28.7 C
Bogor
Wednesday, August 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 990

NPCI Kabupaten Bogor Rekrut 50 Atlet Baru

0

JURNAL INSPIRASI – Sudah satu pekan terakhir ini National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor  melakukan seleksi kepada puluhan calon atlet NPCI Kabupaten  Bogor yang akan diterjunkan dalam Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.      

Para calon atlet NPCI Kabupaten Bogor ini mayoritas mengikuti  seleksi cabor renang, atletik, panahan, catur, tenis meja dan tenis lapangan.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach mengatakan, proses seleksi yang dilakukan NPCI Kabupaten Bogor ini nantinya hanya akan merekrut sekitar 50 atlet baru yang akan masuk dalamPra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, Pra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor ini nanti akan berlangsung sekitar 5 bulan sebelum memasuki fase Pelatcab.

“ Kuota atlet baru yang akan masuk dalam Kontingen Kabupaten Bogor untuk Peparda XVI Jabar 2022 sebanyak 50 atlet baru,” tegas Misbach, Kamis, 13 Januari 2022   

Mudah mudahan, kata Misbach,  para atlet baru ini nantinya bisa langsung memberikan kontribusi prestasi bagi Kabupaten Bogor.

** AS Pangrango

Pertanyakan Jalan Cikereteg, Tomas Ciderum Datangi UPT

0

JURNAL INSPIRASI – Tokoh masyarakat (tomas) Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, mulai dari Ketua BPD, LPM, Kepala Dusun (Kadus), Rukun Warga (RW) dan tomas Kampung Cikereteg, datangi kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Kamis (13/1/2022).

Kedatangan tomas ke kantor UPT kepanjangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor yang berlokasi di komplek Pemerintahan Ciawi itu, untuk menanyakan penanganan perbaikan ruas Jalan Cikereteg yang dinilai menjadi salah satu penyebab  kemacetan di jalur wisata tersebut.

Para tomas Desa Ciderum yang berjumlah 6 orang itu, disambut Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Ade Sa’ban, mewakili Kepala UPT, Rizki Akbar yang sedang tugas ke DPUPR.

Ketua BPD Desa Ciderum, Ujang Hasbullah mengatakan, kedatangannya ke kantor UPT Jalan dan Jembatan, untuk mempertanyakan penanganan perbaikan Jalan Cikereteg yang kondisinya rusak parah.

Menurutnya, rusaknya jalan yang menjadi akses utama warga Ciderum beraktivitas maupun jalur lintasan para wisatawan saat ingin berwisata ke wilayah Pancawati, salah satu penyebab kemacetan.

 “Makanya kami datang kesini ingin meminta segera ada penanganan perbaikan jalan yang rusak tersebut,” kata Ujang Hasbullah saat bertemu dengan Kasubag TU UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Kamis (13/1/2022).

Kadus 04 Desa Ciderum, Didin Subandi pun menanyakan kegiatan pelaksanaan pemeliharaan di ruas Jalan Cikereteg maupun Pancawati di tahun 2021.

 “Sekalian saya pengen tahu anggaran pemeliharaan di ruas jalan itu,” ungkapnya.

Sedangkan tomas Cikereteg, Pepen meminta agar pihak UPT Jalan dan Jembatan segera melakukan perbaikan yang bersifat mendesak. Pasalnya, apabila menunggu perbaikan peningkatan, memakan waktu lama.

 “Kalau menunggu perbaikan dengan program peningkatan, paling pelaksanaan nya bisa dipertengahan tahun. Jika memang ada anggaran darurat, kami minta untuk dilakukan perbaikan seadanya saja, terpenting jalan tersebut tidak terlalu rusak parah,” paparnya.

Kasubag TU UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Ade Sa’ban menjelaskan, untuk penanganan perbaikan Jalan Cikereteg yang saat ini kondisinya rusak, sudah diajukan dan mudah-mudahan terealisasi di tahun 2022 awal.

 “Kami masukkan ke peningkatan dengan pengajuan betonisasi sepanjang kurang lebih 500 meter. Dan mudah-mudahan tidak dicoret lagi atau ada pemangkasan anggaran,” jelasnya kepada tomas Desa Ciderum.

Ade pun ingin ada pengawalan dari para Tomas Desa Ciderum dalam merealisasikan pengajuan peningkatan Jalan Cikereteg. Ia juga minta para tomas ikut mensosialisasikan kepada para pemilik bangunan yang memakan bahu jalan agar mau menggeser, termasuk para pedagang kaki lima (PKL) didepan Pasar Cikereteg.

“Biar drainase sepanjang jalan yang dilakukan perbaikan, kembali lagi ada. Dan itu harus dilakukan sosialisasi kepada para pemilik bangunan maupun PKL,” ujarnya.

Selain itu, terkait penanganan perbaikan dengan anggaran bersifat darurat atau pun pemeliharaan mulai dari Jalan Cikereteg sampai ke Pancawati, tahun 2021 tidak ada anggaran sama sekali.

 “Karena saat itu Jalan Pancawati kami ajukan peningkatan, jadi anggaran pemeliharaan berikut untuk Jalan Cikereteg tidak ada. Tapi diperjalanan, anggaran untuk peningkatan ruas jalan itu dicoret dan dialihkan kepada penanganan Covid-19. Tahun 2021 murni tidak ada anggaran pemeliharaan untuk ruas Jalan Cikereteg dan Pancawati,” imbuh Ade.

Meski begitu, Ade berjanji akan melakukan musyawarah dengan Camat Caringin untuk membahas terkait penanganan darurat agar Jalan Cikereteg bisa dilakukan perbaikan.

Apalagi, Ade mengaku belum lama ini ikut rapat dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Pancawati bersama para pengusaha untuk penanganan kerusakan jalan dan adanya jembatan yang rusak di wilayah tersebut.

 “Alhamdulillah para pengusaha waktu rapat, bersedia membantu memperbaiki kerusakan jalan yang bersifat penanganan sementara sebelum ada peningkatan dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” jelasnya.

** Dede Suhendar

Vaksin Booster Sasar 112.689 Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memulai vaksin booster Covid-19 pada Kamis (13/1). Sebanyak 112.689 warga yang menjadi target penyuntikkan vaksin ketiga ini.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung proses vaksinasi booster hari pertama di Puskesmas Semplak, Kecamatan Bogor Barat. Dedie bersama Komandan Korem (Danrem) 061 Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi, Dandim 0606 Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro juga ikut dilakukan penyuntikkan.

Dedie mengungkapkan, vaksin dosis ketiga atau booster ini memiliki gejala yang hampir sama dengan penyuntikkan sebelumnya, seperti pegal – pegal. Namun setelah melewati masa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), semua berjalan normal.

“Memang karena saya sudah lama dari vaksin kedua itu sekitar 9 bulan lebih terasa pegal. Tapi KIPI-nya juga sudah lewat 15 menit, sudah aman,” kata Dedie di Puskesmas Semplak.

Dedie mengatakan jika masyarakat khususnya lansia dan komorbid sangat antusias dalam mengikuti vaksinasi booster. Sehingga dengan begitu, dalam waktu dua bulan, target bisa selesai.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, vaksin booster ini diberikan enam bulan setelah dosis kedua. Ada total 112.689 target masyarakat yang divaksin booster.

“Prioritas kita fokuskan ke lansia. Karena yang sudah bisa di booster adalah 34.000 dan hari ini kita sudah serempak di 25 puskesmas dan 68 kelurahan. Untuk lansia menghabiskan sisa vaksin kita sekitar 23.000 dosis. Jenis vaksinnya Astrazeneca, setengah dosis yang diberikan,” kata Retno sapaan Kadinkes.

“Target kita menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin, ada Astrazeneca dan Pfizer. Begitu vaksin tersedia, akan kita vaksin dengan targetnya sekitar 112.000 pelayanan publik juga lansia, TNI, Polri, dan ASN sesuai prioritas,” terangnya.

Menambahkan, Danrem 061 Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi mengatakan, vaksin booster ini mempercepat terbentuknya herd immunity yang ada pada masyarakat Kota Bogor. Menurut Danrem, vaksinasi booster ini di Kota Bogor adalah yang pertama kali diselenggarakan.

“Tadi kita juga saya (Danrem), Pak Dandim, Pak Kapolresta, Pak Wakil Wali Kota, pak camat, lurah sama-sama melaksanakan vaksinasi booster. Di Kota Bogor Alhamdulillah sangat meriah dan luar biasa. Hari ini kita contohnya per Kelurahan targetnya 200 (orang), ternyata antusiasme melebihi yang diekspektasikan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

25 Puskesmas dan 68 Kelurahan Jadi Lokasi Vaksin Booster

0

JURNAL INSPIRASI – Penyuntikan vaksin booster Covid-19 di Kota Bogor dimulai, Kamis (13/1). Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyediakan 25 Puskesmas dan 68 kelurahan untuk pelaksanaan vaksin dosis ketiga itu.

Vaksin booster di Kota Bogor untuk tahap awal ini diberikan kepada para warga lanjut usia (lansia) 60 tahun ke atas dan pelayan publik dengan menggunakan vaksin AstraZeneca.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menuturkan, vaksinasi booster akan dilaksanakan secara bertahap sesuai urutan prioritas dan ketersediaan vaksin.

Untuk saat ini kata Kadinkes, prioritas sasaran untuk vaksin Covid-19 booster di Kota Bogor adalah lansia, kelompok masyarakat rentan (orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang menyebabkan daya tahan/imunitasnya rendah) dan pelayan publik.

Dia menyebutkan, saat ini ketersediaan vaksin AstraZeneca di Kota Bogor sebanyak 23.000 dosis. Berdasarkan ketersediaan vaksin di Kota Bogor tersebut, Vaksin Covid-19 booster untuk lansia akan dilaksanakan di 25 Puskesmas dan 68 kelurahan pada 13-15 Januari 2022.

“Pendataan dilakukan di wilayah. Informasi mengenai jadwal dan lokasi vaksin bisa didapatkan melalui puskesmas atau kelurahan setempat,” jelasnya.

Sedangkan untuk pelayan publik akan dilaksanakan di sentra vaksin pada 14-15 Januari 2022. Pendaftaran secara kolektif per instansi dan akan dijadwalkan oleh Dinkes Kota Bogor.

“Vaksinasi booster berikutnya dijadwalkan sesuai ketersediaan vaksin,” kata Kadinkes.

Syarat vaksinasi booster berusia di atas 18 tahun telah mendapat vaksin dosis 1 dan 2. Jarak antara vaksin dosis 2 dan booster adalah 6 bulan.

“Per tanggal 12 Januari 2022, jumlah sasaran yang sudah dapat diberikan vaksin booster sebanyak 112.349 orang dengan rincian lansia 34.698 orang, petugas publik dan masyarakat umum 77.651 orang,” sebut Retno.

Peserta vaksin booster harus membawa kartu vaksin atau sertifikat vaksin dosis 2 untuk memastikan bahwa jarak dosis 2 sudah lebih dari 6 bulan. Peserta juga dapat memeriksa status vaksinasinya pada aplikasi Peduli Lindungi.

“Alur pelayanan vaksinasi booster sama dengan vaksinasi Covid-19 primer dosis 1 dan 2. Sebelum menerima vaksin booster sasaran harus melalui skrining terlebih dahulu sesuai dengan kartu kendali dosis booster. Setelah vaksinasi, peserta akan diobservasi selama 15 menit,” katanya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Tanah Sareal, Masayu Rubianti menjelaskan, untuk hari ini penyuntikan vaksin booster sasaran pelayan publik dilakukan di Puskesmas Tanah Sareal dan sasaran lansia dilakukan di Kelurahan Tanah Sareal.

“Untuk lansia ada sekitar 700 sasaran. Pelaksanaannya mulai dari hari ini hingga Sabtu, kita bagi per RW. Hari ini RW 1 dan 2, RW 3, 4 dan 5 besok. Sisanya 6 dan 7 Sabtu,” ujarnya.

Sementara untuk sasaran pelayan publik ASN hari ini ada sekitar 84 sasaran yang berasal dari Bappeda, BKAD, BKPSDM dan Asisten Pemerintahan, menghabiskan sisa dosis Pfizer.

“Infonya untuk ASN dan pelayanan publik lainnya mulai besok di 4 sentra vaksin. Targetnya selama 3 hari ini selesai karena minggu depan mulai dosis 2 usia 6-11 tahun,” jelasnya.

Trisna Darmawijaya (70), warga Kelurahan Pabaton yang disuntik vaksin mengaku mengikuti anjuran pemerintah untuk membentuk herd immunity.

“Vaksinasi ini sudah diatur oleh pemerintah. Kita harus mengikuti dan percaya, pemerintah pasti melakukan yang terbaik untuk rakyatnya,” katanya.

Dia mengaku sesudah di suntik vaksin pertama dan kedua hanya merasa lemas sebentar saja. Sama halnya saat disuntik vaksin booster.

“Sama saja sebenernya, cuma merasa lemas sebentar saja,” katanya.

** Fredy Kristianto

Keukeuh Tolak Holywings

0

Boleh Buka Asalkan Sesuai Visi Kota Bogor

JURNAL INSPIRASI – Polemik rencana kehadiran Holywings di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, terus bergulir. Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku telah bertemu dengan pimpinan DPRD membahas mengenai akan beroperasinya tempat tersebut.

Menurut dia, baik eksekutif maupun legislatif mempunyai pandangan yang sama terkait keberadaan Holywings. Sehingga apabila sudah beroperasi, tidak mengusung konsep seperti kota lain.

“Kami tak membahas secara resmi dengan DPRD. Tapi Pak Ketua DPRD sampaikan hal-hal yang kira-kira sama,” ucap Bima kepada wartawan, Kamis (13/1).

Bima mengatakan bahwa pihaknya bersama DPRD masih menunggu Holywings memaparkan konsep yang mesti sesuai dengan visi ‘Kota Hujan’.

“Saya katakan hanya akan buka kalau sejalan dengan visi kita. Kami memberi waktu, kami tunggu dan nanti akan dipanggil,” jelasnya.

Ia menegaskan, apabila nanti bertemu dengan Holywings, tentunya akan didampingi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) termasuk. Hal itu untuk memastikan konsep yang ditawarkan sesuai dengan visi Kota Bogor. “Agar clear seperti apa konsepnya,” katanya.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustian Syach mengatakan bahwa Pemkot Bogor takkan memberikan izin. Apabila Holywings menjual minuman beralkolhol (minol) golongan B dan C, atau yang memilili kadar alkohol lebih dari 5 persen sampai 55 persen keatas.

“Jadi intinua mereka siap taat aturan. Walau mereka punya izin, wali kota tetap menolak kalau konsepnya sama dengan daerah lain,” imbuhnya.

Agustian Syach menyatakan, bila Holywings sudah mengantungi izin restoran dan kafe. Hal itulah yang akan menjadi pegangan Pemkot Bogor. “Kalau beroperasi sesuai izin, kami akan izinkan. Kalau tidak, ya tidak,” ucapnya.

Kata dia, alasan penolakan bila Holywings mengusung konsep seperti di kota lain. Lantaran pada beberapa tempat mereka membandel karena menimbulkan kerumunan hingga kedapatan menjual miras golongan B dan C.

** Fredy Kristianto

Sampah Warga Kampung Ciderum Akhirnya Diangkut

0

JURNAL INSPIRASI – Meski sudah dua hari tidak ada penanganan, Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi, akhirnya lakukan pengangkutan sampah warga Kampung Ciderum RW 09, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kamis (13/1/2022).

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi, Rudi Ardiyanto mengungkapkan, tersendatnya pelayanan pengangkutan sampah warga yang ada di Kampung Ciderum, akibat adanya permasalahan di armada.

Dimana lanjutnya, dua armada yang biasa beroperasi di jalur wilayah Caringin dan Cijeruk, sudah dua hari ini mogok dan sedang dalam perbaikan di bengkel.

“Kendaraan di jalur Caringin dan Cijeruk sedang turun mesin, jadi pelayanan terganggu,” ungkap Rudi kepada Jurnal Bogor melalui pesan WhatsApp, Kamis (13/1/2022).

Selain itu, kata Rudi, keterbatasan armada menjadi kendala dalam memberikan pelayanan optimal kepada warga terutama para pelanggan. Terlebih, saat ini kendaraan yang ada di UPT kondisinya sudah tua dan masuk kategori tidak layak pakai.

“Tapi mau bagaimana lagi, daripada tidak dioperasikan yang ada malah menghambat pelayanan kepada pelanggan. Contohnya sekarang saja sampah di Kampung Ciderum baru tertangani,” paparnya.

Rudi menjelaskan, secara bertahap pihaknya terus berupaya agar pelayanan tetap berjalan dengan kondisi apapun. Selama kendaraan jalur Caringin dan Cijeruk dalam perbaikan, pihaknya baru melakukan penanganan sampah yang ada di wilayah Cisalopa, Desa Pasir Buncir.

“Kemarin kita fokus sama sampah di Kongsi, Kelurahan Cisarua. Alhamdulillah sudah selesai,” jelasnya.

Rudi minta agar warga Kampung Ciderum, bekerjasama dengan pihaknya untuk menindak tegas para pelaku pembuang sampah liar.

“Kalau ketahuan ada warga luar buang sampah ke tempat penampungan sementara, tangkap dan minta KTP nya biar dilaporkan ke desanya,” imbuhnya.

Sementara, Baharudin merasa lega setelah adanya pengangkutan sampah warga yang sudah dua hari tidak ada penanganan karena terkendala armada.

Menurutnya, sampah yang dikumpulkan di bahu Jalan Ciderum-Citapen persisnya di perkampungan warga, rawan adanya pelaku pembuang sampah liar yang dilakukan warga luar wilayah.

“Alhamdulilah sampah warga kami sudah diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujar Baharudin.

Baharudin berharap, pengangkutan sampah di Kampung Ciderum di RW 09, sesuai dengan yang sudah dijadualkan, yakni setiap Selasa dan Jumat.

“Saya doakan agar kendaraan yang melayani di wilayah ini segera selesai diperbaiki dan kembali beroperasi, sehingga pelayanan kepada warga tidak terganggu,” tukasnya.

** Dede Suhendar

KPI Pusat Ungkap Fakta Penting Terkait Dunia Industri Televisi

0

JURNAL INSPIRASI – Dalam kuliah umum, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ungkap fakta tayangan sinetron menempati rating share tertinggi dengan durasi menonton terbanyak. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Komisioner Penyiaran Indonesia Pusat, Nuning Rodiyah pada Rabu, 12 Januari 2022 di kampus Universitas Ibn Khaldun.

“Saat ini kondisi penyiaran kita yang menonton sinetron 36%, padahal sinetron kisarannya 18% tapi yang nonton 36%. Untuk film 22%,hiburan 11%, anak 2%, Informasi 11%, news 10%, pendidikan 0,2%, agama 1%, olahraga 2%,”ujar Nuning Rodiyah dalam kuliah umum bersama Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam UIKA”

Pernyataan ini diperkuat dari sumber data Nielsen TV Audience Measurement (TAM). Lalu Nuning Rodiyah pun mengungkap alasan terkait tidak adanya larangan sinetron  pertelevisian tayang di Indonesia

“Sinetron ini peminatnya paling banyak. Kalau kita larang maka industri televisi akan gulung tikar sementara disisi lain KPI bertugas mengembangkan dunia industri televisi tumbuh dengan baik kalau televisi diisi dengan berita dan olahraga yg penontonnya 2% dan 10%, maka akan terjadi migrasi besar2 an dari televisi ke internet,”jelasnya.

Lebih lanjut Nuning Rodiyah menjelaskan fakta lain bahwa tingkat hoax di televisi dan radio lebih kecil jika dibandingkan dengan sosial media.

“Berdasarkan data dari temen-temen Nielsen, hanya sekitar 8% hoax yang ada di televisi dan radio, sedangkan di sosial media hoax sebanyak 87%. Jadi kalau di sosial media yang benarnya sedikit”tambahnya.

Nuning Rodiyah, Komisioner Penyiaran Pusat harap agar menjadi penonton yang cerdas dengan menonton sinetron, infotainment, dan film yang bekualitas, dan harap masyarakat bergeser Berbondong-bondong kepada muatan yang positif agar tv pun produksi yang positif.

**dw-rls

Tirta Pakuan Sosialisasi Good Corporate Governance dan Kick Off Program Prioritas di Tahun 2022

0

JURNAL INSPIRASI – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar Sosialisasi Good Corporate Governance (GCG) dan Kick Off Program 2022 di IPB International Convention Center (IICC) Mal Botani Square, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, kemarin. Acara GCG dan Kick Off Program 2022 ini dibuka langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Dalam kesempatan itu, Bima Arya menyatakan, ada tiga penyakit klasik BUMD di Indonesia, yakni kepentingan, kapasitas dan prinsip kebijakan,” ujar Bima Arya mengawali sambutan.

Pertama kata dia, persoalan kepentingan, yakni bukannya melayani publik, tapi melayani kepentingan politik, kelompok tertentu bahkan kepala daerah. Direksinya mungkin pintar dan visioner namun tunduk pada kepentingan.

“Kepala daerahnya minta apa walaupun bertentangan dengan GCG tetap dilakukan. Banyak di daerah seperti itu. Dirutnya jenius, jam terbang tinggi tapi kalau ada hutang budi ya selesai,” katanya.

Kedua berbicara kapasitas, ketika yang diakomodir orang-orang merupakan mereka yang tidak mempunyai kemampuan memimpin manajemen dan tidak mempunyai kemampuan governance ini menjadi persoalan.

Di sisi lain, kadang-kadang yang dipimpinnya berkarir panjang di BUMD sudah puluhan tahun, namun ‘anak kemarin sore’ yang tidak punya kapasitas, tidak punya pengalaman apa-apa naik menjadi direksi.

“Persoalan ketiga punya kapasitas namun berbeda prinsip kebijakannya. Sehingga membuat Dirut bingung menangkap arahnya, mana yang didahulukan pelayanan atau PAD-nya, kebocoran air dulu diatasi atau penambahan pipa, ini dosanya paling kecil tapi gak maksimal juga BUMD-nya,” sebutnya.

Menurutnya, jalan keluar dari tiga persoalan ini yakni GCG. Komitmen, aturan main, pelaksanaan bisnis yang sehat dan beretika. Ia pun menggarisbawahi kata kunci komitmen dan etika.

Pasalnya, hukum merupakan norma-norma yang seringkali belum menjangkau banyak hal, tapi etika merupakan filosofi yang mendasari baik buruk dari peradaban ke peradaban.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan mengatakan, hari ini pihaknya menyelaraskan GCG dengan program kerja Perumda Tirta Pakuan. Pada 2021 lalu pihaknya fokus pada perbaikan pelayanan dengan beberapa pembangunan fisik yang sudah dibangun.

Mulai dari pembangunan reservoir untuk penampungan di Bogor Barat, penambahan Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru, penambahan mata air yang akan dioperasikan tahun ini dan mengoperasikan WTP bekerja sama dengan Unitex yang juga dioperasikan tahun ini.

“Dengan penambahan 300 ribu per detik kami yakin pelayanan air di wilayah akan teratasi,” jelas Rino.

Rino menerangkan, demi meningkatkan kepercayaan pemerintah Perumda akan memperbaiki sistem jaringan yang difokuskan tahun ini.

Sebab, tingkat kehilangan air masih tinggi sekitar 27 persen dari total produksi air dan tahun ini sistem akan diperbaiki dengan dibuatnya District Meter Area (DMA), dari rencana 68 DMA akan dicicil pembangunan 12 DMA yang biayanya di alokasikan di tahun ini.

“Tahun ini Command Center juga akan berjalan. Command Center akan mengisi semua informasi yang ada di transmisi, unit produksi dan aduan masyarakat. Aduan masyarakat akan muncul di peta command center yang akan kita distribusikan ke petugas lapangan,” katanya.

Dia menekankan, semua program di 2022 ini berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Menurut survei kepuasan pelanggan tahun 2021 terhadap aspek produk dan jasa Perumda meningkat. Begitu pula dengan kepercayaan pelanggan meningkat dari tahun ke tahun dengan menggunakan metode survey yang sama diikuti dengan peningkatan kinerja perusahaan juga meningkat, baik internal bisnis dan pelaksanaannya.

“Hal ini yang kita coba untuk kontrol di 2022 dengan membuat komitmen bersama untuk masing-masing departemen. Kalau tahun lalu baru membuat untuk perusahaan, tahun sekarang diturunkan ke departemen dan manajer masing-masing. Ini untuk mengontrol kinerja di masing-masing departemen agar tujuan perusahaan tercapai sesuai GCG yang sudah disusun, bisa disepakati bersama dan diimplementasikan,” jelasnya.

Handy Mehonk | **

H. Edi Rohman: Bisakah Pemekaran Bogor Timur Menjamin Kesejahteraan Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Menyikapi persoalan pemekaran Kabupaten Bogor Timur, salah seorang warga Cikeas menolak keras akan rencana  pemekaran yang digadang – gadang bisa membuat masyarakat Bogor Timur sejahtera.

H.Edi Rohman mengatakan, saat ini moratorium belum dicabut dan mestinya biarkan saja dulu. Lagi pula banyak hal yang harus dipikirkan untuk melakukan pemekaran bukan hanya sekedar kelayakan wilayah, pendapatan daerah, jumlah penduduk dan luas wilayah.

Tetapi disini kata dia, inisiator harus memikirkan dampak saat wilayah Bogor Timur mekar menjadi kabupaten, salah satunya adalah dampak dalam hal administrasi yang pasti akan sangat menyulitkan masyarakat nantinya.

“Coba turut dipikirkan dampak untuk masyarakatnya, dalam hal administrasi misalnya, ketika menjadi Kabupaten Bogor Timur otomatis surat menyurat seperti KTP dan kawan – kawannya harus beralih alamat, bukan kah itu akan ada biaya tambahan untuk masyarakat,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/01/22).

Sebaiknya, inisiator harus memikirkan itu terlebih dahulu, saat ini masyarakat untuk makan saja sudah sulit meskipun yang katanya jelas dia, PAD di Bogor Timur merupakan PAD terbesar di Kabupaten Bogor. Namun apakah sudah banyak fasilitas yang dirasakan oleh warga Bogor Timur, membuat KTP saja lama dan sulitnya minta ampun, apalagi jika berganti Kabupaten Bogor Timur nanti.

“Bisa dijamin gak jika perubahan kabupaten nanti masyarakat dalam merubah administrasi bisa digratiskan, tanpa beban, oke mungkin untuk mereka yang beruang, tapi untuk masyarakat yang kekurangan, apakah bisa untuk merubah surat – surat penting mereka yang pasti akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit,” jelasnya.

Menurutnya, sambil menunggu mekar, alangkah lebih baiknya saat ini Presidium Pemekaran Bogor Timur  mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menambah fasilitas bagi masyarakat yang berada di ujung – ujung Kabupaten Bogor, seperti pembuatan SIM, perpanjang STNK misalnya, buatlah lagi selter atau kepanjangan tangan dari Polres Bogor di daerah Cariu atau Jonggol untuk memudahkan warga agar tidak jauh – jauh ke Cibinong, untuk mendapatkan nomor antrean saja mereka harus berangkat subuh dari rumah.

“Dorong dulu Pemerintah Kabupaten untuk menambah fasilitas dari sekarang, bukan kah PAD dari Bogor Timur lebih besar, warga di Tanjungsari lebih dekat akses ke Rumah Sakit Cianjur, kenapa tidak di dorong untuk pembanguan rumah sakit lagi di Cariu misalnya, hingga akses mereka juga bisa lebih dekat,” bebernya.

Dia berharap, siapapun yang memiliki pemikiran untuk dimekarkannya Bogor Timur menjadi kabupaten memberi penjelasan dampaknya, dan baik buruknya jika nanti dimekarkan. Dia juga mempertanyakan  apakah bisa menjamin kemudahan – kemudahan masyarakat dalam mengurus surat menyurat, dan apakah bisa menjamin jika nanti mekar masyarakat miskin setelah mekar bisa jadi sejahtera, dan apakah bisa menjamin setelah mekar pengangguran bisa mudah mencari kerja.

“Jangan sampai pemekaran ini karena ada kepentingan golongan, beri kami penjelasan, saat ini saja janji-janji ya tinggal janji, semuanya berkata akan begini, akan begitu, tapi setelah jadi,  malah jadinya begini. Janganlah masyarakat selalu dijadikan tumbal, sejauh ini mekar atau tidak mekar wilayah pun masyarakat awam mah anteng – anteng aja,” pungkasnya H.Edi Rohman yang merupakan Ketua Paguyuban Pengusaha Bogor Timur.

** Nay Nur’ain

Achmad Fathoni: Soal Jalan Lapangan Kapuk, Saya Paham Kekesalan Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Menanggapi kekesalan warga Cikeas, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni sangat memahami apa yang dirasakan oleh warga tersebut. Padahal, sejak 2020 jalan tersebut sudah dilakukan peninjauan oleh DPUPR Kabupaten bogor, dan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya sangat memahami dengan kekesalan warga. Karena memang ini sudah terlalu lama dan kondisinya juga sudah sangat menyedihkan. Padahal pada tahun 2020 serta 2021 saya sudah pastikan dan cek langsung sudah masuk di APBD,” paparnya.

Anggota Legislatif (Aleg) Partai PKS itu menambahkan, sejak awal dilantik menjadi anggota dewan, dirinya sudah mengajukan sebagai Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD. Namun pengerjaan jalan tersebut terkena refocusing anggaran dan akhirnya dibatalkan.

“Saya sendiri sudah sejak awal dilantik mengajukan ini sebagai Pokir. Tapi sangat disayangkan, ada pendeletan sepihak oleh eksekutif dengan alasan refocusing. Itulah yang saya sayangkan, kenapa yang kondisinya memprihatinkan begini justru kena cancel,” pungkasnya, Kamis (13/01/22).

Sebelumnya, Edi Rohman mengatakan, warga sudah lelah karena sudah beberapa tahun ini mereka  menyampaikan keluhannya, baik kepada anggota dewan maupun pemerintah kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR Kabupaten Bogor  tentang kondisi jalan lintas  yang rusak parah tersebut, namun sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Buat apa mengeluh, didengar juga tidak. Nanti kalau mau Pilkada lagi, baru datang ke sini memberikan janji-janji untuk memperbaiki jalan,” kata H Edi Rohman Ketua Himpunan Pengusaha Bogor Timur (HPBT).

** Nay Nur’ain