26.1 C
Bogor
Wednesday, August 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1171

Bupati Resmikan Gedung Rawat Inap RSUD Leuwiliang

0

Kasus Covid Turun, Kabupaten Bogor Level 3

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Saat ini Kabupaten Bogor tengah berada di PPKM Level 3, tentu sejumlah kelonggaran pun telah diberikan Pemkab Bogor dengan sejumlah syarat seperti membatasi jumlah maksimum dalam aturan PPKM. Bahkan Pemkab Bogor akan segera melakukan pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat ini, meskipun saat ini angka vaksinasi di Kabupaten Bogor masih berada di angka 13 persen dari target Desember 2021 sebesar 70 persen.

Seperti diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin usai meresmikan Gedung Rawat Inap RSUD Leuwiliang pada Rabu (25/08/2021). Ade Yasin mengatakan, saat ini Kabupaten Bogor setelah aglomerasi berada di Level 4 menjadi Level 3, dan penyebaran kasus Covid-19 menurun.

“Pemkab Bogor memberikan kelonggaran dan relaksasi seperti aturan makan di tempat makan itu harus 30 menit, masuk mal harus dengan syarat mengunduh aplikasi Pedulilindungi, PTM di beberapa sekolah sudah mulai dilakukan, namun belum serentak, hanya 50 persen dan untuk PAUD diizinkan tapi hanya 30 persen,” ungkapnya.

Tidak hanya itu,  Ade Yasin mengatakan, bahwa kegiatan olahraga baik indoor maupun outdoor  dan acara hajatan juga sudah boleh dengan jumlah tamu undangan dibatasi. “Sementara untuk tempat wisata saat ini belum diijinkan, dikhawatirkan terjadi kerumunan,” ujarnya.

Adanya kelonggaran tersebut, Bupati Bogor meminta, kepada masyarakat untuk tidak terlena, guna menghindari wabah Covid-19 kembali menular. “Pemkab Bogor juga terus menggeber vaksinasi dengan target per hari 100 ribu orang, terkait PTM untuk seluruh guru sudah dilakukan vaksinasi, sambil menyusul kalangan pelajar untuk dilakukan vaksinasi serentak di masing-masing sekolah,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Wabup Ikuti Rakor, Jokowi Ingatkan Pengendalikan Inflasi Daerah Dilakukan hati-hati

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2021 dengan Presiden RI Joko Widodo di Pendopo Bupati secara virtual, Rabu (25/8). Joko Widodo memaparkan untuk mengendalikan inflasi perlu waspada dan berhati-hati dalam mengatur antara keseimbangan kesehatan dengan ekonomi terlebih ditengah pandemi Covid-19.

Jokowi menjelaskan, meskipun Indonesia masih menghadapi ketidakpastian, perekonomian negara ini semakin membaik akan tetapi tetap harus menjaga kewaspadaan. Dikuartal kedua tahun 2021 Indonesia mampu tumbuh 7,07% dengan tingkat inflasi terkendali di angka 1,52%,angka inflasi itu jauh di bawah target inflansi 2021 yaitu 3%. Inflansi yang rendah bukan hal yang menggembirakan karena bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktifitas dan mobilitas.

“Di kuartal ketiga tahun 2021 kita harus waspada dan berhati-hati mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi dengan mengatur rem dan gas antara ekonomi dan pengendalian penyebaran Covid-19.  Harus bisa kita kendalikan dan masyarakat yang rentan harus bisa kita lindungi, daya beli masyarakat harus terus ditingkatkan yang akan mendorong sisi permintaan serta bisa menggerakan mesin pertumbuhan ekonomi,” papar Jokowi.

Joko Widodo menekankan ada beberapa hal untuk menjadi perhatian yakni TPIP dan TPID agar bisa terus menjaga ketersedian stock dan stabilitas harga barang utamanya barang kebutuhan pokok, karena dalam kondisi daya beli masyarakat yang menurun serta stabilitas harga bahan pangan sangat penting bagi rakyat Indonesia, oleh sebab itu segera selesaikan, jika ada hambatan di lapangan baik itu kendala diproduksi maupun kendala didistribusi. Tiap kota harus cek lihat lapangan, apakah ada kendala produksi maupun distribusi.

Kemudian dirinya juga meminta agar TPIP dan TPID tidak hanya fokus pada mengendalikan inflansi saja, tetapi juga harus proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh, karena makin produktif membantu meningkatkan produktifitas petani dan nelayan, memperkuat sektor UMKM agar mampu bertahan dan bisa naik kelas.

“Kita juga harus memanfaatkan pandemi ini dalam meningkatkan nilai tambah disektor pertanian, karena ditengah pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi sektor unggulan, bisa  bergerak dan melibatkan banyak tenaga kerja.  Alhamdulillah di kuartal pertama 2021 sektor pertanian mampu tumbuh positif patut kita syukuri, tumbuh positif 2,95% dan di kuartal  kedua masih kembali tumbuh positif diangkat 0,38%, saya yakin Insyallah di kuartal ketiga sektor petanian juga masih bisa tumbuh lebih baik lagi, karena potensi pasar tetap masih sangat besar baik di dalam negeri maupun untuk ekspor keluar pada semester pertama tahun 2021 dari Januari sampai Juni 2021,” jelas Jokowi.

Menurutnya, kelembagaan petani dengan model cluster perlu diperkuat oleh Badan Usaha Milik Petani atau koperasi, perlu terus dikembangkan sehingga nilai tambah dari pasca panen ini terus bisa ditingkatkan. Askes pemasaran harus diperluas dengan menjalin kemitraan dengan industri, akses pembiayaan juga perlu dipermudah, disederhanakan dalam hal pembiayaan.

Pemerintahan akan terus cepat menyalurkan dalam KUR, terutama KUR pertanian tahun 2021 sebesar 70 triliun. Khusus untuk KUR pertanian dari total KUR yang ada 253 triliun rupiah, skema penyaluran KUR akan terus disempurnakan agar sesuai dengan karakteristik usaha-usaha yang ada di bidang pertanian.

“Persyaratan KUR juga harus dipermudah, KUR juga harus bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pasca panen seperti dalam pengadaan RMMU sehingga KUR semakin dirasakan petani. Selain itu saya minta kepada para menteri , kepala lembaga, kepala daerah untuk memperkuat pendampingan para petani akan teknologi termasuk platform digital untuk mendorong peningkatan produktifitas petani dan memotong panjangnya mata rantai pemasaran UMKM pangan,” terangnya.

Selanjutnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, sampai Juli 2021 inflasi terjaga rendah dihampir seluruh daerah, karena kerja keras serta stimulasi dan stabilitas kuatnya permintaan dan ketersedian pasokan, diperkirakan inflasi di tahun 2021 dan 2022 akan mencapai kisaran 3%.  Meskipun risiko kenaikan inflasi pada tahun 2022 perlu diantisipasi sejak kenaikan permintaan domestik dan harga komunitas dunia.

Rakornas ini perlu dijadikan momentum untuk memperkuat peran 4M. Dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakat, ia memandang upaya penguatan kepada UMKM pangan dalam ekosistem ekonomi serta integrasi disertai adaptasi penggunaan teknologi digital perlu terus diperluas dari hulu hingga hilir, termasuk akses pasar yang lebih luas bagi UMKM pangan.

“Kami bersama ibu Menteri Keuangan baru saja menyepakati keputusan bersama yang ketiga dalam kerjasama pemilihan, penanaman, kesehatan dan kemanusiaan yang melonjak karena dampak Delta Varian Covid-19. Melalui transformasi UMKM, termasuk UMKM pangan, pengembangan terus kami lakukan di kantor pusat dan diseluruh 46 kantor-kantor di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Kedepan dirinya akan membuka peluang, menembus dan memperluas ekspor termasuk mendorong peran kegiatan ekpor yang telah memanfaatkan platfrom digital sebagai penghubung dengan pasar internasional,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Mediasi tak Buahkan Hasil, Karyawan PT TMM Akan Adukan ke Disnaker

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pihak perusahaan PT.Trinitans Metals and Mineral (TMM) melakukan mediasi dengan karyawan, Rabu (25/8). Namun pertemuan tersebut tak membuahkan hasil mengenai jumlah pesangon yang akan diterima 20 orang karyawan PT TMM yang sudah di PHK. Karyawan PT TMM pun akan adukan perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor dan akan menempuh jalur hukum jika haknya tidak dipenuhi.

PT. TMM yang berada kampung Parung Tanjung Nomor 89, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri diduga telah melakukan hal diluar prosedur terhadap beberapa karyawannya, mulai dari iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak dibayarkan serta penunggakan pembayaran gaji karyawan.

Sigit Nugraha, salah satu karyawan yang menjadi korban PHK PT TMM mengatakan, dirinya kecewa dengan hasil mediasi karena hasil pembahasan masih sama dengan pertemuan sebelumnya.

“Kami meminta hak kami sesuai aturan yang sudah ditentukan, yaitu memberikan pesangon sebesar 1 PMTK dan dibayarkan 3 kali bayar jika perusahaan tidak mampu membayar sekaligus, walaupun jika mengikuti aturan normalnya seharusnya berhak mendapatkan 2 PMTK,” jelas Sigit kepada Jurnal Bogor, Rabu (25/08/21).

Masih kata dia, pada kenyataannya apa yang disampaikan perusahaan masih sama dengan yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya dengan alasan merugi selama 2 tahun sehingga pihak perusahaan melalui kepala HRD Julliana  dan Sri Suprihatin tetap bersikeras hanya akan memberikan pesangon sebanyak 0,5 PMTK dalam jangka waktu 12 bulan.

“Yang benar saja kami mau dibayar sebanyak 0,5 PMTK selama 12 bulan pula, udah seperti kredit panci, sedangkan selama ini kami masih kooperatif menunggu niat baik perusahaan, tapi jika perusahaan masih keukeuh dengan keputusannnya , maka kami akan ambil langkah selanjutnya dengan melibatkan Disnaker dan pengacara jika perlu,” jelas Sigit.

Menurutnya , selama ini dirinya dan rekan – rekan lainnya sudah cukup sabar karena tidak membongkar kezoliman yang dilakukan perusahaan, mulai dari tidak dibayarkannya iuran BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2020. Namun anehnya dalam slip gaji sudah dipotong iuran BPJS tersebut.

“Kecurangan ini tadinya tidak mau kami ungkit asalkan berikan hak kami untuk menerima pesangon 1 PMTK, dan kami sudah memberikan keringanan kok jika tidak mampu sekaligus maka perusahaan bisa mencicil 3 kali bayar,” katanya dengan nada kesal.

Dia berharap, dinas terkait dan DPRD Kabupaten Bogor turut memperhatikan nasib mereka karena apa yang dirasakan ini adalah dampak dari kebijakan pemerintah. Dia meminta pemerintah jangan tutup mata terhadap pihak perusahaan yang memanfaatkan kebijakan untuk memberhentikan karyawan secara sepihak tanpa mengikuti aturan yang seharusnya.

Saat dimintai keterangan melalui telepon selularnya, Kepala HRD Julliana tidak menanggapi dan langsung menutup teleponnya. Sampai diturunkannya pemberitaan ini belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan.

** Nay Nur’ain

Giliran Desa Rancabungur Launching Samisade

0

Rancabungur | Jurnal Inspirasi

Setelah sejumlah desa melakukan Launching Samisdae, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor juga melaunching anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Kampung Warung Nangka RT 04/08, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Rabu (25/8). Launching Samisade tersebut dilakukan secara langsung Camat Rancabungur, Ishaq Mairu.

“Program Samisade ini merupakan realisasi dari janji Ibu Bupati Bogor untuk membantu pembangunan infrastruktur di desa. Program ini juga sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Bogor, dan hari ini Desa Rancabungur, tadi kita langsung mengecek ke lapangan titik yang akan dibangun. Saya berharap dengan pembangunan jalan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Ishaq.

Ishaq Mairu juga memberikan arahan dan imbauan, agar semua Pemdes yang telah menerima anggaran dana program Samisade agar dalam melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertanggungjawab, transparan dan sungguh – sungguh.

“Jangan main – main dengan anggaran dana Samisade ini. Karena ini salah satu program Ibu Bupati Bogor untuk membantu masyarakat dengan padat karya dan untuk meningkatkan akses roda perekonomian warga,” tegasnya.

Kepala Desa Rancabungur Sumantri mengatakan, program samisade di Desa Rancabungur digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan yang bisa menghubungkan ke Desa Mekarsari dan kecamatan, serta pembangunan TPT di Kampung Warung Nangka sehingga jalan dilakukan betonisasi dan TPT .1.600m x 3m x 0,15m dan TPT 2.85 m x1m x(30/45) m dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp413,640,000.

Dia berharap pembangunan jalan ini yang dikerjakan padat karya bisa bermanfaat untuk memperlancar laju perekonomian warga.

“Bismillah pertama-tama saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Bupati Bogor Ade Yasin yang sudah memberikan anggaran Samisade ini. Semoga anggaran yang diberikan bermanfaat untuk masyarakat. Harapan saya jalan yang akan dibangun ini juga menjadi titik kemajuan perekonomian warga Desa Rancabungur,” pungkasnya.

** Aga Alamanda

Bukit Stevia di Gunung Leutik Bogor Suguhkan Keasrian Alam

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Bukit Stevia yang berada di Gunung Leutik tepatnya di kampung Cilongok, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor menjadi tempat destinasi wisata baru.

Nama Bukit Stevia sendiri diambil karena di daerah tersebut banyak tanaman yang bernama stevia dan selalu dijadikan minuman jamuan kepada tamu yang datang ke tempat tersebut, Desa Kiarasari membuat destinasi wisata untuk menydarkan bahwa lingkungan alam sekitar perlu dijaga dan dirawat, selain itu alam yang menjadi kebanggaan suatu masyakarat Desa Kiarasari untuk memulihkan perekonomian masyarakat sekitar akibat dampak pandemi Covid-19.

Sebelumnya warga setempat membuka akses jalan menuju tempat wisata dengan bergotong royong membersihkan serta menghias lingkungan sekitar dengan tanaman – tanaman yang asri dan membangun beberapa tempat untuk jadi tempat wisata. beberapa tempat yang disediakan di desa tersebut seperti Sanggar Nitis Budaya untuk memperkenalkan dan mempertahankan kelestarian budaya yang ada di desa, lalu beberapa fasilitas lainnya seperti hiburan kesenian tradisional, kerajinan tangan, dan makanan tradisional khas Desa Kiarasari.

Terdapat saung – saung untuk beristirahat sambil mencoba hidangan tradisional Desa Kiarasari serta spot untuk berfoto dengan pemandangan alam yang asri membuat hasil yang sangat indah, udara sejuk membuat pengunjung merasakan kesegaran alam setelah beberapa pekan menjalani aktivitas sehari – hari.

Desa Kiarasari selalu menadaptkan penghargaan dari pemerintah setempat yaitu penghargaan Kampung Ramah Lingkungan, dengan adanya destinasi wisata ini diharapkan masyarakat dan para pengunjung tetap selalu menjaga kebersihan, saling menjaga kelestarian alam dan budaya serta kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan tak luput untuk memperhatikan etika tatakrama jika berkunjung ke suatu daerah untuk saling menghargai.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Berburu Kuliner dan Spot Foto di Surya Kencana Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Jalan Surya Kencana Bogor merupakan tempat yang tersohor akan wisata kulinernya. Bahkan anda akan menemukan banyak sekali jajanan kuliner klasik dan masa kini.

Di setiap sisi jalan Surya Kencana ini dipenuhi berbagai kuliner yang akan membuat anda kebingungan untuk mencicipinya mulai darimana. Karena tersedia kuliner yang unik dan menarik yang merupakan makanan khas dari Kota Bogor.

Jalan Surya Kencana ini terdapat di seberang Kebun Raya Bogor, dimana saat memasuki kawasan ini anda akan disambut dengan gapura besar bernuansa etnis Tionghoa yang disebut Lawang Surya Kencana.

Salah satu yang terkenal di jalan Surya Kencana ini yaitu Gang Aut, sebuah gang yang menjadi spot wisata kuliner seperti laksa, soto kuning, lumpia basah, es pala, bakso kikil, combro, asinan jagung bakar, dan sebagainya.

Walaupun para pedagangnya hanya berjualan dengan gerobak dan di pinggir jalan, tidak menurunkan semangat para pemburu kuliner untuk mencicipi setiap jajanan yang ada di Surya Kencana.

Selain tempat untuk berburu wisata kuliner, di sepanjang jalan Surya Kencana juga terdapat toko-toko kebutuhan pokok, toko elektronik, toko mainan dan pakaian yang sudah ada sejak dahulu kala.

Serta bangunan dan rumah yang bernuansa Tionghoa menjadi ciri khas pula dari jalan Surya Kencana. Dengan begitu hal ini menjadi daya tarik masyarakat untuk sekedar menyelusuri dan menikmati sepanjang sisi jalan Surya Kencana.

Hal ini membuat banyaknya masyarakat terlebih anak-anak muda yang menjadikan Surya Kencana sebagai spot untuk hunting foto, dengan latar rumah dan bangunan kuno yang terkesan klasik ini menghasilkan gambar yang ciamik untuk dibagikan ke jejaring media sosial.

Bahkan saat ini gang-gang di daerah tersebut ditata menjadi indah dan unik, sehingga menjadi spot foto favorit bagi anak muda untuk sekedar mengabadikan momen ketika singgah ke jalan Surya Kencana Bogor.

“keren, selain sambil kulineran bisa sekalian hunting foto-foto, karena cakep banget spot foto di depan bangunannya gini jadi kaya estetik gitu,” ujar Indah, salah satu pengunjung Surya Kencana.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Masyarakat Diingatkan Agar Tetap Setia dan Amalkan 4 Pilar MPR RI

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Wakil Ketua Komisi I DPRI RI yang juga Anggota MPR RI dari Fraksi Demokrat H. Anton Sukartono Suratto, mengingatkan masyarakat agar tetap setia dan mengamalkan 4 Pilar MPR RI yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia Bentuk Negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar ini harus kita pahami dan kita amalkan dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” ujar Anton disela sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dihadiri sejumlah simpatisan dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Gunung Putri, Rabu (2/6) acara tersebut berlangsung di Lapangan Indoor Demokrat Sport Center.

Pada kesempatan itu, Anton juga meminta para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar ikut mensosialisasikan 4 pilar MPR RI ini kepada masyarakat hingga ke akar rumput, terutama juga kepada generasi milenial saat ini agar terjadi kesepahaman soal komitmen kebangsaan yang diwariskan leluhur dan tokoh bangsa di masa lalu.

“Ada banyak ideologi negara, dan kita telah menyepakati Pancasila sebagai dasar dan ideologi kita,” katanya.

Perdebatan, kata dia, tidak lagi mengarah kepada pergantian ideologi, tetapi bagaimana cara mengamalkannya sesuai konteks hari ini. “Jangan mempertentangkan ideologi lain atau juga agama dengan pilar kebangsaan yang sudah kita sepakati ini,” katanya.

Anton juga mengatakan, Pancasila bahkan mengakomodir kebebasan umat beragama untuk mempraktikan ritual atau kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinannya. Antar umat beragama, antara suku dan bangsa tidak boleh saling mengganggu.

“Bahkan dalam ranah sosial dan kehidupan bernegara kita harus saling membantu dan bergotong royong menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini,” imbuhnya.

** GP/rls

Anton: Pancasila Diterima Semua Pemuka Agama

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si menegaskan Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang keputusannya bersifat final.

Menurutnya, Pancasila telah diterima dan diakui oleh para pendiri bangsa termasuk pemuka agama. “Jadi tidak benar kalau ada yang menganggap, seolah olah agama Islam akan menjadi dasar negara Indonesia, meskipun mayoritas masyarakat beragama Islam,” kata pria yang akrab disapa Kang Anton, Jumat (21/5/2021).

Hal itu disampaikan Kang Anton saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR, di hadapan Tokoh Masyarakat Kecamatan Ciampea dan para tokoh pemuda Kecamatan Ciampea. Acara tersebut berlangsung di lapangan Indoor Demokrat Sport Center, Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

Menurut Kang Anton, sudah waktunya masyarakat Indonesia bijak dalam mencerna setiap informasi yang beredar. Terlebih mengingat banyaknya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, termasuk informasi seputar spekulasi menjadikan Islam sebagai dasar dan ideologi berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor itu mengajak agar para pemuda mau terus mengembangkan potensi dirinya masing-masing. Mulai dari kemauan untuk maju dan terus berkembang, kemauan memperluas jaringan dan pertemanan, hingga kemauan untuk berkuasa.

” Tingkatkanlah kapasitas dirimu untuk terus belajar. Gunakanlah kesempatan, sekecil apapun yang menghampirimu. Dan gunakanlah strategi yang tepat untuk mencapai cita-citamu. Bila semua itu dilakukan dengan baik, niscaya kalian akan menjadi orang-orang yang sukses di masa depan,” ujarnya.

Tidak ketinggalan, Kang Anton juga mengingatkan generasi muda untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan ikut dalam gerakan vaksinasi guna memutus rantai penularan Covid-19.

**GP/rls

Bupati Pantau Langsung Vaksinasi Remaja di BNN Lido

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Bupati Ade Yasin memantau langsung jalannya vaksinasi remaja yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia. Sasaran vaksinasi seluruhnya dari kalangan pelajar bertempat di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Cigombong, Selasa (24/8). “Alhamdulillah, hari ini saya dapat melihat langsung jalannya vaksinasi BNN,” ungkap Ade Yasin dalam siaran pers Diskominfo.

Vaksinasi ini bekerjasama dengan Pemkab Bogor, Polres Bogor, dan TNI, juga dibantu oleh para tenaga kesehatan dan tenaga administrasi. “Terima kasih semuanya yang sudah peduli terhadap program vaksinasi ini. Saya juga berterima kasih kepada adik-adik sekalian yang hari ini sudah sadar akan vaksinasi. Sadar pentingnya pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok, pentingnya percepatan usaha agar pandemi ini segera berakhir,” ungkap Ade.

Jadi, lanjut Ade, kalau kita tidak divaksin, tidak menerapkan Prokes tentunya akan lama pandemi ini, tetapi kalau kita mengikuti anjuran pemerintah, menerapkan Protokol Kesehatan dan mengikuti vaksinasi, Insyaallah semua bisa hidup normal kembali.

Ade menambahkan, Alhamdulillah juga dengan PPKM level 3 saat ini kita diperbolehkan belajar tatap muka walaupun baru 50%. Sudah dua tahun ini kita tidak bisa sekolah tatap muka, hanya melakukan daring di depan laptop, di rumah tidak bergaul dan tidak beraktivitas, pasti kangen dengan situasi sekolah, kantin, dan yang lainnya.

“Tetapi kita juga harus bersama-sama waspada, karena pandemi ini belum berakhir. Kita harus tetap menjaga Protokol Kesehatan yang ketat, jangan terlena oleh kelonggaran yang diberikan. Saya ingatkan kalau sudah ikut vaksinasi pertama jangan lupa vaksinasi kedua, nanti akan ada pemberitahuan dari aplikasi Peduli Lindungi untuk tanggal pelaksanaan vaksinasi keduanya, tambah Ade.

Selanjutnya Bupati Ade Yasin menerangkan, kalau seandainya pada tanggal tersebut belum ada vaksinasi massal, bisa datang langsung ke Puskesmas di Kabupaten Bogor. Vaksin ini harus dilakukan dua kali, karena kalau hanya satu kali percuma kekebalan tubuh tidak akan terbentuk.

** Nay Nur’ain/Diskominfo

Pemkab Bersinergi dengan Desa Tangani Stunting

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Wakil Bupati Iwan Setiawan memaparkan pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Bogor kepada Pemerintah Provinsi Jabar secara virtual di Ruang Rapat I Setda, Selasa (24/8), dalam rangka penilaian kinerja Kabupaten/Kota.

Wakil Bupati Bogor menerangkan bahwa pemerintahan dari tingkat Kabupaten Bogor hingga desa bersinergi dan berkolaborasi dalam melakukan penanganan stunting di Kabupaten Bogor agar lebih massif dan terintegrasi.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, sejak tahun 2019 ada 10 desa yang telah ditentukan sebagai lokasi khusus penanganan stunting di Kabupaten Bogor terintegrasi, tahun 2020 ditambah menjadi 34 desa, tahun 2021 bertambah menjadi 68 desa dan tahun 2022 menjadi 104 Desa.

Beberapa inovasi penanganan stunting telah dilakukan yakni, Formula Pekat yaitu kegiatan yang melibatkan para ulama untuk membina pasangan baru menikah dengan mengedukasi persalinan dan kehamilan.

“Kemudian Berisik yaitu kegiatan yang mendorong dan mengedukasi ibu hamil dan ibu menyusui agar memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun. Kita juga lakukan Kader Asi Sahabat Ibu (KASIHI) yaitu kader yang mengedukasi ibu hamil dan menyusui, serta program Ngaji yakni kelas pintar gizi untuk ibu yang mempunyai balita stunting, balita gizi buruk, kurang gizi maupun ibu yang memiliki anak balita di PAUD,” jelasnya.

Menurut Iwan Setiawan menambahkan, sesuai rencana strategis Kementerian Kesehatan tahun 2019-2023 bahwa sasaran kegiatan pelayanan gizi yakni dengan meningkatkan pelayanan gizi masyarakat dengan menurunkan prevelensi pada anak balita menjadi 14% di tahun 2024. Di Kabupaten Bogor jumlah anak yang mengalami stunting pada tahun 2019 sebesar 19,08% dari 454.433 balita yang ditimbang. Pada tahun 2020 turun menjadi 12,79%. “Alhamdulilah tahun 2021 turun lagi menjadi 12,69%  ungkapnya.

Katanya melanjutkan bahwa, kebijakan pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Bogor telah dilaksanakan sejak tahun 2019 diantaranya.

“Komitmen penurunan stunting yang dituangkan dalam RPJMD, serta jadi bagian dari program Karsa Bogor Sehat dengan indikator Bogor Bebas Stunting (GOBEST),” tukasnya.

Selanjutnya, Kepala Bappedalitbang, Suryanto mengatakan, komitmen-komitmen yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai upaya Pemkab Bogor dalam menyelesaikan permasalahan stunting serta mencegah dan menurunkan angka kasus stunting di Kabupaten Bogor.

“Konsep penanganan stunting dilakukan dengan 5 pilar, pilar pertama komitmen dan misi kepemimpinan, pilar kedua kampanye nasional dan perubahan perilaku, pilar ketiga konvergensi program pusat di tiap desa, pilar keempat ketahanan pangan dan gizi, serta pilar kelima pemantauan dan evaluasi,” imbuh Suryanto.

** Nay Nur’ain