31.3 C
Bogor
Wednesday, August 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 997

DPUPR Harus Tanggungjawab, Kerusakan Jalan Cikereteg Penyebab Kemacetan

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, harus ikut bertanggungjawab dengan kemacetan yang sering terjadi di Jalan Cikereteg, Kecamatan Caringin. Sebab, kerusakan jalan yang saat ini belum dilakukan perbaikan, menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan.

Ketua BPD Desa Ciderum, Ujang Hasbullah mengatakan, terjadinya kemacetan di ruas jalan yang menjadi akses utama warga beraktivitas banyak faktor, mulai dari kerusakan jalan di Cikereteg, sempitnya ruas jalan dan keberadaan para pedagang kaki lima (PKL).

“Jalan rusak di Cikereteg menjadi penyebab juga kemacetan,” ungkapnya kepada wartawan usai mendatangi kantor Kecamatan Caringin, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, volume kerusakan jalan dititik Pasar Cikereteg, sangat luas dan memiliki kedalaman yang cukup membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Dalamnya lubang di jalan, membuat pengendara mengendarai kendaraannya pelan-pelan. Itu juga sebagai penyebab kemacetan,” ujar Ujang Hasbullah.

Ketua BPD yang lama di Pemerintahan Desa (Pemdes) Ciderum itu mengaku, kondisi ruas Jalan Cikereteg terjadi macet, akibat tidak adanya pengawasan dari DPUPR terhadap pemilik bangunan yang ada disepanjang jalan ini. Lantaran, selama ini tidak ada teguran terhadap pemilik bangunan yang melanggar garis sempadan jalan (GSJ).

“Harusnya saat ada pembangunan dan itu mengambil bahu jalan, pengawas DPUPR menegurnya. Jangan setelah dibangun baru ditegur, itukan akhirnya merugikan pemilik bangunan,” tegas Ujang Hasbullah.

Hal senada juga diungkapkan tokoh masyarakat Kampung Cikereteg Desa Ciderum, Pepen. Ia menegaskan, warga Cikereteg akan melakukan aksi terkait kerusakan jalan yang kondisinya membahayakan para pengendara.

“Lihat saja, lubang jalan sudah semakin parah tapi tidak ada perbaikan. Apa menunggu kami dan warga aksi dulu baru dilakukan perbaikan,” tegasnya.

** Dede Suhendar

Perwakilan Warga Desa Ciderum Ontrog Kecamatan Caringin

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan perangkat Desa Ciderum, mulai dari BPD, LPM, Kadus, RW dan RT mewakili warga, mengontrog kantor Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Senin (10/1/2022). Kedatangan para pengurus di Desa Ciderum tersebut, untuk menyampaikan keluhan warga terkait kemacetan di Jalan Cikereteg akibat padatnya kendaraan yang akan berwisata ke Desa Pancawati.

Sempat terjadi perdebatan antara perwakilan warga dengan Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Caringin, karena warga diarahkan untuk ke Dinas Perhubungan (Dishub) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait permasalahan kemacetan.

Kepala Dusun (Kadus) Kampung Ciletuh Desa Ciderum, Didin Subandi mengatakan, pihaknya datang ke kantor kecamatan karena menghargai pemerintahan dibawah. Sehingga, sebelum menyampaikan keluhan ke tingkat bupati atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terlebih dulu meminta solusi ditingkat kecamatan.

“Kalau pun mau kami bisa saja menyampaikan keluhan semua warga Desa Ciderum ini ke Bupati Bogor langsung. Tapi kami punya etika dan masih menghargai pihak kecamatan,” kesalnya dengan nada tinggi saat keluar dari ruangan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Caringin, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, keluhan warga terkait kemacetan di Jalan Cikereteg karena banyaknya kendaraan yang akan berwisata ke wilayah Pancawati, sudah lama terjadi. Bahkan, setiap tahun keluhan warga itu sudah dimasukkan kedalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).

“Setiap tahun solusi mengurai kemacetan di jalan utama warga beraktivitas itu, selalu dimasukkan kedalam Musrenbang, baik tingkat desa hingga kecamatan. Tapi sampai sekarang tidak pernah ada solusi,” ungkap Didin.

Untuk itu, lanjut Didin, melalui perwakilan warga tiap wilayah di Desa Ciderum, mulai dari BPD, LPM, Kadus, RW hingga RT, ikut datang ke kantor kecamatan agar bisa disampaikan ke warga masing-masing.

“Hasil dari pertemuan ini, kami sampaikan lagi ke warga. Makanya, kami ingin langsung bertemu dengan camat dan Kapolsek Caringin,” tegas Didin dihadapan Sekcam Caringin dan Kasi Trantib.

Perwakilan warga pun yang berada di luar kantor kecamatan, menolak bila kedatangan mereka tidak langsung bertemu dengan camat. Bahkan, massa yang notabene para pengurus wilayah Desa Ciderum, ancam akan mendatangi Pemkab Bogor bila kedatangan mereka tidak bertemu dengan camat yang saat itu sedang rapat dengan Satgas Covid-19, seperti Kepala Puskesmas Caringin dan Kapolsek Caringin di aula kantor kecamatan.

Massa mulai tenang setelah Camat dan Kapolsek Caringin selesai rapat, lantaran keluhan dan aspirasi mereka bisa langsung disampaikan.

** Dede Suhendar/Deni Pratama

Karang Taruna ‘Bhakti Muda’ Siap Majukan Kelurahan Pamoyanan

0


JURNAL INSPIRASI
– Setelah dilantik dan dikukuhkan, ketua terpilih Karang Taruna ‘Bhakti Muda’ Kelurahan Pamoyanan periode 2021-2026, Rismal Hardian mengaku siap akan mengembangkan desa wisata di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Desa wisata yang sudah direncanakannya itu, dikatakan Rismal, diantaranya Camping Ground, Track Sepeda, Hiking Track, Agrowisata, dan Eduwisata di sekitaran RW 11 dan RW 12 yang meliputi 4 RW dengan luas lahan sekitar 200 hektare.
 
“Jadi mudah-mudahan ini terealisasi. Disini kami siap bekerja sebagai karang taruna tapi semua itu tidak akan berhasil tanpa ada dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, saya meminta agar semua pihak bisa mendukung kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan kami,” kata Rismal dalam sambutannya.
 
Karang Taruna Kelurahan Pamoyanan, lanjut Rismal yang didampingi Wakil Ketua Karang Taruna terpilih yakni Luthfi Fachrul, menegaskan, bahwa Karang Taruna Pamoyanan siap menjalankan visi misi demi kemajuan Kelurahan Pamoyanan.
 
“Kami tidak ingin banyak berjanji. Disini kami hanya siap menjalankan visi misi, siap beraksi, siap berkreasi, siap berinovasi untuk meraih prestasi yang tinggi sebagai bukti pengabdian kami kepada negeri,” tegasnya.
 
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, yang hadir sebagai tamu undangan terhormat, mengucapkan selamat kepada Ketua dan Wakil Ketua Karang Taruna Pamoyanan yakni Rismal Hardian dan Luthfi Fachrul.
 
Namun demikian, kata Dedie, di Bogor Selatan, khususnya di wilayah Kelurahan Pamoyanan, banyak sekali pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh semua pihak termasuk karang tarunanya.
 
“Pertama masalah akses jalan. Lahan yang akan dijadikan desa wisata ini sangat indah, tapi aksesnya sangat sempit. Nah akses ini harus di tata agar jangan sampai indah disininya saja,” kata Dedie.
 
Dihadapan semua pihak, Dedie juga meminta agar warga bisa berkontribusi untuk membebaskan lahannya demi akses jalan yang menunjang.
 
“Kepada Lurah Pamoyanan yang baru, gimana caranya agar warga bisa menambahkan kontribusinya terkait pelebaran jalan maksimal 1 meter ke kanan dan 1 meter ke kiri,” katanya.

Handy Mehonk

Aston Sentul Hotel Sajikan “Korean Treats Everywhere”

0

JURNAL INSPIRASI – Penyuka dan penggila kuliner ala Korea mesti mencoba makanan asal dari Negeri Ginseng ini. Dengan mengusung tema promo “Korean Treats Everywhere” dan ini hanya ada di Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Jl. Pakuan No. 3, Sentul City Kab. Bogor.

Sementara itu, Indri Hapsari, Marcomm Manager Aston Sentul Lake Resort & Conference Center mengatakan, menu promo ini digelar setiap hari selama Januari 2022 di Barata Coffee Shop lantai 3, Aston Sentul Lake Resort & Conference Center dari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Sambung Widayat Partorejo, Food & Beverage Director “Aneka makanan khas Korea spesial disajikan secara a la carte dengan harga mulai dari Rp.195.000-nett/orang,” tukasnya.

Dikatakan, General Manager Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Albert Siregar promo ini dilakukan untuk memperkenalkan budaya, seni kuliner dan keragaman masakan yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum dan tamu hotel melalui racikan menu khas Koreanya.
 
“Kami mencoba terobosan lain, selain kuliner khas Indonesia yang sudah melekat, disini kami juga sajikan sebagai ajang promo untuk memperkenalkan kekhasan varian menu masakan Negeri Ginseng,” ungkapnya.
 
Albert menjelaskan, untuk menikmati racikan menu khas Korea ini, pihaknya mempercayakan peracikan masakannya kepada Executive Chef Aston Sentul Lake Resort & Conference Center.  Pengunjung dan tamu hotel dapat menikmati sajian kuliner khas Korea seperti ; kimchi, Korean beef bulgogi dan makanan tradisional khas Korea dengan chicken cheese buldak.
 
“Ciri khas taburan keju meleleh diatas ayam dengan disiram sauce khas ayam buldog Korea. Kimchi merupakan icon kuliner Korea, salah satu ciri khas masakan korea yang sangat unik proses memasaknya dengan mengabungkan perpaduan bumbu lokal dan Korea, dengan hasil cita rasa yang sangat mengugah selera makan,” jelasnya.

Handy Mehonk | **

Forum DKM Desa Pasirangin Galang Dana Bantu Korban Erupsi Semeru

0

JURNAL INSPIRASI – Forum Dewan Kemakmuran Masjid (FDKM) Masjid dan Mushola se-Desa Pasirangin, Cileungsi, Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Pasirangin menggalangkan donasi untuk mengurangi penderitaan warga yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan yang diadakan disela-sela pengajian rutin bulanan di Mushola Al-Ihsan RT 04 RW 01, Desa Pasirangin itu sudah terkumpul sebesar Rp 24.805.000 dan disalurkan melalui Yayasan ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang berkantor di Fly over Cileungsi.

“Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam di Indonesia. Dana tersebut terkumpul berkat partisipasi dari jamaah masjid dan mushola di wilayah Desa Pasirangin,” papar Kades Pasirangin, Ismail, SH, Senin (10/1/22).

Menurut Ismail, kegiatan tersebut bukan hanya dilakukan kali ini saja. Bahkan, kekompakan para jamaah masjid dan musola se Desa Pasirangin dalam membantu kegiatan kemanusiaan acap kali dilakukan.

“Tentunya saya sangat mengapresiasi kegiatan donasi tersebut, dan tentunya bukan baru kali ini saja kita bersama FDKM membantu dalam kegiatan kemanusiaan. Di setiap ada musibah bencana alam dan kemanusiaan kita akan selalu bergerak, seperti dulu musibah banjir bandang di Cigudeg, banjir di Bojongkulur dan bahkan bantuan untuk rakyat Palestina,” ucapnya.

Dia berharap kepedulian terhadap sesama dengan penggalangan dana atau bantuan lainnya harus lebih ditingkatkan lagi. “Tentunya harapan saya kegiatan tersebut untuk terus ditingkatkan kepedulian terhadap sesama sebagai wujud membangun persaudaraan sesama anak bangsa,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dak Beton Rembes, Disdik Ajukan Percepatan Pembangunan

0

JURNAL INSPIRASI – Rembesnya dak beton di SDN 4 Tlajung Udik yang dikerjakan PT Fachry Lavoro pada tahun anggaran 2019 dengan anggaran Rp702.330.000 disikapi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni.

“Dengan adanya laporan tersebut kami akan meninjau ke lokasi SDN 4 Tlajung Udik, jika memang sangat parah maka akan kami usulkan untuk segera dilakukan peningkatan,” ujar Rameni, Senin (10/01/22).

Dia mengatakan, saat itu pasti sudah ada pertanggung jawaban, baik dari pihak kontraktor maupun dari Dinas Pendidikan. Namun secara teknis kata dia, jika kerusakan itu mengelupas maka memang harus dilakukan perawatan yang harus dilaksanakan pihak sekolah sendiri mengingat rehabilitasi rencana bertingkat yang dilaksanakan di SDN 4 Tlajung Udik.

Sedangkan dak beton tidak bisa dijadikan sebagai atap sehingga hal itu yang mengakibatkan terjadi rembes karena terlalu lama.

“Kita selalu mengajukan percepatan pembangunan untuk rehabilitasi rencana bertingkat, kenapa? , ya karena itu tadi dak beton itu tidak bisa dijadikan atap sehingga solusinya memang harus segera dibangun,” jelasnya.

Menurutnya , adapun dengan terlihatnya besi pada bangunan dak beton tersebut memang kurang pas , namun kesalahan tersebut masih dalam skala tidak terlalu parah, karena besi hanya nongol pada beberapa spot saja dan tidak menyeluruh. Banyak faktor yang mengakibatkan munculnya besi, ditambah pekerjaan tersebut sudah berjalan selama 2 tahun.

“Cuma kita pastikan kekhawatiran ambruk itu insya Allah tidak terjadi, kecuali ada goncanagan besar , standarnya usia beton setelah 28 hari itu sudah dipastikan kokoh dan tidak akan berubah lagi,” ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya mencoba untuk mengajukan semua yang sudah dilakukan rehabilitasi rencana bertingkat, namun kembali kepada kesediaan dana. Untuk tahun ini hanya Rp 90 miliar yang dibagi menjadi 3 bagian dan banyak kegiatan yang pasti dipangkas.

“Masih banyak PR kami, tahun ini kami mengajukan 200 RKB tapi hanya 10 yang akan direalisasikan, ya kita optimalkan sebaik mungkin. Kita lihat dan evaluasi dari tahun 2019 kebelakang, mana yang harus disegerakan walaupun idealnya semua harus segera dibangun RKB,” pungkas Rameni.

** Nay Nur’ain

JMI Bogor Raya Apresiasi Konsistensi Komunitas Lindungi Hutan

0

JURNAL INSPIRASI – Turut serta dalam aksi penanaman 2.400 pohon yang digagas Komunitas Lindungi Hutan Bogor, Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) Bogor Raya mengpresiasi konsistensi komunitas lingkungan ini, Minggu (09/01/22).

Apresiasi ini diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) JMI Bogor Raya, Sudadi. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan di Bukit Cisewu, Desa Sukamulya, Jonggol, Kabupaten Bogor ini patut dicontoh, khususnya oleh kalangan muda.

“Kegiatan semacam ini harus sering dilaksanakan, melihat bencana di satu tahun terakhir diakibatkan oleh kurangnya resapan air dan penahan tanah,” ucapnya.

Selain itu, Sudadi pun lagi-lagi memberikan apresiasi, karena lokasi penanaman yang dipilih menunjukkan keseriusan Komunitas Lindungi Hutan ini.

“Lokasi kegiatan yang mereka ambil, amat memperhitungkan kondisi juga memperkirakan wilayah yang berpotensi bencana,” tuturnya, Senin (10/01/22).

Di lokasi yang sama, Noval, Ketua Lindungi Hutan (LH) Bogor menjelaskan, kegiatan penanaman ini memang menjadi program utama dari komunitasnya.

“Selain melakukan penanaman, kita pun melakukan perawatan hingga bibit-bibit pohon ini bisa tumbuh dengan aman,” katanya.

Kegiatan penanaman ini, lanjut Noval, sebagai penanda bahwa kehidupan manusia tidak bisa lepas dari pohon dan fungsinya.

“Saat pohon terakhir ditebang, saat sungai terakhir dicemari, saat ikan terakhir dipancing, barulah manusia akan sadar kalau uang tak bisa dimakan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Covid Melandai, Masyarakat Diminta Manfaatkan Layanan Posyandu

0

JURNAL INSPIRASI – Posyandu atau pos pelayanan terpadu merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan  untuk  warga masyarakat dibantu oleh petugas kesehatan. Saat ada kasus  Covid-19, Pemerintah Desa  Balekambang, Jonggol, Kabupaten Bogor sempat menghentikan kegiatan Posyandu. Namun setelah Covid-19 melandai, osyandu di berbagai Rukun Warga kembali dilaksanakan.

Bidan Desa Balekambang, Vivi mengatakan dalam masa pandemi, protokol kesehatan diutamakan seperti penggunaan handsanitizer dan masker diterapkan disaat melakukan pelayanan kesehatan. Menurutnya kegiatan Posyandu ini dilakukan dengan  penimbangan dan pengukuran tensi darah kepada para ibu. Hal ini untuk mengetahui perkembangan tinggi dan berat badan anak. Tak hanya itu, dilakukan imunisasi pada bayi agar meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

“Selain pengecekan perkembangan anak, diadakan kelas bagi ibu hamil demi kesehatan ibu dan bayi. Petugas kesehatan memberikan penjelasan dari mulai vitamin, larangan makanan dan minuman untuk ibu hamil ” bebernya kepada Jurnal Bogor, Senin (10/01/22).

Lanjutnya, perihal penjelasan mengenai nifas, serta penjelasan mengenai ASI, serta  asupan vitamin dan mineral bagi ibu hamil harus terpenuhi. Sebenarnya tidak ada larangan makanan untuk ibu hamil asal tidak dikonsumsi berlebihan. Hanya saja bagi ibu yang sedang hamil muda ada batasannya karena kondisi kandungan masih sangat rentan, seperti harus menghindari nanas muda. Ibu hamil pun tidak disarankan mengonsumsi kopi dan teh karena mengandung zat anti gizi yang menghambat penyerapan zat gizi dan zat besi.

“ASI yang pertama kali keluar berisi imun dan harus diberikan kepada bayi. Tidak ada ASI basi meskipun ASI yang dikeluarkan encer karena semua ASI dari ibu merupakan makanan yang paling sehat bagi bayi,” jelasnya.

Dia berharap kepada masyarakatDdesa Balekambang khususnya yang memiliki bayi atau Balita serta bagi ibu hamil harus mengikuti program pelayanan kesehatan ini agar dapat mengetahui perkembangan kesehatan dan meningkatkan kualitas kesehatan meskipun dalam masa pandemi yang saat ini masih berlangsung.

“Apalagi Posyandu ini dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Jadi diharapkan agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan ini,” pungkasnya.

** Nay/Ramses

Jonggol dan Sukamakmur Masih Kekurangan Penyuluh Pertanian

0

JURNAL INSPIRASI – Kecamatan Jonggol dan Sukamakmur sekarang ini masih kekurangan penyuluh pertanian. Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2008 tentang sistem penyelenggaraan penyuluh yang diamanatkan satu desa satu penyuluh, sedangkan di Jonggol dan Sukamakmur hanya ada 14 orang seluruhnya berstatus Pegawai Harian Lepas  (PHL).

“Jumlah desa di Kecamatan Jonggol dan Sukamakmir ada 24, maka untuk mengisi kekosongan ada penyuluh yang menangani dua hingga tiga desa,” kata Staf UPT Pertanian Jonggol Jajang kepada Jurnal Bogor, Senin (10/1).

Menurutnya, karena masih kekurangan, Jajang  mengaku UPT Pertanian Jonggol  sudah pernah mengusulkan penambahan 6 tenaga PPL. Ia berharap usulan penambahan PPL yang disampaikan pihaknya ke dinas dapat direalisasikan sehingga semua desa  terisi sesuai amanat Undang-Undang.

“Kami harap bisa terealisasi, karena keberadaan PPL sangat membantu petani, salah satunya memberikan penyuluhan dalam hal pertanian,” tutupnya.

** Nay/Ramses

Cari Keberkahan, Pemdes Kalongliud Pengajian Setiap Jumat

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintahan Desa (Pemdes) Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar pengajian di aula kantor Desa Kalongliud bersama stakeholder mulai dari Pemerintah Desa dan seluruh jajaran Lembaga Kemasyarakatan Desa dan alim ulama setempat.

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengatakan, kegiatan tersebut agar ada keseimbangan antara apa yang dilakukan didalam tata kelola dan tata laksana roda pemerintahan desa dengan hukum-hukum agama. “Intinya kita sedikit memahami apa yang hak dan yang tidak hak,” ungkapnya.

Jani Nurjaman menyebutkan, pengajian itu akan rutin digelar setiap Jumat. Selain untuk meningkatkan silaturahmi juga untuk mencari keberkahan dan berkumpul sambil menuntut ilmu agama.

“Alhamdulillah kegiatan pengajian kami rutin laksanakan dan antusias dari seluruh jamaah khususnya para pemangku kepentingan dalam hal ini stakeholder yang ada di Desa Kalongliud ini ikut serta didalam pengajian tersebut,” katanya, kemarin.

Dalam pengajian tersebut, kata Jani Nurjaman, pertama yaitu tausiyah dengan beberapa tema yang sudah ditentukan diantaranya tentang akidah akhlak dan fiqih. Dari tema-tema tersebut kemudian dikembangkan dalam tanya jawab setelah selesai melakukan tausiyah dari tenaga pengajar asal MUI desa, para alim ulama dan ustadz yang ada di wilayah Desa Kalongliud.

“Kita berikan waktu selama 30 menit kepada pada jamaah untuk bertanya dari substansi ataupun tema yang telah ditentukan pada hari itu,” ujarnya.

Menurutnya, pengajian itu selaras dengan visi misi Bupati Bogor dengan Program Pancakarsa yaitu Karsa Berkeadaban.

“Saat ini Alhamdulillah dengan pandemi Covid-19 ini sudah menurun bahkan di Desa Kalongliud sudah menjadi zona hijau dan tingkat peserta vaksinasi juga sudah mencapai 85 persen,” ucapnya.

**Andres