30.4 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1103

Renovasi Masjid Nurul Qolbi Butuh Uluran Tangan

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Masjid Nurul Qolbi yang berlokasi di Kampung Bantarkaret RT 02 RW 07, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mengharapkan bantuan untuk merenovasi sejumlah fasilitas yang sudah tak layak. Selama ini menurut Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Qolbi, Mulyana anggaran  yang digunakan untuk merenovasi masjid  merupakan hasil swadaya masyarakat.

“Perlu perbaikan karena ada fasilitas seperti tempat wudhu yang saat ini sudah tak layak,” ujar Mulyana, Selasa (1/9).

Ia menyebut pelaksanaan renovasi masjid  yang sedang berlangsung merupakan hasil gotong royong warga sekitar. Kondisi bak air untuk wudhu yang biasa digunakan para jamaah kondisinya sudah retak dan selalu bocor. “Perbaikan terkendala masalah biaya,” kata dia.

Progres pengerjaan renovasi baru berjalan sekitar 10 persen, sehingga setiap bulannya pihak DKM menarik iuran dari para donatur tetap di lingkup wilayah jamaah Masjid Nurul Qolbi. Sudah berjalan satu musim para donatur tetap memberikan bantuan guna perbaikam masjid tersebut.  Awal mula pengerjaan, kata Mulyana, secara spontanitas masyarakat bahu membahu  dengan bergotong royong.

“Saat ini anggaran biaya sangat dibutuhkan, kami harap adanya dermawan sudi kiranya  yang mau membantu. Biaya renovasi sendiri kurang lebih sekitar Rp 30 jutaaan,” jelasnya.

** Arip Ekon

Muncul Kritikan Mural di Tengah Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mural berisikan kritikan kembali muncul setelah beberapa waktu lalu ramai persoalan mural yang mengkritik pemerintah di hapus, kali ini mural berisikan kritikan muncul di Taman Corat Coret Kota Bogor.

Mural berisikan pesan kritik ini berada tepat di Taman Corat Coret Kota Bogor, dalam mural tersebut tertulis pada sebuah tembok yang mengarah ke Jalan Pandu Raya, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dengan beberapa coretan yang belum diketahui siapa pembuatnya.

“Takut Tuh Sama Tuhan! Kok Sama Mural!?, Lomba Dibungkam, Muralkan Indonesia, Dilarang Melarang” saat ditinjau langsung oleh Jurnal Bogor, Rabu (1/9).

Coretan mural pada tembok berlatar belakang putih dengan sebuah kritikan sebelumnya ditemukan juga di wilayah Bogor tepatnya di Kampung Manggis Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/8)

“Kegiatan Dibatasi Hingga Lupa Rakyat Butuh Sesuap Nasi”.

Kini pemandangan mural berisikan kritik tersebut telah dihapus dan diubah menjadi sebuah pesan dengan berlatar belakang cat berwarna hijau menimpa sebuah mural yang mengkritik sebelumnya, belum diketahui siapa pembuatnya, dalam mural tersebut berisikan pesan.

“Lindungi Anda dan Keluarga Dari Covid”

Akankan mural yang ada pada Taman Corat Coret Kota Bogor juga akan dihapus?

** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP.

DPRD Cari Akses PSU Tlajung Udik

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor melakukan kunjungan lokasi Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri yang akan dibangun bangunan terpadu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Rabu (1/9).

Tujuh anggota DRRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) 2 dari berbagai fraksi, Kecamatan Gunung Putri, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) beserta tokoh masyarakat RT 2 RW 6 Desa Tlajung Udik memastikan akses jalan PSU yang diserahkan PT Ferry Sonneville (FS)

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ahmad Fathoni menegaskan, Achmad Fathoni menegaskan, persoalan pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) dan SMPN 4 Gunung Putri tahun 2021 ini preseden buruk Pemkab Bogor.

“Ini jadi keteledoran Pemkab Bogor. Bagaimana bisa PSU diterima tanpa ada jalan jalannya. Mestinya lahan PSU dengan akses jalan itu menjadi satu kesatuan,” tegas Fathoni.

Anggota Fraksi PKS itu memaparkan, pihaknya telah dibohongi oleh eksekutif terkait jalan menuju lokasi pembangunan gedung terpadu milik pemerintah daerah.

“Kami pernah menanyakan kepada kepala dinas terkait katanya sudah ada jalannya, tapi setelah dicek ternyata jaaln yang dimaksud itu jalan kampung. Jalan kampung tersebut tidak memadai kalau GOM, Puskesmas, SMPN dan yang lainnya itu telah difungsikan. Makanya harus dicarikan jalan sebenarnya untuk sejumlah bangunan yang kegiatan tersebut kompleks,” paparnya.

** Noverando H

Saung Quran Alfa Rizqi: Membentuk Anak Didik yang Berakhlakul Karimah

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Saung Quran Alfa Rizqi merupakan tempat belajar ilmu agama seperti mengaji, fikih, akidah dan pelajaran penguat lainnya untuk anak-anak berusia 4 sampai 15 tahun. Filosofi pemberian nama Saung Quran ini sendiri berasal dari istilah saung yang terkesan sederhana dan Quran yang merupakan pedoman bagi umat islam.

Saung Quran ini didirikan atas dasar pemikiran Khoiruddin Usmani, sebagai pengelola yang ingin mempunyai suatu tempat belajar untuk mengamalkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari untuk diberikan kepada generasi penerus.

Lalu dibentuk pada tahun 2016, yang bertempat di Jl. H.Ahmad yunus Kel.sukaresmi Kec. Tanah Sareal, Kota Bogor. Saung Quran ini aktif untuk kegiatan pembelajaran setiap Senin – Jumaat pada pukul 13.00 sampai 15.00 WIB.

Untuk kegiatan belajar mengajar pada Saung Quran, di luar program belajar wajib yang biasa dilaksanakan pada Senin hingga Jumaat ini meliputi, ekskul pada Sabtu dan Minggu, senam bulanan, mabit (bermalam), puasa senin kamis, dan agenda di malam Jumaat yaitu pembacaan tahlil.

Program belajar pada Saung Quran Alfa Rizqi ini menerapkan standar pembelajaran yang biasa digunakan pada pondok pesantren ataupun sekolah islam terpadu. Hingga saat ini Saung Quran telah memiliki 180 anak didik.

Respon warga sekitar pun cukup antusias dengan berdirinya Saung Quran ini, karena terlihat bahwa visi misi serta kegiatan yang dilakukan di Saung Quran ini tidak hanya berfokus pada baca tulis Al-quran saja namun ilmu-ilmu dan sejarahnya pun turut serta disampaikan kepada para anak didiknya.

“Karena kami punya prinsip anak-anak yang belajar disini tidak hanya belajar membaca dan menulis Al-quran, tapi membentuk percaya diri hingga mereka dapat mengamalkan ilmu tersebut. Sehingga banyak masyarakat yang percaya dan memberikan amanahnya untuk mendaftarkan anaknya disini,” ujar Khoiruddin Usmani pengelola Saung Quran Alfa Rizqi.

Pantauan Jurnal Bogor ketika berada di Saung Quran pun terlihat adanya kegiatan belajar yang diisi oleh mahasiswa KKN salah satu perguruan tinggi negeri.

Maka harapannya Saung Quran ini dapat lebih maju, bisa lebih diterima oleh masyarakat luas serta dapat dipercayai untuk mendidik anak-anak agar berakhlakul karimah serta lebih istiqomah dalam kebaikan.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Naik Angkutan Umum Dicek Sertifikat Vaksin

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor berencana menerapkan pengecekan sertifikat vaksin Covid-19 kepada masyarakat pengguna angkutan umum di Kota Bogor. Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, apabila saat pengecekan ada warga yang kedapatan belum mendapat vaksinasi, bakal diarahkan ke berbagai sentra vaksin di ‘Kota Hujan’.

Menurut dia, kebijakan itu saat ini belum dapat diterapkan lantaran penerapan pengecekan vaksinasi di angkutan umum usai wilayah aglomerasi Jabodetabek setara dalam konsep persentasi vaksinasi. Eko mengaku bahwa hal itu sudah mendapat arahan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor untuk menerapkan kebijakan itu.

“Jadi arahan Forkopimda ada kearah sana. Bila capaian vaksinasi Kota Bogor sudah mencapai 70 persen dan harus sesuai data dari Dinas Kesehatan dan Disdukcapil,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (31/8).

Sementara itu, kendati saat ini Pemkot Bogor tengah mengebut proses vaksinasi, yang diikuti penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 3. Kota Bogor masih menerapkan kebijakan Ganjil Genap. “Apabila dilihat sektor 24 jam, diatur dalam pola F yang dikembangkan Polresta Bogor Kota. F yang dimaksud adalah titik Ganjil Genap dekat dengan lokasi,” ungkapnya.

Nantinya, sambung dia, petugas yang terlibat di lapangan lebih dioptimalkan untuk memasifkan vaksinasi Covid-19. “F itu mendekatkan pelaksanaan gage di sektor sentra vaksin dibeloka ke sentra vaksin,” ucapnya.

Eko menegaskan, pola F yang diberlakukan dengan melakukan penyekatan Ganjil Genap sesuai dengan tanggal.”Jika ada kendaraan yang melanggar akan diarahkan ke sentra vaksin untuk diperiksa apakah sudah divaksin atau belum.

“Vaksinasi Pemkot Bogor menargetkan awal September ini sudah mendekati herd immunity atau kekebalan kelompok. Ya, minimal awal September sudah 70 persen,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Dedie Sebut Pemulihan Ekonomi Dilaksanakan Oktober

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Syarat vaksinasi 90 hingga 100 persen disebut menjadi modal utama untuk memulihkan perekonomian. Sementara vaksinasi Kota Bogor hingga kini sudah mencapai 62 persen. “Pemulihan ekonomi itu yang paling gampang apa sih, yang paling gampang itu menormalkan kegiatan dunia usaha. Cara menormalkan kegiatan dunia usaha? semua harus divaksin dulu.  Oktober nanti targetnya sudah 100 persen,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim kepada wartawan, Selasa (31/8).

Tetapi, bila hanya bisa 90 persen, maka Pemkot Bogor akan mempertimbkang pelonggaran bagi sektor ekonomi. Menurut dia, ada beberapa yang harus dipertimbangkan ketika dunia ekonomi kembali normal sesuai apa yang disampaikan oleh Kementerian seperti Bed Occupancy Ratio (BOR) rendah, fatality rate tinggi.

Selain itu, tingkat prevalensinya rendah tapi misalnya tingkat kesembuhanya tinggi itu juga jadi pertimbangan.  “Jadi itu angka semua, dan semua angka itu bicara. Kalau menurut saya bila vaksin sudah 100 pereen maka Kota Bogor punya kepercayaan diri,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Ketua DPD Dorong Pelatihan Berbasis Kompetensi Jadi Prioritas di Kementerian

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti akan memberikan dukungan konkret agar pelatihan berbasis kompetensi menjadi prioritas pada kementerian-kementerian terkait. Karena sampai saat ini angka pengangguran sangat tinggi, sementara program pelatihan dari pemerintah masih kurang tepat.

Hal itu disampaikan LaNyalla menjawab aspirasi dari Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI) saat audiensi di Ruang Ketua DPD RI, Komplek Parlemen, Selasa (31/8/2021). “Kami di DPD tentu mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Salah satunya agar kementerian terkait tidak mengurangi program pelatihan berbasis kompetensi dengan alasan refocusing anggaran,” kata LaNyalla.

Selain itu, DPD akan mendorong optimalisasi Diklat dari 7 Balai Diklat Industri (BDI) di bawah Kementerian Perindustrian dengan melibatkan stakeholder terkait. “Nanti kita akan bersurat resmi ke Kementerian Perindustrian supaya dalam program diklatnya yang meliputi sektor pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja ini dimaksimalkan,” kata LaNyalla.

Ketua Umum OPGI Stenly Ngelo menyampaikan, saat ini pelatihan berbasis sektor yang sesuai pada kebutuhan industri memang kurang mendapat support dari pemerintah. “Kemnaker masih memberi porsi lebih banyak pada pelatihan yang bukan dibutuhkan oleh pabrik atau industri. Contohnya saja adanya BLK dan Kartu Prakerja. Kondisi itu menurut kami tidak tepat,” kata Stenly.

Oleh karena itu OPGI yang selama ini konsen dengan pelatihan berbasis kompetensi dan kebutuhan pabrik meminta Ketua DPD RI untuk menyampaikan hal itu kepada kementerian terkait. Khususnya kementerian perindustrian, yang membawahi 7 balai diklat industri. “Program yang baik adalah yang tepat sasaran yang kemudian pastinya akan benar-benar bermanfaat bagi pemulihan ekonomi di masa pandemi ini. Makanya kita minta dukungan ke DPD supaya hal ini disuarakan,” ujarnya.

Turut hadir dalam audiensi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin dan Togar M. Nero, juga Staf Ahli Firmandes. Sedangkan Ketua Umum OPGI Stenly Ngelo didampingi Rudi Erawan (Sekjen) dan Ketua DPD OPGI Bogor Aries Sunan dan pengurus lainnya.

**ass/rls

Dianggap Membahayakan, Warga Pangkaljaya Minta PLN Pindahkan Tiang Listrik

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pemasangan tiang lisrik yang dilakukan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) dikeluhkan warga Kampung Parengpeng RT 02 RW 01, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Pasalnya, keberadaan tiang listrik itu berada di arel lapangan sepak bola milik Pemerintah Desa setempat.

Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna mengaku sejak satu bulan lalu telah menyampaikan permohonan kepada pihak PLN agar dilakukan pemindahan tiang lisrik yang selama ini dinilai membahayakan warga.

“Kami telah bersurat ke PLN agar keberadaan tiang listrik yang berada di areal lapangan untuk segera dipindahkan,” kata Taupik Sumarna kepada Jurnal Bogor, Selasa  (31/8).

Menurutnya, alasan warga tentu berdasar karenanya di setiap warga bermain sepak bola kerap terjadi benturan dengan tiang listrik itu. Ditambah, tendangan bola  sering membentur pada jaringan kabel listrik yang jaraknya berdekatan dengan lapangan.

“Kalau tidak dipindahkan, kami khawatir sewaktu waktu akan membahayakan masyarakat. Tentu agar aman, tiang listrik harus dipindahkan sekitar 5 meter dari lokasi,” pinta Kades.

Masih kata Kepala Desa Pangkaljaya, tiga pekan lalu pihak PLN telah mendatangi lokasi dimana tiang listrik itu berada di lokasi  lapangan milik Desa Pangkaljaya. “Waktu it, petugas PLN ada survei lokasi tiang listrik namun hingga saat ini belum ada progresnya,” keluh Taupik.

Sebelumnya, manajer ULP PLN Leuwiliang Uji Rahkito melalui pesan singkatnya  menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti untuk proses pemindahan tiang listrik yang selama ini dikeluhkan warga Desa Pangkaljaya.

“Mohon maklum, saat ini karena sedang PPKM, jadi sistem kerja banyak yang WFH (sebagian karyawan bekerja di rumah). Nanti dipastikan dulu,  tim teknik untuk turun ke lokasi,” kata dia.

** Arip Ekon

Dukung Program Samisade, Warga Bantarsari Hibahkan Tanahnya

0

Rancabungur | Jurnal Inspirasi

Program satu miliar satu desa (Samisade) di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor mendapat banyak dukungan warga. Mereka rela hibahkan tanahnya untuk jalan yang akan dibangun dengan anggaran Samisade.

Saat acara launching Samisade di Kampung Rawa RT04, RW 04, Desa Bantarsari, bukti hibah tanah warga langsung diterima Camat Rancabungur Isak Mairu setelah ditandatangani oleh warga untuk disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Bogor. 

“Alhamdulillah saya atas nama Pemerintah Desa Bantarsari mengucapakan banyak terimakasih, dan mengapresiasi yang tidak terhingga untuk Bupati Bogor Ibu Ade Yasin,” kata Kades Bantarsari, Lukmnul Hakim kepada wartawan di lokasi launching Samisade, Selasa (31/8 2021).

Kades Bantarsari mengatakan, program Samisade ini memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat. “Alhamdulillah juga di Bantarsari ada keterlibatan masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk dijadikan jalan dan ini sinergi yang luar biasa,” ujarnya. 

Pemerintah Desa Bantarsari kata dia akan terus berbuat baik melaksanakan progam ini sebaik mungkin, agar kemudian harapan tujuan visi dari Bupati Ade Yasin bisa terealisasi dengan baik. “Di tengah pandemi Covid-19 ini, teman- teman kepala desa amat bersyukur, dengan adanya bantuan anggaran Samisade, mengingat anggaran DD banyak teralihkan ke progam BLT dan penanganan Covid 19.”

“Dengan hadirnya program ini memberikan angin segar kepada kepala desa, untuk mewujudkan program-program yang tertunda. Untuk pembangunan jalan kita ada 600 lebar 3,5 meter di tiga titik, insya Allah di RW 07, RW 05 dan RW 03, dan semuanya berintergarsi agar kemudian jalan ini bisa terhubung dengan baik, tanah yang dihibahkan oleh warga sekitar 3000 meter, dan ini sangat luar biasa sangat antusias dalam pembangunan jalan ini,” paparnya.

Salah satu warga yang menghibahkan tanahnya, Ejeh Suherman mengatakan, dia melakukan ini demi perkembangan dan kemajuan desa. Dirinya bersama warga yang lain mengaku ikhlas menghibahkan tanahnya.

“Dulu jalan ini bahasa Sundanya galengan atau jalan setapak. Karena ingin mendapat jalan yang baik untuk kepentingan bersama warga kompak menghibahkan tanahnya agar jalan bisa luas dan bisa dilalui mobil,” katanya. 

Enjeh berharap dengan adanya warga yang menghibahkan tanahnya, jalan yang dikerjakan dengan Samisade perekonomian tambah maju. “Yang tadinya sulit jadi gampang. Disini juga kebanyakan petani. Dengan jalan bagus bisa meningkat ekonomi warga juga kan, sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Bogor dan bapak kepala desa, jalan ini bisa dibangun,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan 

PHRI Sikapi Rencana Uji Coba Ganjil Genap di Jalur Puncak

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Penerapan sistem ganjil genap yang rencananya akan diuji coba jajaran Kepolisian Resort Bogor di jalur Puncak, membuat BPC Persatuan Hotel-Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor angkat bicara.

Ketua BPC PHRI Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo mengungkapkan, uji coba ganjil genap yang akan diterapkan di jalur Puncak, bisa menjadi pengendali arus lalulintas ke kawasan wisata alam tersebut. Terlebih, beberapa pekan ini kondisi arus lalulintas menuju kawasan Puncak terbilang padat.

 “Kalau mau uji coba silakan saja. Yang jelas nanti ada respon dari masyarakat saat pelaksanaan uji coba. Kita tunggu saja respon masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan.

Penerapan sistem ganjil genap apakah nantinya akan berdampak pada tingkat hunian, Budi mengaku, sudah pasti akan berdampak. Sebab, dengan diberlakukannya ganjil genap secara otomatis akan ada penurunan volume kendaraan ke Puncak.

 “Misalkan yang tadinya ada 1000 kendaraan ke Puncak, setelah adanya ganjil genap pasti turun. Dan penurunan ini pastinya akan berdampak pada hunian hotel,” jelasnya.

Meski begitu, Budi menilai uji coba ganjil genap ini harus tetap dilakukan. Karena, untuk melihat dengan menerapkan sistem seperti itu, apakah hasilnya memuaskan semua kalangan atau tidak dalam mengurai kemacetan.

 “Saya rasa jalankan saja dulu. Toh nanti akan terlihat, kebijakan tersebut bermanfaat atau tidak. Dan berhasil atau tidak,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Litbang BPC PHRI Kabupaten Bogor, Sopian Ginting. Menurutnya, uji coba ganjil genap harus disosialisasikan ke masyarakat terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.

Tujuannya, lanjut Sopian, agar rencana ini berjalan dengan baik, mulai dari waktu pemberlakuan hingga kendaraan apa saja yang mendapat perlakuan khusus.

Terkait dampak, Sopian belum bisa menjawab. Sebab, sambungnya, uji coba ganjil genap belum dilaksanakan.  “Bagaimana bisa terlihat dampaknya, uji coba saja belum dilaksanakan,” terangnya.

Sopian minta pihak kepolisian berlaku transparan soal evaluasi uji coba ganjil genap nanti. “Yang penting kepolisian harus mau menerima masukan dari masyarakat. Karena di jalur Puncak ada hotel, restoran, pengusaha dan banyak lagi, mereka juga harus diminta pendapatnya,” tukasnya.

** Dede Suhendar