28.7 C
Bogor
Wednesday, August 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 991

Polsek Gunung Putri Kerjasama BPK Penabur Vaksinasi Anak

0

JUNAL INSPIRASI – Guna meminimalisasi penyebaran Covid-19 dan mendukung percepatan vaksinasi, Polsek Gunung Putri jajaran Polres Bogor bersinergi dengan berbagai pihak sekolah dan menyasar Sekolah Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur untuk membidik ratusan siswa-siswi mendapatkan vaksin Covid-19 anak usia 6-11 tahun di perumahan Elit Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (12/1/22).

Dalam Kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Pemkab Bogor Burhanudin, Dandim 0621 Kapten Kav Gan Gan Rusgandara, Camat Gunung Putri Didin Wahidin, Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra, Kanit Satpol PP Suharto dan Kepala Puskesmas Ciangsana Dr Liska Sari, serta didampingi oleh pihak sekolah BPK penabur beserta Jajarannya.

Pada kesempatan tersebut Kapolsek Gunung Putri Kompol Andry Franz Ferdyawan  menyampaikan bahwa untuk target vaksin ini sekitar 800 kuota dan untuk anak anak yang akan divaksin kelas 1 sampai Kelas 6 SD dengan vaksin dosis pertama.

“Dengan adanya vaksin hari ini pembentukan  imun diri terhadap anak anak dengan terbentuk imun, maka anak akan terlindung dari Covid-19 begitupun dengan menghadapi varian baru,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/1).

Begitu juga untuk persiapan masuk PTM (Pembelajaran Tatap Muka) agar semua sudah tervaksin demi menghindari Covid 19.

“Jadi ini adalah syarat dilaksanakan masuk sekolah PTM tetapi tetap tujuannya adalah terbentuknya immunity (imunitas) anak-anak,” tuturnya

Andry berpesan tetap menjaga protokol kesehatan dan jangan sampai lengah. “Covid-19 masih ada tapi kita percaya Tuhan menjaga kita lewat vaksin yang diberikan,  kemudian tetap semangat belajar raih cita-cita setinggi tingginya,” ungkapnya.

Senada disampaikan Kepala Sekolah BPK Penabur Ciangsana, Djanurida Surjawati. Pihaknya sangat berterima kasih kepada Kapolres Bogor dan Kapolsek Gunung Putri juga Sekda serta pihak kecamatan serta Pemdes yang telah berkolaborasi mengadakan kegiatan vaksinasi ini sehingga anak anak didiknya mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 bisa tervaksin.

Dia berharap dengan adanya vaksinasi terhadap anak didik untuk menghadapi kegiatan PTM lebih siap untuk menghindari Covid-19.

“Vaksin usia 6 – 11 tahun bisa memberikan immunity bagi anak sekolah dalam rangka menghadapi kegiatan  PTM,” pungkasnya.

** Nay/Wisnu

Jalur Jonggol – Sukamakmur Minim PJU

0

JURNAL INSPIRASI – Jalur Jonggol – Sukamakmur setiap hari ramai dilintasi para pengguna kendaraan bermotor pada siang harinya. Namun sangat disayangkan jalan tersebut masih sangat minim lampu penerangan jalan umum (PJU). Kondisi tersebut sangat  merepotkan para pengguna kendaraan bermotor terutama pada malam hari.

Dudung, salah satu warga Sukanegara mengatakan, minimnya PJU di Jalan Jonggol-Sukamakmur sudah  banyak dikeluhkan para  pengguna jalan. Bagaimana tidak, tidak adanya penerangan jalan hingga membuat situasi sekitar jalan tersebut gelap gulita.

“Ruas jalan Jonggol -Sukamakmur kalau tiba di malam hari sangat gelap karena tidak ada lampu penerangan sama sekali,” kata Dudung, Kamis (13/1/22).

Menurutnya, kondisi ini membuat rasa tidak nyaman para  pengguna jalan, karena jalur yang gelap hingga takut rawan criminal. Apalagi jalur tersebut berliku dan kanan kiri tebing, kemungkinan kecelakaannya sangat dominan sekali, dan masih sangat jarang orang melintas saat malam hari kecuali hari libur dan  itupun didominasi warga luar untuk berwisata.

“Kami berharap di ruas jalan Jonggol – Sukamakmur dipasang lampu penerangan PJU agar pengguna jalan tidak merasa  was- was,” harapnya.

Dudung  yang bekerja di Cileungsi  mengaku  hampir setiap hari selalu pulang malam dan kerap merasa takut melihat jalanya gelap apalagi saat hujan turun.

Hal senada disampaikan Surya, warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sukamakmur. Menurutnya tidak hanya kondisi jalan yang gelap, tetapi kondisi jalanpun banyak titik bolong-bolong atau berlubang.

“Sudah gelap, jalannya jelek. Para  pengendara harus ekstra  hati-hati, apalagi jalan banyak lubang,” bebernya.

Menurutnya, PJU  merupakan hal yang sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan warga saat melintas di malam hari supaya  terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

** Nay/Ramses

DBD Meningkat di Cigudeg

0

JURNAL INSPIRASI – Pasien demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor meningkat signifikan. Hal itu lantaran musim pancaroba terjadi dan genangan air meningkat sehingga menyebabkan jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Kepala Puskesmas Cigudeg, Dr Muhammad Havid Suhada mengatakan, terkait kasus DBD memang sudah ada. Kondisinya tidak meningkat drastis, ada satu dua orang yang sudah pihaknya tangani.

“Jadi pada pasien-pasien yang kondisinya bisa ditangani oleh puskesmas itu dirawat, ada beberapa pasien yang dirawat. Karena perubahan pancaroba yang kita lihat dalam kondisi cuaca disini memang terjadi peningkatan curah hujan yang tinggi,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/1/22).

Ia menjelaskan, puskesmas juga disini sudah turun serta dalam melakukan edukasi ke masyarakat dan pencegahan supaya tidak terjadi hal hal yang biasa nya muncul di musim pancaroba.

“Yang pertama yang sudah kita lakukan di bulan Desember dan Januari itu sudah melakukan jentik berkala. Kita juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan juga sosialisasi kepada masyarakat tentang 3 m dan bagaimana cara pencegahan supaya nyamuk ini tidak berkembang biak itu dengan cara 3 M (menutup, mengubur dan menimbun),” bebernya.

Secara pasti pihaknya masih menunggu hasil evaluasi di akhir bulan. Namun, kemarin ada satu dua pasien dan itu sudah ditangani di puskesmas.

“Walaupun kita di tengah pandemi Covid-19 kita juga harus waspada dengan DBD jadi setiap kita temukan gejala demam tiba-tiba tanpa batuk tanpa pilek itu harus segera periksakan ke dokter,” tegasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat harus waspada bahwa sewaktu-waktu bisa menderita DBD.

“Cara waspadanya mungkin dua hal, yang pertama kita melakukan pencegahan secara baik yaitu melakukan 3 M. Jika ada sumber-sumber air yang tergenang kita harus segera peka yaitu dengan cara menguras bak mandi kita minimal 2 hari sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, Mutia yang mengalami DBD mengatakan, sudah tiga hari ini dia dirawat di Pukesmas Cigudeg. “Sudah tiga hari ini saya dirawat. Alhamdulilah hari ini sudah membaik dan bisa pulang,” singkatnya.

**andres

Siswa SD Antusias Divaksin Covid

0

JURNAL INSPIRASI – Gebyar vaksin merdeka usia 6-11 tahun Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor antusias diikuti oleh sejumlah anak Sekolah Dasar Negeri (SDN).

Kegiatan yang diselenggarakan di gedung sekolah SDN Pangkaljaya itu merupakan gabungan dari empat sekolah dasar negeri diantaranya, SDN Pangkaljaya, Sukamaju, Ciketug dan SDN Tapos.

Kepala Sekolah SDN Pangkaljaya Wahroji mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut berdasarkan surat edaran dan hasil koordinasi dengan pihak Kecamatan, Kapolsek, Danramil dan Puskesmas Nanggung.

“Kegiatan ini hasil dari koordinasi dengan pihak-pihak, dan kita juga  pihak sekolah memberikan surat pernyataan kepada orang tua murid untuk kesediaan anak-anak disuntik vaksin,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/01/22).

Menurut Wahroji, hampir seluruh orang tua siswa mengizinkan anaknya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, kecuali anak yang sedang kondisinya tidak sehat.

“Kita sangat berterima kasih, kegiatan vaksinasi anak ini dilakukan. Kami berharap seluruh siswa di sekolah ini bisa divaksin, agar bisa sekolah dengan normal kembali,” ujarnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Nanggung, Baringin Manik mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan  Dinas Pendidikan, Danramil dan Kapolsek setempat.

“Target yang kita sasar sekitar 6000 siswa dari usia 6-11 tahun mencakup MI dan SD,” ucapnya.

Meski kegiatan itu lancar akan tetapi kata Baringin masih ada saja anak-anak yang masih takut dan menangis.

“Untuk anak yang sudah divaksin jenis Sinovac, kita berikan bingkisan alat tulis agar anak-anak merasa senang dan semangat,” imbuhnya.

Ke depan harapannya, kata Baringin, semua masyarakat ivaksin khususnya anak usia 6-11 tahun itu bisa 100 persen vaksinasi Covid-19.

“Dan masyarakat umum yang juga belum divaksin boleh datang ke puskesmas atau di sentra-sentra vaksin yang kita sudah sediakan,” pungkasnya.

**andres

Warga Dramaga yang Terpapar Omicron Terkonfirmasi Negatif

0

JURNAL INSPIRASI – HT bersama tujuh orang keluarganya yang terpapar varian Omicron dinyatakan negatif. Kepala Desa Purwasari bersama Satgas Covid-19  tingkat desa langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan di area rumah HT yang berada di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

“Hasil lab HT bersama 7 keluarganya negatif. Walaupun negatif,  untuk sementara ini masih tetap menjalani isoman di rumah masing-masing, ” ujar Kepala Desa Purwasari, Yusup Mustofa, Kamis (13/1).

Yusup mengatakan untuk memutuskan penyebaran Covid 19 di area lingkungan sekitar, pihak desa bersama Satgas melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Walaupun hasilnya negatif, sesuai anjuran Kecamatan Dramaga, HT bersama tujuh orang keluarganya yang sempat kontrak erat masih tetap menjalani isoman.

Selama HT bersama tujuh orang keluarganya menjalani isoman 14 hari kedepan tentunya membutuhkan bantuan  logistik.  Untuk itu, pihak kecamatan bersama Pemdes Purwasari melakukan penggalangan dana, termasuk mendapatkan bantuan makan dari Dinsos untuk keperluan selama isoman.

“Meminimalisir penyebaran wabah Covid 19 di wilayah Kecamatan Dramaga yang terpapar Covid 19,  bakal melakukan rapat koordinasi dengan tim gugus tugas tingkat kecamatan. Salah satunya membahas pengetatan prokes di wilayah perbatasan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Koramil 2121 Bantu Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Pangan

0

JURNAL INSPIRASI – Koramil 2121/Cibungbulang melakukan panen padi bersama masyarakat di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan. Upaya ini guna membantu masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Danramil 2121 Kapten Infanteri, Slamet Royadi mengatakan, tahun 2020 program ini berhenti tetapi di lapangan tetap membantu pemerintah daerah dalam masalah pertanian.

“Berawal dari masyarakat yang saat ini sedang kesulitan menghadapi Covid-19, kesulitan bekerja. Mereka yang di kampung itu ada lahan yang memang harus diolah dan diberdayakan mereka kesulitan untuk meminta izin, kemudian lahan ada masalah air kami minta lahan yang menganggur itu bisa diberdayakan. Ternyata lahan tersebut bisa diizinkan kemudian sama masyarakat dibersihkan dan ditanami padi,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/1/2022).

Ia menjelaskan, meskipun lahan tidak terlalu begitu luas, sekitar satu hektar akan tetapi saat ini hasil panen sudah dirasakan oleh masyarakat.

“Rencana nanti hasil padinya dan benihnya itu masyarakat sendiri yang buat. Karena memang masyarakat yang tau benih di sini yang cocok,” jelasnya.

Tentunya dalam hal ini pihaknya ingin membantu masyarakat karena kesulitan perekonomian di masa pendemi.

“Intinya saya membantu masyarakat, memperdayakan lingkungan lahan yang menganggur bisa diberdayakan untuk menambah income . Sehingga masyarakat dapat tambahan dari mana saja yang penting dapat tambahan menghadapi kesulitan-kesulitan di masa sekarang ini,” bebernya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini baru satu desa. Akan tetapi desa yang lain bersama babinsa sudah komunikasi dengan Poktan. “Masyarakat yang apabila memang ada terkendala masalah lahan itu komunikasikan. Kalau satu prinsip kita dalam melakukan ini kan membantu kesulitan rakyat disitulah kita bisa membantu pemerintahan kepada rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, warga Desa Cibunian Rifal Lubis mengatakan, dengan program tersebut diakuinya membantu masyarakat dimasa pandemi Covid-19.

“Ini program yang harus kita dukung apa lagi untuk pemulihan ekonomi masyarakat, semoga program ini terus berjalan dan diterima manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” singkatnya.

**andres

Prabowo-Gus Muhaimin Pasangan Saling Melengkapi di Pilpres 2024

0

JURNAL INSPIRASI – Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai elemen di Jawa Barat mengikuti kegiatan deklarasi Prabowo Subianto menuju Pilpres 2024 yang berpasangan dengan Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin sebagai calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024.

Rahmat Ari Andi Koordinator Barisan Prabowo-Gus Muhaimin, mengatakan kolaborasi antara kedua usungan calon ini sangat berpotensi untuk meraup suara yang luar biasa. Pasalnya, calon pasangan ini merupakan sosok yang digadang-gadang dapat saling melengkapi.

“Prabowo mewakili kelompok militer, yang mana nasionalis dan perjuangannya terhadap NKRI sangat teruji. Gus Muhaimin yang mewakili kelompok santri, ini mewakili kelompok religius,” kata Rahmat di Monumen Perjuangan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/01/2022), baru-baru ini.

Mengacu pada Pilpres lalu, Rahmat menjelaskan Prabowo memenangkan suara di Jawa Barat. Sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur suara untuk Prabowo masih belum maksimal.
Sementara, Gus Muhaimin punya basis pendukung yang cukup tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dirinya sangat yakin di daerah yang menjadi barometer pemenangan ini, pasangan itu akan meraup suara yang besar.

Begitu juga, lanjut dia, keduanya merupakan pimpinan partai. Maka, ketika kekuatan Gerindra dan PKB disatukan, akan mencukupi lebih dari 23 persen. Artinya cukup lebih dari ambang batas.
Ia juga mengatakan, di masa pandemi COVID-19 Indonesia memasuki masa pemulihan sosial ekonomi. Menurutnya, dalam situasi ini ada 3 hal yang perlu dilakukan agar Indonesia melompat menjadi negara maju.

Pertama, menurunkan angka pengangguran. Kedua, mengendalikan hutang Indonesia. Ketiga, mengentaskan kelompok rentan atau kelompok yang masuk kategori miskin ekstrim.
Atas dasar itu, menurutnya Barisan Prabowo Gus Muhaimin menilai bahwa Indonesia sosok pemimpin yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Sebagai masyarakat Jawa Barat kami meyakini bahwa sosok figur Bapak Prabowo dan Gus Muhaimin Iskandar adalah figur ideal yang mampu mewujudkan visi ini,” kata Rahmat.

Handy Mehonk | **

Omicron Terdeteksi, Kota Bogor Ganjil Genap Lagi

0

JURNAL INSPIRASI – Kota Bogor bersiap melaksanakan Ganjil Genap kembali pada akhir pekan dan hari libur, apabila Covid-19 varian Omicron ditemukan di ‘Kota Hujan’.

“Kami akan lihat kondisinya. Kalau padat kami akan langsung berlakukan ganjil-genap kembali agar masyarakat sadar kita semuanya harus waspada,” ucapnya saat meninjau vaksinasi anak di SD Kawung Luwuk, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (12/1).

Menurut Susatyo, penyebaran Covid-19 varian Omicron hanya tinggal menunggu waktu saja. Nanti, lanjutnya, di Kota Bogor pun akan ada kasusnya lantaran memang sulit untuk dihindari.

“Varian delta saja kita sulit menghindar. Apalagi Omicron ini penyebarannya lebih cepat dari delta, jadi sulit untuk menghindar. Jadi kembali lagi arahan dari pemerintah pusat 3T kita gencarkan kembali, penelusuran itu penting, walaupun secara data belum diiringi keterisian rumah sakit dan tingkat fatality, tetapi tetap 3T harus digencarkan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa RW Siaga Corona akan kembali diaktivasi, termasuk penyiagaan RSUD. “Jadi semua unsur kami siagakan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan segera melakukan vaksinasi booster dengan target awal lansia dan ASN untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Selain itu, lanjutnya, warga Bogor yang dari luar negeri akan diantisipasi juga secara perketat. Dirinya akan koordinasikan dengan Kemenag untuk mengantisipasi semua jamaah umroh asal Bogor. Bima juga menginstruksikan ke para lurah dan camat agar memonitor warga yang dari luar negeri agar segera dilaporkan dan diawasi.

“Jangan sampai lolos. Dari manapun harus dilaporkan mulai dari RT, RW, lurah dan camat harus ada datanya. Harus kita awasi yang bersangkutan, karena Omicron ini salah satu penyebarannya dari perjalanan luar negeri,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

SI Desak Pemkot Cabut Izin Kafe Jual Minol

0

JURNAL INSPIRASI – Rencana kehadiran Holywings di Kota Bogor, terus menjadi sorotan berbagai pihak.Ketua Pimpinan Cabang Syarikat Islam (SI) Kota Bogor Subhan Murtadla mengaku, pihaknya sangat mendukung langkah tegas Pemerintah Kota Bogor yang tidak akan memberikan izin operasional jika Holywings menjual minuman beralkohol (minol).

“Ketegasan ini sangat sejalan dengan aspirasi masyarakat Kota Bogor, jangan berikan ruang dan celah sedikitpun pada tempat dan pengusaha yang menjual produk haram seperti miras,” ujar Subhan, Rabu (12/1).

Menurut dia, dengan adanya tempat-tempat yang jual miras, jangan sampe menciderai Kota Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga dan Kota Religius.

“Dampak miras itu sangat luas, bisa merusak generasi muda dan bisa berdampak pada tindakan kriminalitas. Setiap tempat yang jelas melanggar aturan jangan diberikan ampun, Pemkot harus langsung tutup,” ungkap dia.

Subhan menegaskan, pihaknya meminta ketegasan pemerintah tak berhenti pada Cafe Holywings, tapi semua tempat yang menjual miras dalam menjalankan usahanya harus di tutup dan dicabut izin usahanya.

“Kebijakan pemerintah ini sesuai konsep dakwah, yakni Amal Ma’ruf Nahyi Munkar, menegakan kebaikan dan kemanfaatan serta mencegah hal2 yang dapat merusak. Merusak generasi dan masyarakat,” ungkap dia.

Dia juga berharap Pemerintah Kota Bogor tetap konsisten dan istiqamah dalam menegakan dan menjalankan aturan-aturan yang ada. Sehingga akan tercapai masyarakat yang aman, tenang dan tentram. Menjadi Kota Bogor yang ‘Baldah Toyibah’.

“Kang Bima jangan mundur selangkahpun , untuk menghadapi para backing dibalik usaha miras ini. Jadilah sosok seperti Umar bin Khattab.
Saya yakin masyarakat kota Bogor, yang religius akan mendukung dan mensuportnya, langkah dan kebijakan Pemerintah Kota Bogor,” tandasnya.

Sebelumnya, Bima menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengizinkan Holywings Bogor beroperasi seperti di kota-kota lain. Lantaran, tidak sesuai dengan karakter dan visi Kota Bogor yang religius serta kota ramah anak.

Kata Bima, dirinya datang ke lokasi karena merespons informasi yang beredar bahwa Holywings Bogor sedang dibangun dan akan beroperasi.

“Kota Bogor terbuka untuk investasi, tapi catatan investasi harus sesuai dengan karakter dan visi Kota Bogor yang sesuai visi ramah keluarga dan karakternya religius. Karena itu harus berjalan,” tegasnya.

Alasan Bima tidak akan memberikan izin operasional Holywings di Bogor seperti di kota-kota lain, karena potensi Kota Bogor yang dijual yakni aktivitas wisata alam bukan aktivitas menjual minuman keras.

“Untuk IMB (izin mendirikan bangunan) yang dikeluarkan itu untuk kafe dan restoran. Kalau miras dan aktivitas DJ (disk jockey) seperti di kota lain tidak diperbolehkan,” jelasnya.

“Kalau mau menikmati miras silakan ke kota sebelah, karena pemilik menyanggupi dan berjanji akan menjalankan itu. Ini sesuai dengan kota religius dan untuk keluarga,” tambahnya.

Bima Arya menjelaskan, wilayah Kota Bogor relatif premium dan sangat strategis untuk kuliner. “Kalau ada ditemukan lagi kafe yang menjual miras itu pasti akan ditutup dan disegel. Tidak ada urusan soal siapa dibelakang apa, ini soal penegakan aturan,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Puluhan Orangtua Murid Sekolah At Taufiq Geruduk Disdik

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan orangtua siswa Sekolag At Taufiq yang berlokasi di Jalan Cimanggu Permai, Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, berunjukrasa di halaman Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) pada Rabu (12/1).

Dalam aksinya mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan mosi tidak percaya dan meminta Disdik mencopot Plt Kepala Sekolah (kepsek) Ahmad Furqon.

Koordinator Lintas Wali Murid Bersatu, Edwin Wahyudin mengatakan, kedatangan mereka untuk menegaskan pernyataan wali kota yang mengambilalih SD dan SMP agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut tetap berjalan di tengah konflik dua yayasan.

“Pemerintah Kota Bogor mengambil alih sekolah ini karena ada konflik antara YAB (Yayasan Al-Irsyad) dengan Yatib (At-Taufik), dan di waktu itu pula walikota meminta KBM di sekolah anak kami tetap berjalan kondusif, sehingga ditunjuklah Plt Kepala SMP At-Taufik yakni Achmad Furqon. Namun diperjalanan, Plt dinilai tidak netral dan cenderung keberpihakan dalam hal ini ke YAB, sehingga meresahkan para orang tua siswa dan juga sekolah,” kata Edwin kepada wartawan di lokasi.

Kata dia, keresahan orangtua mulai muncul saat adanya rapat dengan komite dan orangtua murid. Dimana saat itu disampaikan bahwa rencana Plt untuk melakukan linierisasi, dimana linierisasi itu kemudian dibelakangnya ada maksud memasukkan guru baru.

Menurutnya, Plt itu tidak punya kewenangan untuk menggantikan guru lama dengan baru. Sebab, tugas utamanya adalah menajalankan KBM. “Plt ini juga mulai ikut campur ke urusan keuangan dan SPP,” katanya.

Kata dia, orangtua murid menuntut agar Disdik segera mengganti Plt Kepsek. “Kami minta kepada Disdik untuk mengganti Plt. Kami ingin Plt yang lebih komunikatif dengan orang tua murid, terbuka, kemudian dalam mengambil keputusan harus dimusyawarahkan oleh kedua belah pihak, baik pihak YAB maupun Yatib,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdij Kota Bogor Hanafi menjelaskan bahwa At Taufiq sedang dilanda dualisme antara Yatib dengan YAB. Dimana keduanya itu, sebelumnya datang ke Disdik untuk menyelesaikan permasalahan dan pihaknya menerima kedua belah pihak tersebut.

“Kemudian dimediasi oleh walikota, namun di waktu yang berbeda, di waktu bersamaan ternyata tidak ada titik temu, dimana keduanya saling menginginkan apa yang mereka inginkan,” jelasnya.

Hal itu, sambung Hanafi, membuat Pemkot Bogor mengambilalih dan menunjuk Plt Kepsek untuk menjalankan KBM.

“D menjalankan KBM itu tentu ada tahapannya, seperti kurikulumnya seperti apa, kemudian dapodik-nya (data pokok kependidikan) pun harus disesuaikan. Tetapi kenyataannya tidak direspon secara positif, tindakan operasional yang dilakukan oleh Plt SMPIT At-Taufik ini tidak didukung secara utuh,” katanya.

“Saya kumpulkan manajemen dan kedua belah pihak sepakat. Setelah pembelajaran diatur, disusun, dijadwalkan dan dapodik nya disesuaikan, karenakan sumber semuanya dapodik, dan pihak Yatib sudah mengakui bahwa izinnya itu milik Al-Irsyad, jadi tentu harus ada manajemen kedua belah pihak dilibatkan dan pertemuan beberapa kali. Disana itu ada dualisme yakni YAB dan Yatib” kata Hanafi.

Karena dualisme, maka pihaknya berkirim surat kepada Yatib untuk dibuatkan rekening penampungan dan spesimennya ya di kedua belah pihak dan waktu itu sudah setuju tetapi di lapangan tidak konsisten, tidak terlaksana.

“Proses KBM itu perlu manajemen, perlu pembiayaan makanya saya minta bikin rekening penampungan, pelaksanaannya terserah dan saya tidak memberikan kewenangan pengelolaan uang untuk kepala sekolah,” katanya

“Nah sekarang guru, tenaga kependidikan perlu berapa sekian orang, kan harus di sepakati, ternyata tidak sepakat, tidak mau, menginginkan seperti keinginan sendiri, saya kumpulkan, tetapi belum selesai saya ngomong sudah bubar. Setalah itu besok nya Plt mau masuk sekolah, tetapi ruangannya dikunci dan sekarang sudah mulai lagi dikunci ruangannya dari pihak guru, nah kita undang kedua belah pihak manajemen, tidak mengundang orangtua murid tapi ko kenapa datang bawa poster demo,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto