24.1 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 996

Negatif Covid, PTM di SDN Sukadamai 2 Digelar Lagi

0

JURNAL INSPIRASI – Pembelajaran Tatap Mula (PTM) Terbatas di SDN Sukadamai 2, Kecamatan Tanahsareal, sudah kembali dilaksanakan. Hal itu lantaran sejumlah murid dan guru telah dinyatakan negatif Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan bahwa berdasarkan penelusuruan yang dilakukan tim survilance, secara medis kasus yang terjadi di SDN Sukadamai 2 seperti flu biasa.

BACA JUGA Musrenbang Kelurahan Dimulai, DPRD Kota Bogor Kawal Rencana Pembangunan Masyarakat

Kendati demikian, dari penelusuran yang sudah dilakukan jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor harus dijadikan sebagai bahan evaluasi sekolah.

“Jangan sampai anak-anak kita disekolah steril, di rumah tidak steril seperti tidak memakai masker dan sebagainya,” jelasnya.

**fredy kristianto

Musrenbang Kelurahan Dimulai, DPRD Kota Bogor Kawal Rencana Pembangunan Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) APBD 2023 tingkat Kelurahan sudah dimulai. Anggota DPRD Kota Bogor pun turut mengawal aspirasi pembangunan wilayah yang disampaikan oleh warga melalui pengurus RT dan RW dalam Murenbang Tingkat Kelurahan.

Musrenbang Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal menjadi salah satu contoh dimana para wakil rakyat ini turut mengawal masukan dan aspirasi warga terkait pembangunan di wilayah. Musrenbang yang digelar Sabtu (4/12) ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Anita Primasari Mongan, Sekretaris Komisi II Lusiana Nurissiyadah, anggota Komisi III R. Laniasari dan anggota Komisi IV H. Murtadlo.

Dalam sambutannya, Atang menerangkan bahwa Musrenbang adalah salah satu tahapan dari perencanaan pembangunan yang bersifat bottom up. Meski tidak semua aspirasi yang disampaikan melalui Musrenbang dapat diakomodir dalam APBD, Atang meminta kepada warga agar tidak bosan-bosan menyampaikan rencana pembangunan di wilayah.

BACA JUGA Gelar Reses, Mochamad Ichsan Tampung Aspirasi warga Sukanegara

“Kita memahami bahwa tidak semua usulan dapat diakomodir karena banyaknya kebutuhan yang harus dicover. Namun, dengan Musrenbang ini kita dapat menentukan skala prioritas secara bersama-sama untuk bisa direalisasikan di tahun berikutnya”, jelas Atang dalam rilis HUMPROPUB, Senin (6/12/2021).

Salah satu hal yang bisa mengakomodir banyaknya kebutuhan pembangunan adalah dengan menaikkan pendapatan. “Kita berharap semakin banyak usulan dari bawah yang dapat diakomodir. Untuk itu, kita bantu Pemerintah agar dapat meningkatkan PAD. Selain itu, doakan kami dapat mengadvokasi program-program pembangunan yang dibiayai oleh Kementerian Pusat melalui APBN”, harap Atang.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD PKS Kota Bogor ini juga turut menjelaskan bahwa DPRD Kota Bogor periode 2019 – 2024 memiliki misi untuk mendorong Pemerintah Kota Bogor melakukan pemerataan pembangunan. Sebab, menurutnya, banyak wilayah di Kota Bogor yang memerlukan intervensi anggaran.

BACA JUGA The Buldozer Gilas Persika Karawang 3-1

“Kota Bogor tidak hanya di pusat kota saja. Tidak hanya di Pajajaran dan Suryakencana. Namun, ada di 68 kelurahan dan termasuk Kelurahan Cibadak yang terdiri dari 15 RW. Sehingga pemerataan pembangunan harus menjadi kebijakan anggaran di sisa 2 tahun ke depan,” ujar Atang.

Meski masih ada pembangunan di pusat kota, Atang menerangkan anggaran yang digunakan untuk pembangunan alun-alun Kota Bogor menggunakan dana dari APBD Provinsi Jawa Barat. “Alhamdulillah tahun 2021 ini kita mendapatkan beberapa program infrastruktur strategis dari Bankeu Propinsi Jawa Barat. Dengan demikian, APBD Kota Bogor kita dorong untuk menyelesaikan Masjid Agung, pembangunan sekolah baru, rehabilitasi kelas rusak, penanggulangan banjir, dan pembangunan infrasturktur publik di berbagai wilayah. Insya Allah dengan sinergitas DPRD, Pemkot, dan semua warga bogor, mudah-mudahan rencana-rencana ini bisa dilaksanakan,” tutup Atang.

Dilokasi yang sama, Anita mengaku saat ini Komisi I DPRD Kota Bogor akan terus memperjuangkan anggaran sarpas di Kelurahan bisa dianggarkan dan digunakan oleh masyarakat. “Komisi I sudah dan sedang memperjuangkan anggaran sarpras kelurahan yang maksimal sesuai UU dan peraturan lain di atasnya. Pembangunan sarpras bukan hanya infrastruktur tapi juga pemberdayaan masyarakat. Tapi Jika anggaran tidak mumpuni, bagaimana bisa memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Maka Komisi I bersama lurah dan camat akan terus mengawal agar anggaran sarpras kelurahan dapat maksimal,” ujar Anita.

BACA JUGA Ade Yasin Resmikan Gedung BUMDes Mandiri Desa Bojong Kulur

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bogor, Lusiana memberikan apresiasinya kepada seluruh warga Kelurahan CIbadak yang sudah memberikan kontribusi kepada PAD Kota Bogor. DImana berdasarkan data yang ia kantongi, 70 persen warga Kelurahan Cibadak sudah menyumbangkan Rp4 miliar dari sektor PBB.

“Saya apresiasi kelurahan cibadak yang sudah membayar PBB 70 persen, kurang lebih Rp4 miliar. Saya selaku komisi II memberikan imbauan kepada warga semua untuk membantu kaitan pembayaran pbb dan BPHTB untuk mendorong pad kota bogor,” ujar Lusiana.

Tak hanya itu, Lusiana juga mengapresiasi hasil UMKM di Kelurahan Cibadak. Dimana di setiap RW memiliki ciri khasnya masing-masing. Mulai dari budidaya jangkrik, kuliner berupa ayam ungkep dan produk kurungan ayam.

BACA JUGA Achmad Fathoni Dorong Percepatan Pembangunan Huntap

“Keberadaan UMKM warga ini perlu dikawal dan didorong agar kelak bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga dan bisa mendorong PAD Kota Bogor juga,” tutup Lusiana.

Banyaknya aspirasi pembangunan ini, diharapkan oleh anggota Komisi III Laniasari tidak tumpang tindih dengan aspirasi pembangunan yang disampaikan ke DPRD Kota Bogor. “Anggaran itu terbatas, saat mereka mengajukan itu kan sampe ratusan dan miliaran rupiah, belum tentu semua diakomodir. Jadi untuk warga jangan takut dan jangan ragu untuk mengajukan anggaran yang tidak terakomodir di musrenbang untuk dimasukkan ke DPRD Kota Bogor. Tapi jangan sampai tumpang tindih,” tegasnya.

Terakhir, Murtadlo selaku perwakilan Komisi IV mengungkapkan bahwa DPRD kota Bogor akan terus mengawal pembangunan masyarakat melalui pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan sosial budaya akan terus kami kawal. Termasuk pendidikan yang berkaitan dengan penebusan ijazah warga yang tidak mampu. Sedangkan untuk urusan kesehatan pun terus dikawal dengan peningkatan kualitas posyandu dan puskesmas,” pungkasnya.

**fredyk/rls

The Buldozer Gilas Persika Karawang 3-1

0

Liga 3 Jabar Seri 1

JURNAL INSPIRASI – Tren positif kembali diraih The Buldozer, Citeureup Raya FC yang kembali memenangkan laga keduanya dalam pertandingan Grup D Liga 3 Jabar Seri 1 tahun 2021.

Citeureup Raya FC, tim besutan Dian Irawan kali ini menggilas Persika Karawang dengan skor 3-1 dalam laga Liga 3 Jabar seri 1  yang digelar di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Senin, 6  Desember 2021.

Tiga gol kemenangan Citeureup Raya FC dilesakan Dika Agustin Viery (1 gol) dan Riski Ramadhan (2 gol).  Sementara satu gol hiburan Persika Karawang yang bersarang di gawang The Buldozer terjadi melalui titik putih.

BACA JUGA Skor Tipis, Citeureup Raya FC Taklukan Bintang Timur

Sejak kick off babak pertama, penampilan kedua  The Buldozer di Liga 3 Jabar seri 1 ini disaksikan secara langsung Presiden klub berjuluk  The Buldozer, Dedi Cakra Baidilah.

‘Alhamdulilah The Buldozer kembali meraih tiga poin maksimal dalam laga kedua Grup D Liga 3 Jabar seri 1. Saat ini kami sudah mengantongi  poin 6 dan masih bertengger di papan atas,’ tegas Dedi  Cakra Baidilah yang akrab disapa CK .

Mantan pemain Persikabo dan beberapa klub ternama ditanah air ini menambahkan, The Buldozer targetnya lolos ke  Fase Nasional atau Liga 3 Nasional.

BACA JUGA Tim SKI Air Kota Bogor Sabet Empat Medali

‘Kami ingin mengukir sejarah sebagai tim kampung yang tak kampungan. Namun kami bisa punya obsesi meraih karpet merah tembus ke Liga 3 Nasional,’ beber CK

Selanjutnya, kata CK, The Buldozer adalah satu satunya tim asal Kabupaten Bogor yang berkiprah di kancah Liga 3 Jabar Seri 1.

‘The Buldozer membawa nama baik Kabupaten Bogor di pentas Liga 3 Jabar seri 1. Mudah mudahan kami meraih tiket promosi ke Liga 3 Nasional,’ paparnya.

Selanjutnya The Buldozer akan meladeni Tim Gunung Jati pada laga ketiga yang akan digelar Rabu, 8  Desember 2021 di Stadion Patriot, Kota Bekasi.

**as.pangrango

Tim SKI Air Kota Bogor Sabet Empat Medali

0

JURNAL INSPIRASI – Atlet Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Kota Bogor, meraih satu medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu pada Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) XIV Jawa Barat 2022, yang berlangsung di Situ Cipicung, Kabupaten Bogor, sejak 2-5 Desember 2021.

Raihan empat medali itu, sekaligus modal penting bagi Pengcab PSAWI ‘Kota Hujan’ dalam mewujudkan target visi-misi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor pada Porprov 2022.

“Hasil ini merupakan tahap awal dari perjalanan kami menuju Porprov 2022, dan saya cukup puas dengan hasil yang diraih atlet pada BK Porprov kali ini,” kata Dedi Sumarna, Senin (6/12/2021).

BACA JUGA Trian Turangga Dukung Pakansari jadi Venue Utama FORNAS 2023

Dedi Sumarna mengatakan keempat medali yang ditorehkan atlet masing-masing dipersembangkan atlet dari nomor Wakesurf beregu putri (emas, nomor Wakesurf perorangan putri atas nama Anisa Musraqoful (perak) dan dua medali perunggu nomor Wakesurf perorangan putri atas nama Bella, dan satu medali perunggu dari nomor Wakesurf beregu putra.

“Ini bukan akhir perjuangan kami. Tapi raihan ini adalah awal dari perjalanan kami dalam menatap medali emas pada Porprov 2022. Karena target utama kami di BK adalah lolos,” kata Deni menjelaskan.

Dedi menambahkan, pasca digelarnya BK tersebut, Pengcab PSAWI tinggal fokus mempersiapkan kesiapan atlet untuk Porprov 2022.

**as.pangrango

Trian Turangga Dukung Pakansari jadi Venue Utama FORNAS 2023

0

JURNAL INSPIRASI – Plt Kadispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga sangat bangga dengan kesuksesan perhelatan lomba Senam Pancakarsa dan Festival Ortrad yang dilakukan KORMI Kabupaten Bogor.

Menurutnya, dua event yang dilakukan dalam hari yang sama dan tempat yang sama tentunya bukan hal yang mudah dilakukan.

Tapi, kata Trrian, KORMI Kabuoaten Bogor mampu melakukannya dengan baik dan sangat sukses.

Apalagi, sambungnya, KORMI Kabupaten Bogor sebagai lembaga keolahragaan yang ada di Dispora Kabupaten Bogor mampu mendatangkan Ketua Umum KORMI Pusat, Hayono Isman dan Ketua KORMI Jabar, Denda Alamsyah.

BACA JUGA Saat Gelar Lomba Senam Pancakarsa KORMI Gunakan Peralatan Level PON

Ketum Kormi Jawa Barat Denda Alamsyah mengaku sudah mengajukan secara lisan Jawa Barat siap menjadi tuan rumah Fornas VII 2023 dan Kabupaten Bogor menjadi venue utamanya.

“Saya sudah sampaikan secara lisan dan akan segera dibuat tertulis agar Provinsi Jawa Barat menjadi calon tuan rumah dan Kabupaten Bogor menjadi venue utamanya,” kata Denda Alamsyah pada acara kali ini.

“Kami di Dispora Kabupaten Bogor akan all out dan mendukung rencana KORMI Kabupaten Bogor yang akan mengajukan Stadion Pakansari sebagai venue utama FORNAS tahun 2023, jika Jabar menang dalam bidding tuan rumah FORNAS 2022, ” Ucap Trian Turangga, Senin, 6 Desember 2021.

BACA JUGA Suryanto Minta Atlet Angkat Berat Tampil Maksimal di BK Porprov XIV Jabar 2021

Sementara itu, Ketua KORMI Jabar , Denda Alamsyah, diusulkannya Kabupaten Bogor sebagai venue utama, karena Kabupaten Bogor memiliki komplek olahraga Pakansari dan mall di Kecamatan Cibinong.

Bukan itu saja, kata Denda Alamsyah, ia juga menambahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin.

**as.pangrango

Saat Gelar Lomba Senam Pancakarsa KORMI Gunakan Peralatan Level PON

0

JURNAL INSPIRASI – Peralatan sound dan LED yang mewah dan berkualitas papan atas mewarnai rangkaian lomba senam pancakarsa dan Festival Ortrad yang dilakukan KORMI Kabupaten Bogor

Walaupun perhelatan Lomba Senam Pancakarsa dan Festival Ortrad tidak menggunakan jasa EO, tapi nuansa dan suasananya ada cita rasa EO.

Semua berlangsung dengan mulus dan elegan dibawah komando Dubba Fauzi selaku Manager Lapangan dalam perhelatan Lomba Senam Pancakarsa dan Festival Ortrad yang dilakukan di Pakansari Stadium.

BACA JUGA Siap Jadi Tuan Rumah FORNAS 2023, Usep Supratman Minta Syarat Penting Ini

Adalah sosok Dubba Fauzi yang akrab disapa Iran yang selalu siaga dan cekatan dalam menjalankan semua konsep dan gagasan lapangan.

“Setiap event semua pengurus KORMI wajib menunjukan dedikasi, inovasi, loyalitas dan totalitas. Makanya KORMI tak pernah gunakan jasa EO, ” ucap Dubba, Senin, 6 Desember 2021.

Dubba menambahkan, peralatan sound syatem dan LED milik Away Production kualitasnya fak perlu diragukan.

BACA JUGA Begini Komentar Ketua Portina Terkait Kesuksesan Festival Ortrad 2021

Lebih lanjut, kata Dubba, standar alat dari AP adalah level event nasional seperti PON dll.

“Sinergitas semua pengurus KORMI juga jadi kunci sukses semua acara yang jadi program KORMI,” tegasnya yang tercatat sebagai Ketua Bidang Ketangkasan di KORMI Kabupaten Bogor.

Dubba optimis, ajang FORNAS 2023 jika dilakukan di Kabupaten Bogor akan gebyar dan bisa menjadi magnet wisatawan datang ke Kabupaten Bogor.

**as.pangrango

Warga Desa Muara Jaya Keluhkan Sampah Belum Diangkut

0

JURNAL INSPIRASI –  Warga Desa Muara Jaya, Caringin, Kabupaten Bogor yang juga pengguna jalan, mengeluhkan bau tidak sedap. Jalan penghubung dua desa antara Desa Muara Jaya Kacamatan Caringin menuju Desa Ciadeg Kecamatan Cigombong, banyak tumpukam sampah berserakan di atas jembatan Cisadane, sehingga pengguna jalan terganggu bau busuk.

Nardi, warga Kampung Muara Jaya, menerangkan, sampah yang menumpuk tersebut kini sudah menghasilkan bau yang tak sedap. Pasalnya, sudah lama sampah belum diangkut oleh Dinas Kebersihan Ciawi.

BACA JUGA Puluhan Pohon Besar Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

“Sebenarnya bak sampah ada cuma volume sampah yang terjadi melebihi kafasitas, akhirnya Jadi berserakan ke bawah. Saat ini pun sudah tercium bau yang tak sedap. Bukan hanya warga sekitar saja mencium bau, melainkan para penguna jalan ikut menghirup bau kotoran,” jelasnya.

Masih dikatakan Nardi, bahwa kondisi tersebut sudah terjadi sekitar dua bulan lalu waktu pertama kali bak sampah dibuat, awalnya di pinggir jembatan sampah berserakan tak karuan, sehingga dibuat bak sampah agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Namun akibat banyaknya warga yang membuang sampah dan dibiarkan lama tidak diangkut, sehingga sampah menjadi menumpuk.

BACA JUGA Bangli di Kali Cibalok, Pemdes Pandansari Terkesan Lakukan Pembiaran

“Sekitar bulan Oktober dibuatkan bak sampah, sebelumnya sampah dibuang warga pas diujung jembatan sehingga sampai jatuh ke sungai. Setelah dibuatkan bak sampah, hal yang sama terjadi lagi, karena petugas kebersihan sampai hari ini (kemarin) sampah belum juga diangkut, sehingga tumpukan sampah semakin melebar dan menimbulkan bau tak sedap. Semoga saja sampah bisa diangkut karena kalo lewat jalan tersebut suka enek akibat bau sampah,” pungkasnya.

**deni

Puluhan Pohon Besar Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan pohon besar yang berjejer di sepanjang Jalan HR Edi Sukma (Bocimi) Kabupaten Bogor, dikeluhkan para pengguna jalan. Mereka khawatir, jika tidak ditangani pihak terkait, pohon-pohon yang diperkirakan sudah berusia puluhan tersebut tahun itu sewaktu-waktu mengancam keselamatan para pengguna jalan.

“Beberapa minggu lalu di kawasan Talang Cimande juga ada pohon besar tumbang. Untung saja waktu itu tidak ada yang melintas, hingga tidak menimbulkan korban jiwa atau kendaraan yang rusak,” ujar Herdi, sopir angkot jurusan Bogor-Sukabumi, Senin (6/12).

BACA JUGA Bangli di Kali Cibalok, Pemdes Pandansari Terkesan Lakukan Pembiaran

Ia khawatir puluhan pohon yang umumnya jenis pohon Mahoni itu tumbang dan mencelakai pengendara atau pengguna jalan di jalur itu. Terlebih kata dia, di jalur yang dikenal rawan kecelakaan itu itu sempat terjadi persitiwa pohon tumbang yang menewaskan dua orang pengguna jalan yakni sopir dan kernet truk beberapa tahun lalu.

“Apalagi sekarang mulai musim hujan yang kadang disertai angin kencang, jelas membuat was-was pengendara,” keluhnya.

Chairul Umam, warga lainnya juga merasakan kekhawatiran serupa. Karena menurutnya tak sedikit ranting pohon di jalur tersebut patah karena kondisinya yang lapuk termakan usia. “Jelas ngeri lah, rata-rata pohon di jalur ini tuh, mulai dari kawasan Ciawi sampai ke Cigombong sudah tua dan lapuk. Dulu saja pernah ada pohon besar tumbang dan menimpa truk hingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia,” terangnya.

BACA JUGA Pedagang Resah, Satpol PP Belum Ada Kabar Rencana Penutupan Toko Mario

Karena itu, lanjut dia, dinas terkait segera melakukan upaya pencegahan, semisal memotong bagian ranting atau dahan pohon yang sudah lapuk. “Jika perlu, pohon yang sekiranya sudah nyaris roboh dan membungkuk ke badan jalan di tebang saja daripada membahayakan,” pinta Anto Bias, warga Cigombong yang mengaku setiap hari melintas di jalur tersebut.

**deni

Bangli di Kali Cibalok, Pemdes Pandansari Terkesan Lakukan Pembiaran

0

JURNAL INSPIRASI – Lemahnya pengawasan dari petugas Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane, membuat kondisi Kali Cibalok di Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dipenuhi bangunan liar (Bangli). Ironisnya lagi, Bangli yang dibangun warga itu hampir menutup keberadaan kali sodetan Sungai Ciliwung tersebut.

Abeng, pegawai Desa Pandansari mengaku, Pemerintah Desa (Pemdes) Pandansari tidak bisa berbuat apapun terhadap keberadaan Bangli yang ada di sepanjang aliran Kali Cibalok.  “Desa bingung mau menegur juga. Karena yang membangun itu warga Pandansari,” akunya kepada wartawan, Senin (6/12).

Menurutnya, aliran Kali Cibalok yang dipenuhi Bangli meliputi dua kampung dan tiga rukun warga (RW), yakni Kampung Gadog RW 05 serta Kampung Peundeuy RW 03 dan 04. “Untuk jumlah bangunan, desa belum melakukan pendataan dan bukan kewenangan kami,” ujar Abeng.

BACA JUGA Pedagang Resah, Satpol PP Belum Ada Kabar Rencana Penutupan Toko Mario

Namun, Abeng membenarkan jika warga sudah melanggar aturan dengan mendirikan bangunan di atas kali. Sehingga, Pemdes Pandansari tidak akan ikut campur apabila dari pemerintah akan melakukan penertiban.

 “Kalau untuk jembatan penghubung sih saya juga memaklumi, karena untuk fasilitas umum. Tapi yang terjadi saat ini, warga membangun itu untuk dijadikan tempat usaha. Ada juga dijadikan tempat tinggal,” paparnya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Ciawi, Rudi menegaskan, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap pemilik Bangli yang ada di sekitar bantaran Kali Cibalok. “Kebetulan ada informasi akan ada pendataan bangunan melanggar. Mungkin nanti sekalian akan kami data juga Bangli di Kali Cibalok tersebut,” imbuhnya.

BACA JUGA Apdesi Gunung Putri Berharap Anggaran Samisade Bisa untuk Bangun Kantor Desa

Ucup, anggota Satpol PP Kecamatan Ciawi menyatakan, Bangli yang ada disepanjang Kali Cibalok sudah pernah didata oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.  “Waktu dulu sih sudah didata. Kami pun di kecamatan ikut mendampingi saat dilakukan pendataan. Tapi tidak tahu tindaklanjutnya seperti apa. Belum ada informasi lagi ke kami,” tukasnya.

Berdasarkan informasi, dari Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane sudah pernah melakukan pendataan hingga melayangkan surat teguran pertama kepada para pemilik Bangli. Sebelumnya, Dewan penasehat Formacip, Ujang Ka’mun menilai keberadaan Bangli disekitar Kali Cibalok Pandansari itu, semakin bertambah banyak saat di wilayah tersebut ada anggota dewan, baik DPRD Kabupaten Bogor maupun DPR RI.

“Posisi Bangli yang sekarang semakin menjamur, persis didepan rumah kedua wakil rakyat yang berangkat dari Partai Gerindra,” bebernya.

Ujang Ka’mun yang akrab dipanggil Uka menduga, warga semakin berani membangun di tempat yang dilarang pemerintah, karena diberikan contoh tidak baik oleh wakil rakyat. “Harusnya dewan melarang warga membangun di atas kali. Bukan mendiamkan,” tukasnya.

**dede suhendar

Pedagang Resah, Satpol PP Belum Ada Kabar Rencana Penutupan Toko Mario

0

JURNAL INSPIRASI – Para pedagang Pasar Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, resah. Sebab, rencana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor yang akan melakukan penutupan Toko Mario hingga Selasa (7/12), belum ada informasi atau pemberitahuan.

Ustadz Holilul Rosid, dewan penasehat paguyuban pedagang Pasar Caringin mempertanyakan penutupan Toko Mario yang akan dilaksanakan besok (hari ini, red) oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Satpol PP Kabupaten Bogor sebelum melakukan penutupan, terlebih dulu berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

BACA JUGA Gelar Reses, Mochamad Ichsan Tampung Aspirasi warga Sukanegara

“Tapi begitu saya tanya ke anggota Pol PP Kecamatan Caringin, katanya belum ada informasi apapun dari Satpol PP Kabupaten Bogor. Kami dan pedagang lainnya menjadi resah,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (6/12).

Ustadz Holilul Rosid berharap, Satpol PP tidak hanya memberikan angin surga kepada para pedagang terkait penutupan Toko Mario. “Kami pedagang disini, sangat berharap Satpol PP membuktikan janjinya yang akan menutup toko tersebut,” tegasnya.

Herman, pedagang sepatu di Pasar Caringin pun menagih janji Satpol PP untuk membuktikan pernyataan yang akan menutup Toko Mario. “Jangan sampai, kami hilang kepercayaan kepada instansi penegak Peraturan Daerah (Perda) dibawah kepemimpin Agus Ridho,” paparnya.

BACA JUGA Cegah Penyebaran DBD, Pemdes Cijayanti Lakukan Fogging

Herman mengungkapkan, sebelumya para pedagang Pasar Caringin sangat bersyukur dengan tindakan Satpol PP yang pernah menutup toko tersebut. “Kalau memang Satpol PP jadi melakukan penutupan, kami ingin Toko Mario tutup selamanya,” imbuh pedagang sepatu di pasar tradisional itu.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor pada hari Jum’at (3/12), Kepala Seksi (Kasi) Penegak Perda (Gakda) pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Budi menegaskan, petugas dari Gakda akan segera melakukan penutupan terhadap Toko Mario. “Paling telat hari Selasa (7/12) nanti. Hari Selasa itu paling telat,” ungkapnya kepada saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (2/12) sore.

BACA JUGA Ade Yasin Resmikan Gedung BUMDes Mandiri Desa Bojong Kulur

Agus Budi mengatakan, rencana penutupan Toko Mario sudah disampaikan kepada pimpinan dalam hal ini Kasatpol PP. Agus Budi menjelaskan, Satpol PP bukan tidak respon terhadap para pedagang Pasar Desa Caringin, namun banyaknya kegiatan di akhir tahun membuat pihaknya lebih fokus kepada kegiatan pembongkaran. “Sekarang saja saya masih rapat dengan kementerian di Jakarta, membahas terkait rencana pembongkaran di sekitar kawasan wisata Puncak Cisarua. Rencananya tanggal 9 Desember,” paparnya.

Untuk itu, Agus Budi minta agar para pedagang Pasar Desa Caringin bersabar. Karena, Satpol PP harus membagi waktu dengan kegiatan lain yang saat ini sedang padat. “Sekali lagi saya tekankan, pedagang bersabar awal minggu ini Toko Mario kami tutup dan akan dilakukan pemasangan segel,” tukasnya meyakinkan kembali.

**dede suhendar/deni pratama