Kolaborasi BPPSDMP dan Komisi IV DPR RI Beri Harapan Petani dan Penyuluh Pertanian

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas petani dan penyuluh pertanian pembuatan pupuk organik plus angkatan ke-5 dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan di gedung Aula Universitas Islam Madura, Kamis (4/3). Bimtek ini dihadiri Komisi IV DPR RI Dapil Madura dari Fraksi  PAN Slamet Ariyadi, S.Psi, Rektor Universitas Islam Madura, Ahmad, S.Ag, M.Pd, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ajib Abdullah, ST, M.Si, para kepala desa, serta 100 orang peserta dari kalangan petani dan penyuluh pertanian.

Bahkan menariknya lagi, hadirnya para mahasiswa dan masyarakat umum. Kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) ini adalah keseriusan untuk menjawab persoalan yang dihadapi para petani dan penyuluh pertanian di lapangan. Hal yang menjadi sorotan adalah peningkatan SDM pertanian, baik petani maupun penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kerap menegaskan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas terutama kualitas petani dan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan. Pertanian sangat penting dalam situasi apapun.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, menyampaikan pentingnya peningkatan SDM. “JIka ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, melalui kegiatan bimbingan teknis ini berharap akan ada peningkatan kualitas sumberdaya petani dan penyuluh yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian. Komitmen tersebut diwujudkan dalam gerakan menumbuh kembangkan petani milenial, termasuk di dalamnya petani dan penyuluh  untuk ikut menyukseskan Program Pembangunan Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.

Dalam sambutannya, Tata Sukmara mewakili Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono  menyampaikan bahwa petani saat ini sering dihadapkan pada banyaknya gangguan serta kendala dalam budidaya tanaman salah satunya adalah adanya serangan hama penyakit tanaman.

Hal tersebut  dapat diatasi dengan cara mengkondisikan lahan pertanian agar terbebas dari bibit hama penyakit tanaman dengan cara proses pembersihan yang dilakukan secara hayati melalui penggunaan pupuk organik Plus yang dilengkapi dengan agensia hayati pupuk organik plus mengacu pada pupuk organik yang dibuat dengan menambahkan fungsi khusus terutama dapat mengendalikan hama penyakit tanaman.

Kelebihan pembuatan pupuk organik plus tersebut adalah petani dapat memperoleh tingkat kesuburan serta kesehatan tanah Ph yang lebih terjamin yang memungkinkan petani dapat melakukan budidaya pertanian dengan lebih baik dan terhindar dari resiko sama penyakit yang dapat merugikan petani.

Disamping itu Penggunaan pupuk organik plus dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan petani yaitu dengan menggabungkan kegiatan pemupukan dengan kegiatan pengendalian hama sehingga tidak perlu dilakukan secara terpisah, yang tentu saja lebih efisien dalam penggunaan waktu. Diharapkan dengan Bimtek pembuatan pupuk organik plus, petani dan penyuluh pertanian memperoleh tambahan pengetahuan yang secara tidak langsung berguna untuk peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam acara pembukaan Bimtek Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Rakyat, untuk Daerah pilihan (Dapil) Madura, (Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pamekasan), Slamet Ariyadi, S.Psi, mengamanatkan agar masyarakat dalam hal ini petani dan penyuluh pertanian pada masa covid-19 harus pandai-pandai memanfaatkan peluang yang masih banyak belum tergarap padahal itu mampu memberi nilai tambahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan.

Contohnya membuat pupuk organik padat karena bahan baku sudah tersedia di sekitar tempat tinggal petani atau peternak. Disamping bisa menekan biaya produksi, kesuburan tanah juga bisa lebih meningkat dan ketergantungan terhadap pupuk kimia akan berkurang.

Lebih lanjut suami dari Lis Sugiarti ini berangan-angan bahwa Kabupaten Pamekasan, kedepan akan menjadi salah satu sentral sapi potong, dan angan tersebut akan segera direalisasikan dengan memberi modal kerja setiap desa dengan 50 Sapi.

Ayah dari Alif Rizky Musthopa, juga menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, akan  berkomitmen untuk terus mengawal program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan penyuluh yang ada di wilayah Kabupaten Pamekasan.

** T2S/BBPP Batu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here