30.5 C
Bogor
Sunday, August 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1118

Tangan Dingin Dirja Wijardja Lahirkan Lifter Kelas Dunia Berprestasi Emas

0

Jeddah | Jurnal Inspirasi

Lifter Junior Indonesia atas nama Satrio Adi Nugroho berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior atau IWF Youth  World Championship 2021. Satrio Adi Nugroho  tampil dalam angkatan 55 kg putera  dan mendapatkan 1 medali emas dalam kejuaraan yang digelar di Jeddah, Arab Saudi.

Selain itu, Satrio Adi Nugroho  juga berhasil memecahkan rekor dunia youth dengan angkatan Snatch 110  jadi 111 kg. Satrio  Adi Nugroho memecahkan rekor yang selama ini dipegang DO Tu Tung ( Vietnam) .

Dalam event  IWF Youth World Championship 2021 itu Timnas Angkar besi Indonesia  yang diarsiteki Dirja Wiharjda hanya membawa dua atlet andalannya. Selain Satrio Adi Nugroho,  satu atlet lainnya atas nama Najla Khoirunisa  yang turun di kelas 45 kg putri berhasil mendulang 3 medali perunggu.         

‘ Alhamdulillah  atlet Indonesia  atas nama Satrio Adi Nugroho  berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia dalam  IWF Youth World Championship 2021,’ ujar  Dirja Wihardja pelatih angkat besi nasional bertangan dingin yang selalu.melahirkan talenta atlet dunia  kepada awak media  lewat telpon selulernya , Kamis, 7  Oktober 2021.      

Dalam event ini, kata Dirja , semua negara  yang ambil bagian dalam  IWF Youth World  Championship 2021  mengirimkan para  atlet terbaiknya.

‘Saya bangga Satrio dan Najla mampu menorehkan prestasi yang membanggakan Indonesia  dikancah  Internasional khususnya  cabor angkat besi,’ papar  Dirja yang saat ini juga jadi Head Coach Tim Angkat Besi PABSI Kabupaten Bogor.        

Harapannya, kata Dirja, para lifter ini nantinya bisa ambil bagian dalam Olimpiade 2024  di Paris.

**as.pangrango

The Buldozer Jadi Kuda Hitam Liga 3 Jabar Seri 1

0


 

Citeureup Raya | Jurnal Inspirasi

Jelang bergulirnya Liga 3 Jabar seri 1, tim Citeureup Raya FC besutan Dian Irawan tengah fokus melakukan serangkaian uji coba. Dalam uji coba  Rabu, 6 Oktober 2021,  Citeureup Raya  FC  berhasil menggasak  Persikasi Kabupaten Bekasi dengan skor 2-0

Dua gol yang dicetak Citeureup Raya FC kegawang Persikasi Bekasi  pada laga uji coba yang digelar di Stadion  KONI Citeureup tersebut dicetak Aprijal dan Rido.

Tim Buldozer julukan bagi Citeureup FC merupakan salah satu wakil dari Kabupaten Bogor yang akan berkiprah di ajang seri 1 Liga 3 Jawa Barat .

Para pemain yang tergabung di Buldozer  FC merupakan para pemain terbaik yang ada di wilayah Citeureup dan juga daerah lain yang ada di Kabupaten Bogor.  

“ Kami akan memanfaatkan potensi talenta sepakbola lokal yang ada di Kabupaten Bogor, “ tegas  CEO Citeureip Raya FC, Dedi Cakra Baidilah  kepada awak media, Kamis, 7 Oktober 2021.

Cakra menambahkan, kualitas para pemain sepakbola asal Kabupaten Bogor sangat bagus dan tak kalah dari para pemain luar Kabupaten Bogor.

“ Target kami tak muluk muluk di ajang Liga 3 Jabar ini, kami ingin memenangkan semua laga yang akan kami lakoni,” tegas mantan pemain Liga 1 Indonesia yang saat ini dikenal sebagai pengusaha muda di Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, kata Cakra,  Citeureup Raya ini punya spirit “ Menang Satu Kewajiban dan  Fair Play Satu Keharusan”

Sementara itu, Dian Irawan selaku arsitek Citeureup Raya mengaku sangat optimis dengan talenta dan semangat  para pemainnya saat membungkam  Persikasi Bekasi 2-0 .

“ Talenta kami punya semangat dan disiplin tinggi untuk menang. Makanya, skuad Buldozer ini sangat  optimis menatap Liga 3 Jabar Seri 1 2021,” tegas Dian  Irawan yang juga mantan pemain Persisam Samarinda ini

Lebih lanjut, kata Dian, sebelum  Kick Off  Liga 3 Jabar  Seri 1 yang akan dimulai 4 Desember  2021 mendatang timnya akan terus melakukan serangkaian uji coba dengan tim tim yang ada di Jabodetabek .

Perhelatan Liga 3 Jabar  Seri 1 yang akan diikuti Citeureup Raya  akan digulirkan pada tanggal 4 Desember 2021 akan dimanfaatkan sebagai ajang pembuktian kualitas atau talenta Citeureup Raya FC  sebagai Kuda Hitam dalam kancah Liga 3 Jabar serii 1.

**as.pangrango

Penambangan Marak di Klapanunggal, Kades Lulut Khawatir

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Aktivitas penambangan marak terjadi di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Penambangan ini diduga ilegal ini hingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satu penambangan liar terjadi di Desa Lulut. Kendati sudah pernah ditutup dan disegel praktik illegal mining ini, namun eksplorasi penambangan tetap jalan.

Ironisnya, para penambang liar tersebut masih nekat beroperasi, bahkan di dekat area akan dibukanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nambo. Mereka masih melancarkan aksinya kendati banyak warga serta Pemerintah Desa (Pemdes) yang mengeluhkan dampak penambangan serta menolak aktivitas tersebut.

Dengan praktik illegal mining tersebut, para penambang liar tidak memperhatikan dampak lingkungan yang bakal digalinya tersebut hingga membuat Pagar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nambo Banyak yang rusak. Seolah tidak memikirkan dampak kerusakan lingkungan dan alam dengan mengunakan alat beratnya menggali lahan Perhutani

Terkait maraknya penambangan liar tersebut, Kepala Desa Lulut, Udin mengeluhkan, akibat rusaknya alam serta khawatir akan terjadi hal- hal yang tidak diinginkan hingga sudah beberapa kali mengirim surat untuk penghentian penambangan ke pihak penambang.

“Akibat penambangan ini banyak debu dan jalan licin ketika hujan dan rawan kecelakaan serta mengakibatkan jalan rusak, juga pencemaran lingkungan,” ujarnya yang tertuang dalam surat yang dikirim ke salah satu perusahaan penambang.

“Sudah beberapa kali kami berkirim surat ke pihak terkait salah satunya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor namun belum ada respons dan tindakan yang kongkrit sehingga bisa menghentikan penambangan tersebut,” ujarnya.

Kades meminta agar praktik penambangan liar ini dihentikan, masyarakat sudah muak dengan hal ini. Pasalnya, kalau terjadi bencana bukan penambang yang menerima dampaknya, melainkan masyarakat yang merasakan.

Terpisah, Coordinator VOSY (Voice of Society) Aslan, juga menyayangkan penambang seolah tidak tersentuh hukum dan seolah kebal hukum. “Kegiatan penambangan ini sudah bertahun-tahun dan sudah pernah disegel oleh Satpol PP namun beroperasi kembali,” jelasnya.

Dia menambahkan, tak sedikit warga yang mengeluhkan, tidak adanya kompensasi kepada warga yang terdampak dan seakan akan semua pihak terkait tutup mata perihal masalah ini. Dalam hal ini Aslan menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus tegas. “Saya menduga banyak oknum aparat dan oknum lainnya yang terlibat dalam penambangan liar ini,” tegasnya

“Saya meminta kepada aparat penegak hukum agar segera menghentikan kegiatan penambangan dan menutupnya secara permanen karena akibat penambangan liar in ,akan merusak alam dan lingkungan yang ada,” tutupnya.

**naynur’ain

Hanya 7 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan yang Tewaskan Pelajar Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota menangkap oknum siswa dari salah satu sekolah negeri di Kota Bogor, RA (18) yang jadi pelaku pembacokan terhadap RMP (17) yang juga berstatus pelajar di Jalan Raya Palupuh, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara pada Rabu (6/10) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Selain RA, polisi juga menangkap rekan pelaku, ML (17) yang turut membantu pelaku saat RA menghabisi nyawa RMP dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Condro Purnomo mengatakan bahwa polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda CBR bernomor polisi F 3533 EV yang digunakan untuk mengejar korban dan enam senjata tajam (sajam).

“Dari pengeledahan di sekitar tempat kejadian perkara dan lokasi penangkapan ditemukan enam sajam. Hal ini tentunya ini sudah dipersiapkan. Kami juga mengamankan screenshot percakapan yang isinya janji untuk melakukan kekerasan,” ujar Kapolresta kepada wartawan, Kamis (7/10).

Ia mengatakan bahwa penangkapan pelaku dilakukan hanya berselang tujuh jam setelah kejadian. “Kami meminta hentikan segala bentuk tindak kekerasan. Apalagi ini pelakunya pelajar, korbannya pelajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Kompol Dhony Erwanto menjelaskan bahwa selain dua pelaku, polisi juga mengamankan enam orang yang kini penyidikannya masih berproses.

“Ada yang yang sudah mengetahui bahwa pelaku mau ke TKP. Ada juga yang tidak. Empat orang diantaranya tidak saling kenal dengan pelaku, dan tidak tahu apa yang mau dilakukan. Sedangkan yang dua satu sekolah dengan pelaku,” jelasnya.

Kompol Dhony mengatakan, aksi penyerangan berujung maut itu didasari oleh permasalahan personal. Pasalnya, sebelum kejadian sekira pukul 15.00 WIB, pelaku sempat dianiaya yang kemungkinan dilakukan kelompok korban.

“Informasi dari pelaku kita masih didalami, kita gak tahu siapa yang melakukan penganiayaan terhadap tersangka. Sebab, pelaku juga tak mengetahui,” katanya.

Ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil otopsi ditemukan tiga luka robek pada bagian tubuh korban, yakni tengkuk bagian belakang, kaki dan dada, yang menyebabkan RMP meninggal dunia.

Kata dia, kejadian tersebut pertama kali diketahui saat teman korban melaporkan peristiwa tragis itu kepada orangtua RMP, warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah. Kemudian, orangtua RMP mendatangi lokasi kejadian dan melaporkannya kepada polisi.

Mendapat laporan itu, polisi bergerak cepat dan menangkap pelaku di kediaman temannya di kawasan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, dan menemukan sebilah celurit dalam tas tersangka.

Pelaku, sambungnya, dijerat dengan pasal 80 ayat 1 dan 3, UU RI Jo pasal 76 C Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tengang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

**fredykristianto

Bahayakan Pengendara, Warga Keluhkan Tiang Listrik dan Telkom di Jalan Cicadas-Tegal Waru

0

Ciampea  | Jurnal Inspirasi

Pengguna jalan yang melintas Jalan Cicadas – Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, mengeluhkan keberadaan tiang listrik dan tiang Telkom yang berdiri di badan jalan dan saluran drainase.

Pantauan pada Kamis (7/10), tiang listrik dan tiang telkom itu berdiri di badan jalan dan saluran drainase yang ada di Jalan Cicadas – Tegal Waru atau jalur penghubung ke beberapa desa. Meski tidak berdiri di tengah-tengah, tapi keberadaan tiang listrik itu membahayakan pengguna jalan.

“Mengganggu sekali, udah mah jalannya sedang diperbaiki, ditambah ada tiang listrik yang menjorok ke badan jalan, itu membahayakan para pengguna jalan,” ujar salah satu pengguna jalan, Fajar Andika (45).

Fajar mengungkapkan, para pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut harus sangat berhati-hati, apalagi di malam hari. “Kalau yang enggak tahu, ini bisa ditabrak sama pengguna jalan. Apalagi di malam hari jalan ini gelap dan minim penerangan,” ungkapnya.

Sementara itu, warga sekitar Tofan menuturkan, tiang listrik yang ada di badan dan batu jalan tersebut sudah ada sejak lama. “Sudah lama, persisnya enggak tahu,” ujarnya.

Masih kata Tofan, masyarakat sangat senang adanya jalan Cicadas – Tegal Waru dibangun dangan dibeton. Tapi sayang dengan adanya tiang listrik dan Telkom menjadi tidak bagus. Dan bisa membahayakan pengguna jalan.

“Saya berharap kepada pemerintah dan PLN untuk memindahkan tiang listrik dan Telkom tersebut ke posisi yang lebih aman. Ini posisinya membahayakan, harus dipindahkan ke posisi yang lebih aman, soalnya dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan,” tukasnya.

Sementara Menurut Manager ULP PLN Leuwiliang Uji Rahkito, untuk pemindahan itu perlu biaya sebesar Rp 1,5 juta dan biaya pemindahan itu sesuai aturan perusahaan surat edaran  Direksi  No .237-9 .E /012/DIR /2011.

“Dan itu sudah include dengan jasa pelaksana serta material dan biaya pun langsung masuk ke negara,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Tak Ada Hujan Tak Ada Angin, Rumah di Wangunjaya Ambruk

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Satu rumah ambruk di Kampung Cisaranren 3, RT 06 RW 09  Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Kondisi rumah milik Muhamad Toha (51) itu sudah puluhan tahun lapuk. Keluarga mengaku tak punya biaya untuk perbaikan rumah tersebut.

Kepala Desa Wangunjaya Hanafi menerangkan, rumah milik warganya itu ambruk disebabkan keadaannya sudah keropos. “Bangunan rumah itu sudah terlihat tua, ditambah beban  berat musababnya material pada bangunan menggunakan batu  sehingga terjadi ambruk,” ujar Kepala Desa Wangunjaya Hanafi kepada Jurnal Bogor, Kamis (7/10).

Dia menjelaskan, saat kejadian kondisi rumah sedang ada penghuninya dan mulai ambruk di bagian  dapur rumah. “Untung saja pas kejadian pemilik rumah langsung keluar menyelamatkan diri,” ujarnya.

Dijelaskannya, kejadian rumah ambruk itu sekitar pukul 06: 00 WIB. Menurut Hanafi, bangunan rumah milik Toha itu telah dihuni secara turun temurun.

Kades Wangunjaya menyebutkan, keluarga korban berpenghasilan rendah dan Toha sebagai buruh harian ditempat pembuatan material  bata. “Sebagai kuli harian, per harinya biasanya  Pak Toha  hanya mendapatkan 20 hingga 30 ribu. Karena keluarga pak Toha kesulitan ekonomi maka rumah itu tak pernah diperbaiki sehingga tak ada hujan pun tiba tiba terjadi ambruk.”

“Mengingat kondisinya darurat maka penanganan sementara, kami melakukan penggalanngan dana dengan melibatkan pengurus RT RW se Desa Wangunjaya,” pungkasnya.

**aripekon

Dikelola Bumdes, Erick Thohir Resmikan Setu Lebak Wangi

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bersama Bupati Bogor Ade Yasin mengunjungi Desa Pemagasari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor meresmikan desa wisata yaitu Setu Lebak Wangi yang dikelola sebagai potensi wisata lokal, Kamis (7/10/2021).

Erick Thohir menyatakan mendukung penuh hadirnya wisata baru yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Alhamdulillah, ini suatu hal yang sangat bagus, dimana wisata ini bisa dikelola langsung oleh Pemerintah Desa dan tentunya bermanfaat untuk warga juga,” ujarnya dalam pidato sambutan.

Tidak hanya memberikan sambutan, Erik didampingi Ade Yasin juga menaiki perahu yang terdapat di area setu dan berkeliling melihat fasilitas yang tersedia.

Menurut Bupati Bogor Ade Yasin, di Kabupaten Bogor ada 98 setu dan yang sudah dikelola itu ada di wilayah Timur seperti Setu Gede, dan Cibinong dan Setu Lebakwangi ini.

“Jadi ada juga yang belum dimanfaatkan sebetulnya ketika kita manfaatkan justeru kita akan beri pemahaman dulu bahwa sebenernya dikelola masyarakat itu bukan untuk dirusak, namun itu tadi perlu ada regulasi yang jelas soal pemanfaatan setu dari Pemrov Jabar,” katanya.

Bupati juga mengatakan, Pemkab Bogor dengan Program Samisade atau satu miliar satu desa siap membantu dalam peningkatan infratrukturnya. “Kabupaten Bogor juga dengan program Samisade ini diharapkan bisa mendorong peningkatan infratruktur untuk desa wisata yang ada di Kabupaten Bogor ini,” katanya.

Sebelumnya, pada 7 September 2021, Setu Lebak Wangi telah diproyeksikan menjadi desa wisata. Pemerintah pusat dan daerah pun turut memberikan perhatian dalam upaya pengembangan wilayah tersebut.

Hal tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi, Anggota Komisi VIII DPR Adian Napitulu, dan Bupati Bogor Ade Yasin. Hadir pula mewakili Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Direksi Mind Id Dani, dan Komisaris Semen I Indonesia Sonny Subrata.

**cepikurniawan

Dispora Kukuhkan Duta Wawasan Kebangsaan

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mengukuhkan Duta Wawasan Kebangsaan Tingkat Kabupaten dengan  mengikutsertakan diantaranya purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertempat dikawasan Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kamis (07/10).

Sekretaris Dinas Dispora Trian Turangga mengatakan, program  ini sasaranya untuk mengenalkan ke masyarakat tentang  kepedulian dalam mengurai  sampah organik maupun organik yang ada di sekitaran kita.

“Peserta Duta Wawasan Kebangsaan melibatkan purna Paskibraka Kabupaten Tahun 2021,” kata Sekdis Dispora.

Trian Turangga yang juga menjabat sebagai Plt  Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) menjelaskan, dengan dikukuhkannya  Duta Wawasan Kebangsaan, masalah krusial selama ini disemua daerah adalah sampah bisa diminimalisasi.

“Maka dari itu, mereka mitra binaan tujuannya untuk membantu meringankan  permasalahan sampah.. Sejauh ini kami lihat di Kabupaten Bogor tengah berupaya guna menyelesaikan bersama adalah permasalahan  sampah,” imbuhya

“Jadi kami ingin purna Paskibraka atau pun mitra binaan dari Dispora turut berkontribusi dalam penanganan masalah sampah di wilayah  Kabupaten Bogor,” kata dia.

“Setidaknya ada tambahan wawasan. Jadi kami harap mereka itu (Paskibraka-red) tidak bicara disiplin  saja dan baris berbaris, tetapi juga melakukan pekerjaan riil salah satunya bisa berkontribusi tentang masalah sampah di Kabupaten Bogor ini,” ungkapnya.

Dikesempatan itu, Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor Fadli Masnen mengatakan,  DLH mendukung dengan memfasilitasi kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Jadi, Dispora kan ada pembinaan untuk Pemuda dan termasuk alumni Paskibraka yang kemarin menjadi pengibar bendera di Kabupaten Bogor.”

“Maka dari situ sebelum pelakasanaan dilakukan diskusi antara DLH dengan Dispora tentang adanya  keinginan Duta Kebangsaan, salah satunya peduli lingkungan dan TPAS ini jadi tujuan karena belum banyak yang tahu,” tutur Fadli.

Salah satu cakupannya adalah TPAS Galuga. “Kami bawa kesini untuk melihat tempat pembuangannya dan nantinya bisa dipilah di rumah atau pun ditempat lain.”

“Kami harap mereka bisa menginisiasi kegiatan untuk lingkungan sehat salah satunya dengan merampingkan sampah di rumahan,” tukasnya.

**aripekon

Pelajar Bogor Tewas Dikeroyok

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Siswa berinisial RMP (18) warga Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor, tewas dikeroyok oleh orang tidak dikenal di Jalan Palupuh Raya, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, tepatnya di sebuah taman bernama Palupuh pada Rabu (06/10) malam.

Saat itu, pelajar tersebut bersama satu temannya datang ke taman tersebut dengan menggunakan kendaran roda dua.

Tak lama kemudian korban dan saksi didatangi oleh terduga pelaku menggunakan kendaraan roda dua sebanyak tiga kendaraan.

Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra membenarkan peristiwa pengeroyokan terhadap seorang pelajar yang mengakibatkan meninggal dunia.

Kata Marse, peristiwa pengeroyokan sendiri terjadi pada malam hari pukul 22.30 WIB.

“Sempat terjadi adu mulut antara terduga pelaku dan korban hingga akhirnya terjadi pembacokan yang dilakukan oleh terduga pelaku,” ujar Marse kepada wartawan, Kamis (07/10).

Ia menuturkan, pada saat itu sedang ke warung kemudian kembali ke dekat taman melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka tusukan dan pembacokan tepat dibagian dada.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari polisi.

**fredykristianto

Tingkatkan Kemajuan Pertanian, Kementan Terapkan Kartu Tani dan e-RDKK

0

Majalengka | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian menerapkan  kartu tani dan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Indonesia. Sutrisno anggota Komisi IV dan Badan Musyawarah DPR RI mengatakan e- RDKK sangatlah penting, karena semua fasilitas pemerintah dan negara yang diberikan kepada petani harus terdaftar di e-RDKK. Data pada e- RDKK akan berpengaruh pada sebuah program apakah dilanjutkan atau tidak.

“ Ini adalah permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Maka itu hari ini saya menghadirkan kepala desa, gapoktan dan stake holder yang terkait dengan proses pembuatan RDKK, karena semuanya saling berhubungan dengan proses itu,“ ujarnya dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh, Rabu (6/10/2021).

Sebagai informasi Bimtek bagi Petani dan Penyuluh di Kabupaten Majalengka, wilayah koordinasi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor diikuti 120 ketua gapoktan dan poktan seKabupaten Majalengka digelar di Aula Balai Desa Jatiwangi Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Didampingi Kepala PPMKP Yusral Tahir, Sutrisno menjelaskan penerapan kartu tani dan database e-RDKK bertujuan agar kebijakan alokasi anggaran kebutuhan pertanian terutama subsidi pupuk tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan para petani sehingga subsidi pupuk yang dialokasikan akan sesuai dengan yang dibutuhkan, serta dapat dibagi secara adil untuk para petani.

Alokasi pupuk bersubsidi dikatakan Sutrisno ditetapkan berdasarkan usulan petani sendiri melalui e- RDKK. Iapun menghimbau agar semua petani, melakukan input data dan  usulan kebutuhannya di e-RDKK sesuai dengan kondisi di lapangan agar kebutuhanya akan pupuk dapat tercukupi.

“ Ada petani yang sudah memiliki kartu tani namun belum menginput kebutuhan pupuk di e-RDKK atau data yang diinput tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan,” tutur Bupati Majalengka 2008-2013 dan 2013-2018 ini.

Dalam proses pembuatan RDKK selain gapoktan, penyuluh dan dinas terlibat didalamnya sehingga dalam penyusunan dibutuhkan musyawarah sebelumnya sehingga tak terjadi kesalahan dalam data.

“ Kelompok tani, coba lakukan dulu musyawarah dengan anggota untuk menetapkan kebutuhan pupuknya, agar jumlah yang diusulkan tepat. Dan ketika musim tanam pupuknya sudah dialokasikan, penyuluh di kecamatan hendaknya bisa mendampingi petani dalam penyusunan RDKK kemudian divalidasi kades dan selanjutnya dinas kabupaten dan provinsi,“ ucapnya

Dalam sebuah kesempatan Kepala Badan Pennyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi tak menampik jika penyuluh memiliki peran yang cukup penting dalam hal pupuk subsidi. Kata Dedi penyuluh memiliki peran yang cukup penting dalam alokasi dan distribusi pupuk subsidi, karena dia bersentuhan langsung dengan petani di lapangan

“Implementasi pupuk subsidi tak lepas dari peran penyuluh mulai dari pengkajian RDKK, verifikasi kuota hingga menentukan kapan musim tanam pertama, kedua dan seterusnya, sampai pada penebusan pupuk subsidi menggunakan Kartu Tani,” tutur Dedi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan, setiap tahun pemerintah selalu berupaya memperbaiki mekanisme pupuk bersubsidi. Salah satu kunci program pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran adalah data e-RDKK yang akurat. Ia minta, e-RDKK dibuat dengan validitas yang benar.

“Kelompok tani memiliki peran penting agar data e-RDKK benar-benar valid,” tuturnya.

**Regi/PPMKP