27.5 C
Bogor
Wednesday, August 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1167

Puluhan Tahun Terisolasi, Akhirnya Jalan Sukajaya Dibangun

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Warga Kampung Sukajaya RT 04/ RW 02, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kini bisa bernapas lega setelah adanya pembangunan insfrastruktur jalan. Seperti diketahui warga sekitar sebelumnya terisolasi sejak puluhan tahun.

“Alhamdulilah Jalan di Kampung Sukajaya telah tersentuh pembangunan,” ujar warga sekitar, Pudin kepada Jurnal Bogor, Senin (30/8).

Pudin menambahkan, akses jalur utama di lingkup Kampung Sukajaya sebanyak 63 Kepala Keluarga kini telah menikmati pemerataan pembangunan di wilayah Desa Sukaluyu. “Tadinya jalan itu hanya setapak, namun setelah dilebarkan kini sudah bisa dilalui kendaraan,” tambah dia.

Kepala Desa Sukaluyu melalui Sekretaris Desa Iip Maulana menceritakan, sebelumnya kondisi jalan Kampung Sukajaya yang tadinya tidak bisa dilalui kendaran, baik roda dua mapun roda empat kini telah dilebarkan pada tahun 2020 hingga progres pembangunan berupa aspal hotmix pada 2021.

Iip Maulana menjelaskan, pembangunan hotmix jalan desa di Kampung Sukajaya tersebut, anggarannya dari dana desa tahap dua tahun 2021 sepanjang 535 meter. Selain hotmix, pihaknya juga membangun dua titik  jembatan, tepatnya di Kampung Hambaro.

“Mayoritas warga desa kesehariannya sebagai petani dan pedagang, keinginan masyarakat untuk dibangunnya jalan itu akhirnya terjawab sudah,” imbuhnya.

Sebelumnya masyarakat dengan Pemerintah Desa Sukaluyu bahu membahu membuka Jalan itu.

** Arip Ekon

K3S Kecamatan Ciawi dan Kabupaten Bogor Akui Ada Iuran Uang Sertifikasi

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kholili mengakui adanya pungutan uang sertifikasi guru sebesar Rp.100 ribu. Namun, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Ciawi tersebut berdalih, jika uang yang diberikan para guru setelah mendapat sertifikasi itu bukan pungutan, melainkan iuran.

 “K3S tidak mungut, tapi iuran para guru,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat memberikan keterangan terkait pernyataan pengawas SD Kecamatan Ciawi, Mustofa yang membenarkan adanya pungutan uang sertifikasi oleh K3S Kecamatan Ciawi, di ruang Kepsek SDN 2 Ciawi, Senin (30/8).

Kholili menjelaskan, iuran sertifikasi guru yang dilakukan K3S, hasil dari musyawarah semua guru yang tergabung kedalam KKG (Kelompok Kerja Guru).

Diterangkan Kholili, pasca UPT Pendidikan dibubarkan, K3S maupun KKG selaku pengelola gedung pemerintah kebingungan untuk mendapatkan anggaran. Sebab, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, tidak lagi mengalokasikan anggaran, baik untuk pemeliharaan gedung maupun memberikan honor penjaga kantor UPT. “Makanya kami adakan musyawarah antara K3S dengan KKG,” paparnya.

Dari musyawarah tersebut, lanjutnya, semua guru menyetujui adanya iuran sebesar Rp 100 ribu. Adapun iuran tersebut, diperuntukkan untuk alokasi pemeliharaan kantor bekas UPT Pendidikan Ciawi dan lainnya.

 “Uang hasil iuran 120 guru itu, kami gunakan juga untuk membayar honor pegawai atau penjaga kantor bekas UPT dan membayar listrik serta air,” ujar Kholili.

Sementara, Ketua K3S Kabupaten Bogor, Rosidin S menilai apa yang dilakukan K3S Kecamatan Ciawi tidak bisa disalahkan. Bahkan, Rosidin yang merupakan Kepsek di salah satu SD di Kecamatan Cisarua itu pun terkesan mendukung.

 “Setelah saya dengar cerita Ketua K3S, ternyata bukan potongan atau pungutan, tapi lebih kepada iuran para guru yang telah disepakati bersama, termasuk oleh pengurus KKG,” jelasnya.

Rosidin mengungkapkan, pihaknya pun melakukan hal sama terhadap semua guru di Kabupaten Bogor yang mendapatkan sertifikasi. Dimana, setiap guru harus dan wajib mengalokasikan anggaran sertifikasi untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

 “Sekarang inikan dana BOS tidak ada anggaran untuk pengembangan kapasitas SDM guru maupun Kepsek. Jadi, dari iuran sertifikasi itu kami bisa manfaatkan untuk kegiatan pelatihan Kepsek dan guru,” imbuhnya.

Selain untuk kegiatan pelatihan, sambung Rosidin, uang sertifikasi yang diberikan guru sebesar 20 persen itu, bisa juga digunakan pembelian alat penunjang kegiatan belajar, seperti laptop dan buku.

 “Semuanya untuk kebaikan dan kemajuan guru itu sendiri. Uang iuran yang diberikan, untuk mereka juga,” tegasnya.

Sebelumnya, Pengawas SD Kecamatan Ciawi, Mustofa membeberkan adanya pungutan yang dilakukan K3S Kecamatan Ciawi terhadap guru saat mendapatkan sertifikasi.  “Kalau K3S benar meminta sebesar Rp.100 ribu ke para guru usai pencairan sertifikasi,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, setiap kali sertifikasi turun, sebanyak 120 guru yang ada di Kecamatan Ciawi, memberikan uang Rp.100 ribu langsung melalui bendahara K3S. “Jadi uangnya langsung ke bendahara,”  katanya.

Mustofa mengaku dirinya tidak mengetahui peruntukan uang yang dihasilkan dari pemberian guru setelah menerima sertifikasi oleh K3S. “Itu kewenangan K3S,” tukasnya.

** Deni Pratama/Dede Suhendar

Berkemah di Alam Terbuka, ini Rekomendasi Tempat Camping di Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Bogor banyak memliki destinasi alam bagi yang akan menghabiskan waktu di akhir pekan bersama teman maupun keluarga. Selain lokasi yang strategis dan terkenal dengan alam yang asri serta sejuk, Bogor banyak dikunjungi para pecinta alam dalam melakukan aktivitas berkemah di alam terbuka.

Setelah menjalani keseharian dengan berbagai kesibukan, camping bersama teman maupun keluarga mampu menghilangkan rasa penat dengan menikmati suasana alam yang sejuk dan indah, berikut beberapa destinasi alam untuk berkemah di Bogor.

1 Camping Gayatri Citeko
Camping Gayatri ini berlokasi di Jalan Citeko Panjang, Kelurahan Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan suguhan pemandangan yang indah dan asri serta dikelilingi oleh Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak membuat suasana alam di Camping Gayatri semakin terasa. Selain itu, ditempat ini juga menyediakan penyewaan peralatan camping untuk para pengunjung yang tidak memiliki peralatan. Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap dengan area parkir yang memadai untuk motor dan mobil, area camping yang cukup luas, toilet musholla, serta pemandangan yang indah dan masih banyak lagi.

Harga yang relatif terjangkau menjadi daya tarik bagi pengunjung karena terdapat paket Family Camping dengan harga Rp. 135.000 sudah termasuk tenda kapasitas 6 orang, kantong tidur, matras, dan toilet, paket Group Camping Rp. 250.000 termasuk tenda berisi 6 orang, kantong tidur, toilet, makan tiga kali, snack tiga kali dan aula paket ini minimal 30 orang, bagi yang membawa peralatan sendiri hanya dikenakan tarif Rp. 25.000 per orang.

2 Kampung Rimba Puncak
Kampung Rimba sebagai sarana edukasi, wisata dan petualangan. Akses yang mudah untuk dijangkau berlokasi di Jalan Ciburial, Kampung Baru Jeruk Desa Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas yang disediakan cukup banyak seperti parkir, toilet, musholla, pondok, rumah pohon, area camping, lapangan outbound, arena paintball dan airsoft, serta wisata hutan.

Terdapat beberapa paket harga Camping Hemat Rp. 200.000 sudah termasuk tiket masuk, asuransi, tenda berisi 6 orang, matras, sleeping bag, saung pertemuan, makan tiga kali, listrik, toilet, air mineral dan api unggun serta masih banyak lagi paket camping lainnya.

3 Bumi Perkemahan Sukamantri
Bumi perkemahan Sukamantri menyediakan fasilitas 1 unit aula dengan kapasitas 40 orang, 22 unit toilet, 1 unit bangunan masjid, lapangan parkir roda dua dan roda empat, serta terdapat beberapa warung.
Bumi perkemahan Sukamantri berlokasi di Desa Sukamantri, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan area berkemah yang cukup luas dan sejuk membuat berkemah di Sukamantri merasakan sensasi alam dengan dipadukan suara kicauan burung serta gesekan daun pepohonan menyapa saat pagi tiba.

Harga masuk dan mendirikan tenda cukup terjangkau dengan Rp. 30.000 per orang pengunjung sudah bisa menikmati suasana alam Sukamantri untuk berkemah bersama rekan maupun keluarga.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Perpustakaan PPMKP Raih Predikat Peringkat I Perpustakaan Terbaik Lingkup Kementan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perpustakaan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor meraih peringkat I Kategori Perpustakaan Terbaik lingkup Kementerian Pertanian tahun 2021. Penyerahan penghargaan disampaikan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, baru – baru ini.

Yusral Tahir, Kepala PPMKP mengapresiasi tim perpustakaan yang dimasa pandemi masih dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna sehingga dapat mengukir prestasi.

“Alhamdulillah, meskipun di tengah keterbatasan di masa pandemi ini, kami masih bisa memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna perpustakaan hingga dapat mengukir prestasi”, ungkap Yusral Tahir.

Kata Yusral, saat ini perpustakaan PPMKP Ciawi, Bogor telah terkoneksi dengan aplikasi Indonesia One Search (IOS) yakni pintu pencarian tunggal untuk semua koleksi publik dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh Indonesia dan aplikasi Inlis lite dan repository.

“Aplikasi atau portal tersebut memudahkan pengguna perpustakaan dalam mencari buku – buku yang diperlukan,” tuturnya.

Selain itu, Perpustakaan PPMKP Ciawi juga telah bekerjasama dengan perpustakaan nasional RI, baik dalam bentuk bantuan buku maupun studi banding. Pengalokasian anggaran baik untuk sarana dan prasarana perpustakaan termasuk koleksi buku dan ruang baca yang nyaman, peningkatan kompetensi dan kemampuan para pustakawan.

“Sistem pencarian buku pun yang telah terkomputerisasi sehingga memudahkan pengguna dalam mencari buku yang diperlukan saat berada di perpustakaan.”

Hal tersebut kata Yusral merupakan ikhtiar agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna perpustakaan PPMKP yang sebagian besar adalah peserta pelatihan.

Ia yakin kedepan perpustakaan PPMKP Ciawi dapat memberikan inovasi pelayanan yang lebih baik. Pada moment HUT RI Ke 76, Kementerian Pertanian memberikan penghargaan kepada sejumlah insan pertanian termasuk pelaku utama dan usaha bidang pertanian yang dianggap teladan dan berprestasi serta juga mitra yang berjasa dalam membangun sektor pertanian.

Insan pertanian yang menerima penghargaan sebagai teladan dan berprestasi di bidangnya meliputi Petani, Penyuluh Pertanian ASN, Penyuluh Pertanian Swadaya, Widyaiswara, Dosen, P4S, PWMP, dan Kelompok Tani. Disamping itu ada juga Peneliti, Auditor dan Petugas POPT.

Selain mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada para teladan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yakin penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi dan semakin memacu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian agar berkembang semakin baik lagi.

“Saya mengapresiasi pemberian penghargaan ini. Saya berharap tentu hal ini akan memacu semangat kita untuk berbuat yang lebih baik lagi untuk memajukan sektor pertanian ini. Juga memacu setiap para pelaku utama sebagai bagian dari SDM Pertanian untuk semakin bergerak lebih baik lagi meningkatkan produksi dan produktivitas,” ucap Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan penghargaan ini sebagai stimulus agar seluruh insan pertanian terpacu untuk meningkatkan kapasitas dirinya.

Dengan begitu, Dedi yakin sektor pertanian akan terus bergerak maju dan cita-cita pembangunan pertanian nasional yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor dapat tercapai segera.

** Nita/Regi/PPMKP

Rumah Belajar Mifasol: Wadah Edukasi yang Menginspirasi

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Rumah Mifasol merupakan rumah belajar yang menaungi anak-anak marjinal dan melengkapi hak pendidikan setiap anak Indonesia untuk belajar secara merdeka. Latar belakang pemberian nama Rumah Belajar Mifasol ini memiliki arti yaitu Mi itu mimpi, Fa itu Fantang menyerah, Sol itu soal prestasi nomor satu.

Rumah Mifasol ini didirikan atas dasar pemikiran para remaja yang peduli bahwa di lingkungan sekitar mereka masih banyaknya anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan yang layak karena keterbatasan biaya.

Kemudian dibentuk pada tahun 2018, di Lembah Abadi Jaya Mushollah Al-Bahar RT 09 RW 02 Kota Depok. Rumah Mifasol ini aktif kegiatan belajar mengajar setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 10.00-12.00 WIB.

Pada masa pandemi ini kegiatan belajar mengajar di Rumah Mifasol meliputi kegiatan offline, online dan non akademik, dimana untuk kegiatannya sendiri mencangkup tiga program kelas yaitu mentoring, minat bakat, dan kelas.

Program mentoring berupa kegiatan seminar atau workshop yang diadakan oleh Rumah Mifasol kepada anak-anak dan juga orang tua, untuk program minat bakat berupa kegiatan yang bertujuan untuk menggali potensi peserta, seperti pentas seni, pentas tari, dan sebagainya.

Dan program kelas yang memang selalu diadakan setiap minggunya. Dalam kegiatan belajar mengajar ini terdapat para pemateri yang mengajarkan pelajaran-pelajaran yang hampir tidak jauh berbeda dengan yang diajarkan di sekolah, seperti IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia.

“Karena kan sebagian anak-anaknya ada yang bersekolah juga ya, tapi sebagian juga ada yang enggak sekolah. Jadi beberapa dari mereka sudah ada yang sedikit paham pelajaran yang diajarin sama kakak pemateri disini, karena materi di Mifasol juga nggak beda jauh sama materi pelajaran di sekolahnya gitu,” ujar Dania, pengurus Rumah Mifasol, Senin (30/8)

Hingga sekarang Rumah Mifasol telah memiliki kurang lebih 40 anak didik. Mereka semua selalu bersemangat dan antusias untuk mengikuti setiap kegiatan belajar mengajar.

Untuk pembiayaan operasional kegiatan mengajar di Rumah Mifasol ini memiliki donatur tetap, yang kerap membantu finansial dalam mendukung program pendidikan yang dijalankan oleh Rumah Mifasol.

Maka para pengurus pun berharap Rumah Belajar Mifasol dan anak-anak di dalamnya dapat berkembang secara bertahap agar apa yang disampaikan dapat diterima oleh anak didik dengan baik, serta menyamaratakan hak belajar bagi setiap anak dimanapun.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Drainase Kuno Ditemukan di Nyi Raja Permas

0

Deteksi Panjang Saluran, Pemkot Gandeng IPB dan Unpak

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkap temuan terowongan kuno di bawah saluran air atau drainase di sekitaran Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengecekan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), diduga sebagai bangunan yang dibangun pada zaman kolonial Belanda. Untuk menindaklanjuti temuan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Universitas Pakuan (Unpak) dan IPB University.

“Setelah kita cek di dinas terkait, memang terlihat ada peta saluran bawah tanah yang dibangun pada zaman Belanda,” kata Bima Arya usai melakukan pengecekan saluran bawah tanah yang berada di Jalan Nyi Raja Permas, Pasar Anyar, Kota Bogor, Sabtu (28/8).

Bima Arya menegaskan, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan fungsi saluran, apakah saluran air atau memiliki fungsi-fungsi lain.

Untuk lebih memastikannya, Bima mengaku telah berkomunikasi dengan Universitas Pakuan (Unpak) dan IPB University guna mendeteksi luas dan panjang saluran tersebut dengan menggunakan alat yang menunjang.

Selain ingin memastikan fungsi saluran, Bima Arya juga menginginkan agar dilakukan kajian agar dapat diketahui, apakah saluran bawah tanah tersebut memungkinkan untuk direvitalisasi dan digunakan kembali.

Dia menyebut, tahun 2016 Kota Bogor sudah memiliki masterplan drainase. Karenanya saluran bawah tanah yang ditemukan harus disesuaikan, mengingat lokasi penemuan termasuk dalam kawasan yang akan ditata pembangunan Alun-alun, Masjid Agung dan pengembangan Stasiun Bogor.

“Jadi otomatis drainasenya harus rapi. Saya ingin sedimentasinya digali dan dikeruk secara bertahap sampai sejauh mana dan apakah bisa difungsikan kembali sebagai saluran air, kita akan lihat fungsinya untuk apa,” ujar Bima Arya didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi dan Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudy Mashudi.

Saluran bawah tanah yang memiliki kedalaman 2 – 3 meter dari permukaan tanah ini, ujar Bima Arya, tidak menutup kemungkinan terkoneksi dengan saluran lainnya, seperti yang di Istana Bogor dan yang lainnya.

Bangunan dari saluran yang langsung dicek ini kata dia, secara kasat mata struktur bangunan ini memiliki kemiripan dengan yang ada di Sukabumi, Klaten dan di Bekasi.

Sementara, berdasarkan informasi salah satu petugas Dinas PUPR yang mengeruk sedimentasi, pada titik yang lokasinya dekat dengan dipo Stasiun Bogor ini, saluran yang ditemukan memiliki seperti ruang yang mirip bak kontrol dengan lebar 2 meter, panjang 10 meter dan tinggi sekitar 1 meter.

** Fredy Kristianto

Baguna Tebar Ribuan Paket Makanan Bagi Warga Isoman

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Hal itu membuat semua pihak turun untuk bahu membahu saling membantu masyarakat yang terdampak corona, tak terkecuali Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kota Bogor.

Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Ence Setiawan mengatakan, pihaknya telah turun sejak sebulan terakhir membagikan box nasi setiap hari di seluruh kecamatan.

“Hari pertama kami bagikan 600 box nasi, dan sekarang sudah masuk hari ke 30. Setiap hari kami bagikan 150 box ke setiap warga yang terpapar covid-19, khususnya bagi yang menjalani isoasi mandiri (isoman),” katanya.

Menurut Ence, dalam membagikan bantuan itu, pasti tepat sasaran, karena ada tim pendataan dan tim pembagian.

“Ya, Sasarannya sesuai data yang telah masuk, jadi data itu merupakan hasil pendataan di setiap wilayah,” ungkapnya.

Ia menuturkan, dana yang digunakan untuk bantuan sosial itu, merupakan hasil iuran gotong royong dari Fraksi PDI-P DPRD Kota Bogor. Dan itu merupakan intruksi DPP DPD, melalui rapat perluasan.

Kata dia, pemberian bantuan itu akan terus digulirkan, hingga Pandemi covid-19 melandai. “Ya, kegiatan bantuan itu akan terus digulirkan sampai covid-19 ini melandai, tiap hari tim kami terus keliling ke rumah-rumah warga,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Diisukan Dampingi Dedie Rachim, Rusli: Pilkada Masih Lama

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor masih tiga tahun lagi. Kendati demikian, sejumlah nama digadang-gadang akan maju untuk memimpin ‘Kota Hujan’menjadi.

Teranyar, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy diisukan bakal maju mendampingi Dedie A. Rachim yang juga dikabarkan nyalon sebagai Wali Kota Bogor.

Menanggapi kabar itu, Rusli Prihatevy enggan berkomentar banyak. Kendati demikian, ia mengaku bahwa pihaknya lebih memilih konsen bagaimana menyelesaikan pandemi Covid-19 dengan cara menyelaraskan program pemerintah.

“Untuk Pilkada masih lama, yang jelas Golkar dan pemerintah masih bersama-sama sampai hari ini, bagaimana menyelesaikan apa yang menjadi tugas bagian dari pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurut dia, Golkar saat ini tengah fokus menguatkan konsolidasi internal agar mesin partai terus ‘panas’ menyonsong Pileg dan Pilkada 2024.

“Kami ingin mempersiapkan diri bagaimana dalam posisi pemilu nanti di tahun 2024 kita dalam situasi yang memang betul-betul sudah siap infrastrukturnya, agar mampu meraih kemenangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dedie A Rachim saat ditanya sosok Rusli Prihatevy yang diisukan maju sebagai Wakil Wali Kota Bogor, mendampingi dirinya pada Pilkada 2024. Eks Direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya tersenyum.

Dedie yang kini menjabat Wakil Walikota Bogor berharap bisa mendapatkan dukungan dari semua kalangan khususnya partai politik.

“Dengan semua pimpinan partai saya berhubungan baik sampai saat ini. Mudah-mudahan semua Parpol berkenan mendukung,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Aset Penunggak Pajak Terancam Disita

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Aturan keras tentang penunggak pajak tengah dirancang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Salah satunya mengatur sanksi penyitaan aset penunggak pajak yang tak beritikad baik melaksanakan kewajibannya.

Kepada wartawan, Kepala Bidang Penagihan Dan Pengendalian di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Anang Yusuf mengayakan bahwa usulan sanksi tersebut diusulkan lantaran penagihan pajak belum maksimal. Apalagi, selama penagihan tak ada penerapan sanksi bagi wajib pajak (WP).

“Sekarang hanya bisa diberi sanksi sosial seperti pemasangan plang  belum bayar pajak,” ujar Anang kepada wartawan, Minggu (29/8).

Anang mengatakan bahwa penyitaan aset yang dimaksud adalah barang berharga milik WP yakni kendaraan atau surat berharga lain yang nilainya sesuai dengan piutangnya. Namun,  kata Anang, aturan yang akan tercantum dalam Perwali itu masih dibahas oleh Bagian Hukum dan HAM Pemkot Bogor.

“Ya, kami baru usulkan, nanti akan ada pembahasan sebelum disahkan. Nanti juru sita khusus dari Bapenda bakal dilantik wali kota,” kata Anang.

Kata dia, regulasi itu mengadopsi UU Nomor 19 tahun 2000, perubahan atas UU Nomor 19 tahun 1997 tentang penagihan pajak dengan surat paksa.

** Fredy Kristianto

Serapan Anggaran SKPD tak Maksimal

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

DPRD Kota Bogor tengah melakukan pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPAS) Tahun Anggaran 2021. Pembahasan dilakukan oleh setiap komisi dengan mitra kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bogor.

Komisi 1 DPRD Kota Bogor telah melakukan pembahasan dengan mitra kerja dan membuat beberapa catatan terkait APBD Perubahan 2021.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor, Anita Primasari Mongan mengungkapkan setidaknya ada tiga catatan untuk seluruh SKPD yang menjadi mitra komisi 1. Pertama, Anita meminta agar anggaran yang ada dan akan dirasionalisasi agar difokuskan kepada pengkinian dan singkronisasi data di Kota Bogor.

Sebab, menurutnya dari data yang akurat dan tersinkronisasi dapat melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, sehingga mempermudah pelayanan kepada masyarakat. “Kedua, Untuk anggaran yang tidak terpakai akibat pandemi, ya tidak masalah. Bukan berarti harus digeser-geser ke program atau kegiatan yang tidak perlu ditambah atau tidak prioritas,” kata Anita.

Terakhir, Anita pun meminta agar SKPD semaksimal mungkin dalam hal serapan anggaran disisa waktu tahun berjalan ini. Sebab dari catatannya, masih ada SKPD yang serapan anggarannya masih dibawah 50 persen.

“Ini dia (serapan anggaran) masalahnya juga. Serapan anggaran normal sih ada yang sudah mencapai minimal 50 persen. Tapu banyak juga yang baru 27 persen, mungkin karena kondisi ya,” ungkap Anita.

“Jadi saya harap bisa maksimal lah di sisa waktu ini. Sesuaikan dengan situasinya. Jangan dipaksakan dan akhirnya kemana-mana anggarannya,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto