Di masa pandemi COVID-19 ini tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam memulai berbisnis. Salah satunya remaja asal Semplak, Bogor yang sudah satu tahun belakangan ini membuka bisnis kuliner bersama kakaknya. Bisnis yang dipilihnya yaitu burger, karena awalnya ia merasa ingin memiliki kegiatan lain yang dapat dilakukan di rumah, simpel dan tentunya bisa dinikmati oleh masyarakat luas.
“Kita, Kiss Burger ini sendiri kebetulan udah jalan dari 15 Agustus 2020 berati udah sekitar satu tahunan. Sebelumnya burger ini awalnya dijalanin sama abang saya dan temen-temennya, cuman karena udah pada sibuk dengan kerjaannya jadi saya yang lanjutin berdua sama abang saya,” ujar pemilik Kiss Burger, Rifqi Dwi Putra kepada Jurnal Bogor.
Untuk proses pembuatannya sendiri Kiss Burger ini dibuat secara homemade dari racikan saus dan topping khas yang mencirikan dan membedakan burger ini dengan yang lainnya. Serta pembuatan tepung, proses menggoreng dan memanggang itu benar-benar diracik dan diolah sendiri.
Termasuk segala peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pembuatan burger pun memanfaatkan alat yang memang sudah ada dirumah.
“Kalau peralatan dalam proses bikin burger ini sih kita gunain alat-alat yang ada dirumah aja dulu gitu, jadi kaya seadanya aja. Kaya teflon, kompor, freezer gitu. Nah jadi ya pas memulai modal awal untuk beli bahan-bahannya kurang lebih sekitar Rp300.000 aja,” tambahnya.
Untuk varian menu yang ditawarkan oleh Kiss Burger ini yaitu single floyd, ramonione, lucy egg, double floyd, chicken burger, the mix, smoke sparrer, the rolling chick BBQ, the luther, kill switch, dan the coleslaw. Serta menu lainnnya yakni varian kentang goreng yang dibalut berbagai rasa.
Adapun menu andalan dari Kiss Burger ini ada pada the luther dan the mix. Serta pelanggan pun dapat menambah extra topping baik keju, daging ataupun sausnya. Untuk proses pemasarannya sendiri Rifqi baru menjualnya melalui online dan memanfaatkan media sosial Instagram dan TikTok atau dapat memesan langsung via Whatsapp. Bahkan ia lebih sering memasarkan melalui mulut ke mulut.
Untuk setiap varian menu yang ditawarkan oleh Kiss Burger ini dapat dinikmati oleh semua kalangan usia, dengan kisaran harga yang beragam mulai dari Rp17.000 hingga Rp40.000. Bagi anda yang ingin mencicipi berbagai varian burger ini dapat dengan mudah memesan melalui GoFood ataupun GrabFood. Atau bisa langsung pesan melalui Whatsapp, yang dimana nanti pesanan pun dapat dikirim langsung ke rumah oleh sang pemilik. Tetapi jika masih dalam Kawasan Kota Bogor.
Kiss Burger ini berlokasi di Perum. Kirana Green Valley, Jalan Saphire 1 Blok A5 No 1, Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Maka ia berharap kedepannya bisnis burger miliknya ini dapat berkembang semakin pesat hingga membuka gerai atau bahkan franchise di berbagai lokasi.
Pemerintah melakukan perpanjangan terkait aturan diskon Pajak Penjualan atad Barang Mewah (PPnBM) 100 persen hingga akhir tahun 2021 sebelumnya aturan diskon PPnBM ini berakhir pada bulan Agustus 2021 lalu.
Insentif yang diberikan pemerintah ini diberikan untuk konsumen dalam rangka memutar perekonomian dan industri di bidang otomotif, hal ini terbukti meningkatkan jumlah perminatan, produksi, tenaga kerja, serta sektor pendukung lain seperti industri barang logam, industri karet, dan jasa keuangan.
Pada awalnya insentif yang diberikan ini untuk jenis kendaraan dibawah 1.500 cc dengan kategori sedan 4×2 dengan komponen pembelian dalam negeri paling sedikit 70 persen, lalu ada perubahan dengan memperluas jangkauan penerima insentif dengan cakupan kendaraan bermotor kategori 4×2 dan 4×4 yang bermesin 1.500 cc hingga 2.500 cc dengan pembelian dalam negeri paling sedikit 60 persen.
Dengan perluasan yang dilakukan menimbulkan daya dorong serta dampak positif masyarakat saat ini PPnBM 100 persen diperpanjang dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 120/PMK 010/2021 yang awalnya berakhir pada bulan Agustus 2021 kini diperpanjang hingga Desember 2021, berikut rincian insentif PPnBM yang diperpanjang hingga akhir tahun 2021.
-PPnBM DTP 100 persen untuk kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc.
-PPnBM DTP 50 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4×2 dengan kapasitas mesin 1.500 cc hingga 2.500 cc.
-PPnBM DTP 25 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4×4 dengan kapasitas mesin 1.500 cc hingga 2.500 cc.
Selain itu bagi konsumen yang telah membeli kendaraan bermotor pada awal bulan September dengan kelebihan PPnBM atau Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian kendaraan bermotor akan dikembalikan atau refund.
Pembatasan sosial di masa pandemi Covid-19 menuntut P4S – Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya – untuk terus meningkatkan kreatifitas, tidak hanya perlakuan inovasi pada komoditas pertaniannya, namun juga produk permagangan yang diunggulkan. Penggunaan IT menjadi stimulus bagi pengelola P4S untuk mempromosikan produk dengan jangkauan yang lebih luas dan masif.
Penyerahan bantuan pemerintah berupa laptop dan sarana pendukung permagangan mendorong para pengelola P4S untuk terus berkreasi mengolah materi budidaya, pasca panen, ataupun strategi pemasaran komoditas unggulan, untuk diunggah ke media – media elektronik kekinian.
“Manfaatkan banper – bantuan pemerintah – ini untuk membuat video, tayangkan di Youtube, Tik Tok, Instagram maupun media social lainnya”, himbau Yusral Tahir, Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian – Kementan, dalam acara Serah Terima Bantuan Pemerintah untuk P4S Hidroponik Generik, Petukangan Selatan, Pesanggarahan, Jakarta Selatan (21/9/21).
Berbeda dengan kunjungan petani ke lapangan, dengan mengakses Youtube, petani dapat mempelajari budidaya pertanian dari video yang diproduksi P4S setiap saat, dimana saja, dan dapat diulang – ulang hingga petani memahami dan dapat mengaplikasikannya di lapangan.
Sebagai salah satu penerima Banper, Latifah, Ketua P4S Hidroponik Generik yang bergerak di budidaya sayur dan buah hidroponik, turut berperan serta dalam pembangunan pertanian, khususnya pertanian perkotaan di wilayah DKI Jakarta. Latifah dan para penyuluh swadaya P4S menjadi ujung tombak penyuluhan, yang kehadirannya dibutuhkan petani dan lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup.
Dijelaskan Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, bahwa P4S berperan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta membentuk sikap positif petani terhadap perkembangan teknologi yang berorientasi agribisnis dan berbasis kearifan lokal.
“Hal ini merupakan wujud nyata partisipasi aktif petani, khususnya petani maju yang usahanya layak dicontoh dan ditiru oleh petani lainnya dalam mempercepat penerapan teknologi baru,” jelas Dedi.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan peran dan penguasaan teknologi sangat penting dalam mengkaselerasi kemajuan pembangunan pertanian. Karena teknologi menurutnya sejajar kedudukannya dengan faktor produksi lainnya.
“Transformasi teknologi kepada petani sudah keharusan. Sekarang era digital. Pendampingan-pendampingan, bimbingan teknis tentang bagaimana cara budidaya harus menyesuaikan zaman. Apalagi di situasi seperti ini, pembatasan tatap muka. Maka kita harus memperkuat sektor hulu dan mengembangkan sektor hilir sehingga ada nilai tambah,” ujar SYL.
Banper ini menjadi pematik semangat P4S Hidroponik Generik untuk terus berkarya di era pandemi. “Kami atas nama tim P4S Hidroponik Generik mengucapkan terimakasih pada tim PPMKP Ciawi dan Kementerian Pertanian atas semua sarana prasarana yang dihibahkan kepada kami, Insyaallah akan kami manfaatkan dengan baik untuk pemberdayaan pertanian”, tegas Latifah mengukuhkan niatnya berperan serta dalam pembangunan pertanian.
Kota Bogor terus berusaha mewujudkan dirinya sebagai Smart City. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah, adanya transparansi dalam pengelolaan kota, agar masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya setiap kegiatan yang dilakukan pemerintah kota. Dalam rangka memenuhi syarat tersebut, pada 28 April 2019 Pemerintah Kota Bogor meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran (Sibadra).
Melalui aplikasi ini warga Kota Bogor dengan mudah bisa menyampaikan berbagai aspirasi kepada Pemerintah Kota Bogor. Aspirasi itu bisa berupa kritik maupun saran, pengaduan serta masukan lain yang diperlukan untuk melancarkan proses pembangunan kota ini. Setelah berjalan dua tahun lebih, aplikasi layanan informasi dan pengaduan ini terus dievaluasi. Tujuannya, agar SIBadra tetap efektif dalam menyalurkan aspirasi masyarakat serta memberikan kemanfaatan lebih banyak bagi masyarakat.
Dari hasil evaluasi itulah kemudian dilakukan pembenahan dan penyempurnaan terhadap aplikasi ini. Baru baru ini salah satu penyempurnaan dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor untuk lebih mengefektifkan SiBadra. Dengan penyempurnaan itu, sekarang warga Kota Bogor dapat mengakses layanan Sibadra cukup dengan memanfaatkan Whatsapp. Hubungi saja nomor 0811-9600-0060.
“Itu fitur baru dalam layanan SiBadra. Sekarang warga bisa melaporkan aduan, cukup hanya dengan mengirimkan pesan melalui Whatsapp di nomor 0811-9600-0060,” kata Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat, Kamis (16/9/2021). Rahmat mengatakan, melalui pesan WA tersebut warga Kota Bogor dapat menyampaikan berbagai saran dan berbagai pengaduan. Bisa berupa pengaduan tentang pungutan liar yang meresahkan, fasilitas umum yang rusak atau adanya pelanggaran protokol kesehatan. Bisa juga mengadukan tentang gangguan seperti lampu lalulintas mati, pohon tumbang, atau menyampaikan informasi tentang penemuan orang hilang.
Rahmat menjelaskan, fitur baru tersebut merupakan upaya Pemerintah Kota Bogor mempermudah layanan pengaduan masyarakat. Melalui Whatsapp, warga tak perlu lagi men-download aplikasi dan melakukan registrasi. “Dibuat simple layanannya, karena ketika warga menyampaikan pengaduan via Whatsapp, otomatis ngelink ke aplikasi SiBadra,” paparnya. “Jadi warga bisa mengetik langsung di WA dan itu akan masuk ke SiBadra, dengan syarat ikuti format yang diatur SiBadra,” sambungnya.
Fitur yang baru di-launching pada pekan lalu itu, ternyata langsung mendapatkan respon positif masyarakat. Menurut Rahmat, pengaduan yang masuk melalui layanan Whatsapp, per hari rata- rata bisa sampai lima hingga enam pengaduan. Dengan begitu berarti, “Warga masih antusias (dengan layanan SiBadra),” katanya.
Sebagian besar pengaduan yang masuk belakangan ini berkaitan dengan pelanggaran prokes atau jadwal vaksinasi dan keluhan tentang ganjil genap. Ini membuat Dinas Kesehatan Kota Bogor kini masuk dalam urutan lima besar, sebagai dinas yang paling banyak menerima pengaduan. “Sebelum pandemi Dinkes tidak masuk lima besar, tetapi tahun 2021 masuk lima besar rata-rata menanyakan tentang vaksin. Jadi ada trend baru sampai dengan akhir Agustus ini,” kata Mantan Camat Bogor Utara itu.
Rahmat memastikan, aduan yang masuk akan direspon dalam tempo 2×24 jam. Jika sudah melewati batas waktu tersebut pengaduan tidak mendapatkan respon dari operator organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, aplikasi SiBadra akan meneruskannya ke pimpinan daerah. Baik itu Wali Kota, Wakil Wali Kota, maupun Sekretaris Daerah Kota Bogor. Pengaduan tersebut, “Akan jadi atensi khusus ketika breafing bersama Wali Kota,” lanjutnya.
Wali Kota Bogor sangat teliti dan fokus pada aplikasi Sibadra. Melalui aplikasi inilah, antara lain Wali Kota juga bisa mengidentifikasi persoalan di Kota Bogor secara daring. Juga dapat memastikan dan mengetahui perangkat daerah yang aktif dan pasif dalam merespon, berkoordinasi serta mendorong transparansi dalam penanganan masalah dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat
Tak heran bila aplikasi Sibadra mendapat perhatian anggota Ombudsman, Hery Susanto saat kunjungan ke Pemerintah Kota Bogor pada Selasa (14/9/2021). Hery meminta agar Pemkot Bogor bisa cepat menyelesaikan laporan masyarakat dengan mengoptimalkan tepat point pada OPD terlapor. Selain itu, ia menilai Sibadra dapat mewujudkan koordinasi dan kolaborasi efektif dalam penyelesaian laporan masyarakat, mencegah malpraktek administrasi, adanya koordinasi dan kerja sama dalam rangka pengawasan perbaikan pelayanan.
Respon positif juga disampaikan warga masyarakat yang sudah terbantu oleh Sibadra. ‘’Saya mengapresiasi upaya Pemkot soal transparansi dalam pengelolaan pemerintahan, khususnya terkait layanan publik. Terlebih aplikasi SiBadra sudah bisa diakses via Whatsapp,’’ kata Sudirno (45) warga Cijahe, Kelurahan Curugmekar Kecamatan Bogor Barat.
Sedangkan, Sri Martina, Warga Empang mengatakan, penambahan fitur baru SiBadra tentunya sangat mempermudah pengaduan. Ia usul, kedepan ketika pengaduan sudah diselesaikan, sebaiknya ada fitur yang memberikan informasi aduan tersebut sejauh mana telah ditindak lanjuti. “Pak Bima Arya mohon lebih sering sidak ke OPD. Kedepan pelayanan publik harus semakin baik lagi di Kota Bogor,” kata Sri. Itulah respon sekaligus dorongan masyarakat yang berharap Sibadra akan selalu bisa menjadi layanan publik yang handal.
Begitu juga dengan warga lainnya, Ratu Nindya Prihadietia Kurnia, Warga Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah. Dirinya mengakui aplikasi SiBadra sangat membantu menyelesaikan permasalahan publik di Kota Bogor. ‘’Minimal, ketika ada aduan, atau unek-unek yang berkaitan dengan pelayanan dapat langsung menyampaikannya melalui aplikasi atau Whatsapp,’’ kata Nindya.
Hal senada disampaikan Vera Hermawati. Warga Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat ini mengakui, jajaran Pemkot Bogor cepat dalam melayani setiap keluhan warga. ‘’SiBadra sudah sangat membantu untuk memudahkan warga ketika menyampaikan keluhan. Karena, biasanya masyarakat bingung mengadu ke siapa ketika mendapatkan masalah yang berkaitan pelayanan publik,’’ jelasnya.
Ratu Nindya Prihadietia Kurnia, Warga Kelurahan Cibogor Keberadaan SiBadra sangat membantu untuk menyelesaikan permasalahan publik di Kota Bogor. Minimal, ketika ada aduan, atau uneg-uneg yang berkaitan dengan pelayanan dapat langsung menyampaikan melalui aplikasi atau Whatsapp.
Sudirno, warga Cijahe, Kelurahan Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat Saya mengapresiasi dengan upaya Pemkot soal transparansi dalam pengelolaan pemerintahan, khususnya terkait layanan publik. Terlebih aplikasi SiBadra sudah bisa diakses via whatsapp.
Sri Martina Warga Empang Penambahan fitur baru SiBadra tentunya sangat mempermudah pengaduan. Kedepan, ketika sudah diselesaikan sebaiknya ada fitur yang memberikan informasi aduan tersebut telah ditindak lanjuti sejauh mana. Pak Wali Kota Bogor Bima Arya mohon sesekali sidak ke OPD. Kedepan pelayanan publik harus semakin baik lagi di Kota Bogor.
Vera Hermawati, Warga Pasir Jaya Kecepatan dalam melayani setiap keluhan warga menjadi keharusan untuk saat ini. SiBadra sudah sangat membantu untuk memudahkan warga ketika mendapatkan keluhan. Karena, biasanya masyarakat bingung mengadu ke siapa ketika mendapatkan masalah yang berkaitan pelayanan publik.
Kabupaten Tegal dikenal sebagai miniatur Jepang, dengan industri pengolahan logam yang menghasilkan alat – alat pertanian, pompa air, kerajinan logam, alat-alat rumah tangga, hingga komponen perkapalan. Di sisi lain sektor pertanian Kabupaten Tegal juga cukup menjanjikan.
Dari rilis Badan Pusat Statistik tercatat pada tahun 2020, produksi padi di Kabupaten tegal mencapai 402.312 GKG dan produksi padi setara beras 252.410 ton. Produktivitas jagung tercatat 129.564 ton dan kedelai 4 ton. Secara umum, produksi beberapa jenis sayuran semusim (bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, cabe, tomat, wortel, dll) selama tahun 2019- 2020 mengalami fluktuasi.
Demikian halnya dengan produksi beberapa jenis buah tahunan seperti mangga, durian, jeruk siam, pisang, pepaya, salak, rambutan, sawo dan lain-lain. Potensi ini disorot oleh Yusral Tahir, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP). Ia menuturkan harapannya agar produktivitas pertanian di Kabupaten Tegal juga sama berkembangnya dengan industri logam.
“Nah inilah tantangan bagi kita, insan pertanian, Jika Tegal di bidang industri terkenal sebagai ‘Jepangnya Indonesia’, maka kedepannya saya harapkan para penyuluh pun mampu keluarkan produk pertanian Tegal yang juga diunggulkan dan dikenal oleh banyak orang,” tegas Yusral.
Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Merekalah yang mengetahui potensi dan sumber daya wilayah melalui interaksi yang kerap kali dibangun dengan para petani, sehingga diharapkan dengan adanya penyuluh di setiap kecamatan dapat memetakan potensi produk pertanian yang akan diunggulkan.
“Saya ingin para penyuluh ini dapat membantu petani dalam menggali potensi pertanian daerahnya sehingga menghasilkan produk pertanian unggulan atau khas,” imbuh Yusral.
Lebih lanjut Yusral menambahkan bahwa pemberdayaan BPP Kostratani sangat diperlukan, utamanya dalam mensejahterakan petani, salah satunya melalui keluaran produk – produk pertanian unggulan dari petani yang dapat dipasarkan di dalam maupun luar negeri.
Begitu vitalnya peran BPP Kostratani dalam pembangunan pertanian, Yusral juga menekankan agar para penyuluh dapat memanfaatkan BPP Kostratani sebagai media jejaring kerjasama, membangun kemitraan, tidak bersaing, atau saling menjatuhkan.
Menurut Yusral bentuk kerjasama BPP juga dapat dilakukan melalui pemberdayaan petani, dukungan promosi satu sama lain terhadap produk – produk pertanian unggulan dari setiap wilayah BPP, serta penentuan harga produk pertanian.
Yusral menegaskan peran penting BPP Kostratani sebagai salah satu program utama Kementerian Pertanian, yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi pertanian, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring kemitraan.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menegaskan Kostratani dibentuk untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran BPP, “Kostratani adalah wujud gerakan pembangunan pertanian di Indonesia yang menyelaraskan kemajuan era industrialisasi 4.0. Kostratani berpusat di Kecamatan, karena pembangunan pertanian akan dilakukan dari lapangan, desa hingga kecamatan,” Jelas Syahrul.
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, ujung tombak pembangunan pertanian di BPP terdiri dari Penyuluh Pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Medik Veteriner, Paramedik Veteriner dan lain-lain, harus bisa men-drive BPP agar mampu melaksanakan peran utama tersebut dengan memanfaatkan teknologi informasi.
“BPP dimanfaatkan sebagai pusat data dan informasi bagi masyarakat untuk mengakses informasi tentang potensi wilayah, teknologi pertanian juga informasi pasar”, ungkap Dedi.
Bogor | Jurnal Inspirasi Terlihat pemandangan berbeda pada setiap sudut ruangan di kantor Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, sejak beberapa waktu lalu dimana seluruh ruangan tampak tertata lebih rapi dan bersih lagi dari biasanya.
Hal ini terjadi setelah diselenggarakannya lomba kebersihan antar departemen yang ada di Perumda Tirta Pakuan.
Dan pada 20 September lalu, direksi mengumumkan departemen mana yang menjadi juaranya.
Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan menjelaskan, salah satu tujuan diadakannya lomba ini yaitu membudayakan kebersihan dan kerapihan di lingkungan kerja masing-masing karyawan, sehingga karyawan merasa nyaman bekerja di kantor.
Kemudian, lingkungan kerja yang bersih dan rapi tidak hanya memberikan kenyamanan kepada kalangan internal saja, tapi juga kepada stakeholder yang menggunakan jasa pelayanan dari Perumda Tirta Pakuan.
Ditambahkan Rino, adapun aturan main dari lomba ini diantaranya setiap departemen membuat video sebelum dan sesudah ruangan dibersihkan. Kemudian, dilihat apakah ada perubahan yang signifikan pada masing-masing sub departemen-nya (Subdep).
“Kita juga menilai terkait penataan berkas-berkas dengan rapi dan ruangan yang nyaman. Dan poin terakhir adalah kekompakan serta upaya tim pada masing-masing subdep untuk kegiatan lomba ini,” terang Rino, dalam siaran persnya, Selasa (21/9/2021).
Rino menuturkan, setelah melakukan penilaian maka tim juri yang terdiri dari semua direksi mengumumkan Juara 1 jatuh kepada Departemen Humas dan Pelayanan Pelanggan. Kemudian, juara 2 adalah NRW & Transmisi Distribusi serta juara 3 jatuh pada Departemen Produksi
“Hadiahnya juga lumayan. Juara 1 dapat Rp5 juta. Untuk Juara 2 mendapatkan Rp3 juta serta Juara 3 meraih Rp2 juta,” tandasnya.
Diketahui juga, untuk juara Harapan 1 diraih QHSE, Harapan 2 adalah SPI dan Harapan 3 diraih SDM. Untuk juara Harapan 1, 2 dan 3 masing-masing mendapatkan hadiah Rp1 juta.
Perkembangan ekonomi kreatif tidak dapat terlepas dari peran milenial sebagai gudang kreativitas. Generasi milenial adalah sumber daya produktif yang dengan ide cemerlang dapat membuka sebuah usaha yang juga membantu pemerintah dalam usaha Pemulihan Ekonomi Nasional sebagai akibat dari covid-19 yang masih terus menghantui.
Semakin banyak generasi milenial yang berkecimpung di dunia wirausaha, semakin banyak pula produktifitas yang dihasilkan sehingga berdampak pula pada meningkatnya perkembangan ekonomi nasional. Salah satu bentuk kreatifitas bisa melalui kewirausahaan. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang sukses.
Memiliki jiwa entrepreneur berarti mendorong adanya mental yang mandiri, kreatif, inovatif, bertanggung jawab , disiplin, dan tidak mudah menyerah, seperti layaknya seorang wirausahan ketika memulaiusahanya dari bawah.
Dalam kegiatan Soft Opening Pelatihan Kewirausahaan Pertanian Bagi Petani Milenial, Senin 6/09/21, Menteri Pertanian Indonesia Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya peran petani milenial sebagai individu yang berkemauan tinggi untuk melakukan inovasi-inovasi dalam menghadapi segala tantangan di sektor pertanian.
Kemauan untuk melakukan perubahan dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian menjadi modal utama dalam mewujudkan keberhasilan usaha pertanian. Oleh individu yang berintelektual, potensi alam dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat. Karena dengan manajemen yang baik dan benar, pertanian tak akan ingkar janji.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan jumlah startup pertanian yang semakin bertambah dan meningkat, membuktikan bahwa sektor pertanian termasuk di dalamnya bidang peternakan adalah sektor yang punya peluang besar untuk usaha dan menandakan regenerasi petani sedang berjalan.
BPPSDMP akan menggenjot untuk menghasilkan wirausahawan muda di pedesaan yang memiliki minat dan jiwa kewirausahaan dan menghasilkan tenaga kerja pertanian menjadi job creator juga sebagai job seeker di bidang pertanian.
Keseriusan BPPSDMP untuk mewujudkan wirausaha pertanian dibuktikan dengan menggelontorkan dana melalui project IPDMIP untuk menelusur dan menjaring petani milenial berjiwa enterpreneur yang akan digembleng.
Pandemi Covid-19 yang mampu meluluhlantakan tatanan ekonomi namun pertanian menjadi salah satu sektor yang tidak mengalami turbulensi dan tetap berjaya karena potensi alam yang sangat menjanjikan sehingga dibutuhkan kreatifitas setiap petani milenial untuk melakukan pengelolaan sektor pertanian secara maksimal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggih.
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, salah satu UPT yang diamanatkan untuk menggembleng petani milenial dari Wilayah Timur diwakili kabupaten Tapin dan Tanahbumbu (Kalimantan Selatan) masing-masing 3 orang, kabupaten Bima (Nusa Tenggara Barat) 4 orang, kabupaten Manggarai (Nusa Tenggara Timur) 4 orang, Kabupaten Pasaman (Sumatera Barat) 2 orang, kabupaten Ketapang (Kalimantan Barat) 5 orang, Bolaangmongondow (Sulawesi Utara) 3 orang, dan Minahasa selatan (Sulawesi Utara) 4 orang.
Seluruh peserta dalam waktu 5 hari, melalui tangan-tangan Widyaiswara BBPP Batu dan Para Praktisi akan diberi asupan agar terbentuk jiwa kewirausahaan untuk kemudian dimatangkan melalui proses pemagangan selama 10 hari di P4S Petani Muda Keren (PMK) Bali dan akan ditindaklanjuti melalui bimbingan teknis maupun pendampingan.
Pada akhirnya semua peserta bisa menjadi champion di wilayahnya masing-masing sekaligus diharapkan mampu mengajak dan membangun generasi milenial lainnya agar menumbuh kembangkan sektor pertanian yang memang sudah terbukti layak untuk dikembangkan. Wirausaha muda nantinya akan menjadi potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun mutu wirausaha muda.
Itulah harapan dilaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi petani milenial 19 sd 23 September yang dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si dalam arahannya menyampaikan bahwa IPDMIP dalam memilih tempat pelatihan tidak sembarangan karena BBPP Batu memiliki widyaiswara yang kompeten ditunjang dengan sarana dan prasarana yang baik
Ini memontum yang harus dimanfaatkan oleh para peserta milenial dalam kurun waktu 15 hari kedepan untuk memacu diri membentuk jiwa yang kokoh menjadi wirausaha muda dibidang pertanian. Nanti pada saat pematang atau pemantapan magang di P4S PMK akan memahami bahwa pertanian itu tidak harus kotor bergelimang dengan tanah atau lumpur namun mampu memberi pendapatan yang menjanjikan.
Pemerintah melakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak berusia di bawah 12 tahun di 5 wilayah yakni Jakarta, Bandung, Semarang, DI Yogyakarta dan Surabaya. Kebijakan ini diambil dengan adanya pelonggaran di beberapa sektor, salah satunya di sektor ritel seperti mal dalam lanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa-Bali selama dua pekan atau hingga 4 Oktober 2021.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, anak usia di bawah 12 tahun saat ini sudah diperbolehkan masuk ke dalam pusat perbelanjaan atau mal dengan catatan didampingi orang tua.
“Akan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orangtua,” ujarnya melalui konferensi virtual, Senin (20/9).
Menurut dia, kebijakan penyesuaian itu diambil seiring dengan kondisi situasi Covid-19 yang semakin baik, serta implementasi protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang terus berjalan.
Luhut mengungkapkan, dalam arahan yang diberikan oleh presiden dalam rapat terbatas diputuskan bahwa dengan melihat perkembangan yang ada, perubahan PPKM Level diberlakukan selama dua minggu untuk wilayah Jawa-Bali. “Tentu evaluasi tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat,” pungkas Luhut.
Pengelola pusat perbelanjaan atau mal menyambut gembira kebijakan pemerintah yang mengizinkan anak usia di bawah 12 tahun untuk masuk ke pusat perbelanjaan.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja menilai pelonggaran tersebut sangat diperlukan oleh pusat perbelanjaan untuk bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Pelonggaran tersebut sangat diperlukan oleh pusat perbelanjaan untuk bisa menggerakkan perekonomian khususnya untuk menggerakkan kondisi usaha pusat perbelanjaan melalui peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan,” ujarnya, Senin (20/9).
Menurut dia, saat ini pusat perbelanjaan sudah jauh lebih aman dan lebih sehat. Hal tersebut dikarenakan vaksinasi Covid-19 menjadi syarat mutlak bagi para pedagang di pusat perbelanjaan dalam menjalankan operasionalnya.
“Saat ini kondisi di dalam pusat perbelanjaan sudah jauh lebih aman dan sudah jauh lebih sehat dikarenakan semua orang yang berada di dalam pusat perbelanjaan sudah di vaksin,” tuturnya.
Dia melanjutkan, adanya check in melalui aplikasi PeduliLindungi juga dapat menjadi indikator untuk seseorang itu layak atau tidak dari sisi protokol kesehatan untuk masuk ke dalam pusat perbelanjaan.
“Dengan adanya pemberlakuan protokol Wajib Vaksinasi yang pemeriksaannya dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi sehingga sebenarnya dapat diberikan berbagai pelonggaran berikutnya untuk pusat perbelanjaan,” harapnya.
Guna mendukung program percepatan vaksinasi pemerintah, Desa Cibunian bersama dengan SMP Alfikri menyelenggarakan program vaksinasi dengan target 1.000 dosis vaksin. Sasaran Kegiatan ini adalah masyarakat Desa Cibunian, siswa/siswi SMP Al Fikri dan SMA Bumi Putera Pamijahan di SMP Al Fikri, Senin (20/9).
Sekretaris Desa Cibunian, Hafidz Nurdiansyah mengatakan kerja sama Desa Cibunian dengan SMP Alfikri merupakan salah satu upaya dalam mendukung gerakan vaksinasi. Percepatan vaksinasi ini untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity) dari COVID-19 khususnya di Desa Cibunian.
Hafidz mengungkapkan, program ini menargetkan 1.000 dosis vaksin untuk warga sekitar wilayah Desa Cibunian. “Kami menargetkan sekitar 1000 warga mendapatkan vaksin, kami berharap hal ini dapat membantu program vaksinasi pemerintah” kata Hafidz, Senin( 20/9/2021).
Vaksinasi Massal ini dikawal oleh aparat kepolisian. “Keamanan emang harus ekstra yaitu yang meliputi humas, babinsa, bhabinkamtibmas semuanya ditugaskan untuk mengamankan vaksinasi ini,” ujar M. Ilyas selaku Bhabinkamtibmas Desa Cibunian.
Sementara Puskesmas Ciasmara, Mahasiswa KKN UIKA 2021, KATANA Desa Cibunian, Karang Taruna Desa Cibunian, dan beberapa relawan turut membantu mensukseskan kegiatan vaksinasi massal ini.
Danrem 061 Brigjen TNI Achmad Fauzi meninjau langsung sentra vaksinasi Covid-19 di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Senin (20/9). Danrem 061 mengungkapkan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor, dirinya menargetkan 3.000-5.000 vaksinasi per hari.
“Kami hari ini melakukan percepatan vaksinasi yang dilaksanakan di beberapa titik sentral tambahan, perlu kami laporkan ada 5 titik tambahan dan 1 mobile vaksin. Rata-rata targetnya sampai 3.000 sampai 5.000 orang, untuk satu sentral vaksinasi targetnya adalah 1.000 orang. Ini pertama kali, kami ucapkan terima kasih kepada Puskes TNI atas dukungan 99 Nakes dari Puskes TNI yang tadinya bekerja di Wisma Atlet. Alhamdulilah karena di Wisma Atlet tidak terlalu padat sehingga 99 Nakes ini dipindahkan, sehingga nakes totalnya ada 111 orang,” bebernya.
Tambah Danrem 061, dirinya juga melaksanakan peninjauan kepada mereka, gabungan dari 3 angkatan yakni darat, laut dan udara termasuk para relawan dari Sabang sampai Merauke. Dirinya juga ucapkan terima kasih atas dukungan Puskes TNI dan 111 relawan. “Kita berharap hari ini paling tidak antara 20 ribu sampai 25 ribu bisa tercapai sesuai target yang kita inginkan, yang jelas di Suryakencana ada vaksinasi kolaborasi antara gabungan TNI, Polri dan pemerintahan daerah bersinergi untuk vaksinasi,” terangnya.
Lebih lanjut ia menyatakan, kemudian untuk Kabupaten Bogor, pihaknya sudah bisa melakukan vaksinasi sebanyak 1 juta lebih atau 28,40% dosis pertama, dan untuk dosis kedua baru 20% artinya itu masih jauh dari target, oleh karena itu dukungan dari Puskes TNI dan mantan nakes dari Wisma Atlet ini diharapkan bisa mendongkrak vaksinasi di kabupaten Bogor.
“Yang jelas kita akan bersinergi dengan seksama dan kita berharap bisa dapat dukungan dari masyarakat. Kita sudah level 3 PPKM namun zona daerah sudah kuning artinya kita bisa turunkan dari level 3 jadi 2, kemudian zona kuning menjadi hijau. Yang ke 3 kita berharap Prokes tetap kita tingkatkan untuk mencegah kenaikan Covid 19, orang yang divaksin itu lebih kuat dan sehat dari penyakit. 100 orang yang isolasi di Kota Bogor ada 93 orang belum divaksin, artinya vaksin ini nyata dan hasilnya,” tegas Brigjen. TNI Achmad Fauzi.
Katanya, vaksinasi harus tercapai sesuai target sehingga semua bisa lepas dari Covid 19. Untuk evaluasi PPKM yang jelas karena masih level 3, ia masih menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Kemudian untuk menghindari keramaian di kawasan Puncak dengan memberlakukan ganjil genap. “Yang jelas kita akan bersinergi secara bersama- sama, memang masih ada masyarakat yang masih susah, ini contohnya pemakaian masker awal dulu kita masih 88% sekarang sudah 94% artinya masyarakat sudah mulai sadar untuk bersama-sama menjaga kesehatan,” tandasnya.