Lumpia Basah merupakan salah satu kuliner yang cukup diminati oleh masyarakat. Terlebih banyak pula Lumpia Basah yang dijual di Kota Bogor. Namun berbeda dengan Lumpia Basah biasanya, Lumpia Basah yang satu ini terkenal karena memiliki menu yang cukup unik. Yaitu lumpia basah dengan tambahan Indomie rendang.
Biasa dikenal dengan Lumpia Basah Regina Pacis, karena selalu berjualan tepat disebrang SMA Regina Pacis Bogor. Dengan satu porsinya yang berisi toge, bangkuang, bakso, telur, sagu, lumpia dan juga Indomie rendang.
Lumpia Basah Regina Pacis ini memang terkenal akan jajanan kuliner yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Kota Hujan. Karena selalu ramai diburu pembeli bahkan terkadang sampai mengantri, membuat Lumpia Basah ini dapat habis terjual sejak siang hari.
Tak heran jika menjadi kuliner yang cukup ramai dan diburu oleh pembeli, karena Lumpia Basah ini sudah berjualan dari tahun 2009 hingga sekarang. Sehingga sudah banyak pembeli setianya.
“awalnya saya ikut jualan sama bapak dari 2008, terus akhirnya mulai jualan sendiri dari tahun 2009 sampe sekarang udah disini”, ujar Andi penjual Lumpia Basah Regina Pacis.
Untuk satu porsi lumpia basah biasa seharga Rp8.000 dan yang menu indomie rendang Rp12.000.
Andi berjualan setiap harinya mulai pukul 11.00 WIB sampai 17.00 WIB. Bagi kamu yang ingin mencicipi datanglah sebelum sore hari agar tidak kehabisan. Lumpia basah ini berada di Jl. Ir. H. Juanda, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Tapi jangan khawatir Lumpia Basah SMA Regina Pacis ini bisa kamu pesan dari aplikasi GrabFood juga.
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan bagi petani dan penyuluh. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani padi di daerah irigasi melalui Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP).
Progam Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dibangun dalam rangka menciptakan partisipasi aktif penyuluh dan staf lapang dalam melakukan pendampingan bagi petani. Tentunya diperlukan kesamaan persepsi dan kompetensi teknis penyuluh dan staf lapang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. IPDMIP dilaksanakan secara terintegrasi lintas sektor dengan mengedepankan partisipasi stakeholder.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, berharap, melalui berbagai kegiatan yang dikembangkan proyek ini akan mendukung tercapainya swasembada beras dan ketahanan pangan nasional.
IPDMIP telah membiayai kegiatan yang terkait dengan peningkatan SDM Pertanian rehabilitasi jaringan irigasi baik yang berada di bawah kewenangan pusat, provinsi maupun kabupaten, perbaikan manajemen operasional dan pemeliharaan irigasi dan penguatan sistem dan kapasitas kelembagaan irigasi pertanian yang berkelanjutan. Terkait dengan Peningkatan kualitas SDM Pertanian, Projek IPDMIP dalam pelaksanaannya terjadi proses pembelajaran disampaikan oleh penyuluh kepada petani melalui Sekolah Lapangan dan berbagai metode penyuluhan lainnya, diantaranya demonstrasi alat, penyuluhan antar desa, pertemuan bulanan, pelatihan, dan lainnya,” ujar Dedi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, BPPSDMP melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu menyelenggarakan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) dengan alokasi peserta seluruhnya sebanyak 408 orang yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pati, Kabupaten Purworwjo dan Kabupaten Banyuwangi.
Untuk Kabupaten Banyumas sebanyak 120 orang, 31 diantaranya Pasutri kelompok tani. Materi pelatihan disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Batu kolaborasi dengan penyuluh Banyumas yang sudah mengikuti kegiatan TOT dan Praktisi. Adapun materi yang didapat peserta antara lain:
1) Asuransi Usaha Tani Padi 2) Koperasi Usaha Rakyat 3) Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga 4) Pembiayaan Keuangan Usaha Tani 5) Dan ditutup dengan Penjelasan Metodologi PLEK bagi Ketua Kelompok Tani dan Rencana Tindak Lanjut.
Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) akan berlangsung selama 2 hari dimulai tanggal 28 sd 29 Agustus 2021, prosesi pembukaan dilakukan di Hall Brizantha BBPP Batu oleh Sekretaris Badan PPSDMP Kementan, didampingi Kepala BBPP Batu, DR. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si beserta jajarannya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Ir. Jaka- Budi Santoso, MM.
Pada sesi sambutan Sekretaris Badan PPSDMP Kementan, DR. Ir. Siti Munifah S.Mi., mengatakan Selain menyiapkan pangan bagi 276 jt jiwa melalui IPDMIP BPPSDMP juga menyiapkan profesionalisme pengelolaan manajemen keuangan bagi ketua dan pengurus Poktan melalui pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan kelompoktani. Kegiatan ini dikemas secara unik karena melibatkan pasangan suami istri kelompoktani.
Perlu ga sie pelatihan ini? Itulah pertanyaan yang terlontar dari Sesba BPPSDMP Siti Munifah, didepan peserta Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan secara serentak 120 orang peserta menjawab perlu.
Kita termasuk negara yang kaya, air yang melimpah, cahaya matahari diperoleh secara gratis selama 350 hari, modal yang besar dan tidak kita sadari.
Wajar kalau pertanian harus menguntungkan oleh karena itu para peserta harus mampu bagaimana menekan biaya produksi sehingga dengan demikian keuntungan akan lebih meningkat. Inilah salah satu manfaat dari pelatihan ini.
Lebihlanjut, Petani ada di garda terdepan dalam memberikan pangan kepada manusia di manapun berada. Untuk itu sektor pertanian harus dikelola dengan baik, agar petani punya daya saing dalam menjalankan usahanya.
Di sisi lain, kelompok tani harus kuat. Jangan hanya sekadar kelompok tani papan nama, hanya digunakan di saat akan datang bantuan dari pemerintah maupun swasta, selebihnya tidak berfungsi sama sekali. Jangan bersifat situasional, tapi harus ditekuni secara mandiri, sehingga sebagai petani hidupnya bergengsi.
Menuntut ilmu itu wajib, mulai dari kandungan sampai liang lahat. Tidak perlu ragu, malu kalau ada hal-hal yang tidak dipahami perlu terkait PLEK, bertanya pada penyuluh/atau bila perlu pada anak-anak kita yang jauh memahami tentang IT, lainnya agar bisa memanfaatkan KUR.
Jangan katakan pada anak cucu kita bahwa pertanian itu susah tapi tanamkan dalam benak pikiran anak anak muda manfaaat dari sektor pertanian bahwa pertanian mampu memberi kehidupan bagi dikehidupan dimasa mendatang. Pungkas Siti Munifah.
Dorong kreativitas masyarakat pada masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Bogor melibatkan perguruan tinggi dalam event Kreativitas Inovasi Urang Bogor (KRIBO) Tahun 2021. Universitas Ibn Khaldun (UIKA) turut ambil bagian sebagai dewan juri dalam kegiatan ini.
Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim di Kantor Balaikota Bogor menjelaskan, upaya pemerintah menggandeng kampus sebagai usaha mendongkrak perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan ide-ide kreatif dan Inovatif.
“Kompetisi KRIBO bertujuan untuk memfasilitasi segala inovasi dan kreativitas masyarakat Kota Bogor. Diharapkan sinergi pemerintah dengan perguruan tinggi menjadi modal penting bagi Kota Bogor untuk mendorong terlahirnya Inovator – Inovator yang dapat bersaing baik ditingkat lokal, maupun Nasional,” ujar Dedie dalam sosialiasi kompetisi Kribo bersama pejabat Pemkot, Jumat (27/8/21).
alam kesempatan tersebut dewan juri dari Universitas Ibn Khaldun Bogor Dr. Ir. Budi Susetyo, M.Sc Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi dan Pengembangan Universitas Ibnu Khaldun Bogor menjelaskan, adalah kewajiban bagi perguruan tinggi mendukung percepatan pembangunan yang di programkan pemerintah dalam situasi pandemi ini.
“Terselenggaranya event ini menunjukkan kepercayaan Pemkot kepada kami untuk mendukung program pemerintah dalam memacu percepatan ekonomi pada masa pandemi ini. Tim Juri akan bekerja profesional dalam menilai karya inovasi warga Kota Bogor dalam kompetisi ini, sehingga diharapkan ide solutif dan kreatifitas masyarakat dapat tersalurkan,” jelas Budi.
Lebih lanjut Dosen Teknik Informatika ini menjelaskan, Universitas Ibn Khaldun Bogor memiliki tanggungjawab moril untuk mencarikan solusi bagi masyarakat Bogor dapat melewati situasi pandemi ini dengan selamat. Dia juga meyakini, kehadiran kampus merupakan wujud pengabdian masyarakat dalam situasi saat ini. Dengan kapasitas yang dimiliki UIKA diharapkan akan mewujud kreasi inovasi masyarakat.
Selain UIKA Pemkot Bogor turut serta melibatkan IPB dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang nantinya akan bertugas memberikan penilaian untuk kreativitas dan inovasi dalam kompetisi yang akan diselenggarakan.
Besar harapan para juara nantinya dapat mendukung usaha pemerintah dalam menyongsong percepatan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. Bagaimana pun semua pihak harus saling bersinergi bergerak bersama mencari solusi untuk bangkitnya perekonomian masyarakat.
Hobi bercocok tanam saat pandemi banyak dilakukan masyarakat untuk menghilangkan rasa jenuh dan penat selama pandemi Covid-19 tak kunjung usai. Ditambah pembatasan kegiatan masyarakat dimana segala aktivitas sehari – hari dilakukan di rumah, baik itu pekerja, pelajar, mahasiswa maupun lainnya.
Hobi yang satu ini terbilang cocok untuk segala usia, karena tetap bisa dilakukan disela waktu kesibukan sehari – hari. Selain mengasyikan, hobi ini juga membawa kepuasan tersendiri bagi para pecintanya, dengan melakukan kegiatan aktivitas ini dapat menghiasi sekitaran rumah menjadi lebih terlihat segar dan asri.
“Manfaatnya ya kepuasan sendiri sih, bisa lihat tanaman tumbuh subur, menikmati hasilnya dan bisa ngisi waktu luang juga” ujar Adel, salah satu mahasiswi yang tengah menekuni hobi hidroponik saat dimintai keterangan Jurnal Bogor, Jum’at (27/8).
Hidroponik adalah teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari – hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Bercocok tanam dengan hidroponik bisa digunakan untuk mengakali masalah kekurangan lahan yang biasa dialami oleh masyarakat modern karena jumlah lahan yang semakin tahun semakin sempit, diharapkan hidroponik mampu menjadi manfaat untuk masa depan karena mampu diberdayakan dalam kondisi lahan sempit.
“Kayanya dimanapun bisa ya, di halaman rumah yang sempit juga bisa karena media tanamnya saya pakai paralon besar, fleksibel bisa juga di tempel ke dinding,” ujar Ibu Fenty, seorang ibu rumah tangga yang hobi hidroponik.
Bagi anda yang tertarik mencoba bercocok tanam hidroponik, baiknya mengetahui beberapa jenis tanaman yang cocok ditanam dengan teknik hidroponik, banyak jenis tanaman yang dapat ditanam dengan metode hidroponik dengan tanaman kecil hingga tanaman besar.
Namun untuk pemula disarankan untuk mencoba menanam beberapa jenis sayuran seperti brokoli, seledri, sawi hijau, bayam, cabai, dan tomat karena tergolong tanaman yang mudah untuk di tanam.
Selain itu untuk merawat tanaman hidroponik harus dilakukan dengan baik dan benar agar bisa mendapatkan tanaman yang sehat dan dapat tumbuh dengan baik.
“Susah – susah gampang sebenarnya ya, hanya perlu tekun, tempat hidroponik terkena sinar matahari, serta pemilihan bibit yang bagus, ini berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman,” ujar Adel lagi.
Sudah siap untuk mencoba bercocok tanam hidroponik?. Simak Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memulai diperlukan adalah yang pertama media tanam, ini bisa menggunakan spons, rockwoll, serbuk kayu, arang, serbuk kelapa atau sekam bakar.
Kedua adalah wadah penyimpan benih seperti net pot, gelas plastik, botol plastik atau wadah, lalu yang ketiga dibutuhkan sumbu, ini mencakup sumbu kompor, kain nilon dan flannel, yang terpenting benih yang akan ditanam.
Sebagai bentuk dukungan program Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pembangunan Prasarna, Sarana dan Utilitas (PSU) yang akan digunakan untuk membangun gelanggang olahraga masyarakat (GOM) dan SMPN O4 Gunung Putri, gabungan lintas Organisasi Masyarakat (Ormas) Kecamatan Gunung Putri turun ke lokasi PSU yang terletak di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri.
Ormas yang turun ke lokasi PSU tersebut diantaranya, Pemuda Pancasila (PP), AMS, BPPKB Banten, dan Gibas. Selain mendukung program Pemkab Bogor, mereka meminta penyedia lahan PSU untuk memberikan akses jalan menuju PSU yang sampai saat ini belum juga ditentukan lokasi untuk akses masuk.
“Kita sangat mendukung program Pemkab Bogor untuk membangun SMPN dan GOM ini. Namun, pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun ini dan sudah ditentukan pemenangnya tersebut tidak memiliki akses masuk ke lokasi PSU,” kata Wakil Ketua Lintas Ormas Kecamatan Gunung Putri, Usman Jabir, Jum’at (27/8/21).
Jabir yang juga menjabat Ketua BPPKB Banten Kecamatan Gunung Putri itu menambahkan, aksi damai yang dilakukan tersebut hanya untuk kepentingan masyarakat Gunung Putri. Hal itu dilakukan lantaran kondisi lahan PSU tersebut tidak memiliki akses jalan masuk.
“Makannya kami turun ke lapangan meminta kepada pemilik lahan yang memberikan PSU ke Pemkab Bogor untuk memberikan akses jalan agar proyek pemerintah bisa berjalan lancar. Kalau gak ada jalannya gimana pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya.
Dia berharap, dengan adanya aksi damai yang dilakukan di dekat lokasi PSU itu dapat mengetuk hati pemilik lahan PSU untuk segera memberikan akses jalan masuk, sehingga apa yang diimpikan masyarakat Kecamatan Gunung Putri untuk memiliki SMPN dan GOM itu bisa secepatnya terealisasikan tanpa hambatan.
“Kami memohon agar pemilik PSU atau Pemkab Bogor segera menyelesaikan persoalan akses masuk yang saat ini menjadi kendala agar pembangunan tidak terhambat,” pungkasnya.
Kabar gembira, Ni Nengah Widiasih berhasil meraih medali pertama untuk Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.
Ni Nengah Widiasih yang merupakan atlet parapowerlifting (angkat berat) ini berhasil meraih medali perak pada kelas 41 kg putri dengan angkatan 98 kg, Kamis (26/8).
Sebelumnya, pada Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Ni Nengah Widiasih turut meraih medali perunggu untuk Indonesia.
Adapun yang menduduki urutan pertama dengan meraih medali emas yaitu atlet Guo Lingling yang berasal dari China dengan Angkatan 105 kg. Dan untuk medali perunggu diraih oleh atlet Clara Fuentes asal Venezuela.
Presiden Joko Widodo turut membagikan kabar gembira ini pada jejaring media sosial resminya. Seperti yang dilansir dari laman akun twitter resminya,
“Kabar baik datang dari ajang Paralimpiade Tokyo 2020, siang ini. Atlet angkat berat Ni Nengah Widiasih meraih medali pertama untuk Indonesia, dengan merebut medali perak di kelas 41 kg putri. Selamat kepada Ni Nengah Widiasih,” pada Kamis (26/8).
Dengan begitu tentu hal ini menjadi sebuah kebanggan bagi Indonesia, karena ini merupakan medali pertama pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Serta dengan membawa medali perak ini mencatatkan sebuah prestasi juga bagi dirinya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengguyur RSUD Kota Bogor dengan anggaran bantuan provinsi (banprov) sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan Blok 1 dan 4 rumah sakit pelat merah tersebut.
Namun, Direktur Utama RSUD, dr Ilham Chaidir menilai angka tersebut jauh dari cukup, sebab pihaknya melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengajukan anggaran sebesar Rp255 miliar.
“Jadi total anggaran Rp255 miliar yang diajukan. Itu bisa dibuat bangunan super modern. Tapi ternyata hanya di-ACC Rp20 miliar,” ujar Ilham kepada wartawan, Kamis (26/8).
Menurut dia, berdasarkan konsultasi dengan tim pembuat Detail Engineering Design (DED) ana Rp20 miliar hanya dapat digunakan untuk membangun pondasi untuk 4 lantai.
Namun, kata Ilham, pihaknya mengaku akan terus mendorong jumlah banprov, agar minimal RSUD dapat membangun IGD dan poliklinik. “Ya, mudah-mudahan bisa ditambah Rp41 miliar hingga Rp45 miliar,” ungkapnya.
Tetapi, sambung Ilham, bila banprov tetap berada di angka Rp20 miliar, mau tidak mau pihaknya harus mencari alternatif pembiayaan. “Ya, bisa kita minta bantuan pemerintah pusat. Sebab, dengan angka Rp20 miliar untuk membangun dua blok. Tentunya pembangunannya mesti dicicil,” ucapnya.
Kata dia, RSUD harus memiliki gedung baru, terutama untuk poliklinik. Hal itu lantaran bangunan poliklinik yang ada sudah berusia 30 tahun, dan sudah bocor serta tak nyaman.
“Kemudian status kita yang akan menjadi rujukan regional dan menuju rumah sakit pendidikan, tentunya membuat RSUD mesti memiliki ruangan representatif karena Bogor adalah etalase Jabar,” katanya.
Selain itu, 40 persen pasien berasal dari luar wilayah. RSUD juga sudah mampu melakukan operasi sulit dan salah satu rumah sakit pusat yang menangani kanker.
“Jadi IGD harus diperbesar, ICU diperbanyak, ruang perkuliahan dan lain-lain di gedung 4 lantai itu,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan, pihaknya akan mendorong dan mencarikan alternatif pembiayaan agar pembangunan dua blok RSUD dapat segera terealisasi.
“Kami akan kembali mencoba melobi Jabar dan sumber dana lainnya. Mudah-mudahan hasilnya maksimal,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Gus M ini juga meminta agar RSUD segera berkoordinasi dengan Dinkes dan stakeholder terkait untuk merumuskan permintaan bantuan anggaran lainnya.
“Tentu informasi dari pihak RSUD akan kami rumuskan di internal komisi. Untuk mencari jalan keluar terbaik,” pungkasnya.
Partai Amanat Nasional (PAN) memilih merapat ke gerbong pemerintahan yang dipimpin PDI Perjuangan. Wali Kota Bogor yang juga Ketua DPP PAN, Bima Arya pun angkat bicara.
Menurutnya, langkah tersebut sudah selaras dengan instruksi Ketua Umum, Ketua MPP dan Ketua Dewan Kehormatan, agar seluruh energi PAN difokuskan membantu usaha pemerintah dalam mengatasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
“Langkah terkait update covid dan pemulihan ekonomi, itulah yang sekarang jadi konsen PAN,” ujar Bima kepada wartawan, Kamis (26/8).
Bima mengatakan bahwa dengan bergabungnya PAN ke pemerintah, otomatis akan memperkuat politik di pemerintah. Pasalnya, terdapat salah satu kader terbaik PAN yang akan dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Spanyol.
“Itu salah satu bentuk kebersamaan PAN dengan pemerintah. PAN masuk secara total mendukung kebijakan dan memperkuat di posisi-posisi tertentu, baik politik, sosial hingga ekonomi hingga 2024 nanti,” ungkapnya.
Gelar Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Suara Bung Karno
Cibinong | Jurnal Inspirasi
Peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang bertepatan dengan masa pandemi Covid -19, memang tidak semeriah diwaktu normal atau sebelum pandemi. Banyak perlombaan khas 17 Agustusan pun ditiadakan atau digelar, lantaran dikhawatirkan menimbulkan kerumunan.
Namun demikian, semangat untuk meneladani nilai-nilai kemerdekaan terus digaungkan, seperti yang dilakukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat, yang menggelar lomba virtual baca teks proklamasi mirip suara Bung Karno serta ekperasi dengan peserta kaum milenial atau generasi muda.
“Lomba yang pertama kali digelar ini, Alhamdulillah berlangsung sukses, hebatnya lagi peserta dari Kabupaten Bogor, atas nama Reva Prima Farhan, berhasil meraih juara kedua katagori kemiripan suara dan Yesaya Yulius Saputra Muda, untuk katagori penjiwaan dan ekpresi,” kata Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, Dedi Aroza, saat memberikan apresiasi atau kadeudeuh dan plakat kepada kedua pemenang di kantor DPD PKS, Kamis (26/8).
Dedi mengaku, bangga dan terharu, di tengah era modernisasi dan digitalisasi, jiwa nasionalisme dan patriotism kaum milenial masih kuat, sebagai salah satu buktinya, lomba pembacaan teks proklamasi yang diadakan DPW PKS Jawa Barat, pesertanya cukup banyak.
“Dari lomba ini, kami berharap generasi muda mampu mengapresiasi jiwa kejuangan dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 dan kerelaan berkorban para pahlawan yang berjuan merebut kemerdekaan,”ujarnya.
Yesaya mengaku, senang mengikuti lomba tersebut yang diadakan PKS Jawa Barat. Informasi lomba sambung pemuda yang tinggal di Desa Kranggan, Kecamatan Gunungputeri itu didapat dari sosial media kemudian ikut mencoba berpartisipasi. Hasilnya menjadi juara dua kategori ekspresi dan penjiwaan.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PKS yang memberikan anak muda kesempatan untuk berkiprah melalui partai ini. Saya bangga dengan PKS, semoga PKS menjadi jaya dan maju terus,” katanya.
Ketua Bidang Kepemudaan DPD PKS Kabupaten Bogor, Suprapto, mengatakan selain hadiah dari panitia sebesar Rp 1 juta yang bersangkutan juga mendapatkan jas PKS dan siap bergabung dengan PKS.
“Sudah mengirimkan KTP dan pas foto, AInsya Allah dalam waktu dekat kartu anggota sudah terbit. Dan tentu saja, banyak potensi pemuda yang bisa disalurkan melalui PKS. Contohnya lomba baca teks Proklamasi mirip Soekarno,” tandasnya.
Suprapto meyakin, ada banyak pemuda seperti Yesaya yang ingin menyalurkan kegemarannya melalui PKS. Kesempatan yang baik bagi pemuda membuktikan dirinya dalam aktivitas yang bermanfaat sekaligus memupuk karakter kepemimpinan.
“Jadikan kesempatan masa muda dengan menempa diri dan beraktualisasi melalui PKS. Sudah banyak pemuda yang merasakan manfaatnya bergabung dengan PKS,”ujarnya menutupi.
Mendapati aduan masyarakat dan pemerintah setempat, Kepala Badan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung -Cisadane (BBWSCC) melayangkan surat teguran kepada kepada PT Parisindo Pratama yang berada di desa Gunung Putri kecamatan Gunung Putri untuk menghentikan aktivitas pembangunan turap yang masuk dalam wilayah badan sepadan sungai serta belum mengantongi izin.
Pada Jurnal Bogor, Bambang Heri Mulyono kepala BBWSCC melayangkan 4 poin teguran kepada PT Parisindo berdasarkan hasil survei tim nya pada tanggal 19 Agustus 2021 sudah kami perintahkan kepada PT Parisindo Pratama untuk membongkar Talud yang dibangun dan kami minta untuk segera mengurus izin kepada kementerian PUPR.
“Rencana kami mau turun bersamaan dengan tim dari ATR-BPN, namun karena tim ATR-BPN masih sibuk sehingga kami mendahului untuk survei kelokasi” Jelas Bambang.
Adapun 4 poin surat teguran yang disampaikan oleh BBWSCC kepada PT Parisindo Pratama antara lain:
1.Berdasarkan hasil tinjauan lapangan oleh Tim Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane pada tanggal 27 Juli 2021, saat ini telah berlangsung kegiatan pembangunan berupa pemasangan tembok penahan tebing berupa kontruksi beton dilokasi yang masuk dalam badan dan sepadan Sungai Cileungsi di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri
2.Kegiatan saudara tersebut belum memiliki Izin Penggunaan Sumber Daya Air dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
3.Kegiatan pada poin (1) diatas bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air pasal 40 ayat 3 yang isinya bahwa setiap orang dan kelompok masyarakat atau prakarsa sendiri dapat melaksanakan kegiatan kontruksi Prasaranan Sumber Daya Air dan pelaksanaan non kontruksi untuk kepentingan sendiri berdasarkan izin dari pemerintah pusat dan /atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya.
4.Berdasarkan poin-poin tersebut diatas, maka kami minta kegiatan pembangunan di Sungai Cileungsi tersebut untuk segera dihentikan dan dikembalikan lagi seperti semula.Dan saudara dilarang melakukan kegiatan kontruksi apapun sebelum diterbitkannya izin dari Kemen PUPR.