21.8 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1157

Amankan Klaim Pasien, RSUD Lobi Kemenkes

0

Operasional RS Perluasan Ditanggung Dana BLUD

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mengaktivasi Rumah Sakit Lapangan (RSL) di GOR Pajajaran dan dengan membangun tenda darurat di RSUD, yang keduanya masuk dalam program RS Perluasan. Rencananya, RS tersebut akan beroperasi pada Jumat (2/7). Wali Kota Bima Arya pun mengecek berbagai persiapan.

“Insya Allah Jum’at (2/7) sudah siap. Kita mendapat dukungan penuh dari BNPB dari segi peralatan. Tapi nanti untuk operasionalnya berasal dari Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) RSUD,” ujar Bima kepada wartawan, Rabu (30/6).

Bima menjelaskan, rumah sakit ini nantinya dikhususkan untuk pasien bergejala. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) atau ringan difokuskan isolasi di wisma atau pusat isolasi.

“Untuk rumah sakit pasien dengan gejala sedang sampai berat, kalau di pusat isolasi untuk pasien bergejala ringan dan berstatus OTG,” kata Bima.

Selain itu, lanjut dia, tempat tidur di RS Perluasan juga bisa digunakan untuk warga domisili luar Kota Bogor. Seperti pada saat digunakan pada Januari hingga Maret lalu, jumlah pasien Kabupaten Bogor yang dirawat di RSL sebanyak 30 hingga 40 persen dari seluruh pasien yang dirawat.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir mengatakan bahwa R dan dua tenda darurat harus dibangun, untuk menambah kapasitas tempat tidur hingga 240.

“Kami menaikan kapasitas 170 tempat tidur. Ini adalah program RSUD For Humanity. Sedangkan RSL punya kapasitas 60 bed, sekarang lagi perekrutan kontingensi response, sambil menunggu itu beberapa pegawai RSUD diperbantukan kesana. Mudah-mudahan Jumat (2/7) sudah beroperasi,” ujar Ilham.

Ilham mengatakan bahwa di Kota Bogor ada 300 lebih nakes yang terpapar corona. Untuk di RSUD sendiri, ada 28 nakes dan 15 tenaga penunjang yang terpapar. “Itu data dua hari lalu, mungkin sekarang ada tambahan,” katanya.

Ilham memaparkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur pasien covid dewasa sudah menyentuh 100 persen, sedangkan pasien anak yang dirawat ada 11 orang. “Tingkat keterisian ICU pun sudah 100 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, untuk RSL tidak akan dilengkapi dengan IGD, melainkan dipusatkan di RSUD. “Jadi agar lebih efektif dan efisien. RS itu hanya untuk perawatan saja,” ungkapnya.

Untuk membiayai RS Perluasan, kata Ilham, semuanya berasal dari dana BLUD, yang nantinya RSUD akan mencoba mengajukan klaim. “Makanya kami bersama Pak Wali dan Pak Wakil terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar klaim dapat dilakukan,” katanya.

Ilham mengatakan, mengenai waktu operasional RS Perluasan, semuanya tergantung kepada Wali Kota Bima Arya. “Waktu operasional tergantung kebijakan Pak Wali

Terpisah, Anggota DPRD Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mendukung program RS Perluasan oleh RSUD. Pasalnya, hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor. HK01.07/ Menkes/4718/2021.

“RSUD memegang kendali RS Perluasan. Namun, sebelum RS Perluasan itu dilaksanakan sebaiknya Pemkot melakukan kajian dan saran dari aparat penegak hukum terkait regulasi. Jangan sampai manajemen RSUD yang telah berjibaku membantu penanggulangan Covid-19 malah terdandung masalah di kemudian hari,” katanya.

Selain itu, perlu adanya koordinasi dengan BPJS, dan kementrian terkait klaim pembayaran. Sebab, regulasi dari BPJS berbeda dengan regulasi dari Kemenkes. Misalnya untuk pasien komorbid. “Kami berharap, kebersamaan dalam menanggulangi covid ini dilakukan secara bersama dan terukur,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Kuartal 1, Sentul City Raup Laba Bersih Rp239 M

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT Sentul City Tbk (Perseroan) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp239 .iliar pada kuartal 1 tahun 2021, ditopang oleh lonjakan pendapatan menjadi Rp463 miliar atau pertumbuhan sebesar empat kali lipat dibandingkan pendapatan pada kuartal 1 tahun 2020.

“Kinerja keuangan Perseroan pada kuartal 1 tahun ini merupakan perbaikan yang signifikan dibandingkan kinerja Perseroan di tahun 2020 dimana Perseroan membukukan kerugian sebesar Rp 190 Miliar pada kuartal 1 tahun 2020” jelas Tjetje Muljanto, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk dalam keterangan persnya, Rabu (30/6).

“Di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang dilanda efek negatif pandemi Covid-19 dan terpuruknya daya beli konsumen, pada kuartal 1 2021 kami telah berhasil menjalankan langkah-langkah perbaikan kinerja seperti penghematan biaya dan penjualan aset strategis sehingga pendapatan Perseroan di kuartal 1 2021 sebesar Rp. 463 miliar sudah melampaui total penjualan keseluruhan tahun 2020 sebesar Rp. 452 miliar“ ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Perseroan telah menyesaikan transaksi jual beli lahan dengan PT Genting Properti Nusantara dan PT Genting Properti Cemerlang yang merupakan anak perusahaan dari Genting Property Sdn Bhd, salah satu developer ternama di Malaysia.

“Transaksi lahan ini adalah salah satu pemicu kinerja positif Perseroan pada kuartal 1 tahun 2021. Lahan tersebut adalah lokasi proyek perdana Genting Property di Jabodetabek yang bertema lifestyle dan akan mendukung pertumbuhan pendapatan jangka panjang Persereon dengan meningkatnya daya tarik Sentul City sebagai Eco City yang memadukan alam dengan gaya hidup modern,” tambah Tjetje.

Sentul City terus menerapkan pengembangan wilayah perkotaan hijau yang inovatif dan berkesinambungan dengan memberikan kenyamanan bagi penghuni dan pengunjung untuk “live, play, work.”

“Kinerja keuangan yang positif pada kuartal 1 tahun 2021 dan keberhasilan Perseroan menggandeng Genting Property untuk berinvestasi di kawasan Sentul City akan memperkuat pengembangan ke depan Persereoan, dan merupakan titik balik Perseroan setelah mengalami kerugian yang cukup besar Rp. 556 miliar sepanjang tahun 2020 sebagai dampak dari pandemi covid-19 yang mempengaruhi perekonomian secara global dan nasional“ ujar Tjetje

“Investasi Genting ini adalah bukti kepercayaan investor mancanegara pada peluang bisnis di Sentul City yang dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, ” tambahnya

Didukung dengan masterplan yang terpadu dan fasilitas-fasilitas yang menarik, Perseroan berkomitment untuk menjadikan Sentul City sebagai tujuan utama hunian, pariwisata, dan investasi yang mendukung pengembangan wilayah Sentul Selatan dan sekitarnya.

Sementara itu Perseroan juga telah berhasil merestrukturisasi utangnya yang semula utang jangka pendek dan menengah menjadi utang jangka panjang sesuai putusan PKPU yang disetujui oleh Majelis Hakim PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tanggal 15 Maret 2021 lalu.

Tentang PT Sentul City Tbk
PT Sentul City Tbk yang didirikan di tahun 1993 dan menjadi perusahaan publik di tahun 1997 adalah developer di balik Sentul City, kota mandiri yang terintegrasi dan berlokasi strategis di antara Jakarta Selatan dan Bogor. Sentul City adalah kota mandiri ber-masterplan pertama dan terbesar di Indonesia yang mengintegrasikan alam dengan akses dan fasilitas-fasilitas premium untuk memenuhi gaya hidup modern. Dengan lahan sebesar 3100 hektar yang penuh dengan kehijauan dan pemandangan indah, Sentul City menerapkan pengembangan perkotaan hijau yang inovatif dan berkesinambungan untuk kebutuhan hunian, rekreasi, dan bekerja. Design arsitektur skala internasional menghasilkan konsep Eco City unik yang diekspresikan dengan keanekaragaman hayati di jalan utama sepanjang 62 km dengan lebih dari 6000 pohon dan 49 jenis tanaman. Hasil karya Sentul City telah banyak mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi, seperti “Green Open Space & Green Waste Water Management”, “The Signature Township with Eco-Friendly and Green Iconic”, dan “Green Property Awards” untuk Aeon Mall Sentul City, pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Bogor.

** Fredy Kristianto

Tambah Kapasitas Jamaah, Masjid At-Taqwa Direhab

0

Bakal Dihiasi Kubah dan Sistem Pencahayaan

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan ‘menyulap’ Masjid At-Taqwa di kawasan Balai Kota menjadi masjid yang megah untuk menambah kapasitas jamaah dari sebelumnya 500 menjadi 700 orang.

Pemkot Bogor pun mengucurkan anggaran senilai Rp2,6 miliar yang bersumber dari APBD untuk rehabilitasi tersebut.

“Berdasarkan laporan lelang, PT Vanca Utama Perkasa yang akan melaksanakan rehabilitasi dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekertariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Yadi Cahyadi kepada wartawan, Rabu (30/6).

Menurut dia, masjid yang berada di lingkungan perkantoran Pemkot Bogor akan menambah luasan masjid, sekaligus menata ulang mimbar yang sebelumnya tidak center.

Yadi menjelaskan, sebelum direhabilitasi Masjid At-Taqwa memiliki luasan exisiting 426,4 meter persegi. Namun, setelah direhab luasannya akan bertambah 212,16 meter persegi.

“Eksistingnya hanya 800 meter persegi. Atapnya juga akan ikut dibongkar,” ucap Yadi.

Lebih lanjut, kata dia, rehabilitasi dilakukan lantaran kapasitas eksisting masjid At-Taqwa kurang memadai, hal itu terlihat saat salat Jum’at banyak jamaah yang harus melaksanakan salat di luar area masjid.

“Ya, memang kurang memadai, dan masih banyak yang salat di luar. Sebab, pegawai kantor swasta di sekitaran Balaikota selalu salat Jum’at di masjid ini. Selain itu, estetika dari Masjid At-Taqwa akan semakin baik,” jelasnya.

Yadi mengaku, mengadopsi beberapa arsitektur masjid besar pada beberapa wilayah di luar Kota Bogor, termasuk masjid di Kota Suci Makkah. Nantinya, sambung dia, masjid itu akan memiliki tiga kubah.

“Masjid harus memiliki kekhasan, ini yang belum dimiliki. Nantinya Masjid At-Taqwa akan tampak berbeda, apalagi dengan adanya tiga kubah besar,” katanya.

Selain kubah, sambung Yadi, masjid juga akan dihiasi beberapa ornamen dan pencahayaan, sehingga rumah ibadah itu akan terlihat semakin indah.

“Jadi setelah direhab daya tampung jamaah bertambah 200, jadi totalnya 700 jamaah. Itu kapasitas keseluruhan termasuk di lantai 2,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Revitalisasi Pasar Tanah Baru Telan Rp3,6 M

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan mengucurkan bantuan sebesar Rp3,6 miliar untuk merevitalisasi Pasar Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

Direktur Operasional Perusahaan Umum Daerah (Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ), Deni Ariwibowo mengatakan bahwa revitalisasi akan dilaksanakan pada tahun ini. Nantinya, pasar rakyat itu akan mampu menampung 221 pedagang, baik komoditi kering maupun basah.

“Ya, nanti dikelolanya tetap oleh Perumda PPJ,” ujar Deni kepada wartawan, Rabu (30/6).

Menurut dia, lelang sendiri akan dilaksanakan pada Juli mendatang melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Bogor. Sehingga diharapkan pada Agustus 2021 pembangunan sudah dapat dilaksanakan, dan dapat selesai akhir tahun ini.

“Kalau untuk konsep pasar, semuanya sudah dirancang oleh kementerian. Ukuran kiosnya beragam,” jelasnya.

Sebagian besar kapasitasnya, sambung dia, dibangun untuk loss 145 unit dan 14 kios.
“Gambar sudah ditentukan. Kami tinggal mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB),”imbuhnya.

Ia menjelaskan, bila kapasitas pasar disesuaikan dengan luasan pasar yang relatif kecil dari pasar pada umumnya di Kota Bogor lantaran hanya satu lantai.

“Anggaran pembangunan di dinas. Nantinya apakah bangunannya masuk aset Pemda atau dihibahkan,” ucap dia.

Lebih lanjut, kata dia, pedagang yang mengisi pasar Tanah Baru, merupakan pedagang eksisting diutamakan penjual sekitar Assogiri.

“Jadi pasar ini peruntukannya untuk pedagang basah, dan sembako termasuk baju muslim. Data kami ada 15 pedagang eksisting,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, di Pasar Tanah Baru hanya memiliki loss esksiting sebanyak 40 dan 20 unit kios.

** Fredy Kristianto

Dedie Minta Maksimalkan Data Warga Isoman

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim secara tegas mengatakan bahwa sesuai data, saat ini ada tingkat kedaruratan pada penyebaran kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Bogor.

Hal itu ia katakan saat menjadi pemimpin Apel Sinergitas Bogor Mengabdi di Ramayana Mal Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (30/6).

Dedie memaparkan melalui angka, warga yang terkonfirmasi positif Covid yang aktif per hari ini sekitar 3.500 kasus. Sementara ketersediaan tempat tidur atau bed di 21 rumah sakit hanya ada sekitar 950 bed. 50 persen di antaranya, merupakan pasien dari luar Kota Bogor.

“Artinya, ada kurang lebih 3.000 orang yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing – masing. Ada juga yang sedang keliling mencari rumah sakit, mencari fasilitas kesehatan. Kita sedang melihat adanya mobilitas dari virus itu sendiri,” kata Dedie.

Dengan demikian, tentu ada risiko tingkat penyebaran virus yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, semua jajaran di wilayah dari mulai kecamatan, kelurahan, LPM, kader kesehatan, hingga karang taruna ikut membantu melakukan pendataan yang lebih maksimal.

Pendataan itu meliputi lokasi warga yang terpapar, kemudian berapa banyak orang yang kontak erat, serta segera melakukan konsolidasi dengan lurah atau camat.

Dedie juga meminta semua unsur tersebut memastikan, mereka yang tidak melakukan isolasi di rumah sakit ini juga mendapatkan perhatian fasilitas kesehatan di tingkat wilayah, seperti puskesmas.

“Paling tidak mendapat obat standar saja, itu yang penting. Jadi sudah dipastikan bahwa rumah sakit di Kota Bogor tidak mampu menampung semua pasien yang membutuhkan. Tapi kita tidak bisa tinggal diam, harus ada visitasi,” terangnya.

Termasuk kata Dedie, proses pemulasaraan jenazah Covid-19. Apabila diperlukan proses tersebut dengan protokol kesehatan yang ketat, hal itu bisa langsung dikoordinasikan dengan jajaran kepolisian yang sudah membentuk tim pemakaman.

Meskipun memang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga sudah menyiapkan perihal sarana prasarananya. Hal ini, kata Dedie, penting menjadi perhatian mengingat angka kematian bagi warga yang isoman di rumah masing – masing juga harus ditekan.

Kepada para peserta apel, Dedie juga menyampaikan hasil keputusan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk wilayah RT maupun RW yang masuk dalam Zona Merah serta bagaimana cara penanganannya.

Beberapa di antaranya ialah, bila terdapat RT Zona Merah harus dilakukan pelaksanaan One Gate System. Jadi, akses masuk dan keluar wilayah tersebut hanya satu dengan kontrol yang ketat.

Lalu, wilayah Zona Merah harus terus dilakukan disinfektasi. Dedie mengatakan, BPBD dan Perumda Tirta Pakuan diberdayakan untuk melakukan sterilisasi.

“Lalu dalam keputusan bersama juga menutup area publik termasuk tempat ibadah. Semaksimal mungkin tempat ibadah tidak difungsikan dulu, terutama bagi RT yang Zona Merah,” jelasnya.

Begitupula pembatasan kegiatan masyarakat hingga pukul 20.00 WIB. Sudah tidak ada lagi aktivitas pada waktu tersebut. Tak terkecuali untuk anak – anak dan remaja.

“Hari ini Bogor 22 – 25 persen yang terpapar adalah anak – anak. Tolong diingatkan kembali oleh kita semua, untuk memberikan pemahaman bahwa hari ini terjadi peningkatan kasus di usia remaja dan anak – anak,” sebutnya.

Dalan keputusan juga ditegaskan bahwa wilayah harus mengaktifkan posko satgas Covid-19 RW dengan satu Polisi RW serta satu Babinsa. Fokusnya untuk melakukan pendampingan dan dibebaskan tugaskan dari kegiatan rutin.

“Kemudian ditingkatkan lagi pendataan, tracing serta memberikan bantuan sembako bagi masyarakat yang melakukan isolasi,” tutup Dedie.

Disamping itu, selain unsur wilayah dan TNI/Polri, pada apel siaga tersebut juga menghadirkan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dalam sambutannya, Jenal mengatakan jika segala aturan yang ada ini sebagai ikhtiar Kota Bogor dalam memerangi Covid-19.

“Ini cukup menjadi perhatian kita semua, bahwa angka penyebaran sedang tinggi – tingginya. Perlu diseimbangkan juga, antara melawan Covid-19 dan kesehatan diri kita sendiri,” tambah Jenal.

** Fredy Kristianto

Vaksinasi Covid-19 Ibu Hamil, Menyusui dan Remaja Dicanangkan di Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke-28 yang dipusatkan di di Kampung KB Muara Kidul, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (29/6/2021).

Pada peringatan tahunan ini menjadi sebuah momentum dicanangkannya vaksinasi Covid-19 sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 12-18 tahun oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin secara virtual.

Kota Bogor merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang menjadi salah satu lokasi program pencanangan vaksinasi Covid-19 tersebut.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mendampingi Menko PMK, Muhadjir Effendy bersama Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Wahidin dalam acara pencanangan tersebut.

Bima Arya mengatakan, baru saja dilakukan launching vaksinasi Covid-19 perdana yang dimulai di Kota Bogor yang sebelumnya tidak menjadi sasaran dan mulai hari ini menjadi sasaran vaksinasi, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 12-18 tahun.

“Tadi baru simbolis pencanangan saja, ada beberapa warga saja, selanjutnya kami akan sesuaikan dengan stok pengiriman vaksin dari pusat. Saat ini kita masuk batch kedua untuk umum. Begitu vaksin datang kita laksanakan untuk tiga segmen tadi,” ujar Bima Arya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Rakhmawati menyampaikan, tiga segmen ini menjadi sasaran target vaksinasi, mengingat saat ini yang terpapar Covid-19 bukan saja dari kalangan usia dewasa dan lansia, tapi sudah menyasar anak-anak.

“Insya Allah vaksinasi tiga segmen dengan vaksin Sinovac ini aman, karena sudah ada izin dari BPOM, lembaga kesehatan dan juga Kementerian Kesehatan,” ujar Rakhmawati.

Rakhmawati menuturkan, setelah pencanangan ini rencananya setiap hari akan dilakukan vaksinasi sesuai dengan kesanggupan dosis vaksin yang dimiliki Pemkot Bogor. Sekaligus mendata terlebih dahulu berapa jumlah target dari tiga segmen ini.

“Kami akan mendata berapa kebutuhan kita, kemungkinan mencapai ribuan orang,” sebutnya.

Di tempat yang sama, salah satu peserta vaksinasi Covid-19 Yuliana (27) mengaku sedang hamil dua bulan dan tergerak sendiri ingin divaksin agar ia dan bayinya sehat. Ia pun sudah mendapatkan izin dari suaminya untuk di suntik vaksin sasaran ibu hamil.

“Pastinya supaya lebih sehat, terbebas dari Covid-19, saya tidak takut, Bismillah saja. Alhamdulillah tidak ada efek samping. Semoga setelah saya divaksin bisa imunnya semakin kuat,” katanya.

Sementara itu, peserta vaksinasi lain usia 12-18 tahun, Razan Zakaria (16) mengatakan, ia menginginkan untuk divaksin Covid-19 dan sudah meminta izin dari orang tuanya.

Bukan tanpa alasan, Razan mengaku ingin tetap sehat terhindar dari Covid-19, kembali ke sekolah. Bahkan, ia bercita-cita ingin menjadi perawat.

“Tidak sakit sama sekali saat disuntik, tidak merasakan efek apa-apa dan saya ajak teman-teman saya untuk ikut vaksin juga,” ujarnya.

** Fredy Kristianto/rls

Kerumunan Terjadi di Desa Bojong Rangkas Saat Vaksinasi

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor diwarnai kerumunan. Pasalnya kegiatan vaksinasi yang dibarengi dengan kegiatan Pembagian Bantuan Langsung Tunai atau BLT, tampak tidak dibarengi koordinasi yang baik sehingga warga pun membeludak dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes)

Bahkan kekesalan diungkapkan salah seorang warga yang hendak melakukan vaksinasi yaitu Bayu. Ia mengaku kesal ternyata vaksinasi yang dilakukan di Desa Bojong Gede itu dikhususkan untuk warga Bojong Rangkas.

“Saya datang kesini sejak pukul 07:00 WIB dan tidak ada pemberitahuan bahwa vaksin ini khusus warga Bojong Rangkas,”ungkap Bayu (23,) salah satu warga Desa Benteng, Rabu (30/06/2021).

Ia mengaku, sangat sangat kecewa lantaran sebagai warga sangat antusias ingin melakukan vaksinasi ternyata dari pihak Puskesmas Ciampea tidak ada koordinasi dengan pihak desa.

“Saya sudah minta cuti kerja untuk melakukan vaksinasi berharap saya bisa divaksinasi, ternyata saya di suruh pulang karena vaksinasi yang dilakukan di desa khusus warga Desa Bojong Rangkas,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Bojong Rangkas Iding mengatakan, memang awalnya vaksinasi ini dikhususkan untuk warga, tapi saat pelaksanaan banyak warga yang datang untuk melakukan vaksinasi. “Kita gak tahu kalau vaksinasi ini dibarengi dengan warga lain sehingga terjadi kerumunan,” katanya.

Menanggapi hal itu Kepala Puskemas Ciampea Budi Suarman mengatakan bahwa untuk saat ini vaksinasi dapat dilakukan tanpa melihat domisili asal. “Karena ada aturan baru bahwa vaksinasi itu bisa dilakukan dimana saja tanpa  melihat domisili,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Star Energy Membisu, Walhi tak Diberi Informasi Pengeboran

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Proses rencana driling atau pengeboran energi panas bumi yang dilaksanakan oleh PT Star Energy kembali menuai sorotan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Jawa Barat. Menurut Tim Advokasi Walhi Jabar, Iwang, sampai saat ini  pihaknya  tidak pernah dapat informasi terkait rencana driling mereka.

“Namun pada prinsipnya rencana mereka (perusahaan) untuk mengembangkan driling yang baru harus melalui mekanisme permohonan perbaikan dokumen perijinan kepada DLH (Pemkab) dan diketahui oleh masyarakat khususnya warga yang akan menerima dampak secara langsung,” tegas Iwang kepada Jurnal Bogor, baru-baru ini.

Iwang menegaskan, perluasan atau pengembangan kegiatan mereka harus memperbaiki dokumen perijinan dan harus diketahui warga. “Lebih baik warga dilibatkan dalam rencana yang akan mereka lakukan, sehingga warga pun mengetahui serta bisa memberikan pendapatnya,” kata dia.

Selanjutnya, tentu perlu waktu, dalam rencana pengembangan kegiatan mereka harus menunggu terlebih dahulu dokumen perijianan addendum yang sudah disahkan melalui tim komisi penilai Amdal (analisis dampak lingkungan).

“Biasa DLH yang membentuk tim komisi tersebut. Jika perusahaan belum dianggap sah addendum dokumen ijinnya, maka tidak boleh ada kegiatan yang dilakukan di lokasi,” katanya.

Sementara  itu pihak perusahaan sampai saat ini tidak memberikan pernyataan terkait pandangan yang ditemukan Walhi dan masyarakat Pamijahan yang terdampak rencana pengeboran energi panas bumi tersebut.

** Cepi Kurniawan

Samisade di Desa Sadengkolot Dihentikan Sementara

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mulai bergulir. Ada yang yang sesuai perencanaan dan ada juga yang sebaliknya. Temuan tak sesuai perencanaan itu terjadi di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor sehingga proyek pembangunan dihentikan sementara.

Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana menemukan beberapa titik program Samisade yang  diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam kegiatan pembangunan program Samisade di Desa Sadengkolot. Menurut Rudi Mulyana saat meninjau ke lokasi, pihaknya telah memiliki temuan yang akan manjadi bahan evaluasi untuk Kapala Desa. “Setelah ke lapangan memang ada pembatas antara batu lama dan batu baru, seharusnya (pondasi-red) digali biar ada dasarnya, temuan-temuan ini menjadi bahan evaluasi dan mungkin kalo ada yang tidak sesuai kita akan meminta ke pihak TPK untuk membuat sesuatu dengan RAB-nya,” bebernya.

Lanjut Rudy, ini masih tahapan awal sehingga masih bisa diubah, intinya masukan-masukan ini akan di evaluasi oleh tim kecamatan sehingga tim kecamatan bisa mengarahkan kepada TPK dan Kades untuk memperbaiki.

“Ya itu konsekuensi menurut persi kades dan TPK untuk memudahkan akses jalan, ya kalo itu rusak harus diperbaiki lagi, terlepas biaya yang membengkak itu harus ditanggung oleh kades yang bersangkutan, itu konsekuensinya, kalo memang akan dilalui oleh alat berat dan mobilisasinya,” tegasnya.

Dengan hal tersebut Rudy mengatakan, Kepala Desa pun sudah menyanggupi kalau terjadi kerusakan. Rudy menyampaikan, bahwa hal ini salah satu pembelajaran penting bagi kepala desa jangan macam-macam dengan program Samisade.

“Ini jadi pembelajaran bagi kita semua karena Ibu Bupati dari awal sudah bilang harus hati-hati dalam pelaksanaan ini, sangat disayangkan prosesnya sudah panjang, sebetulnya itu tinggal menjalankan, khusus bagi kades dan TPK merancang dengan perencanaan yang ada sehingga menjadi contoh dalam hal ini untuk seluruh Kades,” tukasnya.

Hingga sampai saat ini, Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat masih bungkam, bahkan saat kunjungan monitoring yang dilakukan Camat Leuwisadeng pun, Kepala Desa tidak mendampingi Camat.

** Cepi Kurniawan

Permintaan Tabung Oksigen Meningkat 2 Kali Lipat

0

Tajur Halang | Jurnal Inspirasi

Kasus Covid 19 terus meningkat dan banyak pasien Covid yang dirawat di sejumlah rumah sakit membuat pasokan tabung oksigen banyak diperlukan oleh Rumah Sakit untuk Pasien Covid 19. Hal itu membuat pasokan oksigen untuk rumah sakit pun meningkat 2 kali lipat.

Seperti yang terjadi di station pengisian oksigen PT Mandiri Abadi Gasindo, di Jalan Perum Pura, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor. Setiap hari disana permintaan tabung oksigen dari sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten dan Kota Bogor bahkan Depok dan Jakarta meningkat tajam setelah kasus Covid 19 melonjak beberapa minggu terkahir ini.

Diungkapkan SPV Filling Station Atriyanto, semenjak kasus Covid-19 meningkat permintaan tabung oksigen meningkat. Menurut dia, biasanya hanya melakukan isi ulang 200 tabung per hari, namun kali ini naik 2 kali lipat mencapai 500 sampai 600 tabung ukuran besar. “Bahkan 2 hari yang lalu sempat langka karena telat pengirim oksigen dari pusat sehingga 2 hari sempat kosong disini,” katanya.

Atriyanto mengaku isi ulang oksigen meningkat karena jumlah pasien Covid di setiap Rumah Sakit terus meningkat. Apalagi kata dia yang melakukan isi ulang di perusahaan itu banyak rumah sakit, baik di Bogor, Depok maupun Jakarta. “Banyak juga yang melakukan isi ulang di depo ini, RSUD Kota Bogor, Cibinong, Leuwiliang, Medica Dramaga, RS Syifa, RSUD Cileungsi, RS di Pamulang dan Jakarta sehingga permintaan terus ada tiap hari,” katanya.

Belum lagi sambung dia, industri yang juga mengantre, namun karena prioritas untuk Rumah Sakit karena ada pembatasan untuk industri. “Kalau Untuk industri kita batasi dulu karena permintaan untuk Rumah Sakit cukup banyak,” katanya.

Sementara salah satu konsumen industri dengan adanya kasus Covid-19 dirinya juga ikut terdampak, Suparno mengaku baru hari ini mendapat pasokan tabung oksigen dari depo pengisian oksigen di daerah Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. “Baru tadi pagi dapat isi ulang kemarin dua hari kosong dan hari ini sekali dapat juga dibatasi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan