28 C
Bogor
Monday, August 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1129

Kadisdik Akan Evaluasi Keluhan Pemdes

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Keluhan sejumlah pemerintah desa (Pemdes) di Kecamatan Ciawi, terhadap para pelaksana proyek pembangunan SDN yang tidak ada laporan pengerjaan, mendapat respon dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah.

Mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor itu pun menegaskan, keluhan Pemdes terhadap pelaku pelaksana proyek SDN tersebut, menjadi evaluasi Disdik untuk tahun depan.

 “Persoalan ini menjadi evaluasi bagi kami, agar tahun depan tidak terjadi lagi seperti itu. Nantinya sebelum akan mulai pengerjaan, pelaksana harus melaporkan dulu ke pemerintah desa setempat,” ungkap Juanda saat melakukan peninjauan pelaksanaan proyek rehab ruang kelas di SDN Siliwangi, Kecamatan Cigombong, Selasa (28/9).

Juanda minta adanya peran serta masyarakat, khususnya pemerintahan setempat, baik itu kecamatan maupun desa untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan di wilayahnya tersebut.

 “Bagaimana pun proyek sekolah yang sedang dikerjakan pemborong, milik pemerintah juga. Jadi pemerintah kecamatan dan desa berkewajiban ikut dalam pengawasan saat pelaksanaan pembangunan berjalan,” jelasnya.

Terkait progres pembangunan proyek yang ada di SDN Siliwangi, Juanda optimis pihak pelaksana rehab ruang kelas dengan anggaran sebesar Rp.455 juta lebih itu, dapat menyelesaikan pembangunan nya tepat waktu.

 “Kalau melihat progres, CV. Anugrah Bunda bisa menyelesaikan proyeknya sesuai waktu yang sudah ditentukan, yakni pada tanggal 21 Oktober 2021,” paparnya.

Sementara, pelaksana proyek rehab ruang kelas CV. Anugrah Bunda, Yusup menjamin pengerjaan rehab tiga ruang kelas yang dilaksanakannya, selesai tepat waktu. “Dengan sisa waktu satu bulan kurang, saya rasa pengerjaan akan selesai,” akunya.

Kepala SDN Siliwangi, Kurtubi bersyukur sekolahnya mendapatkan bantuan proyek pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Terlebih, bantuan yang diterima sekolah lima bangunan sekaligus di tahun anggaran 2021 ini.

 “Alhamdulillah tiga ruang kelas yang kondisinya sudah rusak, dapat bantuan rehab. Dua lagi pembangunan gedung perpustakaan dan ruang kelas baru. Totalnya lima bangunan dengan dua pelaksana yang mengerjakan proyek sekolah kami,” tukasnya.

**dedesuhendar

Masuki Musim Penghujan, Pemdes Nanggung Tetap Fokus Bangun Jalan Desa

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa  Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan pembangunan jalan Kampung Siranggap – Rancabakti. Jalan yang berstatus jalan desa itu dibangun melalui program Bupati Bogor Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Meski sekarang ini memasuki musim penghujan, pembangunan terus dilakukan agar manfaat jalan itu segera dirasakan warga.

Ketua TPK Pembanguanan Samisade Mamur mengatakan, pengerjaan betonisasi jalan penghubung antardesa itu sudah berjalan selama tiga hari. “Kendalanya sering turun hujan akan tetapi kwalitas bangunan jadi prioritas,” ujar Mamur kepada wartawan, Selasa (28/9).

Pengerjaan jalan secara berkala, kata Mamur, sekarang ini ada di kisaran 100 meter. Makmur yang akrab disapa RW Amung yang juga sebagai Ketua LPM itu menyebutkan bahwa betonisasi jalan desa tersebut berdiameter 1500 × 3 meter dengan tinggi 15 centimeter. “Realisasi pembangunan merupakan pengalokasian anggaran Samisade tahap pertama,” ucapnya.

Dijelaskannya, keberadaan jalan  yang tengah berlangsung pembangunan itu, sebelumnya telah dilebarkan berikut pengerjaan  pengerasan pada tahun 2016 dengan menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat. “Ini salah satu upaya tindak lanjut, atas terbangunnya  jalan melalui  program Samisade. Selain akses antar kampung, jalur tersebut bisa digunakan menuju Kecamatan  Sukajaya,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Desa Nanggung Muhamad Sodik mengatakan, betonisasi jalan desa tersebut guna mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor. “Alhamdulilah anggaran yang didapat  Pemdes Nanggung  sebesar 1 miliar. Diharapkan setelah rampung, akses jalan ini tentu dapat mempersingkat waktu tempuh masyarakat di beberapa kampung diantaranya warga kampung Nangela dengan Banar, sebelumnya terpaksa terlebih dahulu memutar balik ketika  hendak ke desa tetangga,” jelasnya.

**aripekon

Desa Sinarsari Himpun Dana untuk Anak Yatim dari Celengan Warga

0

Dramaga l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor membagikan 400  celengan ke setiap RT. Nantinya,  uang celengan yang disimpan di rumah warga dibuka oleh panitia RT dan RW. Lalu setiap tahun baru Islam uang yang terkumpul dibagikan ke anak-anak yatim.

Kepala Desa Sinarsari, Ukon mengatakan, membagikan celengan yatim ke warga merupakan kegiatan runtin setiap tahun. Celengan yatim tersebut diserahkan ke setiap warga di tiap RT.   Lalu oleh perangkat RT dan RW nantinya celengan tersebut disebar ke setiap warga. 

Tabungan anak yatim yang dikumpulkan oleh warga  nantinya dikumpulkan kembali di panitia RT/RW setiap Tahun Baru Islam. “Ada 400 celengan plastik yang dibagikan ke setiap RT, ” ujar Ukon.

Dia menjelaskan, celengan untuk anak yatim tersebut adalah bentuk cinta dan kepedulian masyarakat kepada sesama, terutama anak yatim. Sedangkan untuk anak yatim di Desa Sinarsari dari usia 0 sampai 12 ada 80 yatim, sedangkan 0- sampai 15 tahun ada sekitar 115 anak yatim.

“Celengan anak yatim yang dikumpulan di setiap RT selama setahun bisa terkumpul hingga mencapai puluhan juta, ” ungkapnya.

Tak ada patokan uang yang harus disumbangkan warga yang dimasukan ke dalam celengan yatim. Namun, yang terpenting keiklasan dan kepedulian warga terhadap anak yatim. “Kami berharap dengan adanya celengan yatim bisa meringankan beban anak yatim dan bentuk kepedulian warga terhadap anak yatim,” tukasnya.

**aripekon

Bersiap ke Sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka

0

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, direncanakan akan serentak dimulai pada Senin, 4 Oktober mendatang. Keputusan ini diambil Pemerintah Kota Bogor untuk melaksanakan PTM secara terbatas di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Untuk itu Dinas Pendidikan Kota Bogor tengah menyiapkan segala sesuatunya dan bersinergi dengan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungans, Dinas Koperasi dan UKM dan Polresta Bogor Kota

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi menyatakan, pihaknya telah melakukan verifikasi faktual secara bertahap sejak 16 September 2021 untuk menyiapkan keberlangsungan PTM. “Pada tahap awal dari 50 SMP Negeri dan Swasta, 43 SMP sudah sesuai juknis, sedangkan 7 SMP lainnya harus melengkapi persyaratannya dulu. Kami akan melanjutkan verifikasi faktual 27 SMP Swasta,” ungkapnya.

Verifikasi diselenggarakan untuk memastikan setiap sekolah siap menyelenggarakan PTM dengan memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan. Cukup banyak persyaratan yang harus dipenuhi pihak sekolah. Diantaranya dua dokumen penting, yaitu izin atau rekomendasi Satgas Covid-19 Kota Bogor dan Surat Keputusan (SK) Kadisdik. Di samping itu perlu disiapkan lima personil pendukung. Mulai dari petugas pemeriksaan suhu, pengawas prokes, kebersihan dan desinfeksi ruangan, pemeriksaan prokes Covid-19 di akses masuk dan keluar serta Satgas Covid-19 sekolah.

Selanjutnya tersedia 19 sarana prasarana seperti ruang UKS, ruang transit isolasi, posko gabungan satgas Covid-19, fasilitas mencuci tangan dan hand sanitizer, alat pengukur suhu atau thermo gun, desinfektan dan masker cadangan. Berikutnya  enam prosedur pembelajaran, enam prosedur kesehatan, kebersihan dan keamanan, lima prosedur pelatihan dan humas yang harus dipenuhi sekolah sebelum PTM terbatas.

“Kami juga memeriksa bangunan sekolah dan menuntaskan target 80 persen vaksinasi dosis satu bagi seluruh anak sekolah,” tambah Hanafi. Semua persyaratan itu ditetapkan, tentunya untuk menekan potensi kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Sementara itu untuk tingkat SMA sederajat, Disdik Kota Bogor juga berkoordinasi dengan KCD dan Disdik Provinsi Jawa Barat yang membawahi SMA dan Kementerian Agama Kota Bogor yang membawahi MTS/MA. Koordinasi ini dilakukan agar ada langkah bersama membuka PTM terbatas serentak di Kota Bogor dengan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. “Harapan kami PTM terbatas bisa dibuka serentak SMP/MTS, SMA/SMK/MA dengan kuota peserta sebanyak-banyaknya 50 persen, baru setelah ini menyusul SD,” katanya.

Rencana PTM tersebut disambut baik pihak sekolah. “Kami setuju dan mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Kota Bogor untuk membuka kembali kegiatan belajar di sekolah,” tanggap Okwan Himpuni, Direktur Sekolah Alam Bogor, yang telah menempuh proses verifikasi dari Dinas Pendidikan Kota Bogor. Menurut Okwan, verifikasi sekolahnya sudah dilakukan dengan kunjungan para petugas dari Disdik, Gugus Tugas Covid-19 Kota bBogor, Puskesmas Bogor Utara, Bidang Kesra Setda Kota Bogor, pengawas sekolah dan komite sekolah.

Okwan menyebutkan, selain persyaratan yang diverifikasi seperti dipaparkan tadi, pada proses pelaksanaanya, tim verifikasi juga memastikan kesiapan para guru dan orangtua siswa untuk melaksanakan PTM melalui proses wawancara. Kesiapan non fisik seperti itu menurut Okwan memang penting. Oleh karena itu pihaknya juga menyelenggarakan sosialisasi tentang protokol kesehatan pada saat berkegiatan kepada semua pihak yang akan hadir di sekolah.

Sosialisasi dan edukasi dilakukan dengan menerbitkan buku panduan berkegiatan di sekolah, menyiapkan alat peraga termasuk video panduan berkegiatan di sekolah. Di luar itu, pihaknya juga melakukan screening kondisi kesehatan setiap minggu dengan menyiapkan google form yang harus diisi oleh para guru, para siswa dan orangtua siswa.

Seluruh ketentuan itu pernah diujicoba pelaksanaannya melalui simulasi PTM, yang sudah dilakukan pihaknya atas ijin yang diberikan oleh Diknas. Simulasi diselenggarakan dengan dihadiri pengawas sekolah dan perwakilan dari Puskemas Bogor Utara untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar dipatuhi semua pihak yang terlibat.  Dari simulasi itu,  semua pihak yang berkepentingan di sekolah menjadi lebih memahami situasi dan kondisi ketika PTM dimulai dan mengetahui hal-hal apa yang masih perlu disempurnakan. Dengan semua itu, “Alhamdulillah sekolah kami sudah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Disdik untuk menyelenggarakan PTM,” ungkap Okwan.

Lalu bagaimana tanggapan para orangtua siswa? Sedikitnya hal itu tergambar dari hasil survei yang dilakukan Sekolah Alam Bogor terhadap seluruh orangtua siswa di jenjang TK, SD dan SMP. Menurut Okwan, sekitar 82,2% orangtua siswa di lingkungan sekolahnya bersikap mendukung dimulainya PTM secara terbatas. Jadi memaang masih ada juga orangtua siswa yang belum mengijinkan putra putrinya untuk mengikuti PTM.

Berdasarkan respon orangtua tersebut dan dengan mempertimbangkan kondisi pandemi terkini di Kota Bogor, maka pihaknya menerapkan sistem hybrid learning. Itulah model pembelajaran yang dilakukan secara offline dan online. “Sehingga kami dapat mengakomodir dan memberikan layanan proses belajar terbaik kepada seluruh siswa,” tambahnya. Langkah-langkah preventif dan penerapan pesyaratan dan pengawasan prokes yang ketat adalah ikhtiar untuk mengembalikan para peserta didik aktif belajar di sekolah. Semoga ikhtiar dengan PTM terbatas di Kota Bogor, bisa berlangsung aman dan lancar. 

**adv-fk

Rehab BPP Oleh Kementan Sulut Motivasi Penyuluh Banten

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Rehabilitasi kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten yang pembangunanya dijadwalkan selesai pada November mendatang,  menyulut semangat dan motivasi penyuluh di wilayah tersebut.

Dede koordinator penyuluh BPP Pagelaran mengaku senang, bangga dan tersulut motivasinya untuk meningkatkan kinerja sebagai pendamping petani. Ia dan penyuluh lain bertekad akan memanfaatkan sebagaimana mestinya gedung tersebut untuk kegiatan para kelompok tani baik pelaku utama maupun pelaku usaha di bidang pertanian.

“ Setelah selesai fasilitas gedung ini akan dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk kegiatan pertanian, agar para petani merasa memiliki untuk kegiatan pembangunan pertanian, “ ujarnya.

Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor Yusral Tahir mengatakan BPP Kostratani merupakan forum bagi petani dan penyuluh bertukar informasi dan teknologi pertanian secara keseluruhan.  Sarana dan prasarana BPP Kostratani harus layak dan memiliki standar yang sama agar forum pembelajaran di BPP bisa berlangsung baik.

 “ Program renovasi BPP merupakan bentuk dukungan dan kepedulian bapak Mentan untuk peningkatan pembangunan pertanian melalui perberdayaan forum penyuluh dan BPP Kostratani, “ ucap Yusral, di ruang kerjanya Senin (27/09/2021).

Ia menambahkan kondisi gedung yang nantinya menjadi lebih representatif, akan membuat penyuluh lebih nyaman sehingga lebih fokus bekerja. Untuk diketahui Kabupaten Pandeglang merupakan wilayah binaan PPMKP untuk program utama Kementan.

Dihubungi terpisah Budi S Januardy Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang berharap dengan adanya perbaikan fasilitas gedung BPP menjadi lebih representative,  akan mengoptimalkan kinerja penyuluh di kecamatan tersebut dalam melaksanakan tugasnya melakukan pendampingan pada petani.

” Terimakasih Kementan sudah melakukan rehab total BPP Pagelaran, kedepan semoga diikuti BPP lain diwilayah Pandeglang” kata dia.

Iapun menekankan sebagai markas Kostratani kantor BPP hendaknya bisa dijadikan sebagai pusat pembelajaran untuk para petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menegaskan dua langkah penting untuk memaksimalkan fungsi BPP Kostratani, dengan memperkuat sarana dan prasarana pendukung serta kapasitas dan kompetensi SDM BPP. 

Menurutnya, hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa penguatan BPP selaku KostraTani dilakukan menyeluruh tanpa terkecuali.

“Seluruh hal mengenai KostraTani harus diperkuat. Dari gedung, sarana prasarana dan SDM. Fungsi KostraTani harus maksimal, berarti penguatan pun harus dilakukan bersamaan. Jadi BPP sudah benar-benar siap saat ditransformasi menjadi Kostratani,” kata Mentan Syahrul.

**Regi/PPMKP

PeduliLindungi di Pasar Tradisional Timbulkan Kontroversi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) akan menerapkan aplikasi PeduliLindungi di tiga pasar tradisional pada pekan ini. Ketiga pasa itu adalah Plaza Bogor, Blok AB, dan Blok FG Pasar Kebon Kembang.

Hal itupun menimbulkan kontroversi di kalangan pedagang. Edi, salah satu pedagang Blok F mengaku setuju bila pasar tradisional menerapkan kebijakan PeduliLindungi sebagai syarat masuk atau beraktivitas di dalamnya.

“Ya, setuju, demi kesehatan bersama,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/9).

Pendapat berbeda justru dikemukakan oleh pedagang Blok F lainnya, H. Efendi. Ia meminta agar kebijakan terlebih tidak diterapkan jdi pasar tradisional. Hal itu lantaran kondisi pasar yang saat ini masih sepi.

“Jangan dulu, karena Blok F ini sekarang sepi. Omzet saya setiap hari turun. Kalau diterapkan mungkin makin sepi,” ucapnya.

Ia menilai, penerapan kebijakan itu di pusat perbelanjaan modern berimbas terhadap sepinya pengunjung. “Saya punya toko di BTM, sejak dibuka sampai sekarang sepi. Apalagi anak-anak tak diizinkan masuk,” jelasnya.

Iapun meminta PPJ memikirkan ulang untuk menerapkan aplikasi Pedulilindungi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir mengatakan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional bakal diterapkan pekan ini.

Namun, ia meminta agar Kementerian Perdagangan dan Perindustrian serta Kementerian Kesehatan memberikan kelonggaran, termasuk sosialisasi terlebih dahulu.

“Ya, jadi jangan terlalu saklek seperti di mal, yang kita butuhkan edukasi dulu,” ujar Muzakkir.

Menurut dia, kebijakan itu memang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung pasar tradisional di tengah pandemi Covid-19.

“Sebab mesti diperhatikan, pengunjung pasar dan pedagang pasar belum tentu memiliki smart phone atau hp yang mumpuni,” katanya.

Ia menjelaskan, dari total 9.000 pedagang yang berada di bawa Perumda PPJ, sebanyak 80 persen sudah menjalani vaksinasi.

**fredykristianto

Tahun Depan, Dua Sport Center Kecamatan Dibangun

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor telah merampungkam Detail Engineering Design (DED) sport center di tiga kecamatan, yakni Bogor Utara, Bogor Barat dan Bogor Selatan.

Kepala Dispora, Hery Karnadi mengatakan bahwa pembangunan sport center tersebut direncanakan akan berjalan 2022 mendatang. Namun, baru dua kecamatan yang akan digarap lantaran keterbatasan anggaran, yakni Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Selatan.

“Kalau untuk Bogor Barat baru akan dibangun pada 2023. Anggaran pembangunan dua sport center itu sudah dimasukan dalam APBD 2022,” ujar Hery kepada wartawan, Senin (27/9).

Ia memaparkan, sport center Kecamatan Bogor Utara akan dibangun di Cimahpar, kemudian Bogor Selatan di Kertamaya. Sedangkan Bogor Barat di Cilendek Barat,” katanya.

Menurut Hery, total luas lahan untuk sport center Bogor Utara dan Selatam luasnya lebih kurang 5 hingga 6 ribu meter persegi. Sementara, untuk Bpgpr Barat luasnya 8 ribu meter persegi.

“Untuk anggaran pembangunan di Bogor Utara dan Selatan masing-masing Rp10 miliar. Kalau di Bogor Barat bisa belasan miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Hery, sport center akan dilengkapi beberapa fasilitas seperti lapangan outdoor yang kemungkinan besar berupa lapangan sepakbola, lalu lapangan indoor, infrastruktur penunjang dan area komersial untuk UMKM.

Hery menuturkan, desain Sport Center Kecamatan bakal sama, hanya saja ada perbedaan sedikit melihat perbedaan luasan yang ada.

“Ya contohnya lapangan sepakbola di barat bisa tuh kita pakai 90×48 meter, kalau utara dan selatan paling 90×45 meter karena luasannya lebih kecil,” imbuhnya.

Ia menyatakan bahwa secara teknis ada beberapa hal yang masih terus digodok. Yakni, terkait pengelolaan dan jenis rumput yang akan digunakan untuk lapangan outdoor.

“Pengelolaan sepertinya di Dispora, akan kami tempatkan staf disitu. Kalau nanti sudah jalan skema yang benar, baru mungkin diserahkan ke masyarakat. Karena melibatkan perawatannya ya. Selain itu kemungkinan sewa dulu karena menyangkut anggaran perawatan itu,” papar Mantan Kasatpol PP Kota Bogor Kota itu.

Disinggung mengenai rumput yang akan digunakan. Sementara ada dua opsi, yakni menggunakan rumput biasa atau rumput sintetis.

“Condong ke sintetis karena perawatan mudah dan lebih awet. Sekarang sedang kita kaji, kalau pakai rumput berapa, sintetis berapa,” pungkasnya.

**fredykristianto

Bantuan Jabar Hanya Rp20 M, Dewan Dukung Rusunawa Disulap Jadi RSUD

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Usulan pemanfaatan satu tower Rusunawa Menteng untuk ‘disulap’ menjadi Blok 1 RSUD, mendapat tanggapan positif dari Komisi IV DPRD Kota Bogor. Hal itu lantaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) hanya mampu memberikan bantuan keuangan sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengaku bahwa dewan akan melakukan pengecekan ke rusunawa tersebut dalam waktu dekat ini, untuk mengetahui tingkat keterisian, pendapatan dan lain-lain.

“Selain itu, instalasi pengolahan limbah mesti dicek. Sebab, kan beda antara rs dan hunian,” ujar Endah kepada wartawan, Senin (27/9).

Menurut dia, usulan memanfaatkan satu tower rusunawa menjadi Blok 1 RSUD sudah disuarakan saat rapat bersama rumah sakit pelat merah itu. “Saya secara pribadi mendukung, apalagi rusunawa itu milik pemkot, RSUD pun sama. Jadi kan lebih mudah bila antar pemerintah,” katanya.

Endah mengatakan, apabila satu tower rusunawa dimanfaatkan untuk RSUD, diperkirakan anggaran sebesar Rp20 miliar dapat digunakan untuk makeover tempat tersebut.

“Letaknya di belakang RSUD, tinggal bobol tembok saja langsung nyambung. Kan sayang anggaran Rp20 miliar kalau hanya cukup untuk pondasi saja,” ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB), R Ridho mengatakan, Pemkot Bogor harus mencari alternatif solusi, apabila Pemprov Jabar tetap bersikeras hanya membantu Rp20 miliar.

Misalkan, kata Ridho, Pemkot Bogor dapat saja menghibahkan satu tower rusunawa Menteng untuk ‘disulap’ menjadi Blok 1 RSUD. Sebab, sambung dia, berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit pelat merah itu, anggaran Rp20 miliar hanya cukup untuk membuat pondasi gedung setinggi 4 lantai.

“Kalau sekiranya bisa lebih baik, manfaatkan saja satu tower milik rusunawa itu. Dengan anggaran Rp20 miliar saya kira cukup. Tapi ya dicek dulu, bagaimana apakah penghuninya penuh dan pendapatannya bagaimana,” ucapnya.

Atas dasar itu, ia meminta agar RSUD berkomunikasi dengan DPRD dan Pemkot Bogor untuk membahas hal tersebut. “Kalau disetujui dan tidak melanggar aturan, saya kira lebih baik menggunakan tower tersebut. Apalagi letaknya tepat di belakang RSUD,” ungkap dia.

Ridho menegaskan bahwa sebagai organisasi sosial, GMKB paham betul kondisi RSUD Kota Bogor, terutama saat pandemi berlangsung. “Kami paham kondisinya, kebanyakan pasien yang dirawat itu berasal dari luar daerah. Sehingga sudah seharusnya sarana prasarana RSUD ditambah,” katanya.

**fredykristianto

Pengesahan Perda PDJT Jangan Diulur-Ulur

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

DPRD Kota Bogor hingga kini belum mengesahkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Status Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Padahal, perda yang telah dibahas sejak November 2020 lalu, kini telah rampung.

Menanggapi hal itu, Pengurus Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Korp Alumni HMI (KAHMI) Kota Bogor, Dwi Arsywendo mengaku heran mengapa dewan terkesan mengulur-ulur pengesahan perda tersebut. Padahal, regulasi itu hanya mengatur perubahan status dari BUMD menjadi Perumda sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pendirian BUMD terdiri dari Perusahaan Umum Daerah dan Perusahaan Perseroan Daerah.

“Saya mengamati dinamika perubahan perda itu. Sebenarnya kan sudah jelas ini amanat undang-undang, jadi mengapa mesti dipersulit. Kan ini hanya sebatas mengubah status saja, tak ada kaitan dengan permintaan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP),” ucap Dwi kepada wartawan, Senin (27/9).

Pria yang juga seorang advokat ini menegaskan, apabila DPRD ingin mengetahui lebih dalam mengenai pengelolaan PDJT dari awal hingga terseok-seok seperti saat ini. Alangkah baiknya, sambung dia, DPRD membuat pansus tersendiri untuk membahas hal tersebut.

“Kalau mau tahu lebih dalam pengelolaan keuangan dan lain sebagainya, lebih baik dibuat pansus lagi. Pertanyaannya, berani tidak DPRD,” ucapnya.

Dwi menilai, bila diulur-ulurnya pengesahan Perda PDJT dengan alasan belum adanya penjelasan dan laporan pengelolaan, adalah hal yang aneh. Sebab, yang dibahas dalam regulasi saat ini adalah sebatas perubahan status saja.

“Jadi aneh saja kalau dewan bertanya soal pengelolaan dan lain-lain. Itu kan konteks yang berbeda. Pemkot Bogor ingin menata transportasi untuk kepentingan publik, jangan ditahan-tahan,” kata Dwi.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Status PDJT, H. Zaenal Abidin membenarkan bahwa perda tersebut telah rampung, dan hanya tinggal diparipurnakan saja. “Sudah selesai, tinggal diparipurnakan saja,” ujarnya.

Menurut dia, belum diparpurnakannya perda tersebut lantaran masih ada yang ingin ditanyakan oleh DPRD kepada PDJT terkait pengelolaannya. “Kami ingin hati-hati untuk kebaikan PDJT. Tapi secara pribadi saya mendorong untuk segera diparipurnakan,” ungkapnya.

Zaenal mengaku setuju bila DPRD membuat Pansus khusus untuk mengkuliti pengelelolaan PDJT yang menyebabkan perusahaan pelat merah itu ‘mati suri’. “Saya setuju bila ada pansus khusus membahas pengelolaan PDJT, dari awal hingga hancur seperti saat ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Plt Dewan Pengawas PDJT, Agus Suprapto mengatakan bahwa berdasarkan kajian Bagian Ekonomi Pemkot Bogor tidak ada opsi untuk mempailitkan PDJT. Sebab, perubahan status ini hanya untuk mengubah nomenklatur sesuai Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD.

“Di dalam UU dan perpres disebut bahwa bentuk BUMD ada dua, yakni Perumda dan Perusahaan Perseoran Daerah (Perseroda). Ini hanya perubahan nomenklatur, tidak ada hubungan dengan mempailitkan,” ujar Agus.

Menurut Agus, perubahan status menjadi perumda dipilih lantaran bentuk badan hukum itu masih mengakomodir sisi pelayanan. Berbeda dengan perseroda yang fokus terhadap profit oriented.

“Ini hanya soal mengubah nomenklatur. Jadi kalaupun berubah status, belum tentu PDJT akan meminta penyertaan modal daerah. Karena sampai saat ini masih dalam tahap kajian investasi. Dan apabila meminta modal tentunya, harus diperdakan lagi,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, mempailitkan bukanlah pilihan pemkot, tetapi pemerintah menginginkan agar PDJT tetap eksis. Caranya dengan merestrukturisasi organisasi manajemen, modal keuangan dan protofolio bisnis. “Hal-hal itu yang akan ditata,. Bila berjalan baik, baru proses selanjutnya. Kalau layak dikembangkan, ya dikembangkan,” katanya.

Agus menegaskan, untuk mengeksiskan PDJT tidak selamanya membutuhkan suntikan modal, bila kerjasama dengan pihak swasta berjalan. Sebab, PDJT tak hanya berkutat pada sektor angkutan, tetapi juga bisa menjadi management bus company seperti Trans Jakarta.

“Cara menghidupi PDJT tak hanya dari karcis, tetapi bisa dari bengkel atau pengelolaan parkir. Jadi salah bila penyertaan modal digunakan untuk operasional. Yang benar itu untuk investasi,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan itu.

Lebih lanjut, kata Agus, pihaknya juga sudah menyiapkan opsi pengembangan PDJT dengan menggandeng PPD dalam membuka koridor baru, pengelolaan SPBU dan perbengkelan dengan menggandeng swasta.

**fredykristianto

Ayat Supriyatna Dominasi Kategori Ketepatan Mendarat Kelas A

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pilot Gantole Jawa Barat, asal Kabupaten Bogor, Ayat Supriyatna, yang saat ini tengah bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, masih memimpin jalannya pertandingan kategori Ketepatan Mendarat (KTM) Kelas A.

Dari delapan Sorty yang akan dimainkan, Ayat Supriyatna masih memimpin di lima sorty yang telah dimainkan, yang masing-masing hasil dari R1 111, R2 299, R3 125, R4 217, dan R5 90 dengan total poin 842. Sedangkan tiga sorty yang belum dimainkan, dan siap digelar Selasa (28/9/2021).

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengcab Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi, yang juga Manajer tim gantole Jawa Barat untuk PON 2021, Senin (27/9/2021).

“Tersisa tiga sorty lagi yang belum dimainkan. Dari tiga sorty yang tersisa, kita sudah bisa memprediksi Ayat Supriyatna mampu menyelesaikannya dengan sempurna, dan pastinya satu medali emas telah kita amankan dari kategoti Gantole KTM Kelas A perorangan putra untuk Jawa Barat,” ujarnya.

Selain dari kategori KTM Kelas A perorangan putra, kategori KTM Kelas A beregu, Ayat Supriyatna berpasangan dengan Riko Baihudin Saputra juga memimpin jalannya pertandingan. Karena dari lima sorty yang dimainkan, Ayat dan Riko berada diurutan pertama dengan raihan Poin R1 360, R2 1579, R3 560, R4 217, dan R5 263 dengan total poin 2972. Namun sambung Wawan Hikal, masih tersisa tiga sorty untuk kategori KTM Kelas A beregu yang belum dimainkan.

“Kita sudah bisa pastikan, satu medali emas dari kategori KTM kelas A perorangan, diraih Ayat Supriyatna, dan satu medali emas dari KTM kelas A beregu. Sehingga dua medali emas telah kita amankan, namun kita berharap, Ayat dan Riko bisa menyelesaikan tiga sorty yang tersisa dengan baik,” pungkasnya.

**as.pangrango