23.5 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1161

Cibungbulang Zona Kuning, 5 Nakes Terpapar Covid

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Angka Covid 19 di Kabupaten Bogor terus bertambah, Kecamatan Cibungbulang yang beberapa bulan lalu sudah berada di wilayah zona hijau, namun kini kembali berada di zona kuning. Bahkan sebaran Covid 19 yang semakin menggila, 5 orang tenaga kesehatan di Puskesmas Cibungbulang terkonfirmasi positif Covid-19.

Akibatnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Cibungbulang ditutup sementara untuk beberapa hari kedepan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Ditutup sementara dari 26- 29 Juni karena ada yang terpapar Covid-19 ada 5 orang nakes,”kata Kepala Puskemas Cibungbulang, drg Doni Arya saat dikonfirmasi, Minggu malam (27/6).

Doni mengatakan  pada Senin (28/7/2021) seluruh ruangan di Puskesmas akan dilakukan sterilisasi. “Dan juga seluruh nakes akan dirapid antigen hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 setelah pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kembali dibuka,” kata Doni.

Doni mengatakan masyarakat agar maklum kondisi tutupnya puskesmas karena akan sterilisasi ruangan sekalian cek rapid antigen semua staf. “Menghimbau agar tetap disiplin protokol kesehatan karena kasus Covid sudah mulai naik,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Acang Suryana, ‘Robin Hood’ Gunung Putri

0


Dukung Program Bupati Bogor

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha muda Acang Suryana mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Acang Suryana mengatakan, pembangunan dilakukan dengan mengutamakan azas kepentingan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Saya lakukan pematangan lahan yang akan dijadikan jalan akses masuk ke PSU terpadu. Ada pemasangan penerangan jalan juga di lokasi tersebut,” ujar Acang kepada Jurnal Bogor, Minggu (27/6).

Putra asli Tlajung Udik itu menerangkan, pihaknya sangat mendukung rencana Pemkab Bogor dalam mewujudkan sejumlah pembangunan di lokasi PSU tersebut.

“Lokasi itu akan Pemkab Bangun sejumlah gedung yang menunjang program Bupati Bogor yakni Pancakarsa seperti SMPN 4 Gunung Putri untuk Karsa Cerdas dan Puskesmas untuk Karsa sehat,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Lestia Irmawati mengungkapkan, bahwa tahapan pewujudan PSU terpadu tersebut ada pada Bidang Pertanahan.

“Kalau perkembangan tanya ke Kabid Pertanahan Pak Eko, saya belum dapat laporan terkini proses pembanguna di lokasi PSU itu,” kata perempuan yang akrab disapa Irma itu.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan pada DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menegaskan, pihaknya mengapresiasi langkah tokoh masyarakat sekaligus pengusaha muda di Gunung Putri, Acang Suryana.

“Selama ini mendukung program Pemkab Bogor dalam mewujudkan PSU terpadu di Desa Tlajung Udik, kami sangat senang. Artinya itu bagian dari mendukung nawacita Bupati Bogor yang dituangkan dalam Pancakarsa,” tegas Eko.

Eko menjelaskan, bahwa pemkab Bogor mesti langsung merespon langkah awal dalam membangun akses jalan menuju lokasi PSU terpadu.

“Sudah dilakukan tahap awal oleh tokoh masyarakat setempat, tinggal Pemkab Bogor melakukan pengaspalan akses jalan tersebut. Insya Allah akan dilakukan secepatnya oleh instansi terkait,” jelas Eko.

Senada, Kades Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim mengatakan, pihaknya juga mengapresiasi langkah tokoh masyarakat di wilayah yang dipimpinnya tersebut.

“Alhamdullilah, ada tokoh masyarakat kami yang mau mendukung program pemerintah dalam pembangunan. Selama itu untuk mendukung program masyarakat, saya akan dukung,” kata Yusuf.

Terpisah, Kadus 2 Desa Tlajung Udik yakni lokasi PSU Terpadu itu, Arsan memaparkan, langkah Acang Suryana tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih, selain membuka akses dan melakukan tahap awal untuk askes ke PSU terpadu itu, ada juga penerangan jalan. Jelas ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya setempat. Saya atas nama masyarakat sangat berterima kasih kepada Acang Suryana,” papar Arsan.

** Noverando H

Ormas dan LSM di Bogor Barat Sikapi Ucapan Bupati dengan Tenang

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Adanya pandangan berbeda dari oknum yang diduga tak terima atas ucapan Bupati Bogor Ade Yasin perihal ‘wartawan bodrex’ hingga berujung aksi demo, ormas dan LSM di wilayah Bogor Barat justeru mengajak untuk tetap tenang dan menyikapinya dengan jernih.

Hal itu diungkapkan oleh satu  LSM Laskar Anti Korupsi (Laki) yang mengajak untuk semua rekan yang tersinggung dengan ucapan Bupati tetap tenang dengan hati yang jernih.

Dalam acara konferensi pers itu juga selain LSM Laki, turut hadir juga GPK, BPPKB Banten, PSI dan perwakilan advokat. “Kami disini melihat dari sisi positifnya saja yah, bukan hanya dari pihak kepala daerah yang mengungkapkan itu, kalaupun tukang becak yang menyatakan itu kami sebagai orang yang cerdas, sebagai orang yang disiplin juga harus bisa memahami lebih jauh apa arahan mereka,” kata Ketua LSM Laki di wilayah Bogor Barat, Joy.

Lebih lanjut kata Joy, kalaupun memang statment yang dari bupati menyebutkan diduga oknum wartawan bodrek, tentu jika tidak merasa tidak akan jadi masalah dan persoalan yang berkepanjangan.

“Misalkan kami sebagai lembaga ormas, kalaupun kami tidak melakukan itu dan legitimalisasi kami itu jelas sebetulnya tidak ada ketersinggungan,” katanya.

Joy berpandangan,  intinya yang bahwa apapun yang dilontarkan Bupati Bogor bagian dari memberikan nilai kedewasaan untuk profesinya masing-masing agar  bisa dijaga secara profesional secara baik dan santun.

“Mari kita membangun Kabupaten Bogor ini secara bersama sama, dengan damai tanpa ada ekses, dan tidak ada gesekan tanpa melupakan marwah dan etika lembaga masing masing,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Tingkatkan Herd Immunity, Polsek Parung Gelar Vaksinasi Massal untuk Masyarakat

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor, khusus wilayah hukum Polsek Parung, jajaran Polsek Parung Resor Bogor melakukan percepatan vaksinasi  yang diselenggarakan di Puskesmas Ciseeng.

Kegiatan itu juga dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara yang ke-75 di wilayah Hukum Polsek Parung. Kapolsek Parung Kompol Puji Astono mengatakan, dalam pelaksanaan percepatan vaksinasi itu jajaran Polsek Parung, Camat Ciseeng  dibantu pihak Puskemas, Koramil, Dishub dan Security serta Pol PP.

“Kegiatan sendiri dilaksanakan pada Sabtu tanggal 26 Juni 2021 jam 08.00 Wib, dalam rangka kegiatan percepatan vaksinasi gratis sekaligus menyambut Hari Bhayangkara yang ke-75 di wilayah hukum Polsek Parung,”kata Kapolsek Parung Kompol Puji Astono.

Puji mengatakan dalam kegiatan vaksinasi tahap pertama itu sasaran yang akan divaksin sebanyak 300 orang yang terdiri lansia, pedagang dan pelayan publik. “Alhamdulillah masyarakat begitu antusias melebihi target,” katanya.

Kapolsek pun terus mengimbau agar masyarakat meksipun sudah divaksin tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. “Terus pakai masker, tidak berkerumun mengurangi aktivitas diluar karena saat ini covid kembali meningkat,” katanya.

Sementara itu Camat Ciseeng Adi Setiyabakti selaku Ketua Gugus Tugas Kecamatan Ciseeng mengucapkan banyak terimakasih atas kegiatan vaksinasi gratis yang dilaksanakan pihak kepolisian ini.

“Semoga dengan percepatan vaksinasi ini wilayah Ciseeng segera terbebas dari Covid-19,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Warga Serbu Desa Srogol Untuk Disuntik Vaksin

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Ratusan warga Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor  antusias mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 di halaman kantor Desa Srogol. Kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Srogol pada Sabtu (26/6) ini cukup ramai didatangi warga, bahkan banyak petugas yang mengatur jalannya antrean dengan menjaga jarak aman sesuai aturan protokol kesehatan.

Salah satu warga sekitar, Eli (39) mengaku antusias dirinya dapat ikut pada pelaksanaan vaksinasi di desa tersebut. “Saya senang bisa ikut divaksin, sehingga dapat lebih percaya diri untuk datang. Apalagi kan vaksin ini untuk menjaga diri dari penularan Covid,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Srogol, Asep Irawan Kuswara menerangkan jika yang dilakukan Pemerintah Desa Srogol adalah merupakan bentuk perhatian dan kepedulian khususnya kepada warga Srogol.

“Kita harus peduli kepada warga kita sendiri, apalagi disituasi saat ini yang masih pandemi Covid-19. Makanya kita adakan vaksinasi, tujuannya agar warga kita minimal terhindar dari penularan covid disamping harus tetap jaga protokol kesehatan,” katanya.

Dikatakan Asep, warga Srogol sendiri sudah sadar terhadap pentingnya melakukan vaksinasi diri. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang datang sejak pagi hari untuk mendapatkan vaksin.

“Intinya, kita bersyukur dapat melaksanakan vaksinasi kepada warga dan mudah -mudahan melalui kegiatan vaksinasi ini kita semua bisa tercegah dari penularan atau penyebaran Virus Corona kedalam tubuh. Harapannya, semoga tidak ada warga kami yang terpapar Covid-19,” pungkas Asep.

** Deny

Walhi Jabar Sebut Dampak Buruk Pengeboran Panas Bumi Star Energy Bisa Terjadi Getaran

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Rencana pengeboran energi  panas bumi atau drilling yang  dilakukan oleh PT star Energy Geothermal Salak Endah (SEGS) LTD di beberapa titik di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor,  kini sampai ke telinga  Walhi atau Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.

Hal itu langsung ditanggapi langsung bagian hukum Walhi Provinsi Jawa Barat menurut Manager Advokasi dan Kampanye, Wahyudi Iwang, rencana tersebut tentu harus ada pengkajian yang matang. “Meksipun pihak perusahaan mengklaim tidak ada dampak tentu pasti ada dampaknya,” kata Iwang saat dikonfirmasi, baru- baru ini.

Iwang mengatakan, selain itu proses-proses partisipasi dokumen perizinan harus melalui proses partisipasi dan  masyarakat sekitar harus paham, mengerti, mengetahui dan aspirasinya harus tertuang dalam dokumen perizinan dan dalam Permen LH Nomer 7 Tahun 2012 terkait partisipasi publik.

“Karena poin poin  itu termasuk dalam kebijakan lainnya seperti kebijakan Peraturan Presiden (PP), Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM), Undang-undang No 32 tahun 2009 terkait (PPLH), itu diatur dalam segala kegiatan harus diketahui oleh masyarakat sekitar lokasi, dan harus melibatkan masyarakat,” katanya.

Bahkan menurutnya perusahaan Geothermal ini melakukan ekspansi atau perluasan, baik kecil maupun besar perluasan itu harus melalui mekanisme adendum dokumen perizinan.

“Sementara itu, pembuatan adendum tersebut harus melalui dokumen partisipatif, bagaimana mereka membuat adendum, membuat tim konsultan, pemerintah membuat komisi Amdal, sehingga proses-proses pembuatan Amdal tersebut harus melibatkan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dampak negatif terhadap masyarakat adalah getaran, semakin dalam pengeboran semakin tergantung kestabilan tanah, dan daya tampung di wilayah tersebut, sehingga jika itu tidak terprediksi dalam dokumen Amdal maka getaran tersebut akan dirasakan oleh masyarakat.

Lanjut Iwang, tidak hanya dampak getaran secara langsung yang dirasakan oleh masyarakat sekitar, akan tetapi dampak lain pun dirasakan seperti pasokan cadangang air berkurang, karena dirinya menilai ketika aktivitas itu berlangsung akan menebang  pohon di sekitar lokasi pengeboran.

“Maka ketika pembuka akses maka pohon-pohon pun pasti akan ditebang, sehingga resapan air pun berkurang, nah dalam adendum tersebut arus diketahui berapa hektar yang dilakukan oleh perusahaan, kalo di atas 1 hektar atau 5 hektar itu harus tukar guling, dimana turkar gulingnya sehingga masyarakat pun harus ikut tahu,” jelasnya.

Dalam hal ini, tentunya komisi Amdal harus mengukur daya tampung adendum ekspansi perusahaan di kawasan tersebut, lokasi tersebut mendukung dan mengukur daya tampungnya sehingga menjadi penilaian, jika tidak layak jangan mendukung adendum dokumen tersebut.

Tentunya dalam hal pencemaran, karbon di lokasi tersebut akan melebihi karbon yang ada di lokasi tersebut, ketika sudah melebihi maka akan berdampak pencemaran lingkungan, pencemaran udara, termasuk pencemaran air.

” Seramah-ramahnya perusahaan Geothermal yang dikatakan negara itu tetap berbahaya, jika pipa gas itu meledak tentu akan membahayakan masyarakat sekitar, tidak hanya itu, karena mungkin dalam proses pengeboran itu menggunakan bahan-bahan kimia yang akan mempengaruhi kontur tanah, kestabilan tanah, dan juga air bawah tanah, yang juga air tersebut digunakan selama ini oleh masyarakat,” tegasnya.

Iwang mengatakan, pencemaran udara pun tentu akan dirasakan karena karbon di lokasi tersebut menjadi meningkat, seperti perubahan iklim,  jika hal tersebut terjadi maka pihak perusahaan harus menyelamatkan permasalahan tersebut, tentunya kegiatan drilling harus jauh dari pemukiman dengan radius lima kilometer dari pemukiman warga sekitar.

“Ya memang tidak di atur secara spesifik tetapi biasanya kalo mengikuti Permen LH Tahun 2012, paling dekat itu jarak lima kilometer dari lingkungan masyarakat untuk aktivitas pengeborannya,” jelasnya.

Sementara itu Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan  Adian Napitupulu akan mempelajari terlebih dahulu rencana drilling yang akan dilakukan oleh PT Star Energy yang saat ini menjadi polemik ditengah  masyarakat Pamijahan.

“Akan dipelajari  terlebih dahulu permasalahannya yang saat ini terjadi,” singkatnya.

** Cepi Kurniawan

Fasilitasi Umum Rusak, Enam UPT di Komplek Pemerintahan Ciawi Terkesan Cuek

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Meski di komplek pemerintahan Kecamatan Ciawi terdapat beberapa kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT), mulai dari UPT Tata Bangunan, UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan, UPT KB, UPT Pengelolaan Sampah, UPT Dinas Perhubungan (Dishub) hingga UPT Pertanian, namun sayang tidak ada yang merespon terkait kerusakan infrastruktur di lingkungan tersebut.

Yuzril, warga Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi mengatakan, sikap cuek keenam UPT yang ada di komplek pemerintahan Kecamatan Ciawi, terhadap kerusakan infrastruktur jalan yang menggunakan beton penutup drainase patut dipertanyakan.

 “Lihat saja, banyak penutup drainase yang betonnya sudah rusak. Walaupun setiap hari dilewati pegawai saat menunaikan solat, tapi sayangnya tidak ada yang memperbaiki,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, kerusakan penutup drainase dinilai membahayakan pengguna jalan. Terlebih, warga yang pertama kali mendatangi komplek Pemerintahan Ciawi. “Pernah ada yang terperosok kakinya ke dalam drainase, karena tidak mengetahui kalau betonnya bolong,” ujar Yuzril.

Yuzril mempertanyakan anggaran pemeliharaan yang ada di tiap UPT setiap tahunnya. Sebab, dengan adanya pembiaran fasilitas umum yang rusak di komplek pemerintahan, sangat mengkhawatirkan. “Masa sih di dinas masing-masing UPT tidak ada anggaran pemeliharaan,” tegasnya.

Selain Yuzril, Asep Supriadi juga menyayangkan dengan kondisi semua perkantoran UPT yang terlihat kumuh dan tidak ada pemeliharaan, baik itu pengecetan maupun perbaikan gedung lainnya.

 “Seperti Kantor UPT KB bagian plafon atapnya sudah hancur dan nyaris ambruk. Begitu juga dengan gedung dua lantai yang diisi tiga UPT, terlihat kumuh persis tidak ada penghuni nya,” tukas warga Kecamatan Caringin saat sedang berada di kompleks pemerintahan Ciawi, Jum’at (24/6) lalu.

Dede Suhendar

Fasilitasi Umum Rusak, Enam UPT di Komplek Pemerintahan Ciawi Terkesan Cuek

Ciawi | Jurnal Bogor

Meski di komplek pemerintahan Kecamatan Ciawi terdapat beberapa kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT), mulai dari UPT Tata Bangunan, UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan, UPT KB, UPT Pengelolaan Sampah, UPT Dinas Perhubungan (Dishub) hingga UPT Pertanian, namun sayang tidak ada yang merespon terkait kerusakan infrastruktur di lingkungan tersebut.

Yuzril, warga Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi mengatakan, sikap cuek keenam UPT yang ada di komplek pemerintahan Kecamatan Ciawi, terhadap kerusakan infrastruktur jalan yang menggunakan beton penutup drainase patut dipertanyakan.

 “Lihat saja, banyak penutup drainase yang betonnya sudah rusak. Walaupun setiap hari dilewati pegawai saat menunaikan solat, tapi sayangnya tidak ada yang memperbaiki,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, kerusakan penutup drainase dinilai membahayakan pengguna jalan. Terlebih, warga yang pertama kali mendatangi komplek Pemerintahan Ciawi. “Pernah ada yang terperosok kakinya ke dalam drainase, karena tidak mengetahui kalau betonnya bolong,” ujar Yuzril.

Yuzril mempertanyakan anggaran pemeliharaan yang ada di tiap UPT setiap tahunnya. Sebab, dengan adanya pembiaran fasilitas umum yang rusak di komplek pemerintahan, sangat mengkhawatirkan. “Masa sih di dinas masing-masing UPT tidak ada anggaran pemeliharaan,” tegasnya.

Selain Yuzril, Asep Supriadi juga menyayangkan dengan kondisi semua perkantoran UPT yang terlihat kumuh dan tidak ada pemeliharaan, baik itu pengecetan maupun perbaikan gedung lainnya.

 “Seperti Kantor UPT KB bagian plafon atapnya sudah hancur dan nyaris ambruk. Begitu juga dengan gedung dua lantai yang diisi tiga UPT, terlihat kumuh persis tidak ada penghuni nya,” tukas warga Kecamatan Caringin saat sedang berada di kompleks pemerintahan Ciawi, Jum’at (24/6) lalu.

** Dede Suhendar

KNPI Gunung Putri Pilih Ketua Baru, Fadliansyah Jadi Calon Tunggal

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pendaftaran calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Gunung Putri resmi ditutup pada pukul 00.00 Wib, Sabtu (26/6/21) malam. Bedasarkan hasil musyarawah penetapan jadwal tahapan pendaftaran yang dibuka  dari 15- 26 juni 2021 sampai penutupan, tercatat hanya satu pendaftar yang mengembalikan formulir ke Sekretariat Panitia Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI di Kantor Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Pendaftar tersebut ialah Fadliansyah yang menjabat sebagai Sekretaris KNPI Kecamatan Gunung Putri, dengan membawa 14 surat dukungan dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Putri.

“Hanya seorang pendaftar yang mengembalikan formulir yakni Fadliansyah. Tanggal 26 Juni  juga di tutupnya verivikasi OKP yang kami laksanakan. Jadi total peserta ada 21 OKP dan peninjau 3 OKP,” kata Steering Committee Mucam KNPI Kecamatan Gunung Putri, Delly Angga Maulana, Minggu (27/6/21).

Delly mengaku sudah menggelar musyawarah bersama panitia untuk membahas mekanisme penyelenggaraan pemilihan Ketua KNPI Kecamatan Gunung Putri yang dihadiri oleh Kordinator Wilayah Dewan Pimpinan Daerah (Korwil DPD).

“Untuk penyelenggaraannya sendiri sesuai musyawarah dengan panitia pelaksana yang dihadiri Korwil DPD karena terkait lonjakan Covid-19 di wilayah Kecamatan Gunung Putri  kita undur sampai dengan 11 Juli 2021,” ungkapnya.

Sementara itu, bakal calon tunggal Ketua KNPI Kecamatan Gunung Putri, Fadliansyah mengatakan, mengaku kaget setelah dapat informasi kalau hanya ada satu yang mencalonkan diri. Dia juga berterimakasih kepada seluruh OKP dan panitia yang sudah memberi dukungan .

“Alhamdulillah semalem dapet kabar dari ketua SC bahwa pendaftarn sudah ditutup dan hanya satu calon mendaftarkan diri yakni saya. Saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh OKP yang sudah terverifikasi di pemilihan muscam ke 7 KNPI Gunung Putri,” ujarnya.

“Ini adalah hajat besar pemuda tentunya mari kita sukseskan Muscam ke-7 yang memang di tengah tengah musim pandemi dan juga saya berterimakasih kepada seluruh jajaran panitia SC dan OC yang telah berkerja sangat luar biasa untuk terlaksananya acara ini mudah mudahan tidak ada halangan lagi untuk di laksanakan pemilihan nanti,” sambungnya.

Fadli berharap, ditangan kepemimpinannya setelah terpilih nanti, Pemuda Pemudi bisa bersatu dan bersama-sama membangun Kecamatan Gunung Putri ke arah yang lebih baik lagi. Sehingga potensi yang ada di wilayah dapat dikembangkan dan KNPI menjadi laboratorium pencetak generasi pemuda yang unggul.

“saya akan hadir sebagai pemersatu pemuda Kecamatan Gunung Putri, mari kita bersama sama mengembakan potensi pemuda dan menjadikan KNPI sebagai laboratorium pencetak generasi muda yang unggul dari tiga sektor yaitu birokrat, pengusaha dan politik. Tentunya semua itu butuh kerja sama semua pihak dan kedepan kita akan lakukakan bersama untuk kemajuan pemuda Kecamatan Gunung Putri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Warga Cisaranteun Leuwisadeng Was-was Pergerakan Tanah

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng tepatnya di Kampung Cisaranten, Desa Wangun Jaya dikejutkan dengan kondisi pergerakan tanah yang terjadi beberapa hari ini.

Meskipun lokasi pergerakan tanah itu jauh dari pemukiman, namun warga di sana merasa was-was dan mengakibatkan perkebunan dan sawah warga tidak bisa digarap lagi.

“Kalau dari pemukiman jauh jaraknya sekitar 1000 meter, tapi yang dikhawatirkan jika terjadi hujan deras bisa mengancam keselamatan warga yang tinggal di bantaran kali,” kata Opik, warga sekitar.

Warga khawatir terjadinya pergerakan tanah yang lebih besar mengingat sampai saat ini pergerakan tanah terus terjadi pada malam hari dengan skala kecil.

“Terakhir Sabtu malam pergerakan sampai menutup aliran sungai Cisaranten,” katanya.

Sementara itu Camat Leuwisadeng Rudy mengatakan saat ini kondisi disana mulai kondusif, bahkan pihaknya bersama BPBD Kabupaten Bogor sudah meninjau lokasi pergerakan tanah di Kampung Cisaranten 3, Desa Wangun Jaya.

“Sifatnya pergerakan tanah, untuk jarak lokasi ke pemukiman warga, baik dari perumahan kampung Batu Dua maupun ke kampung Cisaranten 3 berjarak kurang lebih 2000 meter, “kata Rudy Mulyana kepada wartawan, Sabtu (26/6/2021).

Lanjut Rudy untuk luas pergerakan tanah kurang lebih 200 meter dengan bentangan dari hulu ke hilir dan diperkirakan 1000 meter memanjang.

“Pergerakan tanah tersebut mengakibatkan sebagian perkebunan dan pesawahan warga tidak bisa di garap kembali dan Aliran Sungai (DAS) tertutup namun masih bisa mengalir,” katanya.

Sementara segala aktivitas pertanian dihentikan dulu untui mengantisipasi pergeseran tanah yang lebih besar.

“Diimbau masyarakat untuk tetap waspada,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan/Arif Ekon

Waspada Covid, Pemdes Sipak Lakukan Penyemprotan Hingga Lakukan WFH di Kantor Desa

0

Jasinga | Jurnal Inspirasi

Mengingat tingginya kasus Covid-19 di wilayah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, pelayanan bagi masyarakat di desa tersebut dibatasi.

Bahkan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Sipak bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Sektor Parung Panjang melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa titik yang berpotensi terjadi penyebaran Covid-19

Kepala Desa Sipak Agung Suryadinata mengatakan, upaya ini sehubungan dengan tingginya angka Covid-19 yang membuat wilayah Desa Sipak menjadi zona merah, bahkan Pemerintah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga melaksanakan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) dimulai 24 Juni hingga 2 Juli.

“Untuk WFH 50 persen tetapi untuk pelayanan tetap buka setiap hari,” kata Agung Suryadinata kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, Sabtu (26/06/2021).

Bahkan, Agung Suryadinata menyampaikan, bahwa dirinya saat ini sedang melakukan isolasi mandiri meskipun hasil Swabnya belum ia terima.

“Untuk hasil Swab labkesdanya membludak dari hasil swab itu dari puskesmas dibawa ke labkesda belum ada hasil makanya ini mau di swab kembali, ya saya isolasi mandiri dulu di rumah tetapi belum ada hasil positif atau negatifnya,” kata Agung.

Penanganannya, kata Agung Suryadinata, Satgas tingkat Desa Sipak bekerja sama dengan Damkar Parungpanjang mengerahkan satu unit mobil Damkar dengan enam anggota melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke setiap fasilitas publik dan rumah warga.

“Supaya mempercepat penyemprotannya kita bekerjasama dengan pihak Damkar,” ucapnya.

Untuk itu dirinya berpesan kepada Ketua RT dan RW juga pada warganya untuk tidak mengabaikan imbauan dari pemerintah dan disiplin 5 M, bagi yang belum melaksanakan vaksinasi dirinya menekankan agar segera melaksanakan vaksinasi.

“Imbawan kepada warga untuk tetap disiplin seperti memakai masker saat beraktifitas, jaga kebersihan, hindarilah kerumunan-kerumunan itu juga pembatasan-pembatasan sosial yang harus di terapkan,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan