24.1 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1163

Tindaklanjuti Aduan Pedagang, Mantan Kadisdik Tinjau Pasar Rakyat Jasinga

0

Jasinga | Jurnal Inspirasi

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Kadisperdagin) Kabupaten Bogor Entis Sutisna yang juga mantan Kadisdik beserta Sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri (Sekdisperdagin) Kabupaten Bogor Yadi Mulyadi, meninjau Pasar Rakyat Jasinga, Kamis (24/06/2021).

Kedatangannya karena adanya laporan para pedagang dan masyarakat terkait kondisi pasar yang sering banjir dan banyak atap pasar yang sudah bocor.

“Kita datang atas adanya laporan masyarakat dan para pedagang di Pasar Jasinga. Pas kita masuk, melihat kondisi satprasnya sudah pada bocor dan drainase yang kurang lebar, serta letak posisi pasarnya juga ada dibawah, sehingga kalau hujan otomatis air akan masuk dan ini membuat ketidaknyamanan proses jual beli,” kata Entis kepada awak media.

Menurutnya, setelah berbincang dengan warga dan para pedagang, pihaknya menangkap aspirasi yang intinya keberadaan atau posisi pasar ingin dialihkan ke seberang jalan yang posisi tanahnya ada di atas. “Berangkat dari bawah, nanti bagaimana kajiannya setelah mereka mengajukan,” katanya.

Entis melanjutkan setelah ada ajuan dari warga, tokoh-tokoh masyarakat disini, kita nanti dikaji diperubahan. “Setelah itu nanti kita turun ke lapangan atas ajuan dari masyarakat,” katanya.

Entis melanjutkan  kemungkinan tahun depan baru dianggarkan dengan menggunakan anggaran Kementerian Perdagangan. “Yang terpenting adalah tanah dulu, kalau tanah sudah ada kita usulkan ke Kementerian dari pusat, nantikan ada dana dari Kementerian untuk pembangunan pasar, jadi Pemda hanya beli tanah saja,” katanya.

Sementara itu, melihat kondisi pasar yang saat ini tidak layak, salah satu tokoh masyarakat Jasinga, Haji Rahmat meminta agar direlokasi ke tempat yang layak serta aman dari banjir. “Karena posisi pasar ada dibawah, hujan kecil pun otomatis air akan masuk ke pasar dan banjir, kondisi seperti ini berlangsung sudah lama,” kata Haji Rahmat.

“Saya sampaikan ke Pak Kadis agar pasar dipindahkan ke seberang jalan yang tanahnya lebih tinggi,” pintanya.

** Cepi Kurniawan

Warga Perumahan Pura Antusias Ikuti Vaksinasi Covid

0

Tajurhalang  | Jurnal Inspirasi

Untuk terus meningkatkan herd immunity dan mencegah penyebaran Covid-19 yang saat ini semakin meningkat, sebanyak 203 warga Perumahan Pura Bojonggede, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Kamis (24/6), antusias mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Polsek Tajurhalang.

Vaksinasi massal itu dilaksanakan di Kampung Tangguh Jaya (KTJ) RW 16 Perumahan Pura Bojonggede Blok C3. Kapolsek Tajurhalang, Iptu Dwi Yulianto mengatakan, vaksinasi massal yang diselenggarakan kali ini merupakan upaya dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

“Vaksinasi massal ini kembali kami selenggarakan untuk warga Tajurhalang khususnya warga Perumahan Pura Bojonggede dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dwi membeberkan, antusias masyarakat untuk melakukan vaksin cukup tinggi. “Jumlah sasaran itu sebenarnya 150 vaksin, tapi antusias masyarakat untuk divaksin begitu tinggi, dan tercatat untuk hari ini ada 203 orang yang divaksin,” tegasnya.

Sementara itu, warga sekitar Tuti mengucapkan rasa terima kasih dengan vaksinasi massal yang diberikan Polsek Tajurhalang dalam rangka memleringati HUT Bhayangkara Ke-75 tahun 2021.

“Terima kasih kepada Polri yang telah memberikan vaksin gratis, semoga Polri tetap jaya dan masyarakat tetap terjaga kesehatannya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Dwi meminta agar warga tetap memerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. “Tentunya kita tidak boleh abai terhadap penerapan protokol kesehatan, meski sudah di vaksin bukan berarti kita menjadi lalai, mari bersama-sama untuk memutus rantai penyebaran virus ini,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Tolak Ketidakadilan, Habib Rizieq Banding

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Habib Rizieq Shihab divonis 4 tahun penjara karena dinyatakan bersalah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi Bogor yang dinilai menimbulkan keonaran dan meresahkan masyarakat. Habib Rizieq dinyatakan bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan menantunya, Muhammad Hanif Alatas, dan Dirut RS Ummi Bogor, dr Andi Tatat, divonis 1 tahun penjara. Keduanya dinilai terbukti menyebarkan berita bohong terkait kondisi Habib Rizieq Shihab di RS Ummi hingga menimbulkan keonaran bersama-sama Habib Rizieq. Demikian putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6) yang dibacakan Hakim Ketua Khadwanto.

Usai menjatuhkan vonis, Khadwanto, menyampaikan tiga opsi untuk Habib Rizieq sesuai Pasal 196 KUHAP, tentang hak-hak yang bisa ditempuh oleh Habib Rizieq mulai dari menerima vonis atau menolaknya dengan mengajukan banding, serta pengampunan Presiden.

“Yang ketiga adalah hak untuk mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden dalam hal saudara menerima putusan yaitu yang disebut grasi. Apakah saudara akan berkonsultasi dengan tim penasihat hukum atau langsung jawab?” tanya Khadwanto kepada Habib Rizieq.

Sebelum menjawab, Habib Rizieq lebih dahulu menyampaikan dua hal yang tidak bisa diterimanya. Yaitu Jaksa disebut mengajukan saksi ahli forensik di Pengadilan. Padahal beber Habib Rizieq, saksi ahli forensik tidak pernah hadir di pengadilan. Yang kedua adalah tidak adanya menggunakan hasil otentik dalam Pasal 14 Ayat 1 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Masih banyak lagi saya tidak sebutkan karena membuang-buang waktu saja. Jadi dengan dua alasan tadi yang saya sampaikan majelis hakim, dengan ini saya menolak putusan majelis hakim dan saya menyatakan banding,” tegas Habib Rizieq menolak pengampunan Presiden Jokowi.

Sementara politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendukung Habib Rizieq untuk terus memperjuangkan keadilan hukum. Ini disampaikan mantan Wakil Ketua DPR itu melalui akun twitter, merespons vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Habib Rizieq dalam kasus hasil tes swab RS Ummi.

Menurut Fadli, Habib Rizieq selama ini telah banyak menerima ketidakadilan, termasuk vonis empat tahun penjara terhadapnya. Dalam kasus hasil tes swab ini, Fadli menyebut Habib Rizieq korban undang-undang yang dibuat berdasarkan hukum warisan pemerintah kolonial Belanda.

Lebih dari itu, apa yang dituduhkan pada Habib Rizieq pun konteksnya berbeda. ”Byk kebijakan n keputusan yg tak adil pd HRS. Termasuk divonis dg UU produk 1946, warisan Belanda. Konteksnya pun sdh jauh berubah,” cuit Fadli Zon, Kamis (24/6).

Fadli Zon pun mendoakan pendakwah yang bisa mengenakan surban itu bisa memperoleh keadilan. ”Smg HRS diberi kemudahan memperjuangkan kebenaran n keadilan,” tulisnya.

Banyak pihak menyayangkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahjri Hamzah tak ketinggalan ikut betkomentar. Lewat akun twitternya, Fahri mencuit soal pasal keonaran. “Pasal ‘berbuat keonaran’ sudah tidak cocok dengan zaman media sosial sekarang,” tulis Fahri Hamzah dalam akun twitter pribadinya, Kamis (24/6).

Menurutnya pasal ‘berbuat onar’ sudah tidak relevan di zaman sekarang, era media sosial. Lebih lanjut bahkan dia mengatakan ‘berbuat keonaran’ sendiri difasilitasi di zaman ini. “Sosial media itu tempat ‘berbuat keonaran’ difasilitasi. Belum pernah jempol memiliki kebebasan seperti sekarang sepanjang zaman,” ujarnya.

Mantan anggota DPR tersebut juga mengatakan keanehan terhadap pasal tersebut. “Di satu sisi keonaran dilarang di sisi lain difasilitasi. Aneh!” tandasnya.

**ass

Insentif Nakes Nunggak Rp4 Miliar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menunggak insentif terhadap tenaga kesehatan (nakes) sejak beberapa bulan lalu dengan total Rp4 miliar. Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir membenarkan kabar tersebut. “Kami sudah ajukan, dan uangnya sudah ada tinggal menunggu pencairan saja,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/6).

Menurut dia, saat ini review mengenai pencairan insentif sedang dilakukan agar penyaluran tak salah sasaran. Iapun meminta agar nakes menjadi perhatian serius. “Ya, kami bisa mengerti itu. Saya sudah memberikan rasionalisasi agar pnakes bersabar, tapi memang sebagai direktur kalau bisa minta dipercepat,” kata Ilham.

Di RSUD, sambung dia, total nakes ada sebanyak 400 orang, 200 diantaranya khusus menangani pasien covid. “Satu bed ditangani enam perawat. Nah, untuk di ruang ICU jumlahnya lebih banyak lagi,” ungkap Ilham.

Ia menjelaskan bahwa insentif harus segera dibayarkan lantaran nakes merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Ilham pun menyatakan bahwa Bed Occupancy Ratio (BOR) terus melonjak dari sebelumnya. “Minggu lalu 60 sekarang naik ke 97,l. Sekarang kami juga menambah ruang isolasi khusus,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati menjelaskan bahwa insentif nakes akan segera dibayar lantaran anggarannya telah dialokasikan. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran insentif akibat kebijakan perubahan sumber anggaran. “Kalau tahun lalu kan sumbernya dari bantuan operasional kesehatan Kementerian Kesehatan. Sementara pada 2021, berasal dari APBD,” imbuhnya.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Denny Mulyadi menuturkan, bila pemerintah sempat merefocusing anggaran untuk penanganan pandemi, yang jumlahnya mencapai Rp89 miliar. “Refocusing itu dilakukan pada beberapa OPD untuk penanganan Covid-19,” tukasnya.  

** Fredy Kristianto

Minimarket di Pandu Raya Diduga tak Berizin

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebuah minimarket di Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Boogr diduga telah beroperasi sebelum mengantungi izin dari pemerintah.

Kepala Bidang Izin Operasional pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor R Beni Iskandar mengatakan, bila izin operasional akan diterbitkan setelah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terbit.

“Itupun bila persyaratan teknis dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) keluar,” ujar Beni kepada wartawan, Kamis (23/6).

Menurut Beni, hingga kini pihaknya belum memproses izin operasional minimarket tersebut. Sebab, sebelum izin operasional terbit, terlebih dahulu mesti melengkapi IMB dan IPPT.

“Izin operasional yang menerbitkan DPMPTSP dengan rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, sebenarnya fungsi pengawasan bangunan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Kita harus cek di sistem, tapi kalau belum mengajukan maka data tidak akan ada. Disini penanganannya di bidang masing-masing, untuk IMB bidang Pak Nouval. Intinya di saya mah belum ada, dan sebelum IMB juga harus IPPT dl,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan Teknis Dinas Penanaman Modal Perisinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor Agung mengatakan, IMB) minimarket tersebut, saat ini sedang diproses Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD).

“Lagi proses SKRD karena semua WFH jadi Senin depan baru realisasi SKRD,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Acang Bangun Drainase dan Akses ke PSU Diberi Penerangan

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Acang, pria yang berasal dari Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri tersebut, belum lama ini memberikan akses jalan masuk menuju Prasasarana Sarana dan Utilitas (PSU) milik Pemerintah Kabupaten Bogor yang akan segera dibangun gedung Sekolah SMPN 40 Gunung Putri dan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) dan bangunan lainnya yang semula tidak memiliki akses masuk.

Tak berhenti disitu, pria yang memiliki nama lengkap Acang Suryana itu juga memperbaiki akses jalan masuk sepanjang 700 meter dengan dibangun gorong – gorong atau drainase agar saluran air dari jalan utama GBHN menuju PSU tidak tersendat dan mengakibatkan air meluap ke ruas jalan.

“Saya membangun jalan dan drinase menuju PSU ini semata mata demi kepentingan masyarakat. Selain itu demi mendukung program Pemerintah Kabupaten Bogor agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” kata Acang Suryana,  Kamis (24/6/21).

Selain membangun akses jalan masuk PSU, Acang yang berkiprah sebagai pengusaha tersebut juga memberikan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar tidak terjadi tindakan kriminal dimalam hari karena minimnya lampu penerangan.

“kalau jalan sudah bagus kan gak enak kalau gelap jadi rawan nantinya. Makannya, selain jalan saya rapikan, penerangan juga saya pasang. Semua ini demi kepentingan masyarakat juga,” paparnya.

Dia yang banyak dikenal khalayak umum dengan kontroversinya memperjuangkan tanah hak milik yang diklaim oleh salah satu perusahaan besar itu berpesan agar setiap pengusaha yang ada di Kabupaten Bogor, khususnya di Bogor Timur agar peduli dan senantiasa mendukung setiap program pemerintah demi kepentingan masyarakat.

“Dengan cara kita mendukung program pemerintah, sudah pasti segala urusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Remaja dan Kesehatan Mental

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebagai remaja yang hidup di zaman milenial kita dituntut oleh lingkungan untuk menemukan bagaimana jati diri kita, banyak tuntutan dari keluarga, teman dan lingkungan sekitar yang tujuannya memberikan masukan namun tidak lain untuk memojokkan.

Dalam proses pendewasaan tentunya banyak sekali hal yang dilewati, banyak juga perilaku orang dewasa yang memaksakan kehendak kepada remaja, menuntutnya untuk selalu bisa, membandingkan dengan orang lain disekitarnya, dan selalu merasa jalan yang mereka pilih adalah jalan terbaik untuk di pilih.

Kegagalan dalam menyesuaikan jati diri bagi remaja dapat menyebabkan kesehatan mental bagi remaja itu sendiri, Ketika dirinya sudah menentukan akan seperti apa jalan hidupnya namun ada saja orang dewasa yang merasa bahwa jalan yang dipilih adalah salah. Kesehatan mental remaja juga dapat di sebabkan okeh keadaan rumah yang tidak baik, hubungan ayah dan ibu yang kurang harmonis, perendungan dalam pertemanan dan prestasi yang selalu dijadikan sebagai standar seseorang anak berprestasi.

Dalam hal tersebut perlunya dampingan orang tua dan lingkungan sekitar agar selalu mengawasi pertumbuhan remaja, bukan berarti membiarkan dirinya untuk memilih jalan sesuka hatinya, jika jalan yang dipilih salah sebagai orang tua memiliki hak untuk menegur dan memberi gtahunya Cuma tidak dengan hal keras dan paksaan.

Tidak hanya dukungan oleh orang tua, lingkungan pertemanan dan sekitar juga menjadi pemicu untuk menjaga kestabilan bagi remaja, maka pilihlah teman yang sesuai.

**Salsabila Thifal [MG/UIK-Jb]

Clothing Brand, Bisnis Simple Nan Menguntungkan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi  

Dewasa ini kita sering menemukan banyaknya brand pakaian yang terkadang kita sendiri belum pernah mendengar atau melihat tentang brand tersebut. Bisnis clothing brand belakangan ini memang banyak diminati. Clothing Brand sendiri sering diasosiasikan atau dilibatkan dengan bisnis anak muda. Keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis ini lebih dari sekedar lumayan.

Sama halnya dengan Clothing dengan brand Part Of Human. Kalian dapat menjumpainya di Kp.pabuaran, Cibadak Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. “Menurut saya, clothing brand ini cukup meyakinkan. Selain itu, ini merupakan suatu bisnis yang cukup simple,” ungkap pemilik clothing brand, Fajrin kepada Jurnal Bogor, Kamis (24/6).

Fajrin juga menjelaskan bahwa dizaman sekarang, semakin banyak yang memperhatikan fashion mereka. Clothing Brand ini sudah berdiri sejak tahun 2019 yang lalu. Mereka banyak menjual atau mendistributorkan barang yang berkaitan dengan fashion lainnya. Seperti berani hat, topi, t-shirt, dan hoodie. “Menurut saya saat ini brand local juga banyak diminati oleh masyarakat. Selain harganya yang lebih ramah dikantong, produk lokal juga sudah menyaingi serta tidak kalah menarik dengan brand luar,” jelasnya.

Untuk tahun ini, mereka sedang fokus terhadap pembuatan t-shirt atau kaos. “Memang lebih banyak ke t-shirt, karena memang lebih banyak diminati. Karena biasanya pun yang memesan, kebanyakan datang dari kalangan pelajar, mahasiswa, anak – anak muda lah intinya,” terangnya. Untuk harga sendiri, dimulai dari harga termurah senilai Rp80.000, sampai dengan termahalnya Rp200.000.

“Menurut saya sendiri, yang menarik dari brand kita terdapat di bagian designnya. Kita membuat design yang limited, yang jarang dari setiap designnya. Kita menyediakan stcoknya juga terbatas. Jadi lebih terlihat wah, dan ga banyak orang yang pakai. Yang pasti, soal kualitas dari bahan pun bagus,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Tak Kuat Menanjak, Truk Pakan Ternak Masuk Jurang di Rumpin

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Sebuah truk bermuatan  pakan ternak ayam pada Kamis (24/6/2021) siang masuk jurang sedalam 15 meter di Jalan Raya Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Menurut warga sekitar, Udin (56) bahwa truk bernomor polisi A 8997 NM itu tidak kuat menanjak. Bahkan, sang sopir yang belum diketahui identitasnya itu  sempat minta bantuan warga untuk mengganjal ban kendaraan menggunakan balok.

“Sempat ditahan dengan menggunakan balok tapi tidak kuat. Akhirnya mundur terlalu kanan hingga terjatuh,” kata Udin kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Udin menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja sopir mangalami luka ringan di bagian tangan kanan. Kendaraan tersebut, masuk kedalam jurang sekitar 15 meter dari badan jalan. Rencananya dari informasi yang didapat, pakan ternak itu akan dikirim ke wilayah Desa Leuwibatu,  Rumpin.

Pantuan di lokasi, kendaraan truk masih berada di jurang dan belum dievakuasi karena sulitnya medan area tersebut.

Sementara Kanit Lantas Polsek Rumpin Ipda Muhklis menyebit kecelakaan tersebut tunggal dan tidak ada korban jiwa.

** Cepi Kurniawan

Covid Mengganas, Untuk Antispasi Gugus Tugas Nanggung Sediakan Rumah Isoman

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Gugus Tugas Kecamatan Nanggung bersama desa menyediakan tempat isolasi untuk pasien Covid-19 untuk mengntisipasi lonjakan Covid di wilayah Kecamatan Nanggung. Meksipun belum ada pasien yang mengisi tempat isolasi tersebut, gugus tugas sudah menyiapkan dengan segala perlengkapan mulai dari tempat tidur dan beberapa perlengkapan lainya.

Camat Nanggung, Ae  Saefulloh  mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19 yang saat ini terus meningkat di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Meksipun saat ini wilayah Nanggung masih di berada di zona hijau, namun untuk antisipasi tentu harus disiapkan lebih awal.

“Untuk tingkat kecamatan wilayah zona hijau Nanggung, namun di dua desa baru baru ini ada yang terpapar mereka yang bekerja di luar daerah,” katanya.

Ia pun terus mengimbau kepada kepala desa dan RT RW untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan di setiap warga. “Dan juga diimbau kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan