24.1 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1148

Jalan Utama Beraktivitas Dibangun, Warga Kampung Belendung Sumringah

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Warga Kampung Belendung di tiga Rukun Tetangga (RT) yakni RT 03, 04 dan 05 RW 03 Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, sumringah. Sebab, akses jalan utama mereka beraktivitas mendapatkan bantuan pembangunan melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Misbah mengatakan, untuk realisasi penggunaan anggaran bantuan Samisade di Desa Banjarsari, dititik beratkan kepada pembangunan jalan yang menghubungkan beberapa RT serta ke desa lain di Kecamatan Megamendung.

 “Selain jalan lingkar perkampungan, jalan yang kami bangun ini juga bisa menghubungkan ke Desa Sukaresmi,” ujarnya kepada wartawan usai peletakan batu pertama pembangunan jalan akhir pekan lalu.

Menurutnya, betonisasi jalan tembus ini sepanjang 750 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 0,15 meter. Tak hanya betonisasi jalan, Samisade yang diajukan di Desa Banjarsari berikut dengan betonisasi dengan anggaran sebesar Rp.920.000.000.  “TPT yang dibangun sepanjang 1000 meter, luas 0,30 meter dan tinggi 1 meter,” jelas Misbah.

Misbah berharap, bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor  melalui program Samisade ini, bisa meningkatkan perekonomian warga yang ada di wilayah Banjarsari.

Selain itu, lanjutnya, selama ini warga Kampung Belendung merasa kesulitan untuk membawa bahan material saat membangun rumah. Dimana, biaya angkut hampir sebanding dengan pembelian bahan material.

 “Misalkan beli pasir satu truk seharga 750 ribu, biaya angkutnya juga hampir sama nilainya dengan membeli bahan material. Itu karena akses jalan belum masuk kendaraan roda empat, makanya Samisade tahun ini saya prioritaskan ke pembangunan jalan disini,” papar Misbah.

Sementara, H. Halimi, tokoh masyarakat Kampung Belendung mengapresiasi pihak desa yang mengalokasikan anggaran Samisade untuk pembangunan jalan tersebut. “Saya juga mendukung program ini dengan membebaskan beberapa meter lahan untuk perluasan jalan,” terangnya.

H. Halimi minta agar pelaksanaan betonisasi yang dilakukan oleh masyarakat dengan program padat karya ini sesuai dengan RAB, mulai dari panjang, labar hingga ketinggian betonisasi. “Biar kondisi beton tahan lama,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Vaksinasi Di Kota Bogor Terus Berlanjut

0

Di tengah  pelaksanaan PPKM Darurat, Pemerintah Kota Bogor terus gencar  melaksanakan vaksinasi masal. Sejak dilaksanakan pada awal Maret lalu sampai dengan saat ini tercatat sebanyak  168 ribu dari target 960 ribu warga, sudah divaksin.

Pada tahap pertama, sasaran penerima adalah para tenaga kesehatan, dan telah divaksin sebanyak 10.772 orang. Dilanjut kemudian sasaran orang yang berprofesi sebagai petugas pelayanan publik, aparatur sipil negara,  anggota TNI dan Polri, termasuk pelaku usaha pariwisata, wartawan, pedagang pasar. Pada kelompok ini telah divaksin 73.753 orang. Diikuti kemudian oleh para warga lanjut usia  sebanyak 95.371 orang.  

Vaksinasi dilaksanakan dengan berbagai cara agar masyarakat mudah mengakses. Antara lain dengan sistem ‘drive thru’ di GOR Pajajaran Kota Bogor khusus untuk para lansia, mengundang mayarakat datang ke di Puri Begawan, Mal Ekalokasari dan Boxies 123 Mall. Bahkan Dinas Kesehatan Kota Bogor menjemput bola dengan mendatangi masyarakat agar mendapatkan vaksin, khusunya di zona merah.

Kini vaksinasi menyasar masyarakat umum dengan target sebanyak 73.758 warga. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, pada tahap  ini animo masyarakat Kota Bogor cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan vaksin. Bahkan, masih ada sekira 40.000 warga Kota Bogor yang masuk dalam daftar antrian. “Sekarang kendalanya adalah keterbatasan vaksin. Semua vaksin yang tersisa sudah terjadwal penerimaannya dalam seminggu ke depan,” ungkapnya pada Rabu (7/7/2021).

Dinkes Kota Bogor telah mendata calon penerima vaksin  dengan membuka pendaftaran di  wilayah kelurahan, puskesmas, maupun lewat link-link yang dibagikan secara resmi. Vaksin yang tersedia sudah dialokasikan untuk para calon penerima tersebut untuk dua dosis dengan jeda waktu penyuntkan tahap 1 dan 2 selama 28 hari. “Artinya vaksin yang ada sudah punya nama, sudah punya orang. Jadi terjadwal untuk seminggu ke depan. Dosis satu dan keduanya sudah terjadwal,” lanjutnya.

Vaksinasi telah terjadwal di  tiga tempat, masing-masing Puri Begawan dengan kapasitas 2.500 orang, Mal Ekalokasari dan Boxies 123 Mall dengan kapasitas masing-masing 1.500 orang. Retno pun menjaga agar aliran vaksinasi di ketiga tempat itu bisa selesai sesuai target untuk mendukung percepatan vaksinasi.

Percepatan vaksinasi juga mendapat bantuan Polres Bogor Kota dan  Korem 061 Suryakencana yang juga membuka vaksinasi untuk warga Kota Bogor. Dalam hal ini misalnya, sebanyak 218 anggota Himpunan Alumni  UIKA, telah divaksin di Markas Yonif 315 Garuda, Kamis (8/7/2021). Mereka bergabung bersama masyarakat umum lainnya untuk menerina vaksin.

Komandan Korem 061 Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi mengungkapkan, vaksinasi dilaksanakan setiap hari dengan kapasitas mencapai 1.000 vaksin per hari. Bahkan, pernah mencetak rekor hingga 2.000 orang pada waktu akhir pekan. Hingga kini, jumlah vaksinasi yang divasilitasi Korem ke masyarakat sudah menyentuh angka 28.000. Mereka adalah warga yang telah terdaftar melalui berbagai sumber pendataan. “Ada juga warga yang datang sendiri dan mereka terlihat antusias. Artinya masyarakat semakin banyak yang menyadari untuk melaksanakan vaksinasi.,” ujarnya. Dia pun berharap keikutsertaan para cendekiawan atau para akademisi, dapat lebih menarik masyarakat untuk mengikuti  vaksinasi.

Hal ini penting, “Karena kepentingan dan manfaat vaksinasi  sangat luar biasa dalam rangka membangun kekebalan kelompok (herd immunity),” jelasnya. Dia mengaju senang dengan besarnya antusiasme masyarakat untuk divaksin. Bahkan, diketahui ada warga yang sudah datang sejak pukul 04.00 subuh untuk ikut divaksin. Hal itu menunjukkan keseriusan masyarakat agar mereka bisa terhindar dari wabah Covid-19.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengpresiasi semangat warga untuk divaksin. “Yang menarik di sini (Korem) semua pelaksanaan vaksinasinya dilakukan dalam rangka bela negara, gotong royong bersama, dalam rangka itu kita mempercepat proses vaksinasi dan target yang diberikan. Supaya vaksinasi bisa segera mencapai seluruh komponen masyarakat dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya. Dedie berterima kasih atas kontribusi Korem 061 Suryakancana dalam mempercepat vaksinasi di Kota Bogor.

Percepatan vaksinasi diakui Dedie saat ini masih terkendala jumlah tenaga kesehatan. Untuk mengatasi hal itu Pemerintah Kota Bogor sudah membuka lowongan untuk 200 lebih nakes dan baru sekitr 40 yang  terpenuhi.Semoga kendala ini pun bisa segera teratasi.

**Adv

Polsek Citeureup Bagikan Beras ke Warga Isoman di 14 Desa

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Naiknya tingkat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor membuat sebagian besar kalangan memberikan bantuan untuk warga positif Covid yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Hal serupa pun turut menjadi perhatian Polres Bogor yang secara serentak memberikan bantuan sembako kepada warga yang melakukan isoman seperti yang dilakukan oleh Polsek Citeureup pada Senin (12/07) membagikan bantuan dari Polres Bogor kepada warga di 14 desa yang sedang melakukan isoman.

Kompol Rizky Wowor, Kapolsek Citeureup menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan serempak di Kabupaten Bogor tanpa terkecuali Polsek Citeureup untuk membagikan beras kepada warga yang sedang melakukan isoman.

” Alhamdulilah hari ini kami bagiakan sembako berupa beras kepada warga di 14 desa se Kecamatan Citeureup yang sedang melakukan isoman,” jelas Kapolsek Citeureup kepada Jurnal Bogor.

Dia berharap, bantuan tersebut dapat membantu warga guna meringankan beban ekonomi saat sedang menjalani isoman dan berharap warga tabah menjalani situasi saat ini. Polsek Citeureup menyatakan selalu siaga untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.

“Mari sama-sama kita putus penyebaran Covid – 19 ini, oleh karena itu saya menghimbau kepada masyarakat jika tidak ada hal yang urgent jangan keluar rumah,” kata Rizky Wowor penuh harap.

** Nay Nurain

Sidak Panti Pijat, Daman Huri Temukan Pasangan Mesum

0

Gunung Putri| Jurnal Inspirasi

Langgar jam operasional PPKM Darurat, panti pijat di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor digerebek Tim Gabungan (Timgab) Satgas Covid-19 Desa Gunung Putri, Senin (12/7).

Timgab Desa Gunung Putri yang terdiri dari gabungan aparatur Pemerintah Desa (Pemdes), Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPM, BPD dan Karang Taruna (Katar) Desa Gunung Putri pada Minggu (11/07) malam melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang diduga masih kerap melanggar aturan jam operasional di masa PPKM Darurat ini.

Daman Huri, Kepala Desa (Kades) Gunung Putri yang langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) menyatakan sudah mengadakan sidak PPKM darurat dan menemukan tempat tak berizin.

“Salah satu yang kita dapatkan yaitu adanya panti pijat yang tidak berizin dan masih beroperasi,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Daman Huri menjelaskan di dalam panti pijat ada 1 pengelola, 2 karyawan dan ada 2 pelanggan. Para pelanggar PPKM Darurat ini langsung diboyong ke Kantor Desa Gunung Putri untuk dimintai keterangan, yang saat dilakukan sidak ada sepasang dalam keadaan tidak berbusana, hingga membuatnya murka karena tempat panti pijak ini juga memfasilitasi jasa lain.

“Setelah dimintai keterangan maka didapatkan ada pelanggaran PPKM darurat dan panti pijat ini tidak berizin, ” lanjutnya.

Setelah mendapatkan keterangan, panti pijit ini tak berijin, Daman Huri memberikan sanksi administrasi berupa penandatanganan surat pernyataan dan akan ada pemanggilan pemilik panti pijat tersebut.

“Pada hari Senin ini akan dilakukan panggilan pemilik panti pijat tersebut dan kemungkinan tidak akan diberikan untuk beroperasi kembali,” pungkasnya.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu niat baik pemilik panti pijat ini dan pemilik kios yang akan dimintai keterangan karena diduga panti tersebut sudah lama beroperasi namun tidak ada yang melapor kepada Pemdes tentang keberadaannya.

** Nay Nur’ain

Dibikin Santai, Vaksinasi Covid Bojong Nangka di Katoomba Disambut Iringan Musik

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Bojong Nangka kembali melakukan vaksinasi masal Covid-19 untuk masyarakat umum. Menariknya, pemberian vaksin berlangsung dalam suasana berbeda seperti biasanya yakni vaksinasi diadakan dengan suasana santai dengan iringan musik yang diadakan di kolam renang Katoomba, Senin (12/7).

Wawan, warga desa Bojong Nangka yang mengikuti vaksin mengatakan, dirinya baru mengikuti vaksinasi pertama saat ini karena sibuk kerja dan khawatir terpapar mengingat pemberitaan di televisi yang membeludaknya korban virus Covid – 19.

” Khawatir ya karena makin banyak , makanya saya coba ikut vaksin karena takut dan untuk menambah imun,” jelas Wawan kepada Jurnal Bogor.

Masih kata Wawan, suasana yang diciptakan oleh Pemdes Bojong Nangka pun berbeda seperti suasana vaksin pada umumnya yang membeludak dan membosankan.

“Suasana disini sambil nunggu giliran vaksin jadi nyaman suasana terbuka dan sambil diiringi suara musik jadi tidak tegang,” katanya.

Senada ,H. Amir Arsyad, Kepala Desa Bojong Nangka mengatakan, untuk vaksin kali ini diikuti sekitar 400 peserta umum dengan rentang usia dibawah 50 tahun.

Pihaknya sengaja memilih Katoomba untuk tempat vaksinasi, selain luas juga nyaman untuk warga yang menunggu giliran jadi tidak jenuh sambil diiringi suara musik dan pemandangan yang bisa dipakai untuk selfi.

“Kita ciptakan suasana seperti ini selain Katoomba memiliki tempat yang luas hingga menampung 1000 orang pun bisa juga areanya terbuka dan nyaman, jadi warga yang menunggu divaksin tidak tegang dan merasa nyaman dengan iringan musik dan suasana adem,” jatanya.

Dia menjelaskan, untuk saat ini antusias dan kesadaran warga sudah sangat tinggi sehingga saat mendapatkan informasi vaksin langsung datang. Dia berharap ada tambahan kuota untuk Desa Bojong Nangka mengingat masih banyak warga yang ingin divaksin namun tidak kebagian kuota.

“Saya minta tambahan kuota untuk Desa Bojong Nangka, agar warga saya bisa seluruhnya divaksin guna pencegahan penularan Covid-19 , apalagi saat ini Desa Bojong Nangka sedang membeludak dengan banyaknya yang di isoman dan meninggal,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Lonjakan Kasus Covid di Kota Bogor Disebabkan Varian Delta

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor disinyalir lantaran telah masuknya covid varian delta. Pasalnya, hingga Minggu (11/7) kasus aktif di ‘Kota Hujan’ mencapai 7.514. Angka tersebut setelah adanya tambahan 228 pasien baru.

Kepala Bidang Pengembangan Bisnis dan Pengendalian Mutu RSUD Kota Bogor, dr. Armain Rowi mengatakan bahwa virus corona saat ini telah bermutasi untuk mengelabuhi sistem kekebalan tubuh.

“Salah satu varian yang saat ini cukup ditakuti adalah varian delta, dengan tingkat penularan lebih cepat dibandingkan jenis sebelumnya. Bahkan penelitian di lapangan menyebutkan 4 hingga 10 kali lebih cepat dari varian sebelumnya,” ujar Armain kepada wartawan, Minggu (11/7).

Laporan terbaru, kata Armain, menunjukkan bahwa varian delta per 1 Juni 2021 telah teridentifikasi di 62 negara termasuk Indonesia, berawal dengan kemunculannya di India pada Desember 2020.

“Gejala yang timbul pada setiap orang sangat berbeda. Pengaruh perbedaan karena faktor daya tahan tubuh, usia, jenis kelamin bahkan kebiasaan. Gejala akibat infeksi virus ini juga bervariasi, mulai dari bersifat ringan hingga berat,” kata Armain.

Bahkan, sambung dia, beberapa keluhan yang diinfokan bertambah parah pada rentang waktu tiga sampai empat hari pasca terinfeksi.

“Gejalanya demam, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan. Gejala umumnya seperti batuk, sesak napas, kelelahan, anosmia, nyeri otot, serta gangguan pencernaan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa covid varian delta lebih mudah dan cepat menular daripada varian virus corona lainnya. Sejauh ini riset menunjukkan bahwa tingkat penularan Covid-19 varian delta kurang lebih 40 persen dibandingkan virus corona varian alpha.

“Alasan penularan yang cepat ini masih diteliti, walaupun ada teori yang menyebutkan bahwa protein pada permukaan virus corona varian delta lebih mudah menyatu dan berbaur dengan sel manusia, sehingga membuat virus tersebut lebih mudah mengalahkan sistem kekebalan tubuh dan menginfeksi manusia,” jelasnya.

Selain itu, kata Armain, corona varian delta diketahui juga memiliki kemampuan berkembang biak dengan cara menggandakan diri lebih baik dibandingkan virus sebelumnya.

“Laporan kasus menyebutkan bahwa lebih banyak pasien positif Covid-19 varian delta yang membutuhkan perawatan di rumah sakit daripada pasien corona varian lain. Bahkan penularan varian ini menjadi alasan penuhnya keterisian tempat tidur rumah sakit,” jelasnya.

Bahkan, sambung dia, komplikasi yang ditimbulkan oleh varian ini lebih parah pada pasien lansia atau yang memiliki komorbid (penyakit penyerta sebelumnya), seperti diabetes, hipertensi, atau asma semuanya berhubungan dengan rendahnya pertahanan tubuh atau system imun manusia.

“Varian delta ini dikatakan lebih mudah menginfeksi anak-anak, remaja, dan orang dewasa di bawah usia 50 tahun. Penderita kelainan system imun dan orang-orang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 juga berisiko tinggi terinfeksi,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, walaupun sampai saat ini belum ada vaksin yang dirasa benar-benar dapat mencegah,penyakit Covid-19, tetapi upaya vaksinasi tetap dilaksanakan. Sebab, vaksinasi yang tersedia saat ini dapat memberikan perlindungan terhadap beragam varian virus COVID-19, termasuk varian delta.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian 2 dosis vaksin corona, seperti vaksin Astrazeneca dan vaksin Pfizer, cukup membentuk memiliki antibodi yang dapat melawan covid varian delta. Meski demikian ada hal-hal yang harus diperhatikan bahwa vaksinasi dosis pertama hanya memberikan perlindungan terhadap varian Delta sebanyak 33 persen. Sedangkan perlindungan vaksin Covid-19 dosis lengkap terhadap varian Delta diketahui bisa mencapai 60 hingga 80 persen tidak berbeda dengan perlindungan terhadap varian virus Corona lainnya,” katanya.

** Fredy Kristianto

Sehari, Kota Bogor Butuh 60 Ton Oksigen

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis dan liquid oksigen tank di sejumlah rumah sakit di Kota Bogor. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bima Arya menyebut, jika Kota Bogor mendapat pasokan oksigen 30 ton oksigen di enam filling station per hari, maka bisa dikatakan aman.

Usai melakukan rapat di Balai Kota Bogor, Minggu (11/7) siang. Bima Arya didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mendatangi tempat penyimpanan tabung oksigen medis di rumah sakit Ummi Bogor.

Kemudian, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor ini mengecek Liquid Oxygen Tank di rumah sakit PMI, rumah sakit Medika Dramaga dan rumah sakit Mulia.

“Tadi saya rapat di Balai Kota memetakan stok oksigen. Sebagian besar rumah sakit di Kota Bogor memang kondisinya sama, krisis ketersediaan oksigen, karena 6 filling station di kabupaten (Bogor) yang biasa memasok itu kurang pasokan,” kata Bima Arya usai meninjau Liquid Oksigen Tank di rumah sakit Mulia Bogor.

Bima Arya mengaku komunikasi secara intensif dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan. Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali itu menyatakan akan membantu memasok kebutuhan oksigen medis ke Kota Bogor.

“Saya sudah komunikasi dengan pak Luhut. Beliau berjanji akan membantu, tadi malam ditambah di dua filling station di Cileungsi dan Citeureup. Tapi masih kurang, saya minta untuk Kota Bogor paling tidak perhari untuk satu filling station di drop 5 ton. Kalau 5 ton di drop rutin di 6 filling station, maka Insya Allah akan mencukupi, ” kata Bima.

Skema yang dirancang untuk menanggulangi kekurangan oksigen medis kata dia, pihaknya akan terus mengecek dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit mengenai kebutuhannya. “Yang penting kita cek, kita komunikasi dengan rumah sakit. Jadi, ketika sudah emergency ini bisa diantisipasi bersama-sama,” jelasnya.

Sejauh ini Bima Arya menyebut, rumah sakit yang memiliki liquid oxygen tank hanya mampu bertahan 1-2 hari saja. “Ya, 5-6 rumah sakit yang pasokannya besar ini bisa bertahan 1-2 hari ke depan. Seperti di rumah sakit Mulya ini tadi malam kritis kondisinya, kalau tidak datang pagi-pagi bisa habis. Seperti itu polanya, 1-2 hari bertahan. Jadi, perlu diperbesar memang pasokan di Kota Bogor ini secara keseluruhan,” ungkapnya.

** Fredy Kristianto

Bima Apresiasi Bantuan Peti Jenazah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Aksi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Bogor menyerahkan bantuan 20 peti jenazah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam hal ini RSUD Kota Kota, beberapa waktu lalu, mendapat respon positif dari Wali Kota Bima Arya.

Menurut dia, Pemkot Bogor bergerak dari hulu ke hilir meminta bantuan semua. Ia pun terpaksa menyebut kondisi Kota Bogor saat ini di fase SOS atau emergency. Tak ayal bantuan harus dari hulu ke hilir, mengingat Kota Bogor membutuhkan sebanyak mungkin tambahan tempat tidur, ruang isolasi, pusat isolasi, APD, vaksin dan tenaga kesehatan diperkuat.

“Kalau tidak ditambah semua, maka situasinya akan semakin buruk. Sehingga jika tidak bergerak sama-sama, maka Kota Bogor akan masuk ke fase seperti di India,” ujar Bima Arya.

Ia menyebutkan, hampir setiap hari angka penularan covid menyentuh 300 orang. Disamping itu angka kematian pun semakin tinggi.

Pihaknya pun sudah memetakan kebutuhan peti jenazah ini, dan menurutnya lebih praktis peti mati disimpan di RSUD. “Buat penderma bantu peti mati, bantu semua yang kita perlukan,” kata Bima.

Ia menjelaskan, kebutuhan peti mati di rumah sakit harus dipersiapkan. Namun, agar peti mati bisa diketahui kebutuhannya, sehingga bantuan peti mati dari Kadin Kota Bogor ini diserahkan di RSUD Kota Bogor. Karena RSUD ini yang mengetahui kebutuhan peti mati bagi pasien Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Kadin Kota Bogor Almer Faiq Rusydi mengatakan, pemberian 20 peti jenazah lantaran pihaknya ingin membantu dan bersinergi dengan Pemkot Bogor mengatasi Pandemi Covid-19. Pasalnya, beberapa waktu lalu ia pun merasakan kesulitan mendapat peti jenazah untuk saudaranya yang meninggal dunia karena Covid-19.

“Alhamdulillah hari ini kami menyumbangkan 20 peti mati, mudah-mudahan diterima. Saya berharap bisa bersinergi membantu Pemkot Bogor agar pandemi ini cepat berakhir,” harapnya.

** Fredy Kristianto

Area Kantor Perumda Tirta Pakuan Terlarang Bagi Anak-anak

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perumda Tirta Pakuan mengeluarkan pemberitahuan agar anak-anak tidak dibawa ke area kantor Perumda Tirta Pakuan. “Dimohon dengan sangat untuk tidak mengajak anak-anak ke area kantor Perumda Tirta Pakuan di Jalan Siliwangi 121, karena masuk zona merah Covid-19.” tulis pesan dari Perumda Tirta Pakuan dalam edaran pemberitahuannya, Minggu (11/7).

Seperti dilansir Halodoc, potensi bahaya dari virus corona jenis delta sangat tinggi. Virus jenis ini justru banyak menyerang anak-anak muda. Bahkan, serangan yang terjadi dapat langsung menimbulkan dampak dengan gejala berat. Saat alami gejala berat, tingkat kesembuhannya menjadi lebih kecil.

Selain itu, peningkatan kasus Covid-19 akibat varian delta juga terjadi pada anak-anak. Apalagi hingga saat ini belum ada vaksin untuk anak-anak. Jadi Ayah-Bunda, ayo jaga buah hati kita agar tidak terpapar virus ini.

Tetap manfaatkan layanan online untuk seluruh transaksi dan pelayanan pelanggan. Pembayaran tagihan air bisa melalui ATM, mobile banking, PPOB, aplikasi e-commerce dsb. Sedangkan layanan pelanggan bisa melalui saluran Call Center 24 Jam di nomor 0251-8324111 atau chat WA 08111182123.

#dirumahaja #covid19 #bogorlawancovid19 #tirtapakuan #perumdatirtapakuan #bogor #kotabogor #ikhtiaruntukkotabogor

**ass/rls

Bupati Datangi Rumah Ibu Hamil yang Ikut Viral di Puskesmas Situ Udik

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Untuk memastikan kondisi ibu hamil yang viral dalam video pelayanan Puskesmas Situ Udik beberapa hari lalu, pada Sabtu siang (10/7/2021) Bupati Bogor Ade Yasin menyambangi rumah ibu hamil tersebut di Kampung Cimanggu 1, Kecamatan CIbungbulang, Kabupaten Bogor.

Dalam kunjungannya ke rumah seorang ibu hamil bernama Rohayati, Ade Yasin menyampaikan bahwa ternyata Rohayati hanya ingin mengantar suaminya berobat ke Puskesmas. “Ya ibu hamil ini ternyata sehat walafiat, alhamdulillah, kemarin dia mau bawa suaminya demam, terus dia tanya BPJS dimana, katanya di Pukesmas Situ Udik, posisi bertanya, dan sekaligus mengantar suaminya untuk berobat,” ungkapnya kepada awak media, Sabtu (10/7/2021).

Menurut Ade Yasin, ternyata dia tidak Covid-19, yang merekam itu mungkin yang terkonfirmasi positif Covid-19, Bupati juga telah memerintahkan Camat dan Kades untuk mencari  perekam video tersebut dan sekarang sedang proses pencarian petugas agar tidak berkeliaran dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri.

“Si ibu saja gak kenal sama yang video,  makanya itu gak paham yang videoin siapa. Makanya ketika si ibu hamil datang sudah divideoin, yang videoin bilang saya positif (ungkap wanita dalam video – red), seolah-olah si ibu ngomong karena gak keliatan pake masker. Padahal ibu ini gak bilang apa-apa, yang ngomong yang videoin,” ujarnya.

Sementara Rohayati menuturkan, bahwa petugas Puskesmas saat itu mengatakan agar dirinya datang kembali ke pukesmas esok hari, namun dirinya membenarkan pukesmas sedang karokean. “Di suruh datang besok oleh petugas, iya sedang karokean, nanya untuk BPJS doang sih, iya suaranya keras, saat di lokasi saya sempet ketok-ketok pintunya,” tutupnya.

Sebelumnya, viral video seorang pasien hamil dan pasien diduga positif yang hendak berobat ke Puskesmas Situ Udik, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor mendapati Puskemas tutup, bahkan dalam video yang viral itu terdengar suasana karaokean di dalam Puskemas.

** Cepi Kurniawan