27.4 C
Bogor
Tuesday, August 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1139

ZM Kembali Pimpin Cabor KORMI Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 11 induk olahraga masyarakat yang ada di Kota Bogor, sepakat mengusung kembali Zaenul Mutaqin (ZM) memimpin Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bogor periode 2021-2025 mendatang.

ZM terpilih secara aklamasi, berdasarkan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) KORMI Kota Bogor ke-1 tahun 2021, yang digelar di Kedai Fatimah Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh No.23, RT.01/RW.01, Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (21/9/2021).

Ke-11 organisasi olahraga masyarakat yang memberikan hak suaranya kepada ZM pada Muscab ke-1 tahun 2021, yakni DPC PORPRI, Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI), Klub Jantung Sehat, Senam Tera, Asosiasi BMX Indonesia (ABI), Bogor Skateboarding Association (BSA), Federasi Airsoftgun Indonesia (FAI), Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI), Komunitas Olahraga Tradisional (KOT), Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AFTI), dan Persatuan Olahraga Layangan Adu Masyarakat Indonesia (PORLAMI).

Usai terpilih ZM meminta kerja sama kepada semua unsur organisasi olahraga masyarakat Kota Bogor. Karena menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, tidak ada induk olahraga yang tidak melibatkan cabang olahraga, sehingga dirinya menginginkan kerja sama dari unsur olahraga masyarakat yang ada di bahwa naungan KORMI Kota Bogor.

“Saya minta semua unsur olahraga masyarakat anggota KORMI Kota Bogor, bisa berpartisipasi dan terlibat dalam meraih prestasi secara bersama-sama untuk Kota Bogor. Apalagi saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari teman-teman organisasi olahraga masyarakat demi kemajuan KORMI kedepannya,” kata ZM

Selain itu, ZM juga menegaskan, keberadaan KORMI Kota Bogor ke depannya harus benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat, dalam hal memasyarakatkan olahraga rekreasi dan tradisional kepada masyarakat, baik itu kegiatan olahraga senam, sumpitan dan olahraga lainnya yang ada di bawah naungan KORMI Kota Bogor.

“Namun, saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah memberikan amanah kembali kepada saya untuk memimpin induk olahraga rekreasi dan tradisional Kota Bogor,” pungkas ZM.

** as.pangrango

Ade Yasin Lepas Atlet Kabupaten Bogor ke PON XX Papua 2021

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Bupati Ade Yasin, secera resmi memberangkatkan 97 perwakilan atlet, pelatih dan official asal Kabupaten Bogor, yang akan berjuang untuk Kontingen Jawa Barat, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, di Pendopo Bupati, Selasa (21/9/2021).

Selain pelepasan, Bupati Ade Yasin, secara simbolis juga memberikan penghargaan kepada atlet, pelatih dan official Kabupaten Bogor, berupa uang saku bagi pejuang olahraga ‘Bumi Tegar Beriman’ yang berjuang untuk Kontingen Jawa Barat, di pentas olahraga paling akbar empat tahunan di tanah air, pada 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang.

Bukan itu saja, politisi Partai Persatuan Pembangunan ini menyatakan, siap memberikan bonus kepada para atlet, pelatih dan official yang meraih medali untuk Kontingen Jawa Barat. Bahkan, Ade Yasin juga ingin menyaksikan langsung atlet Kabupaten Bogor bertanding, namun karena tiket ke Papua mahal. Maka dirinya lebih memilih memberikan dukungan serta suportnya dari Kabupaten Bogor.

Ade Yasin menambahkan, dirinya bersama masyarakat ‘Bumi Tegar Beriman’ pastinya akan selalu mendoakan pejuang olahraga Kabupaten Bogor, untuk selalu diberikan kesehatan, serta meraih prestasi di ajang PON 2021.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, menambahkan, jika sebagian atlet, pelatih maupun official asal Kabupaten Bogor sudah berangkat lebih awal ke Provinsi Papua.

“Setelah pelepas ini, para perwakilan atlet, pelatih, dan official Kabupaten Bogor, akan langsung ke Bandung, untuk melanjutkan perjalanan menuju Papua,” kata Junaidi Samsudin.

Pria yang akrab disapa Junsam ini juga menjelaskan, Kabupaten Bogor termasuk tiga daerah penyumbang atlet untuk Kontingen Jawa Barat, berlaga di ajang PON Papua 2021.

“Kita masuk tiga besar daerah yang menyumbangkan atlet terbanyak. Mudah-mudahan para atlet tersebut bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk Jawa Barat, dan Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** as.pangrango

Persingkat Waktu Tempuh Warga, Desa Nanggung Beton Jalan Desa

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melalui program Bupati Bogor, Satu Miliar Satu Desa (Samisade) melakukan betonisasi jalan desa yang merupakan jalur Kampung Siranggap- Rancabakti. Hal itu diketahui saat Launching Samisade Desa Nanggung, Selasa (21/9), yang dihadiri unsur Muspika, tokoh agama dan masyarakat.

Kepala Desa Nanggung Muhamad Sodik mengatakan, betonisasi jalan desa tersebut guna mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor. “Pelaksanaan pembangunan Samisade ini baru tahap satu. Pengerjaan berupa betonisasi jalan penghubung antar kampung,” ujar Muhamad Sodik kepada wartawan, Selasa (21/9).

Sementara betonisasi jalan desa tersebut berdiameter 1500 × 3 meter dengan tinggi 15 centimeter dengan sistem  rabat beton. Sodik menjelaskan, pengalokasiannya dibagi dua termin.

“Alhamdulilah Pemdes Nanggung mendapatkan anggaran sebesar 1 miliar. Diharapkan setelah rampung, akses jalan ini tentu dapat mempersingkat waktu tempuh masyarakat di beberapa kampung diantaranya warga kampung Nangela dengan Banar, sebelumnya terpaksa terlebih dahulu memutar balik ketika  hendak ke desa tetangga,” jelasnya.

Bahkan keberadaan jalan itu salah satunya juga mempersingkat waktu menuju Desa Curugbitung. Akses jalan jalur alternatif  antara Kampung Siranggap di wilayah RW 04 dengan RW 05 Kampung Rancabakti sebelumnya telah dikerjakan dengan pelebaran hingga menjadi status jalan desa.

Sedangkan pada tahun 2016 jalan itu telah dilebarkan berikut pengerasan dengan menggunakan anggaran Bantuan Provinsi Jawa Barat. “Sekarang ini sebanyak 40 orang melaksanakan padat karya  guna membangun jalan itu. Upaya ini merupakan tindak lanjut, pembangunan realisasinya dengan program Samisade,” ujar pelaksana kegiatan Samisade Mamur atau yang akrab dipanggil RW Amung.

“Selain akses antar kampung, jalur tersebut bisa digunakan menuju Kecamatan  Sukajaya,” jelasnya.

**aripekon

Gelar Workshop dan Pelatihan Parenting, Mahasiswa KKN UIKA Tuai Apresiasi dari Masyarakat

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa KKN atau Kuliah Kerja Nyata menggelar acara Worksop dan Pelatihan Parenting terhadap sejumlah ibu – ibu Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Selasa (21/9).

Acara yang dilaksanakan di majelis milik desa setempat, tidak disangka akan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Banyaknya peserta yang hadir membuat acara berjalan dengan begitu baik dan ramai.

Acara ini diawali dengan pengajian ibu – ibu lalu dilanjut dengan acara dari mahasiswa yaitu worksop dan pelatihan parenting. Di sini mahasiswa memaparkan pentingnya pendidikan karakter anak dan parenting orangtua sebagai madrasah pertama bagi anak.

Materi ini dipaparkan oleh Siti Nurlillah Fadhilah, dan Karan Abi Maulana sebagai pemateri, serta Ardian Fathurohman sebagai moderator, dan Wahidah Putri sebagai MC yang mana acara tersebut adalah salah satu program dari mahasiswa.

Acara ini juga menuai sambutan dari sesepuh setempat yaitu Ibu Fatimah. Dia memberikan sambutan hangat serta apresiasi kepada mahasiswa untuk acara tersebut. “Kegiatan ini bisa memberikan edukasi kepada warga disini, khususnya ibu-ibu,” kata dia.

**kkn-uika

Mahasiswa UIKA Belajar Alat Musik Kesenian Sunda Selama KKN

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor melakukan Kuliah Kerja Nyata selama tiga pekan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. KKN sendiri adalah program wajib kampus yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir. 

Kali ini Desa Malasari adalah desa yang dipilih oleh kelompok untuk dijadikan tempat Bina Desa dalam program KKN tahun ini. Desa yang berada di perbukitan kaki Gunung Halimun ini ternyata banyak menyimpan sejarah dan kesenian, salah satunya adalah alat musik tradisional yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Saat hari pertama kedatangan, mahasiswa langsung dikenalkan, dan diajari kesenian alat musik tradisonal. Oleh masyarakat dengan antusias yang sangat luar biasa dari masyarakat yang mengajarkan.

Alat musik tradisonal ini biasanya dimainkan ketika ada acara adat seperti Seren Taun, dan acara lainya. Bukan hanya orangtua bahkan anak – anak yang duduk si sekolah dasar pun sudah mahir memainkan alat musik tradiosnal ini.

“Saya sangat senang jika ada pemuda apalagi dari kalangan mahasiswa yang ingin belajar alat musik tradisonal,” ungkap Ibu Cucu sebagai pemegang kesenian di Desa Malasari, Selasa (21/9).

Kedatangan mahasiswa ke masyarakat kata dia diakuinya sangat senang karena selain bisa mengajarkan kesenian tradisional sekaligus mahasiswa bisa menjadi wadah untuk melestarikan dan mengenalkan kepada masyarakat diluar Desa Malasari.

**Kkn-uika

Belasan Tahun Krisis Air Bersih, Warga Pabangbon Minta Pemkab Bangun Pamsimas

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Sebanyak 600 Kepala keluarga (KK) dari tiga Rukun Warga (RW)  di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor mengalami krisis air bersih. Dampak dari krisis air bersih tersebut akibatnya ratusan warga dari tiga RW  terpaksa harus pergi ke sungai dengan jarak tempuh sekitar 2 kilometer.

“Warga untuk mendapatkan air bersih harus berjalan ke sungai  sekitar 2 kilometer,” kata Kepala Desa Pabangbon Endang  Rohaedi kepada Jurnal Bogor, Selasa (21/9).

Menurut dia, meski sudah memasuki musim hujan  tetap saja warga masih kesulitan akan kebutuhan air bersih. Musababnya wilayah Desa Pabangbon keadaan datarannya tinggi sehingga tidak sedikit sumur milik warga mengalami kekeringiran lantaran harus digali lebih dalam hingga puluhan meter.

Disebutkannya, warga terdampak air bersih diantaranya di RW 1  Kampung Pabuaran  di RW 13 Kampung Sinar Karya Baru serta RW11 di Kampung Nangela Kaum. Hanya kedalaman 10 meter saja, sejumlah sumur  warga tidak berair. Kalau mau menghasilkan air,  kedalaman sumur warga itu harus digali sekitar 30 meter,” paparnya.

Di jelaskan Kepala Desa Pabangbon di desanya darurat air bersih sudah belasan tahun. “Kami minta Dinas PUPR untuk segera merespon apa yang menjadi dasar kebutuhan masyarakat. Untuk sumber airnya, adanya terletak di Gunung Cariu kurang lebih 2 kilometer di dataran tinggi,”  ungkapnya.

Dia berharap, kedepan  program apa saja bisa diwujudkan untuk memberikan apa yang dibutuhkan warga Pabangbon. “Kami ingin dibangun sarana air bersih. Tak hanya krisis air di masyarakat, termasuk di kantor Desa Pabangbon juga mengalami hal serupa,” jelasnya.

Sekretaris Desa Pabangbon Novi Pirdaos membenarkan, baik di masyarakat maupun di kantor desa krisis air ini terjadi  belasan tahun. Dari 1.197 hekatare wilayah Desa Pabangbon tersebar di  29 RT 13 RW hanya 3 RW yang terdampak krisis air bersih,” sebutnya.

Sementara Kepala Seksi Ekonomi dan Pengembangan Kecamatan Leuwiliang Yoga  Irwansyah turut menyikapi kondisi krisis air bersih di wilayah  Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Yoga rencananya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pabangbon untuk mengusulkan permohonan Program Pamsimas kepada Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Setelah melakukan koordinasi dengan Pemdes, rencananya akan berkoordinasi dengan PUPR Kabupaten Bogor untuk mengajukan sarana dan prasanan air bersih yang dibutuhkan oleh warga di tiga RW Desa Pabangbon dengan program Pamsimas.

”Dilihat kondisi wilayah Desa Pabangbon berada di dataran tinggi, jika kita menggunakan PDAM kayanya berat dan sulit dijangkau, maka dari itu kita coba mengusulkan Program Pamsimas gagasan Dinas PUPR,” imbuhnya.

Tak hanya  di Desa Pabangbon, kata Yoga, krisis air bersih juga terjadi di Desa Cibeber 1. ” Jadi kalau dilihat, Kecamatan Leuwilliang ini masih ada beberapa desa yang sulit mendapatkan air bersih,” tandasnya.

Sementara Pamsimas itu sendiri yakni warga memiliki PAM Desa dan bisa menghasilkan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki desa tersebut. ”Desa Pabangbon terdapat sumber mata air, untuk itu dengan adanya program  tersebut desa milik PAM dan menghasilkan ekonomi untuk masyarakat,” jelas Yoga.

Mengingat kebutuhan masyarakat soal air dinilainya sangat urgen. “Mudah mudahan Pemkab Bogor bisa dimasukin anggaran diperubahan,” pungkasnya.

** aripekon

Saba Desa, PAC PP Nanggung Dampingi Bupati, Ini yang Diharapkan

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Bupati Ade Yasin bersama rombongan melakukan peninjauan ke berbagai wilayah di Kecamatan Nanggung dalam program Saba Desa, Senin (20/9). Kunjungan ini tentu saja disambut baik oleh warga Nanggung, termasuk salah satu organisasi kepemenudaan yakni Pemuda Pancasila.

Plt  Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Abdul mengatakan pendampingan terhadap Bupati dan jajarannya tersebut untuk memperkenalkan Pemuda Pancasila di Kecamatan Nanggung saat ini.

“Bahwa Pemuda Pancasila sekarang ini kita sudah berubah, kita juga mengarah kepada untuk membesarkan organisasi dan mengembangkan organisasi,” ujarnya.

Abdul menjelaskan untuk pengembangan Pemuda  Pancasila di Kecamatan Nanggung nantinya akan mengadakan Diklat terhadap anggota yang ada. “Jadi pengembangan nanti kita adakan Diklat, untuk setiap anggota itu wajib dibekali oleh ilmu-ilmu keorganisasian,” pungkasnya.

**aripekon

Dukung PTM, Ribuan Siswa SMP dan SMK Pesona Dywantara Divaksin Tahap Pertama

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 1.500 siswa-siswi SMP dan SMK Pesona Dywantara yang berada di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama di ruang kelas sekolah tersebut. Kepala Sekolah SMK Pesona Dywantara Djadjat Djatnika mengatakan, upaya ini untuk mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Alhamdulillah mulai hari ini siswa-siswi SMP dan SMK Pesona Dywantara  sedang melaksanakan vaksin yang dilaksanakan oleh Puskesmas Kecamatan Leuwisadeng,” kata Djadjat kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Menurut Djadjat, kegiatan vaksinasi tahap pertama itu rencananya akan dilaksanakan  dua hari dan kemudian dilanjutkan pada Rabu. “Untuk jumlah siswa-siswi SMP dan SMK Pesona Dywantara itu dibagi 2 gelombang. Informasi dari dokter untuk sementara hari ini sekitar 500 orang yang divaksin,” katanya.

Sementara itu Djadjat mengatakan, sebelumnya pelaksanaan vaksinasi dimulai, para  siswa dan siswi dilakukan sosialisasi agar mereka paham tentang manfaat vaksin covid 19. “Bahwa vaksin itu penting  untuk kepentingan mereka menjaga kekebalan tubuh saat kegiatan PTM dan lainnya, dan juga syarat vaksin itu bisa  untuk belajar, kerja atau pun yang lainnya, naik kereta dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut Sudrajat mengatakan, saat ini sekolah SMP dan SMK Pesona Dywantara sudah melaksanakan kegiatan PTM dengan menerapkan Prokes yang ketat. “Setiap siswa diwajibkan memakai masker dan selalu mencuci tangan dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan saat kegiatan belajar itu dibatasi jumlah siswanya,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Anak Sekolah tak Perlu Lepas Sepatu Lagi, Jembatan Permanan Akhirnya Dibangun

0

Leuwiliang  | Jurnal Inspirasi

Harapan baru kini bakal dirasakan oleh masyarakat di dua kampung yakni  Kampung Pasir Pogor dan   Cibangkong di RT 02 RW 03, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwliang, Kabupaten Bogor. Musababnya, setelah puluhan tahun warga dan anak sekolah harus bertaruh nyawa melintasi aliran Sungai Citeureup untuk melakukan aktivitas sehari-harinya.

Namun tampaknya nanti warga tidak perlu lagi menyebrangi sungai karena saat ini sedang dibangun jembatan permanen yang dibangun dengan menggunakan anggaran APBN melalui program Pisew.

Camat Leuwiliang  Dasawarsa Sulanjana mengatakan bahwa memang selama ini akses yang menghubungkan antara dusun bahkan menghubungkan ke Desa Karyasari itu tidak ada jembatan. Dulu pernah ada jembatan, namun hanya terbuat dari bambu dan saat sudah beberapa tahun  rusak diterjang banjir.

“Sudah ada 20 tahun  warga harus menyebrangi aliran sungai untuk melakukan aktivitasnya dan anak anak sekolah juga harus melepas sepatunya untuk menyebrangi sungai, dan itu sangat membahayakan,”katanya.

Saat meninjau lokasi pembangunan, Camat Leuwiliang mengatakan akses jalan di dua kampung itu memang selain jalanya yang masih terjal dan masih bebatuan. “Mungkin nanti untuk jalan bisa menggunakan anggaran Samisade atau anggaran lainnya,” katanya.

Sementara itu menurut Very Agus Rosiman Fasilitator Masyarakat Kecamatan Leuwiliang, proyek pembangunan jembatan itu merupakan anggaran dari Kementerian PUPR melalui program Pisew.

“Ini anggaran pusat dari Kementerian PUPR dengan anggaran 600 juta di dua titik pembangunan TPT di Desa Karehkel dan jembatan di Desa Pabangbon dengan masa kerja 120 hari kalender,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Mr. Nanang Penjual Cincau yang Fasih 4 Bahasa Asing

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Bagi sebagian warga Bogor mungkin sudah tidak asing dengan Jalan Pajajaran, yang dimana sepanjang sisi jalannya terlihat para pedagang cincau yang menjajakan dagangannya. Namun dari sejumlah pedagang cincau tersebut ada yang berbeda, yakni salah satu penjualnya yang terkenal mahir menguasai bahasa Inggris.

Bahkan ketika ia melayani pembelinya pun terkadang berinteraksi dengan bahasa asing. Dia adalah Nanang Sukandar, pria berusia 55 tahun ini biasa dikenal dengan sebutan Mr. Nanang. Yang dimana beliau cukup viral beberapa tahun lalu karena daya tariknya ini.

Ia menceritakan awal mulanya fasih menguasai bahasa Inggris dengan belajar secara otodidak seperti membaca buku-buku dan mencoba melatih berbicara dengan bule atau turis mancanegara yang dahulu ramai berlibur ke Bogor.

Serta Nanang yang memang sedari dulu merasa tertarik dengan hal yang berbau dunia Internasional. Baik filfasatnya, pemikiran ataupun budaya dari lingkup Internasional.

“Memang sejak dulu saya sudah senang membaca, bahkan belajar bahasa inggris ini semua dari buku dan juga jaman saya masih sekolah saya suka hunting untuk bertemu turis mancanegara yang datang ke Kebun Raya gitu kan dulu masih ramai yah, jadi saya suka coba untuk berbincang dan ngobrol agar bahasa inggris saya dapat lebih fasih,” ujar Nanang kepada Jurnal Bogor.

Bahkan ia pun dapat menguasai 4 bahasa asing, yakni bahasa Inggris, bahasa Jerman, Bahasa Belanda, dan Bahasa Israel. Semua itu ia pelajari secara otodidak dengan merasa ingin mencoba untuk mempelajari bahasa asing lainnya.

Rupanya sebelum akhirnya berjualan cincau ini, beberapa tahun yang lalu ia sempat menjadi Tour Guide salah satu tour & travel yang bertempat di Bali. Kemudian akhirnya melanjutkan menjadi guru di salah satu SMP di Kota Bogor. Dan saat ini memutuskan untuk berjualan cincau karena ia ingin mengembangkan dunia usaha walaupun mulai dari yang terkecil.

Saat melayani para pembelinya pun ia selalu menyelipkan kalimat bahasa Inggris, bahkan ia selalu mengajak pembelinya berbicara dengan bahasa Inggris. Ia menambahkan bahwa ada beberapa pembelinya yang berasal dari luar wilayah Bogor seperti, Jakarta, Depok, Tanggerang, Bekasi bahkan ada pula yang kebetulan datang dari Lampung.

“Waktu itu ada yang kebetulan dari Bali datang ingin mencoba cincau ini dan menemui bapak, lalu ada juga yang berinteraksi sama bapak menggunakan bahasa Jerman. Karena kebetulan dia adalah salah satu alumni Universitas di Jerman,” tuturnya.

Anda dapat menemui Mr. Nanang ini mulai pukul 10.00 – 16.00 WIB di pinggir jalan Pajajaran Kota Bogor.

**edfyraamelia-mg/up