31.8 C
Bogor
Wednesday, August 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 996

Ketua DPRD Setujui Konsep Sekdispora

0

Rudy Susmanto:  Ini Jadi Investasi SDM

JURNAL INSPIRASI – Konsep dan gagasan Sekdispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga atau yang akrab disapa TR mendapatkan perhatian serius dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto.

Menurutnya, ia sangat setuju dan akan mendukung konsep Sekdispora Kabupaten Bogor terkait soal rencana pemberian gaji atlet Kabupaten Bogor  yang disesuaikan dengan empat klaster  yang dirancangnya.

“ Konsep TR selaku Sekdispora sudah tepat. Ia ingin memberikan mawah yang baru dan positif dalam tata kelola kesejahteraan para atlet Kabupaten Bogor,”

Sangat jarang, kata Rudy, ada yang mau memikirkan nasib para atlet sedetail yang ada dalam benak dan konsep yang akan dibangunTR.

“ Nantinya para atlet tugasnya berlatih, bertanding dan berprestasi serta memberikan prestise kepada daerah dan negara,” beber Rudy Susmanto kepada Jurnal Bogor, Selasa, 11 Januari 2022.  

Ibaratnya, kata Rudy, walaupun para atlet hanya berlatih, bertanding dan berprestasi, mereka tetap seperti karyawan Pemkab yang dapat gaji rutin tiap bulan sesuai dengan acuan  atau regulasi yang ditetapkan besarannya.

Kalau konsep TR berjalan, tambah Rudy,  kedepannya KabupatenBogor akan jadi daerah pencetak atlet atau lumbung atlet masa depan yang bisa berdaya guna untuk kepentingan olahraga nasional.        

“ Pola atau konsep yang digagas TR itu seperti Investsi Sumber Daya Manusia (SDM) dikumpulkan SDM  putra putri  terbaik Kabupaten Bogor untuk jadi anak Negara,” tegas Rudy Susmanto.

Rudy menegaskan, ia akan sangat mendukung statmen yang telah digagas Sekdispora Kabupaten Bogor itu dengan tujuan untuk sama sama membangun Bogor dalam bidang keolahragaan dan kesejahteraan para atlet dan pelaku olahraga.

** AS Syahmid

Terkait Rencana Pemberian Gaji Bulanan, Dispora Rancang Sistem Data Base Atlet

0

JURNAL INSPIRASI – Sekdispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga yang akrab disapa TR saat ini tengah merancang data base atlet Kabupaten Bogor.

Pembuatan data base atlet ini akan jadi acuan data dalam pemberian gaji bulanan kepada para atlet Kabupaten Bogor.

Minimalnya, kata TR, pada bulan November atau Desember 2022, atlet Kabupatren Bogor yang berprestasi sudah bisa menerima gaji bulanan.

Nantinya, sambung TR, Dispora akan membuat empat klaster atlet yang akan diberikan gaji bulanan yakni klaster atlet Harapan, Atlet Pemula, Atlet Madya dan Atlet Utama.

” Atlet yang berada di bawah naungan cabor yang ada di KONI, NPCI, KORMI dan Bapopsi yang akan kami data.untuk diberikan gaji bulanan sesuai dengan nama dan rekening atlet,” papar TR

Kedepannya, tambah mantan pejabat eselon 3 di DLH ini mengatakan, ketika sudah ada sistem pemberian gaji bulanan kepada para atlet yang masuk dalam 4 klaster tadi maka hal ini akan mengurangi persoalan mutasi atlet atau atlet kurang diperhatikan kesejahteraannya.

” Format pemberian gaji atlet ini akan tertuang dalam Perbup yang mengatur soal ini. Ini jelas payung hukumnya. Selain itu ini sebagai bentuk solusi yang positif dari Pemkab Bogor soal masalah kesejahteraan atlet,” tambahnya.

Ia melanjutkan, bagaimana mau meraih prestasi yang bisa mengangkat prestise daerah, jika masih ada atlet yang masih memikirkan soal pekerjaan dan biaya buat dirumahnya.

” Mudah mudahan terobosan Dispora ini akan mampu menjawab semua kegelisahan para atlet selama ini,” paparnya.

** Asep Syahmid

Dua Putra Presiden Jokowi Dilaporkan ke KPK

0

JURNAL INSPIRASI – Aktivis 1998 yang juga analis sosial politik Ubedilah Badrun melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini minta Jokowi juga dipanggil untuk diperiksa.

Permintaan tersebut disampaikan Ubedilah usai resmi melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK di Gedung Merah Putih Jalan, Senin (10/1).

“Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan,” ujar Ubedilah.

Ubedilah menjelaskan bahwa dua anak Jokowi, Gibran dan Kaesang, bersama dengan anak petinggi PT SM bergabung membentuk perusahaan yang mendapatkan kucuran dana penyertaan modal.

PT SM telah menjadi tersangka pembakaran hutan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. PT SM dituntut senilai Rp7,9 triliun. Kemudian, pada tahun 2019, Mahkamah Agung mengabulkan tuntutan hanya dengan nilai Rp78 miliar.

Ubedilah menyatakan bahwa kedua putra Jokowi itu ikut memiliki saham yang cukup besar di PT SM. Hal inilah yang membuatnya melaporkan kedua putra presiden itu. “Itu terjadi pada Februari 2019, setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” kata Ubedilah.

Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang diduga menjerat anak Jokowi tersebut dianggap Ubedilah sudah sangat jelas karena perusahaan baru bisa mendapatkan suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan Ventura jika tidak adanya pengaruh anak Presiden.

“Dua kali diberikan kucuran dana. Angkanya kurang lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Dan setelah itu kemudian anak presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis Rp 92 miliar. Dan itu bagi kami tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan perusahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis kalau dia bukan anak presiden,” jelas Ubedilah.

Ubedilah meminta, KPK untuk menyelidiki agar membuat terang benderang dugaan KKN ini. “Bila perlu Presiden dipanggil untuk menjelaskan posisi ini,” minta Ubedilah.

Dalam laporan yang sudah diterima oleh bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK ini, Ubedilah membawa sejumlah bukti berupa dokumen perusahaan serta pemberitaan adanya pemberian penyertaan modal tersebut.

“Dan kemudian kita lihat di perusahaan-perusahaan yang dokumennya rapi itu memang ada tokoh-tokoh yang tadi saya sebutkan (Gibran dan Kaesang),” pungkas Ubedilah.

Sementara Ubedilah Badrun adalah aktivis mahasiswa pada tahun 1998. Sebagai seorang aktivis, Ubedilah adalah seorang pendiri Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) 1996.

FKSMJ adalah sebuah organisasi pergerakan mahasiswa yang kemudian menjadi motor penggerak reformasi 1998. Lantaran mendirikan FKSMJ ini, Ubedilah dijuluki oleh para aktivis Jakarta sebagai ideolog FKSMJ. Berbeda dengan tokoh aktivis lainnya yang memilih masuk ke partai politik dan masuk menjadi anggota DPR, ia lebih memilih jalan hening untuk menjadi seorang dosen, membentuk karakter anak bangsa dan menggeluti dunia tulis menulis.

Aktif di HMI MPO Selain itu, Ubedilah juga pernah aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO). Dia kemudian menjabat sebagai Ketua HMI Jakarta pada tahun 1997 hingga 1998.

Sementara Gibran Rakabuming Raka yang juga Wali Kota Solo merespons pelaporan dirinya ke KPK. “Masalah pembakaran hutan nanti takon (tanya) Kaesang wae (saja),” katanya.

Ia pun siap menjalani proses jika KPK hendak mengusut kasus tersebut. “Dicek saja, kalau ada yang salah ya silakan dipanggil. Salahe apa ya dibuktikan. Ngono wae (gitu aja),” katanya.

**ass

Pemkab Bogor Support Total Program NPCI

0

JURNAL INSPIRASI – Proses seleksi calon atlet NPCI Kabupaten Bogor yang akan masuk dalam skuad Kontingen Peparda Kabupaten Bogor mendapat perhatian serius dari  Sekdispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga yang akrab disapa TR

TR juga memberikan apresiasi positif kepada NPCI Kabupaten Bogor yang sudah menjalankan  seleksi lawal kepada para calon atlet penyandang disabilitas yang akan masuk Kontingen Peparda Kabupaten Bogor.

Menurutnya, apa yang dilakukan NPCI Kabuptaen Bogor sudah berada dalam rel yang benar.

“ Rekrutmen atlet itu satu kebutuhan bagi untuk proses regenerasi selanjutnya. Ini sudah tepat yang dilakukan NPCI Kabupaten Bogor,” beber TR Senin, 10 Januari 2022.

Lebih lanjut, kata TR, ia berharap  NPCI Kabupaten Bogor ini bisa mendapatkan talenta atlet yang bisa meraih prestasi dan bisa mengangkat prestise Kontingen Kabupaten Bogor pada Peparda VI Jabar 2022.

Ia juga merasa bangga dengan tingginya animo para calon atlet yang ikut seleksi di NPCI Kabupaten Bogor ini.

Itu menandakan, kata Trian, saat ini semua elemen masyarakat sudah paham dengan peran dan fungsi NPCI sebagai jembatan untuk meraih prestasi dalam kancah olahraga.   

“Saya minta NPCI Kabupaten Bogor harus benar benar cermat dan jeli dalam melihat potensi atlet yang akan jadi bagian dalam Kontingen Kabupaten Bogor pada Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi,” tegasnya

Terkait soal anggaran NPCI, TR menyatakan, keberpihakan Pemkab Bogor dalam mendukung program NPCI sangat total        

“ Untuk kegiatan menghadapi Peparda VI Jabar 2022,Pemkab Bogor  telah  mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18 Milyar untuk NPCI Kabupaten Bogor,” paparnya

Jumlah 18 Milyar tersebut, kata TR, jadi bukti nyata totalnya Pemkab Bogor dalam memberikan support kepada NPCI Kabupaten Bogor.

** AS Pangrango

Rama Lolos Seleksi TimnasTenis SEA Games 2022

0

JURNAL INSPIRASI – Prestasi membanggakan awal tahun 2022 dicetak atlet tenis kebanggaan Kabupaten Bogor yakni Rifky Sukma Ramadhan.

Rifky Sukma Ramadhan atau yang akrab disapa Rama berhasil lolos tahapan seleksi atlet tenis lapangan yang akan masuk dalam Timnas Tenis Indonesia menuju SEA Games 2022 di Vietnam,  

Keberhasilan Rama ini setidaknya jadi bukti nyata kalau petenis andalan Kabupaten Bogor ini memang punya potensi yang bagus dan layak masuk dalam skuad tenis Indonesia menuju SEA Games 2022 di Vietnam.

Selain Rama,  ada mantan petenis Kabupaten Bogor lainnya yang dinyatakan lolos dari tahapan seleksi yakni Achmad Imam Ma ruf.

Achmad Imam Ma ruf adalah salah satu petenis andalan Kabupaten Bogor pada Porda Jabar 2018 lalu.

“Mudah mudahan Rama bisa terus melaju dan jadi bagian kontingen Merah Putih dalam SEA Games 2022 di Vietnam,”  ujar Head Coach Tenis Kabupaten Bogor, Rizal Sukma Kriansyah kepada awak media, Senin,10 Januari 2022

Rizal menambahkan,dalam seleksi tim tenis Indonesia untuk SEA Games 2022, Kabupaten Bogor mengirimkan dua  petenis lainnya dalam seleksi kali ini selain Rama.

Dua petenis Kabupten Bogor lannya yang ambil bagian dalam seleksi adalah Rafly Febby dan Kareem Abdul Hakim.

** AS Pangrango

CK Tak Mau Buldozer Hanya Numpang Lewat

0

JURNAL INSPIRASI – Citeureup Raya FC adalah salah satu kontestan  Liga 3 Nasional asal Kabupaten Bogor yang mulai berlaga dalam kancah Liga 3 Nasional dalam waktu dekat.

Tim berjuluk The Buldozer ini saat ini sudah masuk dalam fase persiapan khusus dengan melakukan serangkaian uji coba dengan tim selevel.

Dedi Cakra Baidilah selaku Presiden Klub The Buldozer mengatakan, ia tak mau timnya hanya numpang lewat dalam Liga 3 Nasional 2022.

“ Target kami meraih hasil maksimal dalam semua laga yang akan kami lakukan di kancah Liga 3 Nasional,” beber CK panggilan akrab dari Presiden  Klub The Buldozer.

CK menilai, semua tim yang akan berkiprah dalam Liga 3 Nasional pasti punya motivasi untuk promosi ke Liga 2 musim depan.

“ Tentunya kami juga punya mimpi yang sama, jadi salah satu klub yang punya target masuk ke Liga 2 Nasional,” ucap CK.

Untuk menambah kedalaman timnya, CK juga saat ini tengah membidik sejumlah pemain ternama yang pernah berlaga pada Liga 2 Nasional.

Rekrutmen pemain potensial, kata CK, itu adalah salah satu upaya managemen The Buldozer yang tak mau hanya numpang lewat saja di Liga 3 Nasional.

“Bermain di Liga 3 Nasional adalah momentum bagi kami untuk terus meroket ke kasta yang lebih tinggi lagi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Askab Bogor, Junaidii Samsudin mengatakan sangat bangga The Buldozer bisa berkiprah di Liga 3 Nasional 2022.

Mudah mudahan, kata Junsam, The Buldozer bisa meretas mimpinya jadi salah satu wakil Kabupaten Bogor yang bisa promosi ke Liga 2 Nasional.

“ Saya juga akan sampaikan ke Bupati Bogor terkait prestasi The Buldozer yang akan mewakili Kabupaten Bogor di kancah Liga 3 Nasional,” beber Junsam.

Besar harapan, kata Junsam,  The Buldozer bisa jadi tuan rumah dalam fase penyisihan grup nantinya.

** AS Pangrango

Animo Seleksi Atlet Peparda Sangat Tinggi

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach sangat bangga dengan tingginya para calon atlet yang mengikuti seleksi atlet NPCI yang akan jadi bagian dalam Kontingen peparda Kabupaten Bogor.

Misbach sendiri tidak menyangka jumlah yang ikut seleksi atlet NPCI ini mencapai kurang lebih 90  atlet.

Semua atlet yang ikut seleksi atlet NPCI Kabupaten Bogor ini langsung terjun ke lapangan dan dilihat potensinya oleh semua koordinator masing masing cabor yang ada di NPCI Kabupaten Bogor.

Beberapa cabang olahraga di NPCI Kabupaten Bogor yang melakukan seleksi atlet untuk kontingen Peparda Kabupaten Bogor diantaranya cabor Bulutangkis,Tenis Meja, Catur, Panahan, Angkat Berat, Renang, Atletik dan Menembak

 “ Ini sangat membanggakan, ternyata Paralimpic saat ini sudah mulai dikenal masyarakat Kabupaten Bogor ,” tegas M Misbach kepada awak media, Senin, 10 Januari 2022.

Mudah mudahan, kata Misbach, dari semua atlet yang ikut seleksi ini nantinya akan terpilih 50 atlet yang akan memperkuat Kontingen Kabupaten Bogor pada ajang Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

Selain itu, kata Misbach, selama mengikuti tahapan seleksi ini, para calon atlet ditempatkan di Mess NPCI Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, kata Misbach, semua atlet yang ikut seleksi sudah mulai terjun ke semua venue tempat seleksi.

“ Proses seleksi atau Pra Pelatcab yang kami lakukan ini akan berjalan selama lima bulan. Selain itu, dalam proses seleksi ini kami tetap akan menerima para pendaftar baru yang berminat dan punya potensi kecabangan yang ada di NPCI Kabupaten Bogor,” ujar Misbach lagi.  

Misbach menegaskan, dalam proses seleksi ini juga nantinya akan dilakukan penciutan ketika seleksi sudah berjalan selama satu bulan.

“ Dalam proses rekrutmen atlet NPCI Kabupaten Bogor lewat seleksi kali ini semuanya akan ditentukan para koordinator cabor terkait para calon atlet yang akan ikut proses selanjutnya,” pungkasnya.

** AS Pangrango

Dispora Apresiasi Rekrutmen Atlet NPCI

0

M Saepudin: Perhatikan Soal Fasilitas Pendukung

JURNAL INSPIRASI – National Paralimpic Committe Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor sudah melakukan tahapan rekrutmen para calon atlet yang akan membela Kabupaten Bogor pada Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

Proses rekrutmen atlet yang dilakukan NPCI Kabupaten Bogor ini mendapat tanggapan positif dari Dispora Kabupaten Bogor sebagai “ Ibu” dari semua organisasi keolahragaan di Kabupaten Bogor.    

Sedikitnya ada 90- an calon atlet yang daftar dan akan ikut dalam seleksi calon atlet NPCI Kabupaten Bogor.

M Saepudin salah satu pejabat eselon IV di Dispora Kabupaten Bogor mengatakan, alur seleksi yang dilakukan NPCI Kabupaten Bogor dalam penjaringan calon atlet potensial untuk kontingen Peparda Kabupaten Bogor sudah tepat.

“ Membludaknya peserta seleksi atlet NPCI ini menandakan sosialisasi yang dilakukan Dispora dan NPCI Kabupaten Bogor sudah tepat sasaran dan berdampak signifikan,” tegas Aep Saepudin yang juga tercatat sebagai dewan pembina di NPCI Kabupaten Bogor  

Aep menambahkan, saat ini masyarakat Kabupaten Bogor juga sudah sangat paham dengan peran dan fungsi NPCI, hingga masyarakat sangat antusias mengikuti proses seleksi ini.

“Kami dari Dispora Kabupaten Bogor sangat bangga dengan banyaknya calon atlet NPCI  yang ikut seleksi kali ini,” tegasnya.

Hal ini juga menjadi parameter yang nyata kalau masyarakat Kabupaten Bogor juga sangat punya motivasi  agar anak anaknya bisa meraih prestasi dalam event –event paralimpic.   

Namun demikian, kata  Aep,hal yang harus diperhatikan bagi semua pengurus NPCI Kabupaten Bogor adalah menyiapkan fasilitas dan sarana latihan ataupun mess bagi para calon atlet yang benar benar memadai.

“NPCI harus menghindari keluhan atau ketidakpuasan orang tua atlet atau para peserta seleksi terkait soal sarana dan fasilitas pendukung selama pelaksanaan seleksi atau Pra Pelatcab,” punkasnya.

** AS Pangrango

Rino Indira Resmikan Majelis Taklim dan Musala di Lumajang, Jawa Timur

0

JURNAL INSPIRASI – Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengunjungi warga terdampak bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Didampingi stafnya, Rino yang juga Ketua Umum Polmas Bogor Raya tersebut langsung bercengkrama dengan warga dan juga anak-anak di desa yang berada dekat dengan area Gunung Semeru tersebut.

Kunjungan Dirut Perumda Tirta Pakuan ke lokasi terdampak erupsi Semeru ini selain bertemu dengan warga terdampak, sekaligus meninjau dan meresmikan pembangunan Majelis Taklim dan Musala Nurul Aulia Allah yang dibangun sekelompok relawan Bogor terdiri PEKA PWI Kota Bogor, Polmas Bogor Raya, dan BPBD Kota Bogor.

“Kita bangun majelis taklim untuk membantu warga disini. Mudah-mudahan dengan niat yang tulus mendapatkan manfaat untuk warga di sini,” kata Rino, kemarin.

Rino berharap, bencana alam ini segera berakhir sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semula.

“Diharapkan pula bisa segera mengembangkan kembali perekonomian dan sosial masyarakat terdampak,” ucapnya.

Ustad Anang Arifin, tokoh agama di Dusun Banjarrejo menyatakan terima kasih atas bantuan pembangunan majelis taklim dari masyarakat Bogor.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Karena selama ini mereka belajar mengaji di musola yang sempit,” kata dia.

Tak hanya untuk kegiatan mengaji, keberadaan majelis taklim ini Musola yang berdekatan dengan hunian sementara (Huntara) itu bisa dijadikan untuk ibadah salat Jumat.

“Selama ini warga kami shalat Jumat di dusun lain, jaraknya cukup jauh. Mudah-mudahan ke depan kami bisa melaksanakan salat Jumat sendiri di kampung sendiri,” pungkasnya.

Bangunan berukuran 4×5 meter ini didirikan disamping musola Nurul Aulia Allah. Kegiatan pembangunan dilakukan oleh kelompok relawan Bogor terdiri PWI PEKA, Polmas Bogor Raya, dan BPBD Kota Bogor.

Pembangunan sarana ibadah ini merupakan bantuan dari sejumlah donatur dari Bogor, antara lain PWI Kota Bogor, PEKA PWI Kota Bogor, Pemkot Bogor, Perumda Tirta Pakuan, Telkom, SIG Mortar Indonesia, Pakuan Pasar Jaya, Alfamart, POLMAS, KAN MA, See Look Red, dan Weekend Pedalers

Handy Mehonk

Camat Dan Kapolsek Sepakat Akan Mengurai Kemacetan di Jalan Cikereteg

0

JURNAL INSPIRASI – Kedatangan puluhan perwakilan warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor ke kantor kecamatan, untuk menyampaikan keluhan warga terkait kondisi Jalan Cikereteg yang sering macet di hari libur, disambut Camat Caringin, Euis Ratna Komala dan Kapolsek Caringin AKP Waluyo, Senin (10/1/2022).

Meski sempat menunggu selama satu jam, perwakilan warga yang terdiri dari Ketua BPD, LPM, Kadus dan RW serta RT di Desa Ciderum, akhirnya bisa menyampaikan keluhan dan aspirasi warga kepada pimpinan kecamatan.

Saat musyawarah yang dilaksanakan di aula Kecamatan Caringin, anggota LPM Desa Ciderum, Dedi Wahyudin meminta agar pemerintah kecamatan ikut memberikan solusi terkait kondisi Jalan Cikereteg yang selalu terjadi macet akibat banyaknya kendaraan melintas ke kawasan wisata di Desa Pancawati.

Kondisi jalan macet yang mengular dari Cikereteg sampai ke wilayah Ciletuh, lanjutnya, membuat para pengendara yang akan berwisata maupun sehabis dari kawasan wisata di Pancawati, melakukan ibadah solat di masjid yang ada di wilayahnya.

 “Saat pengendara macet dan ikut solat di masjid, selalu berinteraksi dengan warga. Jadi ditengah kondisi yang masih Pandemi Covid-19 ini, kami takut membawa virus apalagi mereka warga dari luar daerah Kabupaten Bogor,” ungkapnya kepada wartawan.

Untuk itu, Dedi minta agar solusi kemacetan segera dilakukan pemerintah kecamatan agar para pengendara yang akan berwisata maupun sesudah ke kawasan wisata tidak berhenti dan melakukan interaksi dengan warga.

 “Kalau kondisi jalan lancar tidak macet, saya rasa pengendara tidak akan berhenti untuk solat di masjid yang ada di wilayah kami. Bukannya kami melarang mereka solat, tapi kami takut saja,” ujarnya.

Camat Caringin, Euis Ratna Komala mengaku, untuk mengurai kemacetan di Jalan Cikereteg, pihak Polsek Caringin sudah melakukan rekayasa lalulintas yang dilaksanakan setiap hari libur.

Selain itu, Camat Caringin mempertanyakan pengajuan yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Ciderum untuk menangani kemacetan dengan memasukkan nya kedalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), baik tingkat desa hingga kecamatan.

 “Kalau pun memang ada dimasukan kedalam Musrenbang, harusnya dikawal agar program tersebut bisa dilaksanakan. Tapi ini kan tidak ada,” akunya.

Sementara, Kapolsek Caringin, AKP Waluyo mengaku, pihaknya menunggu adanya warga yang ingin bersama-sama mencarikan solusi dalam mengurai kemacetan di Jalan Cikereteg, terutama di hari Jum’at, Sabtu dan Minggu.

 “Saya sudah koordinasi dengan para pemilik usaha di kawasan wisata Pancawati. Dan saya juga sudah kumpulkan anggota Lalulintas Polsek dan Dishub, di dua titik untuk mengurai kemacetan tersebut,” paparnya dihadapan perwakilan warga Desa Ciderum.

Kapolsek menjelaskan, di wilayahnya ada dua titik yang rawan macet, mulai dari simpang Cikereteg dan Pasar Caringin. Kemacetan di Jalan Cikereteg, banyak hal yang harus dibenahi, mulai dari kondisi jalan rusak, luas jalan hingga banyaknya para pedagang kaki lima (PKL).

 “Makanya kita minta agar Satpol PP untuk ikut terlibat dalam mengurai kemacetan tersebut. Para pedagang yang memakan bahu jalan harus ditertibkan agar tidak menggangu arus lalu lintas,” tukas AKP Waluyo.

** Dede Suhendar