26.8 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1128

Mixagrip Lakukan Aksi Sehat Penyemprotan Disinfektan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pada masa pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk mengatasi pandemi Corona atau Covid-19 terus digencarkan. Salah satunya adalah penyemprotan disinfektan intensif dilakukan, salah satunya di 5 wilayah di Bogor yaitu Kelurahan Sempur RW 7, Desa Ciomas RW 12, Desa Kemang RW 2, Kelurahan Sukadamai RW13 dan Kp. Bunder RW 2 Caringin, mulai 4 hingga 6 Agustus 2021.

Dalam kegiatan Aksi Sehat Mixagrip ini, penyemprotan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan merupakan kepedulian Mixagrip dalam menghadapi Covid-19. Selain menyemprot disinfektan, pihaknya juga mengedukasi warga akan pentingnya kebersihan dan protokol kesehatan di musim pandemi dengan menghadirkan seorang Satgas covid 19 setempat untuk memberikan edukasi tentang hal tersebut.

Selama wabah Covid-19 masih ada, Mixagrip terus berupaya melakukan penyemprotan disinfektan ke tiap-tiap wilayah yang membutuhkan. Pihaknya juga menurunkan tim yang mengedukasi masyarakat tentang kebersihan dan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

“Jika mengalami gejala flu dan batuk, jangan langsung panik, segera obati dengan mengkonsumsi Mixagrip Flu & Batuk karena Mixagrip Flu & Batuk cocok dan tidak menyebabkan kantuk. Mixagrip Flu & Batuk dosisnya pas, aman, dan efektif meredakan gejala flu disertai batuk jika diminum sesuai anjuran.” ucap perwakilan Mixagrip.

Ketua RW 7 Kelurahan Sempur mengapresiasi penyemprotan disinfektan di wilayahnya karena membantu pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19.

“Terima kasih kepada tim Aksi Sehat Mixagrip yang telah melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan RW 7 Kelurahan Sempur Bogor. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus dilakukan karena memberikan manfaat yg banyak terhadap masyarakat”, kata pengurus RW 7.

** Bayu/rls

Pangdam Siliwangi dan BBWS Lakukan Pengerukan Setu Citongtut

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Nugraho Budi Wiryanto dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) resmi melakukan pengerukan Setu Citongtut yang berada di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/8).

Pangdam Siliwangi mengatakan, pengerukan yang saat ini dilakukan di Setu Citongtut itu pernah dilakukan di Citarum dalam Program Citarum Harum. “Saya harap hal ini bisa diaplikasikan juga di Bogor untuk setu – setu dan sungai yang ada di Kabupaten Bogor agar harum dan bersih dari limbah dan lainnya,” ucapnya.

Senada dikatakan anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni yang intens dan peduli dengan kelestarian setu yang ada di Kabupaten Bogor. Kehadiran Pangdam Siliwangi dan jajarannya serta Kepala BBWS ini kata dia, menjadi momentum yang sangat baik terutama bagi yang ingin mengelola dan menjaga setu karena menjadi titik awal pemanfaatan setu demi kelestarian dan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Saya sempat berbincang langsung dengan Pangdam dimana sudah menjalankan program di Sungai Citarum Harum, maka saya usulkan Sungai Cileungsi kita juga bisa dibuat seperti Citarum Harum jadi Cileungsi Bersih,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Pangdam Siliwangi juga membagikan sembako untuk warga Desa Cicadas dan menebar benih ikan yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga. Pada kesempatan itu pula warga mengusulkan nantinya Setu citongtut ini akan jadi pelestarian ikan dan panen setiap tahunnya hingga warga meminta support dari Dandim Kabupaten Bogor.

“Yang membuat saya bahagia yaitu bisa langsung bertatap muka dengan Kepala BBWS Ciliwung – Cisadane yang selama ini hanya berkomunikasi via telpon dan kami berdiskusi langsung perihal persoalan setu yang berada di wilayah tugas beliau,” ucap Fathoni.

Masih kata dia, pada prinsipnya menurut Kepala BBWS Bambang Hari pengelolaan setu sangat dimungkinkan dan sangat terbuka bagi masyarakat melalui pemerintah daerah. Sebab yang penting, baik masyarakat, komunitas maupun penggiat lingkungan mengelola setu dalam kerangka konservasi setu sebagai penyimpan air selain itu kegiatan yang dapat merusak konservasi air tidak diizinkan.

“Saya juga menyampaikan ada beberapa setu, baik yang sepadannya dan fungsinya berubah. Contohnya seperti Setu Citongtut ini karena ada beberapa bagian yang berubah fungsi, begitupun Setu Tunggilis dimana terdapat pembangunan fisik berupa patung – patung kemudian akses sepadan ditutup oleh oknum perusahaan tertentu hingga membuat kepala BBWS kaget,” jelas Fathoni.

Dia juga menanyakan bagaimana solusinya, karena menurut keterangan kepala BBWS untuk kewenangan memang ada di BBWS, tapi untuk penindakan sesungguhnya ada di Pemda. Pasalnya, Pemda punya kekuasaan menertibkan karena soal perizinan seperti pabrik, izinnya keluar dari Pemda hingga terjadi kesalahpahaman dimana akhirnya saling lempar tanggung jawab.

“Oleh karena itu saya mengusulkan kepada kepala BBWS untuk setiap pelanggaran atas setu yang terjadi di lapangan untuk ditindaklanjuti berupa surat kepada Pemda yang menyatakan itu melanggar dan meminta Pemda untuk menindaknya, dan saya harap surat tersebut juga bisa disampaikan ke DPRD hingga kami bisa memonitornya,” katanya lagi.

Dia berharap dengan adanya solusi yang diberikan oleh Kepala BBWS, masyarakat yang peduli bisa memanfaatkan setu dan melestarikannya hingga menjadi hasil pemanfaatan ekonomi dan wisata maka dirinya akan mendorong dan berdiskusi dengan Pemda untuk pemanfaatan setu-setu tersebut agar tidak dikuasai oleh oknum dan pengusaha.

“Setelah ini saya akan mengumpulkan dan berdiskusi karena saya mengawal beberapa pengajuan untuk pemanfaatan setu namun sampai saat ini belum ada yang berhasil. Semoga setelah kegiatan ini setu-setu bisa dikelola oleh tangan – tangan yang amanah tanpa merusak kelestarian alam,” pungkasnya penuh harap.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh kepala desa Cicadas , camat Gunung Putri, Karang Taruna, Dandim Kabupaten Bogor, Danrem , Kapolsek Gunung Putri, Danramil Gunung Putri ,  penggiat lingkungan hidup, dan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS Achmad Fathoni.

** Nay Nur’ain

Achmad Fathoni: DPKPP Mesti Perhatikan PSU Makam dan Bedah Kampung

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor diminta Komisi III DPRD Kabupaten Bogor untuk memperhatikan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) makam dan program bedah kampong. Hal itu dikatakan Anggota Komisi III Achmad Fathoni saat rapat evaluasi semester 1 antara Komisi 3 DPRD dengan DPKPP, Rabu (4/8).

PSU makam kata dia dalam mekanisme penyerahannya harus transparan dan jelas karena sejatinya pengembang itu harus menyerahkan tanah bukan uang, seperti yang terjadi dengan tanah makan perumahan Kota Wisata yang sampai saat ini belum mendapatkan hak tanah makam sehingga dia mempertanyakan dimana tanah makan untuk warga Kota Wisata.

“Bukan hanya itu, terkait kondisi TPU (tempat pemakaman umum) dilaporkan ada 26 TPU yang beroperasi, 10 disiapkan dan 10 untuk pemakaman Covid, saya minta tolong diperhatikan kondisinya dari mulai akses jalan sampai penataan lahannya,” ujar Fathoni, Minggu (8/8).

Dia mencontohkan TPU di Jatisari, Kecamatan Cileungsi aksesnya belum dibangun, dan di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri aksesnya masih jelek. “Apalagi TPU Wanaherang yang katanya untuk warga Kota Wisata malah lebih parah, akses jalan kaki saja susah,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk program bedah kampung atau penataan kawasan perkampungan kumuh baru 3 desa dengan anggaran masing-masing 200 juta. Fathoni minta kedepannya ditingkatkan lagi nilai dan jumlah titiknya. Dia sendiri sudah mengajukan 10 desa lebih. Hal ini penting karena menyangkut kesehatan, kenyamanan dan bisa berpotensi konflik antara masyarakat perumahan dan perkampungan terutama terkait drainase air hujan.

“Begitupun untuk proses serah terima PSU perumahan mohon DPKPP bisa lebih aktif, masih 300-an lebih yang belum jelas, buatlah Perbup untuk mendorong ini sehingga dinas bisa lebih proaktif untuk mengambil alih yang bermasalah, dan satu lagi untuk proses serah terima Komplek TWP TNI AL sudah sejauh mana,” imbuhnya.

Sementara untuk rumah tidak layak huni atau Rutilahu, dia meminta untuk ditingkatkan nominal yang 15 juta per unit, minimal sama dengan nilai dari pusat atau provinsi. Begitu pun untuk jumlahnya, dan untuk tahun 2021 ini baru 2000 unit  dari anggaran APBD dan 780 unit dari Banprov serta 1.404 dari BSPS.

“Dan Huntap (hunian tetap) untuk saudara kita di Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Cigudeg sesuai dengan hasil pembahasan RPJMD, harus segera diselesaikan dari total 2.000 lebih unit Huntap, baru 1000-an unit yang di cover sampai sekarang, terakhir saya sampaikan selamat bekerja dan sukses pada Kadis baru Pak Jatmika,” pungkasnya.

Dia mengharapkan hal itu untuk dibenahi dan diperbaiki. Pasalnya, DPKPP adalah salah satu dinas yang menjadi mitra kerja Komisi III dan untuk tahun anggaran 2021 ini, DPKPP memiliki pagu anggaran 242,8 miliar lebih meliputi kegiatan sekretariat, PSU, penataan bangunan, pertanahan, kawasan pemukiman, perumahan dan UPT. Dengan memiliki anggaran pendapatan 92,1 miliar terutama dari retribusi IMB dan retribusi pelayanan pemakaman 108 jutaan.

“Cukup banyak hal yang saya sampaikan dan mintakan untuk diperbaiki dan dibenahi saat rapat kerja evaluasi semester 1 antara Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor dengan DPKPP,” jelasnya Fathoni.

Dia menambahkan jembatan Rawayan atau gantung ada 33 unit dengan anggaran  34,78 miliar dan untuk wilayah Bogor Timur baru diakomodir 1 unit yaitu jembatan Penangkaran Rusa di Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari.

“Saya berharap di tahun 2022 lebih banyak lagi yang bisa dikerjakan karena saya sendiri sudah meninjau dan mengusulkan langsung 3 – 5 unit jembatan antara lain di Desa Tanjungrasa, Buanajaya dan Cibadak dan beberapa ditempat lainnya,” kata Fathoni

** Nay Nur’ain

Nama Baik Tercemar, Gugatan PT FS ‘Salah Alamat’

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Gugatan yang dilayangkan PT Ferry Sonneville atas adanya aktivitas pemagaran lahan di wilayah Desa Tlajung Udik, Kecamatam Gunung Putri, diduga salah sasaran. Pasalnya, salah tergugat dua, Rahmat bukan pelaksana pemagaran lahan atas nama Komariah dalam peta bidang yang telah diterbitkan BPN tersebut.

Rahmat menegaskan, gugatan yang dilayangkan PT FS atas dirinya tersebut tidak berdasar. “Saya sudah tiga kali mengikuti sidang perdata di PN Cibinong padahal bukan pelaksana tapi menjadi tergugat dua, ini aneh tapi nyata,” tegas Rahmat.

Ia mengatakan, dirinya lantas tak menerima adanya gugatan yang dilayangkan PT FS tersebut.

“Jelas ini sudah salah alamat dan mencemarkan nama baik saya. Insyaallah saya akan ambil langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undagan dan sebagai warga yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, dalam Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan Komariah alias Kokom untuk pemagaran lahan tersebut ditujukan terhadap Suryanto.

“Iya, SPK dan pembayaran atas pekerjan pemagaran lahan saya itu dengan Suryanto bukan nama Rahmat. Jelas PT FS melayangkan gugatan yang salah alamat,” kata Kokom

Penguasa di wilayah Gunung Putri itu mengungkapkan, pekerjaan pemagaran tersebut tidak ada keterkaitan dengan orang bernama Rahmat.

“Mungkin sudah pusing itu PT, makanya gugatan dilayangkan tanpa berdasar. Ini lah nanti pembuktian hukum yang adil atau tidak berdasarkan fakta yang ada,” ungkap Kokom.

Senada,. Suryanto memaparkan, dirinya yang menjadi pelaksana dalam kegiatan pemagaran lahan yang didugat PT FS ke PN Cibinong.

“Iya saya yang melaksanakan pemagaran berdasarkan SPK dari Bu Haji Kokom. Jadi tidak ada sangkutpautnya denga Rahmat. Hanya saja, kebetulan banyak teman dan saudaranya di lokasi pemagaran, Rahmat suka ada di sana,” papar Suryanto.

** Noverando H

Baru 20 Persen, Menhub dan TNI Bantu Vaksinasi di Kabupaten Bogor

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Angka vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor sampai Agustus ini masih 20 persen, sehingga membuat banyak pihak dan elemen ikut membantu Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mencapai target vaksinasi 70 persen hingga Desember 2021 mendatang.

Salah satunya kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyelenggarakan kegiatan Serbuan Vaksinasi Massal Covid-19 di gedung PPSDM Aparatur Perhubungan, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/8/2021).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Presiden menginstruksikan kepada para menteri harus secara proaktif melakukan kegiatan vaksinasi di beberapa daerah termasuk di Kabupaten Bogor ini.

Apalagi kata Budi, Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduknya lebih dari 5 juta lebih menjadi kewajiban kita untuk lebih intensif melakukan vaksinasi yang saat ini baru mencapai 20 persen.

“Dari itu hari ini Kementerian Perhubungan bersama TNI AD melaksanakan aksinasi massal,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Budi pun mengatakan, kegiatan vaksinasi harus dilakukan secara gotong royong dan kehadiran pemeritah, TNI-Polri dan elemen lainya, agar masyarakat semangat mengikuti kegiatan vaksinasi.

“Bogor penduduknya banyak harus semuanya divaksin. Semuanya penduduknya harus divaksin minimal 70 persen pada Desember harus mencapai target,” katanya.

Lebib lanjut Budi mengatakan, Kementerian Perhubungan untuk menanggulangi penanganan Covid 19 di tanah air, pihaknya akan mempersiapkan kapal -kapal terapung di sepuluh lokasi, di Makassar, Padang, Belitung, Palembang, lampung, dan Medan

“Itu akan menjadi instrumen terapung sehingga tidak terjadi Isoman diluar rumah,” katanya.

Sementara Bupati Bogor Ade Yasin mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada Menteri Perhubungan dan Pangdam Jaya dan Siliwangi yang telah menggelar vaksinasi masal ini.

“Karena pemerintah daerah tidak mungkin melaksanakan kegiatan vaksinasi sendiri tentu harus ada dorongan dan bantuan dari semua pihak agar target vaksinasi di kabupaten Bogor bisa segera tercapai,” kata Ade Yasin.

Ade Yasin mengatakan, saat ini per hari di 40 kecamatan, ditargetkan 2.000 peserta vaksin. Sehingga herd immunity pada Desember ditargetkan 70 persen.

” Selalu saya sampaikan pada semua pihak,vaksinasi adalah tugas negara, bukan lagi perintah Bupati, Gubernur atau Presiden,” ujarnya.

Sedangkan Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugraha Budi Wiryanto menerangkan, Serbuan Vaksinasi Massal Covid-19 merupakan kerja sama antara Kemenhub RI, TNI AD dan Pemkab Bogor dalam rangka membantu masyarakat di wilayah Bogor serta daerah penyangga ibukota lainnya untuk mendapatkan vaksinasi sehingga tercipta herd immunity.

“Vaksinasi akan berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu dengan target sasaran 5.000 orang peserta. Pandemi adalah masalah bersama dan harus diatasi secara bersama oleh semua elemen anak bangsa,” katanya.

Dari pantauan, hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugraha Budi Wiryanto dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji mewakili Kepala Staf TNI AD, Bupati Bogor Ade Yasin, Danrem 061 Surya Kencana Brigjen TNI Ahmad Fauzi, Dirjen Perhubungan Darat dan Plt. Kepala PPSDM Kemenhub RI dan sejumlah pejabat lainnya.

** Cepi Kurniawan

Wakapolri Pantau Vaksinasi di Lingkungan Kampus di Leuwiliang

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy pada Sabtu siang (7/9/2021) memantau pelaksanaan vaksinasi Covid -19 di Kampus STKIP Muhammadiyah Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Bersama jajaran Polda dan Polres Bogor, Wakapolri memantau langsung pelaksanaan vaksinasi untuk mahasiswa dan warga sekitar.

Dalam pelaksanaan vaksinasi massal Itu, kurang lebih ada 2 ribu dosis vaksin yang disuntikan. Selain itu juga mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus yang sudah divaksin juga mendapatkan beras bantuan dari Polri.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, vaksinasi massal di lingkungan kampus ini merupakan program Kapolri untuk meningkatkan akselerasi vaksinasi nasional guna meningkatkan herd immunity.

“Alhamdulillah masyarakat dan mahasiswa cukup antusias untuk taget di Kampus STKIP ini 2000 dosis vaksin yang disediakan Polri,” kata AKPB Harun kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Kerjasama ini lanjut AKBP Harun untuk membantu Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memenuhi target vaksinasi nasional.

“Bagian dari gotong royong membantu Pemda agar target vaksinasi untuk meningkatkan herd Immunity tercapai,” katanya.

Wakapolri juga sambung Kapolres Bogor AKBP Harun dalam kunjungannya mengimbau agar masyarakat melakukan vaksinasi dan tidak usah takut. Karena menurutnya vaksin salah satu bentuk ikhtiar untuk menyudahi penyebaran covid 19.

“Pesan Bapak Kapolri dan tadi juga Wakapolri menyampaikan agar masyarakat tidak usah takut untuk divaksin dan kuncinya mematuhi protokol kesehatan agar pandemi covid 19 ini segera berakhir,” katanya.

Sementara itu menurut Sekda Kabupaten Bogor Burhannudin, sampai saat ini Kabupaten Bogor dalam angka vaksinasi sampai Agustus ini total keseluruhan masyarakat yang sudah tervaksin sekitar 20 persen.

“Untuk menambah jumlah vaksin Pemkab bersama dengan elemen lainya terus melaksanakan vaksinasi rutin Senin dan Rabu dengan sasaran per kecamatan setiap minggunya 200 sasaran,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin pun tidak menampik jika tidak dibantu TNI Polri dan elemen-elemen lainya, Pemkab Bogor akan Kekurangan dosis vaksin.

“Sampai hari ini saja ketersediaan dosis vaksin yang ada di Dinkes kabupaten Bogor sudah mulai menipis,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Pendapatan Ojek Online Selama PPKM Menurun Drastis

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pengemudi ojek online selama pandemi Covid-19 merasakan dampaknya dengan berkurangnya pendapatan. Apalagi pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang membuat pendapatan mereka turun drastis.

Beberapa pengemudi ojek online di sekitaran Jalan Malabar, Kota Bogor misalnya, mereka mengaku penghasilan yang mereka dapatkan selama pandemi menurun hingga 50 persen.

“Ya benar, berasa sekali penurunannya karena aktivitas masyarakat dibatasi sehingga terjadi penururan orderan sebelum pandemi biasanya mendapatkan penghasilan Rp.300.000 per hari, namun dengan adanya pandemi dan PKKM ini rata – rata kurang lebih Rp. 150.000 per hari,” ujar Dylan, pengemudi ojek online saat dimintai keterangan Jurnal Bogor, Sabtu (7/8).

Terkait bantuan dari pemerintah untuk masyarakat menegah kebawah, rupanya belum semua terealisasikan karena masih ada yang belum mendapatkan bantuan tersebut selama pandemi Covid-19 ini.

“Mendengar kabarnya sih ada bantuan dari pemerintah tapi sampai saat ini saya dan beberapa teman saya masih ada yang belum mendapatkannya mungkin karena terkendala oleh hal tertentu sehingga hanya sebagian yang sudah mendapatkan bantuan tersebut”, ujar Hamdan, pengemudi ojek online lainnya.

Selain itu pihak kantor pusat dimana para pengemudi ojek online menggunakan aplikasinya untuk mencari penghasilan diakui mereka tak memberikan bantuan, dan hanya memberikan vaksinasi untuk seluruh pengemudi ojek online yang dilakukan secara serentak antar wilayah Kota Bogor.

“Ya. Alhamdulillah kami sudah mendapatkan vaksin dari kantor yang dilakukan antar wilayah Kota Bogor” sahut Hamdan lagi.

Mengenai anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan, para pengemudi ojek online di Kota Bogor sudah menjalankannya dengan selalu menggunakan masker medis, sarung tangan, serta pembatas sehingga tidak terjadi kontak fisik antara pengemudi dan penumpang, selain itu terdapat beberapa pengemudi ojek online yang membawa hand sanitizer untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan.

Disisi lain, meskipun banyak yang terdampak pandemi Covid-19, sesama pengemudi ojek online di Kota Bogor memiliki sejumlah komunitas, salah satunya komunitas Scorpion yang berada di Jalan Malabar Kota Bogor.

Tujuan dari adanya komunitas itu sendiri untuk saling membantu rekan sesama pengemudi ojek online jika terjadi apa – apa di jalan, saling memberikan informasi dan pengetahuan baru. Selain itu adanya komunitas dari pengemudi ojek online ini sering melakukan program kemasyarakatan dengan memberikan bantuan ketika ada bencana di suatu daerah, dengan adanya komunitas untuk saling membantu antar pengemudi ojek online dan masyarakat sangat diperlukan.

Begitu pun para pengemudi ojek online sendiri berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan masyarakat, terutama pada kalangan menengah kebawah dalam membuat kebijakan serta mempertimbangkan keputusan yang akan dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 untuk sama – sama berjuang menghadapi pandemi Covid-19.

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Terbengkalai Tahunan, Bangunan Pustu di Cihideung Mubazir

0

Butuh Pelayanan Kesehatan, Warga Cihideung Tuntut Bangunan Pustu Diaktifkan LAGI

Ciampea I Jurnal Inspirasi

Pusat pelayanan kesehatan pembantu (Pustu) di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor  sudah sejak lama terbengkalai. Pasalnya bangunan Pustu yang diresmikan pada 2011 keberadaannya kumuh tak terurus lantaran tak dimanfaatkan sebagai mana mestinya.

Kepala Desa Cihideung Ilir H Ilman, membenarkan kondisi bangunan Pustu yang berada di wilayahnya terkesan mubazir karena tak dimanfaatkan.

Padahal menurutnya, pelayanan kesehatan untuk warga Cihideung Ilir sangat diperlukan guna memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Tak sedikit, warga desa meminta Pustu tersebut diminta untuk diaktifkan lagi,” kata Kepala Desa Cihideung Ilir H.Ilman kepada wartawan, Sabtu (7/8).

Terlihat kondisi fasilitas kesehatan itu terbilang mengerikan, musababnya hampir di seluruh halaman Pustu dipenuhi rumput liar

Selain itu, kata Ilman didalam ruangan Pustu terlihat banyak obat-obatan yang dikemas dalam kardus berwarna coklat yang disusun rapi.

Bahkan warga juga sering membersihkan, namun terlalu sering membersihkan, sehingga menjadi bosan.

“Akhirnya Pustu tersebut dibiarkan dengan keadaan tak terurus,” sebutnya.

“Pertimbangan saya itu, sangat disayangkan bangunan tersebut terbengkalai dan pelayanan kesehatan di Cihideung Ilir ya harus ke puskesmas  Cihideung Udik yang jaraknya cukup jauh,” jelasnya lagi.

Saat ini, warga Sesa pun jika membutuhkan kesehatan terpaksa harus ke desa tetangga yang jaraknya terbilang jauh.

Dirinya juga sering mengusulkan setiap acara Minggon dan Musrenbang di kecamatan, namun terdapat jawaban dari pihak puskesmas tenaga kesehatan yang tidak ada.

“Ada usulan dari warga ingin diaktifkan kembali sering saya usulkan di rapat Minggon maupun Musrenbang. Namun, pihak Puskesmas mengatakan tenaga kesehatan yang tidak ada dan tidak mencukupi,” kata Kades

“Menurur saya itu kewenangan Dinas Kesehatan karena itu merupakan aset dinas. Mestinya jangan asal dibangun kalau adanya keterbatasan tenaga medis,” tuturnya.

Sementara itu, Bidan Dewi Intan Permatasari mengakui, Pustu Cihideung Ilir sementara dinonaktifkan terlebih dahulu karena tidak ada sumber daya manusia (SDM).

“Kami pihak Puskesmas melalui Kepala Puskesmas sudah melaporkan hal ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Sebelumnya pihak RT kata dia meminta ke pihak puskesmas untuk menjadikan Pustu itu sebagai tempat kegiatan sosial.

“Kami memberikan untuk sementara ini dipakai sebagai tempat kegiatan sosial, hanya saja dikarenakan masa pandemi ini maka kegiatan tersebut belum terealisasikan,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Cloud Coffee: Tempat Ngopi Tersembunyi yang Wajib Dikunjungi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Saat ini coffee shop menjadi salah satu tempat singgah favorit bagi anak muda, untuk sekedar bercengkraman dengan teman atau bahkan menyelesaikan berbagai tugas. Karena penikmat kopi yang cukup meningkat akhir-akhir ini, membuat semakin menjamurnya bisnis coffee shop di berbagai kota. Salah satunya yaitu Cloud Coffee, coffee shop yang baru berdiri pada akhir tahun 2020 ini cukup menarik perhatian.

Coffee shop yang terletak di Jl. Ciremei Ujung No.123A, Bantarjati, Kota Bogor ini berada tepat disekitaran pemukiman penduduk. Yang dimana memberikan kesan yang unik dan juga mempermudah pengunjung sekitaran Cloud Coffee untuk mencicipi kopi dan berbagai menu makanan yang tersedia.

Cloud coffee ini mengusung konsep industrial dengan menampilkan sisi ruangan yang unfinished serta banyak menggunakan warna-warna yang terkesan monokromatik. Sehingga membuat coffee shop ini lebih terlihat minimalis dan terasa nyaman. Dan terdapat dua area yang disediakan yaitu outdoor dan indoor. Dengan konsep outdoor yang bernuansa pepohonan rindang dan sejuk.

“menurut saya sih karena coffee shop ini tempatnya cukup terbilang nyempil dan bukan di pusat kota atau jalan raya gitu, jadi bikin comfy banget soalnya ngga terlalu ramai sama orang-orang yang nongkrong dan ngga berisik juga gitu.” ujar Mita pengunjung Cloud Coffee.

Pilihan menunya pun beragam,dari yang coffee maupun non coffee dengan kisaran harga yang bisa dibilang cukup terjangkau. Untuk menu andalan dari Cloud Coffee ini adalah kopi cloud yang dimana terdapat taburan topping popcorn di atas kopi tersebut. Sehingga menjadikan salah satu ciri khas yang ditampilkan dari coffee shop ini. Untuk kisaran harga pada minuman ini mulai dari Rp 23.000 hingga Rp 30.000.

Dan untuk makanannya, croffle dengan topping selai lotus adalah salah satu menu andalan yang ditawarkan oleh Cloud Coffee. Cemilan yang satu ini sangat cocok untuk dinikmati bersama dengan segelas kopi.

“buat harganya juga murah-murah dan terjangkau sih ngga lebih dari Rp30.000 gitu jadi pas lah buat dikantong mahasiswa atau anak-anak muda di Bogor gini.” tambahnya.

Saat pandemi ini Cloud Coffee buka pada pukul 11.00 – 20.00 WIB. Namun bagi anda yang tetap ingin menikmati menu-menu yang ditawarkan oleh Cloud Coffee. Tapi khawatir jika harus bertatapan atau berinteraksi langsung dengan orang banyak, maka anda tetap bisa memesannya melalui aplikasi GoFood.

Selain itu tepat disebelah Cloud Coffee juga terdapat sebuah Barber Shop dan Vape Store, yang tentunya dapat anda kunjungi.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Pemkab Bogor Terima Bantuan 3 Ton Telur dari Kemendag

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia memberikan bantuan peduli ke Pemerintah Kabupaten Bogor berupa 3 ton telur ayam bagi tenaga medis dalam penanganan Covid-19 dan juga penderita Covid-19. Bantuan diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan didampingi oleh Asisten Ekbang, Aspemkesra Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, di halaman depan Kantor Bupati Bogor, Cibinong, Jumat (6/8).

Iwan Setiawan mengucapkan terima kasihnya kepada Kemendag atas bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah dengan kehadiran dari Kemendag ini kami ucapkan beribu-ribu terima kasih, nanti kami akan atur untuk yang isoman dan yang terdampak Covid lainnya,” ujarnya dalam press release Diskominfo.

Wakil Bupati Bogor menyampaikan bahwa pada tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Bogor bersemangat memfokuskan bantuan sosial untuk masyarakat sampai angka 400 milyar rupiah. Namun karena berkepanjangannya pandemi Covid-19 ini, Pemkab Bogor harus mengganggarkan penyaluran Biaya Tak Terduga (BTT) untuk masyarakat.

Iwan pun mengatakan bahwa masyarakat sudah merasa lelah dengan keadaan seperti ini. Ia berharap kementerian dan instansi lain dapat menyisihkan sedikit anggarannya untuk daerah-daerah yang ada di Indonesia. “Saya harap kementerian dan instansi lain bisa menyisihkan anggarannya sedikit untuk membantu penanganan Covid-19 ke daerah yang ada di Indonesia, supaya pelayanan kepada para pasien yang terdampak Covid, atau yang terdampak secara ekonomi itu cukup,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Kasan Muhri berharap bantuan dari Kemendag bukan hanya sekedar kami peduli tapi juga merasakan penderitaan dari penderita Covid-19 dan front terdepan salah satunya adalah tenaga kesehatan. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan juga meningkatkan imunitas dari para tenaga kesehatan dan penderita Covid-19,” ungkapnya.

Selanjutnya Kasan Muhri mengatakan agar Pemerintah Kabupaten Bogor mengatur pendistribusian bantuan kepada yang layak menerimanya. “Semoga bermanfaat dan direspon baik oleh penerima, saya dengar di Kabupaten Bogor ada Tim Bogor Gercep yang memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri akibat Covid-19, saya sangat mengapresiasi dan berharap angka kasus positif Covid-19 terus menurun,” tandasnya.

** Nay Nur’ain/Diskominfo