25.2 C
Bogor
Sunday, August 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1102

Dikerjakan Mandiri, Samisade Desa Sukajaya Berjalan Mulus

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan betonisasi jalan dari anggaran Samisade (Satu Miliar Satu Desa) secara mandiri tanpa menggunakan pihak ketiga.

“Awalnya memang mau pakai pihak ke-3 yaitu PT PPE, namun saat survei ke lokasi dan banyak juga yang menggunakan jasa mereka. Kami lama menunggu keputusan dan pada akhirnya PT PPE gak sanggup karena akses jalan cukup ekstrem,” jelas Kasie Kesra Desa Sukajaya, Dadang, Kamis (28/10).

Masih kata dia, untuk pengerjaan beton jalan memang tidak memakai tenaga ahli hanya tenaga yang biasa mengerjakan beton LPM dan ada TPK-nya. Pihaknya juga mengaku tidak memesan beton melalui PPE.

BACA JUGA: Desa Cigudeg Tata Infrastruktur dengan Hotmix Jalan

“Alhamdulilah karena jalan Kp.Cigintung ini merupakan akses jalan tembusan ke Pabuaran-Sukamakmur. Jadi jika sudah bagus semua akan memudahkan masyarakat, juga untuk perlintasan dan pastinya jika jalan bagus akan meningkatkan harga tanah di lokasi ini apalagi disini ada usaha perkavlingan,” jelasnya.

Menurutnya, untuk betonisasi jalan Kp.Cigintung RT 04/02 itu baru dilaksanakan tahap 1 anggaran Samisade dengan biaya sebesar Rp400 juta dengan volume P 640M x L 2,5M x T 0,15M , sambil menunggu anggaran tahap 2 dicairkan untuk melanjutkan jalan ini.

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

“Ya alhamdulilah, saya ucapkan terimakasih kepada Bupati Ade Yasin atas program Samisade yang diberikan ke desa-desa semoga terus berkelanjutan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di desa-desa,” tutur Dadang.

**naynur’ain

Desa Cigudeg Tata Infrastruktur dengan Hotmix Jalan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mencairkan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 untuk pembangunan infrastruktur jalan yang meliputi di tiga Kampung.

Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses penataan pembangunan infrastruktur di setiap wilayah Kampung.

Pembangunan tersebut, selain menggunakan DD juga  menggunakan anggaran Bantuan Pemerintah Provinsi (Banprov) Jawa Barat.

BACA JUGA: Lama Dirindukan, Betonisasi Jalan Kampung Peundeuy tak Memuaskan Masyarakat

“Kami prioritaskan yang belum tersentuh pembangunan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat sekitar,” terang Andi Supriadi kepada Jurnal Bogor, Kamis (28/10).

Kades Cigudeg mencontohkan, pembangunan  dianggarkan dari DD berupa pengaspalan hotmix yang berlokasi di Kampung Ciuncal.

Termasuk pembangunan infrastruktur jalan lingkungan tepatnya di Kampung Cikasungka sepanjang 150 meter lebar 1 meter. “Melalui DD berikut pengerjaan hotmix di kampung Pasirnangka,” jelasnya.

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

Sedangkan anggaran Banprov digunakan pembangunan jalan tepatnya di kawasan Komplek PTPN.

Selain untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta mempermudah kegiatan ekonomi, mereka bisa memanfaatkan untuk lalu lintas di sekitar lingkungan.

“Maka itu, areal komplek PTPN baru tersentuh pembangunan, sebelumnya kondisi jalan itu masih seperti tanah merah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Samisade Desa Sukasirna Harapkan Ekonomi Meningkat

Sebagai bentuk terimakasih karena akses jalan itu dibangun, sejumlah  warga  sekitar menggelar syukuran.

Kendati demikian, kata dia, Banprov juga dialokasikan pembuatan  billboard untuk penunjang sarana media multifungsi menginformasikan program seputar desa.

Selain itu kata dia, mengingat Desa Cigudeg masih banyak yang belum tersentuh pembangunan karena cakupannnya begitu luas.

Akan tetapi hingga tahun 2025  mendatang pihaknya berharap bisa menuntaskan pembangunan tersebut.

**aripekon

Lama Dirindukan, Betonisasi Jalan Kampung Peundeuy tak Memuaskan Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Masyarakat Kampung Peundey, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor kecewa dengan hasil pembangunan jalan betonisasi yang baru dibangun tapi sudah retak dan mengelupas.

Salah satu warga, Asep (36) yang sering melintas mengaku kecewa dengan hasil pengecoran yang dilaksanakan oleh pemerintah desa karena kondisi jalan yang baru berumur dua bulan ini sudah mengelupas dan hampir retak di setiap jarak 5 meter.

“Kecewa banget, ini kan jalan rusak parah dulu ya, kalo hujan bisa menghasilkan genangan air setengah betis , tapi hasil pengecorannya malah seperti ini,” ucap Asep kepada Jurnal Bogor, Kamis (28/10).

BACA JUGA: Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

“Saya gak tau siapa yang mengerjakan taunya dari desa aja anggaran dari Bupati katanya, cuma coba lihat sendiri hasilnya sungguh sangat mengecewakan.”

Terpisah, Kepala Desa Singajaya Hj.Lili Mulyati S.pd menjelaskan pengerjaan dilakukan bukan oleh pihak pemerintah desa melainkan oleh pihak ke-3 yaitu PT Prayoga Pertambangan dan Energi. Pihak desa kata dia, hanya mengawasi dan pihak ke-3 yang mengerjakan semuanya.

“Betonisasi jalan Kampung Peundeuy ini mencakup 2 RT yaitu RT 02/04 dan RT 03/04 dengan volume P 400M x L 4,00M x 0,15M dengan anggaran Samisade tahap 1 sebesar Rp400 juta rupiah,” jelasnya Hj.Lily.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

Dia pun mengaku sebetulnya merasa kecewa dengan hasil betonisasi yang dikerjakan oleh PT PPE. Kondisi jalan sudah banyak yang retak dan betonnya mengelupas seperti kondisi jalan yang sudah berumur tahunan. Padahal kondisi jalan baru 2 bulan dibangun.

“Sempat saya minta pertanggung jawaban karena saya merasa kecewa tapi belum ditanggapi sampai sekarang. Berharap ada masa pemeliharaannya, memang salah saya tidak saya tahan anggaran pemeliharaan dan sudah saya bayar 100% pekerjaan padahal hasilnya kurang memuaskan,” ucapnya lagi.

BACA JUGA: Perusahaan Melanggar, Komisi III Nilai Pengawasan Dinas Masih Lemah

Masih kata dia, dirinya merasa malu dan bingung jika ditanya oleh masyarakat karena jalan itu memang sudah lama rusak dan betul-betul sangat dinantikan.

“Kami akan pikirkan apakah tahap 2 masih memakai jasa PT PPE atau kami akan melakukan secara mandiri, nanti saya akan konsultasi lagi dengan Pak Camat dan Ketua Paguyuban,” pungkasnya.

**naynur’ain

Buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’ Segera Dilaunching

0

JURNAL INSPIRASI – Program Sekolah Ibu yang digagas Yane Ardian selaku Ketua TP PKK Kota Bogor memberikan banyak perubahan, utamanya dalam manajemen keluarga.

Banyak cerita dan kisah-kisah inspiratif dari pengajar Sekolah Ibu yang berhasil memberikan solusi dalam menata rumah tangga peserta Sekolah Ibu, hingga bagaimana pola mengasuh anak.

Hal ini menjadi latar belakang lahirnya buku ‘Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif’.

BACA JUGA: Mentan SYL: Pertanian Siap Hadapi Perubahan Iklim

Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan berharap program Sekolah Ibu bisa diadopsi dan disebarkan di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi kinerja para pegawai. Sebab, Sekolah Ibu memberikan dampak positif bagi para alumni maupun para pengajar.

“Salah satunya istri saya yang  mendapatkan manfaat positif, baik bagi dirinya dalam bentuk skill maupun manajemen keluarga. Ilmu yang dipelajari di refresh pada keluarga kami, saya melihat banyak perubahan. Sekolah Ibu adalah tempat sharing para ibu di Kota Bogor,” kata Rino.

Ditempat yang sama, Kepala Cabang BJB Kota Bogor, Aditya Wiradharma dan Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan secara simbolis menyerahkan bantuan percetakan di Pendopo VI, Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Rabu (27/10/2021).

BACA JUGA: Perusahaan Melanggar, Komisi III Nilai Pengawasan Dinas Masih Lemah

Kumpulan kisah inspiratif ini kata Yane bukan karenanya, tapi berasal dari inisiasi, pengalaman dan kasus para pengajar yang sangat militan ketika mengajar, kemudian dirangkum menjadi sebuah kisah yang menarik dan inspiratif.

Di sisi lain, lahirnya program Sekolah Ibu tidak terlepas dari campur tangan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dan BJB Cabang Bogor. Melalui bantuan Asisten Perekonomian Setda Kota Bogor, Erna Hernawati saat itu, mengajak berkolaborasi mendukung Sekolah Ibu.

“Kedua pihak ini tidak pernah lepas dari Sekolah Ibu dan diharapkan terus bersama kami. Semoga BJB Cabang Bogor dan  Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bisa membantu dan membagikan buku kepada pegawai masing-masing,” kata Yane.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

Ia mengaku selalu bangga dengan cerita program Sekolah Ibu. Para pengajarnya memiliki beragam latar belakang, salah satunya seorang Polwan asal Pamulang yang bertugas di Bagian Reskrim di Jakarta.

“Harapan, mimpi dan cita-cita saya Sekolah Ibu bukan hanya keluarga di Kota Bogor tapi semua yang sudah dirintis bisa disosialisasikan dan diadopsi ke seluruh Indonesia. Saya ingin buku Sepenggal Cerita dari Sekolah Ibu – 25 Kisah Inspiratif disampaikan ke pihak lain, termasuk ke Ibu Atalia karena program ini diadopsi Pemprov Jabar dengan nama program Sekoper Cinta, bisa sampai juga ke Ibu Negara agar program ini bisa di duplikasi,” ungkapnya.

Istri Wali Kota Bogor ini berkomitmen akan terus berjuang untuk program Sekolah Ibu, mengingat perjalanan panjang dengan segala lika-liku hingga mendapat apresiasi dari Kemenpan-RB sebagai Inovasi Daerah.

BACA JUGA: Gaji tak Dibayar, Pekerja Dunkin Donuts Protes

Artinya Sekolah Ibu kata dia, bukan program main-main. Tantangan dan kendala yang muncul semata-mata agar program Sekolah Ibu menjadi lebih baik. Disamping itu Sekolah ibu adalah salah satu program yang berkaitan dengan visi Kota Bogor yakni Kota Ramah Keluarga.

“Sebagai inisiator, tentunya saya tidak bisa berjalan sendiri, tetapi butuh kolaborasi dan dukungan semua pihak, salah satunya bentuk dukungan dalam pengajaran. Dari IPB University berkaitan dengan penelitian, keberadaan Sekolah Ibu dirasa sangat signifikan bagi masyarakat dalam pengelolaan keluarga di Kota Bogor, banyak perubahan yang terjadi,” paparnya.

Untuk tahap awal, rencananya buku akan dicetak sebanyak 500 buku. Sementara untuk launching menunggu selesai proses cetak. Namun ia berharap bisa di launching saat peringatan Hari Ibu.

BACA JUGA: Pemkab Banyumas dan Perumdam Tirta Satria Kunker ke Tirta Pakuan

Salah satu pengajar Sekolah Ibu sekaligus penulis buku, Firdanianti Pramono mengutarakan, ini perjuangan yang luar biasa bagi para penulis dengan latar belakang yang heterogen, namun memiliki cita-cita yang sama yakni memajukan keluarga di Kota Bogor.

Menurut Firdanianti, ide penulisan buku berawal dari hal sederhana dengan mengumpulkan cerita dan pengalaman para tenaga pengajar selama mengajar.

“Semoga ini menjadi legacy (warisan) untuk Kota Bogor. Sebenarnya jika lebih ngotot lagi, bakal lebih banyak kisah inspiratif yang dibukukan. Latar belakang penulis dan proses editing mempengaruhi penyelesaian penulisan hingga 1 tahun. Semoga ini juga menjadi kebanggan bagi para pengajar,” katanya Firdanianti yang juga dosen di Universitas Pakuan (Unpak) Bogor.

BACA JUGA: Samisade Desa Sukasirna Harapkan Ekonomi Meningkat

Ke depan terkait hak royalti dan hak cipta, dia menyerahkan kepada TP PKK Kota Bogor, karena buku ini milik TP PKK. Sehingga ke depan hasil dari hak royalti bisa digunakan untuk kepentingan organisasi atau warga Kota Bogor, khususnya dalam pemberdayaan para ibu.

Apresiasi disampaikan Kepala Cabang BJB Kota Bogor, Aditya Wiradharma. Dia berharap apa yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Semoga kedepan buku ini bisa dicetak lebih banyak lagi sehingga bisa dibaca seluruh orang Indonesia, kisah yang disajikan bisa memberikan inspirasi bagi keluarga, istri, suami, maupun anak-anak,” ujarnya.

**handymehonk

Mentan SYL: Pertanian Siap Hadapi Perubahan Iklim

0

JURNAL INSPIRASI – Pandemi Covid-19 memberi makna yang berbeda bagi perayaan Hari Pangan Sedunian (HPS) selama 2 tahun terkahir. Tantangan pangan yang kian kompleks akibat dampak perubahan iklim (Global Warming) tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memenuhi pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Namun di tengah potensi ancaman kekeringan dan krisis pangan global yang telah di Warning oleh FAO di awal tahun 2020, Kementan secara konsisten berupaya menciptakan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern dengan terus berinovasi melakukan terobosan-terobasan strategi pembangunan sektor pertanian yang semakin antisipatif dan adaptif.

“Mari jadikan peringatan HPS Ke – 41 ini momentum upaya kita bersama untuk merubah strategi pembangunan pertanian dengan menerapkan teknologi dan riset yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, pemanasan global dan krisis air dimasa yang akan datang, “ ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 41 di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/10).

BACA JUGA: Gaji tak Dibayar, Pekerja Dunkin Donuts Protes

Untuk itu Mentan Syahrul, menghimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Kontribusi tersebut tak hanya untuk lingkup daerah atau nasional, tapi juga dunia.

“Saya mengajak semua pihak untuk lebih agresif dan bersemangat dalam menghadapai tantangan kedepan. Saya juga ingin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih semua pihak dan petani yang telah berjuang untuk mempersiapkan pangan bagi 273 juta orang, “ ungkapnya

Lebih lanjut Mentan Syahrul menuturkan bahwa di masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan. Hal ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukan Kementan dalam tiga tahun terakhir ini, telah menunjukkan ketangguhan sektor pertanian.

BACA JUGA: Perusahaan Melanggar, Komisi III Nilai Pengawasan Dinas Masih Lemah

“Oleh karena itu, kunci keberhasilan tindak lanjut HPS ini adalah pertama, koordinasi pengawasan yang sistematis yang dikawal dengan disiplin. Kedua, HPS ini bukan seremonial, bukan proyek tetapi edukasi tentang program terukur, cara dan tatakelola (manajemen) hulu-hilir pertanian dan perilaku insan pertanian yang sesuai dengan tantangan era. Ini sama dengan program reguler maksimum dan SPP,” tegas Syahrul.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama tahun 2020, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang mengembirakan. Pada Triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24% q-to-q. Begitupun pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,15% dan 2,59% y-on-y dan mampu menjadi penyelamat memburuknya resesi ekonomi nasional. Demikian juga memasuki TW II 2021, PDB sektor pertanian masih konsisten tumbuh positif sebesar 12,93% (q to q).

Hal yang sama terjadi pada Ekspor produk pertanian, menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Selama Januari-Desember 2020 nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp 451,8 triliun dan meningkat 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 390,2 triliun. Peningkatan ekspor berlanjut memasuki periode Januari-September 2021, dimana ekspor pertanian mencapai Rp. 450 triliun dan tumbuh 45,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yang nilai ekspornya mencapai Rp. 309,58 triliun.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

Sementara itu Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Rajendra Aryal mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya luar biasa untuk mengatasi dampak negatif pandemi terhadap mata pencaharian masyarakat. Ketahanan Indonesia di sektor pertanian ditunjukkan dengan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat meskipun ekonomi melambat akibat pandemi COVID-19.

“ Capaian ini tercermin dalam tema nasional tahun ini yaitu Pertanian meningkat, Pangan cukup di tengah krisis dan pandemi global,”ungkapnya saat menghadiri peringatan HPS Ke-41 secara virtual.

Rajendra menambahkan bahwa dengan populasi yang terus bertambah, penduduk dunia diperkirakan mencapai 10 miliar pada tahun 2050, sehingga perlu menyediakan makanan bagi penduduk dunia dan memelihara planet ini. Ini bukan hanya tentang menanggapi keadaan darurat, ini tentang membangun ketahanan jangka panjang dan mengubah cara kita memproduksi dan mengonsumsi makanan.

BACA JUGA: Kurangi Kemacetan, Pemdes Sukamaju Buat Pelebaran Jalan

“Kita membutuhkan tindakan kolektif dan bersama untuk mengubah sistem pertanian pangan kita. FAO bekerja keras bersama-sama pemerintah Indonesia untuk melakukan transformasi sistem pangan di Indonesia,“ ujarnya

Hadir langsung dalam acara peringatan HPS Ke-41 Kepala Perwakilan IFAD di Indonesia, Mr Ivan Cossio Cortez dan Asisten Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Ageng Heriyanto, Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Luthfi, Waki Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsing, Anggota Komite II DPD RI, KH Amang Syafrudin, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian serta hadir secara virtual Dubes dari 17 negara dan perwakilan 13 Embassy di Indonesia.

**Regi/PPMKP

Perusahaan Melanggar, Komisi III Nilai Pengawasan Dinas Masih Lemah

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)  Kabupaten Bogor mengakibatkan banyaknya perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan alias melanggar.

Ferry Roveo Chechanova

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi III Ferry Roveo Chechanova mengatakan, hasil rapat antara Komisi III DPRD dengan beberapa perusahaan yang juga dihadiri oleh dinas terkait menguak banyaknya temuan yang dilakukan perusahaan dan terkesan diabaikan sehingga berdampak terhadap lingkungan yang mengakibatkan banjir dan pencemaran limbah di pembuangan saluran milik masyarakat.

“Dari hasil rapat tersebut ada beberapa pelanggaran yang ditemukan Komisi III dan itu dilakukan oleh beberapa perusahaan,” ucap Pio biasa disapa.

BACA JUGA: Gaji tak Dibayar, Pekerja Dunkin Donuts Protes

Masih kata dia, seperi pelanggaran yang dilakukan oleh PT PADMA. Dia menemukan 5 pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tersebut seperti belum dilakukannya BAP kepada PT PADMA oleh UPT dinas terkait, kedua pembuangan limbah kadaluarsa dilakukan secara sembarangan, ketiga masih belum melaksanakan kewajiban terhadap Pemerintah Kabupaten Bogor terkait Rumija, keempat menguasai lahan milik Pemkab Bogor dan membuat bangunan diatasnya yang tidak berizin, dan kelima masih kurangnya ruang terbuka hijau.

“Solusi yang kami tawarkan untuk PT PADMA ada beberapa, untuk poin pertama harus dilakukannya pembongkaran oleh Satpol PP Kabupaten Bogor, dan untuk pembuangan limbah perusahaan PT PADMA harusnya bekerja sama dengan perusahaan pembuangan limbah resmi yang jelas punya tempat pengolahan limbah agar tidak dibuang sembarangan, begitupun untuk pemakaian bangunan diatas irigasi harus ada rislah namun tidak merubah fungsi saluran irigasi, dan mengingat bangunan tersebut berdekatan dengan penduduk harus dilakukan standar layak fungsi (SLF) oleh perusahaan yang berkompeten,” jelas Pio.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

Selain itu, masih kata dia, untuk PT Untung Terus Sejahtera yang sudah diberikan sanksi oleh DLH terkait limbah yang merembes kerumah warga dan itu sangat membahayakan, bangunan juga tidak sesuai site plant dan kurangnya ruang terbuka hijau.

“Begitu juga temuan untuk PT Berkat Bangun Indonesia masih kurangnya lahan terbuka hijau, masih belum menyelaikan bangunan terkait Rumija, banyak baguan tambahan yang belum memiliki IMB, serta bangunan belum memiliki standar layak fungsi,” cetusnya.

BACA JUGA: Kurangi Kemacetan, Pemdes Sukamaju Buat Pelebaran Jalan

Menurutnya dengan banyaknya temuan – temuan tersebut kinerja UPT pada dinas terkait layak dipertanyakan, dan terindikasi lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait. “Harus ada rotasi yang dilakukan terkait petugas baik pejabat setingkat UPT dan pelaksana tekhnis sehingga ada keseriusan penegakan Perda sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Pio geram.

**naynur’ain

Gaji tak Dibayar, Pekerja Dunkin Donuts Protes

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan pekerja Dunkin Donuts melakukan aksi solidaritas di depan counter Dunkin Donuts Pengadilan Kota Bogor. Aksi damai itu dilakukan menuntut PT. Dunkindo Lestari untuk membayar secara tunai dan sekaligus memberikan kompensasi pesangon para pekerja.

Disampaikan kuasa hukum karyawan M Ichwan Tuankotta bahwa hal itu dilakukan  karena semua proses perselisihan hubungan industrial sudah ditempuh oleh para pekerja Dunkin Donuts hingga para pekerja melalui kuasa hukumnya dari Kantor Ichwan Tuankotta, SH  dan Associates yang mengajukan gugatan di PHI Bandung.

BACA JUGA: Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

“Dan hakim yang memeriksa, mengadili perkara Nomor 101/Pdt.Sus.PHI/2021/PN.Bdg dalam amar putusannya mengabulkan gugatan para pekerja, dan menghukum PT. Dunkindo Lestari untuk membayar secara tunai dan sekaligus kompensasi pesangon para pekerja,”kata M Ichwan Tuankotta saat dikonfirmasi, Rabu (27/10/2021).

Ichwan menambahkan atas putusan tersebut penggugat dan tergugat tidak melakukan upaya hukum kasasi sehingga putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap, namun hingga saat ini putusan tersebut belum juga dilaksanakan oleh PT Dunkindo Lestari.

BACA JUGA: Samisade Desa Sukasirna Harapkan Ekonomi Meningkat

“Dan akan melakukan aksi yang lebih besar di Kantor Pusat PT. Dunkindo Lestari jika tuntutan para pekerja tidak dipenuhi,”pungkasnya.

**cepikurniawan

Dongkrak Ekonomi di Pasar Dayeuh, Jalan Cibodas – Sukanegara Dihubungkan

0

JURNAL INSPIRASI – Banyaknya keluhan yang disampaikan oleh para pedagang Pasar Dayeuh akibat sepinya pembeli membuat Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani harus berpikir keras agar ada akses lintas yang menyatukan 2 desa untuk menarik minat desa tetangga berbelanja di Pasar Dayeuh.

Kades yang memiliki hobi berkendara sepeda motor trail tersebut mengatakan, jika akses jalan antara Cibodas – Sukanegara terhubung maka akan mampu mendongkrak ekonomi pedagang Pasar Dayeuh. Pasalnya, jika jalan tersebut sudah bagus kata dia, besar kemungkinan warga Cibodas akan berbelanja ke Pasar Dayeuh karena jaraknya lebih dekat jika dibandingkan berbelanja di Pasar Jonggol yang harus menempuh jarak sejauh 7 kilometer.

“Kurangnya minat warga dari desa lain karena tidak ada akses jalan lintas yang bagus dan itu banyak dikeluhkan oleh pedagang Pasar Dayeuh dengan sepinya pembeli,” ucap Ahmad Yani kepada Jurnal Bogor.

BACA JUGA: Samisade Desa Sukasirna Harapkan Ekonomi Meningkat

Dia menjelaskan, untuk pekerjaan betonisasi jalan ini dipercayakan kepada PT Prayoga Pertambangan dan Energi. Pihak desa tidak punya tenaga ahli untuk betonisasi jalan dan kurang ya minat pekerja pribumi juga merupakan salah satu kendala.

“Lokasi betonisasi berada di Kp.Paledang RT 01/06 baru dilaksanakan tahap 1 dengan volume P 1800M x L 2,5M x T 0,15M dengan total anggaran tahap 1 Rp400 juta rupiah,” jelasnya.

BACA JUGA: Kurangi Kemacetan, Pemdes Sukamaju Buat Pelebaran Jalan

“Hasil betonisasi ini akan kami evaluasi terus dan saya juga intens berkomunikasi dengan Pak Darda selaku pelaksana lapangan dari PT PPE , untuk saat ini kondisinya memang banyak retak rambut , dan saya harapkan untuk tahap 2 PT PPE lebih ditingkatkan lagi untuk kualitasnya agar tidak mudah retak seperti tahap 1 kali ini,” pungkas Ahmad Yani.

**naynur’ain

Samisade Desa Sukasirna Harapkan Ekonomi Meningkat

0

JURNAL INSPIRASI – Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang merupakan salah satu program unggulan Pancakarsa Bupati Ade Yasin layak diacungi jempol karena mampu mempercepat perkembangan pembangunan terutama dalam bidang infrastruktur.

Seperti hal yang dirasakan oleh Iwan Setiawan, Kepala Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol yang memberikan apresiasi kepada Bupati Ade Yasin yang sudah menggelontorkan bantuan bernama Samisade tersebut karena berdampak sangat positif untuk Pemerintah Desa Sukasirna terutama warga pelosok yang sangat merindukan jalan bagus.

“Untuk Samisade tahap 1 yang sudah terealisasi kami alokasikan di 2 titik yaitu betonisasi Kp.Raweuy dan betonisasi jalan Kp.Babakam BKS,” jelas Iwan.

BACA JUGA: Kurangi Kemacetan, Pemdes Sukamaju Buat Pelebaran Jalan

Menurutnya, pekerjaan Samisade kali ini dikerjakan oleh pihak ke-3 yaitu PT Prayoga Pertambangan dan Energi, untuk betonisasi  Kp.Babakan BKS RT 003/RW 09 dengan volume P 312 M x L 3,5M x T 0,15 dan untuk betonisasi jalan Kp.Raweuy memiliki volume P 560M x L 2,3M x T 0.15 dengan total anggaran 400 juta rupiah untuk tahap pertama.

“Untuk tahap ke – 2 sendiri belum turun , dan berharap dalam waktu dekat ini bisa segera dicairkan agar pekerjaan Samisade bisa terselesaikan dengan cepat,” ucapnya.

BACA JUGA: BIN Vaksinasi Pelajar dan Warga Kabupaten Bogor

Masih kata dia, pekerjaan ini selalu dipantau walaupun dikerjakan oleh PT PPE dan diharapkan hasilnya bisa dilakukan dengan optimal. “Kenapa kami berani menyerahkan pada PPE selain adanya himbauan dari Bupati juga, karena PPE merupakan BUMD Kabupaten Bogor masa iya kualitasnya buruk. Kita uji coba menggunakan program PPE ini, jika hasilnya kurang memuaskan maka untuk tahap tahun depan kami akan mengerjakan secara mandiri,” pungkas Iwan.

**naynur’ain

Kurangi Kemacetan, Pemdes Sukamaju Buat Pelebaran Jalan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukamaju menggunakan dana Satu Miliar Satu Desa (Samisade) untuk pelebaran jalan, pengaspalan dan pemasangan U-dit guna kelancaran tonase air di salah satu jalan alternatif dan simpangan yang banyak dilintasi penggunaan jalan hingga tak jarang  mengakibatkan kemacetan terutama pada masa liburan.

Sekretaris desa Sukamaju Rohman mengatakan jika pengalokasian Samisade di Kampung Menan yang menyangkut 2 RT tersebut bukan tanpa alasan mengingat ini merupakan jalan lintas yang sering dilalui masyarakat apalagi kalau hari libur, jika 2 mobil berpapasan secara bersamaan maka tidak bisa bergerak hingga menimbulkan kemacetan.

“Maka dari itu kami menginisiasi mengalokasikan anggaran Samisade tahun ini untuk pelebaran jalan disini. Pelebaran kami maksimalkan yang tadinya 3,5 M menjadi 4 M dan juga disertai pemasangan U-Dith drainase untuk melancarkan aliran jalan air,” jelas Rohman kepada Jurnal Bogor.

BACA JUGA: BIN Vaksinasi Pelajar dan Warga Kabupaten Bogor

Masih kata dia, pengerjaan sendiri dilaksanakan oleh pihak ketiga yaitu PT Prayoga Pertambangan dan Energi yang melakukan pengaspalan jalan dan pemasangan U-Dith ini , namun pihaknya tetap memantau pengerjaannya karena jika tidak sesuai yang diharapkan akan dikomplain.

“Untuk anggaran total 1 milyar dengan jenis pekerjaan pengaspalan dan drainase yang dilaksanakan di Kp. Menan RT 04/03 dan RT 03 /03 , dengan volume drainase U-Dith P 853 Pcs x 0,30 M x 0,30 M , dan P 23 Pcs x 0.60M x ,0,30M ,serta pengaspalan dengan volume P 509M x 4,00M x 0,3M ” jelasnya.

BACA JUGA: Siswa dan Guru Cemas, Atap Ruang Kelas SDN Tarikolot Rusak

Dirinya berharap, pekerjaan ini berjalan dengan lancar agar segera bisa dinikmati oleh masyarakat dan pengguna jalan lainnya, dan meminta untuk PT PPE juga bisa menyelesaikan dengan baik sesuai yang diharapkan. “Walaupun pelebaran jalan tidak dicor tapi hanya dipadati oleh batu split saja semoga jalan ini bisa awet dan gak cepat terkikis,” pungkasnya mengakhiri.

**naynur’ain