Gugus Tugas Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor terus salurkan bantuan paket sembako baik dari pemerintah desa, Bupati dan Dinas Sosial untuk warganya yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman).
Kades Cibadak Lia Muliya mengatakan, Gugus Tugas Desa Cibadak selain melakukan upaya pencegahan Covid 19 dengan sosialisasi dan penyemprotan cairan disinfektan, juga mendirikan posko Covid khusus di wilayah Perumahan Dramaga Pratama.
Pihaknya juga terus membantu warga yang berada di Desa Cibadak yang saat ini terkonfirmasi Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri.
Sesuai instruksi Bupati Bogor warga Isoman harus mendapatkan perhatian lebih. Selain pendataan. Juga harus mendapatkan pasokan makanan dan obat-obatan yang cukup agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Bantuan paket sembako diberikan kepada warga yang terpapar Covid 19 dan melakukan Isolasi mandiri, baik warga Cibadak asli maupun yang domisili yang tinggal di wilayah Cibadak,” kata Lia Muliya kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).
Lebih lanjut Lia mengatakan, untuk saat ini Juli 2021 warga yang terkonfirmasi Covid-19 di Desa Cibadak sekitar 64 dan melaksanakan isoman.
Lia mengatakan dari total 64 yang positif diantara 16 sudah sembuh, tapi ada juga yang meninggal 2 orang.
“Data 19 Juli 2021 64 positif meninggal 2 yang sembuh 16. Alhamdulillah banyak yang mulai sembuh,” kata Lia.
Lebih lanjut terkait vaksinasi Lia mengatakan, pihaknya masih terus berupaya untuk mendorong warga untuk melaksanakan vaksinasi. Pasalnya untuk jumlah vaksinasi di Desanya baru mencapai sekian persen.
“Kami terus mengajak agar warga mau melaksanakan vaksinasi, masih rendah angka vaksinasi lantaran banyak warga yang masih takut karena terpengaruhi informasi hoax soal vaksinasi,” pungkasnya.
Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tahun 2021, yang rencananya dihelat 28 Juli – 1 Agustus 2021 menyedot animo petani dan penyuluh di Provinsi Aceh. Tidak hanya penyuluh ASN (PNS dan PPPK) tetapi juga penyuluh swadaya berbondong melakukan registrasi.
Mukhlis Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh menuturkan sudah 90,34% dari target 2.597 penyuluhnya mendaftarkan diri mengikuti pelatihan.
“Kami bangga pada teman – teman penyuluh di provinsi Aceh yang sampai saat ini sudah 90 persen lebih penyuluhnya mendaftar. Setelah mendaftar, jangan lupa penyuluh yang ada di lapangan untuk merangkul, mengajak juga petani untuk mendaftar sehingga kuota yang diberikan pada kita terpenuhi, “ ujarnya, dalam forum Ngobrol Asyik Via Online (Brokoli) yang digelar Pusat Pelatihan manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Jum’at (23/07/2021).
Disaat pandemic, kata Mukhlis sangat sulit bisa bertemu langsung, karena berbagai keterbatasan. Untuk itu penyuluh dan petani dihimbau memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Iapun menyarankan agar penyuluh serius mendata dan mengajak petaninya mendaftar dan mengikuti pelatihan pada waktunya nanti.
Materi tentang kesuburan tanah yang nantinya akan disampaikan sangat bermanfaat untuk diaplikasikan guna meningkatkan kesuburan tanah diwilayah aceh. Demikian pula dengan materi tentang KUR. “ Seluruh anggaran difokuskan untuk kesehatan, adanya pelatihan ini sangat penting diikuti sebagai penambah wawasan. Terutama ASN PPPK yang baru diangkat,” ajaknya.
Mengusung tema Sukseskan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, Brokoli yang mendapatkan respon 942 peserta, ditutup Kepala PPMKP Yusral Tahir. Dalam sambutannya Yusral sangat mengapresiasi Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Aceh yang gencar mendorong penyuluh diwilayah tersebut untuk mengikuti pelatihan.
Apresiasi juga disampaikan Yusral kepada para penyuluh serta petani milenial. ‘Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh’ menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo adalah langkah Kementerian Pertanian untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian guna mewujudkan pertanian Indonesia makin maju dan memiliki daya saing.
“SDM pertanian harus terus diasah agar semakin kapabel. Dengan diberikan pelatihan secara masif, hasilnya tentu semakin positif,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Sementara itu Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa kesehatan petani harus dijaga, terutama di era pandemi COVID-19.
“Agar semuanya sehat secara umum, maka masyarakat harus mengutamakan konsumsi pangan lokal. Dengan begitu, petani Indonesia akan sejahtera. Produktivitasnya tinggi seiring peningkatan kompetensi SDM,” jelasnya.
Sebagai informasi Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh memiliki durasi waktu 10 jam per sesi dengan beragam materi dan Narasumber pada pelatihan ini diantaranya dari Widyaiswara.
Widyaiswara PPMKP Ciawi, Bogor akan hadir pada gelombang 5 tanggal 30 Juli 2021 pukul 09.00 WIB dengan materi Pupuk Kompos, Pupuk Hayati, dan Pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Upaya percepatan vaksinasi terus dilakukan pemerintah sebagai bentuk penanganan Covid-19. Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Ir. Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah saat ini sedang berusaha keras meningkatkan cakupan program vaksinasi. Hingga saat ini, program vaksinasi telah sampai pada tahap ketiga selain tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, kini masyarakat usia 12-17 tahun juga sudah dapat menerima vaksin.
Executive Vice President Telkom Regional II Teuku Muda Nanta sebagai narasumber Seminar dalam jaringan (Semaring) Dies Natalis ke-3 Fakultas Vokasi UKI, Jakarta, Sabtu (17/7).
“Sasaran vaksinasi nasional di tingkatkan menjadi 208,2 juta. Dari yang sebelumnya hanya 181,5 juta,” ujar Budi sebagai keynote speech dalam Seminar Dalam Jaringan Nasional (Semaring) Dies Natalis ke- 3 Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI), Sabtu (17/7/). Menurut Budi, upaya percepatan program vaksinasi Covid-19, dibutuhkan peran serta dari semua pihak.
“Saya sangat mengapresiasi pihak-pihak yang telah membantu pemerintah dalam akselerasi program vaksin agar dapat tercapai. Dengan membuat sentra vaksinasi dan mengedukasi masyarakat agar bersedia di vaksin. Fakultas Vokasi UKI dapat turut andil dalam menangani pandemi Covid-19. Dalam program vaksinasi, UKI dapat memberikan dukungan dengan mengedukasi akan pentingnya vaksin. Selain itu, berbagai inovasi penelitian dan pemikiran cerdas civitas akademika akan menjadi amunisi dalam menghadapi pandemi ini,” ungkap Budi.
Sementara, Rektor UKI Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH., M.H., MBA mengatakan, Seminar dalam jaringan (Semaring) yang termasuk dalam kegiatan Dies Natalis ke-3 Fakultas Vokasi UKI ini dilakukan untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah.
“Semaring ini sebagai bentuk edukasi terkait masalah epidemiologi dan juga mengenai masalah pentingnya vaksinasi untuk mengurangi penyebaran Virus Covid-19, dan bagaimana cara berbisnis di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Dhaniswara.
Selain dihadiri oleh Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, Semaring ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa Lado Purab, S.St.Ft., S.K.M. M.Fis, dan dipimpin oleh moderator Singgih Sasongko, S.IP., M.Si yang juga merupakan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UKI. Pada Seminar Dalam Jaringan Nasional Dies Natalis ke-3 Fakultas Vokasi UKI ini juga menghadirkan narasumber Executive Vice President Telkom Regional II Jakarta, Teuku Muda Nanta, S.T., M.Eng.
Penerapan digitisasi dan digitalisasi sangat dibutuhkan UMKM di era Pandemi Covid-19, semua produk harus tersedia secara online di marketplace, e-commerce dan media sosial.
“Pandemi Covid-19 mendorong masyarakat untuk beraktifitas melalui platform digital. Masyarakat, UMKM dan industri bisa memanfaatkan fenomena ini untuk meluncurkan produk atau jasa baru yang merambah segmen digital,”ujar Teuku Muda Nanta.
Komisaris Telkom Akses ini memaparkan,“Dalam pengembangan usaha menuju digitalisasi, UMKM membutuhkan connectivity internet. Telkom hadir menyediakan jaringan internet terbaik dengan berbagai macam pilihan produk sesuai dengan kebutuhan.”
Beragam layanan digital hadir untuk mempermudah operasional usaha UMKM. Beberapa produk digital service Telkom untuk segmen UMKM adalah Point of Sales (POS) Bonum untuk mempermudah manajemen stock barang dan kasir. QREN sebagai alat bayar digital dan CloudX sebagai layanan untuk meeting virtual. Telkom terus mendorong peningkatan kemampuan digital para pelaku usaha UMKM melalui program kemitraan seperti Rumah BUMN, Indigo untuk pengembangan start up, dan turut terlibat dalam program ITDRI (Indonesia Telecommunication Digital Research Institute) untuk membangun ekosistem riset telekomunikasi dan teknologi digital.
Telkom menghadirkan beberapa digital platform terbaik untuk mendorong pertumbuhan UMKM seperti Pasar Digital (PaDi) UMKM, dimana pelaku UMKM dapat menjual barangnya secara online kepada ratusan BUMN di Indonesia. Wonderin.id sebagai digital platform pariwisata dan agree sebagai digitalisasi ekosistem pertanian Indonesia.
Tayangan lengkap webinar Dies Fakultas Vokasi UKI dapat dilihat di Youtube Fakultas Vokasi UKI, dengan tautan https://www.youtube.com/watch?v=ARrEbHfDrkw.
Sejumlah pengendara roda 2 yang melintasi di Jalan Raya Leuwisadeng terjatuh akibat licinnya jalan karena banyak cairan oli bekas yang diangkut truk bernomor Polisi F 9498 AA berceceran pada Kamis (22/7/2021), pukul 17.00 Wib. Bahkan pengendara motor yang terjatuh menurut warga tidak sedikit yang mengalami luka ringan.
Hal itu itu diungkapkan warga sekitar Ade (45) bahwa sebanyak 4 motor terjatuh karena licin jalan akibat oli bekas yang berceceran di Jalan Raya Leuwisadeng dan pengendarnya terluka.
“Tadi ada sekitar 4 motor yang jatuh akibat oli yang berceceran di jalan raya tepatnya di depan kantor Kecamatan Leuwisadeng,” ungkap Ade kepada wartawan.
Terpisah pengendara lain, Rudi Hermawan mengatakan, tidak hanya di depan kantor kecamatan, di Jalan Raya Sadeng pun ada beberapa motor yang terjatuh akibat licinnya jalan yang disebabkan cairan oli bekas yang berceceran di jalan raya itu.
“Itu motor pada jatuh di tikungan depan sekolah MIN Sadeng dekat pertigaan yang mau ke kantor Desa Sadeng,” kata Rudi.
Sementara sopir truk Sasmito (27) baru mengetahui oli tersebut berceceran setelan sebelumnya dikejar warga dan berhenti di SPBU Pondok Bujang Desa Kalong 1, setelah dicek ternyata muatan oli bekas yang dibawanya itu mengalami kebocoran.
“Ini pake 5 Kepu atau semacam torn kotak pak, saya baru tau kalau itu berceceran dan sebabkan kecelakaan motor, pas saya berhenti disini, itu ketauannya di area Pom bensin bercecerannya,” katanya.
Sasmito mengaku, oli bekas yang dibawa menggunakan truknya itu akan dibawa menuju wilayah Cikande, Serang, Banten. “Ia tadi saya gak tau bang kalau itu bocor dan bececeran di jalan raya, ini oli bekas buat cetakan bata hebel dibawa dari daerah Cibungbulang mau bawa ke Cikande,” katanya.
Pemerintah Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor merealisasikan bantuan satu miliar satu desa (Samisade) di jalan penghubung kampung yang sebelumnya sudah dilakukan betonisasi. Pembangunan jalan tersebut di Kampung Kemuning 2 RW 01 dan RW 03 dan RW 04 dengan total bantuan di satu titik dengan anggaran Rp 500 juta yang dibagi dua termin 40 dan 60 Persen.
Ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK) Desa Ciamanggis Hendra mengatakan, Desa Cimanggis pada program Samisade hanya mendapatkan Rp 500 juta yang dibagi tua tahap. “Kita tahap pertama turun 200 juta dibangun pengecoran di Kampung Kemuning 2 jalan yang menghubungkan antara RW,” kata Hendra.
Hendra menjelaskan, untuk jalan yang dibangun di satu titik dengan betonisasi itu panjangnya sekitar 1026 meter dan lebar 3 meter dengan ketinggian 15 cm. “Awalnya sih panjangnya 800 meter lebih karena ada kelebihan belanja meterial. Jadi, kami tambah panjangnya jadi 1026 meter,” katanya.
Memilih titik jalan yang sudah sebelum dibeton itu pihak desa beralasan karena banyaknya permintaan warga dan diklaim jalan itu sudah rusak. “Jalanya sudah retak retak jadi dipilihlah pembangunan Samisade di titik ini,” katanya.
Keberadaan proyek pembangunan sekretariat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bina Sejahtera, di Kampung Ciherang Gede, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Kali ini, Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip) menilai, proyek yang didanai dari APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021 sebesar Rp.184 juta lebih itu, diduga menjadi ajang bancakan.
Dewan penasehat Formacip, Ujang Ka’mun mengatakan, dari awal pembangunan, informasi adanya proyek belanja hibah barang dan jasa kepada badan dan lembaga nirlaba bersifat sosial kemasyarakatan tersebut, sudah santer terdengar.
Informasi yang berkembang, lanjut Uka panggilan singkat Ujang Ka’mun, pihak penyedia jasa atau yang memenangkan proyek pembangunan sekretariat untuk Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) di Gapoktan Bina Sejahtera, tidak melaporkan terlebih dulu ke pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Cileungsi.
“Ini kan proyek negara, wajar saja sebelum ada pelaksanaan terlebih dulu melaporkan ke desa,” ungkapnya kepada wartawan.
Selain penyedia jasa dalam hal ini CV Augusta, kata Uka, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kelas A Wilayah VII pun sebagai kepanjangan dari Dinas Pertanian atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), terlebih dulu memberikan surat pemberitahuan kepada Pemdes Cileungsi selaku pemilik wilayah.
“Kalau seperti itu, terkesan ada persekongkolan jahat antara pihak penyedia jasa dengan UPT. Bisa jadi proyek itu hanya jadi bahan bancakan saja,” paparnya.
Uka minta agar Bupati Bogor menegur Dinas Pertanian untuk menjalankan Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Sudah jelas ini melanggar KIP. Dan semua yang terlibat dalam proyek tersebut harus ditindak tegas. Kuatir kalau dibiarkan, bisa jadi temuan lembaga korps Adhyaksa,” tegasnya.
Sementara, Kepala UPT Pertanian Kelas A Wilayah VII, saat didatangi ke kantornya, sedang tidak masuk. “Ibu UPT lagi WFH,” jelas salah seorang staf UPT Pertanian.
Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Baban Subandi menyatakan, pihak desa tidak mengetahui adanya kegiatan proyek pembangunan gedung sekretariat Gapoktan Bina Sejahtera yang ada di Kampung Ciherang Gede tersebut.
“Belum ada laporan dari pihak pelaksana proyek maupun Ketua Gapoktan Bina Sejahtera. Makanya saya tidak tahu,” ungkapnya kepada wartawan.
Dikatakan Baban, seharusnya sebelum ada pelaksanaan pembangunan yang dikerjakan pihak ketiga dalam hal ini CV Augusta, terlebih dahulu dari pihak pelaksana atau pemenang proyek memberikan surat pemberitahuan ke desa. “Ini mah tidak ada laporan apapun, baik secara tertulis maupun lisan,” paparnya.
Baban menyayangkan juga sikap tidak kooperatif pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kelas A Wilayah VII yang berada di komplek pemerintahan Ciawi. Dimana, instansi kepanjangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bogor itu, tidak berkoordinasi dengan pemdes.
“Pihak UPT juga harusnya ada laporan ke kami, kalau di wilayah kami sedang ada proyek pembangunan bersumber anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” tukasnya.
Di masa pandemi yang juga belum mereda, saat ini banyak orang mencari kelapa hijau yang dianggap bisa menurunkan panas dan bisa meningkatkan imun. Seperti diungkapkan pedagang kelapa di sepanjang jalan raya Pondok Udik Kemang, Kabupaten Bogor. Saat ini banyak yang mencari kelapa hijau untuk menurunkan panas. Apalagi saat ini banyak yang sakit.
“Satu orang itu ada yang beli 2 sampai 3 buah, katanya sih buat nurunin panas, mereka beli dan meningkatkan imun,” kata pedagang kelapa hijau Maman, Kamis (21/7/2021).
Maman mengatakan, untuk penjualan kelapa hijau terjadi saat awal-awal kasus Covid-19 naik. Dia sampai kewalahan melayani pembeli, baik warga sekitar maupun pengguna jalan yang sengaja berhenti di lapaknya untuk membeli kelapa.
“Sempat kawalahan selain warga yang membeli lebih dari satu. Juga, pengguna jalan yang berhenti untuk membelinya,” kata Maman.
Maman mengatakan, di lapaknya itu sempat kehabisan buah kelapa hijau. “Sempat terjadi kekosongan di lapak saya. Karena dua hari sempat gak jualan kelapa,” katanya.
Untuk harga saat ini sambung Maman, kelapa biasa itu ada kenaikan biasanya menjual Rp 10 ribu per buah saat ini Rp 12 ribu per buah. Sedangkan untuk kelapa hijau itu kenaikan cukup tinggi. Biasanya hanya menjual Rp 15 ribu per buah, sekarang bisa menjual Rp 35 ribu per buah.
“Untuk kelapa hijau paling murah itu Rp 25 ribu, kenaikan itu emang beli dari petaninya sudah mahal,” katanya.
Hal serupa diungkapkan penjual kelapa lain, Mega (34) dirinya biasa menjual 5 buah per hari sebelum kasus Covid 19 melonjak, namun untuk saat ini lebih dari 5 buah.
“Kalau sekarang kelapa hijau sebelum covid naik biasanya hanya sebagian orang saja paling sehari 5 buah kelapa hijau. Tapi, sekarang saat banyak warga terpapar banyak yang mencari dan saya bisa menjual 10 buah kelapa hijau per harinya,” katanya.
Mega mengatakan kelapa hijau itu sebenernya hanya air buah kelapanya saja, yang diminum yang dipercaya sebagai obat untuk menurunkan panas.
“Untuk kelapa hijau buahnya ada. Tapi jarang. kebanyakan orang membeli kelapa hijau itu airnya saja uang dikonsumsi atau diminum yang katanya biasa turunkan panas,” pungkasnya.
Kasus dugaan pungli yang terjadi di SMAN 2 Cileungsi menjadi catatan merah tersendiri dalam dunia pendidikan. Pasalnya, ditengah pandemi dan kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat, pihak pengelola SMAN 2 Cileungsi justeru menambah beban masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dengan meminta pungutan yang jumlahnya cukup besar.
Praktik pungutan liar di dunia pendidikan ini pun menjadi sorotan tersendiri bagi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor Timur yang tengah menyiapkan gugatan hukum. “Kami prihatin dengan masih adanya pungutan liar di sekolah saat penerimaan siswa baru ini. Apalagi ditengah pandemi seperti ini dimana semua orang tengah kesulitan ekonomi. Seharusnya lembaga pendidikan turut meringankan beban masyarakat bukan sebaliknya malah menambah beban dengan meminta pungutan yang besar,” kata Ketua LBH Bogor Timur, Jamaluddin.
Menurut dia, praktik pungutan liar di lembaga pendidikan apalagi sekolah negeri tidak dapat ditolerir dengan alasan apapun. Pasalnya, seluruh kebutuhan di lembaga pendidikan sudah dipenuhi oleh negara dalam hal ini pemerintah provinsi atau kabupaten. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tidak diperkenankan untuk meminta pungutan atau sumbangan kepada orang tua siswa, apalagi dengan nominal atau besaran yang sudah ditetapkan.
“Jadi untuk dugaan pungli di SMAN 2 Cileungsi ini kami temukan berbagai pungutan, mulai dari pengembangan sekolah yang nilainya jutaan rupiah, kemudian pungutan PPDB yang mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.
Terkait hal itu, Jamaluddin mengaku tengah menyiapkan gugatan hukum terkait dugaan pungli di SMAN 2 Cileungsi. Ia juga mengaku tengah membangun komunikasi dengan pihak kejaksaan dan pengadilan terkait gugatan tersebut.
“Bagi kami ini ranahnya sudah tidak lagi kelalaian administrasi. Pungutan ini sudah diciptakan secara sistemik dan terstruktur, jadi akan kami bawa ke ranah pidananya,” tukasnya.
Sementara pihak SMAN 2 Cileungsi belum memberikan keterangan perihal dugaan pungli tersebut.
Galian C atau galian tanah marak beroperasi dan tak jarang umumnya tanpa mengantongi izin operasional di lapangan. Seperti galian C di Kampung Pasir Saga yang biasa disebut jalur Bagogog, Desa Linggar Mukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor sering mengalami polemik karena kerap terjadi tutup buka jalan menuju galian C yang dilakukan oleh warga.
Salah satu warga RD memberikan sumber informasi kepada Jurnal Bogor mengatakan, di lokasi tersebut ada beberapa galian yang dikelola beberapa orang, baik galian limstone maupun tanah. “Ini udah sering ditutup jalur Bagogog ini namun hanya itungan jam dibuka kembali, terakhir hari ini jalur kita tutup pakai bambu , tapi dibuka kembali dalam hitungan jam,” katanya, Kamis (22/07).
Dia menambahkan, pemerintah seperti tutup mata karena lokasi yang masuk wilayah Desa Linggar Mukti tersebut seperti didiamkan oleh Pemdesnya dan lintasnya melewati jalan Desa Klapanunggal sehingga dua desa tersebut seperti ada pembiaran.
“Saat aktivitas apalagi di musim kemarau warga hanya merasakan dampak debunya saja, memang tidak melintasi jalur jalan warga, penggali-penggali itu lewat persis di jalan samping Polsek Klapanunggal,” jelas RD.
Terpisah, Achmad Kosasi Camat Klapnunggal saat dikonfirmasi via telepon mengatakan pernah ada yang menghadap berinsial “S” untuk melakukan kegiatan galian tanah di lokasi Desa Linggar Mukti tersebut namun tidak diizinkan karena tidak mengantongi izin apapun.
“Pernah ada yang menghadap, namun saat saya tanya izin tidak mengantongi izin apapun, makanya saya kaget saat dikonfirmasi ada galian tanah di lokasi yang pernah diajukan padahal saya tidak pernah mengizinkan,” jelas Achmad Kosasih.
Ia menjelaskan, untuk wilayah Klapanunggal jangan kan yang tidak berizin, yang berizin pun tidak pernah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. “Saya akan turunkan Satpol PP ke lokasi tersebut dan jika masih berjalan maka upaya yang akan kita lakukan ialah untuk menutupnya,” pungkas Camat Klapanunggal.
Program Bupati Bogor Ade Yasin dengan satu miliar satu desa (Samisade) disambut antusias oleh warga Kabupaten Bogor. Samisade menjadi salah satu kegiatan Padat Karya Tunai melalui pengelolaan secara swakelola yang tengah berlangsung seperti di Desa Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng.
Kepala Desa Kalong 2, Ulul Azmi mengatakan, program Samisade melaui APBD Kabupaten Bogor dimanfaatkan untuk pelebaran akses jalan desa yang berlokasi di Kampung Kalongtonggoh di lingkungan RW 05 Dusun 03 menuju Kampung Cikamarang, Desa Kalong 1.
“Sebanyak 51 orang tenaga lokal dari warga desa mendapat upah dalam pelaksanaan Padat Karya Tunai tersebut. Program Samisade adalah satu solusi menjaga daya tahan desa terhadap situasi ekonomi saat ini,” ujar Ulul Azmi kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/7).
Pembukaan akses jalan menuju desa tetangga sepanjag 1 kilometer dengan lebar 2,5 meter itu dikerjakan berikut pembangunan TPT dan gorong-gorong. ” Dari satu kilo meter yang dilakukan pelebaran sepanjang 333 meter,” jelas Ulul Azmi.
Selebihnya jalan tersebut sudah tembus menuju Kampung Cikamarang, namun baru tahap pengerasan.
Ia menerangkan, Pemdes Kalong 2 mendapatkan bantuan program Samisade guna membangun insfrastruktur dengan sistem anggaran secara berkala dan Desa Kalong 2 baru menerima sebesar 40 persen. “Hingga pencairan berikutnya 60 persen, progresnya secara menyeluruh pada pengerjaan betonisasi,” terangnya.
Menurut Ulul Azmi, dengan memperkerjakan menyasar masyarakat yang terdampak Covid-19, mereka bisa memanfaatkan upah tersebut untuk kebutuhan kehidupan dia dan keluarganya. “Masyarakat sangat terbantu ditengah situasi pandemi ini,” tambahnya.
Sementara tokoh agama setempat, Udin Saepudin menyambut baik program Samisade dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Bahwasanya dengan realisasi Padat Karya Tunai itu untuk memberikan penghasilan bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat Covid-19.
“Samiade ini sudah lama dinanti warga dan akhirnya terwujud. Kami sangat bersyukur, karena kehadiran program tersebut memberikan dampak positif ke masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya.