28 C
Bogor
Sunday, August 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1104

Kini, Beli Tiket KAI Jarak Jauh Harus Sertakan NIK

0

JURNAL INSPIRASI – Nomor Induk Kependudukan (NIK) diberlakukan PT KAI (Persero) untuk membeli tiket kereta api jarak jauh mulai, Selasa (26/10) hari ini.

KAI Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta mengingatkan kebijakan ini berlaku di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikampek, dan Karawang baik bagi penumpang dewasa maupun anak-anak.

Sedangkan untuk penumpang Warga Negara Asing (WNA), maka wajib menggunakan nomor identitas yang tertera dalam paspor. Bagi pelanggan program membership KAI Access dan pelanggan yang memiliki hak tarif reduksi namun belum menggunakan NIK, maka diminta untuk segera melakukan update data.

BACA JUGA: Tak Gubris Larangan Jual Miras, Warung di Purasari Dibongkar Warga

“Proses update data dapat dilakukan melalui loket stasiun, aplikasi KAI Access dan customer service stasiun,” kata Eva Chairunisa dalam keterangannya.

Aturan ini diberlakukan dalam bentuk upaya memvalidasi status vaksin penumpang. KAI juga telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem keberangkatan kereta api. Sehingga, seluruh tahap verifikasi dapat dilakukan saat keberangkatan.

BACA JUGA: Pemerintah Kabupaten Bogor Ekspose Uji Coba SRIKANDI

Sebelumnya, NIK juga sudah mulai diterapkan pada pemesanan tiket KA Lokal mulai 31 Agustus 2021. KAI menjamin akan mengembalikan biaya tiket sepenuhnya apabila penumpang batal berangkat karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan yang ada.

**ass


HADITS HARI INI

0

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنْ الأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، وَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِي الْغَنَائِمُ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً، وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ.

Dari Jabir ibn Abdillah, dia berkata: Rasulullah saw bersabda:

Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorangpun dari Nabi-Nabi sebelumku: Aku ditolong melawan musuhku dengan ketakutan mereka dari jarak sebulan perjalanan, bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan suci, maka dimana saja seorang laki-laki dari umatku mendapati waktu shalat hendaklah ia shalat, dihalalkan harta rampasan untukku, para Nabi sebelumku diutus khusus untuk kaumnya sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia, dan aku diberikan (hak) syafaat.

Pesan :

  1. Rasulullah diberikan 5 hal yang tidak Allah berikan kepada para nabi sebelumnya.
  2. Allah menanamkan rasa takut dihati musuh Rasulullah dari jarak sebulan perjalanan.
  3. Allah menjadikan tanah bersifat suci bagi Rasul dan umatnya.
  4. Tidak dihalalkan bagi kaum-kaum terdahulu untuk mengambil harta rampasan perang, namun Allah menghalalkannya bagi Rasulullah dan kaumnya.
  5. Rasulullah diutus kepada seluruh manusia.
  6. Rasulullah diberikan hak syafaat di hari akhir kelak.

Tak Gubris Larangan Jual Miras, Warung di Purasari Dibongkar Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor membongkar hingga membakar warung penjual minuman keras (miras). Warga geram lantaran warung tersebut tetap berjualan meskipun sudah dilarang berulang kali.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/10), sejumlah jenis miras ditemukan mulai dari pabrikan hingga oplosan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman membenarkan hal tersebut. “Kejadiannya sore hari. Pada saat digeruduk warga, warung itu sedang kosong dan dalam kondisi digembok,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Senin (25/10).

BACA JUGA: Dongkrak Perekonomian, Jalan Desa Dihubungkan ke Jalan Lingkar Dramaga

Sebelumnya, Agus telah berkoodinasi dengan Polsek, Koramil dan Satpol PP mengenai keberadaan warung yang berada di Kampung Pasir Ipis RT 01 RW 02 itu.

Meskipun begitu, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan dan hanya sebatas memberikan imbauan dan teguran kepada penjual untuk tidak berjualan lagi di wilayah Desa Purasari.

Namun bukannya mengindahkan imbauan, penjual miras itu malah tetap nekat berjualan tanpa menggubris teguran tersebut.

BACA JUGA: 2022 Target Prioritas, DPRD dan Dinas PUPR Survei Jalan Curugbitung

“Dari izin usaha juga tidak ada, warung itu beroperasi sudah sekitar 4-5 bulan dan yang menjual bukan warga desa kami,” aku Agus.

Hingga akhirnya,  warga yang kesal membongkar dan membakar warung tersebut.

**aripekon

Dongkrak Perekonomian, Jalan Desa Dihubungkan ke Jalan Lingkar Dramaga

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor menghubungkan jalan desa dengan Jalan Lingkar Dramaga (JLD). Upaya ini dilakukan dengan pembukaan akses jalan baru sepanjang 350 meter bersumber dari program Samsisade yang digelontorkan Bupati Bogor Ade Yasin untuk mendongkrak perekonomian warga.

Kepala Desa Dramaga Yayat Supriyatna mengatakan, untuk program Samsisade tahap kedua sebesar 60 persen dan Pemerintah Desa memfokuskan pengerasan jalan desa ke JLD. Sebelum Jalan dibangun, kondisi tanah bekas rawa dan kolam ikan, sehingga  perlu dilakukan pemadatan tanah agar jalan tidak mudah amblas.

“Program Samsisade tahap kedua, kita fokuskan ke pemadatan tanah menggunakan batu karang, setelah itu baru dilakukan pengecoran jalan, ” ujarnya Senin (25/10).

BACA JUGA: Pemerintah Kabupaten Bogor Ekspose Uji Coba SRIKANDI

Yayat mengungkapkan pembukaan jalan baru yang menghubungkan Kampung Manggis menuju JLD sepanjang 350 meter terinspirasi setelah adanya JLD. “Ketika JLD dibuka, masyarakat Dramaga jangan jadi penonton. Akan tetapi bagaimana JLD bisa tembus ke jalan desa,” jelasnya.

Sebab dengan terhubungnya jalan baru dengan JLD, kata dia, bisa mendongkrak perekonomian warga, dari mulai sektor pertanian hingga perikanan.

“Saya berharap program Samsisade yang digelontorkan Bupati Bogor terus berkelanjutan. Sebab di Desa Dramaga masih banyak infrastruktur yang perlu dibantu lewat program Samsisade,” pintanya.

BACA JUGA: Percepat Vaksinasi, Murid SD Dijemput Divaksin di Kantor Kecamatan Dramaga

Sementara itu, Ketua BPD Desa Dramaga, Lusman mengaku adanya program Samsisade tentunya berimbas ke peningkatan infrastruktur jalan desa dan perekonomian warga.

“Dengan dibukanya jalan desa menuju JLD, mobilitas warga jadi terbantu dan sektor pertanian, perikanan kembali menggeliat,” jelasnya.

**aripekon

Pemerintah Kabupaten Bogor Ekspose Uji Coba SRIKANDI

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor melakukan ekspose uji coba penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di tiga Perangkat Daerah yakni Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas Komunikasi dan Informatika dan Bagian Umum Setda Kabupaten Bogor, dalam rangka efektivitas persuratan di Kabupaten Bogor di Ruang Rapat IV Setda Kabupaten Bogor, Senin (25/10).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin menjelaskan bahwa, arsip atau dokumen merupakan kategori urusan wajib karena dokumentasi sangat penting, setiap pekerjaan mulai dari sarana prasarana, pembiayaan dan personal tidak terlepas dari dokumen. Ia berharap kehadiran Aplikasi SRIKANDI bisa menyelesaikan berbagai permasalahan kearsipan di Kabupaten Bogor.

“Saya ingin SRIKANDI ini bisa ter-conecting hingga tingkat Pemerintah Desa, karena arsip itu sifatnya ada arsip aktif dan arsip in aktif, dan ada yang sangat rahasia,” ungkap Burhanudin.

BACA JUGA: Pemkab Banyumas dan Perumdam Tirta Satria Kunker ke Tirta Pakuan

Sekda meminta untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas baik, untuk mendukung optimalisasi penerapan aplikasi SRIKANDI. “Agar dokumen penting dan rahasia bisa terarsipkan secara digital dengan baik, mulai dari dokumen pembangunan, perizinan, pemeliharan jalan, dan lainnya,” tuturnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Tb Luthfi Syam menerangkan,  bahwa Arsip Nasional RI telah membuat aplikasi yang bersifat nasional yakni aplikasi SRIKANDI dan sudah menjadi kesepakatan antara Arsip Nasional, Kemkominfo, dan Kemenpan. Itu seiring dengan kewajiban baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus menerapka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Terang Tb Lutfhy Syam menambahkan, beberapa langkah konkrit yang telah dilakukan yakni Dinas Komunikasi dan Informatika telah membuat akun 30 perangkat daerah dan kecamatan, 20 di perangkat daerah dan 10 kecamatan. Telah dibuatkan draft aspek kebijakan berupa Keputusan Bupati Bogor tentang Penerapan SRIKANDI dalam tata kelola persuratan.

BACA JUGA: 2022 Target Prioritas, DPRD dan Dinas PUPR Survei Jalan Curugbitung

Kemudian dirinya juga telah melakukan penginputan tata persuratan berupa template Tata Naskah Dinas, Kode Klasifikasi Surat, Masa Simpan Surat dan Hak Akses Surat ke dalam master data SRIKANDI sehingga ada keseragaman. Termasuk menginput semua struktur organisasi di tiap perangkat daerah sehingga dapat mempermudah.

“Termasuk melakukan Bimtek, kami juga lakukan simulasi secara terbatas di tiga perangkat daerah yakni di Bagian Umum Sekretariat Daerah, Diskominfo dan Dinas Arsip dan Perpustakaan. Kita juga mempelajari dimana titik-titik kelemahannya. Kami ingin di tahun 2022 SRIKANDI ini bisa kita terapkan di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Menurut Tb Lutfhi Syam menambahkan, jika SRIKANDI sudah bisa diterapkan dan dijalankan pencarian arsip dapat dilakukan dengan cepat dan jauh lebih mudah, karena hanya dengan mengetik kata kunci sesuai arsip yang dibutuhkan, serta tidak perlu menggunakan tempat yang terlalu luas, karena SRIKANDI ini adalah sistem informasi kearsipan dinamis.

“Kalau kita tidak memulai secara digital, pertanyaan besarnya adalah kapan kita mau memulai, kalau kita tidak memulai kita harus mencari tanah lagi, kita harus membangun gedung lagi hanya semata-mata untuk menyimpan arsip,” ujarnya.

BACA JUGA: Pembangunan UPT Puskesmas Kemang 4,5 Miliar Diduga Asal, Camat Minta Dibongkar

Katanya, penerapan SRIKANDI ini tentunya memerlukan yang namanya infrastruktur pendukung, baik itu pada uji coba maupun pada pelaksanaan yang akan datang. Jika SRIKANDI ini sudah dilaksanakan akan sangat mudah, semua pemaparan sifatnya sudah digital, lalu disposisi juga sifatnya digital.

Termasuk juga yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah ada perpustakaan digital, di dalam perpustakaan itu sudah di-inject buku Bodas sekitar 1.907 yang merupakan bagian dari Karsa Bogor Cerdas.

**naynur’ain

Pemkab Banyumas dan Perumdam Tirta Satria Kunker ke Tirta Pakuan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bersama Perumdam Tirta Satria melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Kunjungan yang dilakukan pada Kamis, 21 Oktober 2021 oleh Pemkab Banyumas beserta Perumdam Tirta Satria itu dalam rangka silaturahmi sekaligus sharing informasi terkait penanganan Non Revenue Water (NRW) dan Air Siap Minum oleh Tirta Pakuan.

“Kunjungan ini juga sebagai bahan komparasi dalam peningkatan  air bersih Perumdam Tirta Satria untuk wilayah Banyumas,” ucap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso.

BACA JUGA: Hari Santri Nasional, Perumda Tirta Pakuan-PCNU Kota Bogor Bantu Pasang Pipa di Ponpes dan Rumah Ibadah

Setelah dilakukannya kunjungan kerja ke Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Purwadi juga berharap, agar pelayanan air bersih di wilayah Banyumas bisa semakin baik kedepannya.

Sementara, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf menyambut baik kedatangan rombongan Pemkab Banyumas dan juga Perumdam Tirta Satria.

“Kami menyampaikan bahwa Tirta Pakuan terus berupaya meningkatkan pelayanan air bersih ke seluruh pelanggan secara kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan (4K),” kata Ardani Yusuf.

BACA JUGA: Tak Ada Kenaikan Tarif di Perumda Tirta Pakuan

Salah satu agar peningkatan pelayanan itu terjadi, lanjut Ardani, yakni dengan menekan tingkat kehilangan air atau NRW.

“Setidaknya ada empat strategi pengendalian kehilangan fisik berkelanjutan. Di antaranya kecepatan dan kualitas perbaikan, pengaturan tekanan, manajemen asset dan Active Leakage Control (ALC),” ungkapnya.

**handymehonk

2022 Target Prioritas, DPRD dan Dinas PUPR Survei Jalan Curugbitung

0

Jaro Peloy: Kita Kawal Terus Hingga Jalan Curugbitung Bisa Terealisasi

JURNAL INSPIRASI – Anggota Komisi lll DPRD Kabupaten Bogor dari PKB Nurodin dan Dinas PUPR  melakukan survei ruas Jalan  Curugbitung – Malasari batas Sukabumi yang sudah lama kondisinya rusak.

Kedatangan wakil rakyat dan Dinas PUPR   didampingi  UPT Jalan dan Jembatan wilayah VI Cigudeg serta Sekretaris Camat Nanggung dan Sekretaris Desa Curugbitung yang turun langsung ke lokasi jalan tersebut.

Nurodin yang biasa disapa Jaro Peloy menyatakan bahwa kedatangannya bersama Dinas PUPR Kabupaten Bogor merupakan bentuk komitmen guna mendukung jalannya pembangunan di wilayah Kecamatan Nanggung.

BACA JUGA: Pembangunan UPT Puskesmas Kemang 4,5 Miliar Diduga Asal, Camat Minta Dibongkar

Mengingat ditengah Pandemi Covid-19 Pemerintah mengalami  defisit anggaran, disamping itu memang ada refocusing. Ada beberapa diarahkan untuk penanganan Covid sehingga terjadi defisit  sekitar 760 miliar yang memang tidak masuk sehingga kekurangan anggaran akhirnya menjadi kendala pada pembangunan.

“Tetapi rencana peningkatan  ruas Jalan Curugbitung – Malasari 2022 mendatang adalah kebutuhan yang  harus  diprioritas. Kami  sepakat dengan Dinas PUPR, untuk terus mengawal hingga peningkatan jalan di Desa Curugbitung 2022 bisa terlaksana,” kata Jaro Peloy kepada Jurnal Bogor, Senin (25/10).

Ia menerangkan, rencana peningkatan ruas Jalan Curugbitung- Malasari sebelumnya sudah dibahas di Musrenbang Kecamatan pada 2021 termasuk di dokumen APBD. “Tapi  bicara persoalan uangnya itu tidak ada karena lagi-lagi refocusing penanganan kesehatan dampak Covid-19.”

BACA JUGA: Dukung Program Bersinar, 67 Perangkat Desa dan Kecamatan Nanggung Lakukan Tes Urin

“Sekarang gimana caranya peningkatan Jalan Curugbitung- Malasari ini masuk di anggaran perubahan, namun untuk  pelaksanaannya tetap di tahun 2022. Sebagai komitmen Bupati, Dinas PUPR maupun komisi tiga, karena kami  melihat ini harus menjadi prioritas karena Jalan Curugbitung- Malasari sudah 14 tahun tidak mendapatkan peningkatan,” jelasnya.

Kalau tidak terkendala, kata Jaro Peloy, tahun 2022 akses jalan tersebut akan dilakukan betonisasi dengan maksimal. “Diharapkan termasuk  kiri kanan drainasenya juga bisa diselesaikan,” harapnya.

Sementara, Kepala bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor Kristianto mengatakan, pembangunan Jalan Curugbitung-Malasari bakal dilaksanakan pada tahun mendatang.

BACA JUGA: Baru Menjabat Kapolsek Nanggung, Ini Yang Akan Dilakukan AKP Budi Santoso

“Jalan Curugbitung- Malasari yang sudah dijadwalkan sebelumnya 2021 ini akan dilakukan pengerjaan sepanjang 1 kilometer namun pelaksanaannya digeser pada 2022 dengan bertambah volume menjadi 1,5 kilometer,” papar Kristianto.

Namun demikian, pihaknya  tak lama lagi akan melakukan penanganan sementara berupa pengerjaan pengerasan di beberapa titik urgen. Penanganan darurat ini dilakukan antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Rencana penanganan jalan  tersebut sekitar dua atau  tiga hari lagi akan segera ditangani,” imbuhnya.

BACA JUGA: Masuki Musim Penghujan, Pemdes Nanggung Tetap Fokus Bangun Jalan Desa

Tak nya itu, pihaknya akan segera menangani kondisi jalan yang sudah lama amblas yakni, tepatnya di Kampung Dukungkawung, Desa Nanggung. “Dengan menggunakan alokasi bantuan tambahan (ABT) 2021 jalan amblas itu akan segera ditangani,” ucapnya.

Camat Nanggung Ae Saepuloh menuturkan bahwa Jalan Curugbitung- Malasari itu sudah masuk prioritas Kecamatan sejak 2021. “Mudah mudahan pada pelaksanaan tahun mendatang tidak terkendala. Termasuk pembangunan jembatan penghubung Desa Nanggung -Pangkaljaya rencana pelaksanaanya digeser. Tetapi Bupati mungkin saja proses lelangnya pada awal tahun, pelaksanaannya tahun 2022,” pungkasnya.

**aripekon

Pembangunan UPT Puskesmas Kemang 4,5 Miliar Diduga Asal, Camat Minta Dibongkar

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan UPT Puskesmas Kemang di Desa Kemang, Kabupaten Bogor dengan nilai proyek Rp  4,5 miliar diduga bermasalah. Pada bagian konstruksi mengalami lengkungan yang diduga salah pengerjaan konstruksi bangunan. Bahkan pihak kecamatan pun telah meninjau lokasi pembangunan dan akan memanggil pihak pelaksana.

Camat Kemang Edi Suwito meminta temuan itu disikapi. Pasalnya konstruksi yang melengkung bisa membahayakan dan harus dibongkar karena dikhawatirkan suatu saat nanti ketika sudah digunakan bisa berbahaya.

“Saya minta seusai hasil peninjauan Kasie Ekbang dan Pol PP itu dibongkar karena mengkhawatirkan,” katanya.

BACA JUGA: Depresi, Seorang Perempuan Nekat Loncat dari Jembatan Darul Qur’an

Bahkan pihak kecamatan akan memanggil pemborong proyek dan meminta penjelasan terkait konstruksi bangunan yang melengkung dan diduga salah saat melakukan pengecoran. “Kita akan panggil, termasuk pihak Puskemas dan Dinas Kesehatan akan dipanggil untuk diipintai penjelasan,” katanya.

Sementara itu pihak pelaksana Rahu Tama  Reza mengatakan, konstruksi yang melengkung itu tidak ada masalah. Menurutnya, memang pada awal pengecoran tiang penyangga amblas karena tanahnya yang labil.

“Kalau secara kwalitas gak masalah saya kira itu awal pengecoran aja tanahnya amblas, dan tidak ada masalah bahkan nanti kita akan tutup pakai plafon,’ katanya.

BACA JUGA: PTM Terbatas Bakal Dievaluasi

Reza menambahkan untuk pembangunan diyakini bisa selesai pada Desember nanti. “Insya Allah sampai target dan kita akan terus kebut siang dan malam, Desember sudah selesai,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Depresi, Seorang Perempuan Nekat Loncat dari Jembatan Darul Qur’an

0

JURNAL INSPIRASI – Seorang perempuan yang diduga depresi nekat meloncat dari atas Jembatan Darul Qur’an, Kecamatan Bogor Barat, Senin (25/10).

Beruntung perempuan berusia 38 tersebut selamat, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi Bogor.

“Ya, kejadiannya pukul 06.30 WIB, dan korban sekarang ada di rumah sakit,” ujar Komandan Regu (Danru) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Maruli Sinambela kepada wartawan.

BACA JUGA: PTM Terbatas Bakal Dievaluasi

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Saat ini petugas dikabarkan tengah melakukan pendalaman terhadap wanita yang hendak melakukan percobaan bunuh diri itu.

**fredykristianto

Peternak di Soppeng Ikuti Pelatihan Tematik

0

JURNAL INSPIRASI – Pelatihan Tematik Peternakan oleh BBPP tanggal 25 s.d 27 Oktober 2021 diselenggarakan di Balai Benih Ikan Kabupaten Soppeng dengan mengangkat tema “Menyusun Ransum Pakan Unggas Ayam Petelur” yang diikuti oleh 30 peserta dari Aparatur (petugas tenis, penyuluh), 16 peserta Non Aparatur (peternak) dan pelatihan budidaya kelinci dan penyamaan kulit kelinci.

Pembukaan dihadiri oleh Bupati Soppeng, H.Andi Kaswadi Razak, SE, Kepala BBPP Dr. Wasis Sarjono S.Pt M.Si, Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kab. Soppeng Ir. Erman Asnawi, M.Si, dan jajarannya.

Dr. Wasis Sarjono S.Pt M.Si

Dalam sambutanya Kepala Dinas menyampaikan Kabupaten Soppeng punya potensi namun Sumberdaya Manusia kami kurang mendukung nah itulah kesenjangan kami, untuk itulah pada kesempatan ini kami mengangkat tema pelatihan tersebut, ungkapnya”.

BACA JUGA: Itjen Kementan Kunjungi Pembangunan BPP Malingping dan Pagelaran

Pada kesempatan yang sama Dr, Wasis Sarjono juga menyampaikan bahwa dalam menjalankan usaha biasanya peternak dihadapkan dengan harga pakan yang tinggi, dan sebagian besar biaya pengeluaran digunakan untuk memberi bahan baku pakan. Hal inilah yang sering menjadi persoalan kebanyakan peternak dan pada akhirnya akan mengalami kegagalan dalam beternak akibat kenaikan harga biaya pakan yang tidak sebanding dengan produksi telur pada ayam petelur.

Dengan fenomena diatas Kabupaten Soppeng beserta jajaranya segera menindak lanjuti permasalahaan tersebut dengan menyelenggarakan suatu bentuk pelatihan bagi petugas/peternak, dan ini disambut baik oleh BBPP Batu yang mempunyai tupoksi menyelenggarakan pelatihan Aparatur maupun Non aparatur.Ungkapnya”.

H.Andi Kaswadi Razak, SE Bupati Soppeng dalam arahanya menyampaikan saat ini peternakan ayam petelur menempati urutan kedua se Propinsi Sulawesi Selatan, ini tentu saja tidak serta merta di raih begitu saja berbagai upaya telah kita lakukan salah satunya mengadakan pelatihan, studi banding dan mengundang praktisi.

BACA JUGA: BBPP Batu Raih Penghargaan Corporate Card Bank Mandiri

Namun ternyata upaya tersebut tidak akan berhasil kalau hanya dilakukan sekali, kita harus mengadakan kegiatan tersebut secara terus menerus dan terhadap, setelah upaya tersebut dilakukan sekarang timbul masalah klasik yaitu harga telur rendah, namun harga pakan naik, tentunya ini menjadi persoalan yang harus segera di selesaikan, kita harus segera mengambil langkah – langkah konkret salah satunya melatih peternak untuk menyusun formasi pakan dengan berbahan baku lokal, dengan harapan peternak dapat menekan biaya produksi.

Bupati juga berharap semoga kerjasama dengan Kementerian Pertanian melalui BBPP Batu akan terus berlanjut, tidak saja pelatihan tentang unggas namun pelatihan teknis yang lain imbuhnya”.

**Catur Puryanto/BBPP Batu