28.3 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1212

Pemerintah Bina P4S Tingkatkan Produksi dan Dorong Ekspor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian (Kementan) menilai peran Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) sangat strategis. Melalui  Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP)  pemerintah terus mendorong penumbuhkembangan P4S dalam rangka mempercepat proses pembangunan pertanian dan perdesaan.

Kepala (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan pemerintah juga terus berupaya untuk memberdayakan P4S melalui pembinaan secara berkesinambungan, baik dari aspek manajemen pelatihan/permagangan, maupun pengembangan usaha, mengingat kapasitas pengelola P4S pada umumnya masih perlu ditingkatkan.

Sebagai salah satu bentuk pembinaan terhadap P4S  binaan di Provinsi Jawa Tengah, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor menggelar kegiatan Sharing Session (Sesi) Budidaya dan Potensi Vanili Di Pasar Dunia.

Kepala PPMKP Yusral Tahir mengatakan webinar ini juga untuk mengembangkan kompetensi pengelola P4S serta mendukung program Gratieks (Gerakan Tiga kali Ekspor) yang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Mengutip statement pak Menteri, program Gratieks merupakan ujung tombak ekonomi nasional.  Dan Kementan optimistis bahwa nilai ekspor pertanian Indonesia akan meningkat tajam, “ ujarnya.

Lebih jauh kata Yusral webinar untuk mendukung dan turut mendorong Indonesia menjadi produsen vanili terbesar dunia.

Menghadirkan narasumber kompeten, webinar menyedot 76 peserta terdiri dari petani pegiat vanili, penyuluh, pengelola P4S dan Dinas Pertanian. yang mempraktikan budidaya sekaligus mensosialisasikan komoditas vanili yang dikenal sebagai emas hijau yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Pembicara Haris Darmawan Koordinator Tanaman Rempah dan Semusim lain Direktorat Jenderal perkebunan (Ditjenbun) memaparkan Kementan mendorong Petani vanili untuk menjual vanili dalam bentuk kering agar lebih banyak mendapatkan keuntungan. 

 “Perbedaan harga vanili kering dan basah cukup tinggi. Sehingga kami mendorong petani untuk memproses terlebih dahulu vanilinya menjadi kering, “ ujarnya.

Vanili yang mendapat julukan emas hijau karena harganya yang fantastis dan cenderung stabil di tingkat dunia, membutuhkan proses yang panjang agar bisa menghasilkan sebuah tanaman yang bermanfaat dan bisa dipanen hasilnya.

Kata haris agar bisa menghasilkan biji vanili yang berkualitas, perlu dilakukan penyerbukan secara manual. “ Gunakan tusuk gigi untuk mengambil serbuk sari dari tanaman vanili dan pindahkan serbuk sari tersebut pada putiknya. Setelah proses ini berhasil maka dapat dilihat tanaman akan mulai memunculkan kantung-kantung vanili, “ jelasnya.

Pembicara lain Parlin Robert Sitanggang Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, mengutarakan  vanili dapat diterima ke negara tujuan jika memenuhi syarat ekspor ke negara tujuan. Ekspor bisa dilakukan  setelah pejabat karantina memastikan bahwa Si emas hijau bebas dari organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) .

Dipandu ketua Forum Komunikasi P4S Provinsi Jawa Tengah, Maryanto kegiatan ditutup dengan sharing pengalaman dengan pengelola P4S Griya Vanilli  Nurcahyo Eko Junaidi Salatiga dan diskusi.

** Regi/PPMKP

Berkenalan dengan Azzam, Alumni SMART Ekselensia Indonesia yang Sukses Mengantongi Prestasi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Muhammad Ikrom Azzam, pemuda kelahiran Jakarta 21 tahun lalu merupakan alumni penerima manfaat SMART Ekselensia Indonesia dan Young Leaders (YOULEAD) Dompet Dhuafa Pendidikan. Azzam, sapaan akrabnya, dikenal sebagai mahasiswa dan penerima manfaat yang aktif berkontribusi di masyarakat serta komunitas melalui Yayasan Sosial Effo Community, sebuah gerakan mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak panti asuhan. Melalui komunitas tersebut, ia berfokus pada perwujudan pendidikan inklusif bagi anak-anak panti asuhan dan anak-anak kurang mampu secara ekonomi di daerah Rawamangun, Jakarta Timur.

Selain memiliki kepedulian tinggi di bidang pendidikan, Azzam juga aktif mengikuti berbagai kompetisi bergengsi. Gelar juara sering ia kantongi salah satunya Penalaran Terbaik dari Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai apresiasi atas prestasi di bidang penalaran dan kepenulisan seperti KTI, esai, dan artikel Ilmiah. Tak sampai di situ ia juga berhasil menyabet Anugerah Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Jakarta 2019, peraih Premium Award Katılım Belgesi Asya Pasifik ISABET Yayınları Turki, Delegate Regional Conference On Student Activism Malaysia, Juara 1 LKTI IDEA Nasional, dan dinobatkan sebagai Duta Bahasa DKI Jakarta.

“Saya selalu bersemangat jika berbicara tentang pendidikan. Saya yakin usaha saya bisa menjadi amalan baik serta bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan,“ ujar Azzam.

Di tengah kesibukannya mengelola komunitas dan mengikuti ragam kompetisi, Azzam tak pernah menomorduakan studi. Terbukti ia sukses menyelesaikan 3,5 tahun masa studinya di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan predikat Cumlaude dan Lulusan Terbaik Bidang Prestasi. Saat ini Azzam sedang berada di Turki, merajut mimpinya mengikuti Future Leader Exchange yang dihelat Student Leadership Academy Turkey dan PPI Istanbul selama beberapa bulan.

 “Saya selalu bermimpi bisa ke Turki, Alhamdulillah semua terwujud. Saya berhasil menyisihkan ratusan pelamar dan menjadi sepuluh orang terbaik terpilih mengikuti pertukaran pelajar di sana. Saya juga terpilih menjadi peserta fully funded,” lanjut kata Azzam penuh semangat.

Selama di Turki, Azzam akan mengikuti beragam kegiatan seperti konferensi internasional, proyek sosial, dan kegiatan lain yang akan mengasah kemampuannya memimpin, berkolaborasi, bersinergi, dan memaksimalkan potensi diri. Sebagai perwakilan Indonesia, ia bertekad menunjukkan potensi terbaik anak-anak muda negaranya.

“Pemuda Indonesia itu penuh potensi,” tegas Azzam. “Oleh karena itu sepulangnya dari Turki saya ingin mengimplementasikan ilmu yang didapat, pelan-pelan mengajak para pemuda memaksimalkan pendidikan untuk masyarakat kurang mampu di negeri ini,” tambahnya.

Menurut Azzam berprestasi bukanlah perkara mudah; butuh stimulus secara berkala agar mau bergerak, jam terbang, dan penguatan mental. Ia  selalu menekankan bahwa kalah menang itu biasa, yang penting ialah tetap semangat.

“Saya selalu menyempatkan diri berdoa, berharap menjadi yang terbaik, dan tak lupa meminta restu orang tua. Sebuah kebanggaan bisa sampai sejauh ini. Turki menjadi pengalaman terbaik saya. Karena selain mendapatkan banyak ilmu dan teman baru, saya juga harus mengikuti wisuda daring di Turki,” tutup Azzam bahagia.

** Muthia Arfah [MG/UIK-jB]

Epilog Ngabubulive Ramadan 2.0 & Virtual Gathering Digelar DD Pendidikan

0

Pemantik Semangat Pemuda Terbaik Bangsa

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) memaksimalkan peran dan potensi para penerima manfaat dan alumni penerima beasiswanya dalam Epilog Ngabubulive Ramadan 2.0 & Virtual Gathering yang diadakan daring via Zoom, Minggu (02/05)

Mengusung tema Pendidikan Menuju Indonesia Berdaya, DD Pendidikan menggandeng Erie Sudewo, Praktisi ZISWAF; M. Syafi’ie El Bantanie, Kepala Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa; dan Bambang Suherman, Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa. Ketiganya memberikan materi pembangkit jiwa kepemimpinan para penerima manfaat dan alumni penerima beasiswa DD Pendidikan agar mampu menjadi pemimpin berkarakter dan kompeten wujudkan Indonesia berdaya.

Menurut Muhammad Syafi’ie El-Bantanie, menyiapkan generasi muda terbaik menjadi kebutuhan bagi sebuah bangsa, bagi kesejahteraan sosial, dan bagi masyarakat Indonesia. “Perjuangan ini menjadi beban terberat, karena anak muda merupakan penentu masa depan bangsa, tugas besar ini tak akan bisa ditunaikan tanpa kualitas generasi muda yang baik. Perjuangan tak akan bisa sampai ke ujung kemenangan tanpa generasi muda yang mengeksekusi perjuangan tersebut,” ujarnya dihadapan ratusan peserta.

Bambang Suherman  juga menyampaikan jika para penerima manfaat dan alumni penerima beasiswa DD Pendidikan harus meluruskan niat supaya bisa terus berjuang dan mampu menghadapi tantangan, halangan serta rintangan dalam menuntaskan tugas kepemimpinan.

Erie Sudewo menyatakan, di zaman ini penting bagi pemuda memiliki kompetensi dan karakter, sebab keduanya mampu memperlihatkan kualitas dari proses yang terjadi dalam hidup. “Kualitas manusia dapat dilihat dari kompetensi dan karakternya; Di negara ini banyak orang pintar, namun kurang karakter.  Orang pintar saja tidak cukup untuk membangun Indonesia, hanya orang mengetahui tujuan Indonesia yang bisa membangun Indonesia. Untuk itu diperlukan pendidikan karakter yang terbentuk dalam waktu yang lama,”  tegas Erie Sudewo.

Meski dikenal sebagai pemegang ujung tombak suatu negara, pemuda akan selalu dihadapkan pada serentetan tantangan yang harus dilewati. Peran mereka menjadi penting sebagai sebuah solusi mumpuni. Dengan memiliki kompetensi dan karakter, pemuda dapat memetakan hal-hal yang ingin dilakukan dan dicapai sesuai tujuan.

Membentuk para pemuda memaknai arti penting kepemimpinan, kompetensi, karakter,  dan memahami bahwa Indonesia membutuhkan sosok penerus bangsa terbaik butuh proses panjang. Di perhelatan Epilog Ngabubulive Ramadan 2.0 & Virtual Gathering diharapkan para penerima manfaat dan alumni penerima beasiswa DD Pendidikan berkembang menjadi sosok pemantik perubahan serta kemajuan dan berubah ke arah lebih baik untuk dirinya dan bangsanya.

** Muthia Arfah [MG/UIK-jB]

26 Personil Gabungan Dikerahkan, Muspika Kecamatan Leuwiliang Perketat Jalur Pemudik

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Leuwiliang menggelar operasi penyekatan hal ini dilakukan guna antisipasi adanya pemudik keluar masuk wilayah Leuwiliang.

Tim gabungan diantaranya Koramil 2116 Leuwiliang pihak kepolisian, Pol PP, sejumlah petugas Dinas Perhubungan dari terminal Leuwiiang tipe B.

Danramil Leuwiliang Kapten Infanteri Koswara mengatakan, operasi penyekatan jelang lebaran, dilakukan dijalur keluar masuk wilayah Leuwiliang.

“Hal ini dilakukan untuk penncegahan adànya pemudik lebaran, ” kata Danramil 2116 Leuwiliang Kapten Infanteri Koswara, Kamis (6/5), usai apel gabungan di Terminal Bus Leuwiliang.

Danramil Leuwiliang menjelaskan, sebelum melaksanakan kegiatan penyekatan, dirinya melaksanakan apel gabunga terlebih dahulu.

“Sebanyak 26 personil gabungan yang berada di lingkup Leuwiliang dikerahkan

Ia menyebutkan, titik-titik penyekatan di Jalan Raya Lingkar luar terminal Leuwiliang terusan Rumpin dan Jalan Alternatif Puraseda tembusan Sukabumi. “Larangan pemudik ini, tujuannya pencegahan wabah Covid-19,” kata dia.

“Kegiatan yang dilaksanakan melaksanakan pengecekan kelengkapan surat -surat bagi warga yang masuk dan keluar wilayah Kecamatan Leuwiliang, ” katanya.

Selain itu ia juga melaksanakan sweeping kendaraan roda 4 dan roda 2 yang masuk dan keluar dan memutarbalikan kendaraan masyarakat yang akan mudik.

“Sejauh ini belum adanya kendaraan pemudik yang terjaring. Lalu lalang warga dan kedaraan sementara waktu dalam keadaan kondusif, ” tukasnya.

** Arip Ekon

? HADITS HARI INI

0


06 Mei 2021
24 Ramadhan 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُرَشِيِّ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُصَلِّ بِنَا حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ مِنْ الشَّهْرِ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا فِي السَّادِسَةِ وَقَامَ بِنَا فِي الْخَامِسَةِ حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ فَقُلْنَا لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِهِ فَقَالَ إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ ثُمَّ لَمْ يُصَلِّ بِنَا حَتَّى بَقِيَ ثَلَاثٌ مِنْ الشَّهْرِ وَصَلَّى بِنَا فِي الثَّالِثَةِ وَدَعَا أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ فَقَامَ بِنَا حَتَّى تَخَوَّفْنَا الْفَلَاحَ قُلْتُ لَهُ وَمَا الْفَلَاحُ قَالَ السُّحُورُ

Hannad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Fudhail memberitahukan kepada kami dari Daud bin Abu Hind dari Al Walid bin Abdurrahman Al Jurasy dari Jubair bin Nufair dari Abu Dzar, ia berkata: Kami puasa bersama Rasulullah, dan Beliau tidak shalat bersama kami hingga tinggal sisa tujuh hari dari bulan Ramadhan. Kemudian Beliau beribadah bersama kami sampai menghabiskan sepertiga malam.
Beliau tidak beribadah bersama kami pada malam keenam, dan malam kelima Beliau beribadah bersama kami sampai larut malam. Kami lalu bertanya:
“Wahai Rasulullah, bagaimana bila engkau habiskan sisa malam ini untuk mengerjakan ibadah sunnah bersama kami?”.
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa beribadah bersama imam hingga imam itu pergi, maka dicatat baginya pahala ibadah seperti satu malam penuh.

Kemudian Beliau tidak shalat bersama kami hingga tinggal sisa tiga malam dari bulan Ramadhan. Pada malam ketiga Beliau shalat bersama kami dan mengajak keluarga serta istri-istri Beliau.
Beliau beribadah bersama kami sampai kami khawatir tiba saat kebahagiaan.
Aku bertanya kepada Beliau: “Apakah saat kebahagiaan itu?.”
Beliau menjawab: Sahur.

HR Tirmidzi No. 806 dan Ibnu Majah No.1327.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Zakat Fitrah Miliki Alasan Teologis

0

Ada alasan penting mengapa zakat fitrah boleh dibagikan sepanjang tahun bahkan seumur hidup. Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadakah Muhammadiyah (LazisMu), Hamim Ilyas, mengungkapkan bahwa zakat fitrah bukan hanya berlandaskan kemaslahatan untuk umum, pembagian hasil pengumpulan zakat fitrah selama setahun atau bahkan lebih juga memiliki landasan teologis.

Ia menjelaskan, perintah zakat fitrah ada pada tahun ke-2 hijiriah, atau 2 tahun nabi setelah di Madinah. Zakat fitrah oleh Rasulullah Muhammad SAW dimaksudkan membantu orang miskin di Madinah, supaya tidak mengemis pada Hari Raya.
“Sehingga zakat fitrah itu dalam bahasa Ushul Fikihnya itu ‘Ma’ulu Ma’na’ bisa dipahami tujuan disyariatkannya itu apa, untuk membuat pengemis tidak mengemis di hari raya Idul Fitri,” tutur Hamim dikutip dari muhammadiyah.or.id.

Hal itu merujuk ke Kitab Al Ma’rifatul Ulumul Hadist, dengan redaksi hadis “…..Agnuhum anit Thawafi fi hadzal Yaumi”. Hamim menjelaskan, redaksi itu menyebutkan bahwa seorang muslim harus berbuat supaya orang-orang miskin tidak mengemis pada Hari Raya Idul Fitri.

Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah ini menjelaskan, dalam al Bahtsul Muhaditsi, redaksi hadis tersebut ditemukan sebanyak 27 kali. Memang dalam hadis tersebut terdapat perawi yang dipersoalkan sehingga menjadi dhaif, namun ketika dhaif itu banyak karena sanadnya maka itu kualitasnya bisa menjadi Hasan Lighoirihi.

Dalam Mahdzab Hanafi, pemaknaan atas redaksi tersebut diluaskan. Disebutkan bahwa, berbuat untuk mencukupi kebutuhan orang miskin dari zakat fitri supaya tidak mengemis tidak hanya berlaku pada saat Hari Raya Idul Fitri saja, melainkan bisa dilakukan sepanjang umur orang menjalankan zakat fitri itu.

“Sehingga, berarti selama ini ada perbedaan hadis yang populer, hadis yang masyhur di kalangan umat. Kalau dalam Mazhab Maliki, Syafi’I, dan Hambali yang populer yang itu hadis …..Man ad Daha Qobla Sholati fa Hiya Shodaqotun Maqbulatun wa Man ad Daha Ba’da Sholati fa Hiya Shodaqotun Minas Shodaqat,” ungkapnya.

Mengutip pandangan dari Madhzab Hanafi, Hamim Ilyas menjelaskan bahwa zakat fitrah itu bukan hanya qouliyah (perkataan atau ucapan) ini tapi juga sunah fi’liyah (perbuatan) yang disandarkan kepada nabi. Sehingga dalam pandangan mazhab Hanafi, nabi nampaknya ketika itu mengkalkulasi untuk melakukan pemberdayaan para pengemis suapaya tidak mengemis di Madinah.
“Karena mencukupi supaya tidak mengemis di hari raya itu sudah cukup, maka kemudian itu silahkan didaftar lagi untuk menyerahkan zakat fitrahnya itu besok, supaya orang tidak mengemis lagi,” urai Hamim.

Menjawab terkait dengan munculnya polemik akibat adanya wawasan ini, Hamim menyebut bahwa terjadinya hal itu akibat perbedaan tradisi mahdzab saja. Yaitu tradisi mahdzab Maliki, Syafi’i dan Hambali. Menurutnya, jika wawasan ini dijelaskan di masyarakat yang bertradisi Hanafi akan dianggap biasa saja.

Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai Fikih Zakat Kontemporer disusun sebagai tuntunan yang mengarahkan umat Islam memaksimalkan potensi zakat untuk kesejahteraan sosial. Berdasar Munas Tarjih Muhammadiyah ke-31 dalam fikih zakat kontemporer ini diputuskan bahwa pada prinsipnya harta yang dizakati adalah harta simpanan dan penghasilan.

** ass

Akses Tol Ditutup

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Larangan mudik mulai berlaku pada 6-17 Mei 2021. Meski sudah dilarang ternyata masih banyak masyarakat yang tetap ingin melaksanakan mudik. Sebanyak 18 juta orang dari hasil survei Kementerian Perhubungan diperkirakan akan mudik dan aparat pun menyikapi larangan ini dengan menutup akses tol, salah satunya Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek mulai ditutup pada Kamis (6/5) pukul 00.00 WIB. Penutupan tersebut juga terkait dengan kebijakan larangan mudik selama Operasi Ketupat Jaya 2021

“Mulai pukul 24.00 nanti malam, Jalan Layang Japek (Jakarta-Cikampek) itu akan kita tutup yang dari arah Jakarta menuju ke Cikampek,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes, Sambodo Purnomo Yogo, Rabu (5/5).

Lanjut Sambodo, penutupan dilakukan dari tiga arah. Yaitu dari arah Cikunir, kemudian dari arah Tanjung Priok dan dari Tol Dalam Kota, di KM 10 Tol Japek. Dalam Operasi Ketupat Jaya 2021 sendiri, pihaknya mendirikan 31 titik pos pengamanan dan penyekatan. Termasuk di jalan-jalan arteri dan jalan-jalan tikus yang kerap digunakan pemudik untuk lolos dari pemeriksaan petugas.

“Kenapa kita tutup, karena mulai pukul 24.00 Wib kita akan mulai pemeriksaan dan penyekatan terhadap warga masyarakat,” ungkap Sambodo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan pihaknya akan menjaga ketat dan menyisir jalur-jalur tikus yang sering digunakan pengendara untuk lolos pemeriksaan petugas. Ia mengaku pihaknya telah belajar dari pengalaman larangan mudik tahun lalu.

“Kami sudah mengevaluasi pos-pos jalur tikus yang sempat bocor, sekarang kami sudah bangun di sana, untuk travel gelap juga kami akan tindak tegas,” terang Yusri.

Karena itu, Yusri mengimbau, agar masyarakat di Jakarta untuk tidak melakukan perjalanan mudik demi mencegah penyebaran Covid-19. Ia mengingatkan bahwa kasus pandemi Covid-19 masih cukup tinggi, khususnya di Jakarta.

“Nyok di Jakarta aja, nyok di rumah aja, ini imbauan kepada masyarakat tetap di rumah saja selama liburan mendekati Idul Fitri,” ajak Yusri. 

Sementara berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan setidaknya ada sekitar 7% atau 18 juta orang yang masih ingin melakukan mudik meski sudah ada larangan mudik. “Survei ini juga kami lakukan secara sistematis mulai dari apabila tidak ada larangan berapa yang akan pulang? 33% akan pulang. Setelah kita nyatakan kalau dilarang 11% tetap akan pulang. Setelah dilakukan pelarangan turun menjadi 7%. Itu pun cukup banyak 18 juta,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam diskusi FMB9 Jaga Keluarga, Tidak Mudik, Rabu (5/5).

Namun menurut Tirta Mandira Hudhi atau yang kerap disapa dr. Tirta, masalah yang dinilai cukup serius, yakni baik masyarakat maupun tenaga kesehatan sudah mulai pasrah akan aturan yang selalu berubah-ubah.

“Kemudian kita dihadapkan pada situasi orang Indonesia terbagi dua set nih, kita dosis aja gak cukup, udah gitu dilarang mudik, peraturannya terus berubah, liat di sana pesawat Wuhan dateng, di satu sisi kemaren juga India ada yang dateng kesini. Di satu sisi berubah-ubah terus jadi akhirnya nakes sama rakyat pun ah ya udah lah jaga diri sendiri-sendiri wong dosisnya juga gak ada,” tuturnya. 

** ass

Dewan Dukung Kebijakan Pembatasan Mal dan Pasar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menutup sementara pasar dan mal apabila disesaki pengunjung, mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD, Ence Setiawan.

Menurutnya, langkah itu tepat dilakukan lantaran saat ini Kota Bogor dan Indonesia secara keseluruhan tengah mewaspadai gelombang kedua Covid-19. Kendati, saat ini angka positif mulai melandai.

“Langkah pemerintah melakukan pembatasan sangat tepat sebagai antisipasi penurunan persebaran Covid-19,” ungkapnya.

Namun, kata dia, langkah itu harus dibarengi dengan pengetatan protokol kesehatan (prokes) dan pengawasan yang ekstra ketat. “Harus ada keseriusan pemerintah untuk melakukan pengawasan. Sebab, selama ini masih banyak daerah yang luput dari pantauan,” ungkapnya.

Ence juga mempertanyakan kesiapan pemerintah, apabila lonjakan Covid-19 terjadi pasca lebaran. Mengingat, saat ini Rumah Sakit (RS) Lapangan sudah dinonaktifkan. “Perlu dikaji dan dihitung mengenai ketersediaan fasilitas kesehatan untuk pasien Covid-19 nantinya,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor pada Rabu (5/5) terjadi penambahan 29 kasus positif Covid-19. Sedangkan penambahan kesembuhan bertambah 90 orang.

“Total yang masih sakit ada 458 orang dari total kasus terkonfirmasi secara keseluruhan 15.393. Sementara untuk yang sembuh totalnya 14.685,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Sri Nowo Retno.

Sebelumnya, Forkopimda dan Pemkot Bogor mengancam akan menutup mal dan pasar untuk sementara bila terjadi kerumunan.

“Jika mal dan pasar dipenuhi pengunjung, akan diambil kebijakan menutup sementara agar tidak terjadi kerumunan. Ini adalah upaya menghentikan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor,” ujar Wali Kota Bima Arya.

Menurut Bima, kesemrawutan dan kebersihan menjadi atensi setiap lebaran di kawasan Pasar Anyar atau Blok F Trade Center ini. Untuk mencegah naiknya kasus covid-19, berbagai upaya dilakukan, salah satunya mengantisipasi kerumunan.

Ia menuturkan, kendati Kota Bogor mencatatkan angka terendah setiap hari hanya sebanyak 13 kasus. Namun, secara nasional angka covid naik akibat kerumunan dan tingginya mobilitas warga.

“Kami akan koordinasikan dan secara teknis mengeluarkan kebijakan agar warga mematuhinya. Terkait trafic management, rekayasa lalin dan akses masuk dan keluar kedalam pasar akan diatur semuanya,” jelasnya.

Bima meminta warga untuk mempetimbangkan dengan matang, apabila ingin pergi ke tempat umum seperti pasar dan mal karena akan ada kebijakan sangat ketat terutama menjelang Idul Fitri.

** Fredy Kristianto

Pandemi Covid, Indocement Gelar Bukber Virtual

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk.  (Indocement) menyelenggarakan acara buka puasa bersama (Bukber) secara virtual bersama insan Pers regional Bogor yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, PWI Kabupaten Bogor, dan Ikatan Jurnalis  Televisi Indonesia (IJTI)  Bogor Raya, Rabu (5/5/21).

Acara ini dihadiri oleh  kurang lebih 100  wartawan secara daring. Acara buka  puasa ini dihadiri langsung oleh Direktur  Utama Indocement,  Christian  Kartawijaya, dan Antonius Marcos, Direktur dan Sekretaris Perusahaan.

Dalam sambutannya, Christian Kartawijaya menyampaikan bahwa  selama masa pandemi Covid-19  Indocement tetap menjalankan  beragam kegiatan terkait dengan bulan Ramadan tahun 2021.

“Kita membagikan paket bantuan sosial  (Bansos, red) sebanyak 2.000 paket sebagai pengganti kegiatan buka puasa  bersama desa mitra di kompleks Pabrik  Citeureup yang rutin dilaksanakan  setiap tahunnya. Kemudian pembagian  beras zakat sebanyak 27 ton untuk 12 desa mitra Indocement kompleks Pabrik Citeureup dan tiga kecamatan yaitu Citeureup, Klapanunggal,  dan Gunung  Putri,” ungkap Christian Kartawijaya.

“Lalu pembagian santunan anak yatim  dan dhuafa yang diadakan oleh pemerintah Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor,” ujar Christian menambahkan.

Masih kata Christian, Indocement juga banyak memberikan bantuan kepada masyarakat desa mitra dan fasilitas kesehatan di sekitar daerah operasional Indocement saat pandemi Covid-19.

“Indocement juga memberikan bantuan  alat kesehatan seperti obat-obatan, alat  pelindung diri (APD) seperti masker, kaca mata keselamatan, sepatu boot, dan jas hujan. Ada juga, bantuan alat  kebersihan seperti electric sprayer, cairan disinfektan, cairan pembersih  rumah, sabun anti bakteri dalam bentuk  padat dan cair,  tempat cuci  tangan,” bebernya.

Indocement, lanjut Christian bekerja  sama dengan Dinas Kesehatan  Kabupaten Bogor menyelenggarakan  visualisasi mengenai Covid-19 di 12  Desa mitra Indocement Kompleks  Pabrik Citeureup. “Indocement juga secara kontinu melakukan webinar  kesehatan terkait hidup sehat selama pandemi kepada masyarakat sekitar di  seluruh area operasionalnya,” terangnya.

Terpisah, Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo, S.Ip dalam webinar mengungkapkan rasa terimakasihnya atas undangan bukber dan diskusi yang diselenggarakan oleh PT Indocement. Menurutnya dimasa Pandemi seperti sekarang ini, PT Indocement masih menunjukkan kepedulianya kepada rekan-rekan wartawan.

“Mewakili rekan-rekan wartawan yang tergabung di PWI Kabupaten Bogor, saya mengapresiasi acara bukber ini walau digelar secara virtual. Semoga kedepan kita tetap bisa bertatap muka untuk saling memberikan masukan dan wartawan bersama Indocement terus terjalin silaturahmi yang baik,” ujar H. Subagiyo.

** Nay Nur’ain

Selain BLT, Pemdes Nanggung Bakal Bangun TPT Dampak Bencana Alam

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Selama pandemi belum berakhir, sejumlah bantuan untuk warga terdampak terus diberikan. Salah satunya  penyaluran bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD). Seperti yang berlangsung di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, dimana sejumlah warga menerima bantuan.

Kepala Desa Nanggung Muhamad Sodik menyatakan, total penerima BLT DD desa tersebut sebanyak 100 penerima. Dari Januari, penerima  manfaat  mendapatkan bantuan sebesar Rp 300 ribu, dan bulan berikutnya seperti Februari dan Maret masih menyusul.

Menurut dia, sebelum pencairan bulan berikutnya diberikan, pihak desa harus melaporkan terlebih dahulu untuk memastikan jumlah penerima.  “Tiap pencairan untuk jatah satu bulan, selanjutnya dilaporkan terlebih dahulu kemudian mengajukan kembali untuk bulan berikutnya. Sementara  yang diserahkan  terhitung pada bulan Januari,” terangnya.

Adapun penentuan penerima BLT DD, kriterianya yakni keluarga yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, baik itu PKH, BPNT, BST maupun bantuan sosial lainnya. Kriteria tersebut memudahkan pendataan calon KPM agar tidak menerima bantuan ganda.

“Tujuannya untuk  pemerataan  di masyararakat secara keseluruhan,” kata Muhamad Sodik kepada Jurnal Bogor, Rabu (5/5).

Hadir dalam  penyerahan BLT- DD, pendamping desa, BPD, Kadus, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat penerima manfaat.

Dari total anggaran, kata Sekretaris Desa Nanggung, Pirman sejumlah dana desa 8 persennya digunakan untuk penanganan Covid-19. “Selain itu, adanya juga dana desa digunakan untuk penglokasian pembangunan Tembok Penahan Tanah yang terletak di kampung Siranggap,” jelasnya.

Tidak lama lagi, jelas Pirman, puluhan meter TPT akibat bencana alam satu tahun lalu segera dibangun.

** Arip Ekon