30.5 C
Bogor
Sunday, August 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1119

Anggi Williansyah Raih Medali Emas Cabor Anggar

0

Merauke | Jurnal Inspirasi

Atlet anggar Kota Bogor, Anggi Williansyah, yang memperkuat Kontingen Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, berhasil meraih medali emas dari nomor Epee perorangan putra, yang berlangsung di aula Archelaus Sai, Kabupaten Merauke, Rabu (6/10/2021).

Anggi Wiliansyah

Raihan satu medali emas tersebut diraih Anggi Wiliansyah, setelah berhasil mengalahkan atlet anggar perwakilan Provinsi Riau, M Fajrin, dengan skor 15-14. Dengan begitu Anggi keluar sebagai juara pertama, sedangkan M Fajri keluar sebagai juara kedua. Sementara peraih medali perunggu (juara tiga bersama) diraih atlet Jawa Timur, Sigy Kanadela dan perwakilan dari Riau, M Fachroji.

Ketua Umum Pengurus Cabang Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengaku bangga dengan capaian satu medali emas yang telah dipersembahkan Anggi Williansyah untuk Jawa Barat di ajang PON 2021.

“Ini adalah hasil dari kerja keras Anggi selama berlatih, sehingga Anggi tampil maksimal di partai final nomor Epee perorangan putra, dan mempersembahkan medali emas untuk Jawa Barat dari cabang olahraga anggar di ajang PON 2021,” ujar Rino.

Ia menjelaskan, jika proses latihan yang tekun dijalankan atlet-atlet anggar Kota Bogor. Mudah-mudah akan membuahkan hasil yang manis, sebab yang namanya proses dan perkuangan tidak pernah menghianati proses, dan kali ini Anggi mampu membuktikan dengan raihan medali emas.

“Anggi adalah aset Kota Bogor. Apalagi Anggi kerap mengharumkan nama Kota Bogor di event-event olahraga yang diikutinya, hingga di ajang PON 2021 kali ini,” pungkasnya.

**as.pangrango

Penembak Kota Bogot Kembali Sabet Medali Emas PON Papua

0

Jayapura | Jurnal Inspirasi

  • Dua atlet menembak putra Jawa Barat, asal Kota Bogor Ipung S Tamami dan Fathur, berhasil meraih satu medali emas nomor 10 Meter Air Rifle Men, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di Lapangan Menembak Kampung Harapan, Kabupaen Jayapura, Rabu (6/10/2021).

Ipung dan Fathur berhasil menyelesaikan pertandingan final nomor 10 Meter Air Rifle Men dengan total nilai tertinggi 1238.0 point. Disusul atlet menembak DKI Jakarta, dan dengan nilai 1226.4 point. Sedangkan posisi ketiga ditempati atlet dari Kalimantan Selatan dengan nilai 1133.8 point.

Pelatih Kepala Menembak Jawa Barat, Moch Benninu Argoebie, sangat bangga dengan tambahan satu medali emas dari cabor menembak yang dipersembahkan Ipung dan Fathur di ajang PON 2021 ini.

“Kita sudah memprediksi sejak awal, kalau Ipung dan Fathur akan meraih medali emas di nomor 10 Meter Air Rifle Men Tim,” ujar Moch Benninu Argoebie, Rabu (6/10/2021).

Pria yang tercatat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor ini menerangkan, jika saat ini atlet Jawa Barat masih akan bertanding di nomor perorangan putra.

“Mudah-mudahan dari nomor perorangan 10 Meter Air Rifle Men atlet menembak Jawa Barat bisa menambah pundi-pundi medali emas untuk Jawa Barat,” pungkasnya.

**as.pangrango

Negara Diminta Hadir, KSB Gagal Bayar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sejumlah nasabah mendatangi kantor pusat Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSB) di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (6/10). Mereka menuntut agar KSB segera melakukan pembayaran dari yang sudah dijanjikan September lalu. Tak hanya nasabah, sejumlah marketing simpan pinjam (MPS) dari beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta juga meminta langsung Ketua Pengawas KSB Iwan Setiawan mencarikan solusi.

“Negara mesti hadir, kami sudah pusing dikejar-kejar anggota (nasabah) KSB yang belum menerima pembayaran,” ujar Toto, MPS dari Klaten.

Dia menjelaskan, KSB memiliki 180 ribu anggota dengan total gagal bayar mencapai Rp 7,1 triliun dengan simpanan dan investasi masing-masing anggota bervariasi dari jutaan hingga miliaran. “Situasi sulit sekarang saya butuh uang, ada 35 juta disini (KSB) hasil dari menyisihkan uang dari gaji yang saya simpan, nabung setiap bulannya 60 ribu,” ujar nasabah dari Cibinong, Desi.

Hal yang sama juga dikatakan Jagur yang keponakannnya sudah 5 tahun menabung, namun saat membutuhkan uang, dananya tidak ada. “Kami ingin ada kepastian dan tadi sudah negosiasi mudah-mudahan uangnya ada dan secepatnya diterima, Kami datang baik-baik dan damai, secepatnyalah,” ujarnya.

Begitu juga dengan Romauli dari Tanah Saeral yang uangnya Rp278 juta belum jelas kepastian kapan diterimanya. Dia mengharapkan KSB melakukan pembayaran agar masalah ini tak berlarut-larut menjadi polemik.

Sebelumnya masalah gagal bayar ini pada Agustus 2020 lalu, Pengadilan Tinggi Jakarta telah memvonis atau menyatakan koperasi ini masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam perdamaian PKPU maka utang akan menjadi tanggungjawab koperasi. Namun demikian koperasi ini tetap diizinkan beroperasi karena kesulitan yang dialami karena faktor eksternal, yaitu pandemi Covid-19 dimana terjadi kesulitan dalam pengembalian maupun pembayaran pinjaman.

**ass

Dedie Rachim: Wisata Malam GLOW Tunggu Kajian Dulu

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wisata malam GLOW di Kebun Raya Bogor (KRB) terus menjadi polemik. Penolakan pun terus mengalir deras dari berbagai kalangan. Hal itu pun membuat Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim angkat bicara. Menurut dia, PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku pengelola dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menunggu hasil kajian terlebih dahulu terkait dampak yang ditimbulkan dari wisata tersebut.

“Sikap pemkot jelas, Wali Kota Bogor Bima Arya sudah meminta dilakukan kajian oleh IPB maupun BRIN,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/10).

Selain itu, sambung Dedie, pemkot juga meminta agar pengelola melakukan langkah komprehensif kepada masyarakat agar tak terjadi miss komunikasi. Sebab, sejauh ini Pemkot Bogor tak memiliki kewenangan 100 persen terhadap KRB.

Kata Dedie, seyogyanya kajian yang dibahas harus dibarengi praktik agar lebih menyeluruh dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Bila ternyata hasilnya negatif, ikuti rekomendasinya. Ini harus ada kesepakatan. Artinya semua orang punya pertimbangan dan pandangan, semua harus duduk bersama. Yang menjadi objek pun yang harus diawasi,” jelasnya.

Ia menyatakan, nantinya kajian harus disampaikan secara terbuka ke masyarakat agar paham. “Ya, bila perlu dikoreksi, ya koreksi. Kalau perlu ditutup, ya disesuaikan dengan hasil kajian,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Padjajaran Saleh Nurangga mengaku keberatan atas pengelolaan KRB yang dilakukan oleh swasta. Sebab, ia menilai sejak dikelola swasta, KRB semakin kehilangan marwah.

“Misalnya ada acara-acara di malam hari, merubah tatanan yang ada seperti jalan-jalan yang sengaja dibuat dari bebatuan agar tetap menjadi resapan air hujan, kini di tutup dengan semen. Apalagi GLOW menggunakan sound sistem yang memecah keheningan di waktu malam serta penggunaan lampu-lampu berlebihan yang bahkan diarahkan ke beberapa tempat yang medianya adalah tanaman,” ungkapnya.

Atas dasar itu, kata Saleh, budayawan dan masyarakat Bogor merasa wajib menegur kepada pihak terkait kondisi KRB saat ini. “Kembalikan fungsi KRB seperti semula, yakni sebagai area penelitian, area edukasi, dan area rekreasi alam bagi seluruh lapisan masyarakat yang terjangkau oleh semua kalangan,” bebernya.

Selain itu, kata Saleh, pihaknya juga menolak keras segala bentuk komersialisasi yang berkaitan dengan ekploitasi KRB, karena akan berdampak pada rusaknya tatanan originalitas yang sudah terbentuk selama berabad-abad.

“KRB sebagai Hutan Kota, resapan air, jantung oksigen kota, jaga kelestarian ekosistem 15 ribu jenis tumbuhan dan pohon, menolak adanya penginapan maupun hotel. KRB itu kawasan sakral ada maqom leluhur atau orangtua Bogor,” ungkapnya.

Saleh menceritakan, KRB mulanya merupakan bagian dari “Samida” hutan buatan atau taman buatan yang setidaknya pada saat pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi), 1474 – 1513) dari kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis.

Hutan buatan, sambungnya, ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka. “Hutan ini kemudian dibiarkan setelah kerajaan Sunda takluk dari kesultanan Banten, hingga Gubernur Jendral Van der Capellen membangun rumah peristirahatan disalah satu sudutnya pada pertengahan abad 18,” jelasnya.

Kemudian, pada awal 1800 Gubernur Jendral Thomas Stamford Rafles yang mendiami istana Bogor dan memiliki dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W.Kent yang membangun Kew Garden di London. “Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik, inilah awal mula KRB,” pungkasnya.

**fredykristianto

Muscam KNPI Cigudeg Diharapkan Berjalan Sukses

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Perhelatan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor tak lama lagi akan segera digelar. Salah satu kandidat Rizki Muhammad mengajak mensukseskan hajatan muscam PK-KNPI, Oktober 2021 ini. “Bulan Oktober merupakan bulan penuh makna terutama bagi pemuda. Dimana pemuda itu sebagai calon leader agent of chage (AOC). Jika merujuk pada hajat-hajat kepemudaan, salah satunya adalah perhelatan  muscam Komite Nasional Pemuda Indonesia(KNPI),” kata Rizki Muhamad, kemarin.

Ia mengaku yakin esensi dari penyelenggaraan muscam selain dari program kerja DPD KNPI tingkat  Kabupaten Bogor dapat berjalan sukses,”  tutur Rizki, Rabu (6/10).

Menurutnya, turun edaran pemberitahuan dari tingkat dewan hingga kepengurus daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bogor, pelaksanaan teknis penyelenggaraan pemilihan ketua KNPI tingkat kecamatan, kata dia, sudah jelas terjabar acuan maupun aturan.

Dimana semua harus menjadi dasar pelaksanaan yang mutlak dan menjadi pegangan yang objektif di tataran tim pengadil adalah panitia sebagai pelaksana. “Guna terjaringnya aktivis di tataran kecamatan yang berkompetensi adanya  kesempatan dalam memberikan ruang agar mempunyai arena pengembangan suatu potensi bisa bermanfaat di wilayah,” jelasnya.

Sementara deadlock atau terjadinya chaos di tempat lain, menurutnya ada beberapa faktor kemungkinan pertama diduga sikap “by order”dari pendahulu yang biasa kita kenal dengan bahasa senior, sehingga panitia pelaksana penyelenggara melaksanakan hanya ceremony saja.

“Kedua tidak menutup kemungkinan provokasi dari satu pihak yang memaksakan kehendak sehingga bagaimanapun caranya harus sampai di tujuan. Namun terlepas dari itu, harus kita perhatikan bersama kunci dari suksesnya hajat pemuda ini tidak terlepas dari 3 kunci, pertama adab, silaturahmi dan berjalannya komunikasi dengan baik,” ungkapnya.

Kecamatan Cigudeg sendiri kata dia tidak akan seperti di tempat lain yang pernah terjadi chaos, asalkan tidak meremehkan tiga hal tersebut. “Bagaimana pun kontestan yang terhimpun nanti di arena Muscam KNPI adalah saudara,  yang pasti memiliki integritas tinggi dan teruji secara kompetensi. Yang penting adalah menjunjung tinggi sportivitas,” pungkasnya.

**aripekon

Wawan Welo Sabet Medali Perak Cabor Balap Motor PON Papua

0

Merauke | Jurnal Inspirasi

Pebalap Kabupaten Bogor, Wawan Wello yang berpasangan dengan pebalap perwakilan dari Kabupaten Bekasi Rio Andrianto, sukses mempersembahkan satu medali perak untuk Jawa Barat, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di Sirkuit Fregeb Waninggap Sai Gau, Kabupaten Marauke, Papua, Rabu (6/10/2021).

Satu medali perak tersebut, berhasil sumbangkan Wawan Wello dan Rio dari cabang olahraga balap motor road race nomor Modifikasi Beregu Up 20, finis P4 dan P8 dengan total 12 poin. Sementara medali perunggu direbut pebalap Jawa Tengah, Muhammad Erfin Firmansyah dan Reza Hanum Subentra yang finis P5 dan P9.

Sementara medali emas diraih pebalap tuan rumah atas nama Gupita Kresna dan Boy Arbi yang memiliki akumulasi poin terkecil yakni delapan, sehingga berhak naik podium teratas dari nomor Modifikasi Beregu Up 20 pada PON 2021 ini.

Ketua Umum IMI Korwil Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom, mengaku puas dengan dengan torehan medali perak yang telah dipersembahkan Wawan Wello bersama pebalap perwakilan Kabupaten Bekasi dari cabor balap motor road race nomor Modifikasi Beregu Up 20 di ajang PON yang berlangsung di Bumi Cendrawasih tahun 2021 ini.

“Wawan Wello sudah berjuang dengan maksimal, dan telah menyumbangkan medali perak untuk Jawa Barat di ajang PON Papua 2021. Sehingga hasil ini patut kita apresiasi atas perjuangan mereka,” ujar Aan Triana Al Muharom.

Prai yang akrab disapa Aan ini menambahkan, pada PON 2021 kali ini melombakan empat kelas yakni, Standar Perorangan dan Beregu serta Modifikasi Perorangan dan Beregu. Motornya menggunakan Yamaha MX King 150 dengan penggantian footstep dan monoshock pakai produk RCB serta ban memakai Pirelli Diablo Rosso Corsa 2.

“Kita pasti berikan apresiasi kepada pebalap perwakilan Kabupaten Bogor Wawan Wello. Karena atas perjuangannya Wawan dan Ria bisa menambah koleksi medali perak untuk Jawa Barat di ajang PON 2021,” pungkasnya.

**as.pangrango

Tirta Pakuan dan PT Adhi Karya Lakukan Pertemuan

0

Bahas Antisipatif Kebocoran Pipa di Area Double Track

Bogor | Jurnal Inspirasi

Perusahaan Umum Daerah (Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mengadakan pertemuan dengan PT Adhi Karya sebagai pengembang Proyek Strategi Nasional (PSN) Double Track atau jalur ganda kereta api Bogor – Sukabumi, di ruang rapat utama Tirta Pakuan, Rabu (6/10).

Pertemuan dihadiri Direktur Utama Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan, didampingi Direktur Teknik Ardani Yusuf, Direktur Umum Rivelino Rizky dan sejumlah pejabat struktural. Sedangkan dari pihak PT Adhi Karya dihadiri Manager Proyek Adi Siswanto beserta jajarannya.

“Pada prinsipnya Tirta Pakuan sangat mendukung program jalur ganda kereta api ini yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Jawa Barat,” ujar Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira, Rabu (6/10/2021).

Namun Rino mengingatkan agar pengerjaannya harus memperhatikan ultilitas publik, termasuk asset perpipaan milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Sejumlah point dibahas dalam pertemuan tersebut. Yang terpenting adalah langkah antisipasi bagaimana kejadian dua pipa transmisi yang bocor beberapa lalu tidak terulang kembali. Karena sangat merugikan Tirta Pakuan dan pelanggan.

Sementra itu Adi Siswato mengatakan, pihaknya akan lebih mencermati titik-titik mana saja yang dianggap rawan, sehingga bisa mencegah terjadinya kebocoran pipa. PT Adhi Karya pun akan koperatif terkait ganti rugi yang ditimbulkan akibat kerusakan.

“Kami akan lebih mempelajari dan mencermati titik-titik mana saja yang dianggap rawan atau tertanam pipa Perumda Tirta Pakuan, dan pihak kami dapat mencegah terjadinya kebocoran agar tidak terulang kembali,” tukas Manager Proyek Adi Siswanto.

**handymehonk

Plt Camat Cigombong Tinjau Lokasi Bekas Galian C

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Plt Camat Cigombong, Kabupaten Bogor, Asep Achdiat Sudrajat langsung turun ke lokasi bekas galian C batu kapur di Kampung Panyarang, RT 03 dan 05 di RW 7 Desa Ciburayut. Peninjauan yang dilakukan mantan kepala bidang di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor itu, menindaklanjuti adanya keluhan dari warga yang merasa cemas dengan kondisi bekas galian berubah menjadi danau.

Plt Camat Cigombong Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, dari hasil peninjauan ke lokasi, kondisi bekas galian tersebut memang membahayakan warga terutama anak-anak. Sebab, bekas galian sudah berubah seperti danau. “Sengaja saya datang ke lokasi galian ini, untuk mengecek seperti apa kondisinya. Tapi sayangnya, pemilik galian tidak ada. Jadi belum ketemu” ungkapnya kepada wartawan.

Namun, Asep melihat ada potensi yang bisa dikembangkan di lokasi galian itu. Dimana, bekas galian tersebut bisa menjadi potensi usaha perikanan dan dijadikan lahan produktif.  “Dalam pemikiran saya, ini bisa dijadikan lahan produktif. Bisa juga dijadikan usaha perikanan jaring terapung dan wisata wahana air,” ujarnya.

Plt Camat Cigombong mengaku akan berkordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Ciburayut untuk mengelola lokasi itu melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes). “Bila dikelola dengan baik oleh BumDes, sudah pasti itu akan menjadi sumber pendapatan asli desa,” paparnya.

Selain menjadi sumber pendapatan desa, lanjutnya, apabila keberadaan bekas galian itu terlaksana dikelola desa, dampak positifnya bisa berimbas kepada perekonomian warga sekitar. “Mudah-mudahan lahan yang tadinya seperti jadi masalah, bisa diubah menjadi sebuah potensi bagi desa maupun perekonomian masyarakat,” imbuh Asep.

Sebelumnya, Anna warga Kampung Panyarang mengatakan, galian C di lokasi ini sudah puluhan tahun ada dan dimanfaatkan warga sebagai tempat untuk mengais rezeki. “Kalau cerita dari orangtua disini, galian C itu ada sejak tahun 1982. Dan  sebagai lahan tambang masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan.

Namun, karena batu kapur tersebut sudah habis, akhirnya para penambang pindah lokasi ke arah selatan tak jauh dari galian yang lama. “Galian ini untuk bahan material pembuatan batako di Sukabumi,” ujar Anna yang juga mengaku pernah bekerja tambang sejak 20 tahun silam.

Anna membenarkan para penambang disini tidak pernah melakukan reklamasi di lokasi bekas galian. Akibatnya, bekas galian yang dibiarkan dipenuhi air layaknya sebuah danau.  “Kubangan air lumayan dalem. Khawatir kalau sampai anak-anak main kesini ke lokasi bekas galian ini,” tukas Anna.

**dedesuhendar

Mantan Ketua FPI Bebas, Langsung ke Ponpes An Nur

0

Ciseeng | Jurnal Inspirasi

Mantan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Sobri Lubis pada Rabu (6/10) resmi bebas dari Rutan Mabes Polri. Setelah bebas, KH Ahmad Sobri Lubis langsung kembali ke kediamannya di Ponpes An Nur di Jalan Raya Binong Ciseeng, Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

KH Ahmad Sobri Lubis sampai di Ponpes sekitar pukul 11.45 Wib berada di dalam rombongan mobil Alfard hitam dan beberapa pengiring mobil lain mulai dari Grand Livina, Fortuner putih dan Avanza hitam.

Saat dating, KH Sobri Lubis disambut para santri dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan jamaah yang menyambut dibatasi hanya para ulama  dan habaib diperbolehkan masuk untuk menyambut kebebasan KH Ahmad Sobri Lubis. Sementara petugas keamanan berjaga diluar Ponpes An Nur.

Diketahui  Sobri Lubis bersama lima orang lainnya dijerat kasus pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat. Menurut Sobri Lubis dirinya bersama teman-teman ada 5 orang kasus kerumunan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan sudah selesai. ” Selesai tidak ada potongan dan seterusnya. Kita sudah bebas,” kata Sobri di Gedung Bareskrim dilansir dari Viva.

**cepikurniawan

Wakil Ketua DPRD Sorot Warga Lahiran Harus Ditandu

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Setelah viralnya warga yang hendak lahiran harus ditandu memakai kain karena berada di Kampung terisolasi di Desa Gunung Menir, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor mendapatkan sorotan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi. Pria yang biasa disapa Wanhai itu menysesalkan kondisi warga hendak melahirkan harus ditandu karena akses jalan yang sangat sulit dan terjal.

 “Sebenarnya di Kabupaten Bogor sudah tak ada desa tertinggal, tapi makanya saya kaget dan menyesalkan masih ada akses jalan yang kurang diperhatikan pemerintah daerah,” kata Wakil Ketua DPRD Wawan Hikal Kurdi.

Politisi Partai Golkar itu menyampaikan, adanya program Samisade yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu bisa diprioritaskan. “Yang utamanya jelas, Pemerintah Kabupaten Bogor harus betul respons terhadap kondisi masyarakat yang rela ditandu cuma buat ke Puskesmas,” sesalnya.

Ia berharap, kejadian ini jangan sampai terulang. Karena masyarakat juga perlu mendapatkan fasilitas yang layak. “Harusnya ada skala prioritas terutama dari pihak desanya. Jangan sampai ada pembiaran,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu hamil merupakan warga di Kampung Gunung hendak melahirkan di Puskesmas harus ditandu menggunakan kain sarung dan dipapah memakai bambu oleh warga sekitar. Pasalnya, kondisi jalan yang terjal serta akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Bahkan warga Kampung Gunung Menir bernama Teni Tania (19) yang ditandu itu viral saat video yang direkam warga ramai di grup perpesanan. Kejadian tersebut menurut informasi terjadi beberapa waktu lalu yakni pada 27 September 2021. Saat ini ibu dan bayinya yang sudah lahir itu kondisinya sehat.

Diungkapkan Bidan Desa Pabangbon Ayu Kusuma bahwa saat itu ada pasien ibu hamil datang usai ditandu dari Kampung Menir dibawa ke Puskesmas Pembantu Desa Pabangbon.

**cepikurniawan