31.5 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1153

PPKM Darurat, Pemdes Cimanggis ‘Wawar’ Pakai Mobil Patroli

0

Bojong Gede | Jurnal Inspirasi

Hari ketiga PPKM Darurat, Pemerintah Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (5/7/2021) melakukan sosialisasi kepada warga terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan. Dalam kegiatan tersebut Pemerintah Cimanggis bersama jajaran Polsek Bojonggede, Koramil 04/Bojonggede, dan Pemerintah Kecamatan Bojonggede.

Kepala Desa Cimanggis, Abdul Azis Anwar mengatakan, kali ini pihaknya bersama Muspika memberikan penyuluhan kepada warga dengan cara wawar yakni berkeliling menggunakan mobil patroli lengkap dengan pengeras suara.

“Alhamdulillah, kami Pemerintah Desa Cimanggis bersama para Muspika, Kapolsek Bojonggede (AKP Dwi Susanto), Danramil Bojonggede (Kapten Chk Edy Sugiarto) dan Camat (Yodi MS Ermaya) serta Satgas Covid-19 Desa Cimanggis, kami memberikan penyuluhan ke wilayah yang masuk dalam wilayah Desa Cimanggis, bagaimana pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain memberi penyuluhan, imbuh Azis, pihaknya juga memberikan bantuan paket sembako untuk warga yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing akibat terpapar Covid 19.

“Insya Allah, kami akan terus memonitor perkembangan di setiap wilayah terkait paparan Covid-19 di sini, hari ini kami langsung terjun ke wilayah, memberikan bantuan sembako dan memberikan motivasi bahwa pencegahan-pencegahan sudah kami lakukan,” tegasnya.

Azis menegaskan, kegiatan yang dilakukan merupakan upaya Pemdes untuk selalu hadir bersama masyarakat dan terus saling memberikan motivasi. “Ini bukti kerja kami bersama masyarakat bahwa kami terus bersama masyarakat, memberikan semangat dan gotong royong kepada warga, Desa Cimanggis guna terbebas dari Covid-19,” bebernya.

Selain itu, Azis berharap pandemi Covid-19 dapat segera berlalu seiring dengan penerapan protokol kesehatan ketat yang dijalankan. “Semoga dengan adanya penyuluhan hari ini oleh Pemerintah Desa dan Muspika, dapat menghentikan penyebaran Covid-19 dan kita terhindar bersama-sama,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Anggota Dewan Dukung Antam Ditindak Jika Langgar Aturan

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Halim Yohanes mendukung langkah pengawas Koperasi Agra Salaka Nusantara (ASN) Hulman OD.Marpaung, jika PT Antam Pongkor melanggar aturan harus ditindak. “Silakan ditindak sesuai ketentuan dan kami  mendukung. Kalau memang PT Antam itu bersalah, ditindak saja,” kata Halim Yohanes, politisi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) ini melalui WhatsAppnya, kemarin.

Sebelumnya disebutkan, pengawas Koperasi ASN dan juga Koordinator Tim Akar Rumput Jokowi, Hulman OD.Marpaung menyebutkan bahwa perpanjangan izin PT. Antam Pongkor tidak sesuai dengan regulasi yang ada dan tidak sesuai dengan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa pemerintah harus menetapkan terlebih dahulu Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) kemudian Wilayah Pertambangan Negara (WPN).

“Sudah sama-sama kita ketahui bahwa sampai besok pun WPR belum disentuh oleh pemerintah apalagi untuk ditetapkan. Semoga tidak melupakan kepentingan rakyat diatas kepentingan lainnya dan kiranya masyarakat setempat yang sudah lebih dahulu menambang sebelum adanya

PT. Antam Pongkor maupun perusahaan swasta lainnya tidak akan selamanya termarjinalkan atau menjadi penonton di wilayahnya sendiri (PETI: Penambang Tanpa Ijin). Lalu kapankah mereka akan disebut sebagai PERA (Penambang Rakyat)?,” ungkap  Hulman OD.Marpaung.

Menurutnya, rakyat membutuhkan uluran tangan pemerintah khususnya di era Jokowi agar mereka dapat terlindungi dan bekerja secara aman dan nyaman. Tidak lagi dikategorikan sebagai PETI yang pekerjaannya dianggap ilegal tetapi uangnya legal. Sesudah WPR dan WPN ditetapkan, kemudian sisanya untuk pertambangan swasta, jika didalam salah satu wilayah tersebut sudah ada aktivitas pertambangan maka WPR harus terlebih dahulu ditetapkan. Dia juga menuding bahwa PT. Antam Pongkor mengabaikan batas wilayah hingga tidak jelas berapa luas cakupannya (tidak adanya tanda batas mengenai luas areal Penambangan milik PT. Antam Pongkor apalagi Peta Wilayah Penambangan yang terkesan selalu disembunyikan).

“Jadi, kalau saya bicara perusahaan PT. Antam Pongkor, mereka itu termasuk di wilayah WPN dan memiliki IUP (Ijin Usaha Pertambangan), sedangkan menurut Undang-undang yang seharusnya ditetapkan itu WPR-nya terlebih dahulu baru kemudian WPN. Justru dari kabar yang kami dengar bahwa PT. Antam Pongkor baru diperpanjang ijinnya, sementara para pengambil kebijakan belum pernah menetapkan WPR-nya,” jelas Marpaung kepada awak media usai menggelar Pembinaan dan Penyuluhan dari Dinas Koperasi Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

“Itu perintah undang-undang yang tidak pernah dipatuhi dan ini jelas pelanggaran,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini rakyat terlebih dahulu menambang, baru kemudian PT. Antam Pongkor beroperasi. “Lantas dimanakah hak masyarakat?, Sementara pengamanan dari PT. Antam Pongkor menyisir dan turut campur di wilayah tambang masyarakat yang notabene sangat jauh dari wilayah PT. Antam Pongkor dan masyarakat yang tidak dibekali oleh pengetahuan yang cukup hanya bisa pasrah bila dijadikan korban oleh para pengaman dan pihak-pihak tertentu yang mana mereka hanya bisa mengadukan nasib diri dan keluarganya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jadi saya mohon pemerintah untuk segera menetapkan letak WPR dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Menurut Marpaung, syarat WPR mengacu Undang-undang Minerba disebutkan tidak dipermasalahkan lahannya milik siapa, tetapi minimal lokasinya sudah dikuasai atau dikelola oleh masyarakat selama 5 sampai 15 tahun. “Jadi disini ada tumpang tindih regulasi, disatu sisi masyarakat belum memiliki izin, tapi disisi lain yang akan diberikan WPR justru lahan yang sudah dikelola masyarakat minimal 5-15 tahun yang artinya sedang berproduksi atau ada aktifitas penambangan,” tandasnya.

** Arip Ekon

Satpol PP Meninggal karena Covid, Kantor Kecamatan Leuwisadeng Ditutup Sementara

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kecamatan Leuwisadeng. Salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berinisial BA (39) meninggal dunia setelah dinyatakan Positif Covid-19. Pelayanan kantor Kecamatan Leuwisadeng pun untuk sementara ditutup.

BA menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Leuwiliang pada Senin (5/7/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sebelum dinyatakan positif Covid-19, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung dan gagal ginjal. “Dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab antigen, sekarang jenazahnya dibawa ke rumah duka untuk langsung dimakan secara protokol Covid,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Atas kejadian itu, untuk sementara pihaknya menutup pelayanan administrasi masyarakat. Selain itu juga seluruh jajarannya akan melaksanakan swab test massal. “Terutama bagi staf yang berkontak erat akan dites,” jelasnya.

Sementara menurut Wadir Pelayanan RSUD Leuwiliang dr Fauzi, saat itu almarhum masuk Isolasi IGD  pada Minggu pagi (4/7). “Datang Minggu pagi, masuk ruang isolasi IGD dan meninggal, selanjutnya dilakukan rapid antigen ternyata positif Covid-19,” kata Agus Fauzi.

** Cepi Kurniawan

Baguna PDIP Kabupaten Bogor Bangun Solidaritas dengan Gotong Royong

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Badan Penanggulan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor membumikan gotong royong untuk membangun kekompakan serta rasa solidaritas kepada masyarakat. Usai melakukan pertemuan terbatas dengan kadernya, Dedi Supriyadi, Kepala Baguna PDIP Kabupaten Bogor yang ditemui di kediamannya di Desa Pasirmukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mengungkapkan, lahirnya kembali Baguna di Kabupaten Bogor sebagai bentuk pengabdian serta tekad yang kuat dari rakyat untuk rakyat.

“Dalam mengabdikan diri kami dalam menolong dan membantu masyarakat, Baguna PDIP harus membumi tanpa perlu melihat siapa yang kita bantu,” ujarnya, Senin (5/7).

Dalam hal kesiagaan bencana, Dedi pun menginstruksikan kepada anggotanya untuk selalu siaga bukan hanya saat bencana. Menurutnya Baguna PDIP harus selalu siaga saat prabencana, ketika bencana dan pascabencana.

“Bencana itu kan kita tidak tau kapan datangnya, jadi kita ya harus siap siaga kapan pun dan dimana pun,” tambahnya.

Gerakan gotong royong itu, lanjut Dedi, akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan pada sasaran yang tepat. “Dalam waktu dekat kita akan gotong royong bersama seluruh anggota, yang jelas tujuannya untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Gunung Putri Siaga 1 Hadapi Covid-19

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri melakukan Siaga 1 untuk penanganan Covid – 19 yang sedang melonjak pada akhir – akhir ini. A Heri biasa disapa mengatakan, sejak 27 Juli 2021 dirinya sudah melakukan Siaga 1 dengan melakukan penyemprotan disinfektan di setiap RT mengingat lonjakan Covid-19 yang membuat Desa Gunung Putri kembali menjadi zona merah.

“Setelah Presiden Jokowi mengumumkan PPKM Darurat sejak tanggal 3, kami sudah melakukan Siaga 1 , pada tanggal 27-nya, maka pas tanggal 3 Juli kemarin kami lakukan penyemprotan disinfektan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran,” kata kepada Jurnal Bogor saat ditemui di ruangannya, Senin (5/7).

Dia menjelaskan, penyemprotan diutamakan untuk rumah – rumah yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) dan ada sekitar 55 rumah lebih dengan teknis penyemprotan dibuat seperti air hujan dihempaskan ke udara dan, berharap bisa mencegah penularan Covid-19 .

“Sejauh ini ada sekitar 203 jiwa yang sedang melakukan isoman, dan 6 meninggal dunia yang terakhir meninggal pada malam tadi setelah dirawat di RSUD Leuwiliang,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi dan menjaga yang sedang melakukan isoman setiap RT diwajibkan untuk membuat dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan yang sedang melakukan isoman, begitu pun desa juga membuat dapur umum untuk satgas yang bertugas.

“Kami kewalahan dan kekurangan tenaga satgas, alhamdulilah poin positifnya tingkat gotong – royong di warga dan kepedulian itu bangkit dengan sendirinya ketika di RT tersebut ada yang sedang isoman otomatis Bu RT menjadi koordinator untuk menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi yang sedang melakukan isoman,” lanjutnya.

Dia berharap kasus Covid – 19 ini segera berakhir, dan sejauh ini Desa Gunung Putri sudah berusaha semaksimal mungkin dari melakukan pendataan, penyemprotan disinfektan dan membuat dapur umum.

** Nay Nur’ain

Dua Petugas Yayasan Terpapar Covid-19, Puluhan ODGJ Dites Antigen

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 45 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yayasan Rehabillitasi Kana di Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terpaksa harus dilakukan tes antigen setelah dua petugas di yayasan tersebut dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes polymerase chain reaction (PCR).

Kepala Puskesmas Cigombong, dr. Dian Nurdiani mengatakan, Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong menerima laporan ada petugas Yayasan Rehabillitasi Kana terpapar virus corona setelah menjalani tes PCR. Namun karena di yayasan tersebut ada beberapa pasien ODGJ, maka secara prosedur semuanya harus di-tracking.

“Jadi kami bersama tim Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong lengkap, ada camat, Kapolsek, Danramil dan kades mendatangi lokasi tersebut untuk memastikan kondisi di yayasan tersebut,” ujar dr. Dian kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

Dari puluhan pasien ODGJ yang ada di Yayasan Rehabillitasi Kana akan menjalani rapid tes antigen. “Karena alat rapid hari ini habis, maka baru besok pasien ODGJ ini akan dirapid tes antigen,” ungkapnya

Dari hasil tracking, 20 pasien ODGJ mengalami keluhan batuk dan demam. Namun untuk kepastian mereka terpapar Covid-19 atau tidak harus melalui serangkaian tes. “Ya dalam beberapa hari ini akan bisa dipastikan mereka terpapar atau tidaknya,” ucapnya

Sementara, Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong, Minarso memastikan untuk sementara waktu lokasi ini disterilkan. “Tidak boleh ada yang keluar masuk, dari lokasi yayasan ini,” tegas Minarso

Selama masa sterilisasi, Satgas Covid-19 Desa Tugu Jaya akan mengawasi aktivitas di Yayasan Rehabillitasi Kana ini. “Kami minta juga pengelola yayasan untuk berkoordinasi dengan kami Satgas Covid-19 Kecamatan,” pungkasnya

Secara keseluruhan, ada 58 orang di Yayasan Rehabillitasi Kana ini diantaranya, 8 orang staf yayasan, 5 pekerja lapangan dan 45 pasien ODGJ.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tugu Jaya, Muhamad Rifki Abdilah mengaku akan terus memantau yayasan tersebut selama masa sterilisasi. “Kita juga sudah meminta 5 pekerjanya diliburkan dulu, karena kelima ini warga sekitar,” ujar Muhamad Rifki

Namun dari pengakuan pengelola yayasan, kelima pekerja tersebut telah diliburkan sejak tiga hari lalu. “Sekarang hanya staf dan pasien ODGJ di yayasan itu, yang notabenenya warga luar,” terangnya.

Pasien ODGJ yang ada di Yayasan Rehabillitasi Kana rata-rata berusia diatas 40 tahun dari berbagai daerah di Indonesia. “Tidak pasien ODGJ warga Kabupaten Bogor, semua rata-rata orang luar Bogor,” tukasnya.

 ** Dede Suhendar

Penumpang Stasiun Bojonggede Membeludak

0

Bojonggede | Jurnal Inspirasi

Saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, Senin pagi (5/7/2021) terjadi tumpukan penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor hingga tak ada pembatasan jarak antarpenumpang.

Salah satu pengemudi ojek Stasiun KRL Bojonggede Kosasih yang menyaksikan kejadian, penumpukan penumpang Commuterline terjadi sejak pukul 05.30 WIB.

“Tadi itu memang penumpang membludak, terjadi penumpukan di pintu gerbang stasiun hingga keluar sampai ke tepi jalan raya,” ujarnya.

Sementara itu, penumpang KRL Commuterline, Nanda mengaku bahwa di stasiun tersebut tidak ada pemeriksaan surat rapid antigen dan Surat Tanda Registrasi Pekerja Selama PPKM Darurat.

“Tidak ada pemeriksaan untuk hal itu, tidak pula diminta surat registrasi pekerja, khawatirnya saat di pintu masuk stasiun saja, dan kalau untuk di dalam kereta sih aman ya, karena kan diberlakukan sistem 50 persen penumpang, ada pembatasan,” katanya.

Merespon hal itu, Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto menjelaskan bahwa penumpukan penumpang KRL disebabkan oleh beberapa faktor.

“Jadi di Kota Depok kan diberlakukan lockdown, penumpang tidak ada yang turun di stasiun tersebut, jadi sebagian warga menggunakan Stasiun Citayam dan Bojonggede sebagai alternatif,” tegasnya.

Ke depan, imbuh Dwi, pihaknya akan melakukan berbagai cara bersama 3 lilar yaitu Polri, TNI dan Muspika.

“Saya akan koordinasikan dengan pak Camat dan 3 pilar Bojonggede ya, Insya Allah, sore nanti semua sudah bergerak untuk mengantisipasi penumpukan atau kerumunan,” tegasnya

Sementara itu dari pantauan, antrean penumpang kembali normal pada pukul 8.30 wib.

** Cepi Kurniawan

Tabung Oksigen Langka, Pasien Isoman Covid di Rumah Alami Kesulitan

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Ditengah pandemi yang meningkat sejak beberapa pekan ini, tempat isi ulang dan penjualan tabung oksigen di Bogor dan Parung alami kelangkaan.

Hal tersebut dialami langsung oleh anggota TNI AU Praka Barkah Adi Putra yang sudah 3 tempat pengisian tabung oksigen mulai dari Bogor hingga wilayah Parung namun kosong.

Barkah mengatakan tabung tersebut ia cari untuk salah satu keluarganya yang saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sebelumnya, kata Barkah keluarga itu dirawat di Rumah Sakit, karena kondisi rumah sakit penuh, ia memutuskan membawa keluarganya itu untuk me isolasi mandiri.

“Saya cari tabung untuk keluarga saya yang sedang Isoman, udah beberapa tempat 3 tempat saya datangi tapi kosong,” kata Barkah.

Tidak mendapatkan di Parung, ia mengaku akan terus mencari ke wilayah Tonjong dan Depok dengan harapan bisa langsung dapat tabung beserta isinya itu.

“Akan cari lagi info di daerah Tonjong mudah mudahan ada kalau gak ada paling di daerah Depok,” ujarnya.

Warga lain, Rudy mengatakan ia sudah hampir beberapa jam menunggu di tempat pengisian oksigen di jalan Raya Lebak Wangi Parung demi mendapatakn oksigen untuk ibunya yang sedang di rawat di rumah.

“Ibu saya dirawat di rumah, awalnya di RS karena penuh pasien covid dirawatnya di rumah saja,” katanya.

Sementara menurut pemilik isi ulang oksigen di Lebak Wangi, Parung Manap (40), kondisi seperti ini terjadi sudah hampir seminggu lebih.

“Ini udah beberapa hari kosong lagi nunggu kiriman, jatah juga dibatasi biasanya 20 sekarang hanya 5 maksimal itu 10 tidak nyampe sehari langsung habis karena harus dibagi bagi,” katanya.

** Cepi Kurniawan

Bogor Darurat Oksigen

0

Per 3 Hari RSUD Butuh 7 Ton O2

Bogor | Jurnal Inspirasi

Angka positif Covid-19 terus melonjak di Kota Bogor, sejauh ini teedapat 174 pasien yang dirawat di RSUD dan 18 orang di RSUD 2 (RS Lapangan). Dari jumlah pasien tersebut keseluruhannya mengalami gejala berat. Demikian dikatakan Direktur Utama RSUD, dr Ilham Chaidir.

Kendati demikian, kata Ilham, yang menjadi permasalahan utama adalah banyaknya pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman) yang kondisinya memburuk, dan datang ke RSUD dengan saturasi O2 (oksigen) yang kurang baik.

“Kemudian kecepatan penambahan kasus tidak sebanding dengan kecepatan kenaikan kapasitas TT dan SDM. Ancaman lainnya adalah pasokan oksigen yang mulai terbatas,” ujar dr Ilham kepada wartawan, Minggu (4/7).

Ilham mengatakan, pasokan oksigen saat ini sedang dalam masa kritis, seiring meningkatnya jumlah pasien covid dengan gejala sedang dan berat. RSUD, sambung dia, per tiga hari membutuhkan 7 ton oksigen, dan 20 tabung oksigen per hari bagi RSUD 2 (RS Lapangan).

“Itupun masih kurang. Di Bandung sudah mulai menipis, kami khawatir ketersediaan oksigen berimbas ke kita juga. Karena itu tadi Pak Wali sudah bersurat ke PT Indogas untuk bisa mensuplai kebutuhan kami, dan menstop sementara oksigen bagi industri. Kami sedang kejar-kejaran antara ketersediaan oksigen dan jumlah pasien,” katanya.

Kata Ilham, setiap hari RSUD membutuhkan 120 tabung oksigen per hari. Sementara per hari, pihaknya hanya mampu memproduksi 20 tabung dari generator oksigen. “Kemarin RS Ummi minta bantuan oksigen, kami hanya sanggup membantu empat tabung saja. Makanya sekarang ini kondisinya sedang darurat. Kami meminta masyarakat tak panic buying soal oksigen ini,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pasokan obat-obatan juga ikut menipis. “Pasokan APD juga mesti ikut dijaga karena pemakaiannya sangat tinggi,” ucapnya.

Kendati demikian, sambung Ilham, RSUD akan berupaya sekuat tenaga untuk berbuat yang terbaik. Mulai dari memperbanyak kapasitas bed RS hingga 301 tempat tidur untuk menampung pasien bergela sedang dan berat.

“Meningkatkan SDM dengan sumber. Rekruitmen mandiri, meminta perbantuan tenaga dari lembaga pemerintah dan menggaet relawan nakes,” ungkap dia.

Ilham menambahkan, percepatan kapasitas bed tentunya harus diimbangi dengan kapasitas SDM yang bersumber dari kontingensi kapasitas sistem. Sehingga, pihaknya mengambil langkah menurunkan rawat inap pasien umum, guna menaikkan SDM untuk menangani covid.

“Kami menurunkan bed untuk pasien umum hingga jumlahnya mencapai 56 bed. Nanti kalau tenda darurat sudah 100 persen bisa normal kembali, IGD umum bisa dipergunakan lagi,” katanya.

Selain itu, kata dia, pasokan obat-obatan juga ikut menipis. “Pasokan APD juga mesti ikut dijaga karena pemakaiannya sangat tinggi,” ucapnya.

Kendati demikian, sambung Ilham, RSUD akan berupaya sekuat tenaga untuk berbuat yang terbaik. Mulai dari memperbanyak kapasitas bed RS hingga 301 tempat tidur untuk menampung pasien bergejala sedang dan berat.

“Meningkatkan SDM dengan sumber. Rekruitmen mandiri, meminta perbantuan tenaga dari lembaga pemerintah dan menggaet relawan nakes,” ungkap dia.

Ilham menambahkan, percepatan kapasitas bed tentunya harus diimbangi dengan kapasitas SDM yang bersumber dari kontingensi kapasitas sistem. Sehingga, pihaknya mengambil langkah menurunkan rawat inap pasien umum, guna menaikkan SDM untuk menangani covid.

Lebih lanjut, ia membeberkan, untuk RSL pihaknya membutuhkan 60 nakes, namum saat dibuka rekruitmen yang mendaftar hanya 12 orang. Sedangkan jumlah nakes yang terpapar covid di RSUD saat ini sudah mencapai 55 orang dari 470 orang.

“Makanya solusinya kami meminta satu perawat menangani 10 sampai 15 pasien. Kondisi ini sangat melelahkan. Berapapun jumlah nakes takkan sebanding, bila penularan terjadi begitu masif,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bima Arya meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor untuk melakukan koordinasi dengan produsen oksigen agar dipercepat proses distribusinya.

“Oksigen mulai krisis. Tadi saya pantau di salah satu tempat isi ulang oksigen. Stoknya hampir habis, sementara permintaan sangat tinggi. Saya minta Disperindag langsung koordinasi minta dipastikan tambahan stok suplay dari pabrik-pabrik oksigen di sekitar Bogor untuk Kota Bogor. Jadi perindag harus gerak cepat,” katanya.

Tingginya permintaan obat di tengah pandemi, membuat masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan obat-obatan jenis tertentu. Jika ada pun, harganya bisa naik berkali lipat. Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor mengingatkan agar toko obat tidak sembarangan menaikan harga jual.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo menegaskan akan menindak tegas toko obat atau perorangan yang menaikan harga obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) ataupun menimbunnya, termasuk soal oksigen.

“Untuk apotek-apotek saya ingatkan untuk tidak menaikan harga apalagi melakukan upaya-upaya untuk keuntungan pribadi dan membahayakan masyarakat, kami akan melakukan tindakan tegas,” kata Kapolresta.

Sejauh ini, kata dia, belum ada laporan terkait hal tersebut. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan jika ada oknum-oknum yang menjual obat atau oksigen dengan harga tidak wajar.

** Fredy Kristianto

Empat Poin Penting Minta Diperhatikan, Salah Satunya Regulasi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerapkan PPKM Darurat sesuai dengan arahan pemerintah pusat mulai 3 Juli 2021. Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyampaikan empat poin penting yang mesti diperhatikan dalam pelaksanaan PPKM Darurat.

Pertama, kata Atang, yang harus diperhatikan adalah regulasi PPKM Darurat harus disiapkan secara baik dan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat hingga lapisan RT.

“Kita berharap bahwa sosialisasi ini bisa sampai langsung ke setiap rumah yang ada di Kota Bogor sehingga menjadi satu kesadaran bersama agar PPKM darurat ini bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya, yaitu menekan laju penyebaran covid-19 yang begitu tinggi saat ini,” kata Atang.

Kedua, terkait dengan informasi SOP untuk penanganan dan pelaksanaan isolasi mandiri (isoman). “Dengan penuhnya ruang perawatan di RS, banyak warga yang melakukan isoman. Perlu ada informasi SOP bagi warga yang isoman. SOP bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan warga lainnya dalam menjalani isoman. Termasuk pendampingan dari Satgas agar isoman bisa dilaksanakan secara benar dan optimal”, jelasnya.

Ketiga, Ketua DPD PKS Kota Bogor ini menyampaikan perlunya penguatan sinergi dan akselerasi di bidang kesehatan. “Ada tiga hal krusial yang masukannya disampaikan ke DPRD. Yaitu penambahan ruang perawatan, penambahan nakes, dan penyediaan obat serta oksigen. Kebijakan yang diambil Walikota sudah mengarah kesana. Perlu langkah taktis dan cepat di level operasional”, imbuhnya

Terakhir, Atang menyoroti penguatan wilayah yang menjadi kunci PPKM Darurat. Peran kecamatan dan kelurahan sangatlah sentral dan harus bisa mengarahkan RW RT di wilayahnya. Sehingga tidak ada lagi kebingungan dari RT dan RW terkait SOP yang ada. Termasuk yang krusial saat ini adalah prosedur pemulasaraan jenazah bagi warga yang menjalani isoman dan meninggal di rumahnya.

Tak kalah penting, Atang juga menyarankan agar vaksinasi bisa dilakukan di banyak tempat, tidak terpusat. “Titik vaksinasi perlu diperbanyak. Agar menghindari terjadinya kerumunan saat antrian. Saya kira perlu dipikirkan apakah vaksinasi harus jemput bola ke RW atau wilayah yang memang tinggi sekali terjadi ada kasus positif aktifnya,” ujar Atang.

Ia pun mengaku bahwa DPRD siap membantu pemerintah kota, TNI dan Polri dalam mensosialisasikan PPKM darurat kepada masyarakat dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat. “DPRD siap mendorong, mendukung, dan bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Pemkot dan TNI serta Polri kita kuatkan sampai satu bulan kedepan untuk menghadapi ini semua,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto