26.3 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1204

Sentul Highland Golf Club dan Artis Community Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sejalan dengan program vaksinasi massal Covid-19 yang sedang digencarkan Presiden Jokowi yang menargetkan pemberian satu juta vaksin perhari di bulan Juli dan dua juta perhari pada Agustus mendatang.

Sentul Highlands Golf Club (SHGC) sebagai salah satu pelaku bisnis yang berlokasi di Kabupaten Bogor turut berpartisipasi dalam mendukung program tersebut dengan menghadirkan kegiatan Vaksinasi Massal secara gratis.

Kegiatan bertajuk “ SHGC & Golf Community Berbagi 1000 Vaksin” akan digelar selama empat hari pada Rabu-Sabtu, 28-31 Juli 2021 di Sentul Highlands Golf Club. Adapun target peserta penerima vaksin ini adalah golfer beserta keluarganya dan juga masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar SHGC.

Aida Ristany selaku Commercial Director Sentul Highlands Golf Club menjelaskan bahwa kegiatan ini juga didukung oleh Brand Ambassador SHGC ; Samuel Zylgwyn, Aaliyah Massaid, Rory Hie dan Depaf Reguna Tarigan, para artis, influencer dan para ketua golf community untuk turut serta menyukseskan kegiatan vaksinasi ini dalam rangka mendukung program Pemerintah guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Melalui promosi yang dilakukan oleh para artis, influencer serta ketua community club menjadi salah satu strategi kami agar kegiatan berbagi 1000 vaksin dapat mencakup masyarakat luas. Tak hanya itu, kami juga berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang paham akan pentingnya vaksinasi,” jelas Aida.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan program vaksin gratis, wajib mengenakan masker dua rangkap (Double), menjaga protokol kesehatan 5M memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan mengindari kerumunan.

Disamping itu warga diharapkan datang tepat waktu, membawa fotocopy KTP, fotocopy Kartu keluarga dan pulpen. Adapun bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan program vaksinasi dapat menghubungi team registrasi di nomer telpon 08111157888 atau 021 – 87960266/68.

Aida pun berharap supaya kegiatan ini membantu negara dalam melawan penyebaran Covid- 19 di Indonesia. “Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan bersama menjadi sangat penting dimasa pandemi seperti saat ini. Kami percaya, dengan langkah kecil yang dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam menghentikan penyebaran Virus Covid-19 dapat membantu pemulihan ekonomi negara ini,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Menkominfo Diminta SMSI Sulsel dan Bengkulu Evaluasi Ulang Program Diseminasi KPCPEN

0

Makassar | Jurnal Inspirasi

Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyayangkan program kegiatan Diseminasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang dikelola Kementerian Kominfo (Menkominfo).

Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor media massa yang dilakukan Menkominfo dianggap tak adil. Hal ini nampak dari nilai kontrak kegiatan Diseminasi KPCPEN 2021 kepada media lokal di lapangan.

Ketua SMSI Sulsel, Rasid mengatakan kegiatan Diseminasi KPCPEN merupakan kebijakan yang meminta semua kementerian agar mengalihkan anggaran belanja iklan mereka, terutama iklan layanan masyarakat, kepada media-media lokal.

“Hanya saja, pelaksanaan di lapangan serasa mencederai rasa keadilan dan bahkan terkesan menindas media-media daerah anggota kami. Nilai kontrak yang diberikan mulai 6 juta, 5 juta, 4 juta bahkan ada yang 3 juta rupiah/kontrak,” kata Rasid dalam keterangan, Kamis (22/7).

Rasid menyebutkan dengan frekuensi konten 12-25 kali pemuatan/kontrak, di dapat nilai sebesar lebih kurang Rp100 ribu/konten. Padahal dengan alokasi anggaran yang luar biasa besar, seharusnya media-media daerah bisa memperoleh kompensasi antara Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta/artikel konten.

“Ibarat langit dan bumi jika kita bandingkan dengan nilai yang diperoleh media-media lain di Jakarta. Bahkan harga sekantong Bansos (bantuan sosial) untuk fakir miskin pun bernilai lebih besar dari yang diperoleh media-media daerah anggota kami,” sebutnya.

Karena itu pihaknya bersama pengurus SMSI pusat menyatakan protes dan keberatan atas perilaku tidak adil jajaran Kementerian Kominfo dan pihak ketiga selaku pemenang tender program tersebut.

Bentuk protes tersebut melalui surat yang dilayangkan pengurus SMSI pusat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.

“Kami berharap Pak Menteri mengevaluasi kembali pelaksanaan daripada penyelenggaraan Diseminasi KPCPEN di Kementerian Kominfo secara seksama,” pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan Anggota komisi etik Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) sekaligus pengamat komunikasi dan pemerintahan, Firdaus Muhammad.

Ia menyebut kebijakan yang ada harus juga mempertimbangkan keberadaan media lokal yang ada. Sehingga kebijakan yang diambil kemudian dapat adil bagi semua elemen.

“Kebijakan itu seharusnya juga pertimbangkan keberadaan media lokal sehingga lebih adil terutama soal layanan iklan masyarakat. Kondisi media lokal butuh perhatian pusat melalui kebijakan,” ujar Dosen UIN Alauddin Makassar itu.

Ditempat terpisah, hal senada disampaikan juga Oleh Wibowo Susilo, ketua SMSI Bengkulu yang juga Direktur Bengkulutoday.com. Ia mengatakan, program ini sesungguhnya sangat mulia, tetapi jika jatuh ketangan penjahat, nilainya jadi buruk.
“Semestinya kebijakan dan program KPCPEN ini sangat mulia, tetapi jika jatuh ketangan yang salah, nilainya jadi buruk. Melihat indikator ini, saya khawatir Bapak Menteri kominfo tidak tahu hal seperti ini. Untuk itu, kami minta bapak menteri kominfo dapat mengevaluasi pelaksanaan program KPCPEN di lingkungannya”. Ujar Bowo.

Bowo juga menyampaikan “kami yakin, bapak menteri mau mendegar keluh kesah kami di daerah. Jika kami dari masyarakat pers saja diperlakukan seperti ini, kami khawatir ada yang lebih buruk diperlakukan dari pada kami” tandas bowo.

**ass/rls

PPMKP Jadikan Idul Adha Sebagai Momen Belajar Keikhlasan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Hari Raya Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk berbagi dengan tulus dan penuh keikhlasan. Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Yusral Tahir mengatakan momen Idul Adha memberikan kita pelajaran tentang keikhlasan.

“Banyak pelajaran yang harus kita ambil dari momen idhul adha ini, salah satunya keikhlasan kita untuk berkurban atau bersedekah atas pada yang paling kita cintai”, ucap Yusral membuka kegiatan penyembelihan hewan kurban yang diselenggarakan oleh PPMKP, Rabu 21 Juli 2021.

“Kita dapat mengambil pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim AS, dimana beliau rela menyembelih anak yang paling dicintainya atas perintah Allah, hikmah yang bisa kita ambil yaitu jangan terlalu mencintai sesuatu karena semua yang ada di dunia ini milik sang pencipta dan kita semua akan kembali pada-Nya”. Jelas Yusral.

Lebih lanjut, Yusral menjelaskan bahwa sebaiknya kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki, “Jadi bersyukurlah jika kita memiliki sesuatu, ya kita bersyukur saja tetapi tidak usah berlebihan. Dengan bersyukur Allah pasti akan menambah nikmat kita”, ungkapnya.

Dengan mengangat tema “Kurban Berkah, Berbagi di Tengah Pandemi”, Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan dengan tetap menerapkan prortokol kesehatan di pelataran masjid Al Huda.
Shohibul Qurban (sebutan untuk orang yang melakukan ibadah kurban) merupakan pegawai PPMKP dan masyarakat sekitar, berpartisipasi dalam menyerahkan tiga ekor sapi dan dua ekor kambing untuk DKM Al Huda.

Sebanyak 582 paket daging kurban diserahkan untuk warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan PPMKP, antara lain Kampung Jerorante Nono, Jerorante, Poncol, Pilar, dan Lebak Pilar.

Suganda, warga kampung Poncol mengapresiasi kegiatan ini, “Saya sangat berterimakasih, dan pastinya sangat berkah mendapat daging qurban setiap tahunnya dari masjid Al Huda dan PPMPKP.” Seperti diketahui bahwa PPMKP selalu menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban.

Menurut Henny Kurniasari, salah satu panitia sekaligus pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Al Huda menyampikan bahwa kegiatan dapat diselenggarakan dengan baik, atas kerjasama tim dan dukungan dari semua pihak. Ketua RT juga dilibatkan dalam pembagian daging kurban sehingga kegiatan dapat berjalan degan tertib, tanpa kerumunan jelasnya.

“Harapan ke depan semoga yang berqurban lebih banyak lagi. Sehingga bertambah lagi kampung yang dapat menerima daging kurban.” Ajak Heni di akhir kegiatan.

** Nita/ Osi WR/ PPMKP

Sofwan Ali Bakal Menjadi Rival Berat Petahana Pokja Wartawan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pemilihan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kabupaten Bogor masa bakti 2021-2024 yang akan dilaksanakan selama dua hari dipastikan bakal seru.

Sofwan Ali, Bakal Calon (Balon) Ketua Pokja wartawan Kabupaten Bogor, resmi menyerahkan berkas pencalonan dan akan menjadi Rival terberat ketua petahana Em Liswandi.

Pelaksanaan pemilihan Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bogor, dipastikan tidak berubah yaitu tanggal 30-31 Juli  2021, bertempat di Villa Bukit Hambalang.

“Sampai saat ini, sudah ada dua Balon yang menyerahkan berkas panita dan segera akan diverifikasi,” ujar ketua panitia pemilihan, Dauri di sekretariat Pokja, Jalan Bersih, lingkungan Pusdai Cibinong, Rabu (21/7/2021).

Dauri mengatakan, panitia masih membuka dan memberi kesempatan kepada seluruh pengurus maupun anggota yang ingin mendaftar menjadi ketua Pokja wartawan Kabupaten Bogor, sampai dengan batas waktu tanggal 23 Juli pukul 00.00 WIB.

“Silahkan kepada teman-teman pengurus dan anggota yang ingin mengambil formulir pendaftaran, kami masih membuka pendaftaran sampai batas waktu yang sudah disepakati,” ungkapnya.

Penetapan Balon menjadi calon ketua Pokja Wartawan kabupaten Bogor, akan diumumkan pada tanggal 27 Juli 2021.

Sementara, Sofwan Ali, Balon Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bogor menegaskan, dirinya ikut dalam pencalonan di pemilihan ketua Pokja, dengan sejumlah program kerja yang tentunya untuk membawa perubahan.

“Saya ingin wartawan Pokja bersinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya. Sehingga dapat ikut berperan serta dalam membangun Kabupaten Bogor lebih baik lagi,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Bogor Ganjil Genap Lagi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Satgas Covid-19 Kota Bogor kembali memberlakukan Ganjil Genap untuk kendaraan roda dua dan empat di ‘Kota Hujan’, yang akan diberlakukan mulai 23 hingga 25 Juli. Langkah itu diambil untuk PPKM Level 4.

“Ganjil genap dimulai hari Jumat hingga Minggu. Berlaku selama 24 jam,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Condro Purnomo kepada wartawan, Rabu (21/7).

Menurut dia, pada Ganjil Genap kali ini nantinya akan ada 22 titik check point. Mereka akan memeriksa setiap kendaraan pribadi yang akan melintas.

Apabila pelat nomor kendaraan tidak sesuai dengan jadwal hari penerapan Ganjil Genap, maka akan diputar balik oleh petugas jaga. Kata dia, ada beberapa alasan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengganti pemberlakuan penutupan total di sejumlah ruas jalan dan pintu tol masuk Kota Bogor dengan Ganjil Genap.

Pertama, sambung dia, Kota Bogor merupakan kota perlintasan. Kemudian, masih banyak masyarakat Kota Bogor yang akan belanja kebutuhan hidup merasa terganggu dengan adanya penyekatan total.

“Masyarakat yang akan berbelanja sehari-hari itu juga ikut tersekat pada saat kami melakukan pengurangan mobilitas. Ganjil genap ini dari melarang kami ubah menjadi mengatur agar masyarakat bersabar, bergantian berbelanja kebutuhan,” jelasnya.

Kapolresta meyakini bahwa pelonggaran pada masa PPKM Level 4 tak akan membuat mobilitas di Kota Bogor kembali naik. Hal itu lantaran dalam sepekan terakhir ini baik Pemkot Bogor sudah mulai menggelontorkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat terdampak PPKM Darurat. Begitu juga bantuan obat-obatan dan uang tunai dengan mekanisme door to door sudah mulai disalurkan ke penerima manfaat oleh pemerintah pusat.

“Situasi saat ini sudah banyak bantuan-bantuan yang turun kepada masyarakat. Upaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari juga pasti meningkat. Karena itu diberlakukan ganjil genap,” paparnya.

Lebih lanjut, kata dia, selama masa PPKM Level 4 ini nantinya akan ada tim khusus yang akan mengawasi setiap kantor non-esensial dan non kritikal. Hal ini untuk memastikan perusahaan tersebut menerapkan work from home (WFH). “Sehingga ini nantinya tidak menjadi perdebatan di jalanan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Satgas Covid-19 Kota Bogor sempat menerapkan beberapa kali kebijakan itu di akhir pekan. Namun, seiring adanya kebijakan PPKM Darurat, Ganjil Genap ditiadakan dan diganti dengan penutupan total secara bergilir baik di pusat kota, wilayah perbatasan hingga pintu tol.

** Fredy Kristianto

Bupati Beri Hewan Kurban ke Warga Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin turut andil memberikan satu ekor sapi kapada masyarakat Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Bantuan hewan kurban tersebut  tentu saja disambut antusias  warga Desa Nanggung.

Tokoh masyarakat Nanggung Abdul Koharudin, menyampaikan dalam hari raya Idul Adha, selain Bupati dirinya berkurban untuk di bagikan terhadap masyarakat kurang mampu dan juga yang betul-betul terdampak akibat pandemi Covid-19. “Kita mendapatkan satu ekor sapi dari Bupati Bogor Ade Yasin, dan satu ekor kerbau itu dari saya untuk berkurban,” ujarnya.

Atas bantuan hewan kurban dari Bupati Bogor, pihaknya meucapkan terimakasih semoga di tahun depan Bupati Bogor bisa kembali ikut andil menyalurkan hewan kurban bagi warga Nanggung.

Seperti diketahui, momentum perayaan Idul Adha 1442 Hijriah selalu dimanfaatkan bagi umat muslim untuk saling berbagi hewan kurban. “Ini yang kita prioritaskan untuk janda, anak yatim-piatu, dan orang tidak mampu, karena mereka sangat membutuhkan apa lagi kondisi saat ini yang dimasa pendemi Covid-19,” ungkapnya kapada wartawan kemarin.

Selepas berkurban pihaknya menyalurkan untuk warga yang membutuhkan, selebihnya diprioritaskan untuk diberikan kepada masyarakat sekitar sehingga saling merasakan.

Menurut Kohar, tentunya ini manjadi doa dan harapan agar pandemi Covid-19 bisa cepet barlalu, sehingga bisa kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. “Dengan hari raya Idul Adha ini menjadi bagian kita harus saling berbagi dan saling merayakan kemenangan, sehingga pandemi Covid-19 bisa cepet berlalu,” tukasnya.

** Arip Ekon

Petinggi Dinsos Bungkam Ditanya Jumlah dan Anggaran KPM BPNT

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Sikap tutup mulut para petinggi di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, saat diminta informasi terkait jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) se Kabupaten Bogor, menuai kecaman dari salah satu tokoh wilayah selatan, Indra Surkana.

Menurutnya, sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Dinsos sebagai instansi yang mengelola BPNT paska terjadinya pandemi Covid-19, tidak menutup-nutupi terkait informasi, baik itu ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), wartawan maupun ke masyarakat.

 “Sekecil apapun informasi, sesuai UU KIP itu harus nyampe ke masyarakat. Jangan ditutupi pemerintah atau dinas terkait,” ungkap Indra, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (21/7).

Indra minta Bupati Bogor untuk menindaktegas setiap dinas yang tidak kooperatif dalam memberikan informasi. Terlebih, informasi tersebut untuk kepentingan masyarakat luas di Kabupaten Bogor.

 “Bupati jangan diam saat ada anak buahnya seperti itu. Berikan sanksi tegas agar tidak ada lagi dinas yang menutupi informasi, apalagi soal bantuan sosial,” tegas mantan Kepala Desa (Kades) Cijeruk tersebut.

Indra yang merupakan tokoh sentral di wilayah Cigombong dan Cijeruk pun menilai, keberadaan wakil rakyat harus lebih kritis dan mendorong Bupati Bogor untuk memberikan teguran kepada dinas yang melanggar KIP.

 “DPRD harus menjalankan tugasnya dengan menegur Dinsos agar memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, terkait jumlah KPM BPNT di Kabupaten Bogor dan besaran anggaran yang diterima setiap bulan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinsos, Mustaqim saat diminta informasi melalui pesan WhatsApp terkait jumlah KPM BPNT dan besaran anggaran per bulan di Kabupaten Bogor, tidak bersedia memberikan keterangan.

 “Saya sedang sakit, silahkan hubungi saja Sekretaris Dinsos,” ujarnya sambil memberikan nomor kontak Sekretaris Dinsos, Dedi Supriadi.

Hal serupa juga dilakukan Sekretaris Dinsos, Dedi Supriadi yang beralasan tidak tahu data secara keseluruhan jumlah KPM BPNT dan besaran bantuannya.

 “Silahkan hubungi saja kepala seksi (Kasi). Karena saya lagi diluar dan bukan jam kantor, takut salah memberikan data,” paparnya sambil memberikan kontak Kasi Dinsos.

Namun, Kasi Dinsos yang diminta informasi nya, lagi-lagi memilih bungkam tanpa memberikan keterangan apapun. Melalui pesan WhatsApp dan ditelepon, Kasi Dinsos sama sekali tidak merespon.

** Dede Suhendar

Tidak Ada Laporan, Pemdes Cileungsi Sesalkan Proyek Pembangunan Sekretariat Gapoktan Bina Sejahtera

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa (Pemdes) Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mempertanyakan proyek pembangunan gedung sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Sejahtera di Kampung Ciherang Gede. Sebab, pelaksana proyek belanja hibah barang dan jasa kepada badan dan lembaga nirlaba bersifat sosial kemasyarakatan yang bersumber dana dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2021 sebesar Rp.184 juta lebih itu, dinilai sudah melanggar Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Baban Subandi menyatakan, pihak desa tidak mengetahui adanya kegiatan proyek pembangunan gedung sekretariat Gapoktan Bina Sejahtera yang ada di Kampung Ciherang Gede tersebut.

 “Belum ada laporan dari pihak pelaksana proyek maupun Ketua Gapoktan Bina Sejahtera. Makanya saya tidak tahu,” ungkapnya kepada wartawan.

Dikatakan Baban, seharusnya sebelum ada pelaksanaan pembangunan yang dikerjakan pihak ketiga dalam hal ini CV Augusta, terlebih dahulu dari pihak pelaksana atau pemenang proyek memberikan surat pemberitahuan ke desa. “Ini mah tidak ada laporan apapun, baik secara tertulis maupun lisan,” paparnya.

Baban menyayangkan juga sikap tidak kooperatif pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kelas A Wilayah VII yang berada di komplek pemerintahan Ciawi. Dimana, instansi kepanjangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bogor itu, tidak berkoordinasi dengan pemdes.

 “Pihak UPT juga harusnya ada laporan ke kami, kalau di wilayah kami sedang ada proyek pembangunan bersumber anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” tegasnya.

Ketua Gapoktan Bina Sejahtera, Harun membenarkan adanya proyek bantuan dari Pemkab Bogor untuk pembangunan sekretariat P4S yang berada di lokasi Gapoktan.  “Saya tidak tahu apa-apa. Yang mengerjakan langsung dari pihak ketiga. Saya hanya terima kunci saja setelah pembangunan selesai,” akunya.

Harun mengakui, jika pembangunan sekretariat P4S yang ada di Gapoktan Bina Sejahtera, tidak melibatkan warga sekitar. Karena, untuk para pekerja pembangunan semua dibawa pihak ketiga.

 “Para pekerja semuanya dari pemenang proyek. Dan tidak ada warga setempat yang ikut terlibat dalam pembangunan,” imbuhnya.

Sementara, Kepala UPT Pertanian Kelas A Wilayah VII, saat didatangi ke kantornya, sedang rapat dengan Kepala Dinas Pertanian melalui zoom metting. “Maaf saya lagi rapat dulu dengan kepala dinas,” tukas perempuan berkerudung yang saat itu berada didalam kantor UPT Pertanian.

** Dede Suhendar

Masjid At- Taqwa GBJ Terapkan Prokes Saat Penyembelihan Kurban

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pengurus Masjid  At-Taqwa Perumahan Griya Bukit Desa Tlajung Udik ,Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat untuk mencegah penularan Covid-19 saat penyembelihan hewan kurban.

“Petugas harus menggunakan masker dan sebelum masuk lingkungan masjid diukur suhu tubuhnya, jika suhu tinggi tidak kami izinkan ikut sembelih,” kata  H Rozak, Ketua DKM Masjid At -Taqwa, Selasa (20/07).

Menurut dia, penyembelihan  dilakukan di area terbuka, yakni di  halaman masjid yang  dikerjakan oleh panitia petugas masjid. Berdasarkan data yang dikumpulkan pengurus masjid, jumlah hewan kurban mencapai  13 ekor sapi dan 40 kambing kurban.

“Saat pelaksanaan  Idul Adha pihak panitia  mengikuti  prokes sekaligus berupaya memutus penularan Covid-19,” katanya

Ketua Bariman saat dikonfirmasi menerangkan, untuk tahun ini pihak panitia membatasi warga  untuk melakukan hewan kurban. Hal ini untuk memutuskan penyebaran  Covid – 19.

** Nay Nur’ain

BCC Bakal Diperluas Hingga Tingkat Kecamatan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Terus mendapat kritik dari berbagai aktivis buruh tentang Program Bogor Career Center (BCC) yang dinilai belum bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor, Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor menjanjikan perluasan BCC hingga tingkat kecamatan.

Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Joko Sumarno menjelaskan, hingga saat ini program BCC yang diharapkan oleh masyarakat bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor masih dalam tahapan pengembangan.

“Insya Allah target pengembangan selesai di bulan Agustus 2021, rencananya pengembangan tersebut, tersedianya gerai BCC di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/07).

Adapun layanan yang nanti disediakan dalam gerai BCC, menurut Joko ialah tentang informasi lowongan pekerjaan, informasi peningkatan kompetensi, informasi pemagangan, dan beberapa hal lain yang ada keterkaitannya dengan pelayanan Disnaker, termasuk data ketenagakerjaan.

“Program BCC sebagai penyedia informasi dan data ketenagakerjaan, diantaranya informasi lowongan kerja, sehingga membuka kesempatan masyarakat Kabupaten Bogor dapat bersaing di dunia kerja,” singkatnya.

Sebelumny, salah satu aktivis buruh yang menyoroti program BBC ini ialah Rizal Reinden. Ketua Forum Komunikasi Buruh Citeureup (FKBC) ini mengatakan, sejauh ini yang diciptakannya BCC belum ada kinerja yang bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor.

“Seharusnya BCC bisa memberikan informasi terkait kebutuhan akan tenaga kerja di wilayah Kabupaten Bogor sesuai dengan maksud dan tujuannya lembaga ini didirikan,” ucapnya.

 Sehingga, lanjut Rizal, kehadiran lembaga ini bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor. “Minimal bisa memberikan informasi atau dapat memfasilitasi skill akan kebutuhan tenaga Kerja sampai penempatan tenaga kerja namun sampai saat ini kami belum melihat output atau hasilnya,” jelas Rizal.

** Nay Nur’ain