24.1 C
Bogor
Thursday, April 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1145

Petugas Keamanan di Tempat Isolasi Ditusuk Pasien Covid

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Seorang petugas keamanan di tempat isolasi pasien Covid 19 Gedung Kemendagri Kemang, Kabupaten Bogor harus menjalani perawatan karena mengalami luka tusuk benda tajam di kepala.

Korban yang alami luka serius itu ditusuk pasien Covid yang sedang isolasi. Pihak Rumah Sehat Terpadu RST Dhuafa Jampang yang merawat korban membenarkan, korban bernama Sudarto masuk rumah sakit pada Kamis (15/7) malam yang sedang bertugas di RS Darurat Covid 19 Wisma Mendagri.

“Menurut keterangan dari tim medis pasien tersebut kena luka sajam di area kepala,” kata Humas RST Dhuafa, Afdal saat dikonfirmasi, Jumat (16/7/2021).

Korban pun sambungnya padaJumat siang dilakukan operasi oleh tim dokter bedah RST.

Anggota Pol PP Kecamatan Kemang, Bahri yang ikut mengevakuasi korban ke rumah sakit mengatakan, korban ditusuk menggunakan gunting oleh pelaku yang merupakan pasien covid 19 yang sedang melakukan isolasi.

Bahri menceritakan kronologi kejadian, menurut keterangan dari saksi ada suara teriakan minta tolong dari Gedung Melati setelah dicari ternyata korban Sudarto sudah berlari di samping gedung dengan berlumuran darah dengan luka cukup serius di kepala.

“Selanjutnya korban dibawa dengan ambulans menuju IGD RS Dompet Dhuafa Jampang,” katanya.

Sementara itu kata Bahri saat kejadian pelaku masih berada di dalam gedung yang sudah dikunci oleh Satpam. Selang 30 menit pelaku berusaha keluar gedung dengan menabrakan diri lewat jendela kaca kamar tidur sehingga pelaku akhirnya dapat diamankan.

“Setelah diamankan dan diinterogasi ternyata pelaku bernama Gilang sudah 2 minggu diisolasi tetapi tidak ada perhatian dan tidak mendapat info tentang kondisinya sehingga stres dan melakukan penganiayaan dengan menusukan gunting ke kepala dan bagian badan korban Sudarto,” katanya.

Anggota Pol PP Kecamatan Kemang itu pun menceritakan pelaku sebelumnya pernah menjadi pasien di RS Marjuki Mahdi, dan saat ini kembali dibawa untuk menjalani perawatan di RS Marjuki Mahdi Kota Bogor.

** Cepi Kurniawan

Kementan Hadirkan Sandiaga Uno di PKN Tingkat II Angkatan XVIII

0


Bogor | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tengah menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2021.

Memasuki pekan kedua, kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor ini mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai pembicara beberapa hari lalu.

Kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno menjadi daya tarik tersendiri dalam acara ini. Ia menyampaikan materi tentang kepemimpinan.

Leadership Style saat ini menurut Sandiaga, adalah pemimpin yang inovatif. Menurutnya masyarakat menginginkan bukan hanya ide – ide lama dengan pengerjaan yang sama, tapi inovasi yang diperlukan dari pemimpin – pemimpin dan pemimpin yang memberikan contoh.

“To lead, is to give an example, yang memberikan contoh, pemimpin yang memberikan inspirasi, to lead is to inspire, bagaimana kita memberi inspirasi dan contoh yang baik sebagai teladan bukan do as I say tapi tapi do as I do. Bukan hanya melakukan apa yang kita berikan arahan tapi mengikuti apa yang kita terapkan dalam keseharian kita, “ tuturnya.

Bicara sederhana kata Sandiaga dimulai dari diri sendiri. Jika bicara kerja keras, pemimpin itulah yang harus menunjukannya.

“Tunjukan pemimpin itulah yang turun tangan bekerja keras menyingsingkan lengan baju, ini yang disebut dengan pemimpin era 4.0. Pemimpin yang beradaptasi dengan teknologi digital, pemimpin yang terhubung dengan rakyatnya melalui platform – platform. Banyak platform yang saat ini tersedia yang memberikan kesempatan langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengajak peserta untuk menerapkan etos kerja empat AS, yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Dengan menerapkan etos kerja tersebut Ia yakin akan lahir ide – ide inovatif dan inspiratif dalam mengelola pertanian dan sektor lainnya sehingga tercapai pembangunan yang berkelanjutan.

“Saya yakin di PKN akan lahir pemimpin – pemimpin yang berkompeten, gubernur – gubernur baru, bupati – bupati baru, menteri – menteri baru. Semuanya dengan konsep kerja empat AS, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas,” tegasnya di pertemuan virtual yang diikuti oleh puluhan peserta lintas Kementerian dan Lembaga.

Hal senada disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat pembukaan beberapa waktu lalu. Mentan Syahrul menyampaikan bahwa pemimpin harus bisa bertindak secara cepat, cermat, dan akurat.

“Jadi istilah yang selalu saya sampaikan, pemimpin itu harus CCA, yaitu cepat, cermat dan akurat,” ujar Syahrul.

Selain itu, mantan gubernur dua periode Sulawesi Selatan itu juga menyampaikan bahwa pemimpin harus memiliki karakter yang selalu bersesuaian dengan tuntunan agama.

“Pemimpin itu tidak harus di kantor, dimanapun bisa bekerja. Tetapi, pemimpin tidak boleh tidur atas tanggung jawab yang Tuhan berikan kepadanya. Kau mau sakit ke, apa ke, tetap bekerja,” ujar Syahrul.

Sementara itu tujuan dari PKN Tingkat II ini disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi . Kata Dedi tujuan PKN ini adalah untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan strategis pada jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Kemudian metodologi dari pengajaran ini karena saat ini kita sedang memasuki pandemi COVID-19 sesuai dengan surat edaran PAN-RB, surat edaran Kepala Administrasi Negara dan Surat edaran Sekretaris Kementan, maka untuk di awal pelatihan ini semuanya dilakukan secara online,” ujar Dedi.

** Regi/PPMKP

Kadin Bagikan 400 Paket Makanan Bagi Warga Isoman

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Solidaritas masyarakat terus tumbuh di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kota Bogor, ditambah aturan PPKM Mikro Darurat. Hal ini juga terjadi kepada pasien terkonfirmasi positif corona yang harus melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor menyumbangkan hampir 400 paket makanan, khusus warga yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Utara, Jumat (16/7).

Uniknya, bantuan makanan untuk sarapan warga yang sedang isoman di wilayah Bogor Utara ini, Kadin melibatkan pedagang kaki lima atau pemilik warung nasi dan UMKM kecil yang ada di Bogor Utara untuk penyediaan makanannya. Kadin tak sendiri karena berkolaborasi dengan Kodim 0606 serta semua aparatur wilayah yang ada di Bogor Utara dan organisasi kepemudaan seperti DPK KNPI Bogor Utara.

Ketua Kadin Kota Bogor Almer Faiq Rusyidi menjelaskan, dorongan untuk membantu warga yang tengah menjalani isoman itu salah satunya berasal dari informasi yang diperolehnya, terkait permasalahan warga yang sedang ‘berperang’ melawan virus ini. Diketahui, ada keluarga isoman sehingga kondisinya membuat aktifitasnya jadi terbatas.

“Ya namanya juga sedang isoman. Tidak bisa seenaknya keluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Jadi, warga yang sedang isoman tentunya membutuhkan uluran tangan dari kita yang masih bisa beraktifitas di luar rumah,” jelas Almer.

Almer berharap, dukungan moral dan psikis yang diberikan kepada warga yang sedang melaksanakan isoman, diharapkan dapat membawa berkah dan membantu kesembuhan mereka. “Di tengah situasi yang juga sulit untuk mendapat fasilitas dan layanan kesehatan, kehadiran kita dan unsur lainnya bisa meringankan beban mereka. Insya Allah, ini akan rutin setiap Jumat di semua kecamatan. Tidak lupa, agar tetap menjaga prokes agar kondisi pandemi ini bisa segera selesai dan kondisi normal kembali,” tegasnya.

Ditambahkan Almer, pihaknya juga menggandeng puluhan sopir Ojeg Online (Ojol), untuk mendistribusikan makanan ke rumah warga yang sedang isoman, dimana datanya sudah didapatkan dari masing-masing Kelurahan.

Sementara itu, Camat Bogor Utara Marse R Saputra mengatakan, hadirnya Kadin Kota Bogor yang melakukan aksi nyata dan peduli terhadap warga Isoman di wilayah Kecamatan Bogor Utara, patut di apresiasi.

“Kami merasa senang, bangga, apalagi sekarang kondisinya pandemi, PPKM darurat. Inilah wujud nyata dari organisasi, elemen masyarakat untuk saling membantu warga lain yang sedang isoman atau terdampak pandemi. Bantuan ini mungkin tidak besar, nilainya tidak seberapa, namun yang paling penting nilai perhatian dan wujud kasih sayang sesama warga Kota Bogor. Tagline kami ‘Bersama Saling Menjaga, dari warga untuk warga. Pandemi ini bisa diselesaikan jika kita semua saling bersama dan menjaga,” beber Camat.

Ditempat yang sama, mewakili Dandim 0606, Kasdim Letkol Inf Drs. Didi Suwandi mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kadin Kota Bogor. Karena ada kepedulian antar sesama. Seperti yang diketahui bersama bahwa pandemi sedang mengalami peningkatan.

“Saya mewakili Dandim sangat mengapresiasi Kadin yang berkolaborasi dengan pihak Kecamatan. Bantuan ini bukan hal yang utama, melainkan peduli ke sesama dengan harapan baik yang isoman maupun warga terdampak bisa terbantu dalam kondisi yang belum baik sekarang. Kami dari TNI dan unsur lainnya juga sedang menekan laju penyebaran Covid-19. Tanpa peran serta masyarakat tentu tidak akan bisa membuahkan hasil apalagi dalam pencegahannya. Langkah awal ini dimulai dari Kecamatab Bogor Utara dan Tengah. Kemudian nanti rutin setiap hari jumat diseluruh Kecamatan se-Kota Bogor,” bebernya.

** Fredy Kristianto

17 Titik di Bogor Disekat 24 Jam

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Satgas Covid-19 memperluas titik penyekatan yang semula 13 menjadi 17 titik. Diketahui, berdasarkan flayer yang tersebar, ke 17 titik tersebut adalah Simpang Jembatan Merah, Simpang Empang, Simpang Baranangsiang, Simpang MCD Lodaya, Simpang Pos Terpadu Juanda dan Simpang Denpom.

Kemudian, Simpang Warung Jambu, Simpang SPBU Vivo Air Mancur serta Simpang eks Bale Binarum.

Tak hanya titik Penyekatan juga dilakukan di Underpass Solis, Simpang Tol Borr, putaran SPBU Veteran, Simpang Salabenda, Simpang Ciawi, Simpang Dramaga, Simpang Yasmin dan terkahir, Simpang Brimob Kedung Halang.

Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar membenarkan informasi tersebut. “Betul, info valid,” kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (15/7).

Menurut dia, penyekatan akan dilakukan selama 24 jam dalam rangka mengurangi mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat.

Penambahan penyekatan dilakukan lantaran saat ini Kota Bogor kembali masuk zona merah bersama 19 wilayah yang ada di Jawa Barat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) pada Kamis (15/7) telah terjadi penambahan terkonfirmasi positif sebanyak 436 orang. Sehingga kasus aktif di Kota Bogor mencapai 8.444.

Sedangkan total kasus secara keseluruhan sejak Maret 2020 sudah mencapai 27.264, dengan rincian 18.505 pasien sembuh dan 315 orang meninggal dunia.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, tingginya kasus terkonfirmasi covid harian yang terjadi di Kota Bogor dalam beberapa hari belakangan ini menjadi salah satu faktor ‘Kota Hujan’ masuk ke zona merah.

Menurut dia, terdapat 16 indikator penilaian yang membuat Kota Bogor masuk ke zona merah. Diantaranya, positively rate, mortality rate dan lain-lain.

“Jadi semua mengarah ke nilai Kota Bogor dalam resiko tinggi,” ujar Dedie kepada wartawan, Kamis (15/7).

Dedie menjelaskan, apabila melihat hasil monitoring kasus, seperti klaster perumahan, pesantren, sekolah dan perkantoran, mayoritas menjadi klaster keluarga. “Hal itu karena adanya kontak erat tanpa protokol kesehatan yang memadai,” tegasnya.

Atas dasar itu, sambung Dedie, penting agar tetap disiplin menjaga kebersihan dan memagari dengan disinfektan apabila kembali kerumah setelah bepergian dari aktivitas luar rumah.

“Pemerintah telah melaksanakan upaya untuk menekan covid, diantaranya mengurangi mobilitas warga, menangani isan dengan visitasi puskesmas yang didukung suplay vitamin dan obat,” katanya.

** Fredy Kristianto

Kerjasama Al- Zohri Bersama UIKA Bogor Berhasil Luluskan 86 Sarjana Asal Singapura

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 86 mahasiswa asal Singapura berhasil mendapatkan gelar sarjana agama Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Hal tersebut disampaikan Rektor UIKA Dr. H. Endin Mujahidin, M.Si., dalam sambutannya usai menandatangani MoU lanjutan secara daring bersama Al-Zohri Singapura.

Dalam acara tersebut dijelaskannya, memasuki tahun kedelapan kerjasama UIKA dengan Al-Zohri, menurut rencana kerjasama lebih dimaksimalkan dengan penambahan jumlah mahasiswa yang belajar di program pascasarjana khusus untuk program Pendidikan Agama Islam.

“Selama ini Al-Zohri mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di Fakultas Agama Islam UIKA pada program sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam, 13 diantaranya saat ini sedang melanjutkan pendidikan pada program pascasarjana. Berharap kedepannya akan semakin banyak mahasiswa Al-Zohri yang belajar di UIKA,” Harapan tersebut disampaikan Rektor UIKA melalu daring zoom meeting, Kamis (15/7).

Sementara itu, menanggapi sambutan Rektor, Ketua Pengurus Pengajian Tinggi Al-Zuhri Singapura Wan Hussin Haji Zoohri mengaku pihaknya sangat membutuhkan UIKA Bogor untuk melahirkan insan cendikia dengan dasar-dasar ke Islam yang kuat. Al-Zohri sebagai Pengajian Tinggi semenjak 20 tahun terakhir fokus melahirkan lulusan Islamic Studi yang fokus kepada penanaman nilai Islam kepada masyarakat Singapura.

“Kami ini adalah negara kecil, Kerjasama dengan UIKA ini sangatlah berarti bagi kelanjutan dakwah Islam di Singapura. Karnanya bimbingan negara besar seperti Indonesia, khususnya bimbingan akademik dan nasehat dosen-dosen UIKA sangatlah kami perlukan,” ungkap Wan Husen dalam sambutannya.

Menurutnya, dalam catatan Al-Zohri hingga saat ini terdapat sebanyak 175 mahasiswa asal Singpura dari Al-Zohri yang menempuh Pendidikan S1 di Fakultas Agama Islam UIKA. 86 diantaranya sudah mendapat gelar sarjananya. Capaian ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan bagi Al-Zohri. Kedepan semoga dapat dibina kerjasama lebih baik lagi.

Dalam pertemuan ini turut dihadiri Wakil rektor, Dekan Fakultas Agama Islam, Direktur Sekolah Pascasarjana, serta para Pengurus Intitut Al-Zuhri. Kedua pihak juga membahas tentang  pelaksanaan perkuliahan secara daring ditengah pandemik covid 19. Ditargetkan kedepannya Al-Zohri akan menambah jumlah mahasiswa pascasarja untuk program studi Pendidikan Agama. Diakui kedua pihak peluang kerjasama UIKA bersama Al-Zohri dapat memberikan manfaat, tidak saja untuk UIKA tetapi juga dakwah Islam untuk kedua negara.

**ass/dewi-rls

Ratusan Warga Banjarsari Datangi Kantor Desa

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Ratusan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mendatangi kantor desa, Kamis (15/7) pagi. Kedatangan warga itu, untuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber anggaran dari Dana Desa (DD) untuk membantu warga ditengah pandemi Covid-19.

Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan, Desa Banjarsari, Samsul mengatakan, pembagian BLT DD tahun anggaran 2021 ini, untuk bulan keempat  dibagikan di Desa Banjarsari. Setiap warga atau keluarga penerima manfaat (KPM), lanjutnya, mendapatkan BLT DD sebesar Rp300.000.

 “Saya tekankan tidak ada pemotongan dari pihak manapun kepada para KPM,” ungkapnya kepada wartawan.

Data penerima BLT, sambung Samsul, di Desa Banjarsari sebanyak 130 KPM. Data tersebut tidak bisa berubah atau diubah namanya hingga satu tahun.  “Untuk nama-nama KPM yang dapat bantuan BLT DD, berlaku sampai akhir tahun 2021. Dan tidak bisa diubah atau diganti lagi nama bantuan,” paparnya.

Sesuai dengan arahan dari Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Misbah, para KPM harus sesuai dengan kriteria. Dimana, KPM yang mendapatkan bantuan uang tunai bersumber anggaran dari pemerintah pusat itu, betul-betul warga yang terkena dampak dari Covid-19.

 “Jadi semua warga yang dapat BLT DD, belum pernah mendapatkan bantuan apapun selama pandemi Covid-19,” imbuh Samsul.

Sementara, Atih, KPM BLT DD Desa Banjarsari merasa terbantu dengan bantuan yang diterimanya sebesar Rp300.000 tersebut. Terlebih, disaat kondisi masih berstatus PPKM Darurat yang melarang segala aktivitas warga.

Menurutnya, uang yang diterimanya itu, akan dipergunakan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, terutama kebutuhan pangan.  “Saya akan belikan beras dan kebutuhan dapur lainnya, biar keluarga masih bisa makan ditengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai,” tukasnya.

Pantauan di aula Kantor Desa Banjarsari, warga yang merupakan para KPM BLT DD tampak antre menunggu panggilan dari petugas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, menghindari kerumunan serta disediakan tempat cuci tangan hingga hand sanitizer.

** Dede Suhendar

Warga Jonggol yang Divaksin Tembus 2 Ribu Lebih

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Jonggol bersyukur warganya antusias mengikuti vaksinasi massal Covid-19, dimana pada Kamis (14/7), ada 2 ribu lebih pendaftar. Pelaksanaan vaksinasi sendiri berlangsung dua hari berturut-turut.

“Alhamdulillah, 2.363 masyarakat Kecamatan Jonggol mengikuti pelaksanaan vaksinasi massal pada tanggal 13 dan 14 Juli, menunjukkan respon yang baik dari masyarakat untuk mensukseskan program antisipasi virus Covid-19 yang dibuat oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor,” ujar Camat Jonggol, Andri Rahman, Kamis (14/7).

Dia menuturkan, vaksinasi yang dilakukan di dua lokasi dan waktu yang berbeda mendapatkan respon positif dari masyarakat. Adapun jumlah peserta vaksinasi pada 13 Juli yang dilaksanakan Puskesmas Desa Sukanegara sebanyak 154 dengan 3 peserta yang tidak bisa ikut divaksin karena komorbid dan hal lainnya.

“Lalu pada vaksinasi 14 Juli yang dilaksanakan di Fresh Market Perumahan Citra Indah Jonggol, sebanyak 2.209 datang untuk ikut divaksin, tapi yang dinyatakan bisa mengikuti vaksinasi sebanyak 2.015,” tuturnya.

Selaku Ketua Muspika Jonggol, Andri didampingi Puskesmas Jonggol, Balekambang, Puskesmas Sukanegara, Satpol PP Kecamatan Jonggol, RS. Permata Jonggol,RS. Harapan Mulia Cibarusah, RS. Medirosa Cibarusah, IBI Ranting Jonggol, Klinik AL Sukamanah, klinik swasta seputar Jonggol, para guru SD SMP/Operator se Kecamatan Jonggol (Koryandik), manajemen Perumahan Citra Indah, karang taruna, relawan/TKSK, pramuka dan pihak lain yang membantu pelaksanaan.

Andri berharap, dengan antusias masyarakat mengikuti program vaksinasi massal ini, penyebaran virus Covid-19 bisa diminimalisir. “Terutama untuk warga masyarakat Kecamatan Jonggol saya berharap dengan sudah mengikuti vaksin bukan berarti kita kebal akan virus, ini hanya antisipasi, kita tetap harus mentaati prokes dan melaksanakan 5M,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Upaya Memenuhi Ketersediaan Oksigen

0

PT Pupuk Kujang Serahkan Bantuan ke RSUD Kota Bogor

Ada sebuah acara penting berlangsung pada Selasa, 13 Juli lalu. PT Pupuk Kujang menyerahkan bantuan oksigen 3-4 ton kepada RSUD Kota Bogor. Ini adalah bantuan sangat berharga di tengah kondisi Kota Bogor yang tengah berupaya mengatasi kelangkaan oksigen untuk membantu perawatan pasien covid-19.

Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya, saat ini adalah hari-hari ketika semua menghadapi kondisi siaga karena kelangkaan oksigen. Oleh karena itu ia  menilai, bantuan tersebut sangat membantu untuk menyelamatkan banyak pasien yang membutuhkan. Meskipun diakui, bantuan tersebut diperkirakan akan habis dalam hitungan hari saja mengingat kebutuhannya memang sangat tinggi.

Vice President Komunikasi PT. Pupuk Kujang, Ibrahim Herlambang menyatakan, pihaknya  berupaya memberikan bantuan ke seluruh wilayah di Jawa Barat berdasarkan skala prioritas. “Warga kesulitan mencari oksigen karena stoknya yang menipis dan susah mendapatkannya. Jadi berapa pun stok yang ada saat ini sangat berarti dan kita prioritaskan bagi yang benar-benar membutuhkan,” kata Ibrahim. Sementara itu Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, menyatakan bantuan oksigen tersebut akan segara digunakan untuk perawatan pasien covid-19 yang berada di blok dua dan blok tiga RSUD Kota Bogor.

Dalam beberapa waktu terakhir di Kota Bogor memang terjadi kelangkaan oksigen, karena pasokan menurun, sedangkan kebutuhan meningkat. “Pasien covid-19 di Kota Bogor meningkat tajam dan membutuhkan gas oksigen untuk membantu pernafasan, terutama pasien dengan gejala sedang hingga berat,” ungkap Bima Arya. Untuk mengatasi hal itu dirinya langsung melakukan pengecekan ketersediaan dan pasokan gas oksigen di Kota Bogor. Termasuk ke depot penjualan gas oksigen.

Disitulah diperoleh gambaran,  bahwa pasokan dari agen oksigen di Jakarta menurun sampai 65 persen. Pemilik sebuah depot oksigen di Lawang Gintung yang didatangi Bima menjelaskan, sebelumnya di depotnya dipasok gas oksigen sekitar 180m3 per hari, yakni sekitar 30 tabung besar berukuran 6m3. Tetapi sejak sepekan lalu pasokannya menurun dan hanya dipasok sekitar 60m2 yakni 10 tabung besar berukuran 6m3.

Berbagai ikhtiar terus dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk menambah ketersediaan oksigen. Termasuk meminta bantuan pemerintah pusat, yang akhirnya melalui Krakatau Steel, sudah dua kali membantu dengan volume kurang lebih 100 tabung. Begitupun pengadaan oksigen yang digalang pengumpulan tabung di Graha Pena Radar Bogor serta meminta bantuan kepada semua pihak.

Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan pemetaan dan pengecekan ketersediaan tabung medis ke sejumlah rumah sakit pada hari Minggu lalu (11/7). Usai melakukan rapat di Balai Kota, dengan didampingi Sri Nowo Retno, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Bima mendatangi tempat penyimpanan tabung oksigen medis di rumah sakit Ummi Bogor. Dilanjut  mengecek Liquid Oxygen Tank di rumah sakit PMI, rumah sakit Medika Dramaga dan rumah sakit Mulia.

“Sebagian besar rumah sakit di Kota Bogor memang kondisinya sama, krisis ketersediaan oksigen, karena 6 filling station di kabupaten Bogor yang biasa memasok itu kurang pasokan,” ungkap Bima usai meninjau Liquid Oxygen Tank. Padahal berdasarkan hasil pemetaan diketahui, Kota Bogor memerlukan oksigen 60 ton per hari.

Dalam kaitan itu pula, Bima mengungkapkan adanya komunikasi intensif dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali itu menyatakan akan membantu memasok kebutuhan oksigen medis ke Kota Bogor. “Beliau berjanji akan membantu, tadi malam ditambah di dua filling station di Cileungsi dan Citeureup. Tapi masih kurang, saya minta untuk Kota Bogor paling tidak perhari untuk satu filling station di drop 5 ton. Kalau 5 ton di drop rutin di 6 filling station, maka Insya Allah akan mencukupi,” lanjutnya.

Untuk menanggulangi kekurangan oksigen medis, Pemerintah Kota Bogor akan terus mengecek dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit mengenai kebutuhannya.“Yang penting kita cek, kita komunikasi dengan rumah sakit. Jadi, ketika sudah emergency ini bisa diantisipasi bersama-sama,” lanjut Bima.

Penyerahan bantuan isi ulang oksigen kepada warga RW 15 Mutiara Bogor Raya Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur yang melaksanakan isoman

Komunikasi dalam rangka pengecekan itu menjadi penting mengingat rumah sakit yang memiliki liquid oxygen tank hanya mampu bertahan 1-2 hari saja. “Di 5-6 rumah sakit yang pasokannya besar ini bisa bertahan 1-2 hari ke depan. Seperti di rumah sakit Mulya sempat kritis kondisinya, kalau tidak datang pagi-pagi bisa habis. Seperti itu polanya, 1-2 hari bertahan. Jadi, memang perlu diperbesar  pasokan ke Kota Bogor  secara keseluruhan,” ujarnya. Dengan saling berkomunikasi diantara seluruh pemangku kepentingan dan terus melangkah bersama dan bahu membahu membantu sesama, semoga krisis ketersediaan oksigen dapat diatasi.

**Adv

Dukung Vaksinasi Massal Pemkab Bogor, PPMKP Beri Fasilitas Tempat

0


Ciawi | Jurnal Inspirasi

Dukung upaya program percepatan pemerataan vaksin di wilayah Kabupaten Bogor, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor jadikan Komplek Surya sebagai lokasi vaksinasi massal.

“Ini merupakan bentuk dukungan PPMKP terhadap program Pemkab Bogor yakni membantu pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal ini. Kami bersama dengan pak Camat Ciawi, Kapolsek Ciawi, dan Puskesmas Ciawi, menyepakati bahwa vaksinasi dilaksanakan di PPMKP dengan fasilitas yang ada. Kami siap membantu untuk memerangi Covid – 19 dan menyukseskan program pemerintah,” tegas Yusral, Rabu (14/07/2021).

Menanggapi hal tersebut Camat Ciawi Adi Henryana menuturkan, lapangan Komplek Surya PPMKP, yang dijadikan lokasi merupakan tempat yang tepat karena mudah diakses masyarakat dan sangat memadai untuk kegiatan tersebut sehingga memenuhi protokol kesehatan.

“Untuk fasilitas alhamdulilah kita sudah dapat lapangan terbuka yang luas, cukup teduh dan sangat bagus untuk sirkulasi udara. Saya berterima kasih sekali kepada PPMKP atas kerjasamanya dan sudah menyediakan tempat untuk kegiatan vaksinasi ini” ujar Adi.

Vaksinasi massal di wilayah Kecamatan Ciawi kata Adi dilaksanakan secara bertahap dengan target 4.000 dosis per minggu, dengan jenis vaksin yang digunakan yakni Sinovac. Melihat animo masyarakat diwilayahnya Iapun yakin target tersebut dapat tercapai.

“Vaksinasi tahap satu dilakukan pada hari Rabu ini dan tahap kedua Senin, 19 Juli 2021. Melihat animo masyarakat yang begitu tinggi untuk divaksin hari ini, saya berharap target ini bisa tercapai, “ ungkapnya.

Dari hasil pantauan, kegiatan vaksinasi massal yang melayani ratusan jumlah masyarakat yang ingin divaksin ini berlangsung tertib dengan menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat yang datang wajib menggunakan masker, menjaga jarak antrian, dan penyediaan hand sanitizer di setiap sudut pelayanan.

**Nita/ Osi / PPMKP

Warga Pojok Setu Komplain Bau Limbah PT Arta Niaga Boga Makmur

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Mendapati lingkungan dicemari oleh PT Arta Niaga Boga Makmur (ABM) yang terletak di jalan Lanbaw RT 04 / 05 Sampora, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup membuat ketua RT dan beberapa warga mendatangi perusahaan tersebut, Kamis (8/7) lalu.

Yudha, warga Kampung Pojok Setu, Desa Leuwinutug mengatakan, warga RT 05/04  terganggu dengan polusi yang bau menyengat berasal dari PT ABM sehingga pada pukul 23.00 sampai dengan 02.00 dinihari, warga mendatangi selokan pembuangan air limbah yang mengeluarkan uap panas dan bau bangkai.

“Dengan adanya kejadian itu Kamis (8/7) pukul 10.00 pagi, Aldi ketua RT 05/04 dan 5 orang warga lain yang mendampingi mendatangi PT ABM tersebut dan bertemu langsung dengan pimpinan PT ABM,” jelas Yudha, Rabu (14/7).

Menurutnya, saat itu warga Komplain perihal bau limbah dan sudah 3 tahun ini dirasakan oleh warga 05/04 . Meski pada saat itu pihak PT ABM meminta waktu 1 bulan untuk memperbaiki sanitasi dan alat penanggulangan limbahnya.

Terpisah, Aldi Hidayat ketua RT 05/04 menjelaskan kepada Jurnal Bogor perihal laporan warga yakni sekitar pukul 01.54 dirinya ditelepon oleh warga dan melapor bahwa ada polusi udara yang sangat bau menyengat sehingga membuat kenyamanan tidur warga terganggu setelah diselidiki dan ditelusuri ternyata sumber bau tersebut datang dari saluran pembuangan limbah PT ABM.

“Sudah 3 tahun terakhir warga saya mencium bau yang tidak sedap yang dikeluarkan oleh PT ABM,” cetus Aldi.

Menurut pihak perusahaan saat didatangi kata dia, pencemaran polusi tersebut disebabkan karena adanya kerusakan sensor filter, namun pada saat itu pihak perusahaan berjanji kepada akan memperbaiki kebocoran sensor filter tersebut.

Senada disampaikan oleh Ketua Satgas Lingkungan Hidup Desa Leuwinutug Andri Hendriana, dia dan tim menyambangi PT ABM tersebut untuk melakukan monitoring perihal limbah diperusahaan tersebut. Pihak perusahaan mengatakan, sejak disambangi warga sudah dilakukan perbaikan dengan melakukan pengangkatan limbah yang tadinya 3 hari sekali menjadi 1 hari sekali.

“PT ABM juga menyampaikan jika saat ini sedang membuat pengolahan limbah sendiri didalam pabrik dan menurutnya akan rampung dalam waktu 3 bulan ini,” jelas Andri.

Menurut Andri, perusahaan tersebut juga sebelumnya sudah didatangi DLH Kabupaten Bogor perihal persoalan yang sama. Sejauh ini pihaknya selaku satgas akan memantau dan memastikan jika PT ABM tak membuang cairan limbahnya ke saluran air tanpa diolah sehingga mengakibatkan pencemaran di lingkungan sekitar.

“Jika PT ABM masih melakukan pembuangan limbah ke saluran maka kami akan melayangkan surat kepada dinas terkait untuk melakukan tindakan yang lebih tegas,”pungkasnya.

Sementara pihak PT ABM sendiri belum memberikan keterangan perihal komplain warga ini.

** Nay Nur’ain