kami memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas warga diatas jam 9 malam dilakukan penyekatan dan pengalihan arus targetnya adalah agar warga membatasi mobilitas kecuali darurat, emergency dan mencari nafkah dll,” ucapnya.

Bima juga mengingatkan bahwa rumah sakit penuh, korban berjatuhan, tingkat kematian akibat covid meningkat.

“Kondisinya tidak biasa saja, darurat petugas terbatas, kapasitas bagaimana pun terbatas. Semuanya berpulang kepada diri, jadi tolong batasi dan sadari bahwa ini darurat,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

PPKM Darurat Segera Diberlakukan

0

Pemkot Bogor Tunggu Juknis PPKM Darurat

Bogor | Jurnal Inspirasi

Lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, membuat pemerintah pusat segera menerapkan PPKM Darurat. Seperti diketahui, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengambil alih penanganan pandemi di Jawa-Bali.

Bahkan pada Selasa (29/6), PPKM Darurat untuk wilayah DKI Jakarta akan dilaksanakan hingga dua pekan ke depan. Terdapat beberapa poin penting dalam regulasi anyar tersebut, yakni penutupan restoran, mal dan work from home (WFH) 100 persen bagi seluruh perkantoran.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa pihaknya sudah terlebih dahulu menerapkan WFH 100 persen terutama di lingkungan pemerintahan. “Kalau untuk implementasi di sektor lain harus ada dorongan dari pusat agar ada kesesuaian. Kalau satu daerah saja diketatkan, daerah lain tidak, masyarakat akan mencari dimana titik longgar,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/6).

Namun, kata Dedie, dengan adanya kebijakan ini diharapkan penularan Covid-19 akan mampu ditekan. “Kami berharap risiko penularan akan mampu ditekan dengan adanya aturan itu,” katanya.

Dedie menegaskan bahwa Pemkor Bogor akan menjalankan petunjuk teknis yang diinstruksikan pemerintah pusat untuk memperketat PPKM. Tapi, saat ini Pemkot Bogor masih menunggu teknis yang akan disesuaikan dengan kondisi Kota Bogor.

“Saat ini memang kondisinya sangat darurat, dimana tingkat keterisian tempat tidur sudah cukup tinggi. Karena itu mesti ada langkah lain, terutama di pembatasan aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Dedie menegaskan bahwa pengetatan bisa beragam bentuk, mulai dari tempat ekonomi dan lain sebagainya, agar tingkat risiko paparan covid dapat diturunkan.

Sebelumnya, Wali Kota Bima Arya menyebut bahwa PPKM skala mikro merupakan penopang untuk kebijakan pengetatan dari atas. Sehingga apabila di atas tidak ketat, maka PPKM akan keteteran.

Atas dasar itu, Bima mengaku sepakat apabila kebijakan PPKM Darurat diterapkan. “Kalau tidak diterapkan bisa bahaya ini, mempengaruhi pelayanan dan target vaksin,” katanya.

Disinggung mengenai penutupan tempat usaha. Bima menegaskan bahwa hal itu bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan pusat. Atas dasar itu, pemkot hanya sebatas menyesuaikan saja dengan kebijakan pusat. “Saat ini yang bisa kita lakukan adalah jam kerja untuk ASN dan sudah kita lakukan maksimal 100 persen. Untuk yang lainnya menyesuaikan,” imbuh dia.

** Fredy Kristianto

Pemkot Wajibkan Kelurahan Miliki Rumah Isoman

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini sedang fokus menambah pusat isolasi untuk merawat pasien Covid-19. Seperti diketahui, saat ini tempat isolasi baru sebatas gedung BPKP. Terbaru, Pemerintah Kota Bogor mewajibkan setiap kelurahan memiliki rumah isolasi mandiri (isoman) untuk pasien Covid-19.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa saat ini ada lima titik dari 68 kelurahan di Kota Bogor yang mengatakan siap dijadikan rumah isoman.

“Ada rumah warga, indikost, wisma dan gedung serbaguna. Jumlahnya ada puluhan di wilayah, dan akan diverifikasi oleh wilayah agar berjalan cepat, karena kita butuh cepat nanti sistemnya swadaya, jadi warga sekitar urunan sumbangan untuk dicari kasurnya dan lain sebagainya. Karena kalau proses anggaran normal tidak mungkin terkejar, jadi pada pekan ini tenda darurat beroperasi, wisma isolasi beroperasi, RSL beroprasi. Pekan ini kita tambah ratusan untuk isolasi dan tempat tidur,” jelas Bima kepada wartawan, Selasa (29/6).

Bima menegaskan bahwa untuk peralatan kesehatan, pemkot telah meminta kepada puskesmas terdekat melakukan visitasi mulai dari mulai nakes hingga obat. “Ya, untuk sisanya swadaya masyarakat saja, jadi saya minta camat dan lurah, LPM, PP, bersama-sama untuk menyuplai kebutuhan yang ada,” ucapnya.

Dalam kesempatan berbeda, Lurah Sempur, Dicky Pratama mengatakan bahwa rumah isolasi yang ada di wilayah merupakan milik warga yang luasnya 500 meter. Dan memliki lima kamar serta lahan kosong di belakang untuk berjemur. “Sekitar 10 orang bisa masuk. Kamar dan berikut ruang tengah itu bisa ditempatkan untuk isolasi,” imbuhnya.

Mengenai anggaran, sambung dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan bagian PEM dan kecamatan kaitan dengan kebutuhan atau fasilitas apa saja yang harus dilengkapi dari rumah isolasi. Sedangkan untuk kebutuhan obat-obatan belum terakomodir seperti ada berapa obat-obatan yang akan dikirim.

** Fredy Kristianto

Sembilan Desa di Kecamatan Cigombong Sediakan Ruang Isolasi

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Sembilan desa di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mengubah sebagian ruangannya dijadikan ruang isolasi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong, Asep Achadiyat Sudrajat mengatakan, penyediaan ruang isolasi di setiap desa memang sengaja dilakukan guna menghindari terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19.

Sebab, ada beberapa desa di Kecamatan Cigombong masuk kedalam angka kasus positif Covid-19 lumayan tinggi, seperti Desa Ciburuy sebanyak 24 kasus aktif. “Ruangan isolasi tersebut memiliki sejumlah fasilitas medis seperti tempat tidur, oksigen, dispenser lengkap berikut meja,” ujar Asep kepada wartawan.

Kecamatan Cigombong dengan jumlah penduduk mencapai 92.337 yang terdiri dari 310 RT, dan saat ini ada 27 RT di 9 desa memiliki kasus positif Covid-19 dengan jumlah 45 orang atau 8,71 persen RT ada yang terpapar. Sementara, 91,29 persen RT bebas Covid-19.

 “Ada dua desa memang masuk zona hijau atau tidak ada kasus positif Covid-19 yaitu Desa Pasir Jaya dan Ciburayut yang nol kasus,” bebernya.

Sementara, Sekdes Cisalada Muhamad Busrol Karim mengatakan, ruang isolasi yang ada di Desa Cisalada ini sebelumnya sebagai ruangan Puskesdes. Namun sejak satu bulan ini diubah menjadi ruang isolasi. “Memang belum ada yang datang warga mau diisolasi disini,” ucapnya.

Meski demikian, Satgas Covid-19 Desa Cisalada tetap memberikan support kebutuhan sehari-hari bagi warga yang terpapar Covid-19 dan melakukan isolasi di rumahnya. “Kalau memang tidak mau isolasi di desa, paling kita kasih bantuan sembako buat sehari-harinya, kita kirim ke rumahnya,” pungkasnya.

Berikut peta penyebaran Covid-19 di 9 Desa di Kecamatan Cigombong:

Watesjaya 3 kasus positif Covid-19
Cigombong 7 kasus
Ciburuy 24 kasus
Pasir jaya 0
Cisalada 1 kasus
Tugu jaya 3 kasus
Ciburayut 0
Ciadeg 2 kasus
Desa Srogol 5 kasus

** Dede Suhendar

Pemdes Tegal Maksimalkan Samisade Buat Jalan Penghubung

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa (Pemdes) Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor memaksimalkan program bantuan satu miliar satu desa (Samisade) yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membangun jalan penghubung dan jalan desa dengan rabat beton.

Kepala Desa Tegal Kasim Sunardi menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemkab Bogor terutama Bupati Bogor Ade Yasin atas bantuan anggaran dana program Samisade yang telah diberikan sebagai satu program unggulan pembangunan desa.

Pada pengerjaan yang dimulai Selasa (29/6/2021) dihadiri Kasie Ekbang, Perwakilan UPT Jalan dan Jembatan wilayah Parung, Babinsa, Bhanbinkamtibmas, tokoh masyarakat, BPD dan unsur lainya.

“Karena melalui program Samisade ini, Pemdes Desa Tegal dapat merealisasikan keinginan warga untuk membuat jalan penghubung tiga kampung, yaitu Kampung Nagrog, Bojong Sompok Dalam dan Kampung Tegal, dan juga jalan poros menuju Desa Pabuaran dengan panjang 2300 meter lebar 3 meter. Dan tinggi 0,10 meter,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Masih kata Kades. selain memudahkan aksesibilitas warga, adanya pembuatan jalan penghubung dan poros desa juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus sebagai tanda batas Desa Tegal dan Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang. “Semua proses pekerjaan pembangunan didanai dari program anggaran dana Samisade,” tandasnya.

Ketua TPK Program Samisade Mulyana mengatakan, untuk para pekerja sendiri masyarakat pemuda dan ketua RT dilibatkan dalam pengerjaan proyek Samisade ini. “Dalam pengerjaan kita libatkan masyarakat, pemuda dan ketua RT dan RW,” katanya.

Sementara Ketua RT 08 Muhamad Fadilah menambahkan, yang tadinya jalan ini rusak dengan perhatian Bupati Bogor jalan ini akan dibangun dengan beton sehingga dengan jalan yang bagus pasti perekonomian warga akan meningkat.

“Untuk pengerjaan proyek jalan ini warga dilibatkan termasuk saya, disini banyak sekali petani dan peternak ikan. Mereka merasa senang dengan akan dibangunya jalan ini,” kata Fadilah di lokasi.

Seorang tokoh masyarakat Desa Tegal Saran Jambi, mengucapkan rasa terimakasih kepada Bupati Bogor dan khususnya kepada Kepala Desa Tegal, Kasim Sunardi atas terlaksananya pembangunan jalan penghubung tiga kampung dan jalan poros desa tersebut .

“Merasa senang, karena jalan ini sekarang akhirnya dapat dibangun. Sudah lama  warga menginginkan jalan ini diperbaiki. Saya sangat senang dan gembira, makanya saya seperti mimpi,” tutupnya.

Bahkan dirinya untuk membantu program Samisade itu telah mewakafkan tanah milik untuk jalan yang dibangun dengan program Samisade itu.

** Cepi Kurniawan

Alumni SMPN Semplak ’90 Jalin Kebersamaan dengan Touring ke Geopark Ciletuh

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan untuk merajut kebersamaan, merekat persaudaraan, maka alumni SMPN Semplak yang sekarang SMPN 16 Kota Bogor angkatan ’90 mengadakan kegiatan touring ke Geopark Ciletuh Sukabumi pada 26-27 Juni 2021

Elen Karmila, Ketua dari Angkatan 90 ini mengatakan, giat yang diadakan kali ini rangkain dari kegiatan terdahulu, dimana pada bulan puasa sampai lebaran alumni yang menamakan diri KDD telah sukses mengadakan kegiatan sosial berbagi kepada sesama walaupun masih dalam lingkup skala kecil.

“Kegiatan ini bukan pertama kali diadakan, sebelumnya kegiatan bakti sosial penggalangan dana untuk sesama, dan sekarang hitung – hitung berwisata dengan menggunakan motor dan mobil ke Ciletuh,” urai Elen.

Masih kata Elen, untuk menambah kekompakan teman-teman se alumni ’90 yang selama puluhan tahun tidak pernah bertemu sehingga ingin mencoba menyatukan kembali silaturahmi. Melalui berbagai kegiatan dan juga mengingatkan ketika masih duduk dibangku sekolah dengan seragam putih biru”, ungkapnya.

Sementara itu Darwisno yang juga alumni ini saat di komfirmasi mengatakan, ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi para peserta didik SMPN 16 Kota Bogor lainnya untuk tetap menjaga erat persaudaraan seperti alumni ’90 ini, yang berkumpul kembali setelah puluhan tahun berpisah dengan profesi yang berbeda-beda seperti security, pengusaha, buruh pabrik dan sebagainya”, tuturnya.

“Sekolah merupakan tempat bersejarah dimana banyak kenangan yang terjadi disini. Saya berharap SMPN 16 Kota Bogor ini dapat terus menorehkan prestasi bagi kemajuan Provinsi Jawa Barat khususnya Kota Bogor,” terangnya.

SMPN 16 Kota Bogor dulu waktu tahun ’90 an masih bernama SMPN Semplak dan masih masuk wilayah Kabupaten Bogor.

**ass/rls

Warga Desa Cimande Hilir Kerjakan Program Samisade

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Camat Caringin, Euis Ratna Komala menyatakan sesuai anjuran Bupati Bogor Ade Yasin bahwa pelaksanaan progran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) untuk setiap desa harus benar-benar dijalankan sesuai aturan.

“Jadi pada saat launching atau penyerahan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) lalu, ibu Bupati menyarankan agar bantuan Samisade dilaksanakan sesuai aturan yang telah ditetapkan,” kata Euis saat meninjau lokasi pengecoran jalan program Samisade di Kampung Bojong Menteng, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Selasa (29/6/2021).

Menurutnya, di Kecamatan Caringin sendiri untuk tahap pertama ini dari 12 desa ada 11 desa yang telah mendapatkan program Samisade.

“Ke-11 desa ini semuanya sedang melaksanakan kegiatan pekerjaan pembangunannya dan sebagian desa ada yang menggunakan bahan pengecoran readymix seperti di Desa Cimande Hilir ini yang baru menggunakan readymix,” ucapnya.

Untuk kendala sendiri, tambah Euis, sejauh ini belum ada. Kalau pun ada kemungkinan bisa terjadi oleh paktor cuaca yang tidak menentu.

“Kendala sih tidak ada ya, hanya saja kemarin emang ada salah satu desa yang baru melakukan pengecoran kena air lagi, karena sedang musin hujan,” terangnya.

Ia berharap, setiap desa yang telah mendapatkan Samisade agar melaksanakan pekerjaannya sesuai target yang telah ditentukan dengan batas waktu yang mencapai 90 hari kerja dari mulai pengerjaan. Dengan kata lain ketentuan dari mulai cair 14 hari menerima bantuan harus mulai ada pekerjaan.

“Kami harap semoga dengan terlaksananya kegiatan pembangunan jalan di masing-masing desa, masyarakat bisa terbantu, tingkat perekonomiannya juga meningkat. Sebab jalan ini bukan hanya untuk menguntugkan pihak desa, tapi masyarakat. Ini kan rogram padat karya makanya harus betul dapat dimanfaatkan sebaik mungkin pleh semua pihak,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Cimande Hilir, Yudystira menyebutkan pengecoran menggunakan redymix yang dilakukan pemerintahan desanya memiliki alasan kuat. Dimana, bertujuan untuk menjaga kualitas jalan lebih baik.

“Kita gunakan readymix ini di titik-titik tertentu, seperti diturunan maupun tanjakan jalan. Kenapa demikian, sebab ini guna mengantisipasi jalanan agar tidak licin saat musim hujan, termasuk menjaga kualiatasnya juga,” pungkasnya.

** Deny