31.5 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1133

IPB Jadi Sentra Vaksinasi, Kapolri Berharap Ada Akselerasi Vaksinasi Covid

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya didampingi Rektor IPB University Arif Satria dan Bupati Bogor Ade Yasin memantau kegiatan pelaksanaan Vaksinasi Nasional Covid-19 di Gedung Graha Widya Wisuda IPB, Selasa (3/8/2021).

Listyo mengatakan jajaran kepolisian Republik Indonesia mengucapkan banyak terimakasih kepada Rektor IPB University dan ormas kepemudaan dan mahasiswa IPB yang telah memberikan kesempatan untuk bekerjasama dalam rangka mengakselerasi vaksinasi yang merupakan bagian dari program pemerintah dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19.

“Yang kita tahu sampai saat ini masih cukup tinggi walaupun secara nasional ini sudah turun di angka sekitar kurang lebih 20 hingga 23 ribu, namun kita pernah mencapai 56 ribu, artinya masih perlu kerja keras agar kita semua terbebas dalam menghadapi situasi ini yang sangat berat,” katanya.

Kapolri mengatakan, salah satu strategi untuk menghadapi covid-19 adalah kegiatan vaksinasi, di wilayah Bogor sebagai penyangga ibu kota sangat penting untuk segera digarap dengan cepat karena menurutnya masih diangka sekitar 16 persen sehingga butuh akselerasi untuk mencapai target vaksinasi nasional.

“Kita harapkan dengan memanfaatkan Hari Kemerdekaan ini maka percepatan vaksinasi bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Rektor IPB Arif Satria mengatakan, upaya ini merupakan hal penting sebagai momentum untuk percepatan vaksinasi, pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas support dari Polri untuk mempercepat vaksinasi mahasiswa, keluarga dosen dan juga masyarakat lingkar kampus yang ada di Dramaga ini.

“Alhamdulillah di IPB saat ini dijadikan sebagai sentra vaksinasi, kami juga menyediakan tempat isolasi mandiri untuk gejala ringan dengan kapasitas 300 tempat tidur,” katanya.

Selain itu lanjut Arif Satria mengatakan, pihaknya juga berhasil membuat oksigen konsentrator yang bekerjasama dengan LIPI.

“Sekarang sedang mengembangkan yang bekerjasama dengan kota dan kabupaten untuk mengatasi kelangkaan oksigen,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Rumah Dihantam Longsoran, Penghuni Alami Luka

0

Sukajaya l Jurnal Inspirasi

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sukajaya dan sekitarnya, mengakibatkan satu unit rumah tertimpa material longsoran dan melukai penghuninya di Kampung Congcorang, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Seorang korban yang rumahnya tergerus longsoran, Ati menuturkan, musibah longsor terjadi saat hujan besar terjadi pada pukul 18: 30 WIB, Senin (2/8). Akibatnya, rumah milik warga pada bagian belakang porak poranda.

“Bagian belakang rumah sepanjang 12 meter itu hancur tertimpa longsoran,” kata  Ati (41) kepada Jurnal Bogor, Selasa (3/8).

Sebelum musibah longsor menimpa keluarganya, dia mengaku panik karena kejadian tersebut diluar dugaan. Saat itu sekeluarga sedang  menyaksikan tayangan televisi  bersama anak kandunganya yakni Imas yang kondisinya tengah hamil muda tiba-tiba rumahnya ambruk.

Awalnya kata dia, ada suara pecahan kaca seperti ada yang melempar menggunakan batu, namun tidak lama kemudian rumah ambruk. Dia pun mengaku sempat terjepit lemari dan kemudian meminta pertolongan warga. Sedangkan suaminya mengalami luka di bagian kepala dan patah tulang punggung. Kini, korban terpaksa mengungsi di tempat yang lebih aman.

“Saat ini saya mengungsi di rumah saudara saya karena takut ada longsor susulan” tutupnya.

Sementara menurut warga yang merupakan tetangga korban, Asep, dia mendengar suara yang meminta  pertolongan dari rumah korban. “Pertama saya lihat tiga orang sudah pisangan  di depan rumahnya dan langsung di bawa ke puskesmas terdekat,” ungkapnya. 

Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sedangkan Kepala Desa Harkatjaya, Neneng saat dikonfirmasi perihal kejadian tersebut mengaku prihatin melihat kondisi rumah warganya rusak berat akibat diterpa longsor.

“Rumah Bu Ati yang dihuni dua kepala keluarga keadaaannya rusak berat. Karena tak bisa dihuhi, kini ia dan keluarganya pindah ketempat saudarannya,” ungkap Neneng.

Neneng menerangkan, sewaktu kejadian BPBD, Tagana dan Pol PP dari Kecamatan Sukajaya sudah turun ke lokasi membantu keluarga korban tersebut. “Ambruknya rumah Bu Ati akibat bangunan benteng dengan ketinggian beberapa meter saat hujan ambruk dan menimpa rumah Bu Ati,” jelasnya.

** Arip Ekon

Belum Ada SMP Negeri, Warga Leuwinutug Terhambat Sistem Zonasi

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 ini menjadi polemik tersendiri untuk warga Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor yang tak bisa masuk zonasi. Kepala Desa Leuwinutug Deden Saiful Hamdi mengungkapkan bahwa PPDB dengan sistem zonasi justru merugikan warganya mengingat di Kecamatan Citeureup baru hanya ada dua SMP negeri yang berdekatan dengan Desa Leuwinutug yaitu SMPN 1 Citeureup dan SMPN 3 Citeureup, namun keberadaan sekolah itu pun tidak masuk zonasinya.

“Bagaimana jika siswa yang minim prestasi dan ingin masuk ke sekolah negeri tapi tak bisa masuk zonasi,” jelas kang Denz biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Selasa (3/8).

Menurutnya, masalah ini menjadi perhatian khusus pemerintah desa karena banyak warga sangat ingin masuk sekolah negeri, namun harus terhalang dengan sistem zona. Mendaftar di sekolah yang masih wilayah Kecamatan Citeureup saja tidak diterima, apalagi kecamatan tetangga seperti Babakan Madang.

“Anak saya sendiri salah satu korban PPDB dengan sistem zonasi 2 tahun yang lalu, tapi sampai saat ini belum ada solusi yang jelas dari pemerintah,” katanya kesal.

Masih kata dia, setiap tahunnya Desa Leuwinutug melalui Musrembang selalu mengajukan agar adanya keberadaan sekolah SMP negeri di Desa Leuwinutug, namun sampai saat ini sudah hampir 3 tahun belum ada kejelasan padahal sering menjadi pembahasan.

“Tolong beri kami petunjuk kami harus kemana?. Supaya ditempat kami, Desa Leuwinutug bisa didirikan sekolah negeri, kalau harus menunggu itu bukan solusi, memang ada Fasum tapi itu adanya di dalam wilayah industry, jika ada sekolah disana pun akses transportasi yang sulit,” ucapnya.

Dia berharap, pemerintah membuka mata karena pada dasarnya kebutuhan sekolah negeri masih sangat kurang dibanding jumlah penduduk, oleh karena itu pemerintah mesti mempermudah. “Jika desa mengajukan adanya sekolah negeri karena keinginan kami, warga kami Desa Leuwinutug harus wajib belajar 12 tahun,” pungkasnya

** Nay Nur’ain

Soal PPKM, Kota Bogor Berupaya Selaras Pusat

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memperpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah melakukan upaya kedaruratan semaksimal mungkin. Hasilnya, data menunjukan bahwa fatality rate atau tingkat kematian mengalami penuruan, tak seperti saat pertengahan Juli lalu.

“Bed Occupancy Ratio (BOR) pada pertengahan Juli lalu sempat mencapai 90 persen, saat ini sudah turun 60 persen. Meskipun ada kekurangan oksigen dan obat-obatan, tapi angka sudah menunjukan perbaikan,” ujar Dedie kepada wartawan, Senin (2/8).

Apabila perbaikan terus terjadi, sambung Dedie, maka pemerintah tinggal menyandingkan pemulihan ekonomi dengan kesehatan. “Jangan sampai dilonggarkan semua, justru menambah kasus positif,” bebernya.

Menurut Dedie, Pemkot Bogor ingin vaksinasi Covid-19 terus diperluas dan dipercepat serta diselesaikan cepat. “Sampai sekarang sudah 35 persen untuk tahap 1 warga Kota Bogor. Kemudian mesti dipercepat ke tahap 2. Setelah itu digener lagi tahap I. Kita berharap Agustus sudah mencapai 50 persen. Sehingga Oktober bisa sampai 100 persen,” jelasnya.

Diharapkan, sambung dia, dengan masifnya vaksinasi, maka sektor non esensial dan kritikal dapat dibuka. Sehingga menambah kepercayaan diri masyarakat di saat pandemi. “Untuk saat ini, mal belum bisa dibuka. Evaluasi nasionalnya akan seperti apa, dan nanti akan diselaraskan dengan daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Dedie, dalam menekan laju penularan virus corona dibutuhkan kerjasama semua daerah. “Tidak bisa sendiri-sendiri. Perlu kesabaran revolusioner. Kalau misalnya di Bogor sudah boleh buka dan makan, otomatis warga daerah lain bisa menyerbu Bogor. Begitupun sebaliknya,” ucapnya.

** Fredy Kristianto

Hendak Main Kolecer, Dua Anak Bantarkaret Tewas Disambar Petir

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Petir menyambar 3 anak remaja warga Kampung Sidempok, Desa  Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Senin (2/8). Dua diantaranya meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan  satu korban sambaran petir selamat. Mereka saat kejadian hendak bermain kolecer (kincir angin) ditengah kondisi hujan.

“Korban atas nama Aditia bin Juhri (12) dan Pauzi bin Asep (13) keadaannya meninggal akibat disambar petir,” kata Mamur, staf Desa Bantarkaret, Senin (2/8).

Sedangkan korban yang selamat  dari sambaran petir yaitu Awang (6). Ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke warga. “Karena jarak lokasi dimana ketiga anak disaat bermain kincir lokasinya  tidak jauh,”

Mamur yang merupakan keluarga korban menuturkan, sambaran petir tersebut terjadi sebelum kawasan tersebut dilanda hujan. Saat itu korban bersama temannya akan bermain kolecer.

“Kejadiannya sekitar pukul 15:00 WIB, korban mau maen kolecer, sebelum hujan mereka berteduh di bawah pohon dan terjadi sambaran petir  dengan suara yang begitu besar,” ujarnya memaparkan perihal kejadian tersebut.

Menurut Mamur, dua anak terkena sambaran dan terhindar yang langsung berlari mengabarkan bahwa temannya keadaan  tergeletak terkena petir. Dalam kondisi hujan,  Mamur dan warga lainnya langsung mengecek ke lokasi kejadian untuk memastikan peristiwa naas tersebut.

“Saat kami datang salah satunya masih bergerak yang langsung kami bawa ke rumah sakit di kampung Bongas. Namun nyawanya tak tertolong dan meninggal di tengah perjalanan ke rumah sakit,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Nanggung AKP Dedi Hermawan membenarkan adanya warga Bantarkaret yang terkena sambaran petir. Pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan anggotanya melakukan proses evakuasi.

** Arip Ekon

Penerima BPNT Desa Cisalada Keluhkan Item Diterima

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Warga Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, keluhkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima mereka. Sebab, bantuan yang diterima beberapa hari lalu, berbeda dengan bantuan yang diterima sebulan lalu.

 “Padahal bulan lalu kami dapat BPNT juga, tapi berbeda item yang kami terima antara bulan ini dengan bulan lalu,” ungkap salah seorang penerima BPNT Desa Cisalada bernisial MN.

Menurutnya, item paket saat ini, hanya satu karung beras seberat 10 kilogram, 10 butir telur, 3 buah Pear, tahu serta 5 potong ikan tongkol.

 “Isiannya pasti berbeda dengan penerimaan awal, dimana saat itu, ada beras, ayam potong, vitamin tahu dan tempe serta telur dan buah apel,” ujar MN.

Selain isian paket tidak sama, dijelaskan MN, pemberian bantuan ini juga hanya dilakukan satu kali dengan prosedur yang berbeda. Sementara, ada penerima lain sudah hampir tiga kali mendapatkan bantuan BPNT ini

 “Kalau sebelumnya kita ngambil bantuan di desa, sekarang di salah satu toko yang diduga bukan agen resmi,” paparnya.

Kecurigaan-kecurigaan ini yang membuat dirinya sempat bertanya-tanya,”Kok setiap penerima bantuan mendapatkan paket beda-beda, ada yang sudah tiga kali tapi ada juga yang baru satu kali,” bebernya

Sementara, Tenaga Kesejahtraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Cigombong, Iye Komarudin menyesalkan adanya agen, selain agen resmi yang ditunjuk Bank mandiri.

Namun begitu, kejadian seperti ini bukan hanya di Desa Cisalada saja ada agen tidak resmi,

“Untuk Kecamatan Cigombong ada dua lokasi agen yang tidak resmi satu di Desa Cisalada dan Desa Ciburuy,” ucap Iye kepada wartawan yang juga sebagai pendamping agen.

Padahal jelas Iye, tidak boleh ada agen diluar agen resmi. “Tidak boleh ada agen lain selain agen resmi yang ditunjuk oleh Bank Mandiri, dan itu sudah melanggar, tindakan apa yang harus dilakukan terhadap agen tidak resmi itu ada di pihak Pemerintah Desa,” tandasnya.

** Dede Suhendar

Samisade Dipakai TPT, Warga Cicadas tak Takut Longsor Lagi

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Sepuluh tahun  dihantui rasa was was akan bencana longsor, akhirnya warga di Kampung Cicadas RT 04 RW 01 kini sudah tidak khawatir lagi. Pasalnya tebingan yang setinggi 8 Meter itu kini telah dibangun dengan menggunakan dana Satu Miliar Satu Desa (Samisade) bantuan dari Pemkab Bogor.

Kepala Desa Cicadas Ujang Yani mengatakan, tebingan itu memang mengancam keselamatan warga di RT 04 ini karena ada 10 rumah yang berada dekat dengan tebing yang di bawahnya ada  aliran sungai.

Sehingga untuk mengantisipasi bencana longsor yang lebih besar, pemerintah desa mengalokasikan dana Samisade  tahap pertama ini yang nominalnya mencapai Rp 400 juta ini untuk pembangunan Tebingan Penahan Tanah (TPT) dengan panjang TPT 86 meter, lebar 1 meter dan tinggi 8 meter.

“Sudah sekian tahun warga meminta untuk dibangun karena takut bencana. Alhamdulillah dengan bantuan Samisade ini bisa tercapai, dan ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” kata Kades Cicadas Ujang Yani, Senin (2/8).

Ujang mengatakan, untuk pengerjaan TPT ini pihak desa melibatkan masyarakat sekitar kurang lebih ada sekitar 30 orang yang dikaryakan. “Pengerjaan kita libatkan masyarakat dan RT RW selain pembangunan juga dapat terlaksana, Samisade ini juga mengurangi pengangguran di saat kondisi pandemi saat ini,” katanya.

Lebih lanjut setelah Samisade tahap pertama ini selesai, untuk tahap keduanya pihak desa akan mengalokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

Sementara menurut warga bernama Sutinah (45) yang rumahnya hanya berjarak 1 meter dengan aliran sungai itu mengatakan selama 10 tahun ketika malam hari apalagi ketika turun hujan tidur pun terasa tidak nyenyak. Rasa khawatir selalu terbayang dalam pikiran khawatir longsor dan nyawa bisa  hilang.

“Kalau malam apalagi ketika turun hujan gak bisa tidur nyenyak takut longsor aja, soalnya sudah beberapa kali terjadi longsor kecil, tapi alhamdulillah dengan begini sudah ada TPT tidak was was lagi,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Wabup Ikuti Kajian Operasional Pendampingan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kolaboratif Daerah

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Wakil Bupati (Wabup) Bogor Iwan Setiawan, didampingi Asisten Pemerintahan, Kadiskominfo Bogor, Kadinkes Bogor, perwakilan Polres Bogor, dan perwakilan Kodim 0621 Kabupaten Bogor mengikuti Kajian Operasional Pendampingan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kolaboratif Daerah secara virtual di Ruang Rapat 1 Setda Kabupaten Bogor, Senin (2/8).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Ganip Warsito menyampaikan strategi penanganan yang dimiliki oleh Indonesia merupakan penanganan yang ampuh dan khas yaitu penanganan berbasis mikro sebagai solusi penanganan Covid-19.

“Strategi ini dapat dijalankan secara efektif dengan melibatkan seluruh pihak dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, desa/kelurahan, hingga ke RT dan RW. Oleh karena itu pimpinan daerah memiliki peran sangat besar terhadap pengendalian kasus saat ini. Perlu dipahami bersama bahwa penanganan yang optimal dapat dijadikan dengan melibatkan seluruh pihak untuk saling bahu-membahu mencari solusi bersama untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada di daerah,”  ujarnya dalam press release dari tim komunikasi publik dan Diskominfo, Senin (2/8).

Kepala BNPB juga mengatakan, dengan adanya strategi ini peran Kepala Daerah yang merupakan sentral pengambil keputusan di daerah dapat lebih berinisiatif, tidak gamang dan dapat menciptakan kolaborasi antara lembaga pemerintahan, TNI, POLRI, tokoh agama dan masyarakat, media serta instansi pendidikan atau akademisi.  Selain itu, kolaborasi daerah yang dimaksud dapat diwujudkan melalui terbentuknya Posko-Posko bantuan Covid-19. Pentingnya Kepala Daerah dan Posko Satgas menciptakan peluang penanganan lintas sektor daerah yang cepat dan responsif.

“Kita telah mengetahui bahwa Posko Satgas memiliki 4 fungsi yaitu fungsi pencegahan, penanganan, pembinaan, dan dukungan. Jika kita dapat memastikan 4 fungsi tersebut berjalan dengan baik, maka kita meyakini pengendalian di daerah dapat berjalan secara efektif, bahkan sampai di lingkup terkecil yaitu desa/kelurahan,” imbuhnya.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, menambahkan dalam kegiatan hari ini, “Kita perlu berkolaborasi dengan unsur non-pemerintahan karena menggerakkan masyarakat, membuat masyarakat agar saling tidak tertular memerlukan pemberdayaan sosial.” ungkap Mendagri.

Mendagri mengatakan bahwa krisis pandemi yang terjadi ini merupakan ujian untuk semua sistem, dalam situasi seperti ini bukan hanya pemerintah pusat dan daerah saja yang bekerja, melainkan mengharuskan semua bekerjasama hingga lapisan terbawah.

** Nay Nurain/Diskominfo

Warung Warga Tertutup Tembok Pagar Perumahan

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

PT Kahuripan kini terus berbenah diri mengembangkan bisnis propertinya. Bahkan untuk menarik minat para konsumen, selain melakukan perapian aset, rencananya sejumlah hunian baru akan dibangun di lahan seluas puluhan hektar tersebut.

Namun tampaknya dibalik itu semuanya sejumlah masyarakat tampak dirugikan. Meksipun Kahuripan memiliki hak dan kewenangan untuk merawat kawasannya itu, tapi sejumlah warga mengeluh.

Seperti salah seorang pemilik warung Mad Soleh yang mengais rezeki dari berjualan kopi, kini harus tertutup rapat oleh pagar yang dilakukan oleh PT Kahuripan. Bukan hanya dipagar, PT Kahuripan pun kini telah menanam pohon disatukan dengan tembok pagar itu.

“Dulu katanya mau dikasih ruang tapi pada kenyataannya warung saya ditutup, bahkan saya hanya bisa pasrah sebagai orang kecil, namun demikian saya tetap tak patah arang saya memasang bacaan jualan kopi di pagar itu agar masih ada pembeli,” katanya.

Kades Jampang  Wawan Hermawan mengatakan, dari pemerintah desa berupaya semaksimal mungkin  terkait dengan keluhan warga Desa Jampang yang terimbas pembangunan PT Kahuripan. Pemerintah Desa Jampang juga bahkan telah meminta kepada PT Kahuripan agar menempatkan warga yang berjualan ditempatkan layak. “Karena memang selama ini mereka mengandalkan dari hasil berjualan,” katanya.

Terkait dengan pemagaran Pemeritah Desa Jampang memang tidak punya kewenangan dengan tinggi rendahnya, namun upaya dari pemerintah desa mendesak agar pagar maupun akses jalan bisa dilalui warga. “Sehingga jalan tersebut jangan sampai dibikin tangga,” katanya.

Bahkan pemerintah desa yang berada di seputar PT Kahuripan meminta fasos fasum PT  Kahuripan segera direalisasikan karena sampai saat ini belum ada niat dari PT Kahuripan untuk menyerahkan fasos fasum itu. “Dan berharap fasos fasum  segera direalisasikan,” katanya.

Sementara menurut pihak PT Kahuripan, Rujito terkait dengan pemagaran itu merupakan kewenangan PT Kahuripan dan warga tidak usah protes. “Itu kan tanah Kahuripan ya terserah kita mau dipagar atau tidak, sebaiknya gak usah diangkat dulu deh, ini juga kita lagi bahas sama pemeritah desa dan kecamatan,” cetusnya mengakhiri.

** Cepi Kurniawan

Kecamatan Nanggung Pinjam Stok Vaksin dari Kecamatan Lain

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Animo masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Nanggung cukup tinggi. Akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak diiringi dengan ketersediaan vaksin yang disuplai Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Hingga saat ini, sebanyak 9.345 warga dari target sasaran 57 ribu warga Nanggung telah melaksanakan vaksinasi dengan persentase 21 persen.

“Kita sampai meminjam stok vaksin ke kecamatan lain, ketersediaan vaksin di Nanggung sangat kurang,” ungkap Camat Nanggung Ae Saepulloh usai menggelar rapat koordinasi bersama kepala desa dan petugas Puskesmas, Senin (2/8)

Padahal, kata Ae, Kecamatan Nanggung merupakan urutan ke-3 untuk pencapaian pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bogor.

Setiap pelaksanaan vaksinasi massal pun, jumlah warga yang mendaftar selalu melebih stok vaksin sehingga warga terpaksa pulang dan kembali lagi di jadwal vaksinasi berikutnya.

Untungnya kasus positif Covid-19 di wilayahnya juga saat ini telah mengalami penurunan yang signifikan dengan total 26 pasien.

Untuk itu, pihaknya berharap Dinkes Kabupaten Bogor dapat menyuplai vaksin yang cukup agar antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan vaksin dapat terakomodir.

“Kita ingin secepatnya wilayah Nanggung segera merdeka dari pandemi Covid-19 ini,” harapnya.

Sementara itu, untuk jadwal vaksinasi massal di Kecamatan Nanggung selanjutnya dilaksanakan pada Rabu (4/8/) dengan ketersediaan vaksin 1400.

“Dilaksanakan di empat titik yakni di Kantor Kecamatan, Kantor Desa Kalongliud, Desa Cisarua dan Puskesmas Curugbitung,” tukasnya.

** Arip Ekon